Anda di halaman 1dari 17

MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF

PENYELESAIAN SENGKETA MEDIS

Wahyu Indianto
Disampaikan pada Pertemuan PIT PAPDI
28 FEBRUARI 2019
Apakah Kita Kebal Hukum ??
PERLAWANAN DOKTER PADA
TUNTUTAN PIDANA & PERDATA
JUDUCIAL REVIEW  Putusan MK No 4/PUU-V/2007 adalah
penghilangan pidana untuk kasus-kasus pelanggaran
administratif pasal 75, 76 dan 79. UU Prak Dok

Penghilangan tuntutan Pidana dan Perdata ditolak pada pasal


66 UU Prak Dok . Majelis Hakim berpendapat bahwa norma
hukum lebih bersifat mengikat dan lebih kuat dibanding etika
dan disiplin kedokteran, oleh karena itu tuntutan pidana tetap
bisa dilakukan.

Pasal 66 (3) :
Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak
menghilangkan hak setiap orang untuk melaporkan adanya dugaan
tindak pidana kepada yang berwenang dan/atau menggugat
kerugian perdata ke pengadilan.
DASAR HUKUM TUNTUTAN
• Pasal 359,  Barangsiapa karena

PIDANA salahnya menyebabkan matinya orang


dihukum penjara selama-lamanya 5th
atau kurungan selama-lamanya 1 th.
• Pasal 360,  Menyebabkan Luka berat
KUHP • Pasal 361, MenyebabkanLuka ringan

• Pasal 1365 KUH Perdata menyebutkan bahwa tiap


perbuatan melawan hukum yang membawa

PERDATA kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang


karena salahnya menerbitkan kerugian itu,
mengganti kerugian tersebut'.

• Kerugian Pasien
• Ada kesalahan atau kealaian
• Ada hubungan kausal
• Ada PMH
TRANSAKSI MEDIK
DOKTER – PASIEN BUKAN MUSUH ALAMI

KEPEDULIAN DAN KERENTANAN DAN


PROFESIONALISME KEPERCAYAAN

TRANSAKSI TERAPEUTIK

TIDK PEDULI DAN


ANCAMAN DAN
TIDAK SENGKETA TAK TAHU
BERTANGGUNG MEDIS BERTERIMA KASIH
JAWAB
SITUASI SAAT INI
LAWS AND
DISPARITY
REGULATIONS
LITIGIOUS
LIBERALIZATION
SOCIETY

ICT REVOLUTION HC SPENDING

QUALITY OF CARE REMUNERATION

SHIFTING SENGKETA “UNIVERSAL


HEALTH
PARADIGM
MEDIS COVERAGE”
SENGKETA MEDIS
ketidakpuasan pasien “sengketa medis” bisa
ketidakpuasan pasien terhadap proses
terhadap penyelesaian terjadi karena terjadinya
atau hasil pelayanan pengobatan atau
sengketa yang dilakukan ketidaksesuaian “logika
pelayanan medis oleh dokter
oleh dokter (tenaga medis” antara pasien dan
(tenagamedis) &/ rumah sakit.
medis) &/ rumah sakit. dokter (tenaga medis) &/ RS.

Yang terlibat: Pasien


(Penerima
Obyeknya pelayanan &/
Pelayanan/Tindakan) vs
tindakan medik; Para
Dokter (tenaga medis) &/
Pihak
RS (Pemberi
layanan/tindakan);
KASUS-KASUS SENGKETA MEDIS
NO KASUS KOTA TAHUN GUGATAN PUTUSAN

1 Dr. Setyaningrum Pati 1979 -1983 Bebas

2 RSPI VS Sita Jakarta 2005 - 2012 172 jt +20 M 2M

3 Dr. Bambang Madiun 2007 – 2013 Pidana 1


2013 Pidana thn 6 bln /
2015 PK Kabul PK kabul

4 Dr. Ayu Manado 2010 – 2013 Pidana Bebas

5 Dr. Wardhani Bogor 2003 - 2006 1.020.825.375 520 jt

6 RSUD Probolinggo Probolinggo 2018 1 T 26 Jt Proses


/ BPJS vs
Sudarman
KERUGIAN SENGKETA MEDIS
Kerugian • Waktu dan
Materila da Biaya
Immateriil

Trial By
The Press

• Bad News
is Good Character
News Assasination

• Nama Baik
Di AS, - proses pengadilan rata-rata 5thn.
- hanya 10% yang berhasil pada penggugat.
- lebih dari 60% dari semua diberhentikan oleh pengadilan,
- hanya 15% dari semua tuntutan hukum yang diajukan benar-benar
mengandung kelalaian.
- hanya 3% dari mereka yang benar-benar terluka oleh kelalaian medis
yang benar-benar menuntut.
- uang itu bahkan tidak masuk ke penggugat. Hanya 28 sen dari setiap
dolar yang benar-benar sampai ke penggugat. Sisanya dikonsumsi oleh
pengacara dan biaya administrasi.
LIHAT DULU
DOKTER RUMAH
SAKIT
IJIN RS, SPO, CP, MR,
INFORMED CONSENT 
STR,SIP,KEWENANGAN, MR, AKREDITASI,
INFORMED CONSENT Pasal 46 UU No 44 /2009 RS
bertanggung jawab atas
semua kelalaian nakes RS
4 D NEGLIGENCE
(J. Guwandi )

Derelection Direct
DUTY Damage
of duty Causation
Bekerja atas
indikasi medis Outcome yang
Menyimpang dari negatif tidak bisa
kewajiban langsung
Bertindak secara Tidak ada sela menyalahkan
hati-hati dan teliti atau peristiwa
diantara
Memenuhi penyebab dan
Standart Profesi damage Perlu pembuktian
Tidak melakukan yang kuat tentang
sesuai kewajiban penyebab
Informed consent damage
PENYELESAIAN SENGKETA
KONSILIASI

LITIGASI

PENYELESAIAN
NEGOSIASI
SENGKETA

NON LITIGASI
UU no 30 tahun 1999
tentang arbitrase dan MEDIASI
penyelesaian sengketa

ARBITRASE
Mediasi dilakukan bila timbul sengketa antara tenaga kesehatan pemberi
pelayanan kesehatan dengan pasien sebagai penerima pelayanan
kesehatan. Mediasi dilakukan bertujuan untuk menyelesaikan sengketa
diluar pengadilan oleh mediator yang disepakati oleh para pihak “
KARAKTER PENYELESAIAN SENGKETA
Karakteristik Litigasi Arbitrase Mediasi Negosiasi

Sifat Tidak Sukarela Sukarela Sukarela


Sukarela
Pemutus Hakim Arbiter Para Pihak Para Pihak

Mengikat Mengikat dan ada Mengikat dan dapat di Mengikat apabila terjadi Mengikat apabila terjadi
kemungkinan banding uji untuk hal yang ksepakatan sebagai kesepakatan sebagai
sangat terbatas kontrak kontrak
Pihak ketiga Di tetapkan dan tidak Di pilih dan biasanya D pilih memiliki keahlian Tidak ada
memiliki keahlian memiliki keahlian pada objek
persengketaan persenketaan persengketaan

Aturan pembuktian Teknis Informal Tidak ada Tidak ada

Proses kerakter menyampaikan masing nyampaikan Presentasi Preresentase


argument bukti argument permasalahan dan permasalahan dan
kepentingan kepentingan
Hasil Menang Kalah Menang kalah Menang kalah / Menang menang
Menang-menang
Pelaksanaan Terbuka Tertutup Tertutup Tertutup
KEUNGGULAN MEDIASI
• Keputusan untuk bermediasi diserahkan kepada kesepakatan
a. Voluntary (sukarela) para pihak, kehendak para pihak.

• Bahkan bisa saja para pihak dengan dibantu mediator dapat


b. Informal fleksibel ; mendesain sendiri prosedur mediasi.

c. Interest based (dasar • menjaga kepentingan-kepentingan masing-masing pihak.


kepentingan)

d. Future looking • menjaga hubungan para pihak yang bersengketa ke depan, tidak
(memandang ke depan) berorientasi ke masa lalu.

• para pihak yang berkepentingan dapat secara aktif mengontrol


e. Parties oriented proses mediasi dan pengambilan penyelesaian tanpa terlalu
bergantung kepada lawyer/pengacara/advokat

• merupakan keputusan dari masing-masing pihak. Mediator


f. Parties control tidak dapat memaksakan untuk tercapainya kesepakatan;
lawyer/ pengacara tidak dapat menunda-nunda.
DIAGRAM KEPENTINGAN

PENYELESAIAN
MASALAH
KEPENTINGAN MENANG
PIHAK I

MENANG

MASALAH

KEPENTINGAN
PIHAK Ii
SIMPULAN
cepat ( quick ) ,

Biaya murah ( inexpensive ) ,

bersifat rahasia ( confidential ) ,

penyelesaian bersifat fair melalui kompromi ,

hubungan kooperatif ,

sama-sama menang ( win-win ) ,

tidak emosional .
PENUTUP

You treat a disease, you win, you lose. You treat a person, I
guarantee you, you’ll win, no matter what the outcome.
Patch Adams
Terima Kasih