Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL BOOK REPORT

MATA KULIAH HIMPUNAN DAN LOGIKA


Fungsi Pernyataan yang Mengandung lebih dari Satu Variabel
dan Negasi Suatu Pernyataan yang Mengandung Kuantor
Oleh :

Nama : Yolanda Pandiangan (4163230045)


Jurusan : Matematika Nondik B 2016

Dosen Pengampu :
Zulfahmi Indra, S.Si., M.Cs.

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA. 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat-Nya, penulis dapat
menyelesaikan Critical Book Report yang berjudul ‘Fungsi Pernyataan yang Mengandung
lebih dari Satu Variabel dan Negasi Suatu Pernyataan yang Mengandung Kuantor’ untuk
memenuhi tugas Himpunan dan Logika.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Zulfahmi Indra, S.Si., M.Cs selaku dosen Himpunan dan Logika di Universitas Negeri
Medan atas bimbingan dan segala kesempatan yang telah diberikan kepada penulis dalam
penulisan Critical Book Report ini.
2. Semua sahabat dan teristimewa kepada orangtua yang telah memberikan dorongan dan doa
kepada penulis dan juga memberikan bantuan kepada penulis sehingga Critical Book Report
ini dapat terselesaikan.
Tak lepas dari kekurangan, penulis sadar bahwa Critical Book Report ini masih jauh
dari kata sempurna. Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi karya yang lebih
baik dimasa mendatang. Semoga Critical Book Report ini membawa manfaat bagi pembaca
dan bagi penulis sendiri khususnya.

Medan, September 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………. i


DAFTAR ISI ……………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………. 1
1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………. 1

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Informasi Bibliografi …………..………………………………… 2 2.2
Pengantar ……......……………....……………………. 2
2.3 Isi Buku ………………………………………..……. 3
2.4 Perbedaan dan Persamaan Kedua Buku………………….............. 5
2.5 Kekurangan dan Kelebihan Kedua Buku………………………… 5

BAB 3 PENUTUP
3.1 Simpulan ….…………………………………………. 7
3.2 Saran ……………………………………………... 7
LAMPIRAN
ii
BAB I
PENDAHULAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya semua buku yang telah ditulis oleh para penulis memiliki keunikan
masing-masing, namun ada juga diantara mereka yang masih memiliki kekurangan, hingga
buku tersebut belum begitu sempurna untuk dipelajari, sehingga dibutuhkan buku lain untuk
melengkapi kekurangan buku yang satu tadi. Tapi seharusnya, kita harus sangat
berterimakasih kepada para penulis buku, karena mereka telah memberikan ilmu mereka
untuk kita sehingga kita dapat belajar dari buku-buku mereka.
Oleh karena itu, saya membuat Critical Book ini, untuk melihat perbedaan dan persamaan
dari kedua buku yang berbeda penulisnya tentang suatu materi pembelajaran dan juga untuk
memenuhi salah satu tugas Matematika Umum I.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah isi buku pertama sama dengan isi buku kedua ?
2. Apa kekurangan dan kelebihan dari kedua buku tersebut ?
1.3 Tujuan Critical Book Report
1. Mencari dan mengetahui informasi mengenai topik yang terkadung dalam kedua buku.
2. Mencari tahu kesamaan dan perbedaan isi topik dari kedua buku tersebut.
3. Mencari tahu kekurangan dan kelebihan dari kedua buku.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Informasi Bibliografi
2.1.1 Buku Utama (Buku Pertama)
Judul Buku : Set Theory and Logic
Penulis : Robert R. Stoll
Tahun Terbit : 1979
Penerbit : Dover
Kota terbit : New York
2.1.2 Buku Pembanding (Buku Kedua)
udul Buku : Pengantar Dasar Matematika Logika dan Teori Himpunan
Penulis : Dra. Thersia M.H. Tirta Seputro M.Pd
Tahun Terbit : 1992
Penerbit : Erlangga
Kota Terbit : Jakarta

2.2 Pengantar
Keterangan Buku I Buku II
Pengantar Dasar Matematika
Judul buku Set Theory and Logic
Logika dan Teori Himpunan
- Fungsi pernyataan yang
- Fungsi pernyataan yang
mengandung lebih dari satu
mengandung lebih dari satu
Materi yang variabel
variabel
dibahas - Negasi suatu pernyataan yang
- Negasi suatu pernyataan yang
mengandung kuantor
mengandung kuantor

2
3
2.3 Isi Buku
2.3.1 Perbandingan Isi Kedua Buku
2.3.1.1 Fungsi Pernyataan yang Mengandung Lebih dari Satu Variabel
a. Menurut Robert
Dalam tata bahasa predikat adalah kata atau kata-kata dalam kalimat yang
mengungkapkan apa yang dikatakan subjek, misalnya "adalah bilangan real," "hitam," "iri".
Dalam logika, kata "predikat" memiliki peran yang lebih luas daripada dalam tata
bahasa. Itulah dasar pengamatan bahwa jika predikat tersebut dilengkapi denganvariabel
sebagai tempat untuk subjek yang dituju (misalnya,
"X adalah bilangan real"), hasilnya berperilaku sebagai "fungsi pernyataan"
dalam arti bahwa untuk setiap nilai x (dari domain yang sesuai)
hasil pernyataan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari contoh tadi menjelaskan ekstensi untuk fungsi
pernyataan lebih dari satu variabel.
Contohnya adalah
x kurang dari y,
x membagi y,
z adalah jumlah x dan y.

Hasilnya adalah gagasan dari sebuah n-tempat predikat P (x ,, x2,, sebagai


ekspresi memiliki kualitas yang pada penugasan nilai ke variable x1,x2,….,xn dari domain
sebuah pernyataan yang tepat. Supaya lebih jelas, kita memasukkan 0 sebagai nilai
n, dimana 0 sebagai tempat predikat pernyataan.

b. Menurut Theresia
Didefenisikan himpunan A1,A2,….,An. Suatu fungsi pernyataan yang mengandung
variabel pada himpunan A1 x A2 x A3 x ,,,,,,, x An merupakan kalimat terbuka
p(x1,x2,x3,….,xn) yang mempunyai sifat p(a1,a2,a3,….,an) bernilai
benar atau salah (tidak keduanya) untuk (a1,a2,a3,….,an) anggota semesta
3
4
benar atau salah (tidak keduanya) untuk (a1,a2,a3,….,an) anggota semesta pembicaraan A1 x
A2 x A3 x ,,,,,,, x An.
Suatu fungsi pernyataan yang yang bagian depannya dibubuhi dengan kuantor umum setiap
variabel merupakan suatu pernyataan dan mempunyai nilai kebenaran.
x y p(x,y) atau x y z p(x,y,z)
Negasi dari pernyataan yan mengandung kuantor dapat ditentukan sebagai berikut:
~ [x {y p(x,y)}]  x ~ [y p(x,y)]  x y ~ p(x,y)

2.3.1.2 Negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor


a. Menurut Robert
Jika simbol untuk negasi dan quantifier memodifikasi formula, perintah dimana mereka
muncul relevan.
Misalnya, terjemahan (X) (x adalah fana) adalah "Tidak semua orang fana" atau "Seseorang
adalah abadi," sedangkan terjemahan dari (-X) ((x adalah fana)) adalah "Setiap orang adalah
abadi."
b. Menurut Theresia
Negasi dari “Semua manusia tidak kekal” adalah “Tidak benar bahwa semua mausia tidak
kekal” atau “Beberapa manusia tidak kekal”. Jika p(x) adalah manusia tida kekal atau x tidak
kekal, maka “Semua manusia adalah tidak kekal” atau x p(x) bernilai benar, dan “beberapa
manusia tidak kekal” atau x (px) bernilai salah. Pernyataan diatas dapat ditulis dengan
symbol :
~ [x p(x)]  x ~p(x)
Jadi negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor universal adalah ekivalen dengan
pernyataan yang mengandung kuantifikasi eksistensial (fungsi pernyataan yang dinegasikan)
dan sebaliknya :
~ [x p(x)]  x ~ p(x)
5
2.4 Perbedaan dan Kesamaan Kedua Buku
Setelah saya mengamati dan membaca kedua buku tersebut, kedua buku memiliki
penyampaian penjelasan materi yang berbeda, pada buku pertama, penulis memaparkan
materi dengan singkat dan disertai dengan contoh dan latihan soal untuk lebih memahami
materi tersebut, sedangkan buku kedua memaparkan materi dengan sangat rinci, dan
didukung pula dengan contoh soal dan latihan soal. Namun walau demikian,penyampaian
maknanya tetap sama.
Dan variasi soal yang terdapat pada buku pertama lebih bervariasi dan memiliki tingkat
kesulitan yang berbeda sedangkan buku kedua memiliki latihan soal yang masih sedikit
sehingga para pembaca kurang tertantang untuk menjawabnya.

2.5 Kekurangan dan Kelebihan Buku


2.5.1 Kekurangan Buku
2.5.1.1 Buku Pertama
a. Penjelasan yang diberikan kurang lengkap
b. Tak disertai dengan simbol agar lebih memahami simbol yang digunakan dalam materi itu.
2.5.1.2 Buku Kedua
Variasi soal yang dimiliki masih sedikit, sehingga kurang menantang para pembacanya.

2.5.2 Kelebihan Buku


2.5.2.1 Buku Pertama
Variasi soal yang dimiliki lebih bervariasi dan lebih menantang para pembaca.

6
2.5.2.2 Buku Kedua
a. Materi dipaparkan dengan jelas
b. Dilengkapi dengan simbol

BAB III
Kesimpulan
3.2 Simpulan
Kedua buku menjelaskan materi dengan penjelasan yang berbeda-beda, buku pertama dijelaskan
dengan singkat dan langsung dimasukkan ke dalam bentuk soal agar pembaca lebih gampang memahami,
sedangkan buku kedua menjelaskan materi secara rinci, dan disertai dengan simbol, barulah dimasukkan
masalahnya.
3.3 Saran
Meurut saya, dalam mempelajari materi tentang fungsi pernyataan yang mengandung lebih dari
satu variabel dan negasi suatu pernyataan yang mengandung kuantor, lebih baik kita
membaca buku yan kedua yaitu buku dari Ibu Dra. Theresia, sebab disana penjelasannya
lebih rinci dibandingkan dengan buku pertama, sehingga bagi para pembaca yang ingin
mempelajari lebih dalam tentang materi ini, lebih baik kita membaca buku kedua.