Anda di halaman 1dari 9

Makalah

“ISI PIRINGKU”

Disusun oleh:

Nama : UMMAIRAH PUTRI UTAMI


Nim : P0 7131217 076
Tingkat/ Kelas : II/Reguler B
Jurusan : DIV-GIZI
Mata Kuliah : IPTEK

POLTEKKES KEMENKES ACEH


TAHUN AJARAN
2018/2019
A. PENJELASAN TENTANG ISI PIRINGKU
"Isi Piringku" merupakan gerakan makan makanan yang sehat dengan gizi seimbang.
Konsep Isi Piringku dimaksudkan sebagai pengganti slogan "4 Sehat 5 Sempurna" di masa
lalu. Secara linguistik, bahasa yang digunakan pada slogan "Isi Piringku" jauh lebih
komunikatif dan menekankan sebuah bentuk ketegasan. Dalam slogan "Isi Piringku" terdapat
unsur kesetaraan hak untuk memperoleh makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang.
Setiap individu yang mengucapkan "Isi Piringku" berarti menegaskan hak asasi dalam
memperoleh makanan bernutrisi dan berupaya untuk meraihnya. Pada praktiknya, orang yang
mengatakan 'Isi piringku' berarti dirinya meminta piringnya diisi dengan makanan. Hal ini
berbeda jauh dengan slogan slogan "4 Sehat 5 Sempurna" yang pernah populer di masa
lalu.

Secara linguistik, slogan "4 Sehat 5 Sempurna", tidak komunikatif dan tidak
merepresentasikan kesetaraan hak dalam memperoleh keadilan. Hal ini terlihat dari praktik
linguistik dalam komunikai verbal. Slogan ini lebih ke arah praktik labeling. Di mana pihak-
pihak yang memiliki otoritas dalam kebijakan publik yang dikomunikasikan melalui slogan
"4 Sehat 5 Sempurna" menetapkan makanan tertentu sebagai makanan sehat semata. Setiap
individu yang mengucapkan "4 Sehat 5 Sempurna" tidak meneguhkan dirinya meminta
pemenuhan hak untuk memperoleh makanan. Seseorang tidak akan kenyang dengan
mengatakan "4 Sehat 5 Sempurna".

B. ISI PIRINGKU

 MAKANAN POKOK (ISI KARBOHIDRAT)


Makanan Pokok adalah makanan utama yang dikonsumsi oleh manusia dalam
kehidupan sehari-hari. Makanan Pokok memberikan gizi atau nutrisi dasar agar dapat
mempertahankan hidup sesuai dengan iklim dan lingkungannya. Namun, Makanan Pokok
tidak menyediakan semua gizi atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Untuk
memenuhi keseluruhan kebutuhan gizi pada tubuh manusia, kita memerlukan makanan
pelengkap lainnya agar dapat hidup sehat dan mencegah terjadinya kekurangan gizi.
Makanan pokok berbeda-beda pada setiap wilayah atau kawasan di muka
bumi ini tergantung pada budaya, iklim dan keadaan tempat pada wilayah atau
kawasan yang bersangkutan. Namun makanan yang dijadikan makanan pokok adalah
makanan yang relatif murah dan dapat disimpan dalam waktu yang lama atau tidak
mudah rusak. Makanan-makanan pokok tersebut diantaranya adalah Beras, Jagung,
Gandum, Sorgum, kedelai dan umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan
singkong serta buah-buahan seperti Pisang Raja.

 LAUK PAUK

Lauk pauk adalah segala macam makanan yang disajikan sebagai peneman utama
hidangan nasi, umumnya banyak mengandung protein.

Lauk Pauk Terbagi atas 2 Yaitu :


1. Lauk Hewani
Lauk hewani adalah hidangan dalam suatu acara makan yang terbuat dari bahan
hewani dengan atau dengan tambahan bahan lainnya. Lauk hewani yangdigunakan
adalah daging sapi atau daging unggas (ayam, bebek, burung) atau berupa hasil laut
(ikan, udang, kepiting dan lainnya).

2. Lauk Nabati
LAUK NABATI adalah semua bahan makanan sumber lauk pauk nabati,
biasanya dikenal sebagai sumber protein nabati. Terdapat dlm semua jenis kacang
kacangan termasuk hasil olahannya, contohnya adalah kacang kedele, kacang
hijau, kacang tanah, kacang tolo, kacang merah, kacang kara, kacang mede, kapri,
dll.
 SAYURAN
Sayur adalah semua jenis tanaman yang dapat dikonsumsi baik yang diambil
dari akar, batang, daun, biji, bunga atau bagian lain yang digunakan untuk diolah
menjadi masakan.
Fungsi Sayuran : sayuran mengandung zat gizi yang berfungsi
mengatur Metabolisme ( proses kerja tubuh). Zat pengatur ini terdiri dari air, vitamin,
dan mineral . jenis zat gizi ini banyak terdapat pada makanan yang berasal dari
sayuran dan buah-buahan.

Pada umumnya sayur-sayuran lebih banyak mengandung zat tepung,


karbohidrat, terutama sayuran yang berasal dari akar. Sayuran yang berwarna hijau
kandungan gulanya kebih sedikit daripada sayuran yang berbentuk buah, dan sayuran
yang berupa daun lebih banyak mengandung vitamin dan mineral.

 BUAH-BUAHAN
Buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin (vit A, B, B1, B6, C),
mineral dan serat pangan. Sebagaian vitamin, mineral yang terkandung dalam buah-
buahan berperan sebagai antioksidan.
C. KONSEP ISI PIRINGKU

Konsep Isi Piringku adalah satu piring makan yang terdiri dari 50 persen buah dan
sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Dengan demikian,
masyarakat diharapkan dapat membatasi konsumsi karbohidrat serta lebih banyak
mengonsumsi serat dan vitamin, sehingga risiko masalah kesehatan, seperti diabetes dan
obesitas pun bisa berkurang.
Selain membatasi porsi makanan, Isi Piringku juga menekankan pentingnya
membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Jumlah takaran gula paling
banyak yang bisa dikonsumsi seseorang dalam sehari adalah empat sendok makan, garam
satu sendok teh, dan lemak atau penggunaan minyak goreng maksimal lima sendok makan.
Dalam perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman “4 Sehat 5 Sempurna” pun
berubah menjadi pedoman gizi seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang menjaga gizi.
Dari 10 pesan tersebut, dikelompokkan lagi menjadi empat pesan pokok, yaitu untuk menjaga
pola makan gizi seimbang, minum air putih yang cukup, beraktivitas fisik minimal selama 30
menit per hari, serta mengukur tinggi dan berat badan yang sesuai untuk mengetahui kondisi
kesehatan tubuh.

D. HARAPAN MENKES TENTANG ISI PIRINGKU

1. Mau dan mampu bertindak sebagai agen perubahan sehingga dapat memberikan
kontribusi nyata terhadap upaya perbaikan gizi; baik intervensi spesifik maupun sensitif.
2. Menghasilkan produk ilmiah yang inovatif yang sesuai perkembangan IPTEK dan
kearifan lokal yang ada di masyarakat dalam upaya mempercepat perbaikan gizi;
3. Memberikan masukan/kritikan yang konstruktif dan solusinya, berdasarkan hasil
pengalaman di lapangan, riset terhadap berbagai dampak pembangunan kesehatan
khususnya bidang gizi;
4. Meningkatkan profesional dalam pelayanan gizi baik perorangan maupun masyarakat
dan mencegah timbulnya malpraktik gizi; serta
5. Mau dan mampu bekerjasama dengan semua profesi kesehatan dalam memecahkan
masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat.

E. LANGAKH-LANGKAH PERSAGI MEWUJUDKAN ISI PIRINGKU

1. Tenaga pendidik perlu berperan aktif dalam mendistribusikan informasi 'makanan sehat
dan gizi seimbang' di lembaga-lembaga pendidikan.

2. Komunikasi peduli pencegahan stunting di media massa

3. Optimalisasi media sosial sebagai medium dustribusi informasi untuk mencegahan


stunting dan sentral komunikasi Gerakan Indonesia Sehat.

4. Menjadikan Gerakan Indonesia Sehat sebagai gerakan kolektif di seluruh penjuru


Indonesia

5. Bersikap pro aktif dan memiliki inisiatif kuat untuk menjalin sinergi dengan Persagi
dalam upaya untuk pencegahan stunting dan mewujudkan Indonesia sehat

6. Mendirikan komunitas atau LSM yang peduli pencegahan stunting

7. Berani melaporkan warga masyarakat yang menderit stunting

8. Revitalisasi Posyandu sebagai bagian dari posko pencegahan stunting di daerah masing-
masing
F. ATURAN PEMBAGIAN MAKANAN ISI PIRINGKU

 Setengah porsi piring makan, terdiri dari sayur dan buah-buahan dengan beragam
jenis dan warna.

 Seperempat piring makan diisi dengan protein. Bisa diisi ikan, ayam atau kacang-
kacangan. Batasi konsumsi daging merah ataupun daging olahan.

 Seperempat piring makan dipenuhi dengan karbohidrat dari biji-bijian utuh, nasi
merah, gandum utuh, atau pasta. Hati-hati dalam pemilihan sumber karbo, misalnya
roti atau beras putih karena kandungan gulanya tergolong tinggi.

 Lengkapi dengan sedikit minyak sehat, seperti minyak zaitun, minyak kedelai,
minyak jagung, dan minyak kanola. Sebaiknya hindari minyak yang mengandung
lemak jenuh atau kolesterol tinggi.

 Konsumsi air putih yang cukup, namun batasi susu serta produk turunannya. Batasi
konsumsi susu hingga 2 gelas per hari, jus sekitar satu gelas per hari, dan hindari
minuman dengan kandungan gula tinggi.

 Meski panduan ‘Isi piringku’ ini dapat diterapkan pada hampir semua kalangan,
namun tidak untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun karena mereka membutuhkan
asupan nutrisi berbeda. Demikian juga untuk orang yang perlu menjalani pola makan
khusus karena memiliki kondisi medis tertentu.

G. ISI PIRINGKU UNTU ANAK BAWAH DUA DAN TIGA TAHUN (BADUTA DAN
BALITA).

 Baduta (1-2 tahun)


Anak di atas 1 tahun umumnya sudah boleh diberi makanan keluarga. Ada sejumlah
aturan pemberian makan untuk anak usia 12-24 bulan, yaitu:
1.Hindari memberikan makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti
makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak.
2. Berikan makanan yang bisa dipegang (finger snack) misalnya potongan sayuran rebus
atau buah untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan sekaligus merangsang
pertumbuhan gigi.
3. Pemberian ASI masih tetap diteruskan sampai anak berumur dua tahun.
Bunda harus memperhatikan frekuensi pemberian makan untuk si Kecil, yaitu 3-4 kali
sehari makanan keluarga + 1-2 kali sehari makanan selingan atau bergantung pada nafsu
makan anak + pemberian ASI. Jumlah setiap kali makan: Semangkuk penuh berukuran
250 ml.

 Batita (2-3 tahun)


Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia tahun 2013, anak usia 2-3 tahun
butuh 1125 kilo kalori. Bagi kebutuhan kalori tersebut menjadi 5 kali makan dengan
pembagian 2 kali snack (rata-rata 100-150 kilo kalori setiap makan snack) dan 3 kali
makan besar.
Anak usia 2-3 tahun setiap makan besar harus menghabiskan sekitar 300 kilo kalori dan
100 kilo kalori camilan.
Berikut ini contoh menu yang bisa diberikan untuk anak 2-3 tahun dalam 1 porsi
makan besar dan snacknya:
Karbohidrat, bisa berupa nasi 5-6 sendok makan atau roti tawar 1 lembar. Protein berupa
setengah potong ayam ukuran sedang atau daging sapi giling 2-5 sendok makan.
Untuk sayur, berikan brokoli 2-3 sendok makan atau jagung manis 2 sendok makan,
untuk buah berikan apel setengah ukuran sedang atau pisang 1 ukuran sedang. Untuk
susu atau produk turunannya, berikan susu 1 gelas atau yogurt 1 gelas kecil.
Sedangkan untuk snack berikan biskuit 3 keping sedang atau cokelat 2-4 potong.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.depkes.go.id/article/view/17103100004/sehat-berawal-dari-piring-makanku.html
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Feeding-and-
Nutrition-Your-Two-Year-Old.aspx
http://gizi.fk.ub.ac.id/gizi-seimbang-anak-0-2-tahun/
http://www.kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/LEAFLET-ISI-
PIRINGKU-ilovepdf-compressed_1011.pdf

https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kesehatan/Umum/Isi-Piringku-Beda-Usia-Beda-
Kebutuhannya