Anda di halaman 1dari 5

Nama : Fettiarifiani

Nim : 1602101010030
Kelas : 3
Ilmu Penyakit Dalam Hewan Kecil

PERICARDITIS

Pericarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium. Peradangan


pericardium viseralis dan parietalis dengan atau tanpa disertai timbulnya cairan dalam rongga
perikard yang baik bersifat transudat atau eksudat maupun serousanguinis atau purulen dan
disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Perikarditis adalah peradangan pericardium
parietal, pericardium visceral, atau keduanya. Perikardium adalah selaput kantung di sekitar
jantung, berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya dan melumasi jantung.

Etiologi

Penyebab umum Pericarditis adalah infeksi dari :

 virus
 bakteri
 jamur
 autoimune
 kanker
 infeksi lain dapat menyebabkan Pericarditis

Penyebab lainnya antara lain adalah :


 Serangan Jantung (Infark miokardial)
 Pembedahan
 Lupus eritematosus sistemik
 Penyakit rematik
 Kegagalan ginjal
 Cedera
 Terapi penyinaran
 Kebocoran darah dari suatu aneurisma aorta

Perikarditis juga bisa merupakan akibat dari efek samping obat tertentu (misalnya anti
koagulon, fenitoin, fenilbutuzon)

Pericarditis sering terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas. Banyak dari kasus
Pericarditis yang dianggap sebagai kelainan autoimmune. Kelainan autoimmune
menyebabkan sistem imun tubuh membuat antibodi atau protein yang menyerang jaringan
atau sel tubuh, dan menyebabkan peradangan.
Gejala Klinis

Gejala umum dari Pericarditis adalah nyeri dada yang tajam di belakang sternum atau
tulang dada yang dapat menyebar ke bagian pundak dan leher serta mengalami nyeri dan
pegal. Rasa sakit dapat memburuk dengan perubahan posisi atau napas yang dalam.

Gejala lain dapat meliputi:

 Demam, apabila Pericarditis disebabkan oleh infeksi


 Jantung berdebar cepat dan tidak normal
 Sesak napas
 Lemah

Faktor-faktor risiko

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Pericarditis:

 Serangan jantung dan operasi jantung


 Gagal ginjal, kanker, TBC dan penyakit lainnya
 Cedera kecelakaan atau terapi radiasi
 Pengobatan tertentu, seperti phenytoin (obat anti kejang), warfarin dan heparin (obat
pengencer darah) dan procainamide (pengobatan untuk debar jantung yang tidak
normal)

Patogenesis

Pericarditis dapat menjadi penyakit akut ataupun kronis. Peradangan ini dapat
menyebabkan luka dan penebalan pada perikardium, sehingga jantung dapat mengerut atau
biasa disebut Pericarditis konstriktif. Peradangan pada daerah perikardium dapat
menyebabkan cairan dan produk darah (fibrin , sel darah merah dan sel darah putih)
memenuhi rongga perikardium. Hal ini juga dapat menyebabkan komplikasi lainnya, seperti
berkurangnya aliran darah dari jantung atau cardiac tamponade. Ini terjadi saat banyaknya
cairan terkumpul dalam perikardium dan tekanan berlebih di jantung membuat cairan tidak
terisi dengan semestinya. Tekanan darah dan output jantung dapat turun ke kadar yang
berbahaya. Jika tidak ditangani dengan tepat, cardiac tamponade dapat menyebabkan
kematian.
Klasifikasi pericarditis

Komplikasi

1.Efusi pericardium
2.Tamponade jantung
3.Perikarditis akut: chonic pericarditis, efusi prikard, tamponade, perikardtis kontriktiva

Efusi perikard/tamponade: henti jantung, aritima: fibrilasi atrial atau flutter, perikarditis
konstriktiva

Pengobatan

Pada umumnya, Pericarditis ringan akan pulih dengan sendirinya atau dengan istirahat dan
pengobatan sederhana. Penanganan biasanya dilakukan dengan pengobatan dan untuk kasus
langka dibutuhkan prosedur operasi.

Obat anti peradangan untuk mengurangi rasa sakit dan radang, seperti aspirin dan
ibuprofen.

Cardiac tamponade dapat diatasi dengan pericardiocentesis yaitu jarum atau tabung
kateter yang dimasukkan dalam dinding dada untuk membuang kelebihan cairan pada
perikardium. Prosedur ini akan meringankan tekanan pada jantung.

Satu-satunya pengobatan untuk Pericarditis konstriktif kronis adalah dengan pengangkatan


perikardium atau biasa disebut pericariectomy.

Tes lain seperti:

 EKG (elektrokardiogram). Pemeriksaan sederhana ini mendeteksi dan merekam


kegiatan jantung . Hasil tertentu akan dapat menunjukkan Pericarditis
 X-ray. X-ray pada dada akan menampilkan struktur jantung, paru-paru dan pembuluh
darah. Hasil X-ray juga dapat menunjukkan pembengkakan jantung, yang merupakan
tanda dari kelebihan cairan di perikardium
 Ekokardiografi. Tes tanpa sakit ini menggunakan gelombang suara untuk
menghasilkan gambar jantung. Gambar ini akan menampilkan ukuran, bentuk, dan
kondisi jantun. Ekokardiografi dapat menunjukkan adanya cairan pada perikardium
 Cardiac CT (computed tomography). Jenis X-ray yang dapat mengambil gambar
jantung dan perikardium dengan jelas dan rinci. Cardiac CT membantu
menyingkirkan penyebab lain dari sakit dada
 Cardiac MRI (Magnetic Resonance Imaging). Tes ini menggunakan magnet yang
kuat dan gelombang radio untuk menciptakan gambar terperinci dari organ dan
jaringan. Cardiac MRI juga dapat menunjukkan perubahan perikardium
 Tes darah untuk membantu dokter mengetahui tanda peradangan dan infeksi
Daftar Pustaka

Sjamsuhidajat, R dan D. J. Wim. 2003. Dinding Toraks dan Pleura Dalam. EGC,
Jakarta.