Anda di halaman 1dari 10

STUDI KELAYAKAN BISNIS UNTUK PENDIRIAN PRAKTIK

MANDIRI BIDAN

EKONOMI KESEHATAN

Disusun oleh
ROHYATI
1810104445

PROGRAM STUDI KEBIDANAN SARJANA TERAPAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2019
KATA PENGANTAR
Penulis mengucapkan puji dan syukur atas kehadiran Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini .
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan
masih banyak kekurangan karena keterbatasan yang dimiliki oleh penulis. Oleh
karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan adanya kritik
dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Makalah
ini takkan terwujud tanpa adanya bantuan berbagai pihak baik bantuan secara
langsung maupun tidak langsung.
Atas segala bantuan yang diberikan penulis mengucapkan terima kasih dan
penulis memohon maaf atas banyaknya kekurangan yang dimiliki dalam makalah
ini sehingga dengan adanya makalah ini dapat menjadi ilmu bagi yang
membacanya.

Yogyakarta, Maret 2019


Hormat Kami,

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................
B. Tujuan ........................................................................................................
C. Rumusan Masalah.......................................................................................
BAB II ISI DAN PEMBAHASAN
A. Pengertian Praktik Mandiri Bidan..............................................................
B. Persyaratan Pendirian Praktik Mandiri Bidan............................................

C. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan.............................

BAB III PENUTUP


A. Simpulan.....................................................................................................
B. Saran ..........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan di
bidang kesehatan dasar. Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktek pada saran kesehatan atau program (Imamah,
2012).
Praktik Mandiri Bidan memiliki berbagai persyaratan khusus untuk
menjalankan praktiknya, seperti tempat atau ruangan praktik, peralatan, obat –
obatan. Namun pada kenyataannya PMB sekarang kurang memperhatikan dan
memenuhi kelengkapan praktik serta kebutuhan kliennya. Di samping
peralatan yang kurang lengkap tindakan dalam memberikan pelayanan kurang
ramah dan bersahabat dengan klien. Sehingga masyarakat berasumsi bahwa
pelayanan kesehatan Praktik Mandiri Bidan tersebut kurang memuaskan
(Rhiea, 2011).
Pelayanan yang di berikan di Praktek Mandiri Bidan meliputi penyuluhan
kesehatan, konseling KB, antenatal care, senam hamil, perawatan payudara,
asuhan persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi, pelayanan KB ( IUD,
AKBK, Suntik, Pil ) , imunisasi ( ibu dan bayi ), kesehatan reproduksi remaja,
perawatan pasca keguguran. Selain itu Praktik Mandiri Bidan melayani
pemeriksaan untuk orang yang sakit, kemudian memberi pelayanan kesehatan
terhadap WUS (wanita usia subur) serta LANSIA (lanjut usia) (Imamah, 2011).
B. Tujuan
Makalah ini bertujuan mendeskripsikan tentang:
1. Pengertian dari Praktik Mandiri Bidan
2. Persyaratan yang dibutuhkan dalam mendirikan Praktik Mandiri Bidan
3. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi masalah dalam makalah
ini adalah:
1. Apakah pengertian dari Praktik Mandiri Bidan?
2. Apa saja persyaratan pendirian Praktik Mandiri Bidan?
3. Pelayanan apa saja yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan ?
BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

A. Pengertian Praktik Mandiri Bidan


Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan
dibidang kesehatan dasar. Praktik bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktik pada sarana kesehatan atau program. (Imamah,
2012).
B. Persyaratan Pendirian Praktik Mandiri Bidan
1. Bidan dalam menjalankan praktik harus:
a. Memiliki tempat dan ruangan praktik yang memenuhi persyaratan
kesehatan.
b. Menyediakan tempat tidur untuk persalinan minimal 1 dan maksimal 5
tempat tidur.
c. Memiliki peralatan minimal sesuai dengan ketentuan dan melaksanakan
prosedur tetap (protap) yang berlaku.
d. Menyediakan obat-obatan sesuai dengan ketentuan peralatan yang
berlaku.
2. Bidan yang menjalankan praktik harus mencantumkan izin praktik bidannya
atau foto copy prakteknya diruang praktik, atau tempat yang mudah dilihat.
3. Bidan dalam praktiknya memperkerjakan tenaga bidan yang lain, yang
memiliki SIPB untuk membantu tugas pelayanannya
4. Bidan yang menjalankan praktik harus mempunyai peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan peralatan harus tersedia ditempat
praktiknya.
5. Peralatan yang wajib dimilki dalam menjalankan praktik bidan sesuai
dengan jenis pelayanan yang diberikan.
6. Dalam menjalankan tugas bidan harus serta mempertahankan dan
meningkatkan keterampilan profesinya antara lain dengan :
a. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan atau saling tukar
informasi dengan sesama bidan.
b. Mengikuti kegiatan-kegiatan akademis dan pelatihan sesuai dengan
bidang tugasnya, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh
organisasi profesi.
c. Memelihara dan merawat peralatan yang digunakan untuk praktik agar
tetap siap dan berfungsi dengan baik.

7. Persyaratan Bangunan, meliputi :


a. Papan nama
1) Untuk membedakan setiap identitas maka setiap bentuk pelayan
medik dasar swasta harus mempunyai nama tertentu, yang dapat
diambil dari nama yang berjasa dibidang kesehatan, atau yang telah
meninggal atau nama lain yang sesuai dengan fungsinya.
2) Ukuran papan nama seluas 1 x 1,5 meter.
3) Tulisan blok warna hitam, dan dasarnya warna putih.
4) Pemasangan papan nama pada tempat yang mudah dan jelas mudah
terbaca oleh masyarakat .
b. Tata ruang
1) Setiap ruang priksa minimal memiliki diameter 2 x 3 meter.
2) Setiap bangunan pelayanan minimal mempunyai ruang priksa, ruang
adsministrasi/kegiatan lain sesuai kebutuhan, ruang tunggu, dan kamar
mandi/WC masing-masing 1 buah.
3) Semua ruangan mempunyai ventilasi dan penerangan/pencahayaan.
c. Lokasi
1) Mempunyai lokasi tersendiri yang telah disetujui oleh pemerintah
daerah setempat (tata kota), tidak berbaur dengan kegiatan umum
lainnya seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan sejenisnya.
2) Tidak dekat dengan lokasi bentuk pelayanan sejenisnya dan juga agar
sesuai fungsi sosialnya yang salah satu fungsinya adalah mendekatkan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
d. Hak dan guna pakai.
1) Mempunyai surat kepemilikan (surat hak milik/surat hak guna pakai)
2) Mempunyai surat hak guna (surat kontrak bangunan) minimal 2 tahun.
8. Kelengkapan Administrasi, Peralatan, Sarana, Dan Prasarana Bidan Praktek

A. ADMINISTRASI
1. Memiliki papan nama bidan praktik 6. Ada buku pelayanan KIA dan KB
2. Mempunyai SIPB dan masih berlaku 7. Ada buku standar pelayanan kebidanan
3. Ada visi dan misi neonatal
4. Ada falsafah 8. Ada buku register pasien
5. Memiliki buku standar pelayanan 9. Ada format catatan medic
kebidanan

B. Peralatan dan obat-obaatan  Bak instrument dengan tutup


1. Alat tidak steril  Reflek hammer
 Tensimeter  Alat pemeriksaan HB
 Stetoskop biokuler dan monokuler  Set pemeriksaan urin (protein+reduksi)
 Timbangan dewasa dan bayi  Pita pengukur
 Pengukur panjang badan dewasa dan  Hanscoon bersih, steril dan rumah tangga
bayi  Alat APD: apron, masker, kacamata, spatu bot
 Thermometer  Gunting verband
 Oksigen dalam regulator  Thoung sputel
 Ambu bag dengan masker  Set alat dan bahan kontasepsi lengkap : suntik,
 Resusitasi ibu dan bayi implant, IUD,kondom dan pil
 Penghisap lendir  Suction
 Lampu sorot  Sterilisator
 Penghitung nadi
2. Peralatan steril  Set peralatan bayi
 Set peralatan partus  Set peralatan KB
3. Bahan habis pakai  Plaster
 Kapas  Hanscoon
 Kain kasa  Sabun
 Handuk lap  Klorin
4. Formulis yang disediakan  Format ANC,INC,PNC,KB dan bayi
 Formulir informed consent  Formulir kematian
5. Sarana  Kamar mandi
 Rumah terbuat dari tembok  Ruang cuci pakaian/alat
 Lantai keramik  Ruang tunggu
 Ruang tempat tindakan  Wastafel
 Ruang perawatan  Tempat sampah
 Dapur  Tempat parkir
6. Obat-obatan  Uterotonika
 Roborantia  Antipiretika
 Vaksin  Koagulantika
 Syok anafilak: adrenalin 1:1000,  Anti kejang
antihistamine, hidrokortison,  Glyserin
aminophilin 230mg dan dopamine  Cairan infus
 Syok hypovolemic:dopamine,  Obat luka
 Cairan desinfektan
norepinephrine, epinephrine atau
 Obat penanganan asfesia pada BBL
dobutamine
 Sedative
 Antibiotic
7. Asuhan bayi rooming in/ rawat gabung
 Media penyuluhan kesehatan seperti
poster: pesan-pesan ASI eksklusif,
imunisasi, vitamin A, tanda bahaya
dab lain-lain

C. Pelayanan yang diberikan pada Praktik Mandiri Bidan


Dalam bidan praktik mandiri memberikan pelayanan yang meliputi
1. Penyuluhan kesehatan
2. Konseling KB, kesehatan reproduksi remaja
3. ANC (senam hamil dan perawatan payudara), INC dan PNC (senam nifas)
4. Perawatan bayi, imunisasi (ibu dan bayi) dan pasca keguguran
5. Pelayanan KB (IUD,AKDR,suntik dan pil).

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Praktik Mandiri Bidan (PMB) merupakan bentuk pelayanan kesehatan
dibidang kesehatan dasar. Praktik bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan
masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya. Bidan yang
menjalankan praktek harus memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga
dapat menjalankan praktek pada sarana kesehatan atau program. Persyaratan
pendirian juga perlu diperhatikan, agar bidan dapat memberikan pelayanan
yang bermutu kepada setiap pasien.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa

Diharapkan untuk mengetahui berbagai hal tentang Praktek Swasta mulai


dari pelayanan, manajemen, serta persyaratan pendirian PMB.

2. Bagi Bidan

Diharapkan untuk memperhatikan segala aspek dalam memberikan


pelayanan, terutama pada mutu pelayanannya.

3. Bagi Institusi

Di harapkan institusi lebih memberikan pengalaman serta pengetahuan


tentang Bidan Praktek Mandiri sehingga mahasiswa menjadi lebih tahu.
DAFTAR PUSTAKA
(http://deardealiciousj.blogspot.com/2013/01/contoh-makalah-bidan-praktik-
mandiri.html) (minggu, 3 maret 2019)
(http://ayutiara-unipdu.blogspot.com/2013/03/membuka-bidan-praktek-swasta.html)
(minggu, 3 maret 2019)
( http://materi-paksyaf.blogspot.com/2013/10/bidan-praktek-mandiri.html) (minggu,
3 maret 2019)
http://www.ibi.or.id/index.asp?part=2011020020&lang=id
(http://imamah03.blogdetik.com/2012/01/11/perencanaan-bidan-praktek-mandiri-
bpm/) (minggu, 3 maret 2019)