Anda di halaman 1dari 151

IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL

DI SMK PUSTEK SERPONG

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:

LUCI OKTAVIANI

NIM: 1110018200024

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015
ABSTRAK
Luci Oktaviani, NIM (1110018200024), Implementasi Program Bimbingan
Pribadi dan Sosial di SMK PUSTEK Serpong. Skripsi Program Strata Satu
(S-1), Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2015

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program


bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan
studi dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 10 informan, yaitu kepala
sekolah, koordinator guru bimbingan dan konseling, 3 guru bimbingan dan
konseling, 5 siswa.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program bimbingan pribadi dan


sosial sudah berjalan dengan cukup efektif hanya saja dalam pelaksanaannya
bimbingan pribadi dan sosial tidak terjadwal, bimbingan diberikan kepada siswa
apabila ada pelajaran yang kosong. Implementasi program bimbingan pribadi dan
sosial sarana dan prasarana yang digunakan kurang memadai untuk menunjang
implementasi program dan ada beberapa yang belum lengkap seperti teknik
menggunakan sosiodrama dan psikodrama. Dalam penelitian ini implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial ini terdapat tiga unsur yaitu : perencanaan,
implementasi, dan evaluasi.

Untuk itu disarankan membuat jadwal bimbingan pribadi dan sosial,


melengkapi sarana dan prasarana sekolah, teknik yang digunakan dalam
bimbingan sesuai dengan perkembangan siswa. Hendaknya meningkatkan
implementasi bimbingan pribadi dan sosial untuk mencapai tujuan bimbingan
yang efektif.

Kata Kunci : Implementasi, Program Bimbingan, Pribadi, Sosial

i
ABSTRACT

Luci Oktaviani, NIM (1110018200024), The Implementation of Private and


Social Mentoring Program in SMK (Vocational High School) PUSTEK
Serpong. Undergraduate Thesis Program Stratum One (S-1), Education
Management Study Program, Faculty of Tarbiya Science and Teaching
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2015.

This study aims to find out the implementation of private and social
mentoring program in SMK (Vocational High School) PUSTEK Serpong. The
method in this study is descriptive analysis with qualitative approach. The used of
data collecting techniques in this study are observation, interview, and study
documentation. Interview is implemented to 10 informants, they are: the
headmaster, the coordinator of mentoring teacher and counseling, 3 mentoring
teacher and counseling, 5 students.

This study indicates that private and social mentoring program has work
quiet effective just in the implementation of private and social mentoring program
is not scheduled, mentoring is given to student if there was an empty class. The
implementation of private and social mentoring program, the facilities and
infrastructure is insufficient to support program implementation and there are
some that is incomplete like technique using socio-drama and psycho-drama. In
this study the implementation of private and social mentoring consist of three
elements, they are: planning, implementation, and evaluation.

For it, it is suggested to create private and social mentoring schedule,


complete the school facilities and infrastructures, appropriate techniques in
mentoring based on students development. It should improve the private and
social mentoring to reach effective mentoring aims.

Key Words : Implementation, Mentoring Program, Private, Social

ii
KATA PENGANTAR

Bismillahirohmanirrohim,
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas izin-
Nya akhirnya penyusunan skripsi yang berjudul “IMPLEMENTASI PROGRAM
BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL DI SMK PUSTEK SERPONG” ini
dapat penulis selesaikan.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak menemukan kesulitan,
namun dengan bantuan berbagai pihak, kesulitan tersebut dapat diatasi sehingga
skripsi ini dapat diselesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
setulus-tulusnya pada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
skripsi ini, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Ahmad Sofyan Thib Raya, MA., Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd., Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Dr. Salman Tumanggor, M.Pd., dosen pembimbing skripsi yang telah banyak
memberikan waktu, arahan, bimbingan, nasehat, motivasi, ilmu dan kritik
yang sangat berarti bagi penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan dengan
baik.
4. Seluruh dosen jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan segenap
ilmu dan keahlian kepada penulis selama belajar di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
5. Segenap karyawan Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah
membantu penulis dalam menyediakan buku-buku yang penulis butuhkan.
6. Drs. H. Mathodah S, M. Si., Kepala SMK PUSTEK SERPONG yang telah
mengizinkan mahasiswa untuk melakukan penelitian.

iii
7. Ir. Harmen Latief, M.MPd.,Wakil Kepala Sekolah dan Masri, SE.,
Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling serta semua guru Bimbingan
Konseling dan staf SMK PUSTEK Serpong yang telah menyediakan
kesempatan dan waktunya sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan
baik.
8. Mama dan Papa (Nafrita dan Safrial), terima kasih banyak atas segala
dukungan baik mora maupun materil, doa, nasehat, kesabaran, kasih sayang
serta pengorbanan yang tak pernah putus sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
9. Adik- adikku (Revi novianti dan Deri Saputra), terima kasih untuk dukungan
moral dan materil yang selalu diberikan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan skripsi ini.
10. Teman-teman Manajemen Pendidikan angkatan 2010 yang telah mendukung,
terutama MP A , dan penulis ucapakan terima kasih, untuk Dewi Arianti dan
Monica Bramel Ari Azizah (Best Friend), Qnel Hidayatullah, Andin semoga
persahabatan kita akan terus terjalin.

Penulis tak lupa dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya jika dalam
penulisan skripsi ini terdapat hal yang kurang berkenan. Penulis hanya dapat
mendoakan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dengan tulus dalam
penyusunan skripsi ini dan semoga menjadi amal shaleh yang akan dibalas oleh
Allah SWT. Karya tulis ini sangat sederhana ini tentunya masih belum sempurna
oleh karena itu kritik dan saran penulis harapkan. Dan penulis berharap semoga
karya tulis ini bermanfaat bagi diri pribadi khususnya dan para pembaca pada
umumnya. Akhirnya kepada Allah SWT juga segala sesuatunya penulis
kembalikan.

Jakarta, Juni 2015

Penulis

iv
DAFTAR ISI

ABSTRAK ...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................... v
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
B. Identifikasi Masalah.................................................................... 6
C. Pembatasan Masalah................................................................... 6
D. Perumusan Masalah .................................................................... 6
E. Tujuan Penelitian........................................................................ 6
F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 7
BAB II KAJIAN TEORI
A. Implementasi Program Bimbingan .......................................... 9
1. Pengertian Bimbingan........................................................... 9
2. Penyusunan Program ............................................................ 12
3. Persyaratan Program Bimbingan dan Konseling .................. 14
4. Evaluasi Bimbingan dan Konseling ..................................... 15
B. Program Bimbingan Pribadi dan Sosial ................................... 16
1. Bimbingan Pribadi................................................................ 16
a. Pengertian Bimbingan Pribadi........................................ 16
b. Tujuan Bimbingan Pribadi ............................................. 18
c. Bentuk-Bentuk Bimbingan Pribadi ................................. 19
d. Jenis Masalah Bimbingan Pribadi................................... 21
e. Teknik Bimbingan Pribadi ............................................... 24
2. Bimbingan Sosial ................................................................. 28
a. Pengertian Bimbingan Sosial ......................................... 28
b. Tujuan Bimbingan Sosial ............................................... 29
c. Bentuk-Bentuk Bimbingan Sosial................................... 30

v
d. Jenis Masalah Bimbingan Sosial .................................... 32
e. Teknik Bimbingan Sosial................................................ 34
C. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................... 39
D. Kerangka Berpikir ..................................................................... 41
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian..................................................... 42
B. Metode Penelitian ....................................................................... 43
C. Sumber Data ............................................................................... 43
D. Teknik Pengumpulan Data......................................................... 43
E. Instrumen Pengumpulan Data..................................................... 45
F. Pemeriksaan atau Pengecekan Keabsahan Data ......................... 46
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian ............................................ 48
1. Sejarah Singkat SMK PUSTEK Serpong ............................ 48
2. Visi dan Misi SMK PUSTEK Serpong ............................... 49
3. Keadaan Guru dan Siswa SMK PUSTEK Serpong............. 51
4. Sarana dan Prasarana di SMK PUSTEK Serpong ............... 52
5. Struktur Organisasi SMK PUSTEK Serpong ...................... 54
6. Guru BK di SMK PUSTEK Serpong .................................. 55
B. Deskripsi Data ........................................................................... 56
1. Perencanaan Bimbingan Pribadi dan Sosial ........................ 56
2. Implementasi Layanan Bimbingan Pribadi dan Sosial ....... 61
3. Evaluasi Bimbingan Pribadi dan Sosial............................... 69
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 73
B. Saran ........................................................................................... 74
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

1. Tabel 2.1 Kerangka Berpikir ...........................................................46


2. Tabel 3.1 Waktu Penelitian .............................................................47
3. Tabel 3.2 Kisi- Kisi Wawancara .....................................................50
4. Tabel 4.1 Data Siswa SMK PUSTEK Serpong ...............................57
5. Tabel 4.2 Data Sarana Prasarana Bimbingan dan Konseling
di SMK PUSTEK Serpong................................................................59
6. Tabel 4.3 Data Guru BK SMK PUSTEK Serpong .........................61

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil wawancara Guru BK SMK PUSTEK Serpong


Lampiran 2 Hasil wawancara Kepala Sekolah SMK PUSTEK Serpong
Lampiran 3 Hasil wawancara Siswa SMK PUSTEK Serpong
Lampiran 4 Silabus RPP Bimbingan Pribadi
Lampiran 5 Silabus RPP Bimbingan sosial
Lampiran 6 Silabus Bimbingan dan Konseling
Lampiran 7 Program Kerja Bulanan
Lampiran 8 Program Kerja Tahunan
Lampiran 9 Laporan Kunjungan Rumah
Lampiran 10 Kartu Izin Konseling & Bimbingan Kelompok
Lampiran 11 Form Datar Kasus BP
Lampiran 12 Form Laporan Bulanan Bimbingan dan Konseling
Lampiran 13 Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling
Lampiran 14 Penilaian Keberhasilan Bimbingan dan Konseling
Lampiran 15 Surat Bimbingan Skripsi
Lampiran 16 Surat Izin Penelitian
Lampiran 17 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
Lampiran 18 Lembar Uji Referensi

x
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Perkembangan zaman modern di era globalisasi menuntut sumber
daya manusia yang berkualitas, memiliki pengetahuan yang luas dan
menguasai teknologi yang semakin canggih dari masa ke masa. Pendidikan
merupakan hal yang sangat penting untuk semua manusia, karena dengan
pendidikan seseorang dapat mengangkat harkat dan martabat serta tidak
dipandang sebelah mata dan juga untuk memajukan kehidupan yang lebih
baik dimasa yang akan datang.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, akhlak mulia, dan
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.1
Mengingat pentingnya pendidikan bagi manusia maka pendidikan
harus di prioritaskan sebaik-baiknya dan sebagai yang utama, maka di
dalamnya terdapat komponen yaitu tenaga pendidik dan kependidikan yang
profesional, karena pada dasarnya guru memiliki peran penting dalam
kemajuan pendidikan. Pendidikan formal merupakan interaksi antara guru dan
siswa dalam proses belajar mengajar, akan tetapi dalam pelaksanaanya banyak
masalah - masalah yang timbul dalam proses pembelajaran, banyak siswa
yang mengalami masalah yang dapat menggangu konsentrasi belajarnya.
Dalam suatu lembaga pendidikan formal untuk memulai pelaksanaan
pendidikan dibutuhkan tenaga kependidikan karena salah satu penopang

1
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional,
(Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), h.2

1
2

keberhasilan suatu pendidikan tidak lepas dari seorang tenaga pendidik yang
profesional.

Sekolah merupakan pusat pendidikan bagi anak-anak setelah keluarga.


Layanan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan bagian yang terpadu
tidak dapat terpisahkan dari keseluruhan kegiatan pendidikan dan mencakup
seluruh kegiatan dan fungsi bimbingan dan konseling. Berkaitan dengan hal
tersebut layanan bimbingan konseling maka hendaknya memungkinkan
peserta didik untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri, mengenal
lingkungan dengan baik, mampu mengambil keputusan, dan mengarahkan dan
mewujudkan dengan efektif dan sesuai dengan orientasi masa depan, oleh
karena itu keberadaan bimbingan konseling sangat dibutuhkan dalam bidang
lembaga pendidikan.
Layanan bimbingan dan konseling disekolah merupakan kegiatan yang
terprogram dan berkelanjutan. Hal ini mengandung makna bahwa layanan
bimbingan bukan kegiatan tanpa rencana dan seadanya, baik menyangkut
waktu layanan, isi kegiatan, saran dan parsarana, dan personilnya, akan tetapi
merupakan kegiatan yang direncanakan secara khusus dengan pertimbangan
kebutuhan dan tuntutan yang ada dis ekolah agar tepat sasaran.
Berdasarkan SK Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan
No. 25 Tahun 1993 pasal 5 ayat 3 menyatakan bahwa guru bimbingan dan
konseling harus membimbing 150 orang siswa.2 Jadi dalam suatu sekolah
wajib memiliki guru bimbingan dan konseling lebih dari satu orang karena
satu orang guru bimbingan dan konseling harus membimbing 150 siswa.
Maka dari itu guru bimbingan dan konseling harus memiliki kompetensi
untuk membimbing dan menangani masalah yang dihadapi siswa.
Permasalahan yang terjadi dalam dunia bimbingan dan konseling sekarang

2
Aip Badrujaman, Teori dan Aplikasi Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling, (Jakarta:
PT Indeks, 2011) h. 31
3

tidak jauh berbeda dengan masalah yang terjadi pada masa yang lalu.
Program yang telah berjalan cenderung kurang diminati dan tidak di
pedulikan oleh peserta murid.
Dalam program bimbingan dan konseling terdapat bidang layanan
bimbingan diantaranya yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan
belajar dan bimbingan karir. Dalam pembahasan ini berfokus pada bimbingan
pribadi dan sosial. Aspek pribadi dan sosial berkenaan dengan pemahaman
dan pengembangan karakteristik, potensi, dan kecakapan-kecakapan yang
dimilikinya, baik intelektual, sosial, fisik motorik maupun efektif emosional.
Dalam proses belajar mengajar siswa mengadapi berbagai situasi-situasi yang
bersangkutan dengan kehidupan pribadi dan sosialnya.
Tujuan umum bimbingan dan konseling membantu perkembangan
kepribadian dan sosial seoptimal mungkin, dalam memberikan bantuan,
koselor harus memperhatikan bakat - bakat , potensi, latar belakang keluarga,
pendidikan, status sosial dan ekonomi, serta tututan perkembangan zaman.
Dalam Bidang bimbingan dan konseling bidang pribadi dan sosial merupakan
hal yang penting untuk membantu menghadapi dan mengatasi masalah siswa.
Program bimbingan dan konseling yang baik biasanya mengikuti suatu
pola perencanaan tertentu, dan dapat melihat kondisi-kondisi yang dihadapi,
serta sanggup menghadapi perubahan-perubahan. Program disusun bersama
oleh personil bimbingan dan konseling dengan memperhatikan kebutuhan
siswa, mendukung kebutuhan pendidik untuk memfasilitasi pelayanan
perkembangan siswa secara optimal dalam pembelajaran dan mendukung
pencapaian tujuan, visi dan misi sekolah.
Akan tetapi dalam keberhasilan implementasi program bimbingan
pribadi dan sosial di sekolah ini tidak hanya bergantung kepada kemampuan
konselor / guru pembimbing saja, melainkan juga tergantung kepada kerja
sama yang baik dari semua stake holder terkait di sekolah seperti, kepala
sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, staf sekolah. Dari pihak-pihak
4

tersebut diharapkan dukungan dan kerja samanya untuk keberhasilan


implementasi program bimbingan pribadi dan sosial di sekolah demi
kelancaran proses belajar dan mengajar sehingga tercapainya tujuan
pendidikan.
Layanan bimbingan pribadi dan sosial merupakan salah satu layanan
bimbingan yang diselenggarakan guna layanan tepat sasaran dan kebutuhan.
Melalui layanan bimbingan pribadi dan sosial diharapkan siswa mampu
mengenali dirinya seutuhnya, selain itu layanan ini bertujuan untuk membantu
siswa dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan penyesuaian
dirinya dan lingkungan. Untuk mencapai tujuan itu hendaknya sekolah
mempunya program.
Ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam implementasi program
bimbingan pribadi dan sosial di sekolah seperti, keterbatasan jumlah guru BK
yang sangat minim tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada di sekolah,
guru BK yang bukan berlatar belakang bidang bimbingan dan konseling,
belum optimalnya guru bimbingan dan konseling dalam implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial, kurangnya minta siswa dalam
pelayanan bimbingan, permasalah penurunan minat belajar, masalah
pergaulan, penyesuaian diri, pacaran, minuman keras, tawuran, obat terlarang,
sulit beradaptasi, konflik dengan guru, teman, dan lingkungan, pelanggaran
tata tertib, kurangnya tindakan preventif himbauan untuk menghadapi
permasalahan yang dihadapi individu maupun kelompok.
Permasalahan yang dihadapi dalam bidang bimbingan dan konseling
pribadi dan sosial lainnya meliputi kurang memiliki nilai ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, kurangnya pergaulan dengan teman sebaya, sekolah,
dan masyarakat, kurang memiliki toleransi, selalu ingin menyendiri, cepat
bosan, agresif, kehilangan kepercayaan diri, kesulitan mencari teman, merasa
terasingi dengan pekerjaan kelompok, siswa kurang memahami potensi yang
ada pada dirinya, rendahnya kepedulian guru terhadap masalah yang dihadapi
5

siswa, serta kurangnya kompetensi guru bimbingan dan konseling dalam


menjalankan program bimbingan pribadi dan sosial, namun hingga saat ini
layanan bimbingan pribadi dan sosial belum berjalan dengan efektif diseluruh
sekolah. Sehingga implementasi program bimbingan pribadi dan sosial belum
berjalan dengan efektif. Tetapi tidak semua sekolah seperti itu masih ada
sekolah yang melaksanakan layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan
pedoman bimbingan dan konseling.
Berdasarkan latar belakang di atas penulis memilih tempat penelitian
yaitu di SMK PUSTEK karena terdapat program bimbingan pribadi dan
sosial. Sebagai lembaga pendidikan formal pada umumnya implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong menghadapi
berbagai macam permasalahan, berikut adalah persentase yaitu: penyesuaian
diri 10%, pelanggaran tata tertib 30%, pacaran 15%, kehadiran/ absensi1 10%,
pergaulan 20% , konflik dengan guru dan teman 15%.
Teknik bimbingan yang dilaksanakan terhadap seorang individu yang
mempunyai masalah program bimbingan pribadi, misalnya: bertatap muka/
(face to face) dalam penyelesaian masalah, pemanggilan individu dan
sebagainya, sedangkan bimbingan kelompok adalah teknik bimbingan yang
dilaksanakan terhadap beberapa individu dalam memecahkan masalah,
misalnya: bimbingan kelompok, karyawisata, diskusi kelompok, kegiatan
kelompok, organisasi siswa, sosiodrama, psikodrama, program home room,
pengajaran remedial,konsultasi, nasihat dll.
Dari latar belakang inilah maka penulis tertarik untuk meneliti
“Implementasi program bimbingan pribadi-sosial di SMK PUSTEK
Serpong”.
6

B. Identifikasi Masalah
Bersadarkan penjelasan latar belakang, ada beberapa permasalahan
yang dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Program bimbingan dan konseling belum terlaksana secara efektif
2. Belum optimalnya upaya guru bimbingan dan konseling dalam
pelaksanaan program bimbingan pribadi dan sosial
3. Kurangnya minat siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan pribadi-
sosial.
4. Belum maksimalnya implementasi program bimbingan pribadi dan sosial.
5. Belum optimalnya evaluasi program bimbingan pribadi dan sosial di SMK

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, penulis membatasi masalah
penelitian pada “Implementasi program bimbingan pribadi dan sosial di SMK
PUSTEK Serpong”.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya,
maka masalah yang dapat penulia rumuskan yaitu : “Bagaimana implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong?

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas maka tujuan yang ingin
dicapai dalam Penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana
Implementasi Program bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK
Serpong.
7

F. Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis
a. Sebagai sumbangan penting dan memperluas wawasan bagi kajian
manajemen pendidikan tentang implementasi program bimbingan
pribadi dan sosial.
b. Menambah konsep baru yang dapat dijadikan bahan rujukan
penelitian yang akan datang, terutama dalam pengembangan program
bimbingan pribadi dan sosial
c. Memperkaya kajian tentang implementasi program bimbingan pribadi
dan sosial
d. Memperkaya konsep manajemen bimbingan dan konseling terutama
tentang implementasi program bimbingan pribadi dan sosial
2. Secara praktis
a. Hasil penelitian ini menjadi masukan bagi lembaga pendidikan dalam
hal yang berkenaan dengan implementasi program bimbingan pribadi
dan sosial di sekolah, sekaligus hasilnya dapat dijadikan acuan untuk
meningkatkan keberhasilan yang seimbang di masa yang akan datang.
b. Hasil penelitian ini akan menjadi masukan bagi kepala sekolah dalam
implementasi program bimbingan pribadi dan sosial di sekolah.
3. Secara akademis
a. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dapat memberikan suatu
karya peneliti baru yang dapat mendukung dalam pengembangan
manajemen bimbingan dan konseling terutama implementasi program
bimbingan pribadi dan sosial.
b. Bagi peneliti, dapat memberikan pengetahuan yang berarti dalam
memahami secara lebih komprehensif dengan mengaplikasikan ilmu
yang telah diperoleh secara teori di lapangan. Selain itu, dapat
memberikan keterampilan dalam menganalisis berbagai permasalahan
8

bimbingan dan konseling, khususnya terkait dengan impelementasi


program bimbingan pribadi dan sosial di sekolah.
c. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan sebagai acuan terhadap
pengembangan penelitian pada kajian yang sama.

.
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Implementasi Program Bimbingan


1. Pengertian Bimbingan
Secara garis besar bimbingan adalah kegiatan untuk
membantu para peserta didik menggali potensi yang ada dalam
dirinya, membantu individu agar mengetahui, memahami, dan
mengenal pribadinya. Untuk memperoleh gambaran yang jelas
maka akan diuraikan beberapa definisi tentang bimbingan.
Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan
dari kata “guidance” yang berasal dari kata kerja “to guide” yang
mempunyai arti, menunjukan, membimbing, menuntun, atau
membantu.1 Bimbingan secara etimologis makna merupakan
proses membimbing, menuntut, dan membantu individu.

Sedangkan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh


Tohirin:

“Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh pembimbing


kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai
kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui
interaksi, dan pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana
asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku.2

1
Hallen,Bimbingan dan Konseling (Jakarta,Ciputat Pers,2002), Cet I h. 23
2
Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta : Raja Grafindo
Persada 2007) h.20

9
9

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Implementasi Program Bimbingan


1. Pengertian Bimbingan

Secara garis besar bimbingan adalah kegiatan untuk membantu


para peserta didik menggali potensi yang ada dalam dirinya, membantu
individu agar mengetahui, memahami, dan mengenal pribadinya. Untuk
memperoleh gambaran yang jelas maka akan diuraikan beberapa definisi
tentang bimbingan.

Secara etimologis kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata


“guidance” yang berasal dari kata kerja “to guide” yang mempunyai arti,
menunjukan ,membimbing, menuntun, atau membantu.1 Bimbingan secara
etimologis makna merupakan proses membimbing, menuntut, dan
membantu individu.

Sedangkan pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh Tohirin:

Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh pembimbing


kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian
dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, dan
pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan dan
berdasarkan norma-norma yang berlaku.2

1
Hallen,Bimbingan dan Konseling (Jakarta,Ciputat Pers,2002), Cet I h. 23
2
Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Jakarta : Raja Grafindo
Persada 2007) h.20
10

Pengertian menurut Tohirin menekankan bahwa bimbingan


merupakan proses pemberian bantuan yang diberikan pembimbing
kepada individu agar mencapai kemandirian melalui interaksi sosial
pemberian nasihat kepada individu dan tetap berdasarkan ketentuan
yang berlaku yaitu norma dalam masyarakat.

Rahman Natawidjaja seperti di kutip di Winkel menyatakan


bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang
dilakukan secara berkesinambung, supaya individu tersebut dapat
memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat
bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta
masyarakat.3

Berdasarkan pengertian yang diungkapkan dengan Rahman


Natawidjaya dapat disimpulkan bimbingan merupakan proses
memberikan bantuan kepada individu secara berkesinambungan agar
individu dapat memahami dirinya sendiri agar dapat bertindak sesuai
dengan tuntutan keadaan keluarga dan ketentuan masyarakat.

Penjelasan Rahman yang mengutip Winkel selaras dengan


yang dikemukakan oleh Anas Salahudin yang mendefinisikan :

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan


oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu
dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman
tentang dirinya sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya
sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan, dan menyusun

3
W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan (Yogyakarta: Widiasarana
Indonesia,1999), h. 67
11

rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan


berdasarkan norma-norma yang berlaku.4

Dapat disimpulkan dari pernyataan bimbingan menurut Anas


Salahudin pengertian bimbingan merupakan proses pemberian bantuan
seorang ahli kepada individu untuk memahami diri, lingkungan,
memilih dan menyusun rencana sesuai dengan konsep diri sesuai
dngan norma yang berlaku dimasyarakat.

Berdasarkan definisi yang diungkapan Anas Salahudin


Menurut Robert Tolbert dalam buku Fenti Hikmawati yang
mendefinisikan “Bimbingan adalah seluruh program atau semua
kegiatan dan layanan dalam lembaga pendidikan yang diarahkan pada
membantu individu agar melakukan penyesuaian diri dalam semua
aspek kehidupannya sehari-hari”.5

Dapat disimpulkan bimbingan merupakan program dan


kegiatan dalam lembaga pendidikan yang diarahkan untuk membantu
individu menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan aspek dalam
kehidupan sehari-hari.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah


suatu proses menunjukan, membimbing, menuntun, atau pemberian
bantuan kepada individu secara berkesinambungan agar dapat
memahami diri, mengarahkan diri, bertindak wajar sesuai dengan
norma yang berlaku di keluarga dan masyarakat. Bimbingan bantuan
yang diberikan kepada konselor dilakukan tidak secara kebetulan
tetapi secara terorganisir. Bimbingan di lakukan secara individual
maupun secara kelompok. Bimbingan yang dilakukan untuk

4
Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010, h. 15
5
Fenti Hikmawati, Bimbingan dan Konseling (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), h.1
12

membantu individu menyelesaikan masalah secara mandiri, dengan


melakukan interaksi sosial yang baik, pemberian nasihat serta gagasan
yang bermanfaat dalam norma yang berlaku di masyarakat. Masih
banyak definisi dari pendapat lain namun pada dasarnya bimbingan
adalah pemberian bantuan kepada individu untuk mengembangkan
potensi diri, memahami diri, memberikan bantuan untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi individu melalui para ahli yaitu
pembimbing untuk mencapai pengembangan diri secara optimal dan
dilakukan secara berkesinambungan.

2. Penyusunan Program

Penyusunan program hendaknya memperhatikan beberapa


pertimbangan, diantaranya:6

a. Susunlah program bimbingan yang relevan dengan kebutuhan


bimbingan disekolah, akan dapat berfungsi sesuai tujuan yang ingin
dicapai.
b. Mempertimbangkan sifat-sifat khas sekolah, yaitu: jenis sekolah, sifat
dan tujuan sekolah, guru-guru, murid-murid dengan persoalan yang
ingin dicapai.
c. Hendaknya diadakan inventarisasi sebagai fasilitas yang ada,
termasuk didalamnya petugas yang telah ada sebagai pelaksanan
program bimbingan, ruangan yang telah tersedia dan dapat
dipergunakan untuk memperlancar jalannya layanan bimbingan di
sekolah.
d. Hendaknya ditentukan program kerja yang terinci dan sistematis
dalam program bimbingan di sekolah berdasarkan masalah-masalah
yang secara mendesak harus ditangani.

6
Slameto, Bimbingan di Sekolah, (Jakarta: Bina Aksara, 1988), h. 139-140.
13

e. Hendaknya ditentukan program kerja personalia, pembagian tugas dan


tanggung jawab yang merata dengan pertimbangan berbagai faktor,
yaitu kemampuan minat, kesempatan, dan bakat yang dimiliki oleh
staf sekolah yang ada.
f. Menentukan organisasi, termasuk didalamnya ialah cara kerja sama
dalam mewujudkan program bimbingan, cara berfugsinya tim atau
personalia, serta hirarkinya.
g. Hendaknya diadakan evaluasi program bimbingan yang gunannya
mengecek seberapa jauh rencana dan pengaturan kerja itu telah dapat
dilaksanakan, dan seberapa jauh pula program kerja yang telah
direalisasikan.
h. Isi atau kegiatan yang diprogramkan, tidak hanya menyangkut bahan
yang hendak disajikan tetapi juga metode penyajian maupun kegiatan
penunjangnya.

Menurut H.M Surya program bimbingan yang baik yaitu program


bimbingan yang bila dilaksanakan akan efisien dan efektif. Hal diatas
memiliki ciri-ciri antara lain:

a. Program bimbingan itu disusun dan dikembangkan berdasarkan


kebutuhan nyata para siswa di sekolah yang bersangkutan.
b. Kegiatan bimbingan diatur skala prioritas yang juga ditentukan
berdasarkan kebutuhan siswa dan kemampuan petugas.
c. Program bimbingan memiliki tujuan yang ideal tetapi realistis dalam
pelaksanaanya.
d. Menyediakan fasilitas yang memadai.
e. Memberikan pelayanan kepada siswa sekolah.7

7
H.M Surya, Bimbingan dan Konseling, (Jakarta:Depdikbud,1997), h. 21.
14

3. Persyaratan Program Bimbingan dan Konseling

Dalam merencanakan suatu program bimbingan dan konseling ada


beberapa persyaratan pokok yang harus diperhatikan:

a. Personil

Untuk tahap permulaan pelaksanaan program bimbingan diperlukan


dua macam tenaga, yaitu tenaga profesional yang meliputi konselor
senior, konselor muda, dan guru konselor. Yang kedua yaitu tenaga
yang bukan profesional yaitu tenaga bidang administrasi. Untuk
tenaga konselor hendaknya dari sarjana bimbingan konseling atau
sarjana psikologi dengan praktek bimbingan dan konseling. Untuk
tenaga muda setidaknya dari jenjang D3.

b. Fasilitas fisik

Ruang untuk konseling. ruang kerja konselor, ruang pertemuan, ruang


bimbingan kelompok, ruang penyimpanan data, alat perlengkapan
meja, kursi, papan tulis dan lain-lain.

c. Fasilitas teknis

Alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan berbagai data seperti


tes, angket, daftar dan cek, skala penilaian dan lain sebagainya.

d. Anggaraan biaya
Untuk kelancaran dalam pelaksanaan program bimbingan di sekolah
perlu dana yang memadai, baik untuk personil. Pengadaan dan
pengembangan alat, dan lain sebagainya.8

8
Hallen , op.cit , h. 8
15

4. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling

Kriteria yang dilakukan untuk menilai keberhasilan implementasi


program pelayanan bimbingan pribadi dan sosial adalah ketercapaian
kompetensi serta keterpenuhan kebutuhan peserta didik. Dalam kegiatan
pelayanan bimbingan pribadi dan sosial penilaian diperlukan adanya
feedback atau umpan balik terhadap kefektifan pelayanan bimbingan
pribadi dan sosial. Adapun aspek yang dievaluasi dan langkah- langkah
dalam mengevaluasi program 9:

a. Aspek Yang Dievaluasi


1) Kesesuaian program dengan pelaksanaan
2) Hambatan yang dijumpai
3) Dampak pelayanan bimbingan terhadap kegiatan belajar
4) Respon masyarakat sekolah terhadap pelayanan
5) Perubahan dan kemajuan peserta didik dari pencapaian tujuan
pelayanan bimbingan.
b. Langkah-langkah evaluasi
1) Merumuskan masalah atau instrumentasi, maka konselor perlu
mempersiapkan yang terkait dengan hal-hal yang akan dievaluasi
pada dasarnya terkait dengan dua aspek yaitu, tingkat
terlaksananya program/ pelayanan dan tingkat ketercapaian
tujuan.
2) Mengembangkan atau menyusun instrumen pengumpulan data,
yaitu mengenai tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian program.
3) Mengumpulkan dan menganalisa data, yaitu menelaah tentang
program apa saja yang telah terlaksana dan belum terlaksana

9
Ibid.,h.220
16

4) Melakukan tindakan lanjut (follow up), meliputi dua kegiatan


yaitu memperbaiki hal hal yang dipandang lemah dan
mengembangkan program yang dianggap dapat meningkatkan
kualitas program.

B. Program Bimbingan Pribadi dan Sosial di SMK


1. Bimbingan Pribadi

a. Pengertian Bimbingan pribadi

Di dalam kamus bimbingan dan konseling dalam buku


Thantawy “Bimbingan pribadi merupakan bidang pelayanan
bimbingan konseling yang membantu individu atau peserta
didik/siswa/mahasiswa dalam menemukan dan mengembangkan
pribadi yang beriman dan mengembangkan pribadi yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri,
serta sehat jasmani dan rohani.” 10

Jadi menurut Thantawy bimbingan pribadi merupakan


layanan untuk membantu seorang individu untuk menemukan jati
diri dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Hibana Bimbingan pribadi adalah layanan


bimbingan yang diberikan kepada siswa untuk menemukan dan
mengembangkan pribadinya sehingga menjadi pribadi yang mantap
dan mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.” 11

Maka dari pengertian dapat disimpulkan bimbingan pribadi


Hibana tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan Thantawy,
10
Thantawy, Kamus Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT Pamantor,1997), h. 16
11
Hibana S Rahman, Bimbingan & Konseling Pola 17 (Yogyakarta: Ucy Press, 2003), h.39
17

bimbingan pribadi merupakan bimbingan yang diberikan kepada


siswa untuk menemukan dan mengembangkan pribadinya sehingga
menjadi pribadi yang mandiri dan mampu mengoptimalkan potensi
yang dimiliki oleh siswa.

Sedangkan Menurut Fenti Hikmawati bimbingan pribadi


adalah layanan pengembangan kemampuan mengatasi masalah-
masalah pribadi dan kepribadian berkenaan dengan aspek-aspek
intelektual, afektif, dan psikomotorik.12

Maka pengertian yang dapat disimpulkan dari pendapat Fenti


Hikmawati bimbingan pribadi merupakan layanan pengembangan
kemampuan untuk mengatasi masalah pribadi pada diri siswa
mengenai aspek - aspek yang dimiliki oleh seseorang yaitu tiga
aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Jadi kesimpulan dari berbagai pendapat pengertian dapat


disimpulkan bimbingan pribadi adalah bimbingan yang diberikan
kepada individu/peserta didik untuk mengembangkan potensi yang
ada dalam dirinya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bimbingan pribadi dilakukan oleh konselor kepada individu untuk
membantu menemukan, mengembangkan jati diri, mampu
mengatasi masalah kepribadian, dan mampu mengoptimalkan
berbagai potensi yang dimiliki siswa dan berkenaan dengan apek
yang dimiliki siswa yaitu meliputi: aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik. Bimbingan pribadi berperan aktif untuk membimbing
dan menyelesaikan masalah pribadi yang dialami oleh siswa. Maka
dari itu layanan bidang bimbingan pribadi sangat penting dalam
proses perkembangan dalam diri siswa agara siswa mampu

12
Fenti Hikmawati, Bimbingan Konseling, (Jakarta: PT Rajawali Pers, 2010), h.4.
18

memahami diri dan memiliki keyakinan dalam beragama dan


bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Tujuan Bimbingan Pribadi

Menurut Depdikbud dalam buku Tohirin merumuskan tujuan


bimbingan pribadi bertujuan agar individu mampu mengatasi
sendiri, mengambil sikap sendiri atau memecahkan masalah sendiri
yang menyangkut keadaan batinnya sendiri. 13

Jadi kesimpulan Depdikbud bimbingan pribadi bertujuan


agar individu mampu mengatasi dan mengambil sikap untuk
memecahkan masalah sendiri yang menyangkut ke dalam batinnya
agar dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Dalam buku Ny. Y. Singgi D. Gunarsa dan Singgih. D.Gunarsa:

Bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu anak


mengatasi masalah pribadi, sebagai akibat kurang kemampuannya
anak didik untuk mengadakan penyesuaian diri dengan aspek-aspek
perkembangan, keluarga, persahabatan, belajar, cita-cita, konflik,
pribadi, sosial, seks, dan lain-lainnya.14
Dapat disimpulkan Menurut Y. Singgi D. Gunarsa dan
Singgih. D.Gunarsa Bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu
peserta didik untuk mengatasi masalah pribadi yang dihadapi karena
kurangnya pemahaman dan kemampuan peserta didik untuk
menyesuaikan diri terhadap masalah pribadi yang sedang dialami.

Dalam buku Koestoer Partowisastro berpendapat bahwa tujuan dari


bimbingan penyesuaian kepribadian mengandung hal berikut:

13
Tohirin, op.cit, h.125
14
Ny.Y.Singgih D.Gunarsa, Psikologi Untuk Membimbing, (Jakarta : PT BPK Gunung Mulia,
2000), h.37
19

1) Membantu murid untuk menyadari bahwa adalah normal untuk


selalu tidak tenang.
2) Membantu murid yang memungkinkan dia dapat mengatasi
tahap-tahap perkembangan fisik.
3) Membantu murid untuk masuk ke dalam aktivitas mental
dengan perhatian dan kekuatan yang diperbaharui apabila ia
mencapai kedewasaan.
4) Membantu murid menjadi murid yang baik dengan hubungan
sosial dan dalam mentaati kewajiban-kewajibannya.
5) Membantu murid untuk dapat tahan kritik.
6) Membantu murid untuk menerima persahabatan yang diberikan
kepadanya.
7) Membantu murid untuk bergerak secara bertingkat dari
ketergantungan kepada orang lain, kebebasan dalam pendapat
dan perbuatan.
8) Membantu murid untuk dapat bekerja sekeras-kerasnya.
9) Membantu murid untuk dapat mengontrol emosi.
10) Membantu murid untuk dapat berpartisipasi pada kehidupan
sosial dengan ikut dalam klub-klub maupun aktivitas-aktivitas
sekolah.
11) Membantu murid mengerti mengenai relasi anak-anak laki-laki,
perempuan.15

Jadi tujuan bimbingan pribadi untuk membantu individu


dalam mengatasi masalah pribadi karena kurangnya penyesuaian diri
dengan aspek perkembangan. Bimbingan ini membantu siswa agar
menjadi pribadi yang dapat menyelesaikan masalah sendiri tanpa
bergantung dengan orang lain dan menjadikan pribadi yang baik.

c. Bentuk-Bentuk Bimbingan Pribadi

Ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan pribadi,


yaitu pertama layanan informasi. Informasi tentang tahap-tahap
perkembangan dapat mencakup perkembangan: fisik, motorik,
bicara, emosi, sosial, penyesuaian sosial, bermain, kreativitas,

15
Koestoer Partowisastro, Bimbingan & Penyuluhan di Sekolah-Sekolah Jilid I, (Jakarta :
Erlangga, 1985), h. 36-37.
20

pengertian, moral, seks, dan perkembangan kepribadian. Sedangkan


informasi tentang keadaan masyarakat dewasa ini dapat mencakup
informasi tentang: ciri-ciri masyarakat maju, makna ilmu
pengetahuan, dan pentingnya IPTEK bagi kehidupan manusia.

Kedua, pengumpulan data. Data yang di kumpulkan


berkenaan dengan layanan bimbingan pribadi dapat, mencakup:
identitas lengkap individu seperti nama lengkap, nama panggilan,
jenis kelamin, tempat tinggal, agama, alamat, bahasa daerah, anak
ke, orang tua dan lain-lain, kejasmanian dan kesehatan, riwayat
pendidikan, prestasi, bakat, minat,dan lain-lain.

Ketiga, orientasi. Layanan orientasi bidang pengembangan


pribadi mencakup: suasana lembaga, dan objek pengembangan
pribadi seperti lembaga bakat, pusat kebugaran dan latihan
pengembangan kemampuan diri, tempat rekreasi, dan lain
sebagainya .16

Dapat ditarik kesimpulan menurut Tohirin bentuk macam


bimbingan pribadi menjadi tiga bagian yaitu: layanan informasi,
pengumpulan data, dan orientasi.

Dalam buku Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani bentuk


bimbingan ada dua yaitu :

1) Bentuk bimbingan individual

Bentuk bimbingan individual menunjukan pada usaha-


usaha yang sistematis dan berencana membantu peserta didik
secara perorangan agar dapat mengatasi masalah khusus/unik

16
Tohirin, op.cit., h.125.
21

yang dihadapinya. Jenis bimbingan pribadi dan bimbingan


sosial kerap kali dilaksanakan dalam bentuk bimbingan
individual karena kebanyakan masalah bimbingan pribadi sosial
bersifat rahasia dan penaganannya melalui pertemuan konseling
individual.

2) Bentuk bimbingan kelompok

Bentuk bimbingan kelompok menunjukan pada usaha-


usaha yang sistematis dan berencana membantu sekelompok
siswa (biasanya) yang menghadapi masalah-masalah yang
relatif sama agar mereka dapat mengidentifikasi, memahami
dan memecahkan masalah-masalah mereka, atau mengadakan
penyesuaian yang baik terhadap masalah-masalah kelompok
yang mereka alami bersama.17

Dapat disimpulkan dari Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani


ada dua macam bentuk bimbingan pribadi yaitu bimbingan
individual yaitu usaha-usaha yang sistematis dan berencana
membantu peserta didik secara perorangan agar dapat mengatasi
masalah khusus/unik yang dihadapinya. Sedangkan bimbingan
kelompok usaha yang sistematis dan terencana membantu
sekelompok siswa menghadapi masalah yang relatif sama dan
juga memecahkan masalah secara bersama-sama.

d. Jenis Masalah Bimbingan Pribadi

Dalam buku Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila


Kusmawati bentuk bimbingan pribadi :

17
Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jakarta : PT
Rineka Cipta, 1991), h.113-114
22

1) Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan


dalam beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2) Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan
pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan
produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk
peranannya di masa depan.
3) Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta
penyaluran dan pengembangannya pada atau melalui kegiatan-
kegiatan yang kreatif dan produktif.
4) Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-
usaha penanggulanganya.
5) Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.
6) Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan
keputusan yang telah diambilnya.
7) Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup
sehat, baik secara rohaniah maupu maupun jasmaniah.18

Didalam buku Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani bentuk


masalah pribadi :

Berlebihan dalam mengasingkan diri, keterampilan


bergaul, sementara dirinya sangat ingin bergaul seperti teman lain;
kecanduan minum-minuman keras, merasa tak sanggup untuk
melepaskan diri, sementara dirinya ingin sekali terbebas, khawatir
yang sangat tidak akan lulus, sementara dirinya tak bergairah
belajar; dan lain-lain jenisnya.19
Dapat disimpulkan dari dalam buku Abu Ahmadi dan
Ahmad Rohani bentuk masalah pribadi adalah seorang
mengasingkan diri, keterampilan bergaul bergaul, kecanduan
minuman keras, tidak bisa melepaskan diri, ingin bebas, ketakutan
tidak lulus, malas belajar, dll.

18
Dewa ketut Sukardi dan Desak P.E, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah,
(Jakarta:Rineka Cipta ,2008), h.12
19
Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani, op.cit, h.109
23

Menurut Amin Budiamin dan Setiawati dalam buku


bimbingan konseling direktorat jendral pendidikan islam
permasalahan yang dihadapi dalam bimbingan pribadi yakni:

1) Ketakwaan kepada Allah SWT , mencakup:


a) Kurang motivasi untuk mempelajari agama sebagai pedoman
hidup;
b) Kurang memahami bahwa agama sebagai pedoman hidup;
c) Kurang memiliki kesadaran bahwa setiap perbuatan manusia
diawasi oleh Tuhan;
d) Masih merasa malas untuk melaksanakan shalat;
e) Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.
2) Perolehan sistem nilai, meliputi:
a) Masih memiliki kebiasaan berbohong;
b) Masih memiliki kebiasaan mencontek;
c) Kurang disiplin (khususnya memelihara kebersihan)
3) Kemandirian emosional, meliputi:
a) Belum mampu membebaskan diri dari perasaan atau perilaku
kekanak-kanakan;
b) Belum mampu menghormati orang tua atau orang lain secara
ikhlas.
c) Masih kurang mampu menghadapi situasi frustasi (stress)
secara positif.
4) Pengembangan keterampilan intelektual, meliputi :
a) Masih kurang mampu mengambil keputusan berdasarkan
pertimbangan yang matang;
b) Masih suka melakukan sesuatu tanpa tanpa
mempertimbangkan baik-buruknya dan untung ruginya.
5) Menerima diri dan mengembangkan secara efektif, meliputi:
24

a) Kurang merasa bangga dengan keadaan diri sendiri;


b) Merasa rendah diri, apabila bergaul dengan orang lain
yang mempunyai kelebihan (seperti teman yang lebih
cantik/ cakep).20

Jadi simpulan pendapat dari Amin Budiamin dan


Setiawati masalah bimbingan pribadi adalah mencakup
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, perolehan sistem
nilai, kemandirian emosional, keterampilan bergaul,
pengembangan keterampilan intelektual, keinginan bergaul
seperti teman lain, kecaanduan minum-minuman keras, merasa
tak sanggup untuk melepaskan diri, sementara dirinya ingin
sekali terbebas, khawatir yang sangat tidak akan lulus,
sementara dirinya tak bergairah belajar, pengembangan
keterampilan intelektual dan menerima diri dan
mengembangkan secara efektif.

e. Teknik Bimbingan Pribadi

Dalam Buku Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani berpendapat


bahwa teknik dalam menangani masalah pribadi adalah role playing,
khususnya psikodrama salah satu jenis bermain peran. 21

Dapat disimpulkan dari pernyataan diatas bahwa metode dan


teknik dalam bimbingin pribadi adalah dengan metode role playing
dan psikodrama salah satunya bermain peran, dengan memerankan
suatu peranan prilaku tertentu memberi bantuan kepada masalah
psikis yang dialami oleh anak.

20
Amin Budiamin, Setiawati, Bimbingan Konseling, (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan
Islam, 2009),h.83-84
21
Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani, op.cit., h.114
25

Dalam buku I Djumjur & Moh Surya, teknik bimbingan


pribadi adalah bimbingan individual (individual counceling). Pada
umumnya ada tiga teknik yang terkenal dalam konseling individual
yaitu :22

1) Non directive. Metode ini menekankan pada kemampuan


manusia untuk menentukan tujuan hidupnya sendiri dan mampu
mengembangkan dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas
apa yang dilakukannya ciri-ciri hubungan non-direktif:
a) Hubungan non direktif ini menempatkan klien pada
kedudukan sentral, klienlah yang aktif untuk
mengungkapkan dan mencari pemecahan masalah
b) konselor berperan hanya sebagai pendorong dan pencipta
situasi yang memungkinkan klien bisa berkembang
sendiri.23
2) Directive counseling method. Metode ini menekankan konselor
lebih banyak berperan atau mengambil inisiatif, sehingga klien
tinggal menerima apa yang dikemukakan oleh konselor. Ciri-
ciri directive counseling, yaitu:
a) Konselor memegang sebagian besar tanggung jawab
mengenai keputusan dan pemilihan untuk memecahkan
masalah konseling
b) Proses konseling dengan cara pendekatan yang sifatnya
langsung dan memimpin
c) Konselor mengumpulkan informasi mengenai masalah
konseling.24

22
I Djumhur & Moh Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Bandung: CV
Ilmu;2003), h. 110
23
Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di
Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta; 2008), h 60-61
26

3) Elective counseling method ini maksudnya menggabungkan


kedua teknik diatas dengan mengambil intisari dari penggunaan
keduanya.25
Metode ini digunakan oleh pembimbing dengan face to
face relationship antara pembimbing dengan yang dibimbing
mengenai masalah yang dihadapi oleh klien sifatnya pribadi,
Pembimbing hendaknya bersikap simpati dan empati terhadap
masalah yang dihadapi klien. Adapun tekniknya meliputi:
1) Percakapan pribadi yakni pembimbing melakukan dialog
langsung secara tatp muka dengan pihak yang dibimbing
2) Kunjungan rumah (home visit), yakni pembimbing
mengadakan dialog dengan kliennya, tetapi dilakukan di
rumah klien sekaligus untuk mengamati keadaan rumah klien
dan lingkungannya.26

Bimbingan yang diberikan kepada individu dalam tingkat


Menegah Atas sebagian dapat disalurkan melalui bimbingan
kelompok dan sebagian lagi melalui bimbingan individual, serta
mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

1) Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang sedang


dilalui oleh siswa remaja dan mahasiswa, antar lain tentang
konflik batin yang ditimbul dan tentang cara-cara bergaul
yang baik. Termasuk disini apa yang disebut sex education,
yang tidak hanya mencakup penerangan seksual, tetapi pula
corak pergaulan antara jenis kelamin.

24
Yusuf Gunawan dan Catherine Dewi Liman Subroto, Pengantar Bimbingan dan Konseling
Buku Panduan Mahasiswa, (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama 1992), cet -1 h.119.
25
I Djumhur dan Moh Surya , op.cit , h.104.
26
M.Umar, dan Santono, Bimbingan dan Penyuluhan, (Bandung: CV Pustaka, 1998) h. 152.
27

2) Penyadaran akan keadaan masyarakat dewasa ini, yang


semakin berkembang ke arah masyarakat modern, antara lain
apa ciri-ciri kehidupan modern, dan apa makna ilmu
pengetahuan serta teknologi bagi kehidupan manusia.
3) Pengaturan dikusi kelompok mengenai kesulitan yang
dialami oleh kebanyakan siswa dan mahasiswa, misalnya
menghadapi orang tua yang taraf pendidikannya lebih rendah
daripada anak-anaknya. Khususnya siswa remaja dapat
merasa lega, bila dia menyadari bahwa teman-temanya
mengalami kesulitan yang sama; dia lalu tidak akan
memandang dirinya lagi orang yang abnormal. Diskusi
kelompok ini dapat mendorong siswa dan mahasiswa untuk
menghadapi ahli bimbingan, guna membicarakan suatu
masalah secara pribadi dalam wawancara konseling.
4) Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian
siswa, misalnya sifat-sifat yang tampak dalam tingkah laku,
latar belakang keluarga, dan keadaan kesehatan.27

Dari kutipan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa


teknik bimbingan pribadi dapat dibagi menjadi tiga bagian yakni:
non directive, directive counseling method , elective counseling
method. Teknik yang digunakan dalam bimbingan pribadi yakni
tatap muka (face to face) jadi bertatapan langsung antara guru
BK dan siswa mengenai masalh pribad, lalu dengan teknik home
visit yaitu mengunjungi rumah siswa yang bermasalah, guru BK
memberikan informasi mengenai fase tahapan perkembangan
yang dialami remaja, berdiskusi dengan siswa tentang masalah

27
W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Jakarta:
Grasindo,1991),h.128.
28

apa yang sedang dihadapi, dan mengumpulkan tentang sifat,


kepribadian, latar belakang keluarga, kesehatan, dll.

2. Bimbingan Sosial
a. Pengertian Bimbingan Sosial

Dalam kamus bimbingan dan konseling dalam buku


Thantawy Bimbingan sosial adalah Bidang pelayanan bimbingan
konseling yang membantu individu atau peserta didik
/siswa/mahasiswa dalam mengenal lingkungan dan
mengembangkan diri dalam lingkungan hubungan sosial yang
dilandasi dengan budi.28

Dapat disimpulkan dalam kamus bimbingan dan konseling


Bimbingan sosial adalah bidang pelayanan untuk membantu
individu mengenal lingkungan dan mengembangkan diri dan
berinteraksi sosial dilandasi dengan budi pekerti dalam suatu
lingkungan.

Senada dengan dengan kamus bimbingan dan konseling


dalam buku Thantawy menurut Hibana mendefinisikan bahwa:

Bimbingan sosial adalah layanan bimbingan yang


diberikan kepada siswa untuk mengenal lingkungannya sehingga
mampu bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang
bertanggung jawab.29

Dapat disimpulkan dari pernyataan Hibana Bimbingan


sosial adalah layanan bimbingan yang diberikan kepada siswa

28
Thantawy, op.cit., h.17.
29
Hibana S Rahman, op.cit., h.41.
29

mengenal lingkungan sehingga mampu bersosialisasi dan menjadi


pribadi yang bertanggung jawab.

Menurut Fenti Hikmawati mendefinisikan bahwa


Bimbingan sosial adalah layanan pengembangan kemampuan dan
mengatasi masalah sosial, dalam kehidupan keluarga, sekolah dan
masyarakat dalam bekerja sama dan berinteraksi dengan orang
dewasa ataupun dengan peserta didik yang lebih muda.30

Dapat disimpulkan dari pernyataan Fenti Hikmawati


bimbingan sosial merupakan layanan untuk mengembangkan
kemampuan mengatasi masalah sosial dalam keluarga, sekolah
dan masyarakat bekerja sama dan berinteraksi baik dengan yang
lebih tua maupun lebih muda.

Jadi Bimbingan sosial adalah Bimbingan yang diberikan


kepada individu/peserta didik untuk mengembangkan dan
mengenal lingkungan dengan cara bersosialisasi dengan baik
kepada keluarga, sekolah dan masyarakat. Bimbingan sosial yang
dilakukan konselor kepada individu untuk mengatasi masalah
sosial yang dihadapi agar sesuai dengan norma atau ketentuan
yang berlaku dalam masyarakat.

b. Tujuan Bimbingan Sosial

Dalam buku Ny. Y. Singgi D. Gunarsa dan Singgih.


D.Gunarsa:

Bimbingan sosial bertujuan untuk membantu anak dalam


mengatasi kesulitan-kesulitan dalam kehidupan sosialnya,

30
Fenti Hikmawati, op.cit., h.4.
30

sehingga ia mampu mengadakan hubungan-hubungan sosial


dengan baik. 31

Thohirin dalam bukunya bimbingan dan konseling di


sekolah dan madrasah merumuskan tujuan bimbingan sosial
untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi
kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial, sehingga individu dapat
menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan
sosialnya.32

Dalam buku Koestoer Partowisastro bimbingan sosial


bertujuan untuk:

1) Membantu murid mengerti tanggung jawab sosial dan


kewarganegaraan.
2) Membantu murid mengerti aturan sosial.
3) Membantu murid ikut serta dalam aktivitas-aktivitas di luar
kelas.
4) Membantu murid dalam penyesuaiannya dengan orang lain. 33

Jadi kesimpulannya tujuan bimbingan sosial untuk


membantu individu dalam mengatasi masalah sosial dan mampu
berinteraksi dengan orang lain dan bersosialisasi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku didalam masyarakat.

c. Bentuk Bimbingan sosial

Menurut Tohirin bentuk bimbingan sosial sebagai berikut :


ada beberapa macam bentuk layanan bimbingan sosial yang bisa

31
Ny.Y.Singgih, op.cit .,h. 36
32
Tohirin, op.cit., h. 128
33
Koestoer Partowisastro, op.cit., h. 37.
31

diberikan kepada para siswa disekolah atau madrasah. Bentuk-


bentuk layanan tersebut: pertama, layanan informasi yang
mencakup: informasi tentang keadaaan masyarakat dewasa ini; yang
pengetahuan, pentingnya IPTEK bagi kehidupan manusia dan lain-
lain dan informasi tentang cara-cara bergaul.

Informasi tentang cara-cara berkomunikasi penting diberikan


kepada setiap individu. Sebagai makhluk sosial, individu perlu
berhubungan dengan orang. Dengan perkataan lain, individu
memerlukan orang lain dalam kehidupannya. Untuk dapat
berhubungan dengan orang lain secara baik, individu dituntut untuk
mampu beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan lingkungannya.

Kedua,orientasi. Layanan orientasi untuk bidang


pengembangan hubungan sosial adalah: suasana, lembaga dan
objek-objek pengembangan sosial seperti berbagai suasana
hubungan sosial antar individu dalam keluarga , organisasi atau
lembaga tertentu, dalam acara sosial tertentu.34

Dalam buku Hallen bentuk bimbingan sosial sebagai berikut :

1) Pengembangan dan pemantapan kemampuan berkomunikasi


baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif.
2) Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan
berhubungan sosial, baik di rumah, disekolah maupun di
masyarkat dengan menjungjung tinggi tata krama, sopan
santun serta nilai-nilai agama, adat, peraturan dan kebiasaan
yang berlaku.Pengembangan dan pemantapan hubungan
yang dinamis, harmonis dan produktif dengan teman sebaya,

34
Tohirin, op.cit., h.128-129
32

baik di sekolah yang sama, di sekolah lain, di luar sekolah


maupun masyarakat pada umumnya.
3) Pengenalan, pemahaman, dan pemantapan tentang peraturan,
kondisi dan tuntutan sekolah, rumah dan lingkungan serta
upaya dan kesadaran untuk melaksanakannya secara dinamis
dan bertanggung jawab.
4) Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan
pendapat serta argumentasi secara dinamis, kreatif dan
produktif.
5) Orientasi tentang hidup berkeluarga.35

Jadi bentuk bimbingan pribadi dan sosial ada dua yaitu


bimbingan individual dan bimbingan kelompok. Bimbingan
individual adalah usaha-usaha yang sistematis dan berencana
membantu peserta didik secara perorangan agar dapat mengatasi
masalah khusus/unik yang dihadapinya. Bentuk bimbingan ini
bersifat rahasia dan di berikan dalam bentuk individu. Sedangkan
bimbingan kelompok adalah usaha-usaha yang sistematis dan
berencana membantu sekelompok siswa (biasanya) yang
menghadapi masalah-masalah yang relatif sama agar mereka
dapat mengidentifikasi, memahami dan memecahkan masalah-
masalah mereka, atau megadakan penyesuaian yang baik
terhadap masalah-masalah kelompok yang mereka alami
bersama.

d. Jenis Masalah Bimbingan Sosial

Dalam buku Dewa Ketut Sukardi rincian bentuk bimbingan


sosial :

35
Hallen,op.cit.., h.79.
33

1) Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui ragam


lisan maupun tulisan secara efektif.
2) Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan
pendapat serta berargumentasi secara dinamis, keratif dan
produktif.
3) Pemantapan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan
sosial, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat luas
dengan menjungjung tinggi tata krama, sopan santun, serat
nilai-nilai agama, adat, hukum, ilmu, dan kebiasaan yang
berlaku.
4) Pemantapan hubungan yang dinamis, harmonis, dan
produktif dengan teman teman sebaya, baik di sekolah yang
sama, di sekolah yang lain, di luar sekolah, maupun di
masyarakat pada umumnya.
5) Pemantapan pemahaman kondisi dan peraturan sekolah serta
upaya pelaksanaanya secara dinamis dan bertanggung jawab.
6) Orientasi tentang hidup berkeluarga.36

Menurut Amin Budiaamin dan Setiawati dalam buku


Bimbingan Konseling Direktorat Jendral Pendidikan Islam
permasalahan yang dihadapi dalam bimbingan sosial yakni:

1) Berprilaku sosial yang bertanggung jawab, meliputi:


a) Kurang menyenangi kritikan orang lain;
b) Kurang memahami tata krama (etika) pergaulan;
c) Kurang berpartisipasi dalam kegiatan sosial, baik di
sekolah maupun dimasyarakat.

36
Dewa Ketut Sukardi, op.cit., h.55.
34

2) Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya


, meliputi ;
a) Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis;
b) Merasa tidak senang kepada teman yang suka mengkritik
3) Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga, meliputi:
a) Sikap yang kurang positif terhadap pernikahan;
b) Sikap yang kurang positif terhadap hidup berkeluarga. 37

Jadi masalah bimbingan sosial adalah Pemantapan


kemampuan berkomunikasi, Pemantapan kemampuan menerima
dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara
dinamis, keratif dan produktif, Pemantapan kemampuan
bertingkah laku dan berhubungan sosial.

e. Teknik Bimbingan Sosial

Dalam Buku Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani teknik role


playing (baik jenis sosiodrama maupun psikodrama), dan diskusi
kelompok. Banyak masalah sosial yang lebih efektif dan efisien jika
ditangani melalui bentuk bimbingan kelompok 38

Dapat disimpulkan Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani teknik


bimbingan sosial adalah bimbingan kelompok karena bimbingan ini
menggunakan role playing (baik jenis sosiodrama maupun
psikodrama), dan diskusi kelompok. Pemecahan masalah sosial
diusahakan dalam memainkan suatu peranannya langsung
menghayati situasi masalah yang dihadapinya, setelah pementasan,
diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan persoalannya dan

37
Amin Budiamin, Setiawati, op.cit., h.84
38
Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani, op.cit., h.114
35

juga pemecahan masalah psikis yang dialami oleh anak dapat


diberikan melalui psikodrama.

Bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang


diberikan pada individu dalam situasi kelompok. Cara ini dilakukan
untuk menyampaikan informasi yang tepat kepada siswa tentang
masalah pendidikan, pemahaman pribadi, serta penyesuaian diri.
Pemberian informasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki dan
mengembangkan pemahanan diri sendiri (peserta didik) serta
pemahaman terhadap orang lain.

Menurut Gadza (1989) yang dikutip oleh Tatiek Romlah


mengemukanan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok pada
umumnya dilakukan dikelas dengan jumlah siswa antar 20 sampai
35 orang.39

Dalam bimbingan kelompok ini terdapat beberapa jenis


metode bimbingan kelompok yang bisa diterapkan dalam pelayanan
bimbingan kelompok yaitu:

1) Program home room


2) Karyawisata
3) Diskusi kelompok
4) Kegiatan kelompok
5) Organisasi siswa
6) Sosiodrama
7) Psikodrama
8) Pengajaran remedial.40

39
Slameto,op.cit , h. 139-140
40
Tohirin, op.cit, h.290-294
36

Dalam buku Asep Suryana dan Suryadi Teknik yang


digunakan dalam bimbingan sosial untuk membantu
perkembangan murid yaitu:

1) Konseling Individual

Konseling individual adalah merupakan batuan yang


sifatnya terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap
dan prilaku murid. Konseling dilaksanakan melalui
wawancara langsung dengan murid. Konseling ditunjukan
kepada murid yang normal, bukan yang mengalami kesulitan
jiwa, melainkan hanya mengalami kesulitan dalam
penyesuaian diri dalam pendidikan, pekerjaan, dan
kehidupan sosial.

2) Konsultasi
Konsultasi merupakan salah satu teknik bimbingan
yang penting sebab banyak masalah karena sesuatu hal akan
lebih berhasil jika ditangani secara tidak langsung oleh
konselor. Konsultasi dalam pengertian umum dipandang
sebagai nasihat dari seorang profesial.
3) Nasihat
Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang
dapat diberikan oleh guru pemberi nasihat hendaknya
memperhatikan sebagai berikut :
a. Berdasarkan masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh
murid
b. Diawali dengan menghimpun data yang berkaitan
dengan masalah yang dihadapi
37

c. Nasihat yang diberikan bersifat alternatif yang dapat


dipilih oleh murid, disertai kemungkinan keberhasilan
dan kegagalan.
d. Penentuan keputusan diserahkan kepada murid, alternatif
mana yang akan diambil.
e. Hendaknya murid mau dan mampu mempertanggung
jawabkan keputusan yang diambilnya.
4) Bimbingan Kelompok
Bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap
murid yang dilaksanakan dalam situasi kelompok.
Bimbingan kelompok yang dimaksud untuk mencegah
berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri murid. Isi
bimbingan terdiri atas penyampaian informasi ataupun
aktivitas kelompok yang berkenaan dengan masalah
pendidikan, pekerjaan pribadi dan sosial yang tidak disajikan
dalam bentuk pelajaran.
5) Konseling Kelompok
Konseling kelompok merupakan upaya bantuan
kepada murid dalam rangka memberikan kemudahan dalam
perkembangan dan pertumbuhannya. Selain bersifat
pencegahan, konseling kelompok dapat pula bersifat
penyembuhan.
6) Pengajaran Remedial
Pengajaran Remedial dapat didefinisikan sebagai
upaya untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan
murid atau kelompok murid tertentu lebih mampu
mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga dapat
memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan ,
dengan melalui suatu proses interaksi yang terencana,
38

terorganisasi, terkontrol dengan lebih memeperhatikan taraf


kesesuaiannya terhadap keragaman kondisi objektif individu
dan atau kelompok murid yang bersangkutan serta daya
dukung sarana dan lingkungannya.
7) Mengajar bernuansa bimbingan
Murid yang berhasil dalam belajar apabila guru
menerapkan prinsip-prinsip dan memberikan bimbingan
waktu mengajar. Lebih jelas bimbingan pada waktu mengajar
yang dapat dilakukan oleh guru menjelaskan tujuan dan
manfaat materi pelajaran, cara belajar, karakteristik mata
pelajaran yang dihadapi individu, penyelesaian tugas,
merencanakan masadepan,memberikan, fasilitas belajar,
memberikan kesempatan untuk berprestasi, dan lain-lain.41
Jadi kesimpulannya metode dan teknik dalam
bimbingan pribadi dan bimbingan sosial adalah Bimbingan
kelompok adalah proses pemberian batuan yang diberikan
pada individu dalam situasi kelompok. Bimbingan di
dalamnya terdapat, program home room, karyawisata, diskusi
kelompok, kegiatan kelompok, organisasi siswa ,sosiodrama,
psikodrama, pengajaran remedial.

41
Asep Suryana dan Suryadi. Modul Bimbingan dan Konseling. (Jakarta:Direktur Jendral
Pendidikan Islam,2009) h.116-121.
39

C. Penelitian Relevan

Adapun penelitian yang relevan yang memiliki kesamaan subjek


penelitian yaitu bagian tata usaha yang diteliti oleh penulis, diantaranya:
1. Jazim Fauzi, skripsi yang berjudul “ Layanan bimbingan Pribadi-
Sosial pada siswa kelas II MTSN Giriloyo Imogiri Bantul”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan
bimbingan pribadi dan sosial. Dalam penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif, penemuan layanan bimbingan pribadi dan
sosial terdiri dari tiga pelayanan yaitu: layanan bimbingan secara
klasikal, secara kelompok, secara perseorangan. Serta menerapkan
berberapa metode yakni: metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan
keteladanan. Pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial di sekolah ini
cukup efektif tetapi belum terlaksana secara optimal..
2. Syahrul Alwan Sarwo Edi, skripsi yang berjudul “ Implementasi
bimbingan sosial-pribadi dalam lembaga pendidikan islam”.
Penelitian ini bertujuan untuk membina pribadi siswa agar
mereka dapat berhasil dalam proses pendidikan yang ditempuhnya,
penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Dari hasil penelitian ini bentuk kegiatannya adalah
pelayanan konseling perorangan, penanganan masalah dengan
menggunakan sistem skor dan pola bimbingan di madrasah yaitu
kegiatan bimbingan yang saling berhubungan dengan pelaksanaan
pendidikan .
3. Ismail Al Fatoni, skripsi yang berjudul “Evaluasi pelaksanaan
bimbingan pribadi dan sosial di SMK Kristen 2 Klaten”.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan,
pelaksanaan, dan hambatan dalam layanan bimbingan pribadi dan
sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model
40

kesenjangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan


(kombinasi) karena mempunyai komponen kuantitatif dan kualitatif.
Dari hasil penelitian ini pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial di
sekolah ini dilakukan secara klasikal dan diluar kelas dengan media
papan tulis dan mading dan evaluasi bimbingan pribadi dan sosial.
41

D. Kerangka Berpikir

INPUT PROSES OUT PUT


IDENTIFIKASI MASALAH SOLUSI HASIL/ HARAPAN
MASALAH
Belum maksimalnya 1. Hendaknya membuat jadwal Tercapainya
1. Program bimbingan Implementasi bimbingan pribadi dan sosial implemetasi program
dan konseling yang program bimbingan bimbingan tidak hanya
belum terlaksana bimbingan pribadi dan
pribadi dan sosial di diberikan pada saat jam
secara efektif. sosial di SMK
SMK PUSTEK pelajaran kosong.
2. Belum optimalnya
upaya guru bimbingan Serpong. 2. Hendaknya guru bimbingan PUSTEK Serpong yang
dan konseling dalam dan konseling mengoptimalkan
efektif.
pelaksanan program program bimbingan pribadi dan
bimbingan pribadi dan sosial.
sosial 3. Hendaknya membangun minat
3. Kurangnya minat siswa untuk melakukan
siswa dalam
bimbingan tidak hanya pada
memanfaatkan
layanan Bimbingan saat terjadi masalah tetapi
pribadi-sosial. adanya tindakan preventif.
4. Belum optimalnya 4. Seharusnya mengoptimalkan
implementasi program implementasi program
bimbingan pribadi dan bimbingan pribadi dan sosial.
sosial. 5. Hendaknya mengoptimalkan
5. Belum optimalnya
evaluasi program bimbingan
evaluasi program
bimbingan pribadi dan pribadi dan sosial.
sosial di SMK
6.
7. Seharusnya mengoptimalkan
evaluasi program bimbingan
GAMBAR 2.1
pribadi dan sosial.
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMK PUSTEK Serpong yang belokasi
di jalan Raya Serpong No.17 Kelurahan Pondok Jagung (Samping WTC
Matahari) Kecamatan Serpong kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.
Adapun waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan September s/d
Mei 2015.

Tabel 3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian

NO Nama
Kegiatan Bulan Pelaksanaan Penelitian Ket
2014 2015

Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei

1 Permohonan
Izin Penelitian
& Observasi
2 Wawancara ke
sekolah
3 Pengumpulan
data
4 Pengolahan
dan analisis
data

42
43

B. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian
deskriptif ditujukan untuk menggmbarkan fenomena-fenomena yang ada, baik
fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasaa manusia.1 Dalam
penelitian ini, peneliti hanya mengkaji kejadian yang alamiah/
menggambarkan suatu kondisi apa adanya yakni terkait implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong.

C. Sumber Data
Sumber data penelitian ini terdiri dua macam, yaitu sumber data
primer dan sumber data sekunder.
1. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, dari kepala sekolahsumber
data primer berasal dari, kepala sekolah, koordinator bimbingan dan
konseling, 3 guru bimbingan dan konseling dan 5 siswa.
2. Sumber data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, data sekunder merupakan
pendukung dari data primer. Data sekunder di dapat dari dokumen yang
berkaitan dengan program bimbingan pribadi dan sosial.

D. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Adapun teknik
pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Metode observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis
terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian observasi sebagai alat

1
Nana Syaodih Sukmadinata ,Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2006), h.72.
44

pengumpulan data dapat dilakukan secara optimal.2 Observasi yang


dilakukan dalam penelitian ini yaitu mengenai permasalahan implementasi
program bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong.

2. Wawancara
Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan oleh pewawancara
untuk memperoleh informasi dari orang yang diwawancarai. Bentuk
wawancara yang digunakan yaitu wawancara terstruktur. Peneliti
menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan, tertulis/ pedoman
wawancara. Alat yang digunakan adalah pedoman wawancara, perekam
suara, dan alat tulis. Teknik ini digunakan untuk mewawancarai kepala
sekolah, koordinator bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan
konseling dan siswa mengenai Implementasi program bimbingan pribadi
dan sosial di SMK PUSTEK Serpong.

3. Studi Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Instrumen bisa
berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.
Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan dari metode
wawancara dalam penelitian kualitatif.3 Studi dokumen dimaksudkan
untuk mengumpulkan dengan mempelajari dan mencatat bagian resmi
yang terdapat di lokasi penelitian. Data yang dikumpulkan yaitu, data
silabus RPP bimbingan pribadi, silabus RPP bimbingan sosial, laporan
kunjungan rumah, rincian materi pokok bidang bimbingan pribadi dan
sosial, program kerja tahunan.

2
Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Ptraktek (Jakarta: Rineka
Cipta, 2004) Cet. 4. h. 63
3
Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif R & D, (
Bandung : Alfabeta, 2009) h. 329
45

E. Instrumen Pengumpulan Data


1. Instrumen wawancara
Sebelum melakukan wawancara ,maka perlu dibuat pedoman. Adapun
pedoman tersebut dibuat dalam bentuk kisi-kisi instrumen penelitian
sebagaimana tabel di bawah ini:

Tabel 3.2
Kisi-Kisi Instrumen Pedoman Wawancara
Variabel Dimensi Indikator No. Item
Program 1. Perencanaan A. Penyusunan program 1,2
bimbingan bimbingan pribadi
dan sosial.
B. Persyaratan program 2,3
bimbingan
C. Penetapan jenis 4
layanan yang
digunakan

2. Implementasi A. Implementasi 5,6,7,8,9,10,


program bimbingan 11,12
pribadi dan sosial
B. Implementasi
pencapaian tujuan 13
layanan
C. Implementasi jenis
layanan yang 14
digunakan
46

3. Evaluasi A. Hambatan yang 15


terjadi segi internal
dan eksternal
B. Cara mengatasi 16
hambatan.

F. Pemeriksaan atau Pengecekan Keabsahan Data


a. Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data.
Keikutsertaan tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi
memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian.
Perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal di lapangan penelitian
sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.
Perpanjangan keikutsertaan dilakukan guna memastikan konteks
untuk dipahami dan dihayati. Perpanjangan keikutsertaan dilakukan
dengan terjun kelokasi dalam waktu yang cukup panjang hal ini juga
dilakukan untuk membangun kepercayaan para subjek terhadap peneliti
dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.4
b. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi
dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan
atau tentatif. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Mencari
apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat.
Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-
unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang
sedang dicari dan kemudian memusatkan diri padahal-hal tersebut secara

4
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosda
karya, 2011), Cet.29. h.327.
47

rinci, maka ketekunan penagamatan menyediakan kedalaman mengenai


persoalan yang menjadi pembahasan.5
c. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan
pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.Teknik triangulasi
yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya
yaitu pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode,
penyidik, dan teori.
Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek
balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu
dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif (Patton 1987:331).
Dengan jalan: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data
hasil wawancara, (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan
umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi, (3) membandingkan
apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa
yang dikatakannya sepanjang waktu, (4) membandingkan hasil wawancara
dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Triangulasi dengan metode, menurut Patton (1987: 329), terdapat dua
strategi, yaitu: (1) pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil
penelitian beberapa teknik pengumpulan data, (2) pengecekan derajat
kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.

5
Lexy J Moleong, Ibid.,h.329.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian


1. Sejarah Singkat SMK PUSTEK Serpong
Sesuai dengan kebijakan otonomi daerah, peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) mutlak diperlukan, dalam rangka
peningkatan pemberdayaan seluruh potensi wilayah yang mendukung
pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan. Dengan demikian upaya
penataan dan pengembangan program pendidikan perlu diperhatikan
dengan seksama agar tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan
daerah dan pusat.
Sekolah Menengah Kejuruan Pengembangan Sain dan Teknologi
(SMK PUSTEK) Serpong Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu
lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja
tingkat menengah berpotensi untuk mencetak SDM yang berkualitas
dengan kompetensi yang di handal. Untuk itu penataan dan pengembangan
SMK PUSTEK diarahkan pada program-program yang dapat
meningkatkan pemberdayaan potensi wilayah serta memacu pertumbuhan
ekonomi wilayah.
Sekolah Menengah Kejuruan Pengembangan Sains dan Teknologi
(SMK PUSTEK) Serpong merupakan SMK Swasta yang berlokasi di
Jalan Raya Serpong No.17 Kelurahan Pondok Jagung ( Samping WTC
Matahari ) Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Provinsi
Banten dengan luas tanah 4500M2. Didirikan pada tahun 1999 dan pendiri
SMK tersebut didirikan oleh banyak pihak diantaranya H. Totong, Drs. H.
Mathodah S. M. Si, Ir. H. Harmen Latief M. M. Pd, Drs. Ade Ma’mun R,
M. M. Pd, Bambang Supiyanto, S. Sos, Saiful Andhi, ST dkk.

48
48

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian


1. Sejarah Singkat SMK PUSTEK Serpong
Sesuai dengan kebijakan otonomi daerah, peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) mutlak diperlukan, dalam rangka
peningkatan pemberdayaan seluruh potensi wilayah yang mendukung
pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan. Dengan demikian upaya
penataan dan pengembangan program pendidikan perlu diperhatikan
dengan seksama agar tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan
daerah dan pusat.
Sekolah Menengah Kejuruan pengembangan sain dan teknologi
(SMK PUSTEK) Serpong Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu
lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja
tingkat menengah berpotensi untuk mencetak SDM yang berkualitas
dengan kompetensi yang di handal. Untuk itu penataan dan
pengembangan SMK PUSTEK diarahkan pada program-program yang
dapat meningkatkan pemberdayaan potensi wilayah serta memacu
pertumbuhan ekonomi wilayah.
Sekolah Menengah Kejuruan Pengembangan Sains dan Teknologi
(SMK PUSTEK) Serpong merupakan SMK Swasta yang berlokasi di
Jalan Raya Serpong No.17 Kelurahan Pondok Jagung ( Samping WTC
Matahari ) Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan Provinsi
Banten dengan luas tanah 4500M2. Didirikan pada tahun 1999 dan pendiri
SMK tersebut didirikan oleh banyak pihak diantaranya H. Totong, Drs. H.
Mathodah S. M. Si, Ir. H. Harmen Latief M. M. Pd, Drs. Ade Ma’mun R,
M. M. Pd, Bambang Supiyanto, S. Sos, Saiful Andhi, ST dkk.
49

Kepala sekolah pertama kali dijabat oleh Drs. Sudirman yang


bertugas dari tahun 1999 sampai tahun 2002 kemudian digantikan
jabatannya oleh Drs. H. Mathoda S, M. Si dari tahun 2003 sampai saat ini.
Awal jumlah siswa yang masuk berjumlah 110 siswa yang terdiri dari 2
(dua) kelas bidang teknik permesinan dan 1 (satu) kelas bidang otomotif,
dengan jumlah tenaga pendidik yang mengajar kurang dari 20 guru. Pada
tahun ke-4 karena banyaknya animo masyarakat yang berminat untuk
menyekolahkan anaknya ke SMK semakin bertambah maka dibuka
jurusan baru yaitu administrasi perkantoran dan administrasi.

Saat ini terdapat 7 (tujuh) program studi diantaranya Teknik


Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan/ Otomotif, Teknik Komputer
Jaringan, Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Multimedia dan Teknik
Sepeda Motor. Dengan jumlah siswa berjumlah 1961 siswa dan 85 tenaga
pendidik yang mengajar.

2. Visi dan Misi SMK PUSTEK Serpong


a. Visi
“Terwujudnya SMK PUSTEK Serpong sebagai lembaga diklat
kejuruan yang berorientasi pada dasar kerja, dengan Standar Nasional
menuju Standar Internasional.”

b. Misi
1) Mengembangkan sistem pendidikan yang fleksibel.
2) Mengembangkan sistem pada SMK PUSTEK Serpong
berwawasan mutu dan keunggulan sesuai dengan tuntutan pasar
kerja.
3) Memberikan pelayanan prima dalam pemberdayaan sekolah dan
masyarakat.
4) Mengembangkan iklim belajar yang berwawasan global berakar
pada norma agama dan nilai budaya bangsa Indonesia.
50

Misi merupakan kegiatan yang akan dilakukan untuk


mencapai visi yang telah ditetapkan bersama-sama. Oleh karena
itu, pihak sekolah harus mampu melaksanakan misi tersebut dalam
bentuk kegiatan nyata sehingga ada manfaat yang didapat dalam
kegiatan tersebut.

c. Tujuan dan Sasaran


1. Tujuan
Mempersiapkan tenaga kerja tingkat menengah yang berpotensi
untuk mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas
dengan kompetensi yang handal.
2. Sasaran
Tujuan yang akan dicapai untuk mencapai SMK berstandar
nasional adalah sebagai berikut:
a) Pada tahun pertama jumlah siswa-siswi yang lulus terserap
pada DU/ DI yang telah relevan minimal 40%.
b) Pada tahun pertama jumlah peserta ujian yang memperoleh
nilai matematika 5.0 lebih dari 30%.
c) Pada tahun pertama jumlah peserta ujuan nasional memperoleh
skor TOEIC 405 atau 7.01 lebih dari 20%.
d) Pada tahun pertma uji coba penyelenggaraan uji satu mata
diklat dengan pengantar bahasa inggris.
e) Pada tahun kedua menjadi minimal juara pada PKS tingkat
provinsi untuk program keahlian yang diunggulkan.

d. Motto
1. Kokoh dalam IMTAQ sinergi dengan IPTEK
2. 3S (Senyum, Salam dan Sapa).
51

3. Keadaan Guru dan Siswa SMK PUSTEK Serpong


a. Keadaan Guru
Guru-guru yang berada di SMK PUSTEK Serpong berjumlah 85
orang guru yang terdiri dari 9 guru PNS dan 76 guru honorer. Guru-
guru di SMK PUSTEK ini lulusan dari perguruan tinggi negeri
maupun swasta yang mengajar sesuai dengan keahlian yang
dimilikinya.
b. Keadaan Siswa (Peserta didik)
Data terakhir jumlah siswa SMK PUSTEK Serpong tahun
pelajaran 2014- 2015 seluruhnya berjumlah 1961 siswa. Peserta didik
di kelas X ada sebanyak 19 rombongan belajar. Peserta didik di kelas
XI seluruhnya ada sebanyak 18 rombongan belajar, peserta didik di
kelas XII seluruhnya ada sebanyak 16 rombongan belajar.

Tabel 4.1
Data Siswa SMK PUSTEK Serpong
Tahun Ajaran 2014/ 2015
Jumlah Jumlah Jumlah
Jurusan Ket
rombel siswa keseluruhan
Teknik Permesinan 3 121
Teknik Kendaraan 2 84
Ringan
Teknik Komputer 4 166
Jaringan
X 746
Administrasi 3 99
Perkantoran
Multimedia 4 159
Akuntansi 2 88
Teknik Sepeda Motor 1 29
Teknik Permesinan 3 95
Teknik Kendaraan 3 101
Ringan
Teknik Komputer 4 158
XI 645
Jaringan
Administrasi 2 88
Perkantoran
Multimedia 4 140
52

Akuntansi 2 63
Teknik Permesinan 3 119
Teknik Kendaraan 2 82
Ringan
Teknik Komputer 4 144
XII Jaringan 570
Administrasi 2 77
Perkantoran
Multimedia 3 97
Akuntansi 2 51

4. Sarana dan Prasarana Bimbingan dan Konseling di SMK PUSTEK


Serpong
a. Ruang Bimbingan dan Konseling
Ruang bimbingan dan konseling (BK) merupakan salah satu
sarana yang penting mempengaruhi kualitas pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah. Secara geografis ruang BK terletak di lantai 2
bersebelahakan dengan ruang perpustakaan, sedangkan ditinjau dari
keadaan ruang BK dan segi luas ruangan sudah cukup memenuhi standar
ideal. Di dalam ruangan terdapat 1buah meja panjang dengan 12 sekat, 1
set meja untuk tamu, 1 ruangan untuk proses konseling, sebuah meja
komputer, printer, dan beberapa inventaris ruang lainnya serta fasilitas
bimbingan dan konseling.
b. Administrasi Bimbingan dan Konseling
1) Administrasi BK perkelas
Administrasi BK perkelas dilaksanakan unntuk mengetahui kondisi
keberadaan siswa siswa yang terdiri dari buku pemantauan kehadiran
siswa, grafik ketidak hadiran siswa.
2) Pola 17 dalam pelayanan
Pola ini merupakan layanan yang akan diberikan kepada siswa. Pola
yang diditerapkan yaitu layanan orientasi, layanan informasi, layanan
penyaluran dan penempatan, layanan pembelajaran, layanan
konseling individu, layanan konseling kelompok, layanan bimbingan
53

kelompok, layanan konsultasi, layanan mediasi, aplikasi


instrumentasi, himpunan data, konfrensi kasus, kunjungan rumah,
alih tangan kasus.
3) Data pekerjaan orang tua
Data ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui keberadaan kondisi
keluarga siswa sebagai pelengkap untuk konseling.
4) Buku administrasi bimbingan dan konseling
Buku administrasi BK di sekolah ini terdiri dari bimbingan pribadi,
bimbingan sosial, belajar, keluarga, home visit, silabus/RPP, program
tahunan, progam bulanan, kartu konseling dan bimbingan kelompok.

Tabel 4.2
Data Ruangan Sarana Prasarana BK
di SMK PUSTEK Serpong
Tahun 2015

Rusak Rusak Rusak


Bangun Ruang Baik Jumlah
Ringan Berat Total
Ruang khusus bimbingan 1 1
dan konseling
Komputer PC 1 1 1
Printer 1 1
Telepon 1 1
Loker 1 1
Lemari arsip 1 1
Lemari penyimpanan 1 1
data siswa
Lemari penyimpan 1 1
dokumen
AC 2 1
Dispenser 1 1
CCTV 1 1
54

5. Struktur Organisasi SMK PUSTEK Serpong


6.
Komite Sekolah
H. Oo Madiyah Kepala Sekolah
Drs. H. Mathodah S., M.
Si

Wakil Kepala Sekolah


h Ir. Harmen Latief., M.
MPd.
h

PKS PKS PKS Kurikulum Kepala Tata Usaha


Sapras BP/ BK h ST
Saiful Andhi, Masri, SE.
H. Rusli, S. Peni Herawati, S.
Danang SN, S. Pd
sos Pd, M. MPd.
Nuraeni, S. sos

Staf Ur. Staf Ur.


Adm umum h IT & dinas
h Yoyoh Nuryeti, Ahmad, A.
h S. Pd Md
PKS Pembina PKS PKS Humas/
OSIS Kesiswaan Hubin Staf Ur. Piket
Herdi Supriyadi, Ridwan, SE Endah & siswa
S. Pd Novitasari S.P Jaswari
Dewi Rohani apriyanty SIP
Susinawati, S. h
Pd h

h
h h

Ka. Prog Ka. Prog TKR/ Ka. Prog TKJ


Pemesinan
h
Otomotif Sumiyadi, SE
Ka. Prog MM Ka. Prog Bisnis
Drs. H. & Manaj
Dedi Ediono, S. Pd. Achmad Iwa Karwandi Dra. Titik
Istiwa, ST Asmiati

Ka. Beng Ka. Beng TKR/ h Ka. lab h MR. MM/ Ka. Lab bisnis
h Pemesinan Otomotif komputer Assembling & manaj
Darja H hHermansyah,
Md
A. Indrawan AF, Sahroni hSufira wahyuni
S. Kom

MR. TKJ/
h MR. TKR/ Assembling h
Otomotif
hMat Sarifudin Anita Triana, h
A. Md

Dewan Guru
h

h
Siswa
h
55

7. Guru BK di SMK PUSTEK Serpong


Guru BK adalah adalah guru yang memberikan bantuan dalam
memecahkan masalah-masalah yang dialami siswa. Adapun guru di SMK
PUSTEK Serpong berjumlah 4 orang personal terdiri 1 Koordinator dan 3
anggota guru BK

Tabel 4.3
Guru BK SMK PUSTEK Serpong
Tahun 2015
NO Nama Pendidikan Jabatan
Terakhir
1 Danang, S.Pd. S1 Psikologi Koordinator
guru BK
2 Nahrowi, S.Pd. S1 Bimbingan dan Guru BK
Konseling
3 Fatiah, S.Pd. S1 Psikologi Guru BK
4 Sufira Wahyuni, S.Pd S1 Psikologi Guru BK

B. Deskripsi Data
Dalam penelitian ini penulis mewawancarai kepala sekolah,
koordinator BK, 3 guru BK dan 5 siswa dengan tujuan untuk medapatkan
data yang lengkap tentang pelaksanaan program bimbingan pribadi dan
sosial. Berdasarkan hasil observasi, wawancara,dan studi dokumentasi,
maka hasil penelitian diuraikan sebagai berikut :
Program bimbingan dan konseling diarahkan kepada upaya
memfasilitasi siswa untuk mengenal diri serta lingkungannya. Bimbingan
konseling yang ada di SMK PUSTEK Serpong cukup berkembang, salah
satu layanan bimbingan yang dibutuhkan siswa yaitu bimbingan pribadi
dan sosial.
Dalam upaya meningkatkan mutu layanan bimbingan dan
konseling maka diadakannya layanan bimbingan pribadi dan sosial agar
56

siswa dapat menghadapi masalah yang kompleks baik pada dirinya


maupun terhadap orang lain.
Bimbingan pribadi dan sosial sebaiknya tidak hanya diberikan
kepada siswa yang bermasalah tetapi bimbingan juga diberikan kepada
siswa yang tidak bermasalah, misalnya layanan informasi mengenai
menggali potensi diri, pengetahuan, agama, tata krama, cara bersikap,
tentang masa puber, pengetahuan mengenai penyalahgunaan narkoba, sex
bebas, dll.
Berdasarkan hasil wawancara selama penelitian yang dilakukan
,berikut disajikan data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan dilakukan
penelitian mengenai pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial di SMK
PUSTEK Serpong sebagai berikut:
1. Perencanaan Layanan Bimbingan Pribadi dan Sosial
Perencanaan merupakan awal dari sebuah dalam penyusunan
program. Dengan perencanaan maka dapat menentukan hasil yang
ingin dicapai dalam suatu program. Perencanaan program juga
berkaitan dengan proses layanan yang diberikan diharapkan akan
memeperlancar proses pelayanan bimbingan. Berikut ini dijelaskan
tahap – tahap penyusunan program di SMK PUSTEK Serpong sebagai
berikut :
a. Penyusunan program layanan bimbingan pribadi dan sosial.

Program merupakan suatu kesatuan kegiatan yang


berkesinambungan. Dengan adanya suatu program maka terdapat
sebuah landasan dalam melaksanakan kegiatan yang telah
direncanakan untuk mencapai hasil yang maksimal dari kegiatan
yang dilakukan. Program Bimbingan yang baik yaitu program
bimbingan yang bila dilaksanakan dengan efisien dan efektif.

Dalam penyusunan program bimbingan kepala sekolah


berperan dalam pembuatan acuan/landasan berikut kutipan
wawancara kepala sekolah “ Sebelum saya melakukan layanan
57

bimbingan saya membutuhkan landasan/ acuan program dalam


memberikan layanan agar layanan yang saya berikan tepat
sasaran.”1

Jadi menurut kepala sekolah dalam penyusunan bimbingan


pribadi dan sosial menggunakan landasan / acuan dalam
memberikan layanan agaran layanan yang diberikan tepat sasaran.

Guru BK di SMK PUSTEK Serpong juga membutuhkan


landasan dalam melaksanakan layanan bimbingan pribadi dan
sosial. Hasil wawancara dengan guru BK yaitu Ibu Fathia
memperkuat penyataan diatas, yaitu sebagai berikut:

“Ya tentu saja, sebelum saya melakukan layanan bimbingan


saya membutuhkan landasan/ acuan program dalam memberikan
layanan agar layanan yang saya berikan tepat sasaran.”2

Petikan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa guru


BK memerlukan landasan dalam melaksanakan bimbingan
bimbingan pribadi dan sosial dalam acuan program.

Jadi kesimpulannya dalam penyusunan program bimbingan


pribadi dan sosial menggunakan acuan program seperti penyusunan
program sesuai dengan kebutuhan bimbingan yang disesuaikan
dengan tujuan yang ideal dan bersifat realistis dalam pelaksanaanya,
menggunakan fasilitas yang menunjang jalannya layanan bimbingan
dan menyediakan fasilitas yang memadai, program kerja yang
berjalan dengan sistematis, evaluasi program bimbingan untuk
mengukur seberapa jauh rencana, program kerja yang terealisasi.

Menurut kepala sekolah pembuatan acuan program dibuat


dengan kerja sama dengan para stake holder berikut kutipan

1
Drs. H. Mathodah S, M.Si., Kepala Sekolah, Wawancara Pribadi, 15 Desember 2014.
2
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
58

wawancaranya “Acuan program bimbingan di buat oleh seluruh


stakeholder yang terkait seperti kepala sekolah, wakil kepala
sekolah,wali kelas, guru BK, kesiswaan, pembina osis dan personil
sekolah, dll”.3

Menurut Bapak Danang pihak yang terlibat dalam


penyusunan bimbingan “penyusunan bimbingan dibuat dengan
bekerja sama dengan stake holder, seperti kepala sekolah, guru BK,
wali kelas, kesiswaan,dll.”4

Dari kutipan wawancara diatas kepala sekolah membuat


program acuan layanan bimbingan tidak hanya bekerja sama dengan
guru BK saja tetapi juga bekerja sama dengan seluruh stake holder
yang ada bekerja sama untuk membuat program layanan bimbingan
yang efektif dan sesuai dengan tujuan bimbingan.

b. Persyaratan program bimbingan pribadi dan sosial

Dalam bimbingan pribadi dan sosial ada beberapa


persyaratan yang harus dipenuhi oleh Guru BK menurut Ibu Sufira
Wahyuni, yakni:

“Sesuai dengan acuan/landasan program ada beberapa


persyaratan yang harus dipenuhi dalam bimbingan yaitu: Personil
yang memadai yakni harus memenuhi standar kriteria yaitu minimal
pendidikan terakhir S1 dan jurusan bimbingan dan konseling/
psikologi. Fasilitas fisik yang memadai untuk melakukan suatu
bimbingan seperti ruang khusus bimbingan dan konseling , meja,
kursi, dll. Fasilitas teknis yakni tes, angket, daftar dan cek, skala
penilaian, dll. Anggaran yang memadai untuk kelancaran layanan
bimbingan”5
Menurut Bapak Nahrowi persyaratan yang harus dipenuhi
dalam program bimbingan pribadi dan sosial adalah :

3
Drs. H. Mathodah S, M.Si., Kepala Sekolah, Wawancara Pribadi, 15 Desember 2014.
4
Danang,S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
5
Sufira Wahyuni,S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
59

“Sesuai dengan acuan program yang telah dibuat


persysaratannya yaitu, minimal harus lulusan S1, jurusan BK/
Psikologi, fasilitas yang memadai dalam bimbingan baik secara
teknis maupun secara fisik, lalu anggaran yang memadai.6
Jadi kesimpulan dari pernyataan diatas Persyaratan program
bimbingan harus memenuhi beberapa syarat seperti yang telah
dijelaskan diatas oleh guru BK yakni harus memenuhi syarat yaitu
pendidikan terakhir minimal S1 dan mengambil jurusan bimbingan
dan konseling/ psikologi, lalu fasilitas fisik yang memadai meliputi
ruang untuk konseling, ruang kerja konselor, ruang pertemuan,
ruang bimbingan kelompok, ruang penyimpanan data, meja, kursi,
dll. Selanjutnya fasilitas teknis yang memadai meliputi alat-alat
yang digunakan untuk mengumpulkan berbagai data seperti tes,
angket, daftar dan cek, skala penilaian dan lain sebagainya. Dan
untuk kelancaran bimbingan pribadi dan sosial maka diperlukan
anggaran yang memadai baik untuk personil, pengadaan dan
pengembangan alat, dan lain sebagainya.

c. Menetapkan jenis layanan bimbingan pribadi dan sosial

Setelah memaparkan persyaratan program selanjutnya


adalah menetapkan jenis layanan yang digunakan. Berikut kutipan
wawancara dengan Ibu Fatiah selaku guru BK:

“Layanan yang saya berikan dalam pelaksanaan bimbingan


pribadi dan sosial yaitu layanan orientasi, layanan informasi,
layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten,
layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi.”7

Menurut Bapak Nahrowi selaku guru BK :

6
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014.
7
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
60

“Layanan yang diberikan dalam bimbingan pribadi dan


sosial biasanya yang sering dipergunakan adalah jenis layanan
orientasi dan informasi. Karena jika layanan orientasi terdapat
dalam MOS (Masa Orientasi Sekolah) dan layanan informasi pada
saat kapanpun apabila ada informasi yang penting harus
disampaikan.”8
Guru BK beranggapan bahwa jenis layanan bimbingan
yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan siswa kaitannya
dengan tujuan bimbingan pribadi dan sosial dengan
mempertimbangkan keberagaman masalah dan sesuai dengan
tingkat kematangan siswa.
Menurut Ibu Sufira selaku guru BK :
“Jenis layanan yang saya berikan sudah disesuaikan
dengan kebutuhan siswa serta keberagaman masalah yang
timbul disesuaikan dengan tingat kematangan siswa.”9
Selanjutnya paparan yang berbeda yang diungkapkan
oleh Pak Danang selaku koordinator guru BK bahwasanya “Pada
dasarnya jenis layanan yang dipakai sudah baik hanya saja ada
beberapa yang tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan
sehingga perlu adanya perbaikan.” 10

Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas dapat


disimpulkan bahwa layanan yang ditetapkan untuk membantu
tercapainya tujuan program bimbingan pribadi dan sosial adalah
layanan orientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan
penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan bimbingan
kelompok, dan layanan konsultasi. Tetapi layanan dominan
yang digunakan adalah layanan orientasi dan layanan informasi.
Layanan bimbingan yang diberikan guru BK diyakini sesuai
dengan dengan kebutuhan siswa serta keberagaman masalah

8
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014.
9
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
10
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
61

yang timbul disesuaikan dengan tingkat kematangan siswa,


namun ada beberapa yang tidak selalu sesuai dengan yang
diharapkan perlu adanya pembenahan atau perbaikan.

2. Implementasi layanan bimbingan pibadi dan sosial

Implementasi merupakan tindak lanjut dari perencanaan yang telah


disusun, implemenasti adalah aplikasi dari apa yang telah
direncanakan, dengan begitu implemenatsi dapat berjalan sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini tahapan impelemtasi
bimbingan pribadi dan sosial di SMK PUSTEK Serpong yaitu
sebagai berikut:

a. Implementasi program bimbingan pribadi dan sosial

Guru BK tidak mendapatkan jam pelajaran khusus dalam


memberikan layanan bimbingan pribadi dan sosial, tetapi guru BK
hanya masuk ke dalam kelas apabila ada jam pelajaran yang
kosong atau guru yang berhalangan untuk mengajar. Berikut
kutipan wawancara dengan Bapak Nahrowi selaku guru BK:

“Tidak ada jam khusus untuk pelaksanaan bimbingan


pribadi dan sosial tetapi jika ada jam pelajaran yang kosong atau
ada guru yang berhalangan untuk mengajar maka saya
menggantikan untuk mengisi materi bimbingan”.11
Menurut Bapak Danang, S.Pd. sebagai koordinator guru
BK, “Implementasi bimbingan pribadi dan sosial dilakukan tidak
menentu dan tidak ada jam yang khusus biasanya dilakukan bila
ada guru yang tidak hadir atau berhalangan untuk hadir.”12

Menurut Ade sebagai siswa “ Jika bentuk bimbingan


pribadi biasanya guru BK memberikan bimbingan mengenai

11
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014
12
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014
62

masalah yang dialami pribadi misalnya, sholat, membaca Al-Quran


selama lima menit sebelum dimulainya pelajaran, apabila terlambat
datang ke sekolah maka dikenai sangsi yaitu membaca surat
pendek sebanyak 3 surat. Jika bimbingan sosial biasanya guru BK
memeberikan bimbingan pada saat upacara mengenai tata krama,
cara bersikap, tata tertib, masalah tawuran, dll.13

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa


implementasi bimbingan pribadi dan sosial yang dilaksanakan
tidak memiliki jam khusus untuk melakukan layanan bimbingan
tetapi melakukan bimbingan apabila ada jam pelajaran yang
kosong dan saat guru berhalangan hadir.

Guru BK mengungkapkan bahwa dalam implemantasi


layanan bimbingan pribadi dan sosial selalu bekerja sama dengan
pihak yang terkait yaitu guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua,
kesiswaan dan kepala sekolah sebagai penentu kebijakan. Berikut
kutipan wawancara dengan Ibu Fatiah selaku guru BK:

“Dalam pelaksanaanya program bimbingan pribadi dan


sosial ini kami guru BK bekerja sama dengan seluruh stake holder
seperti wali kelas, orang tua, kesiswaan, dan kepala sekolah
sebagai penentu kebijakan.”14
Menurut Ibu Sufira “ Implementasi bimbingan pribadi dan
sosial ini tidak terlepas dari bantuan dan kerja sama oleh pihak
yang terkait yaitu kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran,
kesiswaan, dan tentu saja pihak luar seperti kepolisian, BNN, dan
pihak lainnya yang membantu jalannya proses bimbingan ini”15

Berdasarkan hasil kutipan wawancara diatas bahwa


pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial bekerja sama dengan

13
Ade Septiana, Siswa., Wawancara Pribadi, 16 Desember 2014.
14
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
15
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
63

stake holder yang terkait yaitu kepala sekolah, wali kelas, guru
mata pelajaran, kesiswaan, dan pihak yang luar yang terkait yakni
polisi, BNN, dll.

Implementasi bimbingan pribadi dan sosial berjalan dengan


berjalan secara bersama tidak dapat dipisahkan hanya saja dalam
peraturan yang baru bimbingan pribadi dan sosial dipisahkan tetapi
tetap memiliki esensi yang sama. Berikut adalah pemaparan
impelementasi bimbingan pribadi menurut Ibu Fatiah selaku guru
BK:

“Implementasi bimbingan pribadi dilaksanakan perkasus,


dan ada juga beberapa anak yang tidak memiliki masalah tapi
hanya berkonsultasi mengenai masalah keluarga, masalah pribadi/
individual. Bentuk bimbingan pribadi ada dua yaitu bimbingan
individual dan kelompok, tetapi lebih dominan bimbingan
dilakukan secara individual karena bersifat pribadi melibatkan
permasalahan yang dialami oleh siswa. Jika bentuk bimbingan
kelompok biasanya sejumlah murid yang memiliki masalah yang
sama dan menyelesaikan masalahnya secara sama, Tetapi bentuk
bimbingan ini jarang.”16
Sedangkan menurut Bapak Nahrowi “Implementasi
bimbingan pribadi dilakukan setiap hari, dilaksanakan dengan
perkasus, bentuknya seperti pemanggilan siswa, tatap muka,
mengungkapkan masalah mengenai persoalan apa yang dihadapi
individual.”17

Menurut Ade selaku siswa “Jika bentuk bimbingan pribadi


biasanya guru BK memberikan bimbingan mengenai masalah yang
dialami oleh pribadi misalnya sholat, membaca alquran selama 5
menit sebelum dimulainya pelajaran, apabila terlambat datang ke

16
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
17
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014.
64

sekolah maka dikenai sangsi yaitu membaca surat pendek sebanyak


3 surat”.18

Menurut Widia selaku siswa “Saya dipanggil wali kelas, lalu


diserahkan ke guru BK dalam penanganan masalah, dan memanggil
orang tua, lalu diberikan surat perjanjian oleh guru BK, diberi sanksi
sesuai dengan pelanggaran.19

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa bimbingan


pribadi dilaksanakan dengan perkasus, bentuknya seperti
pemanggilan siswa yang bermasalah, tatap muka dan siswa yang
datang sekedar ingin berkonsultasi mengenai masalah pribadi,
keluarga, lingkungan, dll bimbingan pribadi ini dilakukan secara
individul dan bersifat pribadi dan rahasia yang melibatkan
permasalahan yang dialami oleh individu.

Selanjutnya implementasi bimbingan sosial menurut Bapak


Danang “Implementasi bimbingan sosial yaitu bimbingan
dilakukan kelas dengan menjelaskan tata terib sekolah, tata cara
bergaul, besikap antar sesama teman, guru, orang tua, lingkungan,
dll”.20

Menurut Ibu Sufira implementasi bimbingan sosial yaitu :

“Bentuk implementasi bimbingan sosial adalah dengan cara


memberikan pemahaman kepada siswa etika bergaul dengan teman
sebaya, dan tata krama terhadap guru, orang tua, masyrakat, dll.
Tolong menolong kepada sesama teman misalnya menjenguk
teman yang sedang sakit atau terkena musibah maka siswa
patungan untuk membantu dan menyumbangkan pakaian, sembako
kepada siswa yang kurang mampu dengan seikhlasnya dan juga

18
Ade Septiana, Siswa., Wawancara Pribadi, 16 Desember 2014.
19
Widia., Siswa, Wawancara Pribadi, 17 Desember 2014.
20
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
65

dukungan atau motivasi kepada teman yang sedang terkena


musibah”.21
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan
bimbingan sosial dilakukan dengan cara klasikal mengenai tata
tertib, etika bergaul, tata krama terhadap guru, orang
tua,masyarakat,dll, tolong menolong.

Dalam implementasi bimbingan pribadi ada beberapa jenis


masalah yang dihadapi menurut Ibu Fatiah “Jenis masalah Masalah
Kedisplinan, merasa rendah diri, terlambat, bolos, absensi, keluar
saat pelajaran, penurunan minat belajar, tawuran, masih memiliki
kebiasaan mencontek,dll”.22

Menurut Bapak Danang “Jenis masalah yang dihadapi


dalam bimbingan pribadi adalah masalah kurang percaya diri
dalam bergaul, kurang disiplin, malas belajar, kurangnya motivasi
dalam beragama, masalah merokok”.23

Dari kutipan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa


jenis masalah yang dihadapi dalam bimbingan pribadi adalah
mengenai kurangnya ketakwaan kepada tuhan yang maha esa,
masalah tata tertib, masalah merokok, masalah mencontek, bolos,
penurunan minat belajar, dll.

Selanjutnya mengenai jenis masalah dalam bimbingan


sosial menurut Ibu Sufira adalah “ Jenis Masalah yang dihadapi
dalam bimbingan sosial adalah masalah komunikasi kepada sesama
teman, guru, orang tua, lingkungan, etika dalam bergaul, kurang

21
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
22
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember
2014.
23
Danang, S.Pd.,Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
66

berpatisipasi dalam kegiatan sosial baik di dalam maupun luar


sekolah, tidak suka dikritik, dll.24

Sedangkan menurut Bapak Nahrowi “Jenis masalah yang


dihadapi dalam bimbingan sosial adalah masalah tata tertib,
masalah merokok, masalah kepada guru karena sering
meninggalkan kelas saat jam pelajaran,tawuran, pergaulan yang
menyimpang”25

Dari kutipan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa


jenis masalah yang dihadapi dalam bimbingan sosial adalah
masalah komunikasi, etika bergaul, tata tertib, kurangnya
berpartisipasi dalan kegiatan didalam maupun luar sekolah, kurang
menghormati guru dengan meninggalkan kelas saat jam pelajaran,
tawuran, masalah pergaulan yang menyimpang, dll.

Selanjutnya dalam bimbingan implementasi bimbingan


pribadi ada beberapa teknik yang digunakan dalam kegiatan
bimbingan menurut Ibu Fatiah yakni:

“Teknik yang digunakan face to face tentang masalah yang


terjadi diberikan pengarahan kepada siswa dan pemanggilan orang
tua ke sekolah, pemberian sanksi tergantung dengan masalah apa
yang dihadapi oleh siswa. Jika masalah sangat besar dan sulit
dihadapi maka akan diadakannya sangsi tegas seperti
penyalahgunaan narkoba dengan cara surat pengunduran diri dari
sekolah.”26
Menurut Pak Nahrowi teknik yang digunakan dalam
bimbingan pribadi adalah “Teknik individual, jadi siswa
menjelaskan problem apa yang dihadapi dan guru BK
mendengarkan lalu mengarahkan siswa dan memberikan solusi

24
Sufira Wahyuni, S.Pd,. Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
25
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014.
26
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember
2014.
67

kepada permasalahan yang dihadapi dan melakukan kunjungan ke


rumah siswa yang bermasalah”.

Dari kutipan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa


teknik yang digunakan dalam bimbingan pribadi teknik tatap
muka (face to face) tentang masalah yang dihadapi, melakukan
pemanggilan orang tua, melakukan kunjungan rumah (home visit).

Selanjutnya teknik bimbingan sosial menurut Pak Danang


“Menggunakan teknik bimbingan kelompok, dengan metode
kunjungan rumah (home visit) untuk mengetahui kondisi keluarga
dan lingkungan siswa, diskusi kelompok pada saat dikelas
mengenai permasalah yang dihadapi secara klasikal.”27

Menurut Ibu Sufira teknik bimbingan sosial “ Teknik yang


digunakan metode konsultasi, kegiatan kelompok, dan kegiatan
organisasi, seharusnya menggunakan metode psikodrama dan
sosiometri tetapi dikarenakan fasilitas yang belum memadai dan
jadwal yang tak menentu mengakibatkan belum terlaksananya
bimbingan tersebut.”28

Jadi kesimpulan dari beberapa wawancara diatas teknik


bimbingan sosial menggunakan teknik bimbingan kelompok
secara klasikal, dengan metode konsultasi, kunjungan rumah (home
visit), kegiatan kelompok, kegiatan organisasi, seharusnya metode
sosiometri dan psikodrama tetpai karena fasilitas yang belum
memadai dan bimbingan hanya dilakukan pada saat jam pelajaran
kosong dan tak menentu menyebabkan belum terlaksananya
bimbingan tersebut.

27
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014
28
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014
68

b. Pencapaian tujuan layanan bimbingan pribadi dan sosial

Pencapaian tujuan tidak terlepas dari pelaksanaan


bimbingan program layanan yang direalisasikan dalam pencapaian
tujuan. Melaksanakan program direncanakan dalam wujud yang
nyata untuk pencapaian tujuan yang diinginkan. Menurut guru BK
pencapaian tujuan sudah berjalan dengan baik tetapi masih perlu
perbaikan.

Menurut Ibu Fatiah “Secara umum tujuan pencapaian


pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial sudah berjalan dengan
efektif sesuai dengan rencana tetapi masih terdapat kekurangan
“29

Menurut Bapak Danang “Pencapaian tujuan bimbingan


sudah cukup baik hanya saja masih memiliki kekurangan dan
perlu adanya perbaikan”. 30

Dari kutipan wawancara diatas pencapaian tujuan


bimbingan pribadi dan sosial sudah berjalan dengan cukup efektif
tetapi masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaanya
dan perlu adanya perbaikan.

c. Implementasi jenis layanan

Implementasi jenis layanan disesuaikan dengan kebutuhan


siswa. Guru BK memiliki beberapa jenis layanan sehingga jenis
layanan yang dipakai dapat berjalan dengan efektif.

Menurut Bapak Nahrowi “Disini terdapat beberapa jenis


layanan yang dipakai jenis layanan yang diberikan kepada siswa
tergantung kepada kebutuhan siswa dan perkembangan siswa.”31

29
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
30
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
69

Menurut Ibu Sufira “Jenis layanan bimbingan yang


dilaksanakan sudah berjalan dengan baik tetapi masih harus
diperbaiki”.32

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa jenis layanan


yang diberikan kepada siswa sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan siswa, tetapi dalam implementasi program masih
terdapat kekurangan dan harus melakukan perbaikan dan
meningkatkan kualitas jenis pelayanan.

3. Evaluasi bimbingan pribadi dan sosial


a. Hambatan dalam segi internal dan eksternal

Kriteria yang dilakukan untuk menilai keberhasilan


implementasi program bimbingan pribadi dan sosial mengacu
kepada ketercapaian kompetensi serta terpenuhinya kebutuhan-
kebutuhan siswa. Dalam keseluruhan kegiatan pelayanan penilaian
diperlukan untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektifan
pelayanan bimbingan yang telah dilaksanakan. Untuk keberhasilan
suatu program maka perlu adanya evaluasi.

Program implementasi bimbingan disusun dengan cara


bertahap dan berkesinambungan. Impelementasi bimbingan pribadi
dan sosial tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan dan
direncanakan dikarenakan beberapa hambatan. Dalam pencapaian
tujuan implemantasi bimbingan pribadi dan sosial tidak lepas dari
beberapa hambatan dan kendala maka kendala tersebut dievaluasi
dan dilakukan beberapa perbaikan dan apabila program yang sudah

31
Nahrowi, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 12 Desember
2014.
32
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
70

berjalan dengan baik maka dipertahankan dan dikembangkan untuk


mendapatkan kualitas porgram yang efektif.

Menurut Ibu Fatiah permasalahan yang terjadi dalam segi


internal dan eksternal sebagai berikut:

“Hambatan dalam segi internal walaupun sudah ada 4 guru


BK untuk menangani siswa yang jumlahnya ribuan maka guru BK
tidak dapat memperhatikan kebutuhan siswa secara mendetail
hanya beberapa saja jika siswa bermasalah, jiksegi eksternal yaitu
kurangnya komunikasi antara orang tua dan guru BK dan kurang
terbukanya orang tua terhadap guru BK terhadap permasalahan
siswa, dan tidak ada jadwal yang menentu dalam bimbingan
pribadi dan sosial, jadi bimbingan hanya ada jika pelajaran yang
kosong.”33

Menurut Ibu Sufira hambatan dalam implementasi yaitu :


“Hambatan dalam segi eksternal menjalin hubungan
komunikasi dengan orang tua agar tidak terjadi kesalah pahaman
dan orangtua bersikap terbuka terhadap permasalahan yang
dihadapi siswa. Lalu dalam segi intenal saya sebagai guru BK
berusaha untuk memahami perkembangan siswa sesuai dengan
kebutuhan siswa tidak hanya pada siswa yang bermasalah saja
tetapi juga kepada siswa yang hanya berkonsultasi untuk
mendapatkan bimbingan, melengkapi sarana dan prasarana yang
menunjang dalam bimbingan”. 34
Menurut kepala sekolah Bapak Mathodah kendala/
hambatan dalam implementasi bimbingan pribadi dan sosial
sebagai berikut :

“Kendala fasilitas sarana dan prasarana yang kurang


memadai dalam pelaksanaan bimbingan, menjalin komunikasi
yang baik dengan orang tua siswa tentang permasalahan siswa,
dan karena jumlah siswa yang banyak maka keterbatasan guru BK

33
Fatiah, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 10 Desember 2014.
34
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
71

untuk memantau perkembangan siswa sesuai dengan


kebutuhannya, jadi apabila ada masalah saja guru bk membantu
permasalahan siswa, meskipun ada beberapa yang berkonsultasi
mengenai masalah pribadi namun seharusnya ada tindakan
pencegahan/ preventif sebelum terjadi permasalahan”.35

b. Cara mengatasi hambatan

Menurut Bapak Danang cara mengatasi hambatan


bimbingan yaitu:
“Cara mengatasi hambatan dalam segi internal yaitu
dengan cara guru harus mulai belajar memahami perkembangan
dan kebutuhan siswa secara individu meskipun jumlahnya banyak
tetapi personil BK jumlahnya ada 4 orang jadi kami bekerja sama
dengan stake holder yang lainnya, dan apabila dalam segi
eksternal yaitu dengan selalu berkomunikasi dengan orang tua
tentang perkembangan siswa supaya tidak ada kenjangan dan hal
yang tutupi oleh orang tua mengenai masalah yang dihadapi
siswa”.36
Menurut Ibu Sufira cara mengatasi hambatan bimbingan
yakni:
“Cara mengatasi kendala yang diperoleh dalam bimbingan
pribadi dan sosial ada dua yakni internal dan eksternal, jika dalam
hambatan internal yakni guru BK yang kurang memahami masalah
siswa dan tidak selalu mengetahui keadaan siswa, jika dalam segi
eksternal orang tua yang kurang kooperatif kepada guru BK
mengenai masalah siswa cenderung menutupi masalah siswa,
selanjutanya sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam
pelaksanaan.”37
Menurut Bapak Mathodah cara mengatasi hambatan
bimbingan yaitu :
“Cara mengatasi hambatan dan kendala dengan cara
berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana dalam
pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial, lalu bekerja sama
dengan 4 personil BK, wali kelas, kesiswaan, osis, dan stake

35
Drs. H. Mathodah S, M.Si, Kepala Sekolah, Wawancara Pribadi, 15 Desember
2014.
36
Danang, S.Pd., Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 13
Desember 2014.
37
Sufira Wahyuni, S.Pd., Guru Bimbingan dan Konseling, Wawancara Pribadi, 11
Desember 2014.
72

holder dalam memantau perkembangan sisiwa, dan mejalin


komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Menghimbau
kepada siswa untuk tindakan pencegahan/ preventif sebelum
terjadinya masalah misalnya penyalahgunaan narkoba, HIV aids,
melarang untuk merokok, dll.
Dari kutipan wawancara diatas dapat disimpulkan cara
mengatasi hambatan bimbingan pribadi dan sosial ada 2 segi yaitu
internal dan eksternal, jika dalam segi internal jika guru BK kurang
memahami tentang perkembangan siswa dan kebutuhan siswa
dikarenakan jumlah siswa yang banyak maka guru bk bekerja sama
dengan 1 koordinator BK, dan 3 personil bk bekerja sama dan
dengan bantuan stake holder lainya dalam pelaksanaan bimbingan
pribadi dan sosial, lalu jika segi eksternal maka para guru BK
melakukan pendekatan dengan orang tua menjalin komunikasi
dengan baik untuk mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi
oleh siswa, agar orang tua tidak cenderung menutupi permasalahan
dan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan analisa yang telah penulis lakukan, dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Implementasi bimbingan pribadi dan sosial sudah berjalan cukup
efektif hanya saja dalam pelaksanaan bimbingan belum adanya jadwal
untuk bimbingan guru BK hanya memberikan bimbingan apabila ada
jam pelajaran yang kosong/ guru mata pelajaran berhalangan untuk
mengajar.
2. Dalam pelaksanaan bimbingan personil BK yang berjumlah 4 orang
sudah cukup membantu mengatasi masalah siswa tetapi jika
dibandingkan dengan jumlah siswa yang banyak mengakibatkan guru
BK kurang memahami perkembangan siswa.
3. Pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial hanya jika terjadi
permasalahan pada siswa minimnya siswa yang berkonsultasi untuk
melakukan bimbingan tanpa dipanggil terlebih dahulu, tindakan
preventif/ pencegahan yang kurang dalam implementasi bimbingan
4. Dalam implementasi program bimbingan pribadi dan sosial sarana dan
prasarana yang digunakan kurang memadai untuk menunjang
implementasi program dan ada beberapa yang belum lengkap seperti
teknik menggunakan sosiodrama dan psikodrama dalam bimbingan.
5. Dalam implementasi bimbingan pribadi dan sosial dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di buat secara terpisah tetapi dalam
pelaksanaanya dilaksanakan secara bersamaan dan berkesinambungan
karena seyogyanya bimbingan pribadi dan sosial saling terkait sulit
untuk dipisahkan.

73
74

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran yang mungkin
menjadi bahan pertimbangan dalam implementasi bimbingan pribadi dan
sosial di sekolah sebagai berikut:

1. Bagi Kepala Sekolah


a. Memperbaharui program sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan
siswa
b. Melengkapi fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk
layanan bimbingan pribadi dan sosial
c. Membuat bimbingan yang terjadwal, bimbingan tidak hanya
diberikan pada saat jam pelajaran kosong.
2. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling
a. Berupaya meningkatkan kerja sama dan komunikasi dengan kepala
sekolah, guru bidang studi, juga wali murid sehingga masalah-masalah
yang dihadapi lebih cepat diketahui dan dapat segera diselesaikan.
b. Mengintensifkan pelaksanaan program bimbingan pribadi dan sosial
yang bersifat preventif, remedial teaching, cara berprilaku dengan
guru,siswa dan lingkungan yang baik serta pemberian pemanfaatan
waktu secara efektif.
c. Agar guru BK berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk membuat
jadwal bimbingan pribadi dan sosial.
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan


Nasional, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia,
2003.
Badrujaman, Aip Teori dan Aplikasi Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling,
Jakarta: PT Indeks, 2011.
Sulistyarini dan Mohammad Jauhar, Dasar-Dasar Konseling, Jakarta: Prestasi
Pustaka Karya, 2014.

Aqib, Zainal, Ikhtisar Bimbingan&Konseling di Sekolah, Bandung: Yrama


Widya,2012.

Hallen ,Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Ciputat pers,2002.

Tohirin, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah, Jakarta : Raja Grafindo
Persada 2007.
W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Yogyakarta:
Widiasarana Indonesia,1999.
Salahudin, Anas, Bimbingan dan Konseling, Bandung: CV Pustaka Setia, 2010
Hikmawati, Fenti Bimbingan dan Konseling Jakarta : Rajawali pers, 2010
Slameto, Bimbingan di Sekolah, Jakarta: Bina Aksara, 1988
Surya, HM , Bimbingan dan Konseling, Jakarta:Depdikbud,1997.
Depdiknas. Penataan pendidikan Profesional Konselor Dalam Layanan Bimbingan
dan Konseling Dalam jalur Pendidkan Formal, Jakarta: Departmen
Pendidikan Nasional , 2007
Thantawy, Kamus Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Pamantor,1997
Rahman , Hibana S, Bimbingan &Konseling Pola 17 ,Yogyakarta: Ucy Press, 2003
Gunarsa , Ny.Y.Singgih D., Psikologi Untuk Membimbing, Jakarta : PT BPK Gunung
Mulia, 2000.
Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Malang:volume 1,nomer 1,September
2011.
Partowisastro , Koestoer, Bimbingan & Penyuluhan di Sekolah-Sekolah Jilid I,
Jakarta : Erlangga, 1985
Ahmadi, Abu dan Ahmad Rohani, Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta : PT
Rineka Cipta, 1991.
Sukardi , Dewa ketut dan Desak P.E, Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah,
Jakarta:Rineka Cipta ,2008.

Djumur, L & Surya ,M , Bimbingan dan Penyuluhan Sekolah. Bandung: CV.Ilmu,


2003.

Dewa Ketut Sukardi, Pengantar pelaksanaan program Bimbingan dan konseling di


sekolah ,Jakarta:Rineka cipta, 2008
Yusuf Gunawan dan Catherine Dewi Liman Subroto, Pengantar Bimbingan dan
Konseling Buku Panduan Mahasiswa, Jakarta : PT Gramedia Pustaka utama
1992.
Umar,HM, Santono, Bimbingan dan penyuluhan, Bandung: CV Pustaka, 1998

Asep Suryana dan Suryadi. Modul Bimbingan dan Konseling. Jakarta:Direktur


Jendral Pendidikan Islam,2009

Nana Syaodih Sukmadinata ,Metode Penelitian Pendididikan, Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya, 2006.

Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Ptraktek Jakarta: Rineka Cipta,
2004.

Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendekatan kualitatif dan kuantitatif R & D,


Bandung : Alfabeta, 2009.

Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda


karya, 2011.
INSTRUMEN OBSERVASI BIMBINGAN PRIBADI DAN SOSIAL

Nama Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Hari/Tanggal : Senin, 20 Oktober 2014

No Keterangan Kondisi Keterangan


Memadai Tidak
Memadai
1 Kepala Sekolah 
2 Wakil Kepala sekolah
Bidang Kesiswaan 
3 Guru Bimbingan dan
konseling 
4 Wali kelas 

Lembar Pengamatan (Observasi)


Tabel 5.2
Sarana Materil
No Keterangan Kondisi Keterangan
Memadai Tidak
Memadai
1 Sarana materil (fisik) 
2 Ruangan konselor 
3 Ruangan Bimbingan 
4 Ruangan Konselor 
5 Ruangan konfrensi
kelompok kecil 
6 Ruangan Meditasi

7 Ruangan Layanan
klerikal 
8 Ruangan berkas, kartu
pribadi 

9 Ruangan menyimpan
chard,slide,film 
10 Ruangan layanan
penempatan 
11 Ruangan tes individual 
12 Ruangan kelas bimbingan
kelompok 

Lembar Pengamatan (Observasi)


Tabel 5.3
Anggaran
No Keterangan Kondisi Keterangan
Memadai Tidak
Memadai
1 Pengumpulan data 
tentang siswa
2 Angket 
3 Pedoman Observasi 
4 Pedoman wawancara 
5 Sosiometri 
6 Kartu pemeriksa
kesehatan 
7 Tes psikologi 
8 Penyimpanan data 
tentang siswa
9 Buku 
10 Folders 
11 Booklets 
12 Map 
13 Pelaksanaan bimbingan 
14 Blangko Surat 
15 Kartu Penyuluhan 
16 Daftar kasus 
17 Catatan bimbingan 
kelompok
18 Tata laksanan bimbingan 
19 Alat alat tulis menulis 
20 Blangko surat 
21 Agenda surat 
22 File surat 
23 Laporan 
24 Catatan kegiatan 
BERITA WAWANCARA

“Implementasi Program Bimbingan Pribadi dan Sosial di SMK PUSTEK Serpong”

Identitas Responden:

Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Interviewe :

Jabatan :

1. Apakah sebelum ibu/ bapak melakukan layanan bimbingan memiliki acuan/


landasan program?
2. Siapa saja yang berperan dalam pembuatan program bimbingan?
3. Bagaimana fasilitas BK yang disekolah bapak pimpin?
4. Apakah guru BK yang bertugas disekolah Bapak sesuai dengan latar belakang
pendidikannya?
5. Apakah bapak mengadakan evaluasi dalam implementasi bimbingan pribadi dan
sosial?
6. Kendala apa saja yang dihadapi pada saat implementasi bimbingan pribadi dan
sosial?
PEDOMAN WAWANCARA

“Implementasi Program Bimbingan Pribadi dan Sosial di SMK PUSTEK Serpong”

Identitas Responden:

Hari/Tanggal :

Waktu :

Tempat :

Interviewe :

Kelas :

1. Apa kamu pernah memanfaatkan pelayanan BK?


2. Kapan anda mengikuti kegiatan bimbingan pribadi dan sosial?
3. Dari siapa saja anda mendapatkan bimbingan pribadi dan sosial?
4. Dimana saja kegiatan bimbingan pribadi dan sosial dilaksanakan?
5. Bagaimana bentuk pelaksanaan bimbingan pribadi dan sosial?
6. Apa yang anda peroleh setelah mendapatkan setelah mengikuti bimbingan pribadi
dan sosial?
7. Bagaimana dampak layanan bimbingan pribadi dan sosial yang anda rasakan?
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Bidang Kegiatan Kegiatan
Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian3) Keterangan
Bimbingan Layanan 1) Pendukung2)
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki kemantapan keimanan - Hakekat iman dan taqwa kepada Tuhan Yang
dan ketaqwaan kepada Tuhan Maha Esa
Yang Maha Esa sesuai agama - Mengagumi kebesaran Tuhan melalui
yang dianut ciptaannya
ORIN Bekerja
Bimbingan - Menggali potensi diri untuk mengembangkan APIN Laijapen sama
peranannya dalam kegiatan keagamaan di X, XI, XII INFO
Pribadi HPDT Laijapan dengan guru
sekolah PBLJ Agama
2. Memiliki kemantapan dalam - Hakekat manusia sebagai makhluk Tuhan
melaksanakan kaidah-kaidah - Melaksanakan kaidah-kaidah agama untuk
ajaran agama yang dianut mengembangkan aktualisasi diri
1. Memiliki kemantapan keyakinan - Nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari
tentang aspek-aspek sosial - Peran siswa dalam pembangunan tempat
kehidupan beragama ibadah di sekolah
- Mengembangkan fungsi tempat ibadah di
Bimbingan sekolah ORIN Bekerja
APIN Laijapen sama
Sosial 2. Melaksanakan secara mantap - Toleransi antar umat beragama X, XI, XII INFO
HPDT Laijapan dengan guru
aspek-aspek sosial kehidupan - Mengembangkan kepedulian siswa sesuai PBLJ Agama
beragama ajaran agama yang dianut
- Mengelola organisasi kerohanian siswa
- Cara bergaul dengan teman sesuai dengan
ajaran agama

1
1) Jenis layanan : 2) Jenis Kegiatan Pendukung 3) Tahap Penilaian :
ORIN = layanan Orientasi APIN = Aplikasi Instrumentasi Laiseg = penilaian segera
KPOR = layanan Konseling Perorangan
HPDT = Himpunan Data Laijapen = penilaian jangka pendek
INFO = layanan Informasi
BIKP = layanan Bimbingan Kelompok KFKS = Konferensi Kasus Laijapan = penilaian jangka panjang
PPNL = layanan Penempatan dan Penyaluran KJRM = Kunjungan Rumah
KOKP = layanan Konseling Kelompok ATKS = Alih Tangan Kasus
PBLJ = layanan Pembelajaran

2
2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki kemantapan keyakinan - Belajar seumur hidup
bahwa belajar merupakan - Belajar sebagai wujud ibadah
perintah Tuhan Yang Maha Esa - Belajar menjamin keberhasilan hidup dunia
dan akhirat
2. Memiliki kemantapan keyakinan - Kesuksesan belajar meningkatkan kualitas
Bimbingan INFO Bekerja
bahwa kegiatan belajar yang ibadah APIN Laijapen
Belajar sama
sebaik-baiknya akan - Fungsi ajaran agama di era globalisasi X, XI, XII KPOR
HPDT Laijapan dengan guru
meningkatkan mutu kehidupan KPOK Agama
beragama
3. Mampu mewujudkan secara - Belajar yang efektif dan efisien sesuai ajaran
efektif, efisien dan produktif agama
tentang kegiatan belajar sesuai - Motivasi belajar dalam kehidupan beragama
dengan ajaran agama
1. Memiliki kemantapan keyakinan - Bekerja sebagai bagian dari ibadah
bahwa bekerja dan - Pengembangan sikap positif terhadap karier
pengembangan karir merupakan sesuai ajaran agama
perintah Tuhan Yang Maha Esa
2. Memiliki kemantapan keyakinan - Kesuksesan dalam karier menunjang
bahwa bekerja dan peningkatan ibadah Bekerja
Bimbingan
pengembangan karir dapat - Bekerja untuk ibadah ORIN APIN Laijapen sama
Karir X, XI, XII
meningkatkan kehidupan - Sikap kerja keras dan tawakal dalam bekerja dengan guru
INFO HPDT Laijapan
beragama Agama
3. Mampu mewujudkan secara - Pemilihan karir sesuai dengan ajaran
efektif, efisien dan produktif agama.
tentang pengembangan persiapan - Berdoa sebelum dan sesudah bekerja
karir sesuai dengan ajaran agama - Aplikasi nilai-nilai agama dalam
pengembangan karir

3
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 2. Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagai pria atau wanita

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung

1 2 3 4 5 6 7 8
Bimbingan Memiliki kesadaran pentingnya - Etika pergaulan pria dan wanita ORIN
Pribadi hubungan teman sebaya yang APIN Laijapen Bekerja sama
- Karakteristik sebagai pria dan wanita X, XI, XII PBLJ dengan guru
sehat dalam peranan yang mantap
- Perbedaan peran antara pria dan wanita HPDT Laijapan Biologi
sebagai pria atau wanita BIKP

Bimbingan Mampu menjalin hubungan yang - Etika bergaul dengan lain jenis Bekerja sama
Sosial sehat dan dinamis dengan teman ORIN
- Mengikuti Organisasi Sekolah sesuai APIN Laijapen dengan wali
sebaya dalam peranannya sebagai X, XI, XII INFO kelas dan
pengembangan peranannya sebagai pria
pria atau wanita HPDT Laijapan Wakasek
atau wanita. PBLJ
kesiswaan

Bimbingan 1. Memiliki pemantapan - Pembentukan Kelompok Belajar


Belajar pemahaman tentang - Pemilihan Kegiatan Ekstrakurikuler
pentingnya hubungan teman
sebaya dalam kegiatan belajar - Memilih teman sebaya untuk kelompok
belajar ORIN Laiseg Bekerja sama
APIN dengan
- Bimbingan Teman Sebaya (BTS) X, XI, XII INFO Laijapen
HPDT Wakasek
2. Mampu mewujudkan - Menjaga hubungan baik dengan teman PBLJ Laijapan Kesiswaan
pentingnya hubungan teman sebaya untuk sukses dalam belajar.
sebaya dalam kegiatan belajar - Dampak positif dan negatif hubungan dalam
kelompok belajar

4
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki kemantapan - Manfaat hubungan teman sebaya dalam
pemahaman tentang manfaat pengembangan karir
hubungan teman sebaya - Teman sebagai sebagai sumber informasi
dalam pengembangan karir
perencanaan karir tanpa
membeda-bedakan kedudukan - Pemanfaatan reuni alumni dapat menjadi
Bimbingan Laiseg Bekerja sama
jenis kelamin tertentu dalam sumber informasi kerja INFO APIN
Karir dengan instasi
berkarir X, XI, XII Laijapen
BIKP HPDT terkait dan
2. Mampu mewujudkan - Memilih kegiatan ekstrakurikuler guna Laijapan orang tua
pentingnya hubungan teman pengembangan karir.
sebaya dalam pilihan karir - Kegiatan asah trampil lewat kursus tertentu.
tanpa membeda-bedakan
kedudukan jenis kelamin - Membuat perencanaan masa depan
tertentu dalam berkarir

5
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 3. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung

1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki pemantapan - Tahap-tahap perkembangan masa remaja
pemahaman tentang kondisi - Ciri-ciri pertumbuhan jasmaniah
jasmaniah yang sehat sesuai berdasarkan jenis kelamin.
dengan jenis kelaminnya INFO
- Pertumbuhan remaja yang sehat Laiseg
Bimbingan sebagai pria atau wanita PBLJ APIN
X, XI, XII Laijapen
Pribadi 2. Memiliki kemampuan untuk - Upaya memelihara dan merawat kondisi BIKP HPDT
meme-lihara dan merawat jasmani yang sehat Laijapan
KPOR
kondisi jasmaniah yang sehat - Pola hidup sehat dengan makanan yang
bergizi dan seimbang

1. Menyadari pentingnya kondisi - Teori hubungan social “Jauhari window” dan


jasmani yang sehat dalam aplikasinya
hubungan sosial INFO
- Cara bergaul yang sehat pada remaja.
Bimbingan
PBLJ APIN Laijapen
Sosial - Bahaya narkoba dan sek bebas X, XI, XII
BIKP HPDT Laijapan
2. Mampu menampilkan kondisi - Tampil meyakinkan di depan umum
jasmani yang sehat dalam KOKP
- Cara berpenampilan yang menarik dan
hubungan sosial sehat

6
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki pemahaman yang - Pengaruh antara kesehatan jasmani dan
man-tap tentang pentingnya rohani pada diri anak.
kondisi jasmani yang sehat - Pengaruh kesehatan jasmani dalam
dalam kegiatan belajar motivasi belajar. INFO Laiseg
Bimbingan
APIN
Belajar X, XI, XII PBLJ Laijapen
2. Mampu memelihara dan - Menjaga kondisi fisik agar sehat dalam
HPDT
merawat kondisi jasmani yang belajar BIKP Laijapan
sehat untuk belajar
- Manfaat pola hidup sehat dalam kegiatan
belajar.

1. Memiliki pemahaman yang - Memelihara kesehatan dalam


mantap tentang pentingnya mengembangkan karir
kondisi yang sehat dalam - Mengembangkan kesehatan mampu
pengembangan karir meningkatkan karirt
- Memahami kesehatan mampu menciptakan
karir
Bimbingan INFO
APIN
Karir X, XI, XII PBLJ Laijapen
2. Mampu memelihara dan - Pola makan menentukan masa depan HPDT
merawat kondisi jasmani yang BIKP Laijapan
- Tubuh yang sehat merupakan pangkal
sehat dalam rangka keberhasilan
pengembangan persiapan karir
- Peranan kesehatan jasmani terhadap
kelanjutan studi
- Pengaruh kesehatan jasmani terhadap
prestasi karir

7
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan 4 : Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, dan kesenian sesuai dengan program kurikulum, persiapan karir dan melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan
dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas

Kegiatan Kegiatan
Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Bidang Bimbingan
Kelas Penilaian Keterangan
Layanan Pendukung

1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki kesadaran dan - Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam
dorongan yang kuat untuk tanan kehidupan
menguasai ilmu, teknologi dan
- Pentingnya menuntut ilmu sesuai dengan minat
seni yang menjadi program
dan bakat yang dimilikinya.
sekolah

2. Memiliki kesadaran dan - Informasi Perguruan Tinggi di dalam dan di luar INFO
dorongan untuk menlanjutkan negeri.
ORIN
pendidikan pada tingkat yang APIN Laiseg
- Orientasi Perguruan Tinggi
Bimbingan lebih tinggi PBLJ
- Rencana studi lanjut X, XI, XII HPDT Laijapen
PRIBADI BIKP Bekerjasama
ATKS Laijapan
3. Memiliki kesadaran dan - Konsep karir sesuai potensi yang dimiliki PPNL dengan guru
dorongan untuk TI, alumni
- Pemilihan program studi sekolah lanjutan KPOR dan orang tua
mempersiapkan karir yang
cocok bagi dirinya

4. Memiliki kesadaran dan - Manfaat berorganisasi di masyarakat


dorongan untuk berperan aktif
- Berperan aktif dalam kehidupan masyarakat
dalam kehidupan masyarakat

8
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memahami dan mewujudkan - Kemampuan berkomunikasi
aspek-aspek sosial untuk - Pengenalan berbagai teknologi informasi dan
materi yang dipelajari di SLTA komunikasi
- Perlunya penguasaan teknologi informasi
- Mensikapi perubahan sosial lingkungan sekitar

2. Memahami dan mewujudkan - Pengenalan sistem penerimaan mahasiswa baru di


aspek-aspek sosial dari upaya dalam dan di luar negeri. ORIN
APIN Laiseg
melanjutkan pendidikan yang - Cara mengikuti SPMB INFO
lebih tinggi - Orientasi belajar di Perguruan Tinggi X, XI, XII HPDT Laijapen
Bimbingan PPNL
ATKS Laijapan Bekerjasama
SOSIAL BIKP dengan guru
3. Memahami dan mewujudkan - Pengenalan jenis dan syarat karir TI dan
aspek-aspek sosial dalam - Pengenalan lembaga latihan kerja instansi
mempersiapkan karir - Pengenalan dan wawancara tokoh sukses dalam terkait
masyarakat
4. Memahami dan mewujudkan - Jenis-jenis organisasi dalam masyarakat
aspek-aspek sosial dalam - Taat dan patuh terhadap norma
kehidupan bermasyarakat - Bersikap adil
1. Mampu mempraktikkan cara- APIN Bekerjasama
- Penguasaan penggunaan alat-alat multi media INFO
cara belajar dengan dengan guru
Bimbingan HPDT Laijapen
menggunakan sumber-sumber X, XI, XII KPOR TI dan
BELAJAR - Belajar efektif dan efisien ATKS Laijapan
yang bervariasi, luas dan kaya instansi
PBLJ
KJRM terkait

9
1 2 3
2. Mampu belajar secara optimal - Teknik membaca cepat
untuk menguasai program- - Teknik menghitung cepat
program di SLTA.
- Life skill lulusan SMA

3. Mampu belajar secara optimal - Program dan prospek lanjutan pendidikan SMA
untuk menguasai bekal bagi - Strategi penguasaan materi pelajaran sesuai
program pendidikan lebih INFO
jurusan yang diminati. APIN Laiseg Bekerjasama
tinggi PBLJ dengan guru
- Orientasi belajar di Perguruan Tinggi X, XI, XII HPDT Laijapen mata
PPNL
- Keterampilan belajar ATKS Laijapan pelajaran dan
BIKP instansi
4. Mampu belajar secara optimal - Penguatan mental interpreneurship terkait
untuk pengembangan - Membangun visi dan misi hidup sebagai persiapan
persiapan karir karir.

5. Mampu belajar secara optimal - Modal dasar sukses belajar dan sukses hidup di
untuk kehidupan dalam masa datang
masyarakat - Pemahaman diri dan lingkungan

10
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Mampu mengaitkan - Pengenalan dan informasi bursa kerja
pengetahuan dan keterampilan
- Perencanaan diri dalam pengembangan karir
yang diperoleh di SLTA
dengan karir-karir tertentu.

2. Mampu mengaitkan - Arah program studi yang dikembangkan di sekolah


pengetahuan dan keterampilan
- Profil lulusan setiap program studi
yang diperoleh di SLTA
dengan arah pengembangan - Studi lapangan ke dunia kerja untuk mendapatkan INFO Bekerjasama
APIN Laiseg
karir tertentu gambaran karir. PBLJ dengan wali
Bimbingan
X, XI HPDT Laijapen kelas dan
KARIR PPNL
3. Mampu menyelenggarakan - Menentukan jurusan di Perguruan Tinggi untuk instansi
ATKS Laijapan
pengembangan persiapan karir mempersiapkan karir BIKP terkait
- Keputusan untuk memilih jurusan/program keahlian

4. Mampu memanfaatkan - Identifikasi potensi diri untuk persiapan karir


peranan dalam kehidupan
- Menentukan pilihan karir.
masyarakat yang lebih luas
untuk pengembangan
persiapan karir.

11
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 4 5 6 7 8
Bimbingan 1. Memiliki kemantapan - Kreteria pilihan karir Kerjasama
Pribadi pemahaman tentang perlunya dengan:
- Macam-macam jabatan dan cara-cara
pilihan karir yang tepat untuk pemilihan karir. ORIN Laiseg 1. PT
dikembangkan lebih lanjut APIN
- Pengembangan karir. X, XI, XII INFO Laijapen 2. Alumni
HPDT
BIKP Laijapan 3. Lembaga
yang
terkait
Bimbingan 1. Memiliki kemantapan tentang - Karier Day
Sosial pemahaman pengaruh sosial - Pengaruh hubungan sosial dalam pemilihan
terhadap pemilihan karir karir. Kerjasama
ORIN APIN Laiseg
- Informasi dunia kerja dengan:
X, XI, XII INFO HPDT Laijapen
2. Mewujudkan pengaruh - Pengembangan jiwa kewirausahaan 1. Bursa kerja
sosial yang positif dalam PPNL ATKS Laijapan
- Pengenalan dunia kerja guna pengembangan
pemilihan karir
karir.
- Kunjungan ke PT dan BLK
Bimbingan 1. Memiliki pemahaman tentang - Peranan kegiatan belajar dalam pilihan karir ORIN APIN Laijapen Bekerjasama
Belajar peranan kegiatan belajar X, XI, XII dengan Guru MP
dalam pemilihan karir KPOR HPDT Laijapan dan wali kelas

12
2. Mampu mewujudkan kegiatan - Pentingnya belajar dalam persiapan karir. PPNL
peranan belajar dalam rangka
pilihan karir

13
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki pemahaman tentang - Berbagai jenis karir dan permasalahannya
aspek-aspek yang terkait
dengan berbagai jenis karir

2. Mampu mengidentifikasi - Identifikasi aspek-aspek karir tertentu yang


keserasian karakteristik diri menjadi alternatif pilihan karir.
sendiri dengan aspek-aspek - Identifikasi karakteristik diri dalam kaitan
berbagai jenis karir pilihan karir.
- Peran minat dalam pengembangan karir

3. Mampu mengambil keputusan - Cara pengambilan keputusan dan


Bimbingan tentang pilihan karir pengembangan karir Semua Semua Bekerjasama
Karir Semua tahap
X, XI, XII jenis kegiatan dengan Orang-
penilaian
4. Mampu mengarahkan dirinya - Pemilihan kegiatan belajar yang sesuai pilihan layanan pendukung orang sukses
melalui kegiatan belajar dan karir
lainnya sesuai dengan pilihan - Jadwal dan program kegiatan belajar yang
karir mengarah pada pilihan karir.

5. Memiliki sikap dan semangat - Sikap dan semangat dalam kewirausahaan


kewirausahaan

6. Menguasai keterampilan - Pengenalan lembaga-lembaga kursus


khusus kejuruan dalam karir keterampilan sesuai pilihan karir.
yang dipilihnya (khusus siswa
SMK)

14
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 4 5 6 7 8
Bimbingan 1. Memiliki gambaran yang - Pemahaman sikap hidup mandiri secara
Pribadi mantap tentang kehidupan emosional, intelektual, sosial, dan ekonomi.
mandiri secara emosional, - Beradaptasi dengan lingkungan secara mandiri
sosial, intelektual dan ekonomi
- Hubungan yang sehat dan saling hormat ORIN
menghormati antar sesama. APIN Laiseg
X, XI, XII INFO
HPDT Laijapan
2. Memiliki sikap yang mantap - Sikap hidup mandiri di era globalisasi. BIKP
untuk mewujudkan kehidupan - Sikap kewirausahaan
mandiri secara emosional,
sosial intelektual dan ekonomi - Membangun sikap usaha mandiri dalam
perkembangan Ilmu Pengetahuan.

Bimbingan 1. Memiliki kemantapan - Kemandirian secara sosial dan emosional


Sosial gambaran tentang aspek- dalam kehidupan
aspek sosial dalam kehidupan - Kehidupan mandiri secara ekonomi
mandiri secara emosional, Bekerjasama
sosial, intelektual dan ekonomi - Peran intelektual dalam kehidupan mandiri. ORIN
APIN Laiseg dengan Guru
X, XI, XII INFO Ekonomi dan
2. Memiliki kemampuan untuk - Pengambilan keputusan dalam menghadapi HPDT Laijapan Pembina
mewujudkan aspek-aspek masalah BIKP
Koperasi
sosial dalam kehidupan - Pengelolaan kehidupan ekonomi yang baik
mandiri secara emosional,
sosial, intelektual dan ekonomi

15
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki pemahaman tentang - Aspek-aspek belajar
aspek-aspek belajar untuk - Pengenalan IQ, EQ, SQ, dan AQ
mengembangkan kehidupan
mandiri secara emosional, - Manfaat tes psikologis Bekerjasama
Bimbingan BIKP Laiseg
sosial, intelektual dan ekonomi APIN dengan orang
Belajar X, XI, XII PBLJ Laijapen tua, wali kelas,
2. Mampu mewujukan aspek- - Cara belajar efektif dan efisien HPDT dan instansi
aspek belajar dan kegiatan KOKP Laijapan
- Kebiasaan belajar mandiri terkait
belajar dalam kehidupan
mandiri secara emosional, - Pengembangan aspek-aspek belajar dalam
sosial, intelektual dan ekonomi kehidupan mandiri
1. Memiliki pemahaman tentang - Pembentukan konsep diri
keterkaitan kehidupan mandiri
- Visi hidup yang jelas
secara emosional, sosial,
intelektual dan ekonomi - Jenis-jenis pekerjaan (sesuai KJI)
dengan berbagai jenis karir - Persyaratan emosional, sosial, intelektual
dalam dunia kerja.
Bimbingan
Karir - Perolehan ”gaji” dalam suatu pekerjaan Bekerjasama
dengan BLK
2. Mampu mengaitkan kehidupan - Ambisi, kenyataan, dan usaha ORIN
APIN Laiseg
mandiri secara emosional, X, XI, XII INFO
- Disiplin diri dan kesuksesan dalam bekerja
sosial, intelektual dan ekonomi HPDT Laijapan
dengan karir yang dipilihnya - Menumbuhkan motivasi kerja dalam meraih BIKP
cita-cita
- Mewujudkan cita-cita
3. Mampu mengembangkan - Harapan dan peluang meraih pekerjaan
kemandirian diri secara
- Kunjungan ke balai latihan kerja
emosional, sosial, intelektual
dan ekonomi sesuai dengan - Kunjungan ke industri sesuai pilihan karir
karir yang dipilihnya - Memilih pekerjaan sesuai potensi diri.
16
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Tugas Perkembangan : Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 4 5 6 7 8
- Cara kehidupan
1. Memiliki gambaran yang keluarga,bermasyarakat,berbangsa dan
mantap tentang kehidupan bernegara.
berkeluarga, bermasyarakat, * Keluarga sejahtera
berbangsa dan bernegara * Peranan masing-masing anggota keluarga
dalam kehidupan sehari-hari. ORIN
Bimbingan * Nilai-nilai kehidupan dalam bermasyarakat.
Pribadi INFO APIN Laiseg Bekerjasama
- Sikap untuk mengarahkan diri bagi terwujudnya dengan Guru
2. Memiliki sikap yang mantap PBLJ HPDT Laijapan
kehidupan yang sehat . PPkn
untuk mengarahkan diri bagi
* Nilai atau norma yang berlaku di keluarga, BIKP
terwujudnya kehidupan yang
masyarakat dan negara.
sehat untuk berkeluarga,
* Adat istiadat / Budaya.
bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
- Aspek-aspek sosial dalam kehidupan
1. Memiliki kemantapan gambaran
berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan ORIN
Bimbingan tentang aspek-aspek sosial Bekerjasama
bernegara. APIN Laiseg
Sosial dalam kehidupan berkeluarga, INFO dengan Guru
* Pengertian aspek sosial
bermasyarakat, berbangsa, dan HPDT Laijapan Sosiologi
* Peranan dan fungsi anggota keluarga, BIKP
bernegara
masyarakat .

17
- Penerapan aspek-aspek sosial dalam
2. Memiliki kemampuan untuk
Kehidupan keluarga , masyarakat, bangsa dan
mewujudkan tentang aspek-
negara.
aspek sosial dalam kehidupan
berkeluarga, bermasyarakat,  Kerja sama dalam kehidupan keluarga,
berbangsa dan bernegara masyarakat, bangsa dan negara.
 Toleransi dalam kehidupan keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara.

18
1 2 3 4 5 6 7 8
- Belajar tentang kehidupan keluarga,
1. Memiliki kemantapan masyarakat, bangsa, dan negara.
gambaran dan sikap tentang
* Sikap belajar untuk kehidupan keluarga ,
aspek-aspek belajar untuk
masyarakat, bangsa dan negara.
berkehidupan berkeluarga,
* Hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga,
bermasyarakat, berbangsa,
masyarakat, dan warga negara. ORIN
dan bernegara
Bimbingan APIN Laiseg
Cara membangun kehidupan keluarga, X, XI, XII INFO
Belajar 2. Mampu mewujudkan aspek- HPDT Laijapen
masyarakat, bangsa dan negara. BIKP
aspek dan kegiatan belajar
 Kesadaran belajar dalam kehidupan
untuk membangun kehidupan
keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
berkeluarga, bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara  Motivasi belajar dalam kehidupan keluarga,
masyarakat, bangsa dan negara.

- Cara mewujudkan aspek-aspek karir dalam


1. Memiliki kemantapan kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan
pemaham-an pemantapan
negara.
gambaran dan sikap aspek-
* Pemilihan karir secara tepat .
aspek karir yang terkait
* Pengembangan karir yang sehat .
dengan kehidupan
INFO
berkeluarga, bermasyarakat, APIN Laiseg Bekerjasama
Bimbingan berbangsa, dan bernegara X, XI, XII PBLJ dengan Guru
Karir - Membuat perencanaan masa depan tentang HPDT Laijapen Ekonomi
2. Mampu mengembangkan diri BIKP
kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan
untuk karir yang dipilihnya
negara.
berkenaan dengan kehidupan
* Menyusun rencana karir.
berkeluarga, bermasyarakat,
* Membuat keputusan dalam pemilihan karir..
bernegara dan berbangsa

19
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 8. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta apresiasi seni

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Memiliki kemantapan kesadaran - Komunikasi sosial dan intelektual
tentang pentingnya komunikasi - Komunikasi intelektual sebagai sarana
sosial dan intelektual secara aktualisasi diri.
efektif, efisien dan produktif Laiseg
Bimbingan INFO APIN
X, XI, XII Laijapen
Pribadi 2. Memiliki kemantapan kesadaran - Melestarikan budaya dan seni dalam BIKP HPDT
tentang pentingnya apresiasi seni kehidupan sehari-hari Laijapan
- Menyalurkan bakat dan minat pada bidang
seni

1. Memiliki kemantapan pemahanan - Mengembangkan sikap positif dalam


tentang aspek-aspek sosial dalam berkomunikasi baik sosial maupun intelektual
berkomunikasi sosial dan - Mengembangkan kemampuan apresiasi seni
Bimbingan intelektual serta apresiasi seni Laiseg Bekerjasama
INFO APIN dengan media
Sosial X, XI, XII Laijapen
2. Mampu mewujudkan tentang - Etika berkomunikasi baik lisan maupun tulisan BIKP HPDT massa
aspek-aspek sosial dalam Laijapan
berkomunijkasi sosial dan
intelektual serta apresiasi seni.

Bimbingan
1. Memiliki kemantapan pemahaman - Kreatif dan inovatif dalam berkomunikasi sosial, Laiseg
tentang aspek-aspek belajar intelektual serta apresiasi seni INFO APIN Bekerjasama
Belajar X, XI, XII Laijapen dengan Guru
dalam berkomunikasi sosial dan BIKP HPDT
intelektual serta apresiasi seni MP
Laijapan

20
2. Mampu mewujudkan aspek-aspek - Mempergunakan alat-alat komunikasi dalam
dan kegiatan belajar dalam berkomunikasi sosial dan intelektual.
berkomunikasi sosial dan - Internet sebagai sarana berlajar berkomunikasi
intelektual, serta apresiasi seni
- Lomba karya ilmiah remaja

21
2 3
1 4 5 6 7 8
3. Mampu mewujudkan aspek-aspek - Mempergunakan alat-alat komunikasi dalam
dan kegiatan belajar dalam berkomunikasi sosial dan intelektual.
berkomunikasi sosial dan - Internet sebagai sarana belajar berkomunikasi
intelektual, serta apresiasi seni
- Lomba karya ilmiah remaja

1. Memiliki kemantapan - Pentingnya berkomunikasi sosial dan


pemahaman tentang pentingnya intelektual serta aspirasi seni dalam
berkomunikasi sosial dan pengembangan karir.
intelektual serta apresiasi seni
- Sikap yang tepat dan benar dalam
dalam pekerjaan dan
bersosialisasi dalam dunia kerja/karir.
pengembangan karir
Bimbingan - Sistem nilai yang berkaitan dengan dunia Laiseg
INFO APIN Bekerjasama
Karir kerja. X, XI, XII Laijapen dengan dunia
BIKP HPDT usaha
2. Mampu mengembangkan diri - Pengembangan diri dalam berkomunikasi Laijapan
dalam berkomunikasi sosial dan sosial dan intelektual berkenaan dengan karir
intelektual dan atau apresiasi yang dimiliki.
seni berkenaan dengan karir
- Berkomunikasi yang efektif dan efisien
yang dimiliki
- Bersosialisasi yang baik dengan menunjang
perkembangan dan kesuksesan karir.

22
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI

Jenjang Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Sub Tugas Perkembangan : 9. Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai

Bidang Kegiatan Kegiatan


Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kelas Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 4 5 6 7 8
Memiliki kemantapan kesadaran - Sistem etika dan nilai dalam berbagai setting
tentang pentingnya sistem etika dan kehidupan. ORIN
Bimbingan nilai serta penerapannya secara tepat APIN Laijapen
- Penerapan etika dan nilai dalam berbagai X, XI, XII INFO
Pribadi dalam berbagai setting kehidupan.
setting kehidupan HPDT Laijapan
PBLJ
- Etika bergaul dalam masyarakat

1. Memiliki kemantapan - Pengendalian diri dalam menghadapi konflik


pemahaman tentang aspek- - Pengenalan norma yang berlaku di
aspek sosial dalam sistem etika masyarakat
dan nilai
Bimbingan - Bergaul sesuai dengan norma yang berlaku di
masyarakat. Semua
Sosial Semua jenis Semua jenis
X, XI, XII kegiatan
- Menghargai perbedaan pendapat layanan penilaian
pendukung

2. Mampu mewujudkan tentang - Norma-norma yang berlaku di masyarakat


aspek-aspek sosial dalam sistem - Nilai-nilai kehidupan
etika dan nilai

23
2 3
1 4 5 6 7 8
Bimbingan 1. Memiliki kemantapan pemaham- - Aspek belajar dalam sistem etika dan nilai
Belajar an tentang aspek-aspek belajar
dalam sistem etika dan nilai
INFO
Semua
2. Mampu mewujudkan aspek- - Penerapan aspek kegiatan belajar dalam Semua jenis
X, XI, XII PBLJ kegiatan
aspek dan kegiatan belajar sistem etika dan nilai. penilaian
pendukung
dalam sistem etika dan nilai BIKP
serta penerapannya dalam
berbagai setting kehidupan

Bimbingan 1. Memiliki kemantapan - Petingnya sistem etika dan nilai dalam


Karir pemahaman tentang pentingnya pekerjaan dan pengembangan karir.
sistem etika dan nilai dalam
- Etika dan nilai dalam pemilihan pekerjaan
pekerjaan dan pengembangan
dan proses pengembangan karir.
karir
- Pentingnya kebersamaan dalam lingkungan
kerja Semua
Semua jenis Semua jenis
X, XI, XII kegiatan
2. Mampu mewujudkan sistem - Sikap dalam bekerja dan pengembangan layanan penilaian
pendukung
etika dan nilai dalam pekerjaan karir
dan pengembangan karir
- Perilaku yang bersahabat, terbuka dan luwes
dalam bergaul
- Bekerja dengan penuh tanggung jawab
- Semangat juang dan etos kerja.
Serpong Utara, 14 Juli 2014
Mengetahui Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling
Kepala Sekolah SMK PUSTEK Serpong

Drs. H. Mathodah S, M.Si Danang Setyogroho, S.Pd

24
LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT)
SMK PUSTEK SERPONG

A. IDENTITAS SISWA
1. Nama Siswa : …………………………………………………………………………………
2. Kelas : …………………………………………………………………………………
3. Jenis Kelamin : …………………………………………………………………………………
4. Alamat : …………………………………………………………………………………
5. Nama Orangtua : …………………………………………………………………………………
6. No. Telp Orangtua : …………………………………………………………………………………

B. PERMASALAHAN SISWA
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

C. TUJUAN HOME VISIT


………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

D. PELAKSANAAN KUNJUNGAN RUMAH


1. Hari / Tanggal Pelaksanaan : …………………………………………………………………………..
2. Yang ditemui : …………………………………………………………………………..

E. HASIL HOME VISIT


………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

F. TINDAK LANJUT
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………

Serpong Utara, …………………


Guru Pembimbing/ Wali Kelas

…………………………………….
Mengetahui,
Guru BP/BK PKS Kesiswaan

……………….. Ridwan, SE
PROGRAM TAHUNAN
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SEKOLAH/MADRASAH : ……………………………… TAHUN AJARAN : ………………………………..


KELAS : …………………………….. KONSELOR : ………………………………..

No Kegiatan Materi Bidang Pengmbangan


Pribadi Sosial Belajar Karir
1 2 3 4 5 6
1. Layanan Orientasi Objek-objek Objek-objek Objek-objek Objek-objek
penngembangan pribadi pengmbangan kemampuan impiementasa karir
hubungan social belajar

(1) (2) (3) (4)


2. Layanan Informasi Informasi tentang Informasi tentang Informasi Informasi tentang
perkembangan,potensi, potensi, tentang potensi, potensi, kemampuan,
kemampuan dan kondisi kemampuan dan kemampuan, arah dan kondisi karir
diri kondisi diri kegiatan dan
hasil belajar

(5) (6) (7) (8)


3 Layanan Penempatan/Penyaluran Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan Penempatan dan
penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk penyaluran untuk
pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan
kemampuan pribadi kemampuan social kemampuan kemampuan karir
belajar
(9) (10) (11) (12)
4 Layanan Penguasaan Konten Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan Kompetensi dan
kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam kebiasaan dalam
kehidupan pribadi kehidupan sosial kegiatan serta pengembangan karir
penguasaan
bahan belajar
(13) (14) (15) (16)
No Kegiatan Materi Bidang Pengmbangan
Pribadi Sosial Belajar Karir
1 2 3 4 5 6
5 Layanan Bimbingan dan Konseling Masalah pribadi: dalam Masalah pribadi: Masalah pribadi: Masalah pribadi:
Perorangan kehidupan sosial dalam kehidupan dalam dalam pengembangan
sosial kemampuan, karir
kegiatan dan
hasil belajar

(17) (18) (19) (20)


6 Layanan Bimbingan Kelompok Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang: Topik tentang:
Kemampuan dan kondisi Kemampuan dan Kemampuan, Kemampuan dan arah
pribadi kondisi hubungan kegiatan dan karir
sosial hasil belajar
(21) (22) (23) (24)
7 Layanan Bimbingan dan Konseling Masalah pribadi: dalam Masalah pribadi; Masalah pribadi; Masalah pribadi:
Kelompok kehidupan pribadi dalam kehidupan dalam dalam pengembangan
sosial kemampuan karir
kegiatan belajar

(25) (26) (27) (28)


8 Layanan Konsultasi Pemberdayaan pihak Pemberdayaan Pemberdayaan Pemberdayaan pihak
tertentu untuk dapat pihak tertentu pihak tertentu tertentu untuk dapat
membantu peserta didik untuk dapat untuk dapat membantu peserta
dalam pengembangan membantu peserta membantu didik dalam
pribadi didik dalam peserta didik pengembangan karir
pengembangan dalam
kemampuan sosial pengembangan
kemampuan
belajar

(29) (30) (31) (32)


No Kegiatan Materi Bidang Pengmbangan
Pribadi Sosial Belajar Karir
1 2 3 4 5 6
10 Aplikasi Instrumentasi Instrument tes dan non Instrument tes dan Instrumen tes Instrumen tes dan
tes untukmengungkapkan non tes untuk dan non tes non tes untuk
kondisi dan masalah mengungkapkan untuk mengungkapkan
pribadi peserta didik kondisi dan mengungkapkan kondisi dan masalah
masalah hubungan kondisi dan karir peserta didik
sosial peserta didik masalah belajar
peserta didik
11 (37) (38) (39) (40)
Himpunan Data Data perkembangan, Data Data Data kemampuan,
kondisi dan lingkungan perkembangan, kemampuan, arah dan persiapan
diri pribadi kondisi hubungan kegiatan dan karir
dan lingkungan hasil belajar
sosial
(41) (42) (43) (44)
12 Konferensi Kasus Pembahasan kasus-kasus Pembahasan Pembahasan Pembahasan kasus-
masalah pribadi tertentu kasus-kasus kasus-kasus kasus masalah karir
yang dialami peserta masalah sosial masalah belajar tertentu yang dialami
didik tertentu yang tertentu yang peserta didik
dialami peserta dialami peserta
didik didik

(45) (46) (47) (48)


13 Kunjungan Rumah Pertemuan dengan orang Pertemuan dengan Pertemuan Pertemuan dengan
tua, keluarga, peserta orangtua, keluarga, dengan orang orangtua, keluarga,
didik yang mengalami peserta didik yang tua, keluarga, peserta didik yang
masalah pribadi mengalami peserta didik mengalami masalah
masalah sosial yang mengalami karir
masalah belajar
(49) (50) (51) (52)
No Kegiatan Materi Bidang Pengmbangan
Pribadi Sosial Belajar Karir
1 2 3 4 5 6
14 Tampilan Kepustakaan Bacaan dan rekaman Bacaan dan
tentang perkembangan rekaman tentang
dan kehidupan pribadi perkembangan dan

(53)
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI (SMK)

Kelas : X Semester : I dan II Tugas Perkembangan 1: Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa

Bidang Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kegiatan Kegiatan Penilaian Keterangan
Bimbingan Layanan Pendukung
1 2 3 5 6 7 8

Pribadi Memiliki kemantapan keimanan 1. Kebiasaan hidup yang berperilaku Informasi Semua Laiseg Buku BK
dan ketaqwaan kepada Tuhan positip kegiatan Laijapen Buku agama
Yang Maha Esa sesuai agama 2. Kebiasaan hidup menjalankan perintah pendukung Laijapang
yang dianut agama yang dianut
3. Kebiasaan hidup yang mencerminkan
toleransi beragama
4. Mengagungi kebesaran Tuhan melalui
ciptaannya

Pribadi Memiliki kemantapan keimanan 1. Mengikuti kegiatan keagamaan Informasi Semua Laiseg Buku BK
dan ketaqwaan kepada Tuhan 2. Membiasakan diri mendengarkan kegiatan Laijapen Buku agama
Yang Maha Esa sesuai agama ceramah agama ceramah agama pendukung Laijapang
yang dianut 3. Agama sebagai pedoman hidup
4. Mengembangkan SQ

1
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI (SMK)

Kelas : Semester : Tugas Perkembangan 2: Mencapai kematangan dalam hubungan teman


sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagai
pria atau wanita

Bidang Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kegiatan Kegiatan Penilaian Keterangan
Bimbinga Layanan Pendukung
n
1 2 3 5 6 7 8

Pribadi Memiliki kesadaran 1. Etika dalam bergaul antara pria Informasi Himpunan Laiseg Buku
pentingnya hubungan teman dan wanita data Laijapen sumber
sebaya yang sehat dalam 2. Perasaan wanita lebih peka Aplikasi Laijapang tentang
peranan yang mantap dibandingkan dengan pria Instrumen keagamaan
sebagai pria dan wanita 3. Bergaul sebagai kebutuhan -tasi
aktualisasi diri
4. Nilai-nilai hubungan teman
sebaya

2
SILABUS PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS KOMPETENSI (SMK)

Kelas : Semester Tugas Perkembangan 3: Mencapai kematangan pertumbuhan – pertumbuhan


jasmanin yang sehat

Bidang Rumusan Kompetensi Materi Pengembangan Kompetensi Kegiatan Kegiatan Penilaian Keterangan
Bimbinga Layanan Pendukung
n
1 2 3 5 6 7 8

Pribadi Memiliki kemantapan pemahan 1. Perkembangan jasmani yang sehat bagi Informasi Aplikasi Laiseg
tentang kondisi jasmani yang pria dan wanita Instrumentasi Laijapen
sehat sesuai dengan jenis 2. Perbedaan perkembangan jasmani antara Laijapang
kelaminnya sebagai wanita dan pria dan wanita
pria 3. Tahap perkembangan jasmani remaja
akhir

Pribadi Memiliki kemampuan untuk 1. Pengertian hidup sehat Informasi Aplikasi Laiseg
memelihara dan merawat kondisi 2. Jenis makanan yang mengandung 4 sehat Instrumentasi Laijapen
jasmaniah yang sehat yang dianut 5 sempurna Alih tangan Laijapang
3. Manfaat olah raga bagi kesehatan kasus
jasmani
4. Perawatan tubuh

3
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DANKONSELING

Tugas Perkembangan I
Mencapai Kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sekolah : SMK
Kelas/Semester : X / II
Tahun : 2014 - 2015

A. Bahasan/
Topik/Permasalahan : Kebiasaan hidup yang berperilaku positip
B. Bidang Bimbingan : Pribadi
C. Jenis Layanan : Informasi
D. Fungsi Layanan : Pemahaman
E. Kompetensi yang ingin
Dicapai : Memiliki kematangan dalam melaksanakan kaidah-
kaidah ajaran agama yang dianut
F. Uraian Kegiatan :
1. Strategi Penyajian : Klasikal

2. Materi : 1. Arti penting doa sebelum dan sesuadah belajar


2. Manfaat memberi salam, sapa dan senyum
3. Berkomunikasi dengan bahasa sopan dan santun
4. Berpakaian rapi dan sopan

G. Tempat Penyelenggaraan : Kelas


H Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
I. Pihak yang Disertakan/
Peran : Guru Pembimbing
J. Alat dan Perlengkapan : OHP, buku-buku keagamaan
K. Rencana Penilaian : Layseg, layjapen, layjapan
Rencana Tindak Lanjut : a. Konseling kelompok
b. Interaksi antar pribadi siswa
c. Perilaku di dalam dan di luar kelas
L. Catatan Khusus : Jika muncul masalah baru dibuat rencana layanan
lainnya

Serpong Utara, ........................


Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Drs. H. Mathodah S, M.Si ...............................................

4
PENILAIAN KEBERHASILAN
LAYANAN BK

Tugas Perkembangan 1 : Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa


kepada Tuhan YME
Kelas/Semester : X/2
Bidang bimbingan : Pribadi
Jenis layanan : Informasi
Topik Bahasan : Kebiasaan hidup yang berperilaku positip
Isi Materi : 1. Arti penting doa sebelum dan sesuadah belajar
2. Manfaat memberi salam, sapa dan senyum
3. Berkomunikasi dengan bahasa sopan dan santun
4. Berpakaian rapi dan sopan

Penilaian : Laiseg, laijapen, laijapang


Instrumen penilaian : Angket
Observasi

I. Angket

No Pernyataan Jawaban
Sering Kadang2 Tdk pernah
1. Melakukan doa sebelum dan sesudah belajar
dengan sungguh-sungguh
2. Ketika berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan
YME
3. melakukan doa sebelum dan sesudah belajar
akan tertib jika ada guru
4. Setiap berangkat /pulang sekolah mengucapkan
salam kepada yang di rumah
5. Menyapa setiap bertemu dengan teman, guru
dan seluruh personil sekolah
6. Apakah Anda termasuk orang yang mudah
tersenyum
7. Merasa jengkel mendengar perkataan teman
yang kotor dan jorok
8. Mudah bergaul dengan siapa saja
9. Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan
santun dengan siapa saja
10. Merasa tidak bebas ketika berpakaian tidak
rapi
11. Merasa kesal kepada teman yang
berpenampilan tidak rapi
12. Menyetujui apabila ada teman yang berpakaian
tidak memenuhi aturan yang berlaku diberi
sanksi.

5
II. Observasi

1. Memahami arti penting doa sebelum dan sesudah belajar:


a. Mengamati siswa di kelas pada awal pelajaran
b. Mengamati siswa di kelas pada akhir pelajaran
2. Memahami manfaat memberi salam, sapa dan senyum
Mengamati siswa sebelum mulai pelajaran
3. Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan santun
Mengamati siswa pada jam istirahat
4. Berpakaian rapi dan sopan
Mengamati siswa pada jam istirahat.

6
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DANKONSELING

Tugas Perkembangan II
Mencapai Kematangan Dalam Sistem Etika dan Nilai

Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Kelas/Semester : X / II
Tahun : 2014 - 2015

A. Bahasan/
Topik/Permasalahan : Nilai-nilai hubungan teman sebaya
B. Bidang Bimbingan : Pribadi
C. Jenis Layanan : Informasi
D. Fungsi Layanan : Pemahaman
E. Kompetensi yang ingin
Dicapai : Memiliki kesadaran pentingnya hubungan teman sebaya
yang sehat dalam peranannya
F. Uraian Kegiatan :
1. Strategi Penyajian : Klasikal (cermah, tanya jawab)

2. Materi : 1 Pengertian pergaulan yang sehat


2. Perkembangan emosi pria dan wanita
3. Nilai-nilai hidup sebagai makhluk sosial
4. Masalah gender dalam pekerjaan siswa
G. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas
H Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
I. Pihak yang Disertakan/
Peran : Rekan guru konseling
J. Alat dan Perlengkapan : OHP, buku sumber, transparan
K. Rencana Penilaian : Angket dan observasi
Rencana Tindak Lanjut : Bimbingan kelompok
a. Interaksi dalam diskusi
b. Komunikasi antar teman
c. Adanya saling pengertian
L. Catatan Khusus : Bila menemukan gejala yang perlu ditindaklanjuti dibuat
perencanaan pelayanan berikutnya

Serpong Utara, ......................


Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Drs. H. Mathodah S, M.Si ...........................................

7
PENILAIAN KEBERHASILAN
LAYANAN BK

Tugas Perkembangan 2 : Mencapai kematangan dalam hubungan teman sebaya


serta kematangan dalam peranannya sebagai pria atau
wanita
Kelas/Semester : X/2
Bidang bimbingan : Pribadi
Jenis layanan : Informasi
Topik Bahasan : Nilai-nilai hubungan teman sebaya
Isi Materi : 1. Pengertia pergaulan yang sehat
2. Perkembangan emosi pria dan wanita
3. Nilai-nilai hidup sebagai makhluk sosial
4. Masalah gender dalam pekerjaan siswa
Penilaian : Laiseg, laijapen, laijapang
Instrumen penilaian : Angket
Observasi

I. Angket

No Pernyataan Jawaban
Sering Kadang2 Tdk pernah
1. Mengeluarkan kata-kata kotor terhadap teman
2. Merasa dikucilkan oleh teman di kelas
3. Menolak ajakan teman untuk melakukan
perbuatan yang buruk
4. Dipercaya untuk memimpin dalam kelompok
tertentu
5. Menerima besar hati ketika tidak terpilih dalam
kegiatan tertentu
6. Menghargai prestai seseorang tanpa
membedakan jenis kelamin
7. Mengakui perbedaan tingkat emosi pria dan
wanita
8. Saling menjaga dan menghargai ketika bergaul
dengan lawan jenis
9. Merasa canggung ketika bergaul dengan lawan
jenis
10. Jenuh dan bosan ketika kerja kelompok dalam
satu jenis
11. Berteman tanpa membedakan latar
belakangnya
12. Menolong orang hanya karena ikhlas
13. Mengecewakan niat baik seseorang
14. Selalu kerjasama saat mengerjakan tugas
kelompok
15. Memberikan bantuan saat teman mengalami
musibah
8
16. Merasa tidak puas bila ketua kelasmu
perempuan
17. Merasa kasihan bila perempuan mengerjakan
tugas yang berat
18. Mengucapkan selamat kepada perempuan yang
berprestasi
19. Menyukai wanita karir yang meninggalkan
tugas seorang ibu
20. Mencela hasil pekerjaan perempuan

II. Observasi

No Sasaran Observasi Hasil Observasi

1. Sikap pergaulan yang sehat di dalam dan di luar kelas


2. Sikap dan tingkah laku perkembangan emosi pria dan
wanita dalam diskusi dan tugas kelompok
3. Sikap dan perilaku dalam melaksanakan nilai-nilai hidup
sebagai makhluk sosial. Contoh kegiatan Jumat bersih
4. Sikap positip dalam masalah gender pada kegiatan piket
harian

9
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Tugas Perkembangan III


Mencapai Kematangan Pertumbuhan jasmani yang sehat

Sekolah : SMK PUSTEK Serpong


Kelas/Semester : X / II
Tahun : 2014 - 2015

A. Bahasan/
Topik/Permasalahan : Manfaat olah raga bagi kesehatan jasmani
B. Bidang Bimbingan : Pribadi
C. Jenis Layanan : Informasi
D. Fungsi Layanan : Pemahaman
E. Kompetensi yang ingin
Dicapai : Siswa mampu memahami manfaat olahraga bagi
kesehatan jasmani
F. Uraian Kegiatan :
1. Strategi Penyajian : Klasikal (cermah, tanya jawab)

2. Materi : 1 Macam-macam jenis olahraga


2. Akibat kurang olah raga
3. Manfaat dari masing-masing olahraga

G. Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas


H Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
I. Pihak yang Disertakan/
Peran : -
J. Alat dan Perlengkapan : OHP, buku sumber, transparan
K. Rencana Penilaian : Observasi dan angket
Rencana Tindak Lanjut : Konseling
L. Catatan Khusus :

Serpong Utara, ..........................


Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Drs. H. Mathodah S, M.Si ....................................

10
PENILAIAN KEBERHASILAN
LAYANAN BK

Tugas Perkembangan 3 : Mencapai kematangan pertumbuhan jasmani yang sehat


Kelas/Semester : X/2
Bidang bimbingan : Pribadi
Jenis layanan : Informasi
Topik Bahasan : Manfaat olahraga bagi kesehatan jasmani
Isi Materi : 1. Macam-macam jenis olahraga
2. Manfaat dari masing-masing olahraga
3. Akibat kurangnya olahraga
Penilaian : Laiseg, laijapen, laijapang
Instrumen penilaian : Angket
Observasi

I. Angket

No Pertanyaan Ya Tidak Keterangan


1. Apakah Anda memiliki salah satu saran olahraga
2. Apakah Anda mengetahui jenis-jenis olahraga
3. Apakah Anda sering menyaksikan kegiatan olahraga
4. Apakah Anda pernah mengikuti lomba olah raga
5. Apakah Anda punya prstasi di bidang olahraga
6. Apakah Anda tahu manfaat olahraga
7. Apakah olahraga menjadi kebutuhan bagi Anda
8. Apakah Anda mengikuti ekstra olahraga
9. Apakah Anda berolahraga karena orang lain
10. Apakah Anda sering tidak berolahraga
11. Apakah Anda malas berolahraga
12. Apakah Anda tahu akibat orang yang tidak pernah
olahraga
13. Apakah Anda bisa membedakan sebelum dan
sesudah olahraga
14. Apakah Anda pernah mengajak orang lain untuk
berolahraga
15 Pernahkah Anda melarang orang lain untuk
berolahraga

II. Observasi

No Sasaran observasi Hasil observasi


1. Keaktifan siswa
2. Kesungguhan siswa dalam mengikuti pelajaran
3. Kegembiraan siswa

11
BIOGRAFI PENULIS

Luci Oktaviani, lahir di Pati, 24 Oktober 1992.


Penulis memulai Pendidikan di SDN 5 Serpong
pada tahun 1998 dan selesai pada tahun 2004.
Kemudian penulis melanjutkan ke SMPN 1
Serpong dan selesai pada tahun 2007. Selanjutnya
penulis melanjutkan pendidikannya ke SMAN 7
Tangerang Selatan dan lulus tepat waktu pada
tahun 2010. Pada tahun 2010, penulis berhasil lulus
di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta, Jurusan Manajemen Pendidikan.

Melalui skripsi yang berjudul


“Implementasi Program Bimbingan Pribadi dan Sosial di SMK PUSTEK Serpong” di bawah
bimbingan Dr.Salman Tumanggor, M.Pd alhamdulillah penulis mendapat gelar S.Pd.

Penulis berharap skripsi ini dapat be