Anda di halaman 1dari 20

PEDAGOGIK UMUM

BAHAN PENGAYAAN DAN REMEDI


PEDAGOGIK UMUM

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS
2019

Pedagogik Umum
KATA PENGANTAR

I
ndonesia, sebagai sebuah negara kepulauan yang mempunyai wilayah geografis sangat luas dan
beragam, memiliki tantangan tersendiri terkait upaya peningkatan kualitas guru. Guru merupakan
garda terdepan dalam sebuah sistem pendidikan. Betapapun canggih konsep pendidikan dirancang,
tanpa diimbangi oleh guru yang kompeten, maka hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi yang
optimal. Dengan kata lain kualitas guru merupakan kunci utama kualitas pendidikan.
Sampai saat ini masih banyak wilayah di Indonesia yang memiliki keterbatasan akses. Wilayah
seperti ini seringkali disebut sebagai daerah khusus. Keterbatasan ini berimbas pada proses
peningkatan kualitas guru yang bertugas pada wilayah tersebut. Minimnya jaringan komunikasi
dan beratnya jarak tempuh menjadikan para guru daerah khusus (gurdasus) relatif sulit untuk
mengikuti perkembangan pendidikan sebagai upaya meningkatkan profesionalitasnya.Persoalan
ini menjadi semakin nyata tatkala fakta menunjukkan bahwa banyak gurdasus tidak mampu
melampaui passing grade yang dicanangkan dalam uji pengetahuan (UP) yang merupakan
bagian dari Uji Kompetensi Mahasiswa Pengembangan Profesi Guru (UKMPPG) sebagai
prasyarat uji profesionalitasinya.
Hal ini bukanlah persoalan yang sederhana, karena kelulusan dalam UP UKMPPG merupakan salah
satu indikator guru dikatakan profesional. Oleh karena itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas gurdasus. Salah satu langkah
yang ditempuh pemerintah adalah melakukan pembuatan sumber belajar bagi gurdasus dalam
bentuk “Bahan Pengayaan dan Remedi”. Produk ini akan dicetak dalam bentuk buku dan dibagikan
bagi semua gurdasus yang belum lulus UP UKMPPG. Melalui buku ini diharapkan guru dapat
berproses secara mandiri maupun terbimbing untuk meningkatkan profesionalitasnya. Lebih jauh,
melalui sumber belajar buku “Bahan Pengayaan dan Remedi” ini, guru diharapkan akan terpicu
untuk terus belajar dalam usaha meningkatkan kemampuan dan profesionalitasnya.
Selanjutnya, buku ini pastinya mempunyai keterbatasan mengingat luasnya cakupan keilmuan yang
seharusnya dimasukkan. Pendekatan pelatihan yang dikemas dalam buku ini berbasis pada kisi-kisi
soal UP. Buku “Bahan Pengayaan dan Remedi” dilengkapi dengan dua jilid buku pendamping yang
berisikan soal-soal latihan sebagai pengayaan tambahan. Diharapkan, guru tidak hanya menggunakan
satu sumber buku ini tetapi dapat mengakses berbagai sumber-sumber pendukung lainnya. Dengan
demikian diharapkan kompetensi guru akan meningkat yang pada akhirnya akan berimbas pada
peningkatan kualitas pendidikan sebagai pendukung laju proses pembangunan bangsa.
Tidak lupa, kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam
penyusunan buku ini. Semua kerja keras dan sumbangsih dari berbagai pihak dalam penyelesaian
buku ini merupakan bentuk kesadaran bersama bahwa peningkatan kualitas di daerah-daerah
khusus merupakan salah satu kunci pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Jakarta, Maret 2019


Direktur Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan,

Supriano
NIP 196208161991031001

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
DAFTAR ISI BAB I
PENDAHULUAN

KATA PENGANTAR............................................................................................................ iii


A. RASIONAL
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... iv
Undang Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 8 menyatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1 guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani
A. RASIONAL.................................................................................................... 1 dan rohani, serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hal ini berlaku pula
B. TUJUAN PENULISAN ................................................................................. 2 untuk Guru daerah khusus (Gurdasus), bahwa di samping harus memenuhi kualifikasi
C. CARA PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN BAHAN PENGAYAAN S1/DIV, juga harus memiliki sertifikat pendidik yang diperoleh melalui PPG. Gurdasus
yang telah mengabdi di daerah khusus umumnya memiliki kendala dalam meningkatkan
DAN REMEDI ............................................................................................... 2
kompetensi dan keprofesionalannya yang diperoleh melalui program PPG. Dikarenakan
BAB II KISI-KISI (KOMPETENSI, CAPAIAN PEMBELAJARAN, INDIKATOR kondisi, tantangan, dan hambatan yang dihadapi Gurdasus dalam mengikuti program PPG,
ESSENSIAL, CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN) PEDAGOGIK UMUM ... 3 maka pada tahun 2108 dilakukan kegiatan prakondisi dalam bentuk pelatihan yaitu PGDK
BAB III SOAL-SOAL LATIHAN FORMATIF ................................................................ 23 untuk menyiapkan Gurdasus agar berhasil dalam menyelesaikan program PPG. Hal ini
A. SOAL-SOAL LATIHAN ............................................................................. 23 dalam rangka memenuhi amanat UU Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005 Pasal 12, bahwa
setiap orang yang memperoleh sertifikat pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk
B. UMPAN BALIK ........................................................................................... 28
diangkat menjadi guru pada satuan pendidikan tertentu.
BAB IV PENUTUP .............................................................................................................. 29
Namun demikian hasil evaluasi penyelenggaraan pra kondisi dan PPG PGDK tahun 2018
DAFTAR REFERENSI......................................................................................................... 30 dalam rangka sertifikasi guru melalui PPG, menunjukkan angka tingkat kelulusan peserta
KUNCI JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN .................................................................... 32 khususnya di UP PPG-PDGK relatif masih rendah yaitu dibawah 35%. Beberapa catatan hasil
evaluasi pada saat pembeklan awal sebelum program PPG berlangsung yaitu pelaksanaan
pembekalan yang berlangsung sebelum PPG dirasa masih kurang efektif karena beberapa
peserta mengalami penyesuaian budaya dan lingkungan, penyampaian materi dan soal yang
diujikan di UP kurang sinkron, tingkat kesukaran soal UP cukup tinggi dan lain sebagainya.
Untuk itu perlu adanya upaya dan strategi lain dalam rangka membekali peserta PPG-PGDK
agar dapat sukses mengikuti UP PPG khususnya pada waktu melakukan remedi.
Pengembangan bahan pengayaan dan remedi disusun sebagai upaya agar peserta PGDK
yang belum lulus dapat sukses ketika mengikuti program remedi UP PPG tahun 2019.
Bahan pengayaan dan remedi yang dikembangkan berisi kompetensi, capaian pembelajaran,
indikator esensial, soal dan pembahasan yang kisi-kisinya telah disinkronkan dengan kisi-
kisi UP PPG. Usaha ini tidak lain agar peserta Gurdasus memiliki sumber belajar yang
memudahkan guru dalam mengikuti program remedi UP PPG.
Bahan pengayaan dan remedi ini khusus untuk materi pedagogik, karena salah satu
kompetensi yang penting dikuasai oleh guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi
pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap
peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan
sampai dengan mengevaluasi. Secara umum kompetensi inti pedagogi meliputi; (a)
menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan
intelektual, (b) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
(c) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan
yang diampu, (d) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, (e) memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, (f) memfasilitasi

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang BAB II
dimiliki, (g) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, (h)
menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (i) memanfaatkan hasil KISI-KISI (KOMPETENSI, CAPAIAN PEMBELAJARAN,
penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, (j) melakukan tindakan reflektif INDIKATOR ESSENSIAL, CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN)
untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
PEDAGOGIK UMUM
B. TUJUAN PENULISAN
Penulisan bahan pengayaan dan remedi ini bertujuan untuk membantu peserta PPG-PGDK
dalam mempersiapkan diri menghadapi Uji Pengetahuan (UP) PPG. Bahan pengayaan dan
remedi ini dikembangkan sebagai sumber belajar yang dapat digunakan secara mandiri
maupun terbimbing. Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
C. CARA PENGGUNAAN BAHAN PENGAYAAN DAN REMEDI Perencanaan Merumuskan indikator 1. Dengan mencermati standar
Agar peserta dapat lebih mudah memahami buku bahan pengayaan dan remedi ini maka pembelajaran kompetensi dan capaian kompetensi lulusan peserta dapat
pahamilah cara penggunaan berikut; pembelajaran berdasarkan merumuskan indikator kompetensi
standar kompetensi lulusan
1. Bacalah secara menyeluruh dengan cermat maksud dan tujuan pembuatan yang termuat
di BAB I. Soal
1. Pada rancangan pembelajaran terdapat contoh kompetensi dasar yaitu mengidentifikasi
2. Perhatikan indikator/ kisi-kisi yang disajikan di BAB II
jenis, sifat, dan fungsi bahan alam dari tanaman untuk produk karya seni rupa dan kriya,
3. Perhatikan setiap soal yang menjadi contoh dari setiap indikator. Coba kerjakan, serta maka rumusan indikator yang bisa dikembangkan guru pada tingkatan kognitif mencipta
cocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang tersedia. Pelajari pembahasan yang (C6) yang tepat, adalah….
tertera dari setiap soal/ indikator. A. Mengelompokan bahan alam dari tanaman pandan untuk produk karya seni rupa
4. Tulislah hal yang dianggap penting dalam buku catatan dan didiskusikan dengan sejawat, B. Menyebutkan fungsi tanaman pandan untuk produk karya seni rupa
baik isi, penjelasan dan peluang pengembangan soalnya. C. Menjelaskan sifat tanaman pandan untuk produk karya seni rupa
5. Coba kerjakan soal-soal latihan formatif yang ada di BAB III tanpa melihat kunci D. Membedakan sifat tanaman pandan dengan tanaman suji untuk produk karya seni rupa
jawaban. E. Membuat produk karya sei rupa dari tanaman pandan
Pembahasan
6. Cocokan hasil kerjaan dengan kunci jawaban. Jika masih ada kesalahan, cek kembali Untuk menjawab soal tersebut peserta harus memahami tingkatan kognitif dengan kata
pemahaman anda dengan pembahasan yang ada di BAB II kerja operasionalnya contoh;
7. Perluas pengetahuan anda dengan mencari soal maupun sumber materi yang lain.
Tingkatan kognitif Contoh kata kerja operasional
8. Untuk semakin meningkatkan pemahaman anda terhadap materi pedagogik, silahkan
C1: Mengingat menyebutkan, menghafalkan, mengetahui, menuliskan, memberi label
anda lanjutkan untuk mengerjakan soal-soal tryout 1 dan 2.
C2: memahami Membedakan, menerangkan, mengartikan, merangkum, mengelompokan
C3: Menerapkan Melaksanakan, melakukan, melatih, membiasaan, membedakan,
menyelesaikan, menggunakan
C4: Menganalisis Memilih, menata, menyeleksi, megdiagnosis, mengedit, menguraikan
C5: Mengevaluasi Membuktikan, memisahkan, menguji, mengukur, mengkritik,
memvalidasi, memonitor
C6: Mencipta Membangun, membentuk, membuat, menamilkan, memperjelas,
menemukan, menyususn
Kata kerja operasional “membuat” termasuk dalam tingkatan kognitif C6 (Mencipta).
Jawaban: E
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
Perencanaan Merumuskan indikator 2. Berdasarkan rumusan indika-
pembelajaran kompetensi dan capaian tor kompetensi peserta dapat
pembelajaran berdasarkan merumuskan capaian pembelajaran
standar kompetensi lulusan (tujuan pembelajaran)

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Soal Pembahasan
2. Pada sebuah rancangan pembelajaran (RPP) tertulis contoh rumusan indikator kompetensi Berikut merupakan tabel untuk mempermudah dalam menentukan jenis materi
yaitu “menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras”, jika seorang
pendidik akan menyusun menjadi tujuan pembelajaran maka rumusan yang tepat adalah…. Jenis Materi Indikator hasil belajar yang harus dikuasai siswa
A. Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui praktik, siswa dapat menjelaskan Fakta Apabila siswa diminta untuk menyebutkan nama, kapan, dimana suatu
kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa komponen input, proses peristiwa terjadi
dan output Konsep Apabila siswa diminta untuk mengemukakan definisi, membedakan dua
B. Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi, hal, mengklasifikasikan
siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras secara Prosedur Apabila siswa diminta untuk menjelaskan langkah-langkah pemecahan
benar suatu persoalan menurut prosedur tertentu
C. Siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa Prinsip Apabila siswa diminta untuk menjelaskan hubungan antar berbagai konsep,
komponen input, proses dan output secara benar sebab akibat
D. Menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras komponen input, Keterampilan Apabila siswa diminta untuk membuat sesuatu
proses dan output tanpa melihat catatan
Aspek afektif Apabila siswa diminta memilih dan melakukan sikap tertentu terhadap
E. Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi,
suatu kejadian
materi kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras secara benar tanpa
Aspek motorik Apabila siswa diminta untuk melakukan kegiatan menggunakan anggota badan
melihat catatan.
Pembahasan Tujuan pembelajaran yang meminta siswa dapat mendefinisikan hewan unggas,
Unsur-unsur dalam merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya memenuhi kaidah ABCD mengelompokan dan membedakan jenis-jenis unggas termasuk jenis materi berupa konsep
yaitu; Jawaban: D
A : Audience adalah peserta didik yang akan belajar Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
B : Behavior adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik Perencanaan Menetapkan materi, proses, 4. Berdasarkan capaian pembelajaran
setelah selesai memperoleh pengalaman belajar dalam pelajaran tersebut pembelajaran sumber, media, penilaian, dan (tujuan pembelajaran) yang
C : Condition adalah kondisi, yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau evaluasi pembelajaran telah dirumuskan dan materi
alat/peralatan yang digunakan peserta didik pada saat dilakukan penilaian yang ditentukan, peserta dapat
D : Degree adalah tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai perilaku menetapkan proses pembelajaran
Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui yang sesuai.
C Soal
diskusi, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras
A B 4. Perencanaan pembelajaran yang menenkankan pada proses keterlibatan peserta didik
secara benar secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan dihubungkan dengan
D situasi kehidupan sehari-hari sehingga mendorong peserta didik dapat menerapkan dalam
Jawaban: B kehidupan mereka, pilihan strategi pembelajaran yang tepat yaitu….
A. Kooperatif B. Inkuiri C. Problem solving
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial D. Discovery E. Kontekstual
Perencanaan Menetapkan materi, 3. Berdasarkan capaian pembelajaran Pembahasan
pembelajaran proses, sumber, media, (tujuan pembelajaran) yang telah
Untuk menjawab soal di atas peserta harus memahami model-model pembelajaran dan
penilaian, dan evaluasi dirumuskan, peserta dapat menetapkan
karateristiknya, seperti;
pembelajaran materi pembelajaran yang diperlukan
Soal • Kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis di mana
siswa-siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan anggota antara
3. Pada saat menyusun perencanaan pembelajaran pokok materi tentang Unggas, seorang
empat sampai lima orang secara heterogen untuk mencapai tujuan-tujuan bersama
guru merumuskan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendefinisikan hewan
unggas, mengelompokan dan membedakan jenis-jenis unggas. Adapun pilihan strategi • Problem solving merupakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran yang
pembelajaran untuk menjelaskan materi kepada siswa tersebut yaitu strategi pembelajaran menggunakan masalah-masalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak
deduktif. Mendasarkan tujuan dan strategi pembelajaran tersebut mencerminkan ragam tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang siswa berpikir kritis untuk
pengetahuan yang jenisnya…. memecahkannya.
A. Fakta B. Prosedur C. Keterampilan D. Konsep E. Prinsip • Inkuiri adalah proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan
observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah
terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
• Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif Ciri-ciri diagram yang perlu diketahui:
untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan sehingga siswa dapat menyimpulkan • bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang sulit dimengerti
konsep dari pembelajaran yang telah dipelajari • untuk dapat membaca diagram seoarang harus punya latar belakang tentang apa yang
• Kontektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang mengaitkan didiagramkan
antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa • walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti
membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya Diagram yang baik sebagai media pendidikan:
dalam kehidupan mereka sehari-hari. • Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
Jawaban: E • Cukup besar dan ditempatkan secara strategis
• Penyusunanya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan, dan
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial dari atas ke bawah.
Perencanaan Menetapkan materi, 5. Berdasarkan capaian pembelajaran (tujuan 4. Bagan/chart
pembelajaran proses, sumber, media, pembelajaran) yang telah dirumuskan dan materi Seperti halnya media grafis yang lain, fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide
penilaian, dan evaluasi yang ditentukan, peserta dapat menetapkan sumber atau konsep yang sulit disampaikan secara tertulis atau secara.
pembelajaran belajar/media pembelajaran yang diperlukan. Syarat bagan yang baik, adalah:
Soal • Dapat dimengerti anak
5. Saat merancang pembelajaran seorang guru ingin menyederhanakan konsep/prinsip / • Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit
hukum yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan secara tertulis, media • Diganti pada waktu-waktu tertentu agar tetap termasa juga tidak kehilangan daya tarik.
apa yang paling tepat dipilih oleh guru tersebut.... Contoh: bagan organisasi, bagan alur siklus air
A. Bagan B. APE (Alat Permaian Edukadif) 5. Grafik
C. Flip Chart D. Foto E. Gambar Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-
Pembahasan titik, garis atau gambar. Grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematik dan
Untuk menjawab soal ini, peserta harus memahami pengertian, jenis, keunggulan dan menggunakan data-data komparatif.
kelemahan masing-masing media pembelajaran;
Kelebihan grafik sebagai media adalah:
1. Media foto
• Bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan-
Kelebihan
• Sifatnya konkret, menunjukkan pokok masalah dibanding media verbal. hubungannya.
• Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. • Memungkinkan secara cepat kita mengadakan analisis, interpretasi, dan perbandingan
• Mengatasi keterbatasan pengamatan anatara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, pertumbuhan dan arah.
• Dapat memperjelas suatu masalah • Penyajian data grafik: jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis.
• Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan. Media grafis dikatakan baik, jika memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Kelemahan: • Jelas untuk dilihat seluruh kelas
• Hanya menekankan persepsi indera mata • Hanya menyajikan satu ide setiap grafik
• Gambar /foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran • Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya
• Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. • Warna yang digunakan kontras dan harmonis
Syarat pembuatan media foto yang baik: • Berjudul dan ringkas
• Autentik • Sederhana
• Sederhana • Mudah dibaca
• Ukuran relatif (menyesuaikan ruang) • Praktis, mudah diatur
• Mengandung gerak atau perbuatan • Menggambarkan kenyataan/realisme
• Gambar hendaklah bagus dari sudut seni • Menarik
2. Sketsa • Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan
Sketsa adalah gambar yang sederhana, draft kasar yang melukiskan bagian-bagian • Teliti
pokoknya tanpa detail. Sketsa, selain dapat memeperjelas penyampaian pesan, menghindari 6. APE
verbalisme, menarik perhatian siswa, harganyapun tak perlu dipersoalkan sebab media ini Alat permainan edukatif (APE) adalah alat yang digunakan oleh anak untuk bermain sambil
dibuat langsung oleh guru. Sketsa, yang dibuat secara cepat sementara guru menerangkan belajar artinya alat dan bermain itu sendiri merupakan sarana belajar yang menyenangkan.
dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut. Anak tidak akan bosan-bosan bermain, di samping itu dengan bermain akan membawa
3. Diagram anak kepada pengalaman yang positif dalam segala aspek, seperti aspek pengembangan
Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol, diagram, keimanan dan ketakwaan, daya pikir, daya cipta, kemampuan olah tubuh (jasmani)”.
atau skema menggambarkan struktur dari obeyeknya secara garis besar, menunjukkan Jawaban: A
hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang terjadi.

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial 2. Evaluasi proses pembelajaran; evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses
Perencanaan Menetapkan materi, 6. Berdasarkan capaian pembelajaran (tujuan pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan,
pembelajaran proses, sumber, media, pembelajaran) dan proses pembelajaran kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam
penilaian, dan evaluasi yang telah ditentukan, peserta dapat mengikuti proses pembelajaran.
pembelajaran menetapkan jenis evaluasi yang tepat 3. Evaluasi hasil pembelajaran; evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa
Soal terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau
6. Seorang guru merancang evaluasi dengan mendasarkan pada indikator dan tujuan dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.
pembelajaran yang sudah ditentukan di RPP. Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi
menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa, maka jenis evalausi yang tepat dipilih oleh
Berdasarkan objek:
guru adalah….
1. Evaluasi input adalah evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian,
A. Evaluasi formatif
B. Evaluasi sumatif sikap, keyakinan.
C. Evaluasi selektif 2. Evaluasi transformasi adalah evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses
D. Evaluasi diagnostik pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-lain.
E. Evaluasi penempatan 3. Evaluasi output adalah evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian
Pembahasan hasil pembelajaran.
Jenis evaluasi berdasarkan tujuan Berdasarkan subjek:
1. Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan- 1. Evaluasi internal adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai
kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. evaluator, misalnya guru.
2. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling 2. Evaluasi eksternal adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai
tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.
3. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa Jawaban: B
dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
4. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan Perencanaan Menyusun Rencana 7. Dengan mencermati silabus, peserta dapat
meningkatan proses belajar dan mengajar. pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran menganalisis keterkaitan antar komponen
5. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan (RPP) sesuai silabus silabus
kemajuan belajar siswa. Soal
Jenis evaluasi berdasarkan sasaran 7. Seorang Guru mencari materi dan media dari internet saat menyusun rencana pembelajaran
(RPP), materi dan media tersebut akan disampaikan pada proses pembelajaran dengan
1. Evaluasi konteks adalah valuasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program
maksud agar siswa tidak mengalami kesulitan memahami pelajaran. Langkah apa yang
baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan
harus dilakukan oleh seorang Guru saat memilih materi pelajaran….
yang muncul dalam perencanaan. A. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar,
2. Evaluasi input adalah evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber dan indikator
daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. B. Menganalisis potensi peserta didik; relevansi dengan karakteristik daerah; dan struktur
3. Evaluasi proses adalah evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, keilmuan
baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan C. Menyesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan
faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya. spritual peserta didik
D. Melihat kebermanfaatan bagi peserta didik; aktualitas, kedalaman, dan keluasan
4. Evaluasi hasil atau produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil
materi pembelajaran
program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki,
E. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber
dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.
bahan, dan alokasi waktu
5. Evaluasi outcome atau lulusan adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil Pembahasan
belajar siswa lebih lanjut, yaitu evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
Langkah-langkah dalam memilih materi pelajaran
Jenis evaluasi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran • Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan
1. Evaluasi program pembelajaran; evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi indikator
program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain. • Mengidentifikasi jenis-jenis materi pelajaran

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
• Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan KD dan indicator pencapaian 3. Kompetensi Dasar, adalah sejumlah kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta
• Memilih sumber materi pelajaran didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator pencapaian
Sementara kompetensi. Kompetensi dasar dalam RPP, merujuk kompetensi dasar yang tercantum
dalam silabus;
• Potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik daerah, dan struktur keilmuan
4. Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi
• Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu. Indikator pencapaian
• Kebermanfaatan bagi peserta didik, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi
pembelajaran
disusun guru dengan merujuk kompetensi dasar. Dengan pertimbangan tertentu, guru
• Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber dapat menentukan tingkatan indikator lebih tinggi dari kompetensi dasar (kemampuan
bahan, dan alokasi waktu minimal) yang ditentukan silabus. Pertimbangan tertentu yang dimaksud, antara lain:
Bukan termasuk langkah-langkah memilih materi tetapi prinsip dalam memilih materi agar lulusan memiliki nilai kompetitif, atau kelengkapan fasilitas laboratorium lebih
Jawaban: A baik dari satuan pendidikan sejenis. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan/atau diukur,
Perencanaan Menyusun Rencana 8. Dengan mencermati silabus yang telah yang mencakup kompetensi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan
pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran ditentukan, peserta dapat menyusun (psikomotor);
(RPP) sesuai silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 5. Tujuan Pembelajaran dirumuskan lebih spesifik atau detail dengan merujuk indikator
dengan tepat pencapaian kompetensi. Jika cakupan dan kedalaman materi pembelajaran sudah tidak
Soal dapat dijabarkan lebih detail dan spesifik lagi, maka tujuan pembelajaran disusun sama
8. Dengan mencermati silabus, seorang guru akan merancang pelaksanaan pembelajaran persis dengan indikator pencapaian kompetensi.
(RPP). Sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud RI No 22 tahun 2016 Rencana 6. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup sekurang-kurangnya.... ditulis dalam bentuk butir-butir pokok bahasan/sub pokok bahasan sesuai dengan
A. Kompetesi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi ajar, model rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran secara lengkap dalam
pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan penilaian hasil belajar bentuk Lembar Kerja Peserta Didik dapat dilampirkan.
B. Identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi ajar, model 7. Model/Metode pembelajaran, model pembelajaran (lebih luas dari metode, dan
pembelajaran, metode pengajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan bobot
mempunyai sintak jelas) digunakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran
penilaian hasil belajar
dan suasana belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk mencapai kompetensi
C. Standar kompetensi, kompetensi dasar, metode pengajaran, media pembelajaran,
dasar. Penggunaan model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan karakteristik
sumber belajar, langkah pembelajaran, tes hasil belajar, dan kunci jawaban tes
peserta didik, dan karakteristik materi pembelajaran. Untuk memperkuat pendekatan
D. Identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media,
sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik
E. Identitas sekolah, identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, media, (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/
sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar penelitian (model pembelajaran discovery/inquiry). Untuk mendorong kemampuan
Pembahasan berpikir peserta didik abad 21, baik secara individual maupun kelompok maka sangat
disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem
Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah
menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan based learning). Untuk menstimulan kemampuan ketrampilan dan berkarya peserta
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus didik, baik secara individual maupun kelompok, maka pemilihan model pembelajaran
untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi berbasis proyek sangat tepat. Tentunya para guru harus memahami berbagai model
Dasar (KD). pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan pengalaman belajar peserta didik.
RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. 8. Media Pembelajaran, berupa alat bantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran,
Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan komponen minimal RPP agar peserta didik termotivasi, menarik perhatian, dan berminat mengikuti pelajaran.
terdiri atas: Jenis-jenis media pembelajaran dan karakterisnya, perlu dipahami pada guru, sehingga
pemilihan media pembelajaran dapat mengoptimalkan perhatian dan hasil belajar
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
peserta didik.
2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi
9. Sumber belajar, dapat berupa buku cetak, buku elektronik, media yang berfungsi
pokok, dan 3) alokasi waktu ditentukan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD
sebagai sumber belajar, peralatan, lingkungan belajar yang relevan;
dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia
dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
10. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serangkaian aktivitas pengelolaan • Project based learning atau PjBL merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan
pengalaman belajar siswa, melalui tahapan pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahapan berdasarkan penerapan proyek dengan melibatkan siswa menyelidiki masalah dunia nyata
pendahuluan, guru melakukan kegiatan: 1) memimpin doa dan mempresensi kehadiran • Inkuiri adalah proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan
peserta didik, 2) memberikan apersepsi, 3) menyampaikan tujuan pembelajaran, dan observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah terhadap
4) memotivasi peserta didik. Pada tahapan inti, guru mengelola pembelajaran merujuk pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis
pada sintak (prosedur) model pembelajaran yang dipilihnya. Tahapan penutup, guru • Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk
melakukan kegiatan: 1) rangkuman materi pembelajaran, 2) penilaian, dan 3) tindak mencari dan menyelidiki suatu permasalahan sehingga siswa dapat menyimpulkan konsep
lanjut pembelajaran berikutnya. dari pembelajaran yang telah dipelajari
11. Penilaian, penilaian proses belajar dan hasil belajar dikembangkan oleh guru, • Kontektual kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang
dilakukan dengan prosedur: membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata
siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya
12. menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari.
13. menyusun kisi-kisi penilaian; Jawaban: B
a. membuat instrumen penilaian serta pedoman penilaian;
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
b. melakukan analisis kualitas instrumen penilaian;
c. melakukan penilaian; Melaksanakan Melaksanakan pembelajaran 10. Melalui paparan kasus,
pembelajaran dengan mewujudkan suasana dan peserta dapat memberikan
d. mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
proses pembelajaran yang sesuai pilihan pemecahan masalah
e. melaporkan hasil penilaian; dan
dengan kaidah pedagogik untuk pelaksanaan pembelajaran
f. memanfaatkan laporan hasil penilaian. memfasilitasi pengembangan untuk mengembangkan karakter
Jawaban: E potensi diri dan karakter siswa siswa.
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial Soal
Melaksanakan Melaksanakan pembelajaran dengan 9. Melalui paparan kasus, peser- 10. Di sekolah seorang guru menuliskan beberapa aturan seperti dilarang menginjak rumput
pembelajaran mewujudkan suasana dan proses ta dapat memberikan pilihan dan mencoret-coret meja hal ini merupakan pembiasaan kepada peserta didik agar
pembelajaran yang sesuai dengan pemecahan masalah pelaksana- berkembang kecerdasan….
kaidah pedagogik untuk memfasilitasi an pembelajaran untuk mengem- A. Naturalis B. Kinestetis C. Visual spasial
pengembangan potensi diri dan bangkan potensi siswa. D. Verbal linguistic E. Logis matematis
karakter siswa Pembahasan
Soal Pembelajaran logis matematis di sekolah dapat dikembangkan melalui beberapa strategi
9. Seorang guru senior mengajar siswanya dengan metode diskusi dan menggunakan media seperti berikut ini:
gambar yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Pada awal semester baru 2019 1. Menceritakan masalah yang dihadapi sehari-hari, kemudian dipecahkan dengan bantuan
siswa dikelas tersebut diketahui 70% memiliki preferensi belajar kinestetik sehingga pemikiran matematis dengan mengatur waktu penyelesaian dengan tepat dan efektif.
mereka tidak fokus saat pembelajaran dan diskusi berlangsung, siswa lebih senang jika 2. Merencanakan suatu eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah yang diawali
mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut strategi pembelajaran dengan mengungkapkan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, menafsirkan
yang paling tepat dipilih guru…. data, dan menarik kesimpulan.
A. Kooperatif B. Project based learning C. Kontekstual 3. Membuat diagram venn untuk mempolakan masalah agar mudah membangun pengertian
D. Inqury E. Discovery sehingga mudah dipecahkan.
Pembahasan 4. Membuat analogi untuk menjelaskan sesuatu sehingga mudah dipahami, misalnya
Untuk menjawab pertanyaan, anda harus memahami macam-macam strategi pembelajaran; menjelaskan tentang peristiwa erosi diwujudkan dengan analogi menumpahkan air pada
kepala yang tidak berambut, air akan cepat mengalir ke badan.
• Kooperatif pada intinya adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara
5. Menggunakan ketrampilan berpikir dari tingkat rendah hingga berpikir tingkat tinggi
sistematis di mana siswa-siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan
untuk menyelesaikan masalah.
anggota antara empat sampai lima orang secara heterogen untuk mencapai tujuan-tujuan
6. Mengkategorikan fakta–fakta yang dipelajari sesuai sifat dan jenisnya untuk memudahkan
bersama
mengingat.
• Problem solving merupakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran yang 7. Merancang suatu pola atau kode, atau simbol untuk mengetahui obyek yang ingin
menggunakan masalah-masalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak
dipelajari.
tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang siswa berpikir kritis untuk
memecahkannya.

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Pembelajaran yang dirancang untuk mengaktifkan kecerdasan visual spasial adalah 10. Publikasi
Publikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tulisan peserta didik dapat difotocopi dan
1. Visualisasi
disebarkan. Tulisan–tulisan dapat dijilid dalam bentuk buku dan ditempatkan khusus dikelas
Penerapan metode ini dengan menciptakan “layar lebar” di benak siswa, guru dapat
atau perpustakaan, dan dipublikasikan di web site sekolah. Jika memungkinkan membentuk
membimbing dengan memejamkan mata dan membayangkan apa yang baru saja mereka
kelompok khusus kepenulisan utuk diskusi buku dan tulisan peserta didik. Apabila peserta
pelajari dan diminta untuk menceritakan kembali.
didik tahu bahwa orang lain menggandakan, mendiskusikan, bahkan memperdebatkan
2. Penggunaan warna tulisan mereka, hal itu memotivasi untuk terus mengembangkan keahliannya.
Penggunaan warna untuk memberi penekanan pada pola peraturan atau klasifikasi
Pembelajaran dikelas yang dapat mengaktifkan kecerdasan kinestetik adalah;
selama proses pembelajaran, misal warna merah pada semua kata–kata penting yang
1. Respon tubuh
harus dipahami peserta didik. Warna juga sebagai penghilang stress peserta didik ketika
Mintalah peserta didik menanggapi pelajaran menggunakan tubuh sebagai media respon
menghadapi hal sulit menemukan makna.
misalnya mengangkat tangan, mengangguk, atau tersenyum jika memahami penjelasan guru.
3. Metafora gambar 2. Teater kelas
Metafora gambar adalah pengekspresian gagasan melalui pencitraan visual. Nilai Meminta peserta didik memerankan teks, soal, atau materi lain yang harus dipelajari
pendidikan metafora ada pembentukan hubungan hal yang sudah diketahui siswa dan dengan mendramakan isinya.
yang diajarkan. 3. Konsep kinestetis
4. Sketsa gagasan Permainan tebak–tebakan yang dilakukan dengan gerakan yang menantang kemampuan
Strategi sketsa gagasan ini meminta peserta didik menggambarkan poin kunci, gagasan peserta didik untuk mengungkapkan pengetahuan dengan cara tidak konvensional.
utama, tema sentral, atau konsep yang diajarkan, agar cepat dan mudah sketsa tidak harus 4. Hands on thinking
rapi menyerupai kenyataan. Memberi kesempatan peserta didik untuk memanipulasi obyek atau menciptakan sesuatu
dari tangan mereka dengan membuat patung, kolase, atau bentuk kerajinan lain.
5. Simbol grafis 5. Peta tubuh
Pembelajaran yang dapat membangkitkan kecerdasan linguistik dalam diri peserta didik Tubuh manusia dapat digunakan sebagai alat pedagogis yang berguna, missal jari untuk
dengan strategi berikut; menghitung, dengan menggunakan gerakan fisik akan menginternalisasikan gagasan.
6. Bercerita Pembelajaran di kelas yang mengembangkan kecerdasan naturalis adalah;
Peserta didik akan senang menceritakan kisah yang dimiliki kepada temannya sebayanya,
sebagian yang lain merasa malu. Mendengarkan cerita melibatkan keterampilan mendengar 1. Jalan–jalan di alam terbuka
dan linguistik. Metode bercerita bisa diajarkan kepada peserta didik dengan pendahuluan Cara ini untuk menguatkan materi yang akan dipelajari untuk semua mata pelajaran,
yang menarik, pemilihan karakter, cerita yang dipilih mengandung imajinasi yang bias misalnya untuk melukiskan perjuangan pahlawan, mempelajari pertumbuhan dan cuaca.
dibayangkan oleh pendengar, memakai efek suara, tangan dan gerakan tubuh, suara jelas 2. Melihat keluar jendela
serta ekspresif, dan kontak mata dengan pendengar. Untuk mengurangi kebosanan peserta didik di kelas, metode ini dapat dilakukan oleh guru
dengan observasi diluar kelas, melakukan pengamatan, dan mencatatat hasilnya.
7. Diskusi 3. Ekostudi
Diskusi kelas digunakan hampir disetiap mata pelajaran dan semua tingkat. Ada beberapa Strategi ini mengintegrasikan kepedulian peserta didik pada kelangsungan bumi
hal yang harus dipenuhi agar hasilnya positif dan memuaskan. untuk semua mata pelajaran, misal; tidak menginjak rumput, tidak membuang sampah
8. Merekam dengan tape recorder sembarangan.
Tape recorder digunakan untuk sebagai pengumpul informasi, wawancara, dan dapat Jawaban: A
digunakan untuk menyediakan informasi. Peserta didik dapat menggunakan untuk
mempersiapkan tulisan, mengolah gagasan, sekaligus membicarakan topic mereka. Peserta Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
didik yang kurang cakap menulis mungkin bisa merekam pemikiran mereka sebagai mode Menilai dan Melaksanakan penilaian 11. Dengan mencermati RPP dan
ekspresi alternative. Manfaat lain bias digunakan mengirim surat lisan kepada peserta mengevaluasi otentik-holistik yang mencakup proses pembelajaran, peserta dapat
didik lain untuk menceritakan pengalaman pribadi mereka, dan memperoleh umpan balik pembelajaran ranah sikap, pengetahuan, dan memberikan pilihan jenis penilaian
tentang sosialisasi di lingkungan kelas. keterampilan; otentik-holistik terhadap aspek sikap
Soal
9. Menulis jurnal
Jurnal ini dapat dibuat sangat pribadi dan hanya diceritakan pada guru atau dibacakan 11. Seorang guru ingin mengetahui kemampuan siswa dalam mengatur dan mengelola perbedaan
secara teratur di depan kelas. Jurnal ini dapat merangkum kecerdasan majemuk dengan pendapat ketika dilakukan diskusi kelompok. Guru tersebut membuat lembar daftar cek (check
menggunakan gambar, sketsa foto, dialog, dan data non verbal. Topic yang ditulis bias list) dalam bentuk skala yang harus diisikan oleh siswa untuk menilai teman kelompoknya.
bidang umum, spesifik, catatan matematika, gagasan baru, dan mata pelajaran lain Jenis penilaian otentik-holistik yang dapat dipilih oleh guru tersebut yaitu….
A. Penilaian kinerja B. Penilaian proyek
C. Penilaian portofolio D. Pertanyaan terbuka E. Penilaian diri

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Pembahasan Untuk melaksanakan penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu memperhatikan hal-hal
Penilaian Kinerja seperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspek apa yang akan dinilai; langkah
Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). berikutnya menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan; merancang format penilaian
Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik yang akan digunakan seperti pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian; peserta
berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk didik diminta untuk melakukan penilaian diri; pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara
mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peserta didik mengaplikasikan acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat
pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk dan objektif; dan pendidik menyampaikan umpan balik kepada peserta didik yang didasarkan
merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan pada hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.
anekdot/narasi, skala penilaian (rating scale). Penilaian Antarteman
Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peseta didik
Penilaian Proyek
untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapain kompetensi, sikap, dan perilaku
Penilaian proyek (project assessment) adalah bentuk penilaian yang diujudkan dalam bentuk
keseharian peserta didik. Penilaian ini dapat dilakukan secara berkelompok untuk mendapatkan
pemberian tugas kepada peserta didik secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada informasi sekitar kompetensi peserta didik dalam kelompok. Informasi ini dapat dijadikan
penilaian terhadap tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode/ sebagai bahan menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
waktu tertentu. Penilaian proyek dapat juga dikatakan sebagai penilaian berbentuk penugasan
yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya tertentu Pertanyaan Terbuka
yang dilakukan secara berkelompok. Dengan menggunakan penilaian proyek pendidik dapat Penilaian otentik juga dilakukan dengan cara meminta peserta didik membaca materi
memperoleh informasi berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam hal pengetahuan, pelajaran, kemudian merespon pertanyaan terbuka. Penilaian ini lebih difokuskan terhadap
pemahaman, aplikasi, sintesis informasi atau data, sampai dengan pemaknaan atau bagaimana peserta didik mengaplikasikan informasi daripada seberapa banyak peserta didik
penyimpulan. memanggil kembali apa yang telah diajarkan. Pertanyaan terbuka tesebut harus dibatasi
supaya jawabannya tidak terlalu luas dan bermakna sesuai dengan tujuannya.
Penilaian Portofolio Jawaban: A
Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan
karya peserta didik yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terogansir. Menilai dan Melaksanakan penilaian 12. Dengan mencermati RPP dan proses
Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara peserta didik dan guru. mengevaluasi otentik-holistik yang mencakup pembelajaran, peserta dapat memberikan
Hal ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta peserta didik dan proses bagaimana pembelajaran ranah sikap, pengetahuan, dan pilihan jenis penilaian otentik-holistik
fakta-fakta tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa peserta didik telah memiliki keterampilan terhadap aspek pengetahuan
kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan. Soal
12. Jika guru memberikan penugasan kepada siswa yang bertujuan untuk mengukur
Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-hal seperti kemampuan dalam menghasilkan karya tertentu dan dilakukan secara berkelompok. Maka
berikut ini, yaitu: kesesuaian, saling percaya antara pendidik dan peserta didik, kerahasiaan
jenis penilaian otentik yang tepat adalah….
bersama antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara pendidik guru dan
A. Peniaian kinerja B. Peniaian portofolio
peserta didik, penilaian proses dan hasil.
C. Penilaian proyek D. Penilaian jurnal E. Penilaian diri
Jurnal Pembahasan
Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik berkaitan Penilaian Kinerja
dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal belajar ini dapat digunakan untuk merekam Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). Bentuk
atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik berdasarkan hasil
Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan kerja dari suatu tugas. Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk mendemonstrasikan tugas
di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
yang dibuat siswa.Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menunjukkan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian
segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan anekdot/narasi, skala penilaian (rating scale).
dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru
di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas. Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) adalah bentuk penilaian yang diwujudkan dalam bentuk
Penilaian Diri
pemberian tugas kepada peserta didik secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta
penilaian terhadap tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode/
untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi
waktu tertentu. Penilaian proyek dapat juga dikatakan sebagai penilaian berbentuk penugasan
yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukan berarti tugas
yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya tertentu
pendidik untuk menilai dilimpahkan kepada peserta didik semata dan terbebas dari kegiatan
yang dilakukan secara berkelompok. Dengan menggunakan penilaian proyek pendidik dapat
melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah
memperoleh informasi berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam hal pengetahuan,
penilaian yang telah dilakukan pendidik.
pemahaman, aplikasi, sintesis informasi atau data, sampai dengan pemaknaan atau penyimpulan.

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Penilaian Portofolio Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan Menilai dan Melaksanakan penilaian 13. Dengan mencermati RPP dan proses
karya peserta didik yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. mengevaluasi otentik-holistik yang pembelajaran, peserta dapat memberikan
Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terogansir. pembelajaran mencakup ranah sikap, pilihan jenis penilaian otentik-holistik
Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara peserta didik dan guru. Hal pengetahuan, dan keterampilan terhadap aspek keterampilan
ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta peserta didik dan proses bagaimana fakta-fakta
Soal
tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi
dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan. 13. Pada akhir pembelajaran siswa diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar
yang diberikan guru dengan tujuan agar siswa tersebut mengaplikasikan kemampuan
Untuk melakukan penilaian portofolio secara tepat perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut keterampilan yang dimilikinya dan guru dapat menilai kompetensinya. Instrumen yang
ini, yaitu: kesesuaian, saling percaya antara pendidik dan peserta didik, kerahasiaan bersama dapat dipilih oleh guru untuk merekam hasil belajar yaitu….
antara pendidik dan peserta didik, kepuasan, milik bersama antara pendidik guru dan peserta A. Daftar cek (check list)
didik, penilaian proses dan hasil. B. Benar salah (true false)
Jurnal C. Pilihan ganda (multiple choice)
Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik berkaitan D. Menjodohkan (matching)
dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal belajar ini dapat digunakan untuk merekam atau E. Jawaban bebas (Completion test)
meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. Misalnya, Pembahasan
perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam Penilaian Kinerja
memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar yang Secara umum tes dapat dipilahkan kedalam bentuk tes penampilan atau unjuk kerja
dibuat siswa.Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menunjukkan segala (performance test), tes lisan, dan tes tulis. Tes penampilan adalah tes dalam bentuk tindakan
sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal dapat juga atau unjuk kerja untuk mengukur seberapajauh seseorang dapat melakukan sesuatu tugas atau
diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru di kelas pekerjaan sesuai dengan standar atau kriteria yang ditetapkan. Misalnya tes keterampilan
maupun kondisi proses pembelajaran di kelas. dalam mengoperasikan alat atau peralatan seperti komputer, peralatan produk teknologi,
Penilaian Tertulis memperagakan gerakan, dan kegiatan belajar lain yang sejenis. Dengan menggunakan tes
Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek penampilan atau tes keterampilan maka dapat diketahui secara langsung tingkat atau kualitas
dan uraian. Penilaian tertulis yang termasuk dalam model penilaian otentik adalah penilaian keterampilan peserta didik yang sudah dirumuskan dan ditetapkan dalam kompetensi dasar.
yang berbentuk uraian atau esai yang menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, Di samping itu, tes keterampilan atau tes praktek dapat berfungsi sebagai media belajar untuk
mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya mengurangi kejenuhan. Namun demikian, penggunaan tes keterampilan akan menghadapi
atas materi yang telah dipelajari. Penilaian ini sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga kendala jika peralatan yang digunakan tidak memadai untuk mendukung pelaksanaan tes
mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Dalam itu sendiri. Dilihat dari segi biaya, tes keterampilan relatif mahal manakala dibutuhkan
menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal seperti kesesuaian soal kelengkapan fasilitas tes keterampilan yang lebih kompleks.
dengan indikator pada kurikulum, konstruksisoal atau pertanyaan harus jelas dan tegas, dan Tes lisan (oral test) yang dilaksanakan secara lisan, soal atau pertanyaan diberikan secara lisan
bahasa yang digunakan tidak menimbulkan penafsiran ganda. dan jawaban yang diberikan juga dinyatakan secara lisan. Tes tulis (written test) adalah tes
Penilaian Diri yang dilaksanakan secara tertulis, pertanyaan atau soal dinyatakan secara tertulis dan jawaban
Penilaian diri (self assessment) adalah suatu teknik penilaian dimana peserta didik diminta yang diberikan oleh peserta tes juga dinyatakan secara tertulis. Tes tulis dapat dikelompokkan
untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi menjadi dua yakni tes bentuk uraian (essay test) dan tes bentuk obyektif (objective test). Tes
yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukan berarti tugas bentuk uraian adalah tes yang jawabannya tidak disediakan pada lembar soal, tetapi harus
pendidik untuk menilai dilimpahkan kepada peserta didik semata dan terbebas dari kegiatan diungkap atau diberikan sendiri oleh peserta tes. Pengungkapan jawaban oleh peserta tes
melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah sangat bervariasi dilihat dari sisi gaya bahasa dan keluasan lingkup jawaban. Berdasarkan sifat
penilaian yang telah dilakukan pendidik. jawaban inilah maka tes bentuk uraian dapat dipilah menjadi uraian bebas dan uraian terbatas.
Untuk melaksanakan penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu memperhatikan hal-hal Tes uraian bebas memberi keleluasaan pada peserta tes untuk mengungkapkan secara panjang
seperti: menentukan terlebih dahulu kompetensi atau aspek apa yang akan dinilai; langkah lebar jawaban yang diberikan. Tes uraian terbatas membatasi peserta tes dalam menjawab
berikutnya menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan; merancang format penilaian berdasarkan aspek-aspek tertentu dari materi yang diujikan.
yang akan digunakan seperti pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian; peserta Tes bentuk obyektif adalah yang jawabannya disediakan oleh pembuat soal, peserta tes hanya
didik diminta untuk melakukan penilaian diri; pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara memilih jawaban yang benar dengan cara memberi tanda silang (X), tanda centang (V),
acak, untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat atau lingkaran (O). Secara umum tes bentuk obyektif dapat dipilahkan menjadi dua yaitu tes
dan objektif; dan pendidik menyampaikan umpan balik kepada peserta didik yang didasarkan menyajikan (supply test) dan tes pilihan (selection test). Tes bentuk pilihan (selection test)
pada hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak. dapat dipilah menjadi benar – salah (true – false), menjodohkan (matching test), pilihan ganda
Jawaban: C (multiple choice), tes analogi (analogy test), dan tes menyusun kembali (rearrangement test).

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
Tes menyajikan (supply test) adalah tes yang pertanyaan atau soalnya disusun sedemikian Pembahasan
rupa dengan maksud agar peserta tes memberikan jawaban cukup dengan satu atau dua kata Analisis secara teoritis adalah telaah soal yang difokuskan pada aspek materi, konstruksi,
saja. Tes bentuk pilihan (selection test) adalah tes yang formatnya disusun sedemikian rupa dan bahasa. Penelaahan kualitas soal bentuk obyektif pada aspek materi dimaksudkan untuk
yang mengharuskan peserta tes menjawab dengan cara memilih alternatif jawaban yang mengetahui apakah materi yang diujikan sudah sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar
disediakan dengan memberi tanda sesuai petunjuk. Tes bentuk pilihan ini dapat disusun dalam yang ditetapkan, dan apakah materi soal sudah sesuai dengan tingkat atau jenjang kemampuan
bentuk benar-salah, menjodohkan, dan pilihan ganda. Tes benar-salah (true-false) adalah berpikir peserta tes, serta apakah kunci jawaban sudah sesuai dengan isi pokok soal. Telaah
bentuk tes yang soal atau pertanyaannya berupa pernyataan. Pernyataan tersebut dapat berupa kualitas soal pada aspek konstruksi dimaksudkan untuk mengetahui teknik penulisan butir-
pernyataan yang benar dan pernyataan yang salah. Peserta tes diminta untuk merespons butir soal sudah merujuk pada kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pada aspek bahasa,
pernyataan tersebut dengan cara memberi tanda atau memilih huruf B jika pernyataan benar telaah soal dimaksudkan untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan cukup jelas
dan memberi tanda atau memilih S jika pernyataan salah. Tes menjodohkan (matching test) dan mudah dimengerti, tidak menimbulkan multi interpretasi, serta sesuai dengan kaidah
adalah format tes yang disusun dalam dua bagian yaitu bagian pertanyaan atau pernyataan dan penggunaan bahasa yang berlaku.
bagian jawaban.Tes pilihan ganda adalah bentuk tes yang disusun berupa pertanyaan sebagai
pokok soal (stem) dan alternatif pilihan jawaban. Alternatif pilihan jawaban dapat terdiri Secara teoritis, kualitas soal tes bentuk objektif dapat ditelaah dengan memperhatikan hal-hal
tiga, empat, atau lima. Peserta tes diminta memilih satu jawaban yang benar dari alternatif sebagai berikut:
jawaban yang disediakan dengan cara memberi tanda sesuai dengan petunjuk. Tes pilihan • Butir harus sesuai dengan indicator yang ditetapkan
ganda ini dapat dipilah menjadi pilihan ganda, pilihan ganda sebab–akibat, pilihan ganda • Hanya ada satu jawaban yang benar
analisis kasus, pilihan ganda kompleks, dan pilihan ganda membaca diagram/grafik/peta. Tes • Pengecoh homogin, dan berfungsi
analogi (analogy test) adalah jenis tes bentuk obyektif yang disusun sedemikian rupa dimana Kelebihan tes bentuk obyektif
dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan peserta tes diminta memilih bentuk yang sesuai • Lingkup materi yang diujikan luas sehingga dapat mewakili materi yang sudah diajarkan
dengan pernyataan sebelumnya. Tes menyusun kembali (rearrangement test) adalah jenis tes (representatif)
obyektif yang disusun sedemikian rupa sehingga format pernyataan atau pertanyaan tersusun • Tingkat validitas isi relatif tinggi
dalam kalimat yang tidak teratur. Dalam tes jenis ini peserta tes diminta untuk menyusun • Proses koreksi dan penyekoran mudah dan obyektif
kembali rangkaian kalimat yang tidak teratur tersebut menjadi urutan pengertian atau proses • Tidak memungkinkan peserta tes untuk mengemukakan hal-hal yang tidak berkaitan
yang benar. dengan pertanyaan
• Informasi hasil tes dapat lebih cepat
Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). • Tingkat reliabilitas tinggi
Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik • Memungkinkan penyelenggaraan tes bersama pada wilayah yang luas
berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk Kelemahan tes obyektif
mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik mengaplikasikan • Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes
pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk • Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka
merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan • Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek
anekdot/narasi, skala penilaian (rating scale). • Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama
Jawaban: A • Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehinnga mengurangi waktu
ujian
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
Menilai dan Menggunakan hasil penilaian 14. Melalui paparan kasus, peserta Salah satu bentuk tes obyektif yaitu tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda adalah bentuk tes
mengevaluasi untuk meningkatkan kualitas dapat menganalisis hasil penilaian yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan.
pembelajaran pembelajaran. pembelajaran Jawaban: A
Kompetensi Capaian Pembelajaran Indikator Esensial
Soal
Menilai dan Menggunakan hasil penilaian 15. Melalui paparan kasus, peserta
14. Sebagian siswa mengalami kesulitan menjawab soal tes pilihan ganda yang disusun oleh
mengevaluasi untuk meningkatkan kualitas dapat menentukan tindak lanjut
guru hal tersebut disebabkan materi dalam soal sebagian belum dipelajari oleh siswa,
pembelajaran pembelajaran. hasil penilaian pembelajaran
karena materi tersebut seharusnya diberikan pada pertemuan berikutnya. Hal yang
seharusnya dilakukan guru dalam menyusun soal tes pilihan ganda pada aspek materi Soal
yaitu….
15. Hasil penilaian akhir yang dilakukan oleh guru diketahui beberapa siswa telah memenuhi
A. Soal harus sesuai dengan indikator
ketuntasan belajar dan ada juga siswa yang belum memenuhi kreteria ketuntasan belajar.
B. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas
Mendasarkan pada kasus tersebut guru dapat melakukan tindak lanjut hasil penilaian yang
C. Pilihan jawaban harus homogen dan logis
dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal. Berikut merupakan pemanfaatan hasil penilaian
D. Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama
oleh Guru, kecuali…
E. Butir tes tidak tergantung pada jawaban sebelumnya

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
A. Memperbaiki program pembelajaran BAB III
B. Menyelenggarakan program remedial bagi siswa yang hasilnya rendah
C. Menyelenggarakan program pengayaan bagi siswa yang hasilnya tinggi
SOAL-SOAL LATIHAN FORMATIF
D. Mengadministrasikan hasil penilaian
E. Menyusun laporan hasil penilaian
Pembahasan
Hasil tes atau hasil penilaian dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan dan Ketentuan mengerjakan soal latihan formatif;
perkembangan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam tugas tertentu. Di • Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilih salah satu jawaban yang
samping itu hasil penilaian dapat juga memberi gambaran tingkat keberhasilan pendidikan menurut anda paling benar.
pada satuan pendidikan. Berdasarkan analisis hasil penilaian, dapat ditentukan langkah atau • Cocokan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban
upaya yang harus dilakukan oleh pendidik dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas • Hitunglah jawaban Anda yang benar dengan rumus yang telah disediakan
proses dan hasil belajar. Oleh sebab itu hasil penilaian yang diperoleh harus diinformasikan
• Berilah penilaian atas tingkat pengethuan yang telah anda kuasai
langsung kepada peserta didik sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan peserta didik
(assessment as learning), pendidik (assessment for learning), dan satuan pendidikan selama
proses pembelajaran berlangsung (melalui Penilaian Harian/pengamatan harian) maupun A. Soal-Soal Formatif
setelah beberapa kali program pembelajaran (Penilaian Tengah Semester), atau setelah selesai 1. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik
program pembelajaran selama satu semester. secara kreatif dengan mengintegrasikan teknologi merupakan kompetensi inti pedagogik
Hasil penilaian berupa informasi tentang peserta didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan pada aspek…
minimal (KKM)/ Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) dan peserta didik yang belum mencapai A. Penguasaan terhadap karateristik peserta didik
KKM/KBM, perlu ditindaklanjuti dengan program pembelajaran remedial dan pengayaan B. Penguasaan pada teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
bagi peserta didik yang telah melampaui KKM/KBM. Penilaian yang dilakukan oleh pendidik C. Pengembangan kurikulum
juga digunakan untuk mengetahui capaian akhir penguasaan kompetensi peserta didik yang D. Penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik
dituangkan dalam rapor. E. berkomunikasi pada peserta didik
2. Teori ini memandang belajar sebagai hasil dari pembentukan hubungan antara rangsangan
Hasil penilaian merupakan cerminan prestasi dan tingkah laku peserta didik selama melakukan dari luar (stimulus) dan balasan dari siswa (response) yang dapat diamati. Semakin sering
kegiatan belajar. Dengan melihat hasil akhir beserta keterangan yang ada peserta didik dapat hubungan (bond) antara rangsangan dan balasan terjadi, maka akan semakin kuatlah
mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga dia dapat memperbaiki sikap dalam
hubungan keduanya (law of exercise). Teori belajar yang dimaksud adalah….
pembelajaran selanjutnya. Bagi pendidik, hasil belajar yang dicapai peserta didik merupakan
A. Behaviorisme B. Kognitif C. Humanistik
cerminan prestasi dan kondisi yang dapat dicapainya dalam mengimplementasikan program
D. Sibernetik E. Kontruktivisme
pembelajaran yang sudah dirancang di dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
3. Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk
(RPP). Oleh karena itu, hasil penilaian yang diperoleh peserta didik menjadi bahan untuk
mengumpulkan data, membuat dugaan (hipotesis), mencoba-coba (trial and error), mencari
memperbaiki program pembelajaran yang disusunnya sekaligus mencari upaya untuk
meningkatkan keprofesionalannya. dan menemukan keteraturan (pola), menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk
umum, membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori
Selain itu, pendidik bertanggung jawab pula untuk memperbaiki prestasi peserta didik yang belajar….
belum berhasil melalui program perbaikan/remediasi. Bagi peserta didik yang sudah mencapai A. Sibernetik B. Kognitif C. Humannistik
batas maksimum, pendidik dapat memberi program pengayaan dengan tujuan mengembangkan D. Behaviorisme E. Konstruktivisme
prestasinya. Hal yang tidak boleh dilupakan dalam pemanfaatan hasil penilaian peserta didik 4. Seorang guru yang mengembangkan tujuan pembelajaran untuk menggambarkan proses
adalah untuk menyusun laporan hasil penilaian sebagai fungsí administrasi. dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensinya
Pada prinsipnya nilai akhir suatu mata pelajaran adalah gabungan dari seluruh pencapaian KD dimuat dalam....
yang ditargetkan. Dengan demikian, pendidik harus membuat tabel spesifikasi yang memuat A. Silabus B. RPP C. Silabus dan RPP
macam KD dan pencapaian hasil setiap KD, termasuk aspek yang dinilai dalam setiap KD. D. SKL E. Lembar penilaian
Pendidik juga harus membuat pembobotan atas dasar hasil yang diperoleh sesuai dengan jenis 5. Dalam mempersiapkan pembelajaran seorang guru akan selalu bertemu dengan istilah silabus
penilaian yang dilakukan. Perlu diperhatikan bahwa yang lebih penting adalah penilaian harus dan RPP. Silabus dan RPP sama-sama sebagai rencana proses pembelajaran, perbedaannya
terbuka dalam arti bahwa peserta didik sejak awal sudah memahami bagaimana pendidik adalah sebagai berikut...
dalam menilai keberhasilan belajarnya. A. Silabus berisi kompetensi dasar sedangkan rpp mengarahkan kegiatan belajar untuk
Jawaban: D mencapai kompetensi dasar
B. Silabus bersumber dari standar isi dan standar lulusan, sedangkan RPP bersumber dari
standar kompetensi lulusan

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
C. RPP dibuat oleh setiap guru, sedangkan silabus dibuat oleh tim guru 12. Seorang guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran dan sumber belajar untuk
D. RPP dan silabus keduanya disusun oleh setiap satan pendidikan. mencapai tujuan pembelajaraan utuh. Pernyataan berikut yang benar terkait dengan media
E. Dalam silabus dijelaskan metode, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran adalah...
pembelajaran, evaluasi secara rinci A. Media pembelajaran yang paling baik adalah media yang berbasis TIK
6. Model pembelajaran yang mempunyai keunggulan antara lain; berpikir dan bertindak kreatif, B. Sebuah media dapat digunakan untuk semua kegiatan pembelajaran
memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis, merangsang perkembangan kemajuan C. Semua media pembelajaran sama cara pemanfaatannya
berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat, adalah…. D. Media dapat digunakan sebagai pembawa pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran
A. Role Playing B. Inquiry C. Problem Solving E. Memilih media tidak perlu banyak pertimbangan agar tidak merepotkan
D. Picture and Picture E. Kontektual 13. Setiap materi pembelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Untuk memudahkan
7. Seorang guru mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan tujuan agar siswa tersebut siswa memahami materi yang memiliki tingkat kesukaran tinggi guru sering memanfaatkan
mengingat kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya, hal tersebut termasuk media pembelajaran. Misalnya, media gambar atau tayangan video yang berisi sistem
kegiatan... peredaran darah. Fungsi media pada pernyataan tersebut adalah….
A. Memberikan acuan B. Melaksanakan tes awal A. Menampilkan objek yang terlalu besar
C. Memberikan bimbingan D. Membuat kaitan B. Menampilkan obyek yang sulit diamati
E. Meningkatkan motivasi C. Membuat konkrit konsep yang abstrak
8. Seorang guru menjumpai kebiasaan belajar yang kurang tepat yang dilakukan oleh salah D. Menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
seorang siswa-nya sehingga kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Langkah awal yang tepat E. Membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar
untuk mengatasi kesulitan belajar demikian yaitu.... 14. Jika guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai langkah
A. Tunjukkan akibat atau dampak kebiasaan belajar yang salah terhadap prestasi belajar awal dalam mengumpulkan dan mengintergrasikan pengetahuan baru berdasarkan
B. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan aspirasinya secara rasional pengalamannya, dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question)
C. Ciptakan iklim sosial yang sehat antara guru dengan siswa dan antar siswa didalam kelas dan membimbing peserta didik berkolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek
D. Susun aturan dan batasan-batasan dalam proses pembelajaran (materi) dalam kurikulum. Pembelajaran yang dilakanakan oleh guru merupakan strategi
E. Berikan kesempatan memperoleh pengalaman yang menyenangkan atau memperoleh pembelajaran....
sukses dalam belajar meskipun prestasinya minimal A. Projek based learning B. Kontektual
9. Faktor yang penting dipertimbangkan oleh seorang guru dalam melaksanakan diskusi C. Discovery Learning D. Problem Based Learning
pemecahan masalah pada proses pembelajaran adalah.... E. Inquiry learning
A. Waktu yang tersedia untuk melaksanakan diskusi 15. Seorang guru melaksanakan pembelajaran yang mengakomodasi semua anggota kelompok
B. Rumusan masalah yang harus didiskusikan mengungkapkan pendapat, ide, dan tanggapan terhadap skenario secara bebas, sehingga
C. Jumlah peserta didik yang mengikti pembelajaran dimungkinkan muncul berbagai macam alternatif pendapat. Kegiatan yang dilakukan guru
D. Motivasi belajar siswa tersebut merupakan implementasi strategi pembelajaran ....
E. Ruang yang tersedia A. Project based learning B. Inquiry learning
10. Seorang guru menjumpai kelas yang motivasi dan prestasi belajar siswanya rendah, hal C. Discovery learning D. Kooperatif
utama yang menyebabkan motivasi dan prestasi belajar rendah karena.... E. Problem based learning
A. Suasana kelas kurang kondusif karena tidak tersedia sarana belajar yang lengkap. 16. Seorang guru mengajak siswa melakukan kunjuangan ke suatu lembaga, namun sesampai
B. Siswa pasif dalam belajar dan lebih senang bemain. dilembaga tersebut belum ada petugas dan nara sumber yang melayani. Untuk mengisi
C. Siswa tidak mendapat bimbingan belajar dari orang tua. kekosongan waktu guru tersebut memulai pembelajaran dengan memilih menggunakan
D. Pembelajaran kurang menghargai perbedaan individu siswa. strategi pembelajaran ekspositori, pertimbangan guru memilih strategi tersebut yaitu....
E. Siswa cenderung lebih suka belajar dalam kelompok A. Waktu belajar cukup banyak
11. Pada saat mempersiapkan pembelajaran seorang guru dapat menyusun strategi pembelajaran B. Sumber belajar hanya dimiliki pendidik
dan menentukan media yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut. Kemampuan C. Sedikitnya jumlah guru
dasar yang harus dimiliki seorang guru terkait dengan keterampilan memilih media D. Ruang kelas yang terbatas
pembelajaran adalah… E. Tidak ada sumber belajar dan media pembelajaran
A. Guru harus mengetahui latar sosial budaya siswa dan sekolah 17. Berikut ini merupakan langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran project
B. Guru mengetahui cara mengevaluasi pembelajarang dengan media based learning :
C. Guru harus memahami karakteristik dari media pembelajaran tersebut. 1) Penentuan Pertanyaan Mendasar,
D. Guru harus menyesuaikan diri dengan kemampuan sekolah. 2) Mendesain Perencanaan Proyek,
E. Guru menyesuaikan dengan materi pembelajaran. 3) Menyusun Jadwal (Create a Schedule),
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress
of the Project),

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
5) Menguji Hasil (Assess the Outcome), 24. Setiap kali diakhir pembelajaran seorang guru akan melakukan proses penilaian. Sebelum guru
6) Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience). menyusun soal-soal untuk menilai hasil belajar siswa, manakah yang pertama kali harus
Urutan yang benar adalah .... dipelajari....
A. Buku sumber yang digunakan B. Kurikulum dan silabus
A. 1-2-3-4-5-6 B. 1-2-4-3-5-6 C. 1-3-2-4-5-6 D. 1-3-2-5-6-4 E. 1-2-3-5-4-6 C. Karateristik siswa D. Indikator pencapaian kompetensi
18. Perhatikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang masih acak berikut ini! E. Kemampuan awal siswa
1) Mengorganisasi siswa dalam belajar 25. Upaya merancang pengayaan bagi perserta didik yang mencapai ketuntasan belajar optimal
2) Orientasi siswa pada masalah tampak dalam kegiatan guru sebagai berikut….
3) Membimbing penyelidikan siswa secara mandiri atau kelompok A. Memberikan tambahan materi berupa sumber ajar dari pengarang yang berbeda
4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya B. Memberikan test tambahan dengan tingkat kesukaran lebih tinggi
Jika langkah-langkah tersebut disusun mengikuti urutan model pembelajaran Problem C. Memberikan tambahan sumber bacaan yang lebih mendalam dan tingkat variasi yang
Based Learning, urutan langkah yang tepat adalah .... tinggi berikut instrument testnya yang sesuai
A. 1-2-3-4 B. 1-3-2-4 C. 2-3-1-4 D. 3-2-1-4 E. 2-3-1-4 D. Diberi soal serupak untuk memastikan tingkat keberhasilan belajar
19. Siswa melakukan kegiatan dengan berpedoman pada langkah-langkah yang telah ditetapkan E. diberikan materi bahan ajar yang lebih tinggi tingkatannya dan mengerjakan soal-soal
guru, yaitu mengamati fenomena sosial disekeliling sekolah dan hasil pengamatan ditulis, yang memiliki kesulitan tinggi
disusun menjadi laporkan serta didiskusikan bersama guru dan teman sekelas, pilihan 26. Dalam kegiatan penilaian otentik banyak model yang dapat digunakan. Pada suatu penilaian
strategi yang digunakan…. seorang guru meminta siswa untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu. Bentuk
A. Discovery B. Heuristik C. Pemecahan Masalah penilaian otentik tersebut merupakan contoh penilaian otentik berbentuk….
D. Belajar Aktif E. Projek Based Learning A. Penilaian proyek. B. Peniaian kinerja
20. Seorang guru ingin membelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. C. Peniaian portofolio D. Penilaian antar teman
Maka urutan tahapan yang tepat pada model pembelajaran kooperatif adalah… E. Penilaian diri
A. Orientasi, bekerja kelompok, kuis, penghargaan kelompok 27. Setiap akhir evaluasi dimungkinkan ada siswa yang prestasi belajarnya belum memenuhi
B. Kuis, penghargaan kelompok, bekerja kelompok, orientasi ketuntasan, sehingga guru perlu melakukan remedi. Dasar rancangan program remedi bagi
C. Kuis, bekerja kelompok, orientasi, penghargaan kelompok siswa yang capaian prestasinya di bawah ketuntasan belajar yaitu….
D. Orientasi, penghargaan kelompok, bekerja kelompok, kuis A. Proses Pengajaran Remedial Pada Dasarnya Adalah Proses Belajar Mengajar Biasa
E. Orientasi, pengamatan, bekerja kelompok, kuis, penghargaan kelompok B. Tujuan Pengajaran Remedial Adalah Sama Dengan Test Diagnostik
21. Kriteria keberhasilan belajar siswa ditentukan dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan C. Sasaran Terpenting Pengajaran Remedial Adalah Peningkatan Kecerdasan Siswa
Minimal (KKM)/ Kreteria Belajar Minimal (KBM). KKM/KBM adalah rata-rata setiap D. Strategi Yang Dipilih Hanya Berbentuk Test Ulang
unsur dari kriteria yang ditentukan. Untuk menentukan KKM diperlukan faktor-faktor…. E. Agar prestasi sekolah menjadi meningkat
A. Kompleksitas indikator, daya dukung, dan kemampuan guru 28. Jika seorang guru ingin melakukan kegiatan remedi maka salah satu prinsip yang penting
B. Kemampuan guru, sarana/prasarana, dan intake siswa dipahami guru dalam merancang program remedial bagi siswa yaitu tampak dalam kegiatan
C. Daya dukung, tingkat kesulitan, dan kemampuan guru berikut….
D. Kompleksitas indikator, daya dukung, dan intake siswa A. Membuat rancangan pembelajaran khusus untuk siswa peserta remedial
E. Kemampuan guru, tingkat kesulitan kompetensi dasar, dan intake siswa B. Menggunakan rancangan pembelajaran yang telah dibuat dengan memperhatikan hasil
22. Seorang guru harus menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)/ Kreteria Belajar temuan analisis evaluasi belajar siswa
Minimal (KBM). Berikut merupakan fungsi KKM/KBM, kecuali.... C. Menurunkan standar ketuntasan belajar
A. Sebagai acuan peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran D. Menggunakan rancangan pembelajaran baru yang berbeda sama sekali dengan rancangan
B. Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran yang ada.
C. Dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program E. Merancang test ulang saja tanpa ada pengulangan penjelasan materi
pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. 29. Jika seorang guru ingin melakukan penilaian portofolio pada proses pembelajaran, maka
D. Untuk bahan laporan dan kelengkapan administrasi sekolah Penilaian portofolio dapat dilaksanakan dengan cara….
E. Sebagai kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif A. Memberikan penilaian menyeluruh terhadap tugas-tugas siswa
atau kuantitatif. B. Mengumpulkan lembaran-lembaran jawaban hasil test harian dan sumatif tiap siswa
23. Pada proses pembelajaran seorang guru ingin melakukan penilaian terhadap prilaku siswa, C. Memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah
maka Instrumen yang diguanakan dalam proses pembelajaran tersebut adalah…. D. Mengumpulkan hasil kerja masing-masing siswa yang telah diberikan masukan baik
A. Pedoman observasi B. Kuesioner C. Tes tulis oleh guru dan rekan siswa dalam suatu album sebagai bukti hasil belajar
D. Pedoman wawancara E. Tes hasil belajar E. Mengumpulkan lembaran-lembaran jawaban hasil ulangan tiap siswa untuk melihat
kesulitan siswa dalam memahami pokok bahasan tertentu dan kemudian diberikan
pengajarandan test remedial

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
30. Berdasarkan data hasil evaluasi pembelajaran tentang memahami teks anekdot ternyata BAB IV
hasilnya tidak maksimal. Dari 30 siswa dinyatakan belum tuntas sejumlah 15 sehingga
mengikuti program remedial. Sedangkan yang dinyatakan tuntas sejumlah 15 orang PENUTUP
mengikuti program pengayaan. Kegiatan pengayaan untuk 15 siswa dapat dilakukan oleh
guru dengan cara....
A. Mengadakan pendalaman materi terkait dengan KD tersebut
B. Diberikan bahan ajar berupa modul

B
C. Digabung dengan siswa yang belum tuntas ikut remedial ahan pengayaan dan remedi ini merupakan sumber belajar yang dimaksudkan untuk
D. Melanjutkan materi pada KD selanjutnya membantu belajar bagi peserta PPG-PGDK untuk mempersiapkan diri menghadapi
E. Memberi tugas mengerjakan lembar kerja siswa UP-PPG. Soal-soal yang termuat dalam Bahan pengayaan dan remedi pedagogik ini
dikembangkan sesuai dengan kisi-kisi ujian pengetahuan (UP) dan memiliki kualitas yang
B. UMPAN BALIK setara dengan soal UP. Coba kerjakan soal-soal yang ada di BAB III, seandainya skor yang
anda capai belum melampaui 80, maka anda harus pelajari kembali lebih cermat dan perkaya
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang terdapat pada bagian akhir pedoman
dengan latihan soal-soal dan bahan lain.
ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui
tingkat penguasaan Anda terhadap materi pada buku pedoman ini. Untuk selanjutnya, selain tujuan jangka pendek bagi peserta PPG-PGDK untuk dapat lolos UP,
diharapkan melalui bahan pengayaan dan remedi ini dapat menjadi pemicu bagi peserta dan
Rumus:
guru lain untuk senantiasa mengembangkan profesionalitasnya.
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%
n Setelah selesai dengan buku bahan pengayaan ini silahkan anda lanjutkan dengan memperbanyak
Keterangan : latihan soal dan membahasnya, setelah ini akan disajikan soal-soal, jawaban dan pembahasan
tryout yang dapat anda pelajari.
n = banyaknya soal

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90 – 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 – 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat melanjutkan dengan materi
pada buku pedoman selanjunya. Selamat untuk Anda ! Tetapi apabila tingkat penguasaan
Anda masih di bawah 80%, Anda harus mempelajari kembali materi yang ada pada buku
pedoman ini terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
DAFTAR REFERENSI Sudji Munadi. 2017. Asesmen Pembelajaran Prak k. Yogyakarta: UNY Press.
Sumadi Suryabrata. (1997). Pengembangan Tes Hasil Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Walvoord, B.E. (2012). Assessmen Clear and Simple: A Prac cal Guide for Ins tu ons, Departements, and General
Educa on. Second Edi on. San Fransisco, CA: Jossey-Bass A Wiley Imprint.
Anderson, L.W., dan Krathwohl, D.R.(2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing; A revision of
Bloom’s Taxonomy of Educa on Objec ves. New York: Addison Wesley Lonman Inc. Wang, Hai., et al. (2008). Applica on of Project-Based Coopera ve Learning in Computer Educa on. (Versi elek-
tronik). The 9th Interna onal Conference for Young Computer Scien sts. CYCS.2008.282.
Anitah, S. W., dkk. (2007). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Yam, Lee H. S. & Rossini, P. (2010). Implemen ng a project based learning approach in an introductory property
Anita Lie. (2008). Coopera ve learning: Memprak kkan coopera ve learning di ruang-ruang kelas. Jakarta:
course. (Versi elektronik). 16th Pacific Rim Real Estate Society Corpora on
Gramedia Widiasarana Indonesia.
Arief S. Sadiman, dkk. (1986). Seri PustakaTeknologi Pendidikan No.6 Media Pendidikan. Penger an, Pengemban-
gan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : CV Rajawali.
Asmawi Zainul dan Noehi Nasu on. (2005). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Pusat Antar Universitas untuk Pening-
katan dan Pengembangan Ak vitas Instruksional Universitas Terbuka (PAU-PPAI-UT). Dirjen Dik ,
Depdiknas.
Atwi Suparman (2014). Desain Instruksional Modern: Panduan Para Pengajar dan Inovator Pendidkan, Edisi Ke-
empat, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Bender, W. N. (2012). Project-based learning differen a ng instruc on for the 21st century. California: Corwin.
Bloom, Benjamin S., etc. (1956). Taxonomy of Educa onal Objec ves : The Classifica on of Educa onal Goals,
Handbook I Cogni ve Domain. New York : Longmans, Green and Co.
Briggs, Leslie J. (1977). Instruc onal Design, Educa onal Technology Publica ons Inc. NewJersey : Englewood
Cliffs
Degeng, I.N.Sudana, 2004, Teori Pembelajaran Terapan, Malang: PPS UM Malang.
Depdiknas, (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat
Jendral Manajemen
Gagne, R. M., Briggs, L. J. & Wagner, W. W. (1992).Principles of instruc onal design (4th ed.). New York: Holt,
Reihhart and Winston.
Gerlach dan Ely. (1971). Teaching & Media: A Systema c Approach. Second Edi on, by V.S. Gerlach & D.P. Ely,
1980, Boston, MA: Allyn and Bacon. Copyright 1980 by Pearson Educa on.
Haryanto. (2015). Teknologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY PRESS
Heinich, R., dkk. (2002). Instruc onal Media and Technology for Learning (7th Ed.). New Jersey: Pren ce Hall, Inc.
Hill, S. dan Hill, T. (1993). The Collabora ve Classroom: A guide to coopera ve learning. Victoria Australia: Eleanor
Curtain Publishing.
Joyce, B., & Weil, M., (1996). Models of Teaching. New Jersey: Pre ce-Hall, Inc
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2009). Models of Teaching (Model-model Pembelajaran. (8th Ed.). (Terjemahan
Achmad Fawaid dan Ateilla Mirza). Yogyakarta: Pustaka Belajar (Edisi asli diterbitkan tahun 2009
oleh Person Educa on, Inc, New Jersey, USA)
Nur Irwantoro & Yusuf Suryana (2016). Kompetensi Pedagogik; untuk peningkatan dan penilaian kinerja guru
dalam rangka implementasi kurikulum Nasional. Surabaya: Genta Group Praduc on
Rusman. (2016). Model-model Pembelajaran: mengembangkan profesionalitas guru. Jakarta: PT Grafindo Persa-
da
Smaldino, Sharon E. at.al. (2015). Instruc onal Technology and Media for Learning, Eleventh Edi on. Boston:
Pearson.
Slavin, R.E. (1994). Coopera ve Learning : Theory, Research ang Prac ce. Englewood Cliff. NJ: Pren ce Hall.
Slavin, R.E. (1995). Coopera ve Learning (2nd Ed.). Boston. Allun and Bacon.
Sufairoh. (2016). Pendekatan Sain fik & Model Pembelajaran K-13. Jurnal Pendidikan Profesional, Volume 5, No.
3, Desember 2016.

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019 Pedagogik Umum
KUNCI JAWABAN SOAL-SOAL LATIHAN
No Jawaban No Jawaban
1 B 16 B
2 A 17 A
3 E 18 C
4 B 19 A
5 A 20 A
6 C 21 D
7 D 22 E
8 E 23 A
9 B 24 D
10 D 25 E
11 C 26 B
12 D 27 C
13 C 28 D
14 A 29 D
15 E 30 A

Bahan Pengayaan dan Remedi, Program PGDK Kemdikbud 2019