Anda di halaman 1dari 1

4 OPINI SELASA „ 22 JANUARI 2019

Pantai Airmanis akan Ditata lebih


Menarik
Lah dikaji bana baik buruknyo Pak,
jaan beko bakalebuik pulo................!
Awas Cyberbullying
Ratusan APK Liar Dirertibkan
Nan mada-mada tu agiah sadonyo
Pak, jaan adoh nan tatingga........!

Hentikan Aktivitas Penggalian


Pasir
Mengintai Anak-anak Kita!
KASUS kekerasaan anak masih SARTANA siber. Pertama, perlu ada program
Jaan sampai runtuh lo tabiang jo menjadi masalah serius sekarang atau lembaga yang secara khusus
jembatan, taniayo urang banyak.......! ini. Sayang, keberadaannya kerap Dosen Psikologi Sosial Universitas Andalas melakukan kajian, pencegahan,
diabaikan. Lebih-lebih di tahun dan intervensi terhadap kasus-ka-
politik ini. Isu-isu soal kekerasan sus perundungan siber. Lembaga
anak ini kalah seksi. Namun bila tersebut dapat dibuat pemerintah
TAJUK RENCANA muncul kasus besar, ceritanya
menjadi lain. Semua berlomba-
atau masyarakat. Lembaga-lemba-
ga demikian sudah lazim di nega-
lomba memberi simpati dan men- ra-negara yang memiliki perhatian
jadi konsumsi media nasional. Ke depan, seiring semakin intensnya anak-anak serius terhadap kekerasan anak.
Jemput Bola Rekam E-KTP Data LSM Plan International
dan International Center for on dan remaja mengakses internet yang kemungkinan Lewat lembaga tersebut, kasus-ka-
sus perundungan siber dapat lebih
UPAYA pemerintah menggenjot angka perekaman Kartu Women (ICRW) yang dirilis tahun mereka mengalami kekerasan di dunia maya cepat diidentifikasi dan ditangani.
Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) patut diapresiasi. Setelah
melakukan upaya jemput bola ke Lembaga Pemasyarakatan
2016 lalu, bisa menjadi patokan.
Sekitar 84 persen anak-anak di In-
semakin tinggi, kiranya perlu perhatian Kedua, perlu edukasi yang me-
nyeluruh soal perundungan siber
(LP), selanjutnya dilakukan intensitas perekaman di lima donesia ditenggarai mengalami dan pencegahan terhadap kejadian dan strategi bagi anak-anak untuk
provinsi yang angka perekamannya masih rendah.
Lima provinsi dimaksud adalah Sulawesi Barat (78,06
kekerasan di sekolah. Angka ini
lebih tinggi ketimbang rata-rata
perundungan siber pada mereka. melawannya. Edukasi tersebut da-
pat dilakukan banyak pihak. Apa
persen), Maluku (80,52), Maluku Utara (80,73), Papua kekerasan anak di Asia yang hanya yang dilakukan mahasiswa magis-
(41,34), dan Papua Barat (64,65 persen). Lima provinsi ini sekitar 70 persen. sejumlah siswa sekolah menengah kan di dunia nyata, perundungan ter psikologi di UGM lewat pro-
capaiannya jauh tertinggal dari capaian rata rata nasional Makin booming-nya pemaka- di Amerika Serikat menemukan siber cenderung tidak terlihat oleh gram Stop (sadari, tolong dan per-
yang mencapai 97 persen. Dari lima provinsi yang terting- ian internet membuat kasus kek- bahwa 19,6 persen dari mereka per- orang lain. Namun, potensi daya angi), bisa menjadi rujukan. Lewat
gal tersebut, Sumatera Barat tidak termasuk di dalamnya. erasan anak ini semakin mengkha- nah mengalami perundungan di rusaknya lebih serius. Lebih-lebih, program ini, efektif untuk me-
Layanan kependudukan tentu tidak hanya sebatas menge- watirkan. Jumlahnya pun semakin dunia nyata, dan 14,8 persen per- biasanya perundungan tradisional ngedukasi siswa dalam menyikapi
jar target capaian atau kuantitas. Apalagi sebatas layanan re- menggelembung. Selain bertrans- nah dirundung di dunia maya. terjadi pada waktu jam sekolah perundungan siber. Jelas, bakal
kam E-KTP bagi penduduk yang sudah memenuhi syarat. Teta- formasi, internet juga melahirkan Di Indonesia, fenomena pe- (Besley, 2009), atau ketika mereka lebih menraik bila program ini di-
pi layanan kependudukan menyangkut kualitas, sehingga bagi jenis kekerasan baru yang biasa rundungan siber tersebut juga cu- bermain bersama temannya di se- terapkan secara massif di ma-
daerah yang tidak tercapai target nasional semestinya juga dikenal dengan perundungan si- kup mengkhawatirkan. Riset yang kitar rumah. syarakat.
melaksanakan jemput bola dengan improvisasi dan kreativi- ber (cyberbullying). Kowalski dan dilakukan UNICEF tahun 2016 Sementara perundungan siber, Ketiga, orangtua, guru dan pe-
tas masing- masing. Limber (2013) mendefinisikan Cy- menemukan bahwa 41 persen re- kekerasan tersebut bisa terjadi se- mangku kepentingan perlu memi-
Setiap penduduk tentu butuh tanda pengenal apalagi berbullying sebagai perundungan maja di Indonesia pernah me- lama hampir 24 jam. Bahkan, pe- liki pengetahuan soal perundun-
untuk sebuah e-KTP yang penggunaannya sangat strategis, yang dilakukan di ruang elektronik, ngalami perundungan siber. Riset rundungan tersebut dapat terjadi gan siber, serta cara menghadapi
dokumen kependudukan awal yang akan menentukan do- seperti surat elektronik, chatroom, lain yang dilakukan Safaria (2016), sewaktu anak berada dalam ka- kejadian tersebut. Mereka perlu
kumen-dokumen lainnya. E-KTP tentu bukan sebatas tar- website, game online, situs jejaring pada 102 siswa Sekolah Menengah marnya pada malam hari. tahu soal jenis-jenis perundungan
get nasional, apalagi hanya sebatas pemenuhan data un- sosial, atau pesan teks. Pertama (SMP) di Yogyakarta, sen- Rangkaian penelitian Patchin siber, reaksi anak, gejala, serta
tuk kepentingan pemilu. Namun kepentingannya jauh le- Secara umum, perundungan bayak 80 persen dari mereka per- and Hinduja (2007) menunjukkan cara-cara untuk memberikan ban-
bih luas, dan dalam hal ini penduduk dan negara sama- siber yang dialami anak-anak di nah mengalami perundungan si- bahwa korban perundungan siber tuan pada korban.
sama punya kepentingan dalam urusan kependudukan ini. dunia maya dapat berupa perund- ber. Bahkan, sebagian dari mereka dapat mengalami dampak negatif Ke depan, seiring semakin in-
Jemput bola e-KTP untuk mencapai target tentu belum ungan verbal, gambar, maupun mengalaminya hampir setiap hari. pada fungsi kognitif, emosi dan tensnya anak-anak dan remaja
bisa menyelesaikan persoalan kependudukan. Katakanlah video. Jenis perundungan yang Hasil penelitian penulis di be- sosial, juga dalam perkembangan mengakses internet yang kemu-
capaiannya menggembirakan, namun pertumbuhan pen- menimpa mereka misalnya, diejek, berapa SMP di Kota Padang juga dan kesejahteraan diri. Mereka ngkinan mereka mengalami keke-
duduk akan selalu bergerak dinamis. Tahun depan dan diancam, data pribadinya disebar- menemukan hasil yang tak jauh juga dapat kehilangan harga diri, rasan di dunia maya semakin ting-
tahun selanjutnya, akan bertambah penduduk yang wajib kan, dikuntit lewat internet yang berbeda. Penelitian yang berlang- cemas, hingga depresi. Beberapa gi, kiranya perlu perhatian dan
atau memenuhi syarat memiliki KTP. berlanjut ke dunia nyata. Atau, sung tahun 2016 lalu dengan meli- anak korban perundungan siber pencegahan terhadap kejadian pe-
Program e-KTP boleh boleh saja tersangkut persoalan anak-anak direkam videonya lalu batkan 353 responden tersebut, juga dapat mengalami penurunan rundungan siber pada mereka.
persoalan hukum, yang kasusnya hingga kini terus bergu- diintimidasi, diperas, atau dipaksa menemukan sekitar 49 persen dari performa akademis, sulit tidur atau Masyarakat perlu menyadari bah-
lir. Tetapi layanan rekam e-KTP untuk penduduk tak boleh melakukan hal-hal tertentu. responden pernah mengalami pe- susah makan. Pada kasus lebih wa, internet tidak selalu menjadi
tersendat. Bentuk layanan termasuk jemput bola mesti te- Banyaknya anak-anak yang rundungan siber. Itu artinya, seki- parah, korban perundungan siber tempat yang aman bagi anak-anak.
rus didorong. Bukan hanya untuk daerah yang capaiannya menjadi korban perundungan siber tar satu dari dua anak pernah me- bisa sampai bunuh diri. Banyak “monster” dan orang jahat
masih rendah, tetapi mestinya menyeluruh untuk seluruh tersebut kecenderungannya ber- ngalami perundungan siber. Mempertimbangkan dampak berkeliaran di sana, yang dapat
daerah. Sebab setiap individu penduduk punya hak dan langsung secara global. Riset Cen- Agak berbeda dengan perun- demikian, terdapat sejumlah upa- memangsa anak-anak ketika le-
sekaligus kewajiban memiliki dokumen kependudukan. ter for Disease Control (2014) pada dungan tradisional, yang dilaku- ya guna mencegah perundungan ngah dan kurang peduli. (*)
Jika dilihat siklus memiliki KTP, tentu tidak terlepas dari
angka kelahiran penduduk. Jika setiap bayi yang lahir diberi-
kan fasilitas dan kemudahan dalam urusan kependudukan,
seperti jemput bola ke rumah rumah sakit atau tempat persali-
nan, maka sejak dini sudah tercatat dan terekam warga yang
Euthanasia? Dilema Dokter dan Keluarga Pasien
diberikan KTP, 17 tahun yang akan datang. Jika siswa SMU se- Merupakan hak manusia agar sudah sia-sia (futile) dapat dilaku-
derajat sudah terdata dengan baik, maka sudah bisa diperkira- DWI NOVILOLITA
terbebas dari segala penyakit yang kan penghentian atau penundaan
kan berapa penduduk yang wajib punya KTP tahun depan. dideritanya. Pasien berhak menen- Mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas terapi bantuan hidup”. Pasal 14(3)
Tertib kependudukan memang bukan hal yang mudah. tukan segala jenis pengobatan se- menegaskan bahwa “keputusan
Memburu dan jemput bola perekaman e-KTP memang se- bagai upaya mengurangi penyakit untuk menghentikan atau menun-
buah terobosan, namun ia akan terus berulang dan beru- tersebut, baik secara tradisional Perbuatan euthanasia sendiri pasal 344 menyatakan”Barang sia- da terapi bantuan hidup tindakan
lang setiap tahun. Sebab setiap tahun akan muncul generasi maupun secara medis. Tenaga ke- dibagi menjadi dua macam, yaitu pa menghilangkan jiwa orang lain kedokteran terhadap pasien se-
berikut yang sudah memenuhi syarat pula untuk ber KTP. sehatan sebagai pihak yang mem- euthanasia aktif dan euthanasia atas permintaan orang itu sendiri, bagaimana dimaksud pada ayat
Singkronisasi dan pelayanan penduduk sejak dini, mu- fasilitasi upaya pengobatan mem- pasif. Istilah aktif menjelaskan yang disebutkannya dengan nyata (1) dilakukan oleh tim dokter yang
lai kemudahan pencatatan kelahiran/akte jemput bola bagi berikan keseluruhan keputusan bahwa dokter berperan aktif dalam dan sungguh-sungguh, dihukum menangani pasien setelah berkon-
setiap bayi yang baru lahir akan sangat membantu men- kepada pasien atau keluarga pa- tindakan yang memperpendek penjara selama-lamanya dua belas sultasi dengan tim dokter yang di-
jembatani antara kewajiban penduduk patuh administra- sien atas saran maupun tindakan atau mengakhiri hidup seseorang. tahun”. Kemudian dipertegas pada tunjuk oleh Komite Medik atau Ko-
si, dengan hak mereka sebagai warga untuk mendapatkan yang akan dilakukan. Lalu bagaim- Biasanya pasien akan diberikan pasal 388 yang berbunyi “Barang mite Etik”. Tidak hanya itu, pada
layanan terbaik dari negara. (*) ana jika keputusan pasien atau ke- obat-obatan yang bekerja cepat siapa dengan sengaja menghilang- Permenkes No 29/MENKES/PER/
luarga pasien adalah euthanasia? dalam menimbulkan kematian. kan jiwa orang lain, dihukum, kare- III/2008 tentang perawatan paliatif
Euthanasia berasal dari bahasa Sedangkan istilah pasif merupakan na makar mati, dengan hukum terdapat ketentuan diperbolehkan-
Yunani yaitu eu yang berarti baik, keadaan dimana dokter atau tena- penjara selama-lamanya lima be- nya tidak diresusitasi dalam ke-
tanpa penderitaan dan thanos ga medis tidak memberikan tinda- las tahun”. adaan tertentu atas persetujuan

INFO
yang berarti mati. Oleh karena itu kan atau bantuan medis secara Seorang dokter sebagai pemberi pasien atau keluarga pasien setelah
makna euthanasia disimpulkan sengaja. Salah satu contoh dokter tindakan kedokteran bisa diberhen- diberikannya informasi tindakan
sebagai mengurangi atau meri- tidak melakukan tindakan resusi- tikan dari jabatannya apabila mela- medis yang dilakukan dokter se-
ngankan penderitaan orang yang tasi jantung paru pada pasien yang kukan euthanasia. Hal ini dikarena- jelas-jelasnya (informed consent).
sedang menghadapi kematiannya. mengalami gagal jantung. kan melanggar kode etik kedokter- Hal ini tentu membingungkan se-
Pada umumnya keinginan pasien Peraturan yang mengatur se- an Indonesia (Kodeki) pasal 7 yang bagai tenaga medis karena pada
dengan tindakan euthanasia ini cara tegas mengenai euthanasia ini berbunyi “setiap dokter harus se- peraturan di atas jelas-jelas meru-
OPINI disebabkan oleh ketidaksanggu- sendiri masih belum secara spesi- nantiasa mengingat akan kewajiban pakan bagian dari euthanasia pasif.
pan pasien atau keluarga pasien fik dan tegas di Indonesia. Hingga melindungi hidup makhluk hidup Penulis berpendapat bahwa
Naskah Opini panjang tulisan sekitar akan sakit yang diderita atau ke- saat ini, kasus euthanasia masih insani”. Pada pasal ini mewajibkan dari segi hukum tindakan ini masih
750 kata.Kirim ke: tidakmampuan keluarga dalam bi- menimbulkan perdebatan panjang agar setiap dokter selalu memberi- abu-abu, karena dari segi hukum
opinipadek@gmail.com. Sertakan aya pengobatan. Namun keputu- karena masalah sudut pandang kan pelayanan kesehatan berlan- ada yang memperbolehkan ada
data CV,copy KTP, foto, dan nomor san ini justru menimbulkan per- yang berbeda. Pihak yang setuju daskan lafal sumpah dokter yang yang tidak. Dari sisi tenaga keseha-
telepon. masalahan bagi dokter sebagai mendukung bahwa hidup meru- berbunyi “menghormati setiap tan, menolak melakukan tindakan
Naskah yang sudah dua minggu satu-satunya pihak yang berhak pakan hak setiap manusia terma- hidup insani mulai saat terjadinya euthanasia baik aktif maupun pasif
di redaksi dan tidak termuat otomatis melakukan tindakan tersebut. Hal suk mengakhiri hidup karena hak pembuahan” tidak akan merugikan karena per-
dianggap kembali ke pengirim. ini menimbulkan kontradiksi anta- ingin bebas dari penyakit dengan Secara hukum maupun etik ke- aturan terhadap perlindungan tin-
ra etika, moral, hukum, serta pro- cara mati. Namun dari pihak ber- dokteran yang dijelaskan di atas dakan kedokteran yang masih ku-
LAYANAN PADEK fesionalitas. lawanan mengungkapkan bahwa cenderung membahas euthanasia rang, menyebabkan tim dokter
Anda punya uneg-uneg untuk Permasalahan euthanasia ini setiap manusia tidak berhak untuk aktif yang secara tegas dilarang. Ke- harus berhati-hati dalam mengam-
mengkritisi persoalan yang terjadi merupakan kasus yang banyak mengakhiri hidupnya karena me- mudian bagaimana dengan eutha- bil keputusan dalam penghentian
di Ranah Minang ini? Kirimkan menarik perhatian karena hingga rupakan kekuasaan mutlak oleh nasia pasif? Hal ini menimbulkan tindakan bantuan hidup. Sebagai
uneg-uneg Anda ke rubrik Layanan saat ini kasus permintaan euthana- Tuhan. dilema bagi tenaga kesehatan kare- tim medis hanya dapat memfasili-
Padek dengan cara kirim email sia itu sendiri masih banyak terja- Pada dasarnya permasalahan na dijelaskan pada pasal 14(1) Per- tasi dalam upaya yang terbaik bagi
ke layananpadek@gmail.com atau di. Pada umumnya kasus ini terja- ini di Indonesia berlandaskan aturan Menteri Kesehatan No 37 pasien. Sedangkan dari sisi pihak
SMS ke 08116614123. di di unit perawatan intensif yang UUD 1945 pasal 28A menyatakan tahun 2014 tentang Penentuan Ke- keluarga, sebaiknya tidak memper-
Diutamakan terkait dengan fasilitas mana sebagian besar pasien ber- bahwa setiap orang berhak untuk matian dan Pemanfaatan Organ sulit tindakan kedokteran yang da-
dan pelayanan publik. Anda juga gantung pada alat. Salah satunya hidup serta berhak mempertahan- Donor berbunyi “pada pasien yang pat dilakukan karena dalam hal ini
terjadi pada kasus penyakit kronik kan hidup dan kehidupannya. Se- berada dalam keadaan yang tidak tim medis hanya bersifat memban-
dapat mengirimkan foto
yang menimbulkan komplikasi fa- cara hukum, euthanasia secara te- dapat disembuhkan akibat penya- tu, namun segala keputusan akan
dan uneg-uneg ke twitter
tal pada ginjal, otak, bahkan jan- gas dilarang dalam Kitab Undang- kit yang sudah dideritanya (termi- dikembalikan kepada Sang Maha
@padangekspres.
tung sebagai pusat kehidupan. undang Hukum Pidana (KUHP) nal state) dan tindakan kedokteran Pencipta.(*)

„ DIVISI PRODUKSI Tanahdatar : Mustafa Akmal, Nanda Anggara „ ALAMAT


Redaktur Pelaksana : Suryani, Rommi Delfiano, Hendri Mentawai : Arif Rahmad Daud Redaksi/Usaha: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya Padang, Sumatera Barat
Parjiga Sijunjung : Yulicef Anthony
Padang Ekspres Penjab Minggu : Fajril Mubarak „ PRACETAK DAN ONLINE
E-mail: liputanpadek@yahoo.com
„ LAYANAN IKLAN DAN PELANGGAN
Koordinator Liputan : Eri Mardinal Pemred padek.co : Tandri Eka Putra
www.padek.co Redaktur : Ganda Cipta, Gusti Ayu Gayatri, Tarif Iklan: Iklan Display Halaman Pertama: Rp20.250/mmk (BW), Rp27.500/mmk (SC),
Asisten Manager Pracetak : Jufri Jao
Eka Rianto, Zulkarnaini Rp 40.500/mmk (FC). Display Halaman Depan: Rp24.300/mmk (BW), Rp32.400/mmk (SC),
Terbit Sejak 25 Januari 1999 Liputan Padang : Arzil, Debi Virnando, Willian, Mona „ DIVISI USAHA Rp40.500/mmk (FC); Display Halaman Belakang: Rp14.850/mmk (BW), Rp18.900/mmk
Triana,Taufik Hidayat, Heru Irawan, Manager Keuangan : Yossi Ariesta (SC), Rp27.000/mmk (FC); Iklan Sosial: Rp6.000/mmk; Iklan Jitu: Rp30.000/muat. Harga
Badan Penerbit: PT Padang Intermedia Pers Khairian Hafid Manager Umum dan SDM : Nurhelwarni iklan ditambah pajak 10 persen. Harga Langganan: Rp105.000/bulan (Padang dan
Jawa Pos Media Group Fotografer : Sy Ridwan. Manager Pemasaran Koran : Sarbidin
sekitarnya), luar kota tambah ongkos kirim.
Sekretaris Redaksi : Adiyansyah Lubis, Indah Flawerina Manager Iklan : Dicky Junaidi
„ PERCETAKAN
„ PERWAKILAN „ KANTOR IKLAN JAKARTA
Perintis/Pembina : H. Rida K Liamsi Bukittinggi/ Agam : Rifa Yanas „ DEPARTEMEN EO DAN LITERASI PT Padang Graindo Mediatama
Komisaris Utama : Suhendro Boroma Payakumbuh/ 50 Kota : Fajar Rillah Vesky, Arfidel Ilham Direktur Operasional : Rita Arianti
Manager : Sukri Umar Alamat: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya, Padang. Sumatera Barat.
Komisaris : H. Jayusdi Effendi Pesisir Selatan : Yoni Syafrizal, Elfi Mahyuni
Tim EO : Two Efly, Mukhtisar, Montosori, Telepon/Fax: (0751) 481222. Isi di luar tanggung jawab percetakan.
Pasaman/ Pasbar : Ahmad Zubier, Rohimuddin,
Direktur Utama : H. Marah Suryanto : Ivo Fitriana, Dodi Ardiansyah,
Lumban Tori
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Heri Sugiarto Kota Solok/ Kab Solok : Oktria Tirta, Frikel Adilla Mender
Hendra Efison
Coorporate Lawyer JPG : Andi Syarifuddin, SH, MH Sawahlunto : Herry Perwakilan Jakarta : Bustanol Arifin „ Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (dengan sumber asli
bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan 3 hingga 5 halaman, diketik spasi
Penasehat Hukum : Miko Kamal, SH, LLM, PhD Dharmasraya : Zulfia Anita Alamat: Gedung Graha Pena Lt 6 Ruang 601 Jl. Kebayoran Lama
rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat akan diberi imbalan. Redaksi berhak
Solok Selatan : Arditono, Putra Susanto No 12 Jakarta Selatan Telepon: (021) 53699560, Fax: (021) menyunting selagi tidak mengubah maksud tulisan.
Pariaman/ Padangpariaman : Zikriniati ZN, Aris Prima Gunawan 5333048, E-mail: padangekspresjakarta@yahoo.co.id
Padangpanjang : Yuwardi Website: www.padek.co, Edisi Digital: epaper.padek.co „ Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres dibekali identitas (kartu pers), dan tidak menerima
pemberian berbentuk uang atau apa pun yang berhubungan dengan profesinya