Anda di halaman 1dari 15

PEMERINTAH KOTA SEMARANG

SMP MARDISISWA 1
Jl. Sukun Raya no. 45 Semarang, Telp. 08112788106

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


BIMBINGAN KELOMPOK
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2018/2019

A Topik Dampak Tawuran Antar Pelajar


B Komponen Layanan Layanan dasar
C Bidang Layanan Bidang sosial

D Fungsi Layanan Pemahaman dan pencegahan


E Tujuan Umum Peserta didik dapat menimbang dampak yang
ditimbulkan dari tawuran antar pelajar (P1)
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik dapat menjelaskan dampak tawuran
antar pelajar (C1)
2. Peserta didik dapat menunjukkan dampak positif
dan dampak negatif tawuran antar pelajar (A5)
3. Peserta didik dapat menimbang dampak negative
dari tawuran antar pelajar (P1)
G Nilai Karakter Relegius dan tanggungjawab
H Sasaran Layanan Siswa Kelas VIII A dengan anggota 10 siswa (AG, ER,
MR, MS, RZ, BG, TH, AL, RN, TN)
I Materi Layanan 1. Pengertian tawuran antar pelajar
2. Penyebab tawuran antar pelajar
3. Dampak negative tawuran antar pelajar
J Waktu 1 X 60 Menit

K Sumber Materi 1. Tim Paramitra. 2011. Kumpulan Lengkap Materi


Bimbingan dan Konseling Bidang Bimbingan Pribadi,
Sosial, Belajar, Karir. Yogyakarta : Paramitra
2. Retno, Riani. 4 Juli 2018.
http//lampung.tribunnews.com/2018/07/04/factor-
penyebab-remaja-suka-tawuran-dari-psikolog.
3. Ajis, Ahmad. 15 Januari
2014.http://boedioetomo145.blogspot.com/2014/01/
pengertian-tawuran.html.
4. Dede. 21 Maret 2016. http://www.kpai.go.id,
http://psikologi-untar.blogspot.co.id
5. Video
Ruang Grafik,. 25 September 2018.
https://www.youtube.com/watch?v=RtpjENGns4Y.

L Metode Diskusi kelompok

M Media/Alat LCD, Laptop

N Uraian Kegiatan
1. Tahap Awal
a. Pernyataan 1) Mengucapkan salam dan doa.
Tujuan 2) Menciptakan suasana saling mengenal hangat dan
rileks (Perkenalan anggota kelompok).
3) Menjelaskan tujuan(topic diskusi yang akan
dibahas), manfaat dan asas bimbingan kelompok
secara singkat.
4) Melakukan ice breaking/games, dengan permainan
“rangkaian kata”.
b. Penjelasan 1) Menjelaskan aturan kelompok dan dorongan
tentang langkah- anggota untuk berperan penuh dalam kegiatan
langkah kelompok.
kegiatan 2) Menjelaskan peran masing-masing anggota dan
kelompok pemimpin kelompok pada proses bimbingan
(Pembentukan kelompok yang akan dilaksanakan.
kelompok) 3) Menyampaikan kesepakatan waktu dengan anggota
kelompok
c. Mengarahkan 1) Menjelaskan topik diskusi yang akan dibahas dalam
kegiatan kelompok.
(konsolidasi) 2) Menjelaskan kegiatan diskusi kelompok yang
dilakukan.
2. Tahap Peralihan(Transisi)
a. Guru bimbingan 1) Memberi kesempatan bertanya kepada setiap
dan konseling anggota kelompok tentang tugas-tugas yang akan
atau konselor mereka lakukan dalam kegiatan diskusi ataupun
menanyakan menanyakan apabila ada tugas yang belum
kalau kalau ada mereka pahami.
siswa yang 2) Menjelaskan kembali secara singkat tentang tugas
belum mengerti dan tanggung jawab peserta dalam melakukan
dan kegiatan.
memberikan
penjelasannya
(Storming)
b. Guru bimbingan 1) Guru BK/ Pemimpin kelompok menanyakan
dan konseling kesiapan dan komitmen peserta didik
atau konselor 2) Guru BK/ Pemimpin kelompok memulai kegiatan
menyiapkan kelompok
siswa untuk
melakukan
komitmen tentang
kegiatan yang
akan
dilakukannya
(Norming)
3. Tahap Inti/Kerja
a. Proses/kegiatan 1) Guru Bk mempertajam topik dengan
yang dialami mengungkapkan beberapa fenomena mengenai
peserta didik tawuran antar pelajar
dalam suatu
kegiatan
bimbingan 2) Guru BK menanyakan siswa mengenai
berdasarkan pengalamannya mengenai dampak tawuran antar
teknis tertentu pelajar
(Eksperientasi) 3) Guru BK/ Pemimpin kelompok menetapkan teknik
yang digunakan yaitu diskusi kelompok dengan tipe
the open-ended meeting yaitu para anggota
kelompok saling berdiskusi menjelaskan mengenai
dampak tawuran antar pelajar
4) Memberikan kesempatan anggota kelompok
berpendapat dan berdiskusi tentang topic yang
telah disampaikan
5) Guru BK mempersilahkan peserta didik untuk
meyampaikan pendapat
6) Guru Bk menyuruh siswa lain untuk menangggapi
7) Guru BK menampilkan video
8) Guru BK meminta anak untuk merefleksikan tentang
video dampak tawuran antar pelajar
9) Guru BK bersama anggota kelompok
mengidenifikasi dampak negative tawuran antar
pelajar
b. Pengungkapan 1) Refleksi Identifikasi
perasaan, a. Mengidentifikasi respon anggota kelompok.
pemikiran dan dengan bertanya pada anggota
pengalaman kelompoktentang pikiran dan pengalamnnya
tentang apa yang tentang kegiatan bimbiingan kelompok
terjadi dalam b. Memberikan kesempatan anggota kelompok
kegiatan berpendapat dan berdiskusi tentang topic yang
bimbingan telah disampaikan
(refleksi) 2) Refleksi Analisis
a) Guru BK memperisilakan anggota kelompok
untuk menyampaikan pendapat
b) Membangun percaya diri anggota kelompok
dengan pemberian penguatan kepada anggota
kelompok dalam mengemukakan pendapatnya.
c) Menonton video penguatan (tentang tawuran
antar pelajar dan dampak yang ditimbulkan).
3) Refleksi Generalisasi.
a) Guru BK bersama anggota kelompok
mengidenifikasi dampak negative tawuran antar
pelajar
b) Mengajak peserta membuat rencana tindakan
selanjutnya baik dalam tindakan menolak
apabila ada ajakan teman untuk melakukan
tawuran antar pelajar ataupun tindakan dalam
hal sikap selektif dalam memilih kelompok
bergaul.
c) Mengajukan pertanyaan tentang rencana
tindakan anggota kelompok setelah layanan
(kapan rencana tersebut mulai direalisasikan)
4. Tahap Pengakhiran / Terminasi
Menutup Kegiatan 1) Guru BK/ Pemimpin kelompok menyampaikan
dan Tindak Lanjut bahwa akan mengakhiri kegiatan layanan
2) Guru BK/ Pemimpin kelompok merangkum hasil
yang telah dicapai
3) Anggota kelompok mengungkapkan kesan
keberhasilan yang dicapai
4) Guru BK/ Pemimpin kelompok memberikan
penguatan terhadap hal-hal positif yang ditemukan
5) Guru BK/ Pemimpin kelompok memberikan
penguatan terhadap tindak lanjut yang sudah dibuat
oleh anggota kelompok.
6) Guru BK meminta evaluasi (feedback) dari anggota
kelompok
7) Menutup kegiatan dengan doa
N Evaluasi
1. Proses 1) Guru BK/ Pemimpin kelompok mengamati
antusiasme & keaktifan anggota kelompok
2) Guru BK/ Pemimpin kelompok mengamati dinamika
kelompok yang terbangun
2. Hasil 1) Guru BK/ Pemimpin kelompok mengajukan
pertanyaan untuk mengungkap pengalaman
anggota kelompok dalam bimbingan kelompok
2) Guru BK / Pemimpin kelompok mengamati
perubahan perilaku peserta setelah bimbingan
kelompok
3) Anggota kelompok mengisi instrumen penilaian dari
Guru BK/ Pemimpin kelompok

Lampiran :
1. Materi
2. Evaluasi Proses dan Evaluasi Hasil

Semarang , Maret 2019


Mengetahui
Kepala SMP MARDISISWA 1 Guru BK

Handoko Bambang Purwoko, SH Galuh Oktriana, S.Pd


NIY. 198403 1 009 NIY. 201301 2 185
Lampiran 1. Materi

DAMPAK TAWURAN ANTAR PELAJAR( sesuaikan dengan tujuan


khusus)
1. Pengertian Tawuran
Tawuran adalah salah satu bentuk kenakalan remaja, yaitu kecenderungan
remaja untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan yang dapat
mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik terhadap dirinya sendiri maupun
orang lain yang umumnya dilakukan remaja di bawah umur 17 tahun.
Aspek kecenderungan kenakalan remaja terdiri dari
1) aspek perilaku yang melanggar aturan atau status,
2) perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,
3) perilaku yang mengakibatkan korban materi
4) perilaku yang mengakibatkan korban fisik.
Pendapat lain menyebutkan bahwa tawuran pelajar didefinisikan sebagai
perkelahian massal yang dilakukan oleh sekelompok siswa terhadap sekelompok
siswa lainnya dari sekolah yang berbeda. Tawuran terbagi dalam tiga bentuk:
(1) tawuran pelajar yang telah memiliki rasa permusuhan secara turun temurun,
(2) tawuran satu sekolah melawan satu perguruan yang didalamnya terdapat
beberapa jenis sekolah dan (3) tawuran pelajar yang sifatnya insidental yang
dipicu oleh situasi dan kondisi tertentu.
Tawuran merupakan fenomena yang sering kita lihat dan dengar di
Indonesia. Tawuran merupakan perkelahian yang melibatkan banyak anggota dan
biasanya terjadi antar kelompok, desa atau etnis. Bahkan seringkali tawuran terjadi
antar pelajar. Siswa yang telah mengenyam bangku sekolah dengan pedidikan
yang dimiliki teryata tidak menjamin siswa memiliki sikap dan kepribadian yang
baik. Perkelahian antar pelajar ini biasanya disebabkan oleh konflik perorangan
yang akhirnya mengajak teman lain untuk membantu dengan dasar
kesetiakawanan dan apabila tidak ikut dianggap tidak memiliki keberanian dan
tidak memiliki solidaritas.
Tawuran ini sangat merugikan karena merusak fasilitas umum dan
mengganggu orang lain bahkan terkadang nyawa juga melayang.
2. Faktor Penyebab Tawuran antar pelajar
a. Faktor internal
 Kurangnya kemampuan untuk melakukan adaptasi pada situasi lingkungan
yang semakin kompleks/beragam dan banyak, sehingga menimbulkan
tekanan pada dirinya.
 Kurang kemampuan dalam mengatasi dan memanfaatkan situasi untuk
pengembangan dirinya, sehingga mudah putus asa dan cepat melarikan diri
dari setiap masalah, selalu menyalahkan orang lain setiap masalahnya dan
cenderung lebih memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan
masalah.
 Sering mengalami konflik batin sehingga mudah frustasi, emosi yang tidak
stabil, tidak peka terhadap persaan orang lain, dan memiliki perasaan
rendah diri serta biasanya sangat membutuhkan pengakuan.
 Tak jarang pula siswa melakukan tawuran untuk mencari perhatian dari
teman-teman di lingkungan sekolah atau luar sekolah, agar dipadang hebat
dan berani.
 Terkadang narkoba juga menjadi pemicu untuk melakukan tawuran, pada
beberapa siswa terkadang ada yang berperilaku seperti preman dengan
memalak temannya. Sehingga yang dipalak berusaha bersatu untuk
melawannya.
b. Faktor keluarga
 Adanya tindak kekerasan dalam suatu keluarga yang berdampak pada
perkembangan psikologis anak, menimbulkan karakter anak yang penuh
dengan kekerasan. sehingga anak berpikir bahwa kekerasan merupakan
bagian dari dirinya dan suatu hal yang wajar jika dia melakukan tindak
kekerasan pula.
 Faktor penyebab tawuran biasanya adalah remaja tumbuh dalan keluarga
yang kurang harmonis dan kurang kasih sayang sehingga remaja
cenderung menjadi provokator dan mencari perhatian di luar. Remaja yang
model bertemannya dengan remaja yang perilaku tidak baik biasanya
cenderung membolos dan melanggar peraturan sekolah, pada anak laki-
laki cenderung ingin berperan sebagai pahlawan sehingga ketika ada
temannya yang diganggu maka remaja tersebut akan melindunginya.
 Orang yang terlalu melindungi anaknya juga dapat berpengaruh pada anak,
sehingga anak tumbuh sebagai remaja yang tidak mandiri dan tidak berani
mengembangkan identitasnya. Pada saat bergaul dan bergabung dengan
teman-temannya, dia akan menyerahkan dirinya secara total terhadap
kelompoknya sebagai menjadi bagian identitas yang dibangunnya.
c. Faktor sekolah.
 Adanya lingkungan sekolah yang tidak membakar semangat siswanya
untuk belajar, suasana kelas yang monoton dan membosankan, peraturan
yang tidak relevan dengan pengajaran dan dianggap mengekang, tidak
adanya kelas praktikum dan lain sebagainya, sehingga membuat pelajar
lebih senang melakukan kegiatan diluar bersama teman- temannya.
 Peran guru sebagai penghukum dan pelaksana aturan yang tidak dibarengi
sebagai pendidik dan pembimbing, dan masih adanya tidak kekerasan
dalam mendidik siswa.
d. Faktor lingkungan. Lingkungan rumah yang sempit/kumuh, anggota keluarga
dan masyarakat yang berperilaku buruk, sarana transportasi yang sering
menomorsekiankan pelajar, dan lingkungan masyarakat yang penuh dengan
kekerasan dapat menimbulkan reaksi emosional yang berkembang yang
mendukung perilaku berkelahi.
e. Dendam turun temurun
Sekolah biasanya memiliki riwayat memiliki musuh dengan sekolah mana yang
biasanya akan berulang untuk tawuran.
3. Dampak Tawuran
Tawuran juga berdampak pada pekembangan psikologis pelajar dan masyarakat
seperti:
a. Membentuk kepribadian yang penuh dengan tindak kekerasan
b. Menjadi pribadi yang mudah frustasi karena tidak bisa mencapai tujuan yang
diinginkan yang disebabkan rasa takut akibat segala aksinya tersebut.
c. Mudah stress karena tekanan, ketegangan yang dialaminya sehingga
mengganggu kondisi mental palajar dan tidak mampu menjalani aktivitasnya
seperti biasa.
d. Menimbulkan keresahan dan traumatic pada masyarakat sehingga muncul
rasa tidak percaya dan rasa takut, tidak berani berhadapan kelompok pelajar.
4. Solusi yang bisa dilakukan
a. Dengan memandang masa remaja merupakan periode storm and drang period
(topan dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa sedang gencar
dialami, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Maka pelajar itu
sendiri perlu mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat
dan dapat mengembangkan bakat yang dimiliki, seperti mengikuti kegiatan
kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, belajar, melibatkan
siswa dalam kegiatan social sehingga bisa membangkitkan rasa empati, dan
sebagainya.
b. Keluarga :
 Pengasuhan anak secara baik, penuh kasih sayang, disiplin, membedakan
hal baik dan buruk, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
 Menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga membuat anak
betah dirumah dan selalu rindu ingin pulang ke rumah.
 Meluangkan waktu untuk bersama dengan keluarga
 Memperkuat nilai moral dan beragama pada individu dan mengamalkannya
dalam kehidupan sehari- hari.
 Melakukan pengawasan anak dalam menonton film yang berisi tindak
kekerasan dan melakukan pemilahan permainan video games yang cocok
dengan usianya
c. Sekolah
 Mengadakan kurikulum pendidikan yang baik dan bisa mengembangkan
potensi anak dalam berpikir, berestetika dan berkeyakinan terhadap Tuhan.
 Adanya ruang atau lapangan olahraga di setiap sekolah, selain untuk
kegiatan olahraga juga untuk penyaluran agresivitas pelajar.
 Menjalin komunikasi dan koordinasi yang terpadu , bersama- sama
mengembangkan pola penanggulangan dan penanganan kasus dan bisa
juga mengadakan acara pertandingan atau kesenian diantara sekolah-
sekolah.
d. Aparat kepolisian juga dapat melakukan kegiatan penyuluhan disekolah-
sekolah mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat
menanggulangi tawuran. dan ikut andil dalam menanggulangi tawuran seperti
melakukan penempatan petugas didaerah rawan guna untuk pemantauan
terhadap tawuran, juga melakukan razia pada pelajar yang membawa senjata
tajam.
e. Pemerintah berperan menghapuskan tayangan berbaru kekerasan yang
merajalela di layar kaca. Sudah tugas negara untuk menjaga mental rakyatnya
dari informasi media massa yang merusak.
5. Kiat Menolak Ajakan Tawuran
a. Menolak ajakan tawuran secara tidak langsung.
Jawaban tidak langsung ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak
berani mengambil resiko. Alasan dasarnya karena ia tahu resiko, tetapi takut
ditinggalkan oleh teman-teman, dianggap tidak setia kawan, dikatakan
pengecut, dan sebutan-sebutan negatif lainnya. Jawabannya cenderung
mengalihkan kegiatan, misalnya mengaku mau antar mama, janjian sama
kakak, ada acara keluarga, mau jemput papa di bandara, dsb. Banyak alasan
untuk menghindar ajakan tersebut. Cara ini halus dan boleh-boleh saja. Namun,
jawaban ini tidak akan membuat teman-teman kamu berhenti mengajak
tawuran. Jika kali ini kamu tidak bisa ikut, mereka akan mengajakmu lagi di
kesempatan yang lain. Dan, tentu saja kalian harus pandai-pandai membuat
jawaban yang kreatif dan pandai berakting lagi. Hingga pada akhirnya mereka
sadar bahwa kamu sebenarnya memang tidak mau ikut tawuran.
b. Menolak secara langsung mungkin sulit, tapi pasti bisa kamu lakukan.
Kumpulkanlah keberanian dan harus berani jujur serta yakin bahwa tawuran itu
tidak baik. Harus siap dengan konsekuensi bahwa “mungkin” kamu akan
ditinggalkan oleh teman-teman dan dicap tidak setia kawan. Ingatlah, sikap
positif (baik) itu akan diikuti oleh teman-teman kamu. Teman-teman yang
memilih tawuran itu masih labil dan keliru memilih sikap. Mereka belum mampu
menyadari bahwa pilihan mereka itu keliru. Jadi, kembangkan kedewasaan dan
kebijaksanaan dalam dirimu. Mantabkan dirimu dengan memilih hal-hal yang
positif. Segala pilihan yang positif akan membawamu ke hal-hal positif pula.

Sumber Referensi :
1. Tim Paramitra. 2011. Kumpulan Lengkap Materi Bimbingan dan Konseling
Bidang Bimbingan Pribadi, Sosial, Belajar, Karir. Yogyakarta : Paramitra
2. Riani, Retno. 4 Juli 2018. http://lampung.tribunnews.com/2018/07/04/faktor-
penyebab-pelajar-suka-tawuran-dari-psikolog.
3. Ajis,Ahmad.15Januari2014.http://boedioetomo145.blogspot.com/2014/01/penge
rtian-tawuran.html.
4. Dede. 21 Maret 2016. http://www.kpai.go.id, http://psikologi-untar.blogspot.co.id

Lampiran 2. Instrumen Evaluasi Proses dan Hasil

INSTRUMEN EVALUASI PROSES BIMBINGAN KELOMPOK


Hari/Tanggal :
Materi :
Kelas :
Pemberi Layanan :
PETUNJUK
Guru BK memberikan skor penilaian aspek yang diobservasi pada masing-masing
siswa sesuai dengan kolom yang telah disediakan dengan kriteria sebagai berikut:
 Skor 5 jika hal ini dilakukan siswa dengan sangat baik
 Skor 4 jika hal ini dilakukan siswa dengan baik
 Skor 3 jika hal ini dilakukan siswa dengan cukup baik
 Skor 2 jika hal ini dilakukan siswa dengan kurang baik
 Skor 1 jika hal ini dilakukan siswa dengan sangat kurang baik
NAMA SISWA (INISIAL)
NO ASPEK YANG DIOBSERVASI
A B C D E F G H I J
1. Siswa aktif mengikuti layanan BKP
2. Siswa antusias dalam kegiatan BKP
3. Siswa memperhatikan pemimpin
kelompok (Guru BK) saat menjelasan
langkah-langkah BKP
4. Siswa memiliki keberanian bertanya
ketika ada hal kurang dimengerti
5. Siswa berpartisipasi memberikan
pendapat mengenai topik yang
dibahas
6. Siswa memberikan respon saat
diskusi
7. Siswa dapat membangun komunikasi
dalam kelompok bersama siswa yang
lain
8. Siswa dapat menghargai perbedaan
pendapat dalam kelompok
9. Siswa berpartisipasi dalam
memberikan kesimpulan
10. Siswa aktif dalam proses evaluasi
bimbingan kelompok
JUMLAH SKOR

Kriteria Penentuan Skor


𝑛
Skor total = 𝑁 𝑥 100

n = jumlah skor
N = jumlah total

Kriteria Hasil
Rentang Kategori
81-100 Sangat Aktif
61-80 Aktif
41-60 Cukup Aktif
21-40 Kurang Aktif
10-20 Sangat Kurang Aktif
INSTRUMEN EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

Nama Siswa :……………………………………


Kelas : ...……………………………........
Topik : ...……………………………........

PETUNJUK
Pernyataan di bawah ini berisi tentang hasil yang anda peroleh setelah mengikuti
layanan bimbingan kelompok. Bacalah dengan cermat setiap pernyataan tersebut.
Berikan jawaban dengan cara memberi tanda cek (√) pada salah satu jawaban yang
paling sesuai.
SS : Sangat Sesuai KS : Kurang Sesuai
S : Sesuai STS : Sangat Tidak Sesuai
CS : Cukup Sesuai
Jawaban Anda, tidak menuntut jawaban benar dan salah. Jawablah semua
pernyataan secara sungguh-sungguh dan jujur sesuai diri anda. Hasil dari
instrumen ini tidak mempengaruhi nilai pelajaran anda di sekolah, namun
bermanfaat sebagai pertimbangan pemberian layanan berikutnya. Atas bantuan
dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.

Skor
No Aspek Pernyataan
SS S CS KS STS
Pemahaman baru
1 Saya mendapatkan pemahaman baru mengenai
topik yang dibahas dalam kegiatan bimbingan
kelompok
2 Saya mampu menjelaskan kembali topik yang
sudah di bahas dalam bimbingan kelompok
3 Saya mampu mendiskusikan inti dari topik yang
telah dibahas
4 Saya dapat meyimpulkan mengenai manfaat dan
kegunaan dari materi yang disampaikan
Perasaan Positif
5 Saya merasa senang saat mengikuti kegiatan
bimbingan kelompok
6 Saya merasa dihargai dalam pelaksanaan
bimbingan kelompok
7 Saya senang karena materi yang disampaikan
bermanfaat bagi kehidupanku saat ini dan yang
akan dating
Rencana Kegiatan Setelah Layanan
8 Saya akan menerapkan pengetahuan yang saya
dapat dalam bimbingan kelompok.
9 Saya akan melaksanakan hal-hal positif yang
terdapat
dalam bimbingan kelompok untuk kehidupan
sehari
10 Saya akan mengembangkan potensi yang saya
miliki setelah mengikuti bimbingan kelompok
Jumlah Skor

Kriteria Penentuan Skor


𝑛
Skor total = 𝑁 𝑥 100

n = jumlah skor
N = jumlah total

Kriteria Hasil
Rentang Kategori
81-100 Sangat Baik
61-80 Baik
41-60 Cukup Baik
21-40 Kurang Baik
10-20 Sangat Kurang Baik

Anda mungkin juga menyukai