Anda di halaman 1dari 23

OUR SUSTAINABLE EFFORT

Longsoran Baji – Geoteknik TA


Semester - VI
Lecture 06 : Apr. 11th , 2019. – Dr.Ir. M.Z. Zabier

Longsoran Baji – Geoteknik TA - Lecture # 06 – Sem–VI –2019


Longsoran Baji – Geoteknik TA - Lecture # 06 – Sem–VI –2019


3
LONGSORAN BAJI (LSBJ)
Longsoran baji dapat terjadi pada suatu batuan jika lebih dari satu
bidang lemah yang bebas dan saling berpotongan. Sudut
perpotongan antara bidang lemah tersebut lebih besar dari sudut
geser dalam batuannya. Bidang lemah ini dapat berupa bidang
sesar, rekahan (joint) maupun bidang perlapisan. Cara longsoran
baji dapat melalui satu atau beberapa bidang lemahnya maupun
melalui garis perpotongan kedua bidang lemahnya. Longsoran baji
dapat terjadi dengan syarat geometri sebagai berikut :
•Permukaan bidang lemah A dan bidang lemah B rata, tetapi
kemiringan bidang lemah B lebih besar daripada bidang lemah A.
•Arah penunjaman garis potong harus lebih kecil dari pada sudut
kemiringan lereng.
•Bentuk longsoran dibatasi oleh muka lereng, bagian atas lereng
dan kedua bidang lemah.
4
5
6
7
LONGSORAN BAJI (LSBJ)

Terjadinya longsoran bila dua jurus bidang diskontinu


berpotongan dan besar sudut garis potong kedua bidang
tersebut >  dan < sudut kemiringan lereng.

8
LONGSORAN BAJI (LSBJ)
Longsoran Baji merupakan salah satu jenis longsoran yang
seringkali terjadi di lapangan. Oleh karena itu, pemahaman
tentang analisis longsoran baji ini sangat penting.

Kondisi umum terjadinya LSBJ


Berbeda dari Longsoran Bidang (LSBD), longsoran baji akan
terjadi bila terdapat 2 (Dua) bidang lemah atau lebih yang saling
berpotongan sedemikian rupa sehingga membentuk baji terhadap
lereng (Lihat Gbr. berikut).

9
Kondisi geometri utk longsoran baji (Hoek & Bray, 1981)

10
Persyaratan lain yang harus terpenuhi utk terjadinya LSBJ yaitu
jika sudut yang dibentuk oleh garis potong kedua bidang lemah tsb
dengan bidang bidang horizontal lebih kecil dari sudut lerengnya
(ψi < ψf) dan sudut garis potong kedua bidang lemah tsb lebih
besar dpd sudut gesek dalamnya (ψi > ϕ).

Analisis Longsoran Baji (LSBJ)


Jika tahanan bidang gelincir (permukaan bidang lemah yang
berpotongan) hanya tergantung pada friksi saja (tanpa kohesi),
maka penentuan factor keamanan (FS) dapat menggunakan
persamaan berikut ini:
11
Catatan: RA dan RB adalah reaksi kearah normal bidang A dan B.

Dengan membuat penampang tegak lurus garis potong kedua


bidang lemah tsb, maka akan diperoleh persamaan sbb:

12
13
Gaya – Gaya pd longsoran baji (Hoek & Bray, 1982)

14
Apabila ternyata ketahanan geser bidang gelincir juga
dipengaruhi oleh kohesi dan dijumpai pula adanya
rembesan air di bidang – bidang lemah tsb, maka
penentuan factor keamanan harus mempertimbangkan
kedua factor tsb. Dengan mambuat asumsi untuk air
bahwa air hanya masuk di sepanjang garis potong bidang
lemah dengan muka atas lereng (garis 3 dan 4 pd Gbr.
berikut) dan merembes ke luar di sepanjang garis potong
bidang lemah dengan muka lereng (garis 1 dan 2 Gbr.
berikut), serta baji bersifat impermeable, persamaan yang
digunakan untuk menentukan factor keamanan (Hoek et
al., 1973) sebagai berikut:
15
16

SLIDE 11

Stereonet seperti terlihat pada Gambar berikut.


17
18
Geometri Baji utk analisis kemantapan dgn memperhitungkan
kohesi air (Hoek & Bray, 1981)

5
3
2
1

19
19
Dengan menggunakan Geometri Baji pada Gambar di atas dan
Analisis dilanjutkan dengan menggunakan Stereonet / Stereoplot
sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar berikut.

20
Stereoplot Data utk Analisis Kestabilan Baji (Hoek & Bray, 1981)

21
22

Longsoran Baji – Geoteknik TA - Lecture # 06 – Sem–VI –2019