Anda di halaman 1dari 2

SURVEY BUDAYA

Tanggal Terbit: Revisi:01 Halaman 1 dari 2


RUMAH SAKIT UMUM 10 Desember 2018
BHAKTI RAHAYU DENPASAR

Ditetapkan oleh:
STANDAR PROSEDUR No. Dokumen: Direktur Bhakti Rahayu
OPERASIONAL 900/RSBR.DPS/TKPRS/XII/
(S P O) 2018
dr. Made Sukanegara

PENGERTIAN Menurut Blegen (2006) dan Hamdani (2007), budaya keselamatan


pasien adalah persepsi yang dibagikan diantara anggota organisasi yang
ditujukkan untuk melindungi pasien dari kesalahan tata laksana
maupun cidera akibat intervensi. Persepsi ini meliputi kumpulan
norma, standar profesi, kebijakan komunikasi dan tanggung jawab
dalam keselamatan pasien. Budaya ini kemudian mempengaruhi
keyakinan dan tindakan individu dalam memberikan pelayanan.

Budaya keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam


keseluruhan budaya organisasi yang diperlukan dalam institusi
kesehatan. Budaya keselamatan didefinisikan sebagai seperangkat,
keyakinan, norma, perilaku, peran, dan praktek social maupun teknis
dalam meminimalkan pajanan yang membahayakan atau mencelakakan
karyawan, manajemen, pasien atau anggota masyarakat lainnya.
TUJUAN 1. Meningkatkan kesadaran staf Rumah Sakit mengenai keselamatan
pasien
2. Mendiagnosa dan menilai keadaan budaya keselamatan pasien saat
itu
3. Mengidentifikasi kekuatan atau kelebihan suatu area/unit untuk
pengembangan program keselamatan pasien
4. Menguji perubahan trend budaya keselamatan pasien sepanjang
waktu
5. Mengevaluasi dampak budaya dari inisiatif dan intervensi
keselamatn pasien

KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur Rsu Bhakti Rahayu Denpasar Nomor


:021/RSBR.DPS/SK/IX/2017 Tentang Pedoman Keselamatan Pasien

Standar Operasional Prosedur Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar


SURVEY BUDAYA

Tanggal Terbit: Revisi:01 Halaman 2 dari 2


RUMAH SAKIT UMUM 10 Desember 2018
BHAKTI RAHAYU DENPASAR

Rumah Sakit ( Patient Safety )


PROSEDUR 1. Seluruh personel/staf memiliki kesadaran yang konstan dan aktif
tentang hal yang potensial menimbulkan masalah
2. Baik staf maupun organisasi mampu membicarakan kesalahan,
belajar dari kesalahan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan
3. Bersikap terbuka dan adil / jujur dalam membagi informasi secara
terbuka dan bebas, dan penanganan adil bagi staf bila insiden
terjadi
4. Pimpinan terkait menerangkan bahwa penyebab insiden
keselamatan pasien tidak dapat dihubungkan dengan sederhana ke
staf yang terlibat. Semua insiden berkaitan juga dengan system
tempat orang itu bekerja
5. Perubahan nilai, keyakinan dan perilaku menuju keselamatan
pasien penting bukan hanya bagi staf, melainkan juga semua orang
yang bekerja di rumah sakit serta pasien dan keluarganya. Tanyakan
apa yang bisa mereka bantu untuk meningkatkan keselamatan
Pasien
6. Penjelasan atau pemahaman tentang aktivitas organisasi yang
bersifat resiko tinggi dan rentan kesalahan
7. Lingkungan yang bebas menyalahkan, sehingga orang dapat
melapor kesalahan tanpa penghukuman

UNIT TERKAIT  Tim KPRS RSU bhakti Rahayu


 Seluruh Unit Pelayanan di RSU bhakti Rahayu

Standar Operasional Prosedur Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar