Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KEGIATAN CLINICAL ASSESMENT

SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) NY. K


DENGAN DIAGOSA MEDIS DVT, CKD, CA SERVIK dan MIOMA UTERI
DI RUANG RAJAWALI 6A RSUP Dr. KARIADI SEMARANG
Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Keperawatan Medikal Bedah
Pembimbing Akademik: Ns.Henni Kusuma, M.Kep.,Sp.KMB
Pembimbing Klinik : Ns. Arina Sofia Yarlis, S.Kep.

Oleh :
Uvi Zahra Rachmadian
22020118220060

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXXIII


JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2019
LAPORAN KEGIATAN CLINICAL ASSESMENT
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) NY. K
DENGAN DIAGOSA MEDIS DVT, CKD, CA SERVIK dan MIOMA
UTERI DI RUANG RAJAWALI 6A RSUP Dr. KARIADI SEMARANG
a. Jenis Kegiatan :
Implementasi relaksasi terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)
b. Bentuk :
Implementasi langsung kepada pasien

c. Indikasi :
- Pasien dengan CA Serviks
- Memiliki keluhan nyeri dikaji menggunakan skala VAS
- Mendapat terapi farmakologi
d. Tujuan :
Untuk menurunkan skala nyeri pasien dengan teknik non farmakolohi sebagai
terapi pendamping
e. Prinsip :
- Pemberian teknik SEFT oleh peneliti selama 5-10 menit
- Tehnik SEFT diberikan sesuai keyakinan agama pasien
- Tehnik SEFT dikolaborasikan dengan tehnik farmakologi
- Terapi kombinasi ini dilakukan 1 kali selama 5 hari
f. Prosedur :
 Cuci tangan sebelum menuju ke bed pasien
 Jaga privasi pasien
 Orientasi
 Memberikan salam dan sapa terhadap pasien beserta keluarga pasien
 Menjelaskan tujuan dan kontrak waktu mengenai tindakan yang akan
diberikan kepada pasien
 Kerja
- Melakukan implementasi SEFT
1) The Set-up, Responden dibimbing untuk mengucapkan kalimat “Ya
Allah/Tuhan meskipun saya …….. (keluhan atau perasaan negatif
pasien), saya ikhlas menerima perasaan saya ini, saya pasrahkan padaMu
ketenangan batin saya” dengan penuh khusuk, ikhlas dan pasrah
sebanyak 3 kali, sambil menekan dada kiri (titik yang dirasa nyeri) atau
daerah “sore spot” atau dapat dilakukan dengan mengetuk ringan dengan
dua jari pada bagian “karate chop”
2) Langkah kedua adalah The Tune-in. Responden diarahkan memikirkan
sesuatu atau peristiwa spesifik yang dapat membangkitkan emosi negatif
(gejala stres) yang ingin dihilangkan, bersamaan dengan ini hati dan
mulut mengatakan “Yaa Allaah/ ya Tuhan… saya ikhlas… saya pasrah”
3) Bersamaan dengan tune-in responden diminta melakukan langkah ketiga, the
tapping, yaitu mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik energi
meridian tubuh sambil terus tune-in yang diakhiri dengan relaksasi pernafasan
yaitu “tarik nafas panjang lewat hidung hembuskan lewat mulut sambil
mengucap rasa syukur beberapa kali. Semua langkah di atas dilakukan
sebanyak 3 kali putaran selama 30 menit
4) Setelah selesai, responden diminta mengemukakan perasaan yang dirasakan
saat melakukan SEFT serta kendala yang dihadapi. Selain itu, dikaji pula
perasaan responden setelah dilakukan SEFT (dalam skala 1-10), dan diakhiri
dengan pengucapan syukur kembali
- Melakukan evaluasi
 Terminasi
- Mengucapkan terima kasih kepada pasien dan keluarga
g. Evaluasi :
- Pengecekan skala nyeri pasien menggunakan VAS
h. Daftar Pustaka :
Avianti, N. (2018). Spiritual Emotional Freedom Technique ( Seft ) Menurunkan
Stres Pasien Kanker Serviks ( Spiritual Emotional Freedom Technique
Decreasing Stress On Patiens With Cervical Cancer ) ( Spiritual
Emotional Freedom Technique Decreasing Stress On Patiens With
Cervical Cancer ), 9(2).
Istiqomah, S., Rahmawati, I., & Suryandari, D. (2018). Pengaruh Terapi Seft
(Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Tingkat Depresi
Pasien Kanker Serviks Di Rsud Dr Moewardi, 000, 1–12.
Keperawatan, F. I., & Indonesia, U. (2009). Intervensi Spiritual Emotional
Freedom Technique Untuk Mengurangi Rasa Nyeri Pasien Kanker,
13(2), 91–95.
i. Lampiran :
Pengukuran skala nyeri
Titik Tapping Seft