Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KEGIATAN INTERNSHIP

F.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak


serta Keluarga Berencana (KB)

OLEH :
dr. Veneranda Clara
dr. Ana Verawaty
dr. Gabriel Fernando Mantong
dr. Marthin F Pasaribu
dr. Tunggul Sinaga

Pendamping:
dr. Sunarti

Wahana :
Puskesmas Ge’ Tengan
Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Periode 14 September 2018 – 14 Januari 2019
LAPORAN KEGIATAN
UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK SERTA KELUARGA BERNCANA
(KB)
DOKTER INTERNSHIP PUSKESMAS GE’ TENGAN
KABUPATEN TANA TORAJA
PERIODE 14 SEPTEMBER 2018 – 14 JANUARI 2019

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL K1 & K4

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan ibu hamil diberikan kepada ibu hamil yang dilakukan
oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Proses ini dilakukan selama
rentang usia kehamilan ibu yang dikelompokkan sesuai usia kehamilan menjadi
trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Pelayanan kesehatan ibu
hamil yang diberikan harus memenuhi elemen pelayanan sebagai berikut.
1. Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
2. Pengukuran tekanan darah.
3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA).
4. Pengukuran tinggi puncak rahim (fundus uteri).
5. Penentuan status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi tetanus toksoid
sesuai status imunisasi.
6. Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan.
7. Penentuan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ).
8. Pelaksanaan temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan
konseling, termasuk keluarga berencana).
9. Pelayanan tes laboratorium sederhana, minimal tes hemoglobin darah (Hb),
pemeriksaan protein urin dan pemeriksaan golongan darah (bila belum pernah
dilakukan sebelumnya).
10. Tatalaksana kasus.
Selain elemen tindakan yang harus dipenuhi, pelayanan kesehatan ibu hamil
juga harus memenuhi frekuensi minimal di tiap trimester, yaitu satu kali pada
trimester pertama (usia kehamilan 0-12 minggu), satu kali pada trimester kedua (usia
kehamilan 12-24 minggu), dan dua kali pada trimester ketiga (usia kehamilan 24
minggu sampai persalinan). Standar waktu pelayanan tersebut dianjurkan untuk
menjamin perlindungan terhadap ibu hamil dan atau janin berupa deteksi dini faktor
risiko, pencegahan, dan penanganan dini komplikasi kehamilan.
Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil dapat
dilakukan dengan melihat cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 adalah jumlah ibu hamil
yang telah memperoleh pelayanan antenatal pertama kali oleh tenaga kesehatan
dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu
tahun. Sedangkan cakupan K4 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh
pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit empat kali sesuai jadwal
yang dianjurkan di tiap trimester dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu
wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun. Indikator tersebut memperlihatkan akses
pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dan tingkat kepatuhan ibu hamil dalam
memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan
B. PERMASALAHAN DI MASYARAKAT
Capaian K4 tahun 2006 sampai dengan tahun 2017 disajikan pada gambar
berikut ini.

Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 pada tahun 2016 telah memenuhi
target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan sebesar 74%. Namun
demikian, terdapat 9 provinsi yang belum mencapai target tersebut yaitu Maluku
Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Jambi, Maluku, Sulawesi Barat,
Sulawesi Tenggara, dan DI Yogyakarta.
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil
tidak hanya dari sisi akses. Kualitas pelayanan yang diberikan juga harus
ditingkatkan, di antaranya pemenuhan semua komponen pelayanan kesehatan ibu
hamil harus diberikan saat kunjungan. Dalam hal ketersediaan sarana kesehatan,
hingga bulan Desember 2017, terdapat 9.825 puskesmas. Keberadaan puskesmas
secara ideal harus didukung dengan aksesibilitas yang baik. Hal ini tentu saja sangat
berkaitan dengan aspek geografis dan kemudahan sarana dan prasarana transportasi.
Dalam mendukung penjangkauan terhadap masyarakat di wilayah kerjanya,
puskesmas juga sudah menerapkan konsep satelit dengan menyediakan puskesmas
pembantu.

C. PEMILIHAN INTERVENSI
Berdasarkan permasalahan diatas, maka disini kami melakukan pendataan
cakupan pelayanan kesehatan ibu K1 dan K4 di PKM Ge’Tengan Tahun 2018

D. PELAKSANAAN
Pendataan diambil berdasarkan data yang ada di PKM Ge’Tengan Tahun
2018 dimana penilaian ini berdasarkan jumlah cakupan pelayanan kesehatan ibu K1
dan K4 di poli KIA PKM Ge’Tengan
E. EVALUASI
Cakupan pelyanan kesehatan ibu K1 dan K4 PKM Ge’tengan, Kec.
Mengkendek, Kab. Tana Toraja Tahun 2018.
No Nama Desa Ibu Hamil K1 K4
1 Marinding 51 23 45% 23 45%
2 Buntu Datu 26 25 96% 20 77%
3 Tengan 42 27 64% 31 74%
4 Gasing 51 39 76% 23 45%
5 Palipu 23 16 70% 18 78%
6 Lemo 13 13 100% 7 54%
7 Tampo 28 16 57% 13 46%
8 Rantedada 22 22 100% 25 114%
9 Simbuang 46 41 89% 22 48%
10 Pakala 16 12 75% 8 50%
11 Randanan 35 33 94% 25 71%
12 Buntu Tangti 25 30 120% 24 96%
13 Ke’pe Tinoring 33 32 97% 28 85%
14 Rante Kalua’ 50 30 60% 25 50%
15 Uluway Barat 16 17 106% 13 81%
16 Pa’tengko 21 13 62% 15 71%
17 Uluway Timur 16 16 100% 10 63%
JUMLAH 514 406 79% 330 64%

Melalui antenatal care dapat ditetapkan kesehatan ibu hamil, kesehatan janin
dan hubungan keduanya sehingga dapat direncanakan pertolongan persalinan yang
tepat. Cakupan pelayanan antenatal dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan baru
ibu hamil (K1) untuk melihat akses dan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar
paling sedikit empat kali (K4). Kontak minimal 4 kali selama masa kehamilan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar dari Depkes yang
mempunyai tujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian
Bayi (AKB)
Kematian Ibu secara garis besar ada 3 yaitu faktor langsung, faktor antara dan
faktor tidak langsung yang sangat erat berkaitan dengan masalah sosial budaya, kultur
dan pendidikan masyarakat antara lain: malnutrisi, belum siap menerima KB
sehingga grandemultipara masih banyak, kemiskinan dan kurangnya pengetahuan
sehingga sulit menerima sistem pertolongan modern, jarak pusat RS rujukan sangat
jauh dari jangkauan masyarakat, para ahli segan tinggal di daerah pinggiran karena
tidak menjanjikan penghasilan, gagasan bidan desa dan polindesnya masih belum
berfungsi.
Berdasarkan data yang diperoleh jumlah ibu hamil di wilayah PKM Ge’tengan
sebanyak 514 orang dan cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K1 dan K4 di PKM
Ge’tengan diperoleh cakupan K1 sebesar 79% dan K4 sebesar 64%. Berdasarkan
target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan sebesar 74% angkat
cakupan K4 di PKM Ge’tengan belum memenuhi target yang ditetapkan. Wilayah
yang memiliki cakupan kesehatan ibu hamil K1 terendah adalah kelurahan/lembang
Marinding sebesar 45% dan cakupan kesehatan ibu hamil K4 terendah adalah
kelurahan/lembang Marinding dan Gasing sebesar 45%.
Faktor yang mempengaruhi besarnya cakupan kunjungan ibu hamil K4 terdiri
dari; kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan ibu belum memadai, akses
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan ibu rendah, sistem rujukan kesehatan
maternal belum mantap, tingkat pendidikan, kultur, ekonomi dan status perempuan
dalam kesehatan reproduksi.

2. Saran
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil K1 dan K4 adalah hal yang harus terus
ditingkatkan di wilayah PKM Ge’tengan. Cakupan K1 dan K4 dapat menekan angka
kematian Ibu dan Bayi. Peningkatan cakupan K1 dan K4 dapat ditingkatkan dengan
cara meningkatan pengetahuan ibu hamil beserta kader pada setiap lembang agar
pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya memeriksakan kehamilan, pemberian
tablet fe, imunisasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara pemberian materi-materi
penyuluhan, pemeriksaan yang dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur pada ibu
hamil yang sesuai elemen pelayanan yang sudah ditetapkan, pemberian nutrisi
tambahan pada ibu hamil. Materi yang diberikan sebaiknya dibuatkan menarik
mungkin dapat mengunakan metode perkelompok/berkelas dimana ibu hamil dapat
saling membagikan pengetahuan, berolahraga bersama, berbagi pengalaman dan
kelas/kelompok tersebut dipimpin oleh tanaga kesehatan terkait.

Peserta Internship Pendamping

(dr. Veneranda Clara) (dr. Sunarti)