Anda di halaman 1dari 14

Merokok

Senyawa Polisiklik Nikotin dan 4 Hiperinsulinemia


Aromatik (methylnitrosoamin (lintasan signal insulin-IGF-1)
Hidrokarbon (PAH) o)- 1 - 1 (butanon)
(NNK)
Hiperglikemia
Masuk ke dalam Memicu aktivasi
tubuh melalui faktor pembelahan ↓ Petanda Diferensiasi Termi
↑ Sekresi sitokin inflamasi (IL
pernafasan sel (NF-kB dan AP1) ↑ Sekresi protease
↓ Pelepasan free fatty acids

Reaksi dengan Memacu ekspresi


Makromolekul di protein Cyclin D
dalam sel

Perubahan Genetik

Mutasi gen p53

Mengatifkan
telomerase

Pembelahan terus
berlanjut

Ras Onkogen Myc Onkogen Supressor tumor p53

Replikasi Abadi
Sel akan menjadi
normal seiring
dengan masa
perkembangan
Faktor Lingkungan

Obesitas Nutrisi Aktivitas Fisik Alkohol

Adiosit/sel lemak S-adenosilmetionin


(SAM) Asetaldehid

Deliidation Fibroblast
like phenotype SAH Induksi Sitokrom P-450 2E1
(S-Adenosylhomocysteine) (Varian genetik CYP2EI)

↓ Petanda Diferensiasi Terminal adiposity


↑ Sekresi sitokin inflamasi (IL-6, PAI-1) CpG
↑ Sekresi protease (C-phosphate-G) Produksi ROS
↓ Pelepasan free fatty acids (Reactive Oxygen Species)
DNMT
(DNA metiltransferase)

CH - CpG
3
-

↑ Karsinogen Aktif

Kanker

Faktor Angiogenik & Tissue Fosfolirasi Oksidatif


remodelling matrix
metalloproteinase (MMP) menjadi Glikolisi Aerobik
(efek warburg)

Meningkatkan
eksresi HIF-1α &
Vaskulariasi Penggunaan glukosa yang
tinggi oleh sel kanker

tumor p53
Induksi pembentukan
pemb darah baru dari
sel endotel maupun sel
prekursor &
Percabangan Pembuluh
darah tidak teratur
Kontak sel interendotel
pemb.darah kurang erat
dan mudah perdarahan

Mudah masuknya
sel tumor
ke sist. vaskuler Sistem Imun

Gagal membuat antigen


tumor

Pelepasan Faktor
sitokinin Imunosupresif

Ressitensi terhadap
kemoterapi/radioterapi
Ukuran Sel

Mengurangi Ukuran Sel Menambah Ukuran Sel


(ATROFI) (HIPERTROFI)

Proses Fisiologis Akibat dari penyakit Pembesaran Organ

Fisiologis Patologis
Fisiologis Patologis

Penurunan Aktifitas, tekanan,


Sel akan menjadi Sel akan fungsi, pasokan darah, nutrisi,
normal seiring mengurangi stimulasi hormonal, dan
dengan masa ukurannya seiring stimulasi sist. saraf
perkembangan dengan masa
perkembangan
Atrofi otot (Diffuse
Atrophy), atrofi otak,
dll
Alkohol Genetik

Proto-Onkogen Gen Supressor Mengikat


Tumor/ anti onkogen
Asetaldehid Mutasi
Duplikasi
Translokasi

Onkogen Supressor tumor p53 Mutasi gen RB


ksi Sitokrom P-450 2E1
arian genetik CYP2EI) (Retinoblastoma)
Mutasi 12,13 atau
61 (asam amino)

Gagal
Produksi ROS Ras Onkogen Myc Onkogen memberhentikan
(Reactive Oxygen Species)
pembelahan sel dan Hipofosforilasi
repair DNA menjadi
Hiperfosforilasi
Mengkode faktor
Transkripsi
Karsinogen Aktif Mengirimkan Sinyal Pembelahan Sel
Pertumbuhan Sel
pada Nukleus kerusakan sel dan sel
terus membelah
Jumlah Pembentukan
Protein Meningkat
(over production)

Kerusakan sel
terakumulasi

Kanker

Penurunan kadar Oksigen


dalam tumor

Transisi Epithel-to- Diferensiasi Ukuran


mesenchymal (EMT)

Baik Buruk Kecil Besar Jelas


Pengurangan perlekatan
ke sel didekatnya

Invasi : menembus
lapisan membran
basalis dan masuk
matriks ekstra selluler
Invasi : menembus
lapisan membran
basalis dan masuk
matriks ekstra selluler
Karsinoma Insitu
(KIS) Tumor Jinak

Intravasasi masuk ke
pembuluh darah

Sirkulasi

Ekstravasasi : melekat ke
endotel vaskular

Angiogenesis :
Mengeluarkan faktor
pertumbuhan PLGF dan
pembentukan
pemb.darah baru

Sel Kanker tumbuh

Metastase
Penyebab Fisik Penyebab Kimiawi Penyebab Mikrobiologi Penyebab Rekasi Imun

REVERSIBLE

Jumlah Sel

Jumlah Sel Bertambah,


Ukuran sel tetap
(Hiperplasia)

Hormonal Patologis

Ketidakseimbangan
Estrogen menstimulasi Prolaktin yang Hormonal
Patologis endomterium tumbuh membentuk kelenjar
dan menempel zigot mammae berisi air susu
Proliferasi Abnormal

Pembesaran Uterus Pembesaran Payudara


Hiperplasia
Endometrium, BPH
Simian Virus - kanker monyet
Kanker Payudara

Virus SV40 Radiasi Terionisasi Radiasi Ultraviolet Diwariskan

Mengikat Stress Oksidatif Kerusakan DNA


Membentuk Protein
T-antigen SV40

BRCA 1
si gen RB Kerusakan DNA Kerusakan
blastoma) Apoptosis Sel
BRCA 1 - P - P

Akumulasi p53 dan


terikat DNA
Gen yang Tergantung Pembelahan Sel
pada p53 tidak
osforilasi diaktifkan Tidak Terkontrol
enjadi BRCA 1 - P - P
osforilasi BRCA 2
Perbaikan DNA BAX
RAD 51
Gagal (Gen Apoptosis) Sel-Sel Mangalami
Mutasi
Perbaikan DNA dengan
Pembelahan Sel membawa sel kanker
Tidak Terkontrol

Tumor

Batas Invasif Pertumbuhan Metastase

Jelas Tidak jelas Tidak Lokal Lambat Cepat Tidak Dapat


Jinak Tumor Ganas
b Rekasi Imun Kekuatan Mekanis Kegagalan Keutuhan Hambatan Kerusakan DNA
Membran Metabolisme

Adaptasi SEL

Jumlah Sel

Jumlah sel bertambah, Jumlah sel bertambah,


abnormal ukuran, bentuk dan Fenotip sel berubah (epitel atau
organisasi sel matur mesenkim)
(displasia/Hiperplasia atipikal) (Metaplasia)

Low Grade High Grade Paparan terus menerus

Keganasan

asia
um, BPH
Kanker Payudara

Diwariskan

Kerusakan DNA
Phosphorlation
is promoted

BRCA 1

BRCA 1 - P - P
BRCA2
RAD 51

BRCA 1 - P - P
BRCA 2
RAD 51

Perbaikan DNA dengan


membawa sel kanker

etastase

Dapat
Kerusakan DNA Defisiensi Metabolit

IRREVERSIBLE

Nekrosis Apoptosis
(Kematian sel tidak terprogram) (Kematian sel terprogram)

mbah, Penebalan dan Ukuran sel berkutang, Apoptosis Berlebih


inti sel terfragmentasi (Apoptosis Disregulasi)
epitel atau kerusakan inti sel,
(seukuran nukleosom),
) plasma dan membran plasma dan
a) membran organel sitoplasma utuh
Meningkatkan risiko
kanker

Integritas Fragmentasi seluler


membran hilang
enerus
Sel dan Fragmen
Sitoplasmatik sel apoptotik di fagositosis
nekrotik keluar

Respon inflamasi
di jaringan sekitar
ptosis Berlebih
tosis Disregulasi)

ingkatkan risiko
kanker