Anda di halaman 1dari 20

PAR-REGIII-01-2016

Kasus (vignete)
Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan pada spesimen feses pada orang dewasa berumur 25
tahun yang di ambil dari Desa Sukadaung, ditemukan telur cacing dengan ciri-ciri berbentuk seperti
tempayan dengan semacam penonjololan yang jernih pada kedua kutub. Kulit telur bagian luar
berwarna kekuning-kuningan dan bagian dalamnya jernih.

Pertanyaan soal:
Spesies cacing apa kah yang ditemukan?

Pilihan Jawaban :
A. Ascaris Lumbricoides
B. Necator Americanus
C. Trichuris trichiura
D. Strongyloides stercoralis
E. Enterobius Vermicularis

PAR-REGIII-02-2016
Kasus (vignete) 2
Seorang ATLM diminta untuk memeriksa pemeriksaan feces dan setelah diperiksa atau diteliti maka
di dapatkan cacaing jantan berukuran 2 – 5 mm, dan mempunyai sayap dan ekornya melingkar
sehingga bentuknya seperti tanda tanya (?) dan habitatnya biasanya pada cacing dewasa di rongga
sekam, usus besar dan diusus halus.
Pertanyaan soal:
Dari ciri-ciri diatas merupakan morfologi dari cacing ...

Pilihan Jawaban :
A. Brugia malayi
B. Trichiuris trichiura
C. Wucheria bancrofti
D. Ancylostoma duodenale
E. Enterobius vermicularis

PAR-REGIII-03-2016
Kasus (vignete) 3
Pada suatu daerah terpencil,dilakukan penyuluhan pada masyarakat nya. Seorang analis kesehatan
akan melakukan pemeriksaan pada feses,dari sample masyakaratnya. Setelah dilakukan pemeriksaan
feses tersebut terdapat telur cacingnya. Telur tersebut mempunyai ciri-ciri dengan berbentuk agak
lonjong,berdinding tipis transparan,berukuran panjang 130-140𝜇 dan lebarnya 80-85 𝜇. Cacing
tersebut diperkirakan hidup di dinding usus lalu dikeluarkan bersama feses.
Pertanyaan soal:
Telur apakah yang dimaksud seperti ciri ciri diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Trematoda darah
B. Trematoda usus
C. Trematoda paru
D. Trematoda hati
E. Nematoda usus

PAR-REGIII-04-2016
Kasus (vignete) 4
Seorang analis pada saat meneliti, menemukan cacing dengan karakteristik esofagus ditengah.
Cacing jantan mempunyai spikulum 120-150 mikron. Ekor memiliki2 pacang papilla besar dan
beberapa papila kecil. Telur bulat panjang, agak mendatar pada ujungnya dengan sumbat padasatu
ujungnya. Ukuran telur 90 x 42 mikron.
Pertanyaan soal:
Dengan karakteristik tersebut. Nematoda cacing tersebut termasuk dalam Genus....

Pilihan Jawaban :
A. Oxyuris
B. Ascaridia
C. Trichuris
D. Heterakis
E. Parascaris

PAR-REGIII-05-2016
Kasus (vignete) 5
Cacing ini hidup di saluran limfe dan hidup di dalam darah dan terdapat di aliran darah tepi pada
waktu-waktu tertentu saja (malam hari). Jadi mempunyai perioditas. pada siang hari terdaat di darah
kapiler organ dalam (paru-paru, jantung, ginjal). Daur hidup parasit ini memerlukan waktu yang
sangat panjang. Masa pertumbuhan parasit di dalam nyamuk kurang lebih 2 minggu. Parasit ini
terhisap oleh nyamuk melepaskan sarungnya di dalam lambung menembus dinding lambung dan
bersarang diantara otot-otot toraks. Dan parasit ini memounyai V stadium.
Pertanyaan soal:
Berikut merupakan daur hidup dari parasit ...

Pilihan Jawaban :
A. Brugia malayi
B. Trichiuris trichiura
C. Wucheria bancrofti
D. Ancylostoma duodenale
E. Enterobius vermicularis

PAR-REGIII-06-2016
Kasus (vignete) 6
Pemeriksaan laboratorium dilakukan pada pasien dengan dugaan kecacingan. Pengambilan sampel
dilakukan dengan perianal swab. Hasil pemeriksaan ditemukan telur cacing dengan ciri-ciri bentuk
lonjong dan salah satu sisi datar,dinding telur tipis dan telur berisi embrio.

Pertanyaan soal:
Apakah jenis parasit tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Trichuris trichiura D. Ancylostomaduodenale
B. Ascaris lumbricoides E. Enterobius vermicularis
C. Necator americanus

PAR-REGIII-07-2016
Kasus (vignete) 7
Survei larva dilakukan dalam rangka pemantauan kepadatan populasi dari nyamuk Aedes aegypti
yang merupakan vektor penyakit DBD. Dalam survei ini, dilakukan pemeriksaan pada tempat
penampungan air (TPA) yang besar maupun yang kecil. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
perindukan larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus ditemukan hidup bersama dalam satu tempat.
Untuk membedakan kedua jenis larva tersebut, dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik.

Pertanyaan soal:
Apakah ciri yang dapat menjadi perbedaan kedua larva tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Bulu sifon lebih dari 1 pasang
B. Sifon berujung runcing dan bergerigi
C. Pelana menutupi seluruh segmen anal
D. Bentuk gigi sisir dan ada tidaknya duri samping
E. Bentuk pelana yang runcing dengan duri samping

PAR-REGIII-08-2016
Kasus (vignete) 8
Kultur sampel kerokan kulit dilakukan pada media Saboraud Dextrosa Agar (SDA). Hasil
pemeriksaan menunjukkan adanya makrokonidia dengan bentuk seperti gada dengan ujung
membulat, isi sel dalam makrokonidia 2-4, dan tidak ditemukan mikrokonidia.

Pertanyaan soal:
Apakah spesies jamur yang ditemukan pada pemeriksaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Microsporum canis D. Epidermophyton floccosum
B. Trichophyton rubrum E. Trichophyton mentagropites
C. Microsporum gypseum

PAR-REGIII-09-2016
Kasus (vignete) 9
Analisis feses dilakukan pada pasien yang diduga mengalami kecacingan. Pada pemeriksaan
mikroskopis menggunakan eosin 2% ditemukan telur cacing dengan ciri-ciri dinding luar terdiri
dari lapisan albumin dengan permukaan berupa tonjolan – tonjolan yang berwarna kecoklatan dan
dinding bagian dalam terdiri dari lapisan vitellin.

Pertanyaan soal:
Apakah spesies dari telur cacing tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Trichuris trichuria D. Enterobius vermicularis
B. Necator americanus E. Ancylostoma duodenale
C. Ascaris lumbricoides

PAR-REGIII-10-2016
Kasus (vignete) 10
Pemeriksaan jamur dilakukan dengan membuat sediaan langsung pada sampel kerokan kuku. Kuku
tersebut mempunyai permukaan kuku yang tidak rata, tidak mengkilat dan mengeras. Hasil
pengamatan secara mikroskopis ditemukan elemen hifa sejati dengan susunan artrospora.

Pertanyaan soal:
Apakah nama jamur penyebab yang sering ditemukan dalam kasus di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Cryptococcus Sp. D. Monilia sitophila
B. Paecilomyces Sp. E. Trichophyton rubrum
C. SaccharomycesSp.

PAR-REGIII-11-2016
Kasus (vignete) 11
Pemeriksaan kerokan kulit dilakukan pada pasien remaja laki-laki. Kondisi kulit remaja tersebut
terdapat lesi berupa papul,vesikel dan pustul pada pergelangan tangan, dan pasien mengeluhkan
gatal. Pasien tersebut diduga oleh dokter menderita gudikan atau kudisan

Pertanyaan s
oal:
Bagaimanakah cara mengambil sampel pada pasien tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Papul yang dikerok berwarna merah kecoklatan
B. Dilakukan pengerokan cukup sekali pada daerah lesi
C. Pengerokan dilakukan pada daerah yang lesi meradang
D. Kerokan kulit harus superfisial dan tidak boleh berdarah
E. Saat melakukan kerokan kulit, area kerokan dilakukan sterilisasi

PAR-REGIII-12-2016
Kasus (vignete) 12
Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap preparat malaria, ditemukan parasit dengan ciri-ciri:
eritrosit tidak membesar, tidak mengisi sel eritosit (2/3 eritrosit ),jumlah inti 8-24 buah, pigmen
menggumpal warna hitam.

Pertanyaan soal:
Apakah jenis plasmodium dan stadium parasit tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. ovale, tropozoit
B. falciparum,skizon
C. malariae, tropozoit
D. vivax, mikrogametosit
E. ovale, makrogametosit

PAR-REGIII-13-2016
Kasus (vignete) 13
Pemeriksaan malaria dilakukan dengan sediaan apus darah tepi dari pasien yang didiagnosis
malaria. Hasil pengamatan secara mikroskopis didapat parasit malaria dengan ciri sitoplasma
kemerahan dengan inti tidak padat, menyebar (difus), eritrosit membesar dan titik Schuffner masih
tampak di bagian pinggir sel darah merah.

Pertanyaan soal:
Apakah nama stadium parasit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. skizon D. trofozoit lanjut
B. merozoit E. mikrogametosit
C. trofozoit

PAR-REGIII-14-2016
Kasus (vignete) 14
Pemeriksaan terhadap dugaan adanya jamur dilakukan pada sampel rambut. Pada sampel rambut
tersebut terlihat benjolan yang sangat keras berwarna coklat kehitaman. Sampel dibuat preparat
langsung dengan KOH 10%. Hasil pengamatan mikroskopis ditemukan adanya jamur berupa
anyaman padat dari hifa berwarna coklat-hitam, tampak bagian jernih (askus) yang berisi 2-8
askospora.

Pertanyaan soal:
Apakah nama jamur penyebab pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Piedraia hortae D. Trichosporon beigelii
B. Microsporum Sp. E. Epidermophyton floccosum
C. Trichophyton Sp.

PAR-REGIII-15-2016
Kasus (vignete) 15
Pemeriksaan kerokan kulit dilakukan untuk mengetahui penyebab penyakit kulit. Berdasarkan
pemeriksaan klinis, dokter mendiagnosis pasien tersebut menderita gudikan atau kudisan. Lesi pada
kulit pasien yang timbul berupa papul,vesikel dan pustul pada pergelangan tangan dan terasa gatal.

Pertanyaan soal:
Apa nama serangga yang menjadi penyebab penyakit pada kasus tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Peripaleta sp. D. Lactrodectus mactans
B. Musca domestica E. Dermacentor andersoni
C. Sarcoptes scabiei
PAR-REGIII-16-2016
Kasus (vignette) 16
Pada pemeriksaan feses ditemukan telur cacing dengan ciri bentuk seperti tempayan atau tong, kedua
ujungnya terdapat tutup (operkulum) dan tampak jernih. Dinding telur dua lapis, dinding luar berwarna
kuning tengguli dan bagian dalam jernih.
Pertanyaan soal:
Apa nama telur cacing yang ditemukan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Ascaris lumbricoedes
B. Enterobius vermicularis
C. Necator americanus
D. Strongyloedes stercoralis
E. Trichuris trichiura

PAR-REGIII-17-2016
Kasus (vignette) 17
Pada pemeriksaan feses secara makroskopis ditemukan darah dan lendir, sedangkan pada pemeriksaan
secara mikroskopik ditemukan protozoa berbentuk bulat, inti berjumlah 2 buah dan anak inti terletak
ditengah.
Pertanyaan soal:
Apakah nama parasit tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Balantidium coli
B. Blastocystis hominis
C. Entamoeba coli
D. Entamoeba histolytica
E. Giardia lamblia

PAR-REGIII-18-2016
Kasus (vignette) 18
Pada pemeriksaan feses pasien bayi berusia 8 bulan secara makroskopis feses berlemak dan disertai
adanya lendir. Pada pemeriksaan secara mikroskopis ditemukan protozoa dengan bentuk oval, dinding
halus dan tampak jelas.
Pertanyaan soal:
Apa nama parasit tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Balantidium coli
B. Blastocystis hominis
C. Entamoeba coli
D. Entamoeba histolytica
E. Giardia lamblia

PAR-REGIII-19-2016
Kasus (vignette) 19
Pada pemeriksaan apus mata seorang pasien laki-laki berusia 46 tahun dan bekerja sebagai petani.
Pemeriksaan mikroskopis dengan KOH menunjukkan positif adanya hifa.
Pertanyaan soal:
Apa fungsi KOH pada pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Melisiskan keratin
B. Melisiskan spora
C. Memfiksasi hifa
D. Mewarnai hifa
E. Mewarnai spora

PAR-REGIII-20-2016
Kasus (vignette) 20
Pada pemeriksaan mikroskopis sampel debu ditemukan serangga sebagai berikut:

Sumber: dokumentasi pribadi

Pertanyaan soal:
Apa nama serangga tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Cimex sp
B. Ctenocephalides sp
C. Dermatophagoides sp
D. Pediculus humanus
E. Sarcoptes scabeie

PAR-REGIII--21-2016
Kasus (vignette) 21
Pada pemeriksaan feses secara makroskopis ditemukan adanya darah dan lendir, sedangkan pada
pemeriksaan secara mikroskopik ditemukan protozoa berbentuk bulat, inti berjumlah 2 buah dan anak inti
terletak ditengah.
Pertanyaan soal:
Apa nama zat yang digunakan untuk mewarnai bentuk vegetatif/ tropozoit protozoa tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. ZN
B. Eosin
C. Lugol
D. Safranin
E. Kristal violet

PAR-REGIII--22-2016
Kasus (vignete) 22
Seorang anak usia 7 tahun datang ke laboratorium dengan keluhan kalau malam terasa gatal-gatal pada
bagian anus. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan swab anal dan diperiksa secara mikroskopis, nampak
adanya telur berbentuk lonjong, transparan dengan salah satu sisinya datar.

Pertanyaan soal:
Berdasarkan hasil pemeriksaan diatas, sebutkan nama cacingnya ?
Pilihan Jawaban :
A. Ascaris lumbricoide
B. Trichuris trichiura
C. Oxyuris vermicularis
D. Necator americanus
E. Anchilostoma duodenale

PAR-REGIII-23-2016
Kasus (vignete) 23
Seorang anak usia 7 tahun datang ke laboratorium dengan keluhan kalau malam terasa gatal-gatal pada
bagian anus. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan swab anal dan diperiksa secara mikroskopis, nampak
adanya telur berbentuk lonjong, transparan dengan salah satu sisinya datar.

Pertanyaan soal:
Berdasarkan hasil pemeriksaan diatas, sebutkan nama cacingnya ?

Pilihan Jawaban :
A. Ascaris lumbricoide
B. Trichuris trichiura
C. Oxyuris vermicularis
D. Necator americanus
E. Anchilostoma duodenale

PAR-REGIII-24--2016
Kasus (vignete) 24
Cara flotasi merupakan cara mengkonsentrasikan parasit dari spesimen tinja yang mengandung sedikit
telur. Cara kerjanya berdasarkan berat jenis (BJ) telur-telur yang lebih ringan dari BJ larutan yang
digunakan sehingga parasit akan mengapung.

Pertanyaan soal:
Pada prosedur pemeriksaan tinja cara flotasi, reagen apa yang digunakan ?

Pilihan Jawaban :
A. HCl
B. Eter
C. Formalin
D. Gula jenuh
E. NaCl Fisiologis

PAR-REGIII-25-2016
Kasus (vignete) 25
Seorang analis kesehatan yang bekerja di sebuah laboratorium menerima sampel feses dengan konsistensi
cair, lembek, berlendir, dan berdarah. Analis tersebut memiliki kecurigaan dengan menilai makroskopis
feses tersebut.

Pertanyaan soal:
Setelah mengamati ciri-ciri makroskopis feses tersebut, kemungkinannya adalah …..
Pilihan Jawaban :
A. Entamoeba histolityca
B. Entamoeba coli
C. Iodamoeba Butchlii
D. Tichomonus vaginalis
E. Toxoplasma gondii

PAR-REGIII-26-2016
Kasus (vignete) 26
Seorang ibu datang ke laboratorium klinik dengan membawa surat pengantar dari dokter dan sampel feses
bayinya untuk dilakukan pemeriksaan feses rutin. Petugas analis kesehatan melakukan analisa feses rutin.
Pada pemeriksaan makroskopis didapatkan hasil konsistensi cair, warna putih susu dan abu tengik.
Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis untuk melihat ada tidaknya lemak dalam feses
tersebut.

Pertanyaan soal:
Pereaksi apakah yang tepat digunakan untuk menganalisa lemak dalam feses ?

Pilihan Jawaban :
A. NaCl 0,9%
B. Lugol 1-2%
C. Eosin 1-2%
D. KOH 10%
E. Sudan III

PAR-REGIII-27-2016
Kasus (vignete) 27
Seorang pasien laki-laki berumur 15 tahun pada tinjanya ditemukan positif telur cacing tambang. Telur
cacing tambang memiliki ciri-ciri yang sama setiap spesies sehingga perlu dibedakan antara spesies
Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.

Pertanyaan soal:
Metode apa yang digunakan untuk membedakan ke dua spesies cacing tambang tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Harada mori
B. Knott
C. Konsentrasi
D. Pengapungan
E. Sediaan langsung

PAR-REGIII-28-2016
Diperoleh bahan pemeriksaan berupa faeces dengan konsistensi encer, berlendir dan sedikit bercampur
darah. Hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah trofozoit dengan diameter sekitar 30-40 µm (tampak
seperti gambar di bawah ini).
Pertanyaan soal:
Tropozoit yang dimaksud adalah ……

Pilihan Jawaban :
A. Entamoeba coli
B. Entamoeba histolytica
C. Entamoeba hartmanni
D. Entamoeba polecki
E. Entamoeba gingivalis

PAR-REGIII-29-2016
Pasien perempuan dewasa 35 tahun tiba di laboratorium lengkap dengan formulir permintaan
pemeriksaan. Pasien mengeluh gatal yang hebat di sekitar vagiana disertai sekresi berwarna kekuningan
dan berbuih serta berbau busuk. Hasil mikroskopis dengan sediaan basah menunjukkan sejumlah
tropozoit berbentuk buah per berdiameter 15-20 µm, berflagel dan bergerak aktif.
Pertanyaan soal:
Diduga pasien terinfeksi parasit, nama penyakitnya adalah ………
Pilihan Jawaban :
A. Giardiasis
B. Candidiasis
C. Entamoebiasis
D. Trichomonisis
E. Balantidiasis

PAR-REGIII-30-2016
Diperoleh bahan pemeriksaan berupa darah dari pasien terduga filariasis,
hasil pemeriksaan ditemukan mikrofilaria berukuran 250-300 µm, lekuk
badan halus, tampak bagian anterior dan posterior terbungkus sarung
pucat (tidak terwarnai).
Pertanyaan soal:
Untuk dapat mewarnai sarung anterior dan posterior mikrofilaria dapat menggunakan pulasan ………..
Pilihan Jawaban :
A. Giemsa
B. Hematoksilin
C. Wright
D. Bufer fosfat
E. LPCB
PAR-REGIII-31-2016
Seorang petugas laboratorium tengah melakukan preparasi bahan pemeriksaan berupa kerokan kuku
pasien dewasa, pasien diduga terinfeksi jamur superficial. Bahan pemeriksaan diamati secara mikroskopis
sebelum kering dan dilengkapi kaca penutup (cover glass).
Pertanyaan soal:
Untuk memperoleh gambaran penampang jamur dan terpisah dari keratin kuku sebaiknya laboran dapat
melakukan penambahan reagensia berupa……
Pilihan Jawaban :
A. NaCl Fisiologis
B. Asam asetat
C. KOH 10 %
D. Fenol
E. Air suling

PAR-REGIII-32-2016
32. Atas permintaan dokter dilakukan pemeriksaan tinja pada pasien laki-laki berumur 30 tahun
yang mengalami gejala klinis seperti sakit ulu hati, perut merasa tidak enak, mual, muntah,
mencret, pusing atau gugup. Didapatkan hasil positif telur cacing dan proglotid grafid.

Pertanyaan soal
Spesies cacing penyebab ?

Pilihan jawaban
A. Dypilidium caninum
B. Difilobotrium latum
C. Hymenolepis diminuta
D. Hymenolepis nana
E. Taenia sp

PAR-REGIII-33-2016
Ditemukan positif telur cacing tambang pada pasien laki-laki berumur 15 tahun pada tinjanya.
Berhubung telur cacing tambang sama setiap spesies perlu dibedakan antara spesies
Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.
Pertanyaan soal
Metode kultur yang digunakan?
Pilihan jawaban
A. Harada mori
B. Knott
C. Konsentrasi
D. pengapungan
E. sediaan langsung
PAR-REGIII-34-2016
Hasil pemeriksaan laboratorium : ditemukan bentuk tropozoit muda yang berbentuk cincin,
besarnya kira-kira 1/3 eritrosit, dengan pulasan giemsa sitoplasmanya berwarna biru, inti merah,
mempunyai vakuola besar, eritrosit yang dihinggapi parasit membesar.

Pertanyaan soal
Di dalam darah terinfeksi plasmodium ?

Pilihan jawaban
A. falciparum
B. ovale
C. malariae
D. malariae dan vivax
E. Vivax

PAR-REGIII-35-2016
Datang ke dokter pasien anak laki-laki berumur 5 tahun diantar ibunya dengan keluhan
insomnia, mudah marah, kolik rectal, berat badan turun kurang nafsu makan, iritasi disekitar
anus, pruritus ani.

Pertanyaan soal
Pemeriksaan laboratorium yang tepat?

Pilihan jawaban
A. Anal swab
B. sediaan langsung basah
C. teknik konsentrasi
D. teknik pengapungan
E. kato katz

PAR-REGIII-36-2016
Seorang wanita dengan keluhan mengalami keputihan, rasa panas dan gatal yang disertai bau tak
sedap pada vagina datang membawa surat pengantar dari dokter ke laboratorium untuk melakukan
pemeriksaan sekret vagina. Untuk mempermudah menemukan jamur, dapat ditambahkan KOH 10%.
Diagnosa dapat ditegakkan bila ditemukan elemen jamur blastospora dan atau pseudohifa.

Pertanyaan soal:
Apa nama spesies dari jamur yang memiliki ciri-ciri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Trichophyton rubrum
B. Candida albicans
C. Malassezia furfur
D. Microsporum gypseum
E. Microsporum canis
PAR-REGIII-37-2016
Seorang pasien laki-laki mengalami demam dan menggigil sekembalinya dari perjalanan di daerah
Kalimantan Tengah satu minggu yang lalu, membawa surat rujukan dari dokter untuk melakukan
pemeriksaan malaria. Dari hasil pemeriksaan sediaan darah tipis yang diwarnai dengan giemsa terlihat
parasit pada eritrosit yang membesar berbentuk amuboid berwarna biru pada sitoplasma dan merah pada
inti.

Pertanyaan soal:
Apa protozoa yang memiliki ciri-ciri tersebut diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Plasmodium vivax
B. Plasmodium falciparum
C. Plasmodium ovale
D. Plasmodium malariae
E. Plasmodium knowlesi

PAR-REGIII-38-2016
Patologi klinis yang terjadi pada penyakit filariasis limfatik ini disebabkan oleh penghancuran
mikrofilaria dalam jumlah yang berlebihan oleh sistem kekebalan penderita. Mikrofilaria dihancurkan
oleh zat anti dalam tubuh hospes akibat hipersensitivitas terhadap antigen mikrofilaria. Gejala penyakit
ini ditandai dengan hipereosinofilia dan peningkatan kadar antibodi IgE dan kelainan klinis yang
menahun berupa pembengkakan kelenjar limfe dan gejala asma bronkial. Hipereosinofilia merupakan
salah satu tanda utama dan gejala ini seringkali menjadi petunjuk ke arah etiologi penyakit tersebut.

Pertanyaan soal:
Apa nama penyakit yang memiliki ciri-ciri tersebut diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Calabar swelling
B. Creeping eruption
C. Occult filariasis
D. Ground itch
E. Sistiserkosis

PAR-REGIII-39-2016
Seorang analis menerima spesimen feses dengan konsistensi cair, berlendir dan bercampur darah.
Kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis terhadap spesimen tersebut dan ditemukan parasit
berbentuk amuboid, berukuran 20-40 mikron, endoplasma bergranula halus dan mengandung sel darah
merah, ektoplasma dapat membentuk pseudopodium.

Pertanyaan soal:
Apakah nama protozoa yang memiliki ciri-ciri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Entamoeba coli
B. Entamoeba gingivalis
C. Entamoeba histolityca
D. Entamoeba moskovschi
E. Dientamoeba fragilis

PAR-REGIII-40-2016
Seorang analis kesehatan mengamati sediaan darah tebal yang dibuat dari sampel darah perifer
dengan pulasan giemsa, ditemukan parasit dengan ciri-ciri tropozoit berbentuk cincin, tampak
adanya zone merah, dan stadium gametosit berbentuk pisang.
Pertanyaan soal:
Apa penyebab infeksi parasit dengan ciri-ciri tersebut diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Plasmodium vivax
B. Plasmodium falciparum
C. Plasmodium ovale
D. Plasmodium malariae dan vivax
E. Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum

PAR-REGIII-41-2016
Bahan pemeriksaan dari feses seorang penderita HIV diperiksa oleh seorang analis. Sediaan dari feses
diwarnai dengan Ziehl Nielsen kemudian secara mikroskopis tampak ookista berbentuk bulat berdiameter
lebih kecil dari eritrosit (4 – 6 µm) berwarna pink muda sampai merah tua dengan dinding tebal,
sporozoit di dalam ookista kadang tidak tampak dan latar belakang berwarna hijau cerah. Parasit yang
tampak merupakan penyebab diare, penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang dikategorikan ke
dalam New Emerging Disease, disebabkan oleh protozoa usus yang sangat mudah menular dan dapat
ditemukan pada manusia, hewan, air, debu dan tanah. Penularan dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu
secara zoonosis, food borne disease, water borne disease dan dari manusia ke manusia.

Pertanyaan soal:
Apa parasit yang dimaksud dengan ciri-ciri di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Blastocystis hominis
B. Giardia intestinalis
C. Cryptosporidium sp.
D. Trichomonas vaginalis
E. Isosprora belii

PAR-REGIII-42-2016
Trematoda ini ukuran jantannya lebih besar tetapi lebih pendek dari pada ukuran cacing betina. Cacing
jantan memiliki saluran tempat cacing betina berada selama cacing jantan dan betina mengadakan
hubungan kelamin. Infeksi parasit ini terjadi oleh serkaria yang menembus kulit. Sedangkan diagnosis
yang dapat dilakukan oleh seorang ahli teknologi laboratorium adalah dengan menemukan telur di dalam
feses, dengan ciri-ciri seperti gambar di bawah ini:
Pertanyaan soal:
Apa nama spesies Trematoda yang memiliki telur dengan ciri-ciri di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Schistosoma haematobium
B. Schistosoma japonicum
C. Schistosoma mansoni
D. Paragonimus westermani
E. Faciolopsi buski

PAR-REGIII-43-2016
Seorang analis menerima sampel feses sesaat sebelum dia akan meninggalkan laboratorium, sehingga
tidak dapat memeriksa sampel tersebut langsung. Menurut pengakuan pasien, sampel tersebut dikeluarkan
dari tubuhnya sekitar 2 jam yang lalu. Pada formulir permintaan, dokter meminta laboran/ATLM untuk
memeriksa keberadaan parasit penyebab diare.

Pertanyaan soal:
Apa yang akan dilakukan laboran/ATLM setelah menerima sampel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Menolak sampel tersebut
B. Meminta pasien untuk BAB lagi
C. Menambahkan pengawet pada feses
D. Membuang sampel tersebut
E. Meminta pasien datang kembali esok hari

PAR-REGIII-44-2016
Seorang laboran/ATLM menerima pasien yang membawa surat rujukan untuk pemeriksaan malaria. Hasil
pemeriksaan secara mikroskopik pada sediaan darah tetes tebal dengan pulasan giemsa, tampak parasit
dengan ciri-ciri gambaran uniform; bentuk cincin terbuka, koma, tanda seru, sayap burung terbang.
Seperti gambar di bawah ini:

Pertanyaan soal:
Apakah parasit yang memiliki ciri-ciri tersebut diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Plasmodium vivax
B. Plasmodium falciparum
C. Plasmodium knowlesi
D. Plasmodium ovale
E. Plasmodium malariae

PAR-REGIII-45-2016
Ketika memeriksa sampel feses seorang anak SD yang mengalami diare dengan pewarnaan lugol, seorang
laboran/ATLM menemukan telur cacing dengan ciri-ciri seperti gambar di bawah ini.

Pertanyaan soal:
Apa nama spesies parasit yang memiliki ciri-ciri seperti gambar di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Ancylostoma duodenale
B. Necator americanus
C. Aascaris lumbricoides
D. Oxyuris vermicularis
E. Srtongyloides stercoralis

PAR-REGIII-46-2016
Ketika memeriksa sampel feses seorang anak SD yang mengalami diare dengan pewarnaan lugol, seorang
laboran/ATLM menemukan telur cacing dengan ciri-ciri seperti gambar di bawah ini.

Pertanyaan soal:
Apa nama spesies nematoda usus yang memiliki ciri-ciri seperti gambar di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Ascaris lumbricoides
B. Necator americanus
C. Trichuris trichiura
D. Trichinella spiralis
E. Toxocara cati

PAR-REGIII-47-2016
Ketika memeriksa sampel feses seorang anak berusia 5 tahun yang mengalami diare dengan pewarnaan
lugol, seorang laboran/ATLM menemukan dengan ciri-ciri seperti gambar di bawah ini:

Pertanyaan soal:
Apa nama protozoa usus yang memiliki ciri-ciri seperti gambar di atas?

Pilihan Jawaban :
a. Balantidium coli
b. Giardia intestinalis
c. Blastocystis hominis
d. Cryptosporidium parvu
e. Cyclospora belii

PAR-REGIII-48-2016
Seorang pasien wanita diperiksa sekret vagina atas rujukan dokter karena mengeluh keputihan. Dari hasil
pemeriksaan langsung dengan menggunakan NaCl fisiologis terlihat pergerakan parasit yang sangat
cepat, diketahui parasit ini tidak memiliki stadium kista. Bergerak dengan menggunakan flagel dan
membran bergelombang.

Pertanyaan soal:
Apa nama parasit yang disebutkan dengan ciri-ciri seperti di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Trichomonas vaginalis
B. Trypanosoma gabiense
C. Giardia intestinalis
D. Toxoplasma gondii
E. Leishmania donovani
PAR-REGIII-49-2016
Seseorang yang mengalami diare setelah mengkonsumsi steak sapi dengan gejala klinis ringan seperti
sakit ulu hati, perut merasa tidak enak, mual, muntah, pusing atau gugup. Gejala tersebut disertai dengan
ditemukan proglotid cacing yang bergerak-gerak lewat dubur bersama dengan tinja. Berat badan tidak
jelas menurun. Eosinofilia ditemukan di darah tepi. Pada hasil pemeriksan feses secara langsung tampak
ditemukan telur seperti di bawah ini:

Pertanyaan soal:
Apa nama parasit penyebab dengan gejala seperti yang disebutkan diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Taenia saginata
B. Himenolepis nana
C. Dipilobotrium latum
D. Dypilidium caninum
E. Dracunculus medinensis

PAR-REGIII-50-2016
Seorang laboran/ATLM mengambil sampel dengan anal swab pada seorang balita yang sering mengalami
rasa gatal pada daerah anus, terutama pada malam hari. Setelah dilakukan pemeriksaan secara
mikroskopis, ternyata tampak telur cacing dengan ciri-ciri seperti pada gambar di bawah ini:

Pertanyaan soal:
Apa nama telur cacing yang memiliki ciri-ciri seperti pada gambar di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Ascaris lumbricoides
B. Enterobius vermicularis
C. Taenia saginata
D. Trichuris trichiura
E. Cacing tambang
PAR-REGIII-51-2016
Pasien laki-laki dewasa 52 tahun dengan riwayat penyakit DM tiba di laboratorium lengkap dengan
formulir permintaan pemeriksaan. Sesuai dengan permintaan, petugas laboratorium melakukan
pengambilan bahan pemeriksaan dari mulut pasien dengan kapas swab. Hasil mikroskopis ditemukan sel-
sel bertunas, gram positif, 2-4 µm lengkap dengan pseudohifa.

Pertanyaan soal:
Dari gambaran diatas, pasien diduga terinfeksi …………

Pilihan Jawaban :
A. Candida
B. Entamoeba gingivalis
C. HIV
D. Histoplasmosis
E. Aspergilosis
PAR-REGIII-52-2016
Pasien laki-laki berumur 24 tahun mengalami diare atau disentri diikuti dengan kolik abdominal ,
tenesmus, nausea dan muntah-muntah. Atas rujukan dokter dilakukan pemeriksaan tinja pasien
di laboratorium, ditemukan bentuk kista pada tinja padat pasien.

Pertanyaan soal
Spesies apakah penyebab protozoa ?

Pilihan jawaban
A. Balantidium coli
B. Entamoeba coli
C. Entamoeba histolytica
D. Entamoeba hartmani
E. Giardia lamblia

PAR-REGIII-53-2016
Dokter menyarankan dilakukan pemeriksaan tinja pada pasien anak berumur 5 tahun yang
menunjukkan gejala-gejala nyata seperti diare yang diselingi dengan sindrom disentri, anemia,
berat badan turun dan kadang-kadang disertai prolapsus rectum. Diagnosisnya positif ditemukan
telur cacing dalam tinja.

Pertanyaan soal
Jenis pemeriksaan apakah yang dilakukan ?

Pilihan jawaban
A. Konsentrasi
B. Sediaan langsung basah
C. Sedimentasi
D. Teknik biakan harada mori
E. teknik konsentrasi
PAR-REGIII-54-2016
Seseorang yang mengalami diare setelah mengkonsumsi steak sapi dengan gejala klinis ringan seperti
sakit ulu hati, perut merasa tidak enak, mual, muntah, pusing atau gugup. Gejala tersebut disertai dengan
ditemukan proglotid cacing yang bergerak-gerak lewat dubur bersama dengan tinja. Berat badan tidak
jelas menurun. Eosinofilia ditemukan di darah tepi. Pada hasil pemeriksan feses secara langsung tampak
ditemukan telur seperti di bawah ini:

Pertanyaan soal:
Apa nama parasit penyebab dengan gejala seperti yang disebutkan diatas?

Pilihan Jawaban :
A. Taenia saginata
B. Himenolepis nana
C. Dipilobotrium latum
D. Dypilidium caninum
E. Dracunculus medinensis