Anda di halaman 1dari 5

ALASAN MENGAPA PERLUNYA PENEGAKAN HUKUM YANG BERKEADILAN

DISUSUN OLEH :

1. ILHAM ROHMANUL HAKIM


2. SUKMA ILMI LARASATI
3. IRMA ISLAMIYATI
4. M.HASNAN HABIB
5. DAROHJATUN MIN AENI
6. DEVI RAHMAWATI HANDAYANI
7. NUR AFNI OKTAVIANI
8. DITA MARIA R
9. RAHMA MAULIDIA NABILA
10. PIPIT MANGESTI NI’MATIN

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG


PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALONGAN
2018/2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Larat Belakang
Indonesia diidealkan dan dicita-citakan sebagai suatu Negara hukum Pancasila.
Hal ini menunjukkan bahwa : Negara Indonesia adalah Negara hukum. Namun
bagaimana ide Negara hukum itu, selama ini belum pernah dirumuskan secara
komprehensif. Yang ada hanya pembangunan bidang hukum yang bersifat
sektoral (Jimly Asshiddiqie, 2009:3). Untuk dapatnya hukum berfungsi sebagai
sarana penggerak, maka hukum harus dapat ditegakkan dan untuk itu hukum harus
diterima sebagai salah bagian dari sistem nilai kemasyarakatan yang bermanfaat
bagimasyarakat. Penegakan hukum merupakan salah satu usaha untuk mencapai
atau menciptakan tata tertib, keamanan dan ketentraman dalam masyarakat baik
itu merupakan usaha pencegahan maupun pemberantasan atau penindakan setelah
terjadinya pelanggaran hukum, dengan perkataan lain baik secara preventif
maupun represif. Tugas utama penegakan hukum, adalah untuk mewujudkan
keadilan, karenanya dengan penegakan hukum itulah hukum menjadi kenyataan
(Liliana,2003:66. Karena itu agar hukum dapat ditegakkan maka perlu
pencerahan pemahaman hukum bahwa sesungguhnya hukum itu tidak lain adalah
sebuah pilihan keputusan, sehingga apabila salah memilih keputusan dalam sikap
dan prilaku nyata, maka berpengaruh buruk terhadap
penampakanhukumdiIndonesia. Penegakan hukum di negeri ini adalah merupakan
barang langka dan mahal harganya. Hal ini terindikasi berada pada titik nadir
karena kondisi penegakan hukum di Indonesia saat ini telah menjadi sorotan yang
luar biasa dari komunitas dalam negeri maupun internasional. Proses penegakan
hukum, pada khususnya dipandang bersifat deskriminatif mengedepankan
kelompok tertentu.
BAB II

PEMBAHASAN

Hukum berfungsi sebagai perlindungan kepentingan manusia. Agar kepentingan


manusia terlindungi, hukum harus dilaksanakan. Pelaksanaan hukum dapat berlangsung
secara normal, damai, tetapi dapat terjadi juga karena pelanggaran hukum. Dalam hal ini
hukum yang telah dilanggar itu harus ditegakkan. Melalui penegakan hukum inilah hukum itu
menjadi kenyataan. Dalam menegakkan hukum ada tiga unsur yang selalu harus diperhatikan,
yaitu : kepastian hukum (Rechtssicherheit), kemanfaatan (Zweckmassigkeit) dan
keadilan (Gerechtigkeit).

Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan. Setiap orang mengharapkan dapat


ditetapkannya hukum dalam hal terjadi peristiwa yang konkrit. Bagaimana hukumnya itulah
yang harus berlaku; pada dasarnya tidak dibolehkan menyimpang : fiat justitia et pereat
mundus (meskipun dunia ini runtuh hukum harus ditegakkan). Itulah yang diinginkan oleh
kepastian hukum. Kepastian hukum merupakan perlindungan yustisiabel terhadap tindakan
sewenang-wenang, yang berarti bahwa seseorang akan dapat memperoleh sesuatu yang
diharapkan dalam keadaan tertentu. Masyarakat mengharapkan adanya kepastian hukum,
karena dengan adanya kepastian hukum masyarakat akan lebih tertib. Hukum bertugas
menciptakan kepastian hukum karena bertujuan ketertiban masyarakat.
Sebaliknya masyarakat mengharapkan manfaat dalam pelaksanaan atau penegakan hukum.
Hukum adalah untuk manusia, maka pelaksanaan hukum atau penegakan hukum harus
memberi manfaat atau kegunaan bagi masyarakat. Jangan sampai justru karena hukumnya
dilaksanakan atau ditegakkan timbul keresahan di dalam masyarakat.

Unsur yang ke tiga adalah keadilan. Masyarakat sangat berkepentingan bahwa dalam
pelaksanaan atau penegakan hukum keadilan diperhatikan. Dalam pelaksanaan atau
penegakan hukum harus adil. Hukum tidak identik dengan keadilan. Hukum itu bersifat
umum, mengikat setiap orang, bersifat menyamaratakan. Barangsiapa mencuri harus
dihukum : setiap orang yang mencuri harus dihukum, tanpa membeda-bedakan siapa yang
mencuri. Sebaliknya keadilan bersifat subyektif, individualistis dan tidak menyama-ratakan,
adil bagi Si Doni belum tentu dirasakan adil bagi si Dani.
Kalau dalam menegakkan hukum hanya diperhatikan kepastian hukum saja. maka unsur-
unsur lainnya dikorbankan. Demikian pula kalau yang diperhatikan hanyalah kemanfaatan,
maka kepastian hukum dan keadilan dikorbankan dan begitu selanjutnya.
Dalam menegakkan hukum harus ada kompromi antara ketiga unsur tersebut. Ketiga unsur
itu harus mendapat perhatian secara proporsional seimbang. Tanpa kepastian hukum orang
tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dan akhirnya timbul keresahan. Tetapi terlalu
menitikberatkan pada kepastian hukum, terlalu ketat mentaati peraturan hukum akibatnya
kaku dan akan menimbulkan rasa tidak adil. Apapun yang terjadi peraturannya adalah
demikian dan harus ditaati atau dilaksanakan. Undang-undang itu sering terasa kejam apabila
dilaksanakan secara ketat : lex dura, sed tamen scripta (undang-undang itu kejam, tetapi
memang demikianlah bunyinya). tetapi dalam praktek tidak selalu mudah mengusahakan
kompromi secara proporsional seimbang antara ketiga unsur tersebut.

Menurut tatanan UUD'45, untuk menjamin penegakan hukum yang berkeadilan, terdapat
berbagai sendi konstitusional, yaitu:
1. Sendi negara berdasarkan konstitusi (sistem konstitusional) dan negara berdasarkan atas
hukum (de rechtsstaat).
2.Sendi Kerakyatan atau Demokrasi
3. Sendi kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
4. Sendi penyelenggaraan pemerintahan menurut alas-asas penyelenggaraan pemerintah yang
baik.

Alasan diperlukan penegakan hukum yang berkeadilan

Supaya dapat terciptanya keadilan dan ketertiban dalam masyarakat.Indonesia merupakan


negara Hukum. Hukum merupakan peraturan yang bertujuan untuk mengatur kehidupan dan
menciptakan ketertiban di masyarakat. Hukum harus di tegakkan secara konsekuen agar bisa
menciptakan kedamaian serta kesejahteraan bagi semua. Tujuan utama penegakan hukum
adalah untuk membuat masyarakat merasa memperoleh perlindungan akan hak-haknya.Hal
penting yang harus di perhatikan dalam mewujudkan sebuah hukum agar berlaku sesuai
dengan semestinya, yaitu :

1) Keadilan
merupakan unsur yang harus diperhatikan dalam menegakkan hukum. Artinya
bahwa dalam pelaksanaan hukum para aparat penegak hukum harus bersikap adil.
Pelaksanaan hukum yang tidak adil akan mengakibatkan keresahan masyarakat,
sehingga wibawa hukum dan aparatnya akan luntur di masyarakat. Apabila
masyarakat tidak peduli terhadap hukum, maka ketertiban dan ketentraman
masyarakat akan terancam yang pada akhirnya akan mengganggu stabilitas
nasional.

2). Kemanfaatan

Selain unsur keadilan, para aparatur penegak hukum dalam menjalankan tugasnya
harus mempertimbangkan, agar proses penegakan hukum dan pengambilan
keputusan memiliki manfaat bagi masyarakat. Hukum harus bermanfaat bagi
manusia. Oleh karena itu, pelaksanaan hukum atau penegakan hukum harus
memberi manfaat atau kegunaan bagi manusia.

3). Kepastian hukum

Unsur ketiga dari penegakan hukum adalah kepastian hukum, artinya penegakan
hukum pada hakikatnya adalah perlindungan hukum terhadap tindakan sewenang-
wenang. Adanya kepastian hukum memungkinkan seseorang akan dapat
memperoleh sesuatu yang diharapkan. Misalnya,
seseorang yang melanggar hukum akan dituntut pertanggungjawaban atas
perbuatannya itu melalui proses pengadilan, dan apabila terbukti bersalah akan
dihukum. Oleh karena itu, adanya kepastian hukum sangat penting. Orang tidak
akan mengetahui apa yang harus diperbuat bila tanpa kepastian hukum sehingga
akhirnya akan timbul keresahan.