Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Jiwa


Sub Pokok Bahasan : Halusinasi
Tempat : Ruang Kakak Tua
Hari/Tgl : Rabu , 20 Februari 2019
Pukul : 15.00-15.45 wib.
Sarana :Klien Dan Keluarga Yang Ada Di RSJ Dr.Radjiman
Wediodiningrat Lawang

A. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Instruksional umum :
Setelah mendapat penyuluhan keluarga mengerti tentang halusinasi.
2. Tujuan Instruksional khusus :
Setelah mendapat penyuluhan diharapkan keluarga mampu :
1. Menjelaskan tentang definisi halusinasi
2. Menyebutkan proses terjadinya halusinasi
3. Menyebutkan tanda-tanda halusinasi
4. Menyebutkan peran serta keluarga dalam merawat halusinasi:

B. Metode Belajar
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

C. Alat dan Media


1. Leaflet
2. Flip Chart
D. Kegiatan penyuluhan
No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1 Pembukaan  Membuka dengan - Menjawab salam
15 menit memberikan salam
 Memperkenalkan diri - Mendengarkan
 Menjelaskan tujuan - Memperhatikan
penyuluhan
 Menyebutkan materi - Memperhatikan
penyuluhan
2 Pelaksanaan Menjelaskan tentang :
30 menit  pengertian halusinasi  Memperhatikan
 Proses terjadinya  Memperhatikan
halusinasi
 Tanda-tanda halusinasi  Memperhatikan

 Jenis Halusinasi  Memperhatikan

3 Evaluasi  Memberikan  Menjawab


10 menit pertanyaan tentang pertanyaan
materi yang telah di
berikan.  Memberikan
 Memberikan pertanyaan dan
kesempatan kepada pernyataan.
peserta untuk bertanya
dan menanggapi materi
yang telah di berikan.

4 Terminasi 5  Mengucapkan terima  Mendengarkan


menit kasih atas kerja sama
peserta
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
perpisahan  Menerima dan
 Membagi leaflet membaca
3. Pengorganisasian :
- Penanggung jawab :
- Pembawa acara :
- Observer :
- Penyaji :
- Fasilitator :
4. Kriteria Evaluasi :
1. Evaluasi struktur :
Komponen yang terlibat dalan organisasi lengkap dan menjalankan
tugas sesuai dengan fungsinya.
2. Evaluasi proses :
Kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan.
3. Evaluasi hasil :
Peserta memahami isi penyuluhan yang diberikan dan mampu
menjawab pertanyaan penyuluh dengan benar.
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Halusinasi
Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan
rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Klien
memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau
rangsangan yang nyata. Misalnya klien mengatakan mendengar suara padahal
tidak ada orang yang berbicara
2. Proses Terjadinya Halusinasi
Halusinasi berkembang melalui empat fase yaitu :
Fase Pertama
Klien mengalami stress, cemas, perasaan perpisahan, kesepian yang
memuncak dan tidak dapat diselesaikan. Klien mulai melamun dan
memikirkan hal-hal yang menyenangkan, cara ini hanya menolong
sementara.
Fase Kedua
Kecemasan meningkat, melamun dan berfikir sendiri jadi dominan. Mulai
dirasakan ada bisikan yang tidak jelas. Klien tidak ingin orang lain tahu,
dan ia tetap dapat mengontrolnya.
Fase Ketiga
Bisikan, suara, isi halusinasi semakin menonjol, menguasai dan
mengontrol klien. Klien menjadi terbiasa dan tidak berdaya terhadap
halusinasinya.
Fase Keempat.
Halusinasinya berubah menjadi mengancam, memerintah dan memarahi
klien. Klien menjadi takut, tidak berdaya, hilang kontrol dan tidak dapat
berhubungan secara nyata dengan orang lain dilingkungan.
3. Tanda-tanda halusinasi :
1. Menarik diri
2. tersenyum sendiri
3. duduk terpaku
4. bicara sendiri
5. memandang satu arah
6. menyerang
7. tiba-tiba marah
8. gelisah
4. Jenis Halusinasi
1. Halusinasi dengar.
Mendengar suara membicarakan, mengejek, mentertawakan, mengancam
tetapi tidak ada sumber disekitar.

2. Halusinasi lihat.
Melihat pemandangan, orang, binatang atau sesuatu yang tidak ada tetapiu
klien yakin ada.

3. Halusinasi penciuman.
Mengatakan mencium bau bunga, kemenyan dan lain-lain yang tidak
dirasakan oleh orang lain dan tidak ada sumber.

4. Halusinasi Kecap.
Merasa mengecap sesuatu rasa dimulut, tetapi tidak ada.

5. Halusinasi raba.
Merasa ada binatang merayap pada kulit tetapi tidak ada.

5. Peran serta keluarga dalam merawat halusinasi:

1. Bantu Mengenal Halusinasi.


- Bina saling percaya.
- Diskusikan kapan muncul situasi yang menyebabkan (jika sendiri), isi
dan frekuensi.
2. Meningkatkan Kontak Dengan Realita.
- Bicara tentang topik yang nyata tidak mengikuti halusinasi.
- Bicara dengan klien secara sering dan singkat.
- Buat jadwal kegiatan sehari-hari untuk menghindari kesendirian.
- Ajak bicara jika tampak klien sedang berhalusinasi.
- Diskusikan hasil observasi anda.
3. Bantu Menurunkan Kecemasan dan Ketakutan.
- Temani, cegah isolasi dan menarik diri.
- Terima halusinasi klien tanpa mendukung dan menyalahkan. Misalnya:
“Saya percaya anda mendengar tetapi saya sendiri tidak dengar”.
- Beri kesempatan untuk mengungkapkan.
- Tetap hangat, empati, kalem dan lemah lembut.
4. Mencegah Klien Melukai Diri Sendiri dan Orang Lain.
- Lakukan perlindungan.
- Kontak yang sering secara personal.
5. Tingkatkan Harga diri.
- Identifikasi kemampuan klien dan beri kegiatan yang sesuai.
- Beri kesempatan sukses dan beri pujian atas kesuksesan klien.
- Dorong berespon pada situasi nyata.
DAFTAR PUSTAKA

Keliat, Budi Anna. 2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.Edisi 2. EGC :


Jakarta
DAFTAR HADIR PESERTA PKMRS HALUSINASI
DI RS JIWA RADJIMAN WEDIODONINGRAT
TANGGAL JULI 2019
No. Nama Alamat Tanda Tangan

1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17. 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.
21. 21.
22. 22.
23. 23.
24. 24.
25. 25.