Anda di halaman 1dari 22

FARMAKOKINETIKA

KLINIK

DOSIS MUATAN/LOADING DOSE


Dosis Muatan (Loading dose):
• Sejumlah obat yang digunakan untuk memacu
percepatan waktu penyampaian kadar efektif minimum.

• Dosis muatan (loading dose) atau dosis inisial


dimaksudkan untuk memperoleh kadar tunak (Css)
sesegera mungkin (as soon as possible). Sehingga untuk
mencapai 99% kadar tunak (Css) tidak perlu menunggu
selama 6,65 T1/2
• Waktu yang diperlukan untuk mencapai kadar tunak
terutama tergantung pada waktu paruh eliminasi.
Tabel berikut menunjukkan waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai 90%, 95%, dan 99% dari kadar tunak.
Rumus :
• Css= R/Vd.K
• Cpt = R/Vd. K(1-e-kt)
Tabel Kadar Tunak Terhadap Waktu Paruh
Eliminasi
Proses Css yang dicapai Jumlah Perkalian Waktu Paruh
90 3,32xt1/2
95 4,32xt1/2
99 6,65xt1/2

Untuk tujuan terapetik diperlukan lebih dari


95% kadar tunak obat dalam darah, ini dicapai
dalam waktu 6xt1/2
Contoh Soal
• Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 99%
kadar tunak setelah pemberian infusa IV ?
Jawab :
• Css = R/Vd.K
• Pada 99%Css maka :
• Cpt= 99%xR/Vd.K
• Cpt = R/Vd.K (1-e-kt)
• 99%xR/Vd.k = R/Vd.K (1- e-kt)
• 99%= 1-e-kt
• e-kt = 1%
• -kt = ln 0,01
• t 99% = ln 0,01/-k
• t 99 % = -4,61/-k
• t 99 % = 4,61/(0,693/t1/2)
• t 99% = 6,65xt1/2
• Kadar tunak obat dalam pemberian infus intravena
baru tercapai bila telah melalui 5-7 kali waktu paro
eliminasi obat. Lama pencapaian ini akan menjadi
masalah jika onset efek suatu obat butuh cepat.
• Jika waktu paro obat 8 jam, butuh minimal waktu 40
jam untuk mencapai kadar tunak, hampir dua hari.
• Suatu obat diberikan dengan laju infusion Rate = R
yang lebih tinggi maka akan diperoleh kadar tunak
yang lebih tinggi, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai kadar tunak tetap sama
• Maka dari itu, kita memerlukan pertolongan dosis
muatan (dosis awalan) secara besar yang disuntikkan
melalui intravena bolus atau disuntik agar obat bisa
mencapai kadar tunak lebih dahulu.
• Kemudian untuk menjaga agar obat tetap dalam
keadaan tunak, maka kita imbangi dengan pemberian
infus intravena.
• Kadar Obat dalam darah setelah pemberian IV Bolus satu
kompartemen adalah sebagai berikut :

Cpt= Cpo. e-kt

• Cpo= DL/Vd = Db/Vd


Sehingga

Cpt = DL/Vd.e-kt

• Sedangkan setelah infusa IV :

Cp = R/Vd.K (1-e.-kt)
• Bila suatu dosis iv bolus dan infusa iv diberikan pada
waktu bersamaan, maka total Cp nya adalah
• Cp= IV bolus + IV Infus
• Cp= Co.e-kt+R/Vd.K (1-e-kt)
• Cp= DL/Vd.K + R/Vd.K- R/Vd.K e-kt
• Cp = R/Vd.K + (DL/Vd e-kt – R/Vd.K e-kt)
Cp = R/Vd.K + (DL/Vd e-kt – R/Vd.K.e-kt)

• DL = jumlah obat dalam badan pada saat steady state


• DL = CssxVd Css=R/(Vd.K)
• Maka DL = R/K
• Sehingga

Cp = R/Vd.K + (R/Vdk e-kt – R/Vd.K.e-kt)


• Pada saat t= ︠ maka Cp untuk pemberian iv bolus+ Infus iv adalah

Cp = R/Vd.k = Css

• Untuk mempertahankan kadar tunak secara cepat (dCp/dt=0) dosis


muatan (DL) hendaknya adalah R/K.
• Pemberian terapi dengan iv bolus= infusa iv akan tepat jika DL= R/K
Berikut adalah infusa iv dengan 3 macam loading dose
yang berbeda
1. DL> R/K
Jika dosis muatan besar maka waktu yang diperlukan
untuk menurunkan konsentrasi obat dalam plasma ke
kadar tunak akan semakin lama
2. DL=R/K
Pada Pemberian dosis muatan sebesar R/K kadar tunak
cepat tercapai dan nilainya tepat
3. DL<R/K
Jika DL diberikan rendah, maka konsentrasi obat dalam
plasma akan naik secara lambat ke kadar tunak, tetapi
kenaikannya lebih cepat daripada tanpa DL
R

a. DL > K

R
b. DL = K
a
KTM R
c. DL < K

d. DL = O ( tanpa DL )
b Cp

Cp

T
Contoh Soal
1. Seseorang akan mendapatkan anastesi pada
kecepatan infusa 2 mg/jam secara IV, Tetapan
kecepatan eliminasi orde I = 0,10 jam-1 dan Vd =10 L
(Satu kompartemen). Berapa dosis inisial yang harus
diberikan jika kadar 2 µg/ml segera dicapai ?
• Jawaban
• DL = R/k
• DL= 2 mg.jam-1/0,1 jam-1 = 20 mg
• Atau
• DL = CssxVd
• DL= 2 µg/mlx10 L
• DL = 2 mg/L x 10 L = 20 mg
2. Berapa konsentrasi obat setelah 6 jam pemberian
dosis inisial 10 mg dan infus IV 2 mg/jam secara
simultan ? T1/2 = 3 jam
Cp (6) = 0,899 mg/L
Pemberian iv bolus + infusa iv pada soal diatas akan segera mencapai
Css dengan kadar yang tepat apabila loading dose yang diberikan
adalah sebesar R/K
• Suatu antibotik diberikan kepada seorang pasien rama (75 kg, 58
tahun) secara infusa iv. Obat dalam bentuk sediaan vial steril
mengandung 30 ml larutan antibiotik dengan konsentrasi 125 mg/ml.
berapa kecepatan infus yang diberikan supaya konsentrasi 20 µg/ml
dapat dicapai ? (Satuan R= ml/jam). Berapakah loading dose yang
direkomendasikan ? Asumsi : Obat mengikuti model kompartemen
satu terbuka, Vd= 0,5 L/Kg dan t1/2 eliminasi = 3 jam
• Seorang pria dewasa (78 kg, 48 tahun) perokok berat diberi infus IV
dengan kecepatan 0,5 mg/kg per jam. Dosis inisial 6 mg/kg BB secara
IV bolus (obat aminophylline). Pada 2 jam setelah infusa IV, kadar
theophylline darah diukur dan diperoleh harga 5,8 µg/ml, Vd= 0,45
L/kg BB. Aminophilin terdiri dari garam theophylline dan etilen
diamin, 0,8 bagian sebagai teofillin basa. Kadar yang diukur tersebut
ternyata dibawah kadar minimum terapi. Kadar diinginkan 10 µg/ml.
Berapa dosis yang disarankan sebagai dosis inisial dan dosis infusa
selanjutnya ?

Anda mungkin juga menyukai