Anda di halaman 1dari 10

RUMAH SAKIT UMUM NATALIA

Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali


Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM NATALIA


NOMOR : /SK/RSU.N/IX/2017

TENTANG
KEBIJAKAN ASUHAN PASIEN SERAGAM
DI RUMAH SAKIT UMUM NATALIA

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM NATALIA


Menimbang : a. Bahwa dalam meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit
Umum Natalia, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan
yang bermutu tinggi
b. Bahwa agar pelayanan di Rumah Sakit Umum Natalia dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya Peraturan Direktur tentang
Kebijakan Asuhan Pasien Seragam Rumah Sakit Umum Natalia
sebagai landasan bagi penyelenggaraan seluruh pelayanan di
Rumah Sakit Umum Natalia
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b, perlu ditetapkan dengan Peraturan Direktur Rumah
Sakit Umum Natalia.
Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang – Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691 Tahun 2011
tentang keselamatan pasien;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 290/Menkes/Per/III/2008
tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1438/Menkes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan
Kedokteran;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit;
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

7. Surat Keputusan Pimpinan PT Yohanes Berchman Soekarsono


Boyolali Nomor No 03/SK/Y.B.S/IX/2016 Tentang
Pengangkatan Direktur RSU Natalia Boyolali Masa Jabatan
2016-2020

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM
NATALIA TENTANG KEBIJAKAN ASUHAN PASIEN
SERAGAM DI RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Pertama : Memberlakukan Kebijakan Asuhan Pasien Seragam Di Rumah
Sakit Umum Natalia
Kedua : Kebijakan Asuhan Pasien Seragam di RSU Natalia sebagaimana
tercantum dalam lampiran Keputusan ini.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, maka akan
dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Boyolali
Pada tanggal :
Direktur,

dr. Yulika Putri Dasa Panjuis


NIK 19870710 201606 2 036
Tembusan
1. Unit terkait
2. Arsip
Lampiran : SK Direktur Utama RSU Natalia
Nomor : /SK/RSU.N/IX/2017
Tanggal :
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

Tentang : Kebijakan Asuhan Pasien Seragam Di Rumah Sakit Umum


Natalia

1. Pelayanan Instalasi :
a. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat, Rawat Inap, Rawat Intensif,
Laboratorium dan Radiologi dilaksanakan dalam 24 jam. Pelayanan
Rawat Jalan sesuai dengan jadwal praktik dokter.
b. Pelayanan Kamar Operasi dilaksanakan dalam jam kerja, dan dilanjutkan
dengan sistem on call.
c. Pelayanan harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
d. Seluruh staf Rumah Sakit Umum Natalia harus bekerja sesuai dengan
standar profesi, pedoman/panduan dan standar prosedur operasional yang
berlaku, serta sesuai dengan etika profesi, etika Rumah Sakit Umum Dadi
dan peraturan perundangan yang berlaku.
e. Seluruh staf Rumah Sakit Umum Natalia dalam melaksanakan
pekerjaannya wajib selalu sesuai dengan ketentuan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3), termasuk dalam penggunaan alat
pelindung diri (APD).
2. Skrining dan triase :
a. Skrining dilakukan pada kontak pertama untuk menetapkan apakah pasien
dapat dilayani oleh Rumah Sakit Umum Natalia.
b. Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, visual atau pengamatan,
pemeriksaan fisik, psikologik, laboratorium klinik atau diagnostik imajing
sebelumnya.
c. Kebutuhan darurat, mendesak, atau segera diidentifikasi dengan proses
triase berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien dengan kebutuhan
emergensi.
3. Identifikasi :
a. Setiap pasien yang masuk rawat inap harus dipasangkan gelang identitas
pasien.
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

b. Pasien selalu diidentifikasi sebelum pemberian obat, sebelum transfusi


darah atau produk darah lainnya, sebelum pengambilan darah dan
spesimen lain untuk pemeriksaan laboratorium klinis, sebelum
pemeriksaan radiologi, serta sebelum dilakukan tindakan.
4. Transfer/ perpindahan di dalam rumah sakit :
a. Transfer dilaksanakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
b. Pasien yang ditransfer harus dilakukan stabilisasi terlebih dahulu sebelum
dipindahkan.
5. Transfer keluar rumah sakit / rujukan :
a. Stabilisasi terlebih dahulu sebelum dirujuk.
b. Rujukan ke rumah sakit atau sarana kesehatan ditujukan kepada unit atau
individu secara spesifik.
c. Merujuk berdasarkan atas kondisi kesehatan dan kebutuhan akan
pelayanan berkelanjutan.
d. Rujukan menunjuk siapa yang bertanggung jawab selama proses rujukan
serta perbekalan dan peralatan apa yang dibutuhkan selama transportasi.
e. Kerjasama yang resmi atau tidak resmi dibuat dengan rumah sakit
penerima.
f. Proses rujukan didokumentasikan di dalam rekam medis pasien.
6. Penundaan pelayanan :
a. Memperhatikan kebutuhan klinis pasien pada waktu menunggu atau
penundaan untuk pelayanan diagnostik dan pengobatan
b. Memberikan informasi apabila akan terjadi penundaan pelayanan atau
pengobatan
c. Memberi informasi alasan penundaan atau menunggu dan memberikan
informasi tentang alternatif yang tersedia sesuai dengan keperluan klinis
mereka.
7. Pemulangan pasien :
a. DPJP yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien tersebut, harus
menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan.
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

b. Keluarga pasien dilibatkan dalam perencanaan proses pemulangan yang


terbaik atau sesuai kebutuhan pasien.
c. Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan pelayanan penunjang dan
kelanjutan pelayanan medis.
d. Identifikasi organisasi dan individu penyedia pelayanan kesehatan di
lingkungannya yang sangat berhubungan dengan pelayanan yang ada di
rumah sakit serta populasi pasien.
e. Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
f. Resume berisi pula instruksi untuk tindak lanjut.
g. Salinan resume pasien pulang didokumentasikan dalam rekam medis.
h. Salinan resume pasien pulang diberikan kepada praktisi kesehatan yang
dirujuk.
8. Transportasi :
a. Transportasi milik rumah sakit, harus sesuai dengan hukum dan peraturan
yang berlaku berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan
b. Transportasi disediakan atau diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
pasien
c. Semua kendaraan yang dipergunakan untuk transportasi, baik kontrak
maupun milik rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan yang memadai,
perbekalan dan medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien yang
dibawa.
9. Hak pasien dan keluarga :
a. Menghormati kebutuhan privasi pasien.
b. Melindungi barang milik pasien dari pencurian atau kehilangan.
c. Melindungi pasien dari kekerasan fisik.
d. Anak-anak, individu yang cacat, lanjut usia dan lainnya yang berisiko,
mendapatkan perlindungan yang layak.
e. Membantu mencari second opinion dan kompromi dalam pelayanan
didalam maupun diluar rumah sakit.
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

f. Pernyataan persetujuan (lnformed Consent) dari pasien didapat melalui


suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang
terlatih, dalam bahasa yang dipahami pasien.
g. Informed consent diperoleh sebelum operasi, anestesi, sedasi, penggunaan
darah atau produk darah dan tindakan serta pengobatan lain yang berisiko
tinggi.
10. Penolakan pelayanan dan pengobatan :
a. Memberitahukan hak pasien dan keluarga untuk menolak atau tidak
melanjutkan pengobatan.
b. Memberitahukan tentang konsekuensi, tanggung jawab berkaitan dengan
keputusan tersebut dan tersedianya alternatif pelayanan dan pengobatan.
c. Memberitahukan pasien dan keluarganya tentang Menghormati keinginan
dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi atau
memberhentikan pengobatan bantuan hidup dasar ( Do Not Resuscitate )
d. Rumah sakit telah menetapkan posisinya pada saat pasien menolak
pelayanan resusitasi dan membatalkan atau mundur dari pengobatan
bantuan hidup dasar.
e. Posisi rumah sakit sesuai dengan norma agama dan budaya masyarakat,
serta persyaratan hukum dan peraturan.
11. Pelayanan pasien tahap terminal :
a. Mendukung hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang penuh hormat
dan kasih sayang pada akhir kehidupannya
b. Perhatian terhadap kenyamanan dan martabat pasien mengarahkan semua
aspek pelayanan pada tahap akhir kehidupan
c. Semua staf harus menyadari kebutuhan unik pasien pada akhir
kehidupannya yaitu meliputi pengobatan terhadap gejala primer dan
sekunder, manajemen nyeri, respon terhadap aspek psikologis, sosial,
emosional, agama dan budaya pasien dan keluarganya serta
keterlibatannya dalam keputusan pelayanan.
12. Asesmen pasien :
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

a. Semua pasien yang dilayani rumah sakit harus diidentifikasi kebutuhan


pelayanannya melalui suatu proses asesmen yang baku.
b. Asesmen awal setiap pasien meliputi evaluasi faktor fisik, psikologis,
sosial dan ekonomi, termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan
c. Hanya mereka yang kompeten sesuai perizinan, undang-undang dan
peraturan yang berlaku dan sertifikasi dapat melakukan asesmen
d. Asesmen awal medis dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap
atau lebih dini/cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah sakit.
e. Asesmen awal keperawatan dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak
rawat inap atau lebih cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah
sakit.
f. Asesmen awal medis yang dilakukan sebelum pasien di rawat inap, atau
sebelum tindakan pada rawat jalan di rumah sakit, tidak boleh lebih dari 30
hari, atau riwayat medis telah diperbaharui dan pemeriksaan fisik telah
diulangi.
g. Untuk asesmen yang berumur kurang dari 30 hari, apabila ada perubahan
kondisi pasien yang signifikan, maka perubahan dicatat dalam rekam
medis pasien pada saat masuk rawat inap
h. Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan rencana pemulangan
pasien (discharge planning)
i. Semua pasien dilakukan asesmen ulang pada interval tertentu atas dasar
kondisi dan pengobatan untuk menetapkan respons terhadap pengobatan
dan untuk merencanakan pengobatan atau untuk pemulangan pasien.
j. Data dan informasi asesmen pasien dianalisis dan diintegrasikan.
13. Manajemen obat :
a. Elektrolit konsentrat tidak boleh berada di unit pelayanan pasien kecuali
jika dibutuhkan secara klinis dan tindakan diambil untuk mencegah
pemberian yang tidak sengaja di area tersebut, bila diperkenankan dengan
kebijakan khusus.
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

b. Elektrolit konsentrat yang disimpan di unit pelayanan pasien diberi label


yang jelas dan disimpan dengan cara yang membatasi akses (restricted
access).
14. Manajemen nutrisi :
a. Pasien di skrining untuk status gizi.
b. Respon pasien terhadap terapi gizi dimonitor.
c. Makanan disiapkan dan disimpan dengan cara mengurangi risiko
kontaminasi dan pembusukan.
d. Produk nutrisi enteral disimpan sesuai rekomendasi pabrik.
e. Distribusi makanan secara tepat waktu, dan memenuhi permintaan khusus.
15. Manajemen nyeri:
a. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan
dilakukan asesmen apabila ada rasa nyerinya.
b. Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri secara efektif.
c. Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman dan protokol.
d. Komunikasi dengan dan mendidik pasien dan keluarga tentang
pengelolaan nyeri dan gejala dalam konteks pribadi, budaya dan
kepercayaan agama masing-masing.
16. Surgical Safety Checklist :
a. Digunakan suatu tanda yang segera dikenali untuk identifikasi lokasi
operasi dan melibatkan pasien dalam proses penandaan / pemberian tanda.
b. Menggunakan suatu checklist untuk melakukan verifikasi praoperasi tepat-
lokasi, tepat-prosedur, dan tepat-pasien dan semua dokumen serta
peralatan yang diperlukan tersedia, tepat/benar, dan fungsional.
c. Tim operasi yang lengkap menerapkan dan mencatat/mendokumentasikan
prosedur “sebelum insisi / time-out” tepat sebelum dimulainya suatu
prosedur / tindakan pembedahan.

17. Risiko jatuh :


RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

a. Penerapan asesmen awal risiko pasien jatuh dan melakukan asesmen


ulang terhadap pasien bila diindikasikan terjadi perubahan kondisi atau
pengobatan.
b. Langkah-langkah diterapkan untuk mengurangi risiko jatuh bagi mereka
yang pada hasil asesmen dianggap berisiko.
c. Langkah-langkah dimonitor hasilnya, baik tentang keberhasilan
pengurangan cedera akibat jatuh maupun dampak yang berkaitan secara
tidak disengaja.
18. Komunikasi efektif :
a. Perintah lisan dan yang melalui telepon ataupun hasil pemeriksaan
dituliskan secara lengkap oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan
tersebut.
b. Perintah lisan dan melalui telpon atau hasil pemeriksaan secara lengkap
dibacakan kembali oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan tersebut.
a. Perintah atau hasil pemeriksaan dikonfirmasi oleh individu yang memberi
perintah atau hasil pemeriksaan tersebut.
19. Manajemen di instalasi :
a. Semua petugas instalasi wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
b. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
c. Melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali.
d. Setiap bulan Instalasi wajib membuat laporan.
20. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan RS :
a. Peralatan di instalasi harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kaliberasi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk menjamin semua peralatan
tetap dalam kondisi yang baik.
b. Perbaikan peralatan dilaksanakan dengan memperhatikan kontinuitas
pelayanan RS terutama pada pelayanan yang menyangkut emergency dan
bantuan hidup.
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA
Jl.Teratai No.15 Pulisen Boyolali
Telp. / Fax. (0276) 325302
Email : rsunataliaboyolali@gmail.com

c. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan


dalam K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja )

Ditetapkan di : Boyolali
Pada tanggal : 10 September 2017
Direktur,

dr. Yulika Putri Dasa Panjuis


NIK 19870710 201606 2 036