Anda di halaman 1dari 88

PENERANGAN & LISTRIK

Kelompok 9 Arsitektur Reg 2017

SAINS DAN UTILITAS BANGUNAN 2


The future starts today,
not tomorrow.
-Phillips Energy
Siapa anggota kelompok paling ganteng SEARCH
Our 17-044 17-030 17-049
members RAVI LOMBOK PROF MARSA DAVEY GANTENG

Kelompok Sembilan

17-029 17-042 17-057


ANGGA JKT48 RAMA SUNSILK MAS ADE

4
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Welcome to our presentation!
KARENA ARSITEK KECE BERASAL DARI PROSES YANG KECE

5
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Instalasi komponen penerangan SEARCH
Rumusan Pembahasan

 Jenis jenis penerangan buatan yang biasa digunakan

 Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan dan perancangan


penerangan pada ruang interior atau eksterior

Before starting  Komponen penerangan buatan yang sering digunakan

 Perhitungan penggunaan cahay yang tepat dan sesuai standar


kenyamanan

 Bagaimana pengaturan cahaya buatan yang efektif?

7
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
• Menciptakan suatu lingkungan atau ruangan
dimana memungkinkan para civitasnya dapat
melihat dengan baik dan melakukan kegiatan
visual dengan mudah dan tepat.
• Memfasilitasi para civitas agar dapat berjalan
atau melakukan kegiatan lainnya dengan
mudah dan aman pada suatu lingkungan atau
ruangan.
• Tidak menghasilkan pertambahan suhu udara

Tujuan dari yang berlebihan sehingga lingkungan atau


ruangan yang menggunakan pencahayaan
adanya sistem buatan tidak menjadi panas.

pencahayaan • Dapat memenuhi kriteria pencahayaan yang


baik yaitu :

buatan • Cahaya dapat menyebar secara


merata
• Cahaya tidak berkedip
• Cahaya tidak menyilaukan
• Cahaya tidak menimbulkan
bayang – bayang mengganggu
• Menciptakan lingkungan visual yang nyaman
• Meningkatkan nilai dan estetika dari sebuah
lingkungan atau ruangan

8
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu biasanya menggunakan listrik untuk memproduksi cahaya, tetapi listrik yang
PANDUAN PENGGUNA BANGUNAN GEDUNG HIJAU JAKARTA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta digunakan juga menghasilkan panas. Ini mengurangi efisiensi sistem pencahayaan
Didukung oleh: IFC bekerjasama dengan:
Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 38/2012
disamping juga meningkatkan beban pendinginan didalam bangunan. Sebagai aturan praktis,
setiap 3 watt energi pencahayaan yang dihemat menghasilkan 1 watt pengurangan
energi pendinginan. Rasio ini bervariasi dan tergantung pada jenis lampu, bangunan,
desain dan pengoperasiannya.
9
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Desain sistem pencahayaan yang cermat, perlengkapan yang efisien dan kontrol yang baik
PANDUAN PENGGUNA BANGUNAN GEDUNG HIJAU JAKARTA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki potensi untuk mengurangi total konsumsi energi pada bangunan di Jakarta hingga
Didukung oleh: IFC bekerjasama dengan:
Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 38/2012
10%2.
Penerapan peraturan ini diharapkan dapat menghemat energi pencahayaan dan
pendinginan serta sekaligus meningkatkan kenyamanan visual dalam bangunan.
10
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Sistem pencahayaan buatan yang paling sering
digunakan dalam lingkungan atau ruangan

Sistem Pencahayaan Setempat


Sistem Pencahayaan Merata Sistem Pencahayaan Terarah (task lighting)

Sistem pencahyaan terarah ini bekerja dengan Sistem pencahayaan setempat ini bekerja dengan cara
Sistem pencahayaan ini bekerja dengan
menargetkan cahaya kepada objek atau bidang kerja yang
cara menembakan cahaya dari suatu arah
cara menyebarkan iluminasi cahaya secara memiliki kegiatan visual tertentu. Bidang kerja yang
tertentu yang diyakini paling ideal dan dapat dimaksud bisa berupa meja, kursi, atau benda apapun
merata ke segala penjuru ruangan.
meningkatkan nilai dari objek yang disorot oleh yang menjadi tempat kerja civitas dan menjadi tempat
cahaya tersebut. melakukan tugas visual tertentu

11
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Tebak Sistem
GENERAL LIGHTING
Tebak Sistem
penerangan
Penerangan Terfokus
Tebak Sistem
Task Lighting
Sistem Pencahayaan Sistem Pencahayaan Sistem Pencahayaan
Sistem Penerangan
Tidak Langsung (indirect Difus (general diffuse Dekoratif (decorative
Langsung (direct lighting)
lighting) lighting) lighting)

Jenis penampilan penerangan berdasarkan


pembagian presentase sinar langsung dan
tak langsung ke objek
Intinya pada seberapa besar sinar dipancarkan ke objek tujuan dan seperti apa suasana yang ingin
dihasilkan

15
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
MCB Kotak
1 6
Miniatur Circuit Braket Sambung/Hubung
Komponen utama dari
sebuah pencahyaan 7 Lasdop
2 Kabel Listrik
buatan tentunya adalah
lampu. Namun, sebelum
lebih jauh memahami
tentang jenis dan sistem 3 Pelindung Kabel 8 Fitting Lampu
pencahayaan buatan,
ada beberapa komponen
lain yang tidak kalah 4 Aksesoris Lampu 9 Saklar
pentingnya dalam sistem
pencahyaan buatan ini.
5 Luminier 8
10 Lampu

16
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Penjelasan Komponen

MCB Kabel Listrik Pelindung Kabel


Miniatur Circuit Braket

adalah salah satu komponen listrik yang listrik merupakan komponen yang berfungsi untuk menjaga agar sambungan

digunakan sebagai proteksi sistem electrical mengalirkan tenaga listrik yang akan dan aliran kabel tidak terputus dari gigitan

pada bangunan. Fungsi utama MC untuk menuju fitting lampu dan mengalirkan tikus maupun hewan penggigit lain, tidak

memutus arus listrik yang menuju arah beban. listrik ke lampu sesuai dengan kutub teganggun Karena terkena tampiasan hujan,

Untuk mematikan listrik secara manual yaitu lampu dan tidak terpanaskan oleh panas dari sinar

dengan mengubah toggle switch yang berada matahari. Pelindung kabel biasanya

di depan MCB menggunakan pipa PVC atau besi jika perlu


perlindungan khusus
17
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Penjelasan Komponen

Kotak Sambung Lasdop Fitting Lampu


merupakan kotak yang berfungsi sebagai wadah Lasdop adalah komponen yang Alat yang digunakan untuk menyambung
menyambung kabel. Pada saat kabel berfungsi untuk menutup dan energy listrik dari kabel ke lampu adalah
disambungkan dan akan dimasukan ke dalam pipa melindungi sambungan kabel listrik Fitting. Fitting yang mekelat pada lampu mau
pelindung, sambungan akan tertarik dan sangat pada sistem instalasi penerangan tidak mau harus memiliki bentuk yang sesuai
rawan terjadi konsleting. Makakotak sambung ini sehingga aman dari sentuhan luar dengan fungsi dan memiliki bentuk yang
berfungsi untuk menutupi sambungan agar estetis agar mendukung keindahan ruang.
konsleting dapat dihindari.

18
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Penjelasan Komponen

Luminier (Louver) Aksesoris Lampu Saklar


Luminier (Reflektor) berdampak pada banyaknya Apabila lampu diletakkan pada posisi Saklar merupakan elemen penting agar
cahaya lampu mencapai area yang diterangi dan yang salah dan atau penempatannya dapat memutus aliran dan menyambung
juga pola distribusi cahayanya. Reflektor biasanya terlalu tinggi, maka cahaya yang aliran listrik ketika ingin menghidupkan dan
menyebar (dilapisi cat atau bubuk putih sebagai dikeluarkan dari lampu dapat mematikan lampu.
penutup) atau specular (dilapis atau seperti kaca). menyebabkan silau (glare). Aksesoris
Tingkat pemantulan bahan reflektor dan bentuk lampu muncul sebagai solusi agar
reflektor berpengaruh langsung terhadap efektifitas silaunya cahaya dapat diminimalisir.
dan efisiensi fitting
19
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu Pijar Lampu Halogen
Lampu
Setiap Lampu memiliki prinsip kerja,
warna dan ambience tersendiri. Bahkan
daya tahannya pun berbeda-beda. Berikut
akan dijelaskan beberapa jenis lampu

Lampu Berpendar
(TL/Neon) Lampu LED

20
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu Pijar Lampu Argenta
memiliki kelebihan yaitu lembut,
tidak silau, dan distribusi cahaya
Pada umumnya lampu pijar memiliki Bohlam Bening yang merata. Hal tersebut
sinar lampu langsung menyinari dikarenakan bagian dalam lampu
warna yang kuning dan menimbulkan ke arah luar dan hasil penampilan yang dilapisi serbuk cahaya
lampu akan tampak lebih tajam
ambience yang hangat. Ruangan yang
menggunakan lampu pijar akan memiliki
kesan hangat, romantic, dan akrab. Lampu Superlux
Lampu pijat memiliki harga yang murah Lampu superlux merupkan
penggabungan antara lampu
dan nilai color rendering index-nya argenta dan lampu bohlam
bening. Seperempat bagia bawah
mencapai 100% yang artinya tidak dari lampu merupakan bohlam
mengubah warna alsi objek maupun Lampu Luster bening, dan bagian atasnya
merupakan lampu argenta
ruang. Namun efisiensi lampu pijar Lampu Bentuk Lilin Ukuran lampu luster lebih kecil dan
biasanya digunakan untuk decorative
sangatlah kecil yaitu hanya 10% Cahayanya yang unik akan lebih lighting. Lampu luster biasanya
fokus digunakan pada lampu yang digunakan secara massal untuk
berfungsi sebagai aksen ruangan menghiasi area yang dirancang
memiliki kesan/aksen khusus
21
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu
Halogen
Cahaya lampu halogen umumnya lebih
terang (bright) dan lebih putih dibading
cahaya lampu pijar pada daya (watt) yang
sama. Efek tersebut yang menyebabkan
lampu halogen banyak dijumpai dan
dipakai di taman atau untuk menyoroti
objek tertentu yang ingin ditonjolkan agar
terlihat lebih tajam.

Proses pencahyaan lampu halogen ini


adalah cahaya dihasilkan melalui
pemijaran filament dalam tabung gelas
yang juga berisi beberapa jenis halogen
termasuk golongan lampu pijar

22
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu
Berpendar
Disebut juga Lampu fluorescent atau di
Indonesia lebih dikenal dengan sebutan
lampu TL (Tube Lamp) adalah jenis lampu
yang di dalam tabungnya terdapat sedikit
keuntungan lampu TL :
mercury dan gas argon dengan tekanan
1. Awet, umur lampu bisa sampai
rendah, serbuk phosphor yang melapisi
20.000 jam
seluruh permukaan bagian dalam kaca
2. Menerangi area lebih luas dengan
tabung lampu tersebut.
cahaya baur.
3. Menguntungkan untuk daerah tropis
lembab karena secara psikologis
akan menyejukkan ruangan.
4. Temperatur lampu lebih rendah.
5. Produknya bermacam-macam jenis,
bentuk dan warnanya.

23
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Lampu LED
Lampu LED (Light Emitting Diode) muncul
Sebagai pesaing lampu bohlam dan neon, saat
ini aplikasinya mulai meluas dan bahkan bisa kita LED Scene Switch
temukan pada korek api yang kita gunakan,
lampu emergency dan sebagainya. LED sebagai
model lampu masa depan dianggap
Downlight LED
dapat menekan pemanasan global, karena
efisiensinya
Berikut adalah keuntungan yang dimiliki lampu Regular LED
LED :
1. LED tidak membakar filamen seperti lampu
pijar
2. LED tidak membutuhkan gas untu menyala
3. Usia lampu LED lebih panjang daripada yang Decorative LED
lain
4. Bentuknya kecil dan kompak memudahkan TL LED
penempatannya 24
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
5. Cahaya yang dikeluarkan sebanyak 90%
• Matikan terlebih dahulu arus listrik pada bangunan
• Siapkan kabel untuk dipakai dalam instalasi lampu
• Cari terminal / sambungan kabel terdekat dengan ruangan yang akan

Cara dipasangi lampu


• Buka isolasi kabel yang ada pada terminal terdekat tersebut
Pemasangan • Sambungkan kabel positif yang sudah disiapkan dengan kabel positif pada
Instalasi terminal, begitu juga dengan kabel negatif
• Untuk mengetahui muatan kabel positif atau negatif, dapat dilakukan tes dengan
Pencahayaan tespen/multimeter
Buatan • Hubungkan fitting lampu dengan kabel bermuatan negatif
• Hubungkan kabel bermuatan positif dengan saklar
• Setelah fitting dan saklar terhubung, selanjutnya pasang lampu pada fitting tersebut
• Langkah terakhir adalah nyalakan kembali arus listrik pada bangunan dan lihat
hasilnya, apabila hasil tidak sesuai ekspektasi dapat dilakukan pengecekan ulang
pada proses.

25
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Kebutuhan pencahayaan buatan SEARCH
KAPASITAS
PENCAHAYAAN
Tingkat Kelompok
BUATAN
Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan
(lux) warna

Rumah Tinggal :

Teras 60 1 atau 2

Ruang tamu 120~250 1 atau 2

Ruang makan 120~250 1 atau 2


Metode dari sistem pencahayaan buatan SNI 2001 meliputi;
Ruang kerja 120~250 1
Penentuan tingkat pencahayaan minimum (E) yang
Kamar tidur 120~250 1 atau 2

Kamar mandi 250 1 atau 2 direkomendasikan, tingkat pencahayaan minimum yang


Dapur 250 1 atau 2
direkomendasikan tercantum dalam tabel disamping.
Garasi 60 3 atau 4

27
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Renderasi Renderasi
Perkantoran : LUX Hotel dan Restauran : Lux
warna Warna
Ruang Direktur 350 1 atau 2 Lobby, koridor 100 1
Ruang kerja 350 1 atau 2 Ballroom/ruang sidang. 200 1
Ruang makan. 250 1
Ruang komputer 350 1 atau 2
Cafetaria. 250 1
Ruang rapat 300 1 atau 2

Kelompok
Kamar tidur. 150 1 atau 2
Ruang gambar 750 1 atau 2
Dapur. 300 1
Gudang arsip 150 3 atau 4
Rumah Sakit
Ruang arsip aktif. 300 1 atau 2 Ruang rawat inap. 250 1 atau 2

Renderasi Warna
Lembaga Pendidikan : Ruang operasi, 300 1
Ruang kelas 250 1 atau 2 Laboratorium 500 1 atau 2
Perpustakaan 300 1 atau 2 Ruang rekreasi 250 1
Laboratorium 500 1 Pertokoan/ Ruang pamer:
Ruang gambar 750 1 atau 2 Toko kue dan makanan. 250 1
Kantin 200 1 Toko buku dan alat
300 1
Hotel dan Restauran : tulis/gambar.
Lobby, koridor 100 1 Toko perhiasan, arloji. 500 1
Ballroom/ruang sidang. 200 1
Ruang makan. 250 1 Toko pakaian. 500 1
Pasar Swalayan. 500 1 atau 2
Cafetaria. 250 1
Rumah ibadah:
Kamar tidur. 150 1 atau 2
Mesjid 200 1 atau 2
Dapur. 300 1
Gereja 200 1 atau 2
Vihara 200 1 atau 2

28
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Tingkat Pencahayaan Rata-rata (Erata-rata)

Ftotal  kp  kd
E rata  rata  lux
A
Dimana :
Erata-rata = Tingkat pencahayaan rata-rata (lux)
Ftotal = Fluks luminous total (lumen).
A = Luas bidang kerja (m2)
kp = Koefisien penggunaan
kd = Koefisien depresiasi (penyusutan)
Perbedaan
Candela, Lumen,
Lux
Lumen, merupakan jumlah energy cahaya yang dikeluarkan sumber
cahaya/ jumlah unit cahaya yang dikeluarkan.

Lux, merupakan ukuran intensitas cahaya, satu Lux sama dengan satu
lumen per meter persegi.

Candela, merupakan intensitas cahaya, dalam suatu arah, dari satu


sumber

30
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Jumlah Lumen
Untuk menghitung jumlah armatur, terlebih dahulu dihitung fluks luminous total yang
diperlukan untuk mendapatkan tingkat pencahayaan yang direncanakan, dengan
menggunakan persamaan: Gambar Armatur (sumber: architectaria.com)
E A
Ftotal  (lumen)
kp  kd
kemudian jumlah armatur dihitung dengan persamaan:

Ftotal
N total 
F1  n
Dimana :
Erata-rata = Tingkat pencahayaan rata-rata (lux)
Ftotal = Fluks luminous total dari semua lampu yang menerangi bidang kerja (lumen).
A = Luas bidang kerja (m2)
kp = Koefisien penggunaan
kd = Koefisien depresiasi (penyusutan)
Ntotal = Jumlah armatur
F1 = Fluks luminous (lumen) satu buah lampu
n = Jumlah lampu dalam satu armatur
Kebutuhan daya

Daya listrik yang dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat pencahayaan rata-rata tertentu pada

bidang kerja dihitung dengan menghitung terlebih dahulu jumlah lampu yang diperlukan dengan

persamaan:

Nlampu = Narmatur x n
Dimana:

Nlampu = Jumlah lampu

n = Jumlah lampu dalam satu armatur

Daya yang dibutuhkan untuk semua armatur dapat dihitung dengan persamaan:

Wtotal = Nlampu x W1
dimana :

Wtotal = daya total yang dibutuhkan (Watt)

W1 = daya setiap lampu (Watt)

Dengan membagi daya total dengan luas bidang kerja, didapatkan kepadatan daya (Watt/m2)

yang dibutuhkan untuk system pencahayaan tersebut.


Menghitung Jumlah Titik Lampu

Dimana :

N = Jumlah titik lampu

E = Kuat Penerangan /target kuat penerangan yang akan dicapai (Lux)

L = Panjang Ruang(Meter)

W = Lebar Ruang (Meter)

Ø = Total Lumen Lampu / Lamp Luminous Flux

LLF = Light loss factor / Faktor Cahaya Rugi (0,7-0,8) merupakan factor-faktor kerugian cahaya yang

disebabkan atau berasal dari kondisi lampu (kd)

CU = coeffesien of utilization / Faktor Pemanfaatan (50-65 %) menunjukkan proporsi jumlah cahaya dari luminer

yang sampai pada bidang kerja, baik komponen cahaya yang langsung maupun yang tidak langsung (kp)

N = Jumlah Lampu dalam 1 titik Lampu


Hal yang harus diperhatikan dalam
perancangan penerangan suatu ruang
Sit in timeam eruditi sententiae, eu nam vero ullum nostro. Assum ludus percipit sed.

Jenis aktivitas dan jenis Sistem penampilan


ruangan penerangan dan arah
cahaya yang digunakan

Pemilihan warna – warna serta


efek pantulan pada ruangan
Distribusi iluminasi dan hingga efek warna dari
derajat kesilauan pantulan cahaya elemen ruang

34
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Prinsip efisiensi penerangan
Pada Bangunan Gedung
PANDUAN PENGGUNA BANGUNAN GEDUNG HIJAU JAKARTA
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Didukung oleh: IFC bekerjasama dengan:
Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 38/2012

1. Pemanfaatan cahaya alami


2. Pengurangan jumlah titik lampu terpasang
3. Penggunaan lampu dan rumah lampu yang efisien
4. Penggunaan kontrol pencahayaan

35
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
1. M E M A N F
AAT K A N
CAHAYA
ALAMI
Cara paling logis untuk mengurangi energi
pencahayaan secara signifikan adalah dengan
sebanyak mungkin menggunakan cahaya alami
yang tersedia.

Hasil sebuah penelitian menunjukkan,


bahwa orang yang bekerja di kantor dengan
jendela secara signifikan menghabiskan
waktu lebih banyak (15%) pada
pekerjaannya dibandingkan dengan orang
yang bekerja di kantor tanpa jendela.

36
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
DESAIN
PENCAHA
YAA N
ALAMI
sudut matahari yang rendah di pagi
dan sore hari sangat sulit untuk
diblokir dengan menggunakan
peneduh horisontal. Ketika posisi
matahari berada lebih tinggi di langit
pada siang hari, peneduh horisontal
bekerja sangat baik terutama di
lokasi khatulistiwa seperti Jakarta.
Oleh karena itu, peneduh jendela
yang baik yang menghadap selatan
dan utara akan memungkinkan
penyebaran penetrasi cahaya alami
tanpa adanya terlalu banyak radiasi
matahari langsung.
DESAIN
PENCAHA
YAA N
ALAMI
Mengoptimalkan ukuran jendela
untuk pencahayaan alami dapat
menghemat energi untuk
operasional bangunan serta biaya
konstruksi, karena konstruksi
dinding biasanya lebih murah
daripada kaca. Banyak standar
global menetapkan batas
maksimum dari rasio bidang
jendela ke dinding (Window to
Wall Ratio-WWR) antara 25% dan
50%.
DESAIN
PENCAHA
YAA N
ALAMI
Penggunaan elemen
LIGHTSHELVES
Sensor –
DESAIN
PENCAHAYA
AN ALAMI
penghematan energi lebih besar
dimungkinkan dengan menggunakan
sensor cahaya yang ditempatkan
secara strategis di dalam ruangan.
Sensor ini meredupkan atau
mematikan lampu untuk
mempertahankan tingkat cahaya
yang diinginkan. Penggunaan
peredupan menerus (continuous
dimming) menghasilkan
penghematan lebih besar
dibandingkan dengan peredupan
bertingkat (stepped on-off), tetapi
juga lebih mahal untuk diterapkan.
2. EFISIENSI
DAYA
PENCAHAYAAN
TERPASANG
Sistem pencahayaan dapat dirancang untuk memenuhi
persyaratan minimum ini, dan jangan berlebihan karena dapat
berakibat pada meningkatnya penggunaan energi.

Alat bantu perancangan (design tools) sistem pencahayaan


yang gratis dan murah banyak tersedia, seperti dalam
daftar berikut ini. Dengan alat bantu perancangan tersebut,
tingkat pencahayaan dan kepadatan daya pecahayaan
dapat dihitung dengan cepat dan mudah.

• Lightswitch Wizard NRC


(www.buildwiz.com)
• Daysim NRC (www.daysim.com)
•COMcheck-EZ PNW National Laboratory
(www.energycodes.gov)
•SPOT Architectural Energy Co.
(www.archenergy.com/SPOT)

41
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
3. P E N G G U N
AA N LA M P U
DANRUMAH
L A M P U YANG
EFISIEN
Langkah penting lainnya dalam
mengoptimalkan penggunaan energi
pencahayaan adalah memilih lampu dan rumah
lampu yang tepat.

Pemilihan sumber cahaya atau lampu yang


tepat sangat penting dalam desain
pencahayaan untuk menciptakan suasana
interior yang nyaman dan menghemat
energy

42
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Arus Listrik
Pada arus AC, apabila digambarkan dalam diagram positif dan negatif, terdapat
bentuk gelombang yang pada umumnya disebut sebagai frekuensi (frequency) arus 𝑉
𝐼=
AC dengan satuan hertz (Hz). 𝑍
Berdasarkan Hukum Ohm, persamaan arus AC atau arus bolak-balik sama dengan
persamaan pada arus DC, namun hambatan diganti dengan impendansi (Z).

Tegangan Listrik
Perbedaan energi potensial atau tegangan listrik merupakan sebutan bagi kecenderungan
tersebut. Energi potensial yang dihasilkan oleh sumber listrik
Semakin tinggi tegangan, semakin tinggi aliran arus listrik yang ditujukan kepada resistor.

Arus listrik (I) sebanding dengan tegangan (V) dan berbanding terbalik dengan
Hambatan Listrik hambatan (R) di dalam suatu rangkaian listrik searah. Pada rangkaian AC atau
bolak-balik, hambatan atau resistor dapat disebut sebagai impedansi (Z).

𝑽
𝑰= sehingga 𝑽 = 𝑰𝑹
𝑹
43
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Prinsip dari Generator AC adalah menghasilkan Prinsip dari Generator AC adalah menghasilkan
listrik dari 2 cincin gesek ke sikat karbon dengan listrik dengan cicncin belah sebagai penghantar
arus bolak baik dari dua arah sumber listrik arus ke sikat karbon searah mengikuti gerakan
kumparan

44
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Rangkaian Listrik

Rangkaian Seri Rangkaian Paralel

Pada rangkaian seri, arus listrik yang mengalir ke berbagai titik dalam Pada rangkaian paralel, tegangan dalam suatu rangkaian
rangkaian besarnya sama, tetapi beda potensialnya beda. Itu artinya bernilai sama, namun arus listrik (I) berbeda, tergantung pada
seluruh komponen yang terpasang akan memperoleh arus yang besar hambatan di setiap cabang. Perbedaan besar arus listrik
sama juga. Rangkaian seri mempunyai hambatan total yang lebih didasari oleh besaran arus utama yang kemudian terbagi ke
besar dibandingkan dengan hambatan penyusunnya.Tegangan totl dalam cabang-cabang. Dengan kata lain, jumlah I pada tiap
(Vtotal) atau beda potensial dari suatu rangkain seri yaitu hasil antara cabang sama dengan jumlah I total.
beda potensial pada setiap resistor.

45
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Energi dan Daya

Energi dan Daya Listrik Daya Rangkaian Listrik Energi Rangkaian Listrik
𝑾 = 𝑽𝑰 watt x waktu
energi (work) = daya x waktu
𝑾 = 𝑰𝑹 𝑰 = 𝑰𝟐 𝑹 (Wh)/kilowatt-hours (kWh).

Daya seperti yang telah dipaparkan Satuan untuk daya listrik adalah watt, atau Energi adalah hasil perkalian antara daya
merupakan nilai untuk menyelesaikan kilowatt (1 kW = 1000 W). Daya listrik dan waktu, sehingga energi berbanding
sebuah “kerja” (work). Konsepsi daya merupakan hasil perkalian dari tegangan (V) lurus dengan daya yang dikeluarkan dan
didasari oleh faktor waktu dengan arus listrik (I). waktu yang dibutuhkan

46
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
pembatasan kebutuhan listrik tersebut ditujukan untuk
KONTROL LEVEL 1 – PENJADWALAN MUATAN
DAN KONTROL SIKLUS menghindari penggunaan listrik berlebih pada waktu

KEBUTUHAN tertentu dengan alat pengatur kebutuhan listrik

LISTRIK LEVEL 2 – ALARM PENGUKURAN alat pengontrol kebutuhan digunakan yang terhubung
KEBUTUHAN dengan alarm. Alarm ini akan berfungsi apabila batas
penggunaan listrik telah terlampaui

LEVEL 3 – KONTROL Unit ini dikenal sebagai pengontrol perbandingan muatan


OTOMATIS
otomatis karena beroperasi atas dasar perbandingan data

LEVEL 4 – IDEAL CURVE mengontrol penggunaan kilowatt (daya listrik) dengan


CONTROL mengatur penggunaan energi dalam interval waktu tertentu

beroperasi dengan cara memperkirakan (forecasting)


LEVEL 5 – FORECASTING
SYSTEM jumlah energi yang masih dapat digunakan agar tidak
melebihi batasan penggunaan listrik yang telah ditetapkan

47
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Ukuran Kelistrikan

Voltmeter Amperemeter Wattmeter

Untuk mengukur daya, diperlukan informasi terkait tegangan dan arus listrik.
Watt-hour meter Digital Watt-hour meter Alat pengukur daya adalah wattmeter. Wattmeter analog konvensional didasari
oleh teori yang cukup sederhana. Wattmeter memiliki dua buah kumparan.
Kedua kumparan tersebut masing-masing sama serupa dengan amperemeter
dan voltmeter. Dengan kata lain, di dalam wattmeter secara tidak langsung
Watt-hour meter yang dikembangkan dapat terdapat voltmeter dan amperemeter.
dikendalikan dengan program dari jarak jauh (remote-
control). Data pengukuran energi yang digunakan
terhubung langsung dengan tempat penyimpanan data
Beban Listrik
Tiga jenis beban adalah resistif, induktif, dan kapasitif. Setiap jenis memiliki karakteristik khusus yang membuatnya
unik. Memahami perbedaan antara jenis-jenis beban ini akan membantu menjelaskan bagaimana sistem tenaga dapat
beroperasi secara efisien.

BEBAN TOLAK BEBAN INDUKTIF. BEBAN KAPASITIF

Resistansi dalam kabel (mis., Konduktor) Memerlukan medan magnet untuk beroperasi. Kapasitor adalah perangkat yang terbuat
menyebabkan gesekan dan mengurangi Semua beban listrik yang memiliki kumparan dari dua konduktor logam yang dipisahkan
jumlah aliran arus jika tegangan tetap kawat untuk menghasilkan medan magnet oleh isolator yang disebut dielektrik (yaitu,
konstan. disebut beban induktif. udara, kertas, gelas dll.

49
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
PERHITUNGAN KEBUTUHAN
DAYA LISTRIK
Penentuan tingkat pencahayaan minimum (E) yang
direkomendasikan

Tingkat Kelompok Lembaga Pendidikan :


Fungsi ruangan Pencahayaan renderasi Keterangan Ruang kelas 250 1 atau 2
(lux) warna Perpustakaan 300 1 atau 2
Laboratorium 500 1
Rumah Tinggal :
Ruang gambar
Teras 60 1 atau 2 750 1 atau 2 Gunakan pencahayaan setempat pada meja
Ruang tamu 120~250 1 atau 2 gambar.
Kantin 200 1
Ruang makan 120~250 1 atau 2
Hotel dan Restauran :
Ruang kerja 120~250 1
Kamar tidur 120~250 1 atau 2
Kamar mandi 250 1 atau 2 Lobby, koridor 100 1
Pencahayaan pada bidang vertikal sangat
Dapur 250 1 atau 2 penting untuk menciptakan suasana/kesan
Garasi 60 3 atau 4 ruang yang baik.
Perkantoran :
Ruang Direktur 350 1 atau 2
Ruang kerja 350 1 atau 2
Ruang komputer 350 1 atau 2 Ballroom/ruang sidang. 200 1
Sistem pencahayaan harus di rancang untuk
Ruang rapat 300 1 atau 2 menciptakan suasana yang sesuai. Sistem
pengendalian “switching” dan “dimming” dapat
Ruang gambar digunakan untuk memperoleh berbagai efek
750 1 atau 2 pencahayaan.
Gunakan pencahayaan setempat
pada meja gambar. Ruang makan. 250 1
Gudang arsip 150 3 atau 4 Cafetaria. 250 1

Ruang arsip aktif. 300 1 atau 2


Kamar tidur. 150 1 atau 2
Diperlukan lampu tambahan pada bagian

50
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Dapur. 300 1
kepala tempat tidur dan
cermin.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN
DAYA LISTRIK
Penentuan tingkat pencahayaan minimum (E) yang
direkomendasikan

Rumah Sakit/
Balai pengobatan:
Industri (Umum):
Ruang rawat inap. 250 1 atau 2
Ruang Parkir 50 3 Gunakan pencahayaan setempat
Gudang 100 3 Ruang operasi, ruang bersalin. 300 1
pada tempat yang diperlukan.
Pekerjaan kasar. 100~200 2 atau 3 Laboratorium 500 1 atau 2
Pekerjaan sedang 200~500 1 atau 2 Ruang rekreasi dan rehabilitasi. 250 1
Pekerjaan halus 500~1000 1
Pekerjaan amat halus 1000~2000 1 Pertokoan/
Pemeriksaan warna. 750 1 Ruang pamer:
Tingkat pencahayaan ini harus di-
Rumah ibadah: Ruang pamer dengan obyek penuhi pada lantai. Untuk
berukuran besar (misalnya 500 1 beberapa produk tingkat
Untuk tempat-tempat mobil). pencahayaan pada bidang
yang mem butuhkan vertikal juga penting.
tingkat pencahayaan Toko kue dan makanan. 250 1
Mesjid 200 1 atau 2
yang lebih tinggi dapat Toko buku dan alat
digunakan pencahayaan 300 1
tulis/gambar.
setempat. Toko perhiasan, arloji. 500 1
Gereja 200 1 atau 2 Idem Toko Barang kulit dan sepatu. 500 1
Vihara 200 1 atau 2 idem Toko pakaian. 500 1

Pencahayaan pada bidang


Pasar Swalayan. 500 1 atau 2
vertical pada rak barang.
Toko alat listrik (TV, Sumber : SNI Pencahayaan buatan, 2001
Radio/tape, mesin cuci, dan 250 1 atau 2
lain-lain).

51
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Blackouts : Total hilangnya listrik AC untuk 1 cycle atau lebih lama, biasanya
hilang lebih dari 20 milidetik. Mengakibatkan kerusakan pada
perangkat keras dan lunak, dan kemungkinan kehilangan data.

Beberapa Fluctuations : Tegangan naik lebih dari 220V atau tegangan turun dari 220V.
Mengakibatkan kerusakan pada rangkaian catu daya yang sangat kritis
permasalahan dan terhadap input tegangan.

akibat dari adanya Line Noise : Gangguan noise pada jaringan listrik. Mengakibatkan kerusakan
pada logic circuit, data file, juga merusak ketepatan hasil cetak dan ketepatan
gangguan listrik pengukuran suatu proses.
untuk peralatan Sags : Penurunan tegangan listrik lebih dari separuh nominal tegangan selama
elektronik adalah beberapa detik. Mengakibatkan gangguan kerja catu daya karena input tegangan
tidak mencapai ambang batas minimal yang dibutuhkan.
sebagai berikut : Surges : Biasanya disebabkan oleh perubahan beban yang cukup besar pada
jaringan listrik. Mengakibatkan keausan komponen listrik , yang akan berdampak
pada kerusakan peralatan.

Spike/Lightning : Tegangan kejut yang tinggi, biasanya disebabkan


induksi dari sumber listrik/tegangan yang sangat tinggi > 200KV,
seperti petir misalnya. Mengakibatkan keausan komponen
elektronik, kerusakan peralatan dan kesalahan penulisan
data.

52
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Sistem tenaga listrik adalah sistem pengiriman
energi secara real-time.
Real-time berarti daya dihasilkan, diangkut, dan
dipasok sesaat setelah menyalakan sakelar.
Sistem tenaga listrik bukanlah sistem
penyimpanan seperti sistem air dan sistem gas.
Tetapi, generator menghasilkan energi sesuai
permintaan.

54
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Struktur Dasar Sistem Tenaga Listrik

55
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
SUMBER
TENAGA
LISTRIK
Secara umum sistem PLN Genset
kelistrikan pada bangunan Sumber Utama Sumber Cadangan ( Backup )
gedung berasal dari dua PT PLN (Persero) adalah perusahaan milik Mesin Genset (Generator Set) merupakan
sumber negara yang bergerak di bidang sebuah alat pembangkit listrik cadangan
ketenagalistrikan baik dari mulai yang menggunakan energi kinetik.
mengoperasikan pembangkit listrik sampai Berdasarkan arus listriknya genset dibagi
dengan melakukan transmisi kepada menjadi 2, yaitu Mesin Generator Set Listrik
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Alternator (AC) dan Mesin Generator Set
Listrik Dinamo (DC).

56
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
BERDASARKAN NILAI

Sistem Distribusi
TEGANGANNYA

Tenaga Listrik Jaringan Distribusi Primer


Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan
daya listrik dari gardu induk sub transmisi ke gardu
distribusi. Jaringan ini merupakan jaringan tegangan
menengah atau jaringan tegangan primer.

Jaringan Distribusi Sekunder


Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan
tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang
ada di konsumen. Jaringan ini menggunakan tegangan
rendah.

57
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
SISTEM JARINGAN TEGANGAN PRIMER atau
JARINGAN TEGANGAN MENENGAH (JTM)

Sistem distribusinya berupa Saluran Kabel


Tegangan Menengah (SKTM) atau Saluran
Udara Tegangan Menengah (SUTM).

Jaringan ini menghubungkan sisi sekunder


trafo daya di Gardu Induk menuju ke Gardu
Distribusi, besar tegangan yang disalurkan
adalah 6 kV, 12 kV atau 20 kV.

JARINGAN TEGANGAN DISTRIBUSI SEKUNDER ATAU


JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR)

Sistem distribusi ini salurannya bisa berupa SKTM


(Saluran Kabel Tegangan Menengah) atau SUTR
(Saluran Udara Tegangan Rendah)

Jaringan ini menghubungkan Gardu Distribusi/sisi


sekunder trafo distribusi ke konsumen. Tegangan
sistem yang digunakan adalah 220 Volt dan 380
Volt.

58
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK
KE BANGUNAN
59
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
Trafo mengurangi tegangan dari 13.8kV
ke 120/240 atau 120/208 volt dan
kemudian meneruskan listrik ke meter,
yang dimiliki oleh utilitas dan membuat
catatan daya.

Setelah meninggalkan meteran, daya


ditransmisikan ke dalam gedung di mana
semua kabel, panel, dan perangkat
adalah milik pemilik bangunan. Kabel
mentransfer listrik dari meter ke papan
panel, yang umumnya terletak di ruang
bawah tanah atau garasi rumah. Di
bangunan komersial kecil, panel mungkin
terletak di lemari utilitas. Papan panel
akan memiliki pemutus layanan utama
dan serangkaian pemutus sirkuit, yang
mengontrol aliran daya ke berbagai
sirkuit di gedung.

Setiap sirkuit cabang akan melayani


perangkat (beberapa peralatan
membutuhkan beban berat) atau
sejumlah perangkat seperti stopkontak
atau lampu.
Pemilik akan menyediakan dan memelihara
transformator step-down mereka sendiri, yang
menurunkan tegangan ke tingkat yang lebih
dapat digunakan. Trafo ini dapat dipasang
pada pad di luar gedung atau di ruang trafo di
dalam gedung.

Listrik kemudian ditransmisikan ke switchgear.


Peran switchgear adalah mendistribusikan listrik
dengan aman dan efisien ke berbagai lemari
listrik di seluruh gedung.

Listrik akan meninggalkan switchgear dan


berjalan bersama pengumpan utama atau bus.
Bus atau feeder adalah konduktor pengukur
berat yang mampu membawa arus arus listrik
tinggi ke seluruh bangunan dengan aman dan
efisien. Bus atau pengumpan disadap sesuai
kebutuhan dan konduktor dijalankan ke lemari
listrik, yang melayani zona atau lantai
bangunan.

Setiap lemari listrik akan memiliki transformator


step-down yang akan menurunkan daya dari
480/277 volt menjadi 120 volt. Trafo itu akan
memberi listrik panel cabang, yang mengontrol
serangkaian sirkuit cabang yang menutupi
sebagian bangunan. Setiap sirkuit cabang
mencakup sebagian kebutuhan listrik di daerah
tersebut - misalnya: penerangan, outlet
kenyamanan ke serangkaian kamar, atau listrik
ke peralatan.
SISTEM KELISTRIKAN Sistem distribusi dapat dibagi menjadi:
• Sistem suplai vertikal (saluran listrik naik).
DALAM BANGUNAN • Sistem Suplai horisontal (distribusi di setiap lantai).

62
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
SINGLE RISING
MAIN
Sistem ini dipilih apabila keamanan suplai
yang tinggi tidak penting.

Sistem ini memiliki beberapa keuntungan


diantaranya :
• Berbagai beban lantai individu
diseimbangkan.
• Hanya diperlukan papan L.V utama kecil.
• Sederhana dalam konstruksi dan operasi.

Sistem ini juga memiliki kelemahan yang


terletak pada sistem keamanan suplai yang
rendah sehingga kesalahan pada sumber
listrik pada satu titik dapat mempengaruhi
semua lantai.
GROUP SUPPLY
Sistem ini umumnya digunakan padag gedung
bertingkat tinggi dengan konsentrasi beban
yang tinggi. Sistem ini memiliki beberapa
keuntungan antara lain :
• Mounting Pemasangan lebih mudah.
• Ukuran lebih kecil untuk saluran listrik naik.

Sistem ini memiliki beberapa kelemahan antara


lain :
• Kesalahan pada setiap hantaran listrik
mempengaruhi beberapa lantai (relatif
rendah keamanan).
• Beban seimbang hanya di dalam setiap
kelompok.
• Papan distribusi daya yang lebih besar.
INDIVIDUAL
FLOOR SUPPLY
Sistem ini memiliki beberapa keuntungan antara
lain :
• Ukuran kabel yang lebih kecil dapat
digunakan (pemasangan mudah).
• Dalam kasus kesalahan dalam timbul utama,
hanya satu cerita yang dilakukan.

Sistem ini memiliki beberapa kelemahan antara


lain :
• Pemuatan yang berbeda untuk masing-
masing lantai tidak dapat diseimbangkan.
• Aliran listrik harus dinilai untuk beban puncak
setiap lantai.
• Tidak ekonomis - sejumlah besar kabel dan
ukuran poros utama yang naik cukup besar.
• Papan distribusi tegangan rendah besar
dengan banyak sirkuit
RING MAIN
SUPPLY
Sistem ini diterapkan pada gedung-gedung
besar yang membutuhlan keamanan yang
relatif lebih tinggi.

Sistem ini memiliki beberapa keuntungan


antara lain :
• Keamanan catu daya yang lebih tinggi
(jika terjadi kesalahan, dimungkinkan
untuk mematikan bagian yang rusak dan
membiarkan sebagian besar bangunan
beroperasi)
• Papan distribusi tegangan rendah kecil
diperlukan.
• Pemuatan lantai lantai yang berbeda
diseimbangkan (ukuran yang lebih kecil
untuk pipa utama yang naik)
DOUBLE FEED
SUPPLY
Sistem ini diterapkan pada gedung-
gedung besar dengan beban yang relatif
besar di lantai atas (lift, dapur, AC).

Sistem ini memiliki beberapa keuntungan


antara lain :
• Keamanan catu daya yang lebih
tinggi.
• Pemuatan yang berbeda untuk setiap
lantai seimbang.
• L.V yang lebih kecil papan distribusi
diperlukan.
GENSET
SEBAGAI SUMBER LISTRIK
CADANGAN
Pada kenyataannya, sering dijumpai hal-hal yang tidak diinginkan seperti
adanya pemadaman dari listrik pusat sehingga tidak ada aliran listrik yang
mengalir ke dalam bangunan. Hal ini dapat diantisipasi dengan
penggunaan generator emergency/darurat. Generator darurat
digunakan untuk menyediakan beban kritis jika terjadi kegagalan listrik
pada power supply sehingga mencegah terjadinya pemadaman pada
ruang-ruang vital seperti ruang operasi & unit perawatan intensif di rumah
sakit, gedung komputer.

Generator darurat memiliki sebuah komponen yang disebut Mains Failure


Panel (MFP). MFP dimaksudkan untuk operasi otomatis (Start & Stop)
generator darurat dan berkoordinasi dengan catu daya yang masuk dari
sisi transformator bertegangan rendah.

68
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
HUBUNGAN
GENSET KE
BEBAN UTAMA
Ketika generator memiliki ukuran
yang sama dengan
transformator power supply.
HUBUNGAN
GENSET KE
BEBAN UTAMA
Ketika generator berukuran lebih
kecil dibandingkan dengan
transformator power supply.
UNINTERUPABLE POWER
SUPPLY
( UPS )
Selain penggunaan generator darurat, sebuah bangunan juga harus
dilengkapi dengan sebuah unit yang disebut Uninterruptible Power Supply
(UPS). Versi dasar UPS terdiri dari penyearah, inverter, dan baterai. Selama
operasi normal, inverter memasok beban kritis dan memastikan amplitudo
dan frekuensi tegangan output stabil dan dikontrol dengan tepat. Inverter
menerima daya dari listrik melalui penyearah yang, setiap saat,
mengambang mengisi baterai. Jika terjadi gangguan pada catu daya,
baterai akan mengambil alih tugas memasok daya ke inverter. Ketika daya
listrik telah dikembalikan, penyearah melanjutkan daya input ke inverter dan
secara otomatis mengisi ulang baterai.

71
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
SKEMA INSTALASI
UPS
SISTEM PROTEKSI
KELISTRIKAN
Fungsi sistem proteksi ini adalah
 Mencegah kerusakan pada alat yang berkaitan
dengan instalasi listrik suatu bangunan.
 Mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada
alat-alat yang berkaitan dengan instalasi listrik.
 Mencegah penyebaran kerusakan pada wilayah atau
daerah tertentu agar tidak membahayakan wilayah
lainnya.
 Mengamankan manusia dari bahaya yang ditimbulkan
oleh bencana atau kecelakaan terkait kelistrikan.

73
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
KOMPONEN SISTEM
PROTEKSI KELISTRIKAN
Alat-alat dalam sistem proteksi dapat dibagi
ke dalam 6 jenis, yaitu
1. PMT ( Pemutus Tenaga )
2. Trafo Arus
3. Trafo Tegangan
4. PMS ( Pemisah )
5. Arrester
6. Relay Proteksi.

74
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
1

KOMPONEN
SISTEM 3

KELISTRIKAN
4

75
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
GARDU INDUK (GI)

GARDU PASANGAN LUAR

GARDU SETENGAH PASANGAN


DALAM

GARDU PASANGAN DALAM

GARDU SETENGAH PASANGAN LUAR

GARDU MOBIL

Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57) 76


GARDU INDUK (GI)

TRANSFORMATOR UTAMA PENGUBAH FASA PEMUTUS DAYA

PANEL HUBUNG ALAT PELINDUNG LAIN-LAIN


GARDU DISTRIBUSI
MENDISTRIBUSIKAN ALIRAN LISTRIK DARI PEMBANGKIT LISTRIK KE
KONSUMEN

GARDU HUBUNG GARDU TRAFO

GARDU OPEN-TYPE GARDU CLOSED-TYPE


GARDU TEMBOK

GARDU KIOS

GARDU PORTAL

GARDU DISTRIBUSI
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57) 79
GARDU KONTROL
1 KOMPARTEMEN BUSBAR

2 KOMPARTEMEN LV (low-voltage)

3 Pemutus daya dan grounding

4 Kompartemen mekanis (kubikal)

5 Kompartemen transformator

KUBIKEL busbar A

Fusi pengaman trafo B

Bukaan panel (window) C

Bukaan panel (door) D

transformator E
80
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
TRANSFORMATOR RADIO
TRANSFORMATOR MINI

• INPUT 220/110V
• OUTPUT 48 – 24 V
• EFISIENSI RENDAH
• PADA TEKNOLOGI SEDERHANA

TRANSFORMATOR
TRAFO
TRANSFORMATOR
SKALA BESAR

• TRAFO UKUR
• TRAFO DAYA
• TRAFO PELINDUNG
• TRAFO DISTRIBUSI
TRAFO UKUR

TRANSFORMATOR
TRAFO

• TRAFO UKUR TRAFO DAYA


• TRAFO ARUS
• TRAFO VOLTASE
• TRAFO TENAGA (DAYA)
• TRAFO DISTRIBUSI
• TRAFO PELINDUNG

TRAFO PELINDUNG

TRAFO DISTRIBUSI
82
Sains Bangunan dan Utilitas 2 (Nim 17-29,30,42,44,49,57)
MVMDP
MEDIUM VOLTAGE MAIN DISTRIBUTION PANEL
PANEL LOW VOLTAGE MAIN DISTRIBUTION PANEL
LVMDP



Panel Tegangan Menengah (PTM)
20,000 Volt dari GARDU menuju LVMDP
DISTRIBUSI •

Panel Utama Tegangan Rendah (PUTR)
Sebagai pembagi dan penyalur listrik (komponen utama)

MDP
MAIN DISTRIBUTION PANEL
• Panel Utama
• Mendistribusikan aliran listrik dari LVMDP ke komponen
berikutnya, yaitu SDP (Sub-Distribution Panel)
PANEL LISTRIK
PANEL kWh
• Terhubung dengan panel-panel lainnya.
• Sebagai media ukur kWh (pemakaian
energi)
PANEL BANK KAPASITOR
• Bank daya listrik
• Umumnya digunakan pada bangunan
dengan pemakaian mesin yang boros
KOMPONEN LAINNYA
• SAKLAR
• SEKERING
• CIRCUIT BREAKER
• KABEL (KONDUKTOR)

• RACEWAYS
• KONDUIT
• TRAY KABEL
• BUSDUCT
CT (Current Transformer) Miniature Circuit Breaker
KOMPONEN PANEL Moulded Case Circuit Breaker Ground Fault Circuit Iterruption

SURGE ARRESTER
LISTRIK GROUNDING PANEL
Thank you for watching!
Any questions?

Template power point


the Power of PowerPoint – thepopp.com
Title Font: Cooper Hewitt Roman (TTF version)
Body Font: Gidole
The future starts today,
not tomorrow.
-Lombok 2019