Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN OBSERVASI

OBSERVASI PERILAKU MEMBUANG SAMPAH SEBAGAI BAGIAN DARI


PERILAKU PRO LINGKUNGAN DI CFD

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


Psikodiagnostik II : Observasi
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.

Oleh :

1. Amethysa Iganingrat / 170811641072


2. Debby Anggraini / 170811641066

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS PENDIDIKAN PSIKOLOGI
JURUSAN PSIKOLOGI
OKTOBER 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Car Free Day atau yang akrab disebut CFD merupakan acara yang diadakan setiap hari
Minggu pagi dimulai pukul 05.00 – 10.00. CFD merupakan acara populer di berbagai kota
di Indonesia salah satunya di Kota Malang. CFD Malang di gelar pada Jln. Ijen dan Ijen.
CFD tidak memperbolehkan kendaraan bermotor untuk masuk ke area yang telah di
tentukan, masyarakat yang mengikuti CFD datang dengan bejalan kaki maupun bersepeda.
Car Free Day sendiri merupakan upaya pemerintah untuk menggalakan perilaku pro
lingkungan terhadap masyarakat. Diharapkan dalam Car Free Day ini akan muncul perilaku-
perilaku yang sehat dari masyarakat. Seperti olahraga yaitu senam, berlari, sepatu roda,
bersepeda, dll. Dalam Car Free Day ini juga digalakan penggunaan kendaraan tanpa polusi,
sehingga udara yang tercemar dapat dihindari.
Masyarakat bisa berolahraga juga bisa berwisata kuliner. Para pedagang menjajakan
berbagai makanan. Namun sayangnya konsumen kurang peduli terhadap lingkungan terlihat
ketika acara CFD selesai banyak sampah yang berserakan dijalan sehingga petugas
kebersihan harus membersihkan jalan tersebut ketika CFD selesai sehingga membuat
kawasan itu menjadi macet. Padahal di kawasan CFD sudah disediakan tempat sampah,
namun perilaku masyarakat yang tetap membuang sampah sembarangan sangat membuat
kewalahan petugas kebersihan.
Padahal ekspektasi kebanyakan orang adalah acara Car Free Day merupakan acara yang
sangat pro lingkungan yang diadakan setiap hari Minggu. Namun ternyata banyak sekali
sampah yang berserakan yang tidak mencerminkan perilaku pro lingkungan. Karena
permasalahan di atas maka kita ingin mengobservasi perilaku membuang sampah sebagai
bagian dari prolingkungan di CFD.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana gambaran perilaku orang membuang sampah sebagai bagian dari perilaku
pro lingkungan di Car Free Day Malang?
1.3 Tujuan
1. Untuk melihat gambaran perilaku membuang sampah di CFD
2. Untuk menemukan penyelesaian dari masalah tersebut
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Perilaku Pro Lingkungan

Psikologi lingkungan adalah bidang psikologi yang menggabung-gabungkan dan


menganalis transaksi serta tata hubungan dari pengalaman serta tindakan manusia dengan
aspek-aspek dari lingkungan sosiofisiknya yang terkait. Kebersihan lingkungan sendiri
merupakan tolak ukur dari kualitas masyarakat tersebut. Masyarakat yang kurang peduli
terhadap lingkungannya akan menimbulkan masalah juga kerusakan lingkungan.

Menurut Kollmus dan Agyeman : 2002, Pengertian pro lingkungan adalah perilaku
secara sadar yang berusaha untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan dari
seseorang terhadap alam maupun lingkungan sekitarnya. Jadi perilaku pro lingkungan ini
adalah perilaku yang benar-benar menghargai lingkungan sekitarnya. Perilaku ini akan dengan
sengaja memperhatikan lingkungan sekitarnya dan menghindari perilaku-perilaku yang
merugikan alam maupun lingkungan.

Salah satu perilaku pro lingkungan adalah dengan melakukan pengelolaan sampah yang
baik. Pengelolaan sampah yang baik dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle) dapat
meningkatkan kualitas yang lebih baik. Sampah yang berserakan ternyata juga dapat
menimbulkan berbagai penyakit, dan lingkungan yang tidak sehat.

2.2 Perilaku Membuang Sampah

Sampah menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang
Pedoman Pengelolaan Sampah, adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam
yang berbentuk padat yang terdiri atas sampah rumah tangga maupun sampah sejenis sampah
rumah tangga. Dalam SNI 3242 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah Di Permukiman,
jenis sampah berdasarkan jenisnya, yaitu:

a. Sampah organik, merupakan sampah yang mudah membusuk terdiri dari bekas
makanan, bekas sayuran, kulit buah lunak, daun-daunan, dan rumput.

b. Sampah anorganik, merupakan sampah seperti kertas, kardus, kaca atau gelas, plastik,
besi dan logam lainnya.
c. Sampah domestik B3 (bahan berbahaya beracun), merupakan sampah yang berasal
dari aktivitas rumah tangga, mengandung bahan dan atau bekas kemasan suatu jenis
bahan berbahaya dan atau beracun.

Karena perbedaan jenis sampah itulah, sangat berbahaya jika sampah-sampah yang ada
dijadikan satu. Dengan adanya pengelolaan sampah atau pemilahan sampah, sampah menjadi
lebih mudah untuk disortir mana yang harus digunakan kembali dan mana yang harus
dipisahkan dari yang lain. Namun ternyata menurut data yang ditulis di artikel CNN
Indonesia ada 1,3 juta sampah plastik di Indonesia yang tidak terkelola. Masalah sampah
masih menjadi problema besar di Indonesia.

Dalam SNI 19-2454-2002 pengelolaan sampah oleh masyarakat terkait perilaku masyarakat
yaitu timbulan sampah, pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan dan
pemusnahan. Dan pengelolaan sampah oleh pemerintah yang melayani pengangkutan sampah
dari TPS atau dari sumber timbulan sampah menuju ke TPA. Komponen variabel yang terkait
dengan perilaku masyarakat, seperti:

1. Timbulan sampah, merupakan banyaknya jumlah sampah yang timbul/yang dihasilkan


masyarakat.

2. Pemilahan sampah, merupakan pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan


jenis, jumlah, dan atau sifat sampahnya.

3. Pewadahan sampah, merupakan aktivitas menampung sampah sementara dalam suatu


wadah individual/komunal di tempat sumber sampah. Dengan persyaratan bahan wadah
sampah tidak mudah rusak dan kedap air, ekonomis dan mudah diperoleh/dibuat.

4. Pengangkutan sampah, merupakan kegiatan mengangkut atau membawa sampah dari


TPS/kontainer dan atau langsung dari sumber sampah untuk dibawa menuju TPA, dengan
menggunakan kendaraan bermotor/tidak yang didesain khusus.

5. Pemusnahan sampah, merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai pemrosesan akhir di


TPA dengan penimbunan terkendali dan lahan urug saniter termasuk pengolahan lindi dan
gas, penimbunan sampah untuk daerah pasang surut dengan sistem kolam (an acrob,
fakultatif, maturasi), dan dengan composting serta pembakaran sampah menggunakan
insinerator sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Ketaatan terhadap peraturan, pemerintah daerah membuat aturan tentang pengelolaan
sampah, sehingga akan membentuk perilaku masyarakat yang positif dalam mengelola
sampah, serta mengatur pemberian insentif kepada masyarakat yang melakukan pengelolaan
sampah demikian juga sebaliknya.

Perilaku pengelolaan sampah yang dapat kita amati dari masyarakat di Car Free Day Kota
Malang adalah pada pemilahan sampah. Di kawasan Car Free Day Kota Malang sudah
tersebar beberapa tempat sampah yang sudah dipisah berdasarkan jenis-jenisnya.
BAB III
METODE OBSERVASI
3.1 Definisi Operasional
Perilaku membuang sampah adalah perilaku yang dilakukan untuk pengelolaan sampah,
yaitu dengan cara membuang sampah pada tempatnya serta menyortir sampah.
3.2 Indikator Perilaku
1. Membuang sampah pada tempatnya yaitu meletakan sampah masuk ke dalam
tempatnya.
2. Menyortir sampah yaitu meletakkan sampah sesuai jenis sampah ke tempat yang telah
disediakan
3.3 Jenis Observasi
Jenis observasi yang dilakukan untuk observasi Perilaku Membuang Sampah sebagai
Bagian dari Pro Lingkungan di Car Free Day adalah
1. Observasi Partisipasif
Merupakan observasi dimana peneliti terlibat aktif dengan kegiatan yang sedang
diamati dan langsung mencatat perilaku yang muncul pada saat itu. Kami memilih jenis
observasi ini karena kita ingin menjadi bagian dari masyarakat yang mengikuti kegiatan
Car Free Day dan langsung mengamati mereka.
2. Observasi Natural
Observasi yang dilakukan pada lingkungan alamiah subjek, tanpa adanya upaya untuk
melakukan kontrol atau direncanakan manipulasi terhadap perilaku subjek. Observasi
ini akan menjelaskan perilaku apa adanya. Kami ingin menggunakan jenis observasi
natural karena kami ingin mengetahui perilaku membuang sampah yang apa adanya di
Car Free Day.

Jadi observasi perilaku membuang sampah di Car free Day ini menggunakan 2 jenis
observasi yaitu observasi partisipatif dan observasi natural. Observer akan terjun
langsung di lapangan yang menjadi masyarakat yang mengikuti Car Free Day juga.
Observer akan mengamati perilaku dari banyak orang di Car Free Day dan langsung
mencatat perilaku yang muncul.
3.4 Teknik Pencatatan Data
1. Kuantitatif
Event Sampling merupakan salh satu bentuk metode pencatatan data yang mengacu
pada setiap tingkah laku atau perilaku spesifik yang menjadi target atau subjek muncul
selama periode observasi. Pencatatan data dalam observasi ini menggunakan behaviour
tally, metode ini dipilih karena cukup mudah dan dapat menggambarkan perilaku yang
ada.
2. Kualitatif
Narative Descriptive merupakan salah satu teknik pencatatan observasi yang memiliki
karakteristik dasar berupa deskripsi tingkah laku yang digambarkan dalam bentuk
narasi atau cerita. Pencatatan dengan cara ini dipilih karena dapat menggambarkan
perilaku secara detail.
3.5 Langkah Observasi
1. Mempersiapkan alat yang diperlukan, seperti kamera, alat tulis, dan lembar pencatatan
2. Observer melakukan pengumpulan data, mencatat, merekam bagaimana perilaku pro
lingkungan di Car Free Day Malang.
3. Menganalisis data yang telah ditetapkan
4. Membuat kesimpulan dari observasi dan membuat laporannya.
3.6 Subyek Observasi
Subyek observasi ini adalah seluruh masyarakat yang sedang mengikuti acara Car Free
Day Kota Malang.
3.7 Observer
Pelaksanaan observasi ini dilaksanakan oleh 3 observer, dengan pembagian tugas
sebagai berikut :
No. Nama Tugas Keterangan
1. Amethysa Iganingrat Mengamati dan mencatat Observer 1
setiap perilaku membuang
sampah sebagai bagian dari
perilaku pro lingkungan yang
muncul sesuai indikator
perilaku.
2. Debby Anggraini Mengamati dan mencatat Observer 2
setiap perilaku membuang
sampah sebagai bagian dari
perilaku pro lingkungan yang
muncul sesuai indikator
perilaku.
3. Bella Cynthia M Mengamati dan mencatat Observer 3
setiap perilaku membuang
sampah sebagai bagian dari
perilaku pro lingkungan yang
muncul sesuai indikator
perilaku.
3.8 Waktu dan Pelaksanaan
Observasi dilakukan selama 1 hari dengan 3 sesi, karena Car Free Day hanya
dilakukan sekali dalam satu minggu, dengan pembagian waktu sebagai berikut :
No. Hari dan Tanggal Waktu Lama Observasi
1. Minggu, 18 November 2018 06.00 – 07.10 WIB 70 menit
2. Minggu, 18 November 2018 07.10 – 08.20 WIB 70 menit
3. Minggu, 18 November 2018 08.20 – 09.30 WIB 70 menit
BAB IV
HASIL OBSERVASI
4.1 Deskripsi Subjek
Subjek dari observasi ini adalah semua pengunjung Car Free Day Kota Malang yang
melakukan perilaku pro lingkungan sesuai dengan indikator-indikator yang telah di paparkan
di bab sebelumnya. Dalam observasi ini yang di observasi adalah perilaku membuang
sampah secara random, bukan secara individual, selama perilaku itu ada di kawasan Car Free
Day Kota Malang, baik laki-laki atau perempuan, dan juga semua rentang usia.
4.2 Deskripsi Data Observasi
LAPORAN DATA KUALITATIF

SESI 1

DESKRIPSI / NARASI TEMA KESIMPULAN


Pada hari minggu tanggal 17 Pengunjung CFD Pengunjung CFD tidak
November 2018 terdapat orang- hanya berasal dari kota
orang yang berasal dari kota Malang dan masyarakat
Malang dan berbagai kota lainnya mulai dari anak-anak sampai
untuk mengikuti CFD mulai dari dengan lansia.
bayi, anak-anak, remaja, dewasa
dan lansia. Mereka melakukan
berbagai kegiatan senam, bermain
bulu tangkis, sepatu roda,
bersepeda, berjualan, duduk,
berjalan, jogging, naik delman.

Jam menunjukkan pukul 06.20 Suasana CFD saat Berbagai aktifitas yang
tampak beberapa orang pukul 06.20. dilakukan pengunjung,
mengobrol. Penjual yang pedagang, dan petugas CFD
menjajakan dagangan, pembeli saat CFD berlangsung.
sedang menunggu makanan,
petugas yang sedang mengontrol
CFD menggununakan HT untuk
berkomunikasi. Observer
melakukan pengamatan dengan
cara berjalan mengelilingi area
CFD. Observer kaget dan
berteriak karena dikejutkan oleh
teriakan kuda. Terdapat perilaku
beberapa orang merokok,
pedagang menata barang
dagangannya, jukir menata sepeda
motor, terdapat pengunjung yang
membawa bola basket. Lantai
aspal Nampak basah bekas hujan
semalam. Beberapa andong
terlihat terparkir berjajar.

Seorang anak kecil sedang Kegiatan di CFD Pengunjung dan pedagang


mengendarai sepeda, beberapa melakukan berbagai aktifitas
orang duduk di trotoar. Jalanan seperti duduk, mengobrol,
nampak sepi dan jarum jam bergerombol, dan membeli
menunjukkan pukul 06.30 WIB. makanan.
Segerombolan bapak-bapak
mengobrol di pinggir trotoar dan
mengenakan kaos sepeda, helm,
sepatu. Beberapa orang mulai
bergerombol untuk membeli
makanan. Seorang bapak-bapak
mengendarai motor sambil
membonceng es batu sebanyak 7
karung. Terdapat banner
himbauan “awas copet”. Observer
melewati jalan terdapat penjual di
kanan dan kiri tampak masih sepi
dan bersih. Terdapat perilaku
masyarakat makan dengan berdiri
di samping penjual, terlihat ibu-
ibu bergerombol menutupi jalan
sambil membawa kresek berisi
makanan.
Terdengar pedagang berteriak
menjajakan pudding sedot.
Beberapa sampah Di jalan terlihat sampah
Puas menyusuri jalan sebelah mulai terlihat plastic tali raffia dan plastic
kanan maka observer bening tergeletak di jalanan
memutuskan untuk memutar arah CFD.
untuk melihat sisi penjual di
sebelah jalan terlihat potongan tali
rafia berwarna kuning, plastik
bening di jalan dan penjual yang
mengumpulkan sampahnya ke
dalam kresek. Pengunjung terlihat
duduk di trotoar taman. Observer
melewati tempat sampah yang
terlihat masih kosong.
Perilaku mengantongi Observer melihat seorang
Observer telah berjalan sampah. anak yang sedang berjalan
menelusuri jalan sebelah kanan sambil membawa sampah.
dan kiri museum dan memutuskan Observer berusaha untuk
untuk duduk sambil melihat mengetahui apa yang akan
perilaku masyarakat. Observer dilakukan anak tersebut,
duduk di trotoar depan tempat namun si anak tau
sampah, pengunjung tampak keberadaan observer
berlalu lalang, beberapa orang sehingga ia memutar arah.
berjalan sambal membawa botol
plastic, di trotoar pengunjung
CFD makan sambil duduk.
Seorang anak memakai kaos abu-
abu terlihat membawa plastik
kosong kemudian observer
mengikuti, si anak terlihat tampak
terburu-buru berjalan, beberapa
kali anak menoleh ke belakang
kemudian berjalan dan menoleh
kembali sepertinya si anak merasa
diikuti sehingga ia mempercepat
langkahnya dan berjalan lebih
cepat kemudian menoleh kembali
akhirnya ia berputar arah.
Observer kemudian berhenti
mengikutinya kemudian observer
berjalan menuju arah jalan
pahlawan trip. Melihat beberapa
orang bergerombol melihat orang
sedang bermain musik tradisional.
Di persimpangan jalan terlihat
daun palem jatuh. Observer Olahraga yang Pengunjung CFD memadati
berjalan menuju ATM. dilakukan di CFD Kawasan simpang balapan
untuk melakukan CFD.
Dari arah jalan ijen banyak orang Ada beberapa olahraga yang
berjalan menuju jalan simpang bisa diakukan seperti
balapan, menuju ke tempat senam. jogging, bersepeda, dan
Banyak yang duduk-duduk bermain sepatu roda.
bersantai di pinggir jalan. Terlihat
ada bapak petugas kebersihan
membersihkan pinggir jalan.
Belum ada perilaku
mengkonsumsi makanan di jalan
menuju simpang balapan. Karena
memang tidak ada yang berjualan
di sekitar jalan. Ada orang yang
sedang joging, bersepeda, dan
senam dengan audio yang cukup
kencang. Di tengah jalan ada
anak-anak sekitar umur 10-12
tahun latihan sepatu roda dengan
lintasan yang terbuat dari cone
dan diletakan di jalan. Tempat
sampah terlihat tersebar di
beberapa titik di pinggir jalan.
Orang dari anak kecil hingga
lansia memenuhi jalan dan
melakukan senam. Tidak terlihat
sampah berserakan karena tidak Membuang sampah Kurangnya kesadaran untuk
ada penjual makanan di daerah sembarangan membuang sampah pada
jalan simpang balapan. Orang- tempatnya sehingga seorang
orang yang senam sampai bapak membuang plastic
memenuhi jalan untuk orang minuman dengan
kembali ke ijen. Ada bapak yang sembarangan.
sedang duduk dipingggir jalan,
setelah meminum minuman bapak
tersebut langsung membuang
plastik minuman dengan Dalam CFD tidak hanya
seenaknya. Ada perempuan Kegiatan CFD perilaku berolahraga saja
dewasa awal sekitar 20 tahun an yang nampak namun juga
membawa pamflet dan berniat terdapat kegiatan lain seperti
menyebarkannya. menyebarkan brosur, hanya
berjalan santai tanpa
Ketika kembali ke jalan besar menggunakan baju olahraga,
ijen, orang yang datang CFD berjualan, dan mengamen.
semakin banyak. Beberapa
mahasiswi juga terlihat
menyebarkan brosur program
kerja mereka. Beberapa orang
jalan dengan santai namun ada
yang benar-benar menggunakan
baju olahraga dan berolahraga.
Ada yang datang CFD besama
keluarga dan membawa anak bayi
dengan troli. Beberapa orang
berjualan di pinggir jalan juga ada
yang berjualan yakult dan juga
berjualan air mineral. Dipinggir
jalan ijen beberapa juga
memainkan aalat music dan
bernyanyi mereka juga
menyiapkan kaleng bagi yang
ingin memberikan tips. Ada
segerombolan orang
menggunakan baju sama berjalan
dan menyerukan program
kerjanya. Sudah terlihat beberapa
orang mulai banyak
mengkonsumsi makanan. Sekitar
1/5 orang berjalan-jalan dengan
menggunakan sepeda. Ada yang
berjualan air mineral.
SESI 2

DESKRIPSI / NARASI TEMA KESIMPULAN


Ketika kita menghampiri tempat Kondisi sampah. Kondisi tempat sampai yang
sampah di depan museum ternyata jebol sehingga
ternyata sampah tidak melampaui tempat sampah tidak akan
tempatnya, kerusakan bagian dapat terisi penuh.
bawah tempat sampah terlihat Kurangnya kepedulian
jebol. Banyak orang yang duduk masyarakat dalam
di sekitar taman depan museum membuang sampah sehingga
sambil menikmati makanan dan membuang sembarangan.
minuman tapi ternyata ada Letak penjual di sekitar
sampah-sampah plastik yang museum membuat sampah
dibiarkan begitu saja. Suasana di banyak terdapat di daerah
dekat museum semakin ramai ini.
karena juga banyak pusat-pusat
penjualan makanan di dekat
museum. Observer terlihat tertarik
dengan berbagai hal yang di jual
di CFD.
Kegiatan jual beli.
Orang-orang berkeliling untuk Penjual yang berteriak
menjual dagangan, yaitu hydro menjajakan dagangan,
coco. Juga ada pedagang yang pembeli yang sedang
berteriak-teriak “silahkan- menawar, pengunjung sudah
silahkan cuma ribu dua” sambil membawa plastic belanjaan.
menjajakan air mineral agar
dagangan laris. Ada ibu-ibu yang
sedang menawar baju untuk
anaknya. Orang-orang yang
berkeliaran mulai membawa
plastic menandakan bahwa
mereka telah membeli berbagai Pengunjung memadati
macam hal. CFD dan pengunjung Jumlah pengunjung CFD
membuang sampah semakin siang semakin
Jalanan sangat penuh dengan sembarangan bertambah, pengunjung
berbagai orang namun masih membeli dagangan penjual
terlihat sampah bertebaran di kemudian membuang
sekitar jalan yang ramai orang. sampah sembarang membuat
Dari gaya berpakaian orang-orang kondisi sampah CFD
yang disekitar museum tidak berceran. Namun ada
menggunakan pakaian yang perilaku pengunjung yang
nyaman yang dipakai untuk membuang sampah pada
olahraga. Jalanan sangat penuh tempatnya tanpa memilah.
dengan orang dan pinggir-
pinggirnya dipenuhi pedagang
yang membuka lapaknya. Dari
para pedagang tidak terlihat
adanya perilaku membuang
sampah, mereka cukup baik dan
menghargai lingkungan selain
makanan dan minuman banyak
penjual tas, baju, celana, dll.
Terlihat ada sampah yang
tergeletak begitu saja di tengah
jalan di depan para penjual. Ada
penjual tanaman yang terlihat
beberapa orang tertarik dan
mampir. Satu persatu orang yang
jalan disekitar penjual mulai
membeli barang dan tentu saja
dibungkus dengan plastic. Lalu
tiap orang mulai melambat karena
penuhnya orang juga banyak
berhenti di depan penjual.
Semakin mendekati stan makanan
terlihat 1-2 orang. Sampah yang
tergeletak begitu saja. Ada
beberapa orang yang menambah
suasana menjadi lebih ramai.
Terlihat wanita dewasa awal
dengan umur kira-kira 25-30
tahun langsung membuang
sampah begitu saja tanpa
memilihnya, perempuan itu Kondisi tempat
membuang sampah plastic sampah. Tempat sampah yang
ditempat sampah yang bertuliskan tersedia ternyata memiliki
“sampah b3”. kerusakan bagian bawah
tempat sampah jebol
Setelah itu ada laki-laki dengan sehingga mengakibatkan
usia 20-25 tahun membuang sampah akan jatuh kebawah.
sampah tanpa memperhatikan Mulai terdapat perilaku
tulisan di tempat sampah namun pemilahan sampah pada
melakukan pemilahan sampah pengunjung.
dengan benar yaitu membuang
botol plastic di tempat sampah
yang bertuliskan “sampah
anorganik” laki-laki ini
melakukan pembuangan sampah
dengan terburu-buru. Dibawah
tempat sampah organic terlihat
banyak sampah berserakan,
ternyata tempat sampah ini sudah
rusak dan sampah yang diletakkan Perilaku membuang Munculnya perilaku
di tempat sampah ini secara sampah dengan membuang sampah pada
otomatis akan langsung jatuh pengelolaan sampah tempatnya dengan memilah
kebawah. jenis sampah

Ada 2 perempuan dengan rentang


umu 18-20 tahun sedang
membawa sampah plastic dan
mereka terlihat mencari-cari mana
tempat sampah yang harus
digunakan untuk membuang
sampah mereka, dan ternyata 2
orang perempuan ini memasukkan
sampah plastiknya ke tempat
sampah yang bertuliskan “sampah
anorganik”. Terlihat laki-laki
separuh baya membuang rokok ke
tempat sampah yang bertuliskan
“sampah B3”. Anak perempuan
dengan rentang usia 7-10 tahun
membuang sampah plastiknya ke
tempat sampah yang bertuliskan
“sampah organic”.
SESI 3

DESKRIPSI / NARASI TEMA KESIMPULAN


Terlihat pengunjung CFD Perilaku prolingkungan Beberapa orang telah
semakin banyak dan semakin membuang sampah melakukan perilaku
banyak pula orang-orang yang pada tempatnya membuang sampah pada
duduk di sekitar taman. Terlihat tempatnya dan melakukan
juga semakin banyak sampah pemilahan. Kesadaran
berserakan yang dibuang begitu masyarakat mulai terlihat.
saja di daerah CFD. Suasana CFD Perilaku memilah juga
semakin panas. Ada pengemis memudahkan pemulung
yang duduk dan berkata-kata untuk mengambil
terus agar dikasihani. Ada 3 orang sampahnya.
pria dengan rentang usia 20-25
tahun atau memasuki tahap
dewasa awal. 2 orang membuang
sampah plastiknya dengan
melihat terlebih dahulu tempat
sampahnya bertuliskan jenis
sampah apa dan setelah mereka
memastika tempat sampah
bertuliskan “sampah anorganik”
kedua pria ini langsung
membuang sampah plastiknya ke
tempat sampah itu. Sedangkan
satu pria lainnya membuang
sampah plastiknya dari belakang
tempat sampah. Namun sampah
plastiknya masuk kedalam tempat
sampah yang benar yaitu sampah
anorganik. Seorang wanita
dewasa awal dengan rentang usia
20-25tahun membuang sampah
plastic bekas jajan bersaos merah
ke tempat sampah anorganik.
Tempat sampah anorganik terlihat
lebih banyak terisi sampah
dibandingkan tempat sampah
organic maupun B3. Seorang
perempuan dengan rentang usia
18-23 tahun berjalan mendekati
sampah lalu membuang sampah
plastiknya ke tempat sampah
yang bertuliskan “sampah
anorganik”.
Banyak orang yang berlalu
Lalang dengan membawa barang
yang di bungkus dengan plastic. 2
orang yang membuang botol dan
sampah plastic ke tempat sampah
yang bertuliskan sampah
anorganik. Terlihat beberapa
orang dengan sengaja
menghampiri tempat sampah
untuk membuang sampahnya.
Seorang bapak dengan rentang
umur 50 tahun itu membawa
karung besar dan memilah
sampah yang ada di tempat
sampah. Bapak ini mengambil
sampah-sampah yang bernilai
seperti botol dan gelas plastic.
4.3 Analisis Data
1. Data Kualitatif

TARGET-TARGET DATA YANG RELEVAN INTERPRETASI


PERILAKU
Membuang sampah 18 November/ Terlihat wanita Subjek menunjukkan sikap
pada tempatnya dewasa awal dengan umur kira- kurang teliti dalam memilih. Ia
kira 25-30 tahun langsung melakukan perilaku membuang
membuang sampah begitu saja sampah pada tempatnya namun
tanpa memilihnya, perempuan tidak memperhatikan tulisan
itu membuang sampah plastic yang tertera pada tempat
ditempat sampah yang sampah.
bertuliskan “sampah b3”.

Melakukan 18 November/ Setelah itu ada Subjek sudah menunjukkan


pengelolaan sampah laki-laki dengan usia 20-25 usaha untuk membuang sampah
tahun membuang sampah tanpa pada tempatnya dan melakukan
memperhatikan tulisan di tempat pemilahan meskipun kurang
sampah namun melakukan teliti dalam membaca.
pemilahan sampah dengan benar
yaitu membuang botol plastic di
tempat sampah yang bertuliskan
“sampah anorganik” laki-laki ini
melakukan pembuangan sampah
dengan terburu-buru.

18 November/ Ada 2 perempuan Subjek menunjukkan sikap


dengan rentang umur 18-20 prolingkungan dengan berusaha
tahun sedang membawa sampah mencari tempat sampah terdekat
plastic dan mereka terlihat dan melakukan pemilahan
mencari-cari mana tempat sampah.
sampah yang harus digunakan
untuk membuang sampah
mereka, dan ternyata 2 orang
perempuan ini memasukkan
sampah plastiknya ke tempat
sampah yang bertuliskan
“sampah anorganik”.
Subjek sudah paham mengenai
18 November/ Terlihat laki-laki jenis-jenis sampah sehingga
separuh baya membuang rokok kesadaran untuk memilah
ke tempat sampah yang sampah terlihat.
bertuliskan “sampah B3”.
18 November/ Anak perempuan Subjek menunjukkan bahwa
dengan rentang usia 7-10 tahun orang tua atau orang terdekatnya
membuang sampah plastiknya mengajari perilaku membuang
ke tempat sampah yang sampah pada tempatnya dengan
bertuliskan “sampah organic”. memilah jenis sampah.

18 November/ 2 orang Subjek menunjukkan orang yang


membuang sampah plastiknya teliti ia sadar membuang sampah
dengan melihat terlebih dahulu pada tempatnya bukan hal yang
tempat sampahnya bertuliskan cukup namun juga diperlukan
jenis sampah apa dan setelah usaha untuk memilahnya.
mereka memastika tempat
sampah bertuliskan “sampah
anorganik” kedua pria ini
langsung membuang sampah
plastiknya ke tempat sampah itu.
Sedangkan satu pria lainnya
membuang sampah plastiknya
dari belakang tempat sampah.
Namun sampah plastiknya
masuk kedalam tempat sampah
yang benar yaitu sampah
anorganik. Subjek menunjukkan adanya
kesadaran dalam diri untuk
18 November/ Seorang wanita membuang sampah pada
dewasa awal dengan rentang tempatnya dan memilah sampah.
usia 20-25 tahun membuang
sampah plastic bekas jajan
bersaos merah ke tempat sampah Subjek menujukkan perilaku
anorganik. prososial memilah sampah dan
juga membuang sampah pada
18 November/ Seorang tempatnya.
perempuan dengan rentang usia
18-23 tahun berjalan mendekati
sampah lalu membuang sampah
plastiknya ke tempat sampah Subjek menunjukkan sikap
yang bertuliskan “sampah prososial membuang sampah
anorganik”. pada tempatnya dan
memilahnya.
18 November/ 2 orang yang
membuang botol dan sampah
plastic ke tempat sampah yang
bertuliskan sampah anorganik.
3. Data Kuantitatif

SESI 1
Nama Observer : Amethysa

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah I=1
2. Pengelolaan Sampah
Nama Observer : Debby

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah I=1
2. Pengelolaan Sampah
Nama Observer :Bella

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah I=1
2. Pengelolaan Sampah
Rata-rata perilaku membuang sampah di sesi 1 adalah 1, sedangkan perilaku pengelolaan
sampah adalah 0.
SESI 2
Nama Observer : Amethysa

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII = 64

2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII III = 43

Nama Observer : Bella

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII I = 61
2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII III = 33
Nama Observer : Debby

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII III = 63
2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII = 40

Rata-rata perilaku membuang sampah di sesi 2 adalah 63, sedangkan perilaku pengelolaan
sampah rata-ratanya adalah 39.
SESI 3

Nama Observer : Amethysa

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII = 45
2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII I = 31

Nama Observer : Debby

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII II = 47
2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII = 30
Nama Observer :Bella

No. Perilaku Behaviour Tallying


1. Membuang Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII = 49
2. Pengelolaan Sampah IIII IIII IIII IIII IIII IIII III = 33
Rata-rata perilaku membuang sampah di sesi 3 ini adalah 47, sedangkan perilaku pengelolaan
sampah rata-ratanya adalah 31.

Grafik

Perilaku Membuang Sampah


70

60

50

40

30

20

10

0
Sesi 1 Sesi 2 Sesi 3

Amethysa Debby Bella


Perilaku Pengelolaan Sampah
50
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Sesi 1 Sesi 2 Sesi 3

Amethysa Debby Bella

Penghitungan Reablitas
Perilaku Sesi 1 Sesi 2 Sesi 3 Kesetaraan
O1 O2 O3 O1 O2 O3 O1 O2 O3
Membuang V V V V V V V V V 3
Sampah
Pengelolaan V V V V V V 2
Sampah

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑐𝑜𝑐𝑜𝑘𝑎𝑛


Reabilitas = x 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖

5
Reabilitas = 5 x 100 = 100

4.4 Dinamika Psikologis


Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada Minggu, 18 November 2018
subjek memunculkan bentuk-bentuk perilaku prososial yaitu membuang sampah pada
tempatnya dan juga melakukan pengelolaan sampah dengan memisahkan sampah sesuai
dengan jenis-jenis sampah tersebut. Namun beberapa subjek juga masih melakukan
kesalahan membuang sampah pada tempatnya tanpa memperhatikan tulisan pada tempat
sampah sehingga mengakibatkan tidak ada perilaku pengelolaan sampah.
Namun beberapa subjek terlihat tidak memiliki sikap prolingkungan seperti adanya
perilaku membuang sampah sembarangan di jalan, di taman, dll. Di jalan juga terlihat
sampah yang berserakan ketika CFD berlangsung, semakin siang maka sampah CFD akan
semakin banyak yang berceceran.
4.5 Pembahasan

Dari data kuantitatif diatas maka dapat kita peroleh bahwa rata rata perilaku membuang
sampah mulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 07.10 hanya satu perilaku. Ini menunjukan
belum masifnya perilaku mengonsumsi dan perilaku membuang sampah. Sedangkan pada
sesi 2 rata-rata perilaku membuang sampah adalah 63 dan rata-rata pengelolaan sampah
sebanyak 39 perilaku, dibandingkan dengan sesi lainnya menunjukan bahwa perilaku
membuang sampah paling banyak terjadi di sesi 2. Selain itu di sesi 2 yaitu pada pukul 07.10
sampai dengan pukul 08.20 banyak sekali orang yang berdatangan dan berwisata kuliner di
Car Free Day. Pada sesi 3 rata-rata perilaku membuang sampah cukup banyak namun tidak
sebanyak yang ada di sesi 2, sesi 3 ini mulai pukul 08.20 sampai pukul 09.30, rata-rata
perilaku membuang sampahnya adalah 47 dan rata-rata perilaku pengelolaan sampahnya
adalah 31 perilaku.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
Daftar Pustaka