Anda di halaman 1dari 22

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

I. SPESIFIKASI UMUM

1. UMUM
Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan dan Personil.
Mobilisasi peralatan dan personil sudah harus siap di lapangan pekerjaan sebelum Penyedia
Jasa memulai pekerjaan di lapangan.

Demobilisasi peralatan dan personil dapat dilaksanakan setelah penyerahan kedua pekerjaan
telah dilaksanakan dan semua kewajiban Penyedia Jasa telah dilaksanakan dengan baik di
lapangan pekerjaan.

Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan yang meliputi pekerjaan pemeliharaan dan sistem jaringan irigasi terletak pada :
Lokasi kegiatan : Tersebar pada 25 (dua puluh lima) Daerah Irigasi
Sumber Dana : Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Tahun Anggaran 2018
Kabupaten : Toraja Utara
Propinsi : Sulawesi Selatan

Ruang Lingkup Kontrak


Pekerjaan Persiapan
- Mobilisasi dan Demobilitasi Peralatan dan Personil
- Administrasi
- Bangsal kerja dan pergudangan

Pekerjaan Tanah
- Galian tanah (tenaga mekanis dan manusia)
- Timbunan tanah (tenaga mekanis dan manusia)

Pekerjaan Pasangan Batu


- Pasangan batu kali 1 Pc : 3 Ps
- Plesteran 1 Pc : 3 Ps

Pekerjaan Beton Bertulang


- Pekerjaan Beton bertulang K175

Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk :


a. Bahan (ada)
b. Alat (ada)

Jalan Masuk ke Daerah Kerja


Jalan masuk ke daerah kerja menggunakan jalan-jalan setempat yang berhubungan dengan jalan
raya yang berdekatan dengan daerah proyek.

Penyedia Jasa hendaknya berpegang pada semua peraturan dan ketentuan hukum yang
berhubungan penggunaan angkutan umum, dan bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat
penggunaan jalan tersebut.

Penyedia Jasa harus memperbaiki atau memperlebar jalan yang ada, memperbaiki dan
memperkuat jembatan beton sehingga memenuhi kebutuhan pengangkutannya, sejauh yang
dibutuhkan untuk pekerjaannya.

Semua pekerjaan yang dimaksudkan Penyedia Jasa untuk dikerjakan dalam hubungannya
dengan jalan dan jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu
lalulintas dan harus mendapat persetujuan Direksi dan perlu pengaturan sebaik-baiknya dengan
Pemerintahan setempat atau Badan Swasta setempat.
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan masuk atau bangunan
yang digunakan selama pelaksanaan pekerjaan.

Apabila Penyedia Jasa membutuhkan jalan lain yang tidak ditentukan oleh Direksi harus
dikerjakan oleh Penyedia Jasa atas bebannya sendiri, dan harga untuk semua pekerjaan tersebut
sudah termasuk dalam Harga Kontrak.

1.5 Gambar-gambar yang Dimiliki Penyedia Jasa

1.5.1 Gambar-gambar pekerjaan tetap

(a) Umum

Semua gambar-gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa haruslah gambar-gambar yang telah
ditanda tangani oleh Direksi, dan apabila ada perubahan harus mendapat persetujuan dari
Direksi sebelum program pelaksanaan dimulai.

(b) Gambar-gambar pelaksanaan

Penyedia Jasa harus menggunakan Gambar kontrak sebagai dasar untuk mempersiapkan
gambar-gambar pelaksanaan. Gambar-gambar ini dibuat lebih detail untuk pekerjaan tetap dan
dimana mungkin dapat memperlihatkan penampang melintang dan memanjang beton,
pengaturan batang pembesian termasuk rencana pembengkokan, pemotongan dan daftar besi
beton, tipe bahan yang digunakan,mutu,tempat dan ukuran yang tepat.

(c) Penyedia Jasa harus menyediakan 1 (satu) set gambar-gambar lengkap di lapangan

Apabila ada pekerjaan dilaksanakan sebelum ada persetujuan Direksi adalah menjadi resiko
Penyedia Jasa. Persetujuan Direksi terhadap gambar-gambar tersebut tidak akan meringankan
tanggung jawab Penyedia Jasa atas kebenaran gambar-gambar tersebut.
1.5.2 Gambar-gambar pekerjaan sementara

(a) Umum

Sebelum gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa harus terperinci, dan diserahkan kepada
Direksi sebelum tanggal program pelaksanaan atau dalam waktu yang telah ditentukan dalam
Kontrak.
Gambar-gambar harus menunjukkan detail dari pekerjaan sementara seperti cofferdam, tanggul
sementara, pengalihan aliran dan sebagainya.

Gambar perencanaan yang diusulkan Penyedia Jasa yang dipakai dalam pelaksanaan konstruksi
juga harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap.

(b) Gambar-gambar untuk pekerjaan sementara yang diusulkan

Penyedia Jasa hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang berkaitan dengan pekerjaan
tetap, secara lebih mendetail dan diserahkan kepada Direksi untuk mengubah dan mendapat
persetujuan sebelum tanggal dimulainya pelaksanaan.

1.5.3 Gambar-gambar terlaksana ( as built drawing )

Selama masa pelaksanaannya, Penyedia Jasa harus memelihara satu set gambar yang
dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap pekerjaan. Pada gambar yang memperlihatkan
perubahan yang sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak, sejauh gambar tersebut sudah
Gambar-gambar yang dilaksanakan akan diperiksa tiap bulan di lapangan oleh Direksi dan tiap
hari oleh Pengawas Lapangan, dan apabila diketemukan hal-hal yang tidak memuaskan dan
tidak dilaksanakan, paling lambat harus diperiksa kembali selama 6 (enam) hari kerja.

1.6 Standar

Semua bahan dan mutu pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Normalisasi
Standar Indonesia.

Bila ada pasal-pasal pekerjaan yang tidak ada pada Standar Nasional Indonesia, maka dapat
dipakai British Standar yang sesuai dengan Spesifikasi ini.

Semua bahan dan mutu pekerjaan yang sepenuhnya diperinci disini atau tidak dicakup oleh
Standar Nasional Indonesia haruslah bahan dan mutu pekerjaan klas utama.

Direksi akan menetapkan apakah semua atau sebagian bahan yang dipesan atau diantarkan
untuk penggunaan dalam pekerjaan sesuai untuk pekerjaan tersebut dan keputusan Direksi
dalam hal ini pasti dan menentukan.

1.7 Program Pelaksanaan dan Laporan

1.7.1 Program pelaksanaan

Penyedia Jasa sudah harus melaksanakan MC.0 (MC awal) setelah menerima Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) dan harus dapat dilaksanakan maksimum 30 (tiga puluh) hari kerja.

Apabila Penyedia Jasa pada saat waktu yang ditentukan tidak sanggup melaksanakannya, maka
pihak proyek dapat memutuskan kontrak secara sepihak dan memberikannya kepada pihak
ketiga.

Penyedia Jasa harus melaksanakan Program pelaksanaan sesuai dengan Syarat-syarat kontrak
dengan menggunakan CPM network. Program tersebut harus dibuat dalam dua bentuk yaitu
barchart dan daftar yang memperlihatkan setiap kegiatan :
i) Mulai tanggal paling awal
ii) Mulai tanggal paling akhir
iii) Waktu yang diperlukan
iv) Waktu float
v) Sumber tenaga kerja, peralatan dan bahan yang diperlukan.

Aktivitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara
dan tetap, kelonggaran waktu yang diperlukan untuk persiapan dan persetujuan gambar-gambar,
pengiriman peralatan dan bahan ke lapangan dan juga kelonggaran dengan adanya hari libur
umum maupun keagamaan.

1.7.2 Laporan kemajuan pelaksanaan

Sebelum tanggal dua puluh lima tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan Direksi,
Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan Bulanan dalam bentuk
yang sudah disetujui oleh Direksi, yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan
selama bulan berjalan.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut :
i) Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan
laporan dan prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.
ii) Evaluasi kegiatan dalam waktu satu bulan terdahulu dan rencana kegiatan pada bulan
berikutnya beserta tanggal mulai dan penyelesaiannya.
iii) Daftar tenaga buruh setempat.
iv) Daftar peralatan dan bahan di lapangan yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan
termasuk peralatan yang sudah dipindahkan dari lapangan.
v) Jumlah volume pekerjaan yang merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan
c) Jumlah volume dari pekerjaan pasangan batu;
d) Jumlah banyaknya bangunan yang diselesaikan, dll.
vi) Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan.
vii) Keadaan cuaca.
viii) Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan pembayaran yang
diperlukan pada bulan berikutnya.
ix) Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan Kontrak, dan masalah yang timbul atau
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.

1.7.3 Rencana kerja harian, mingguan dan bulanan

Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang sudah disetujui
oleh Direksi setiap akhir minggu dan untuk minggu-minggu berikutnya. Rencana tersebut harus
sudah termasuk pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi lainnya yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan, pengangkutan bahan, peralatan dan lain-lain yang
telah disetujui Direksi.

Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara tertulis semua
kemajuan pekerjaan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun untuk hari-hari
berikutnya. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah, pekerjaan beton dan kegiatan yang
berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistim barchat pada akhir
bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Rencana kerja ini harus memperlihatkan tenggang
waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan volume pekerjaan. Rencana kerja ini harus
diserahkan kepada Direksi pada hari ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan.

1.7.4 Rapat bersama untuk membicarakan kemajuan pekerjaan

Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali di lapangan dan
sebulan sekali di Kantor Proyek pada waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud
daripada rapat ini membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilaksanakan, pekerjaan
yang diusulkan untuk minggu dan bulan selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul
agar segera dapat diselesaikan.

1.8. Bahan dan Perlengkapan yang Harus Disediakan Oleh Penyedia Jasa

1.8.1 Umum

Penyedia Jasa harus menyediakan semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan sesuai yang tercantum dalam kontrak. Semua bahan dan perlengkapan
yang merupakan bagian dari pekerjaan harus baru atau sesuai dengan standar yang diberikan
dalam Spesifikasi atau standar dalam Spesifikasi Umum.

Bila Penyedia Jasa dalam menyediakan bahan dan perlengkapan tidak sesuai dengan standar
seperti tersebut di atas, Penyedia Jasa harus segara mengganti sesuai standar dan
mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi.

1.8.2 Perlengkapan konstruksi

Penyedia Jasa harus segera menyediakan semua perlengkapan konstruksi yang diperluan dalam
pelaksanaan dalam jumlah yang cukup. Apabila Direksi memandang belum sesuai dengan
Kontrak maka Penyedia Jasa harus segera memenuhi kekurangannya. Dalam penyediaannya
harus lengkap dengan spare parts yang cukup dan memeliharanya agar pekerjaan dapat
dikerjakan dengan sempurna.

1.8.3 Bahan pengganti


Harga satuan dalam volume pekerjaan tidak akan disesuaikan dengan adanya perubahan harga
antara bahan yang ditentukan dengan bahan pengganti.

1.8.4 Pemeriksaan bahan dan perlengkapan

Perlengkapan dan bahan yang disediakan oleh Penyedia Jasa akan dilakukan pemeriksaan
sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak pada salah satu atau lebih tempat yang ditentukan
Direksi.
(a) Tempat produksi dan pembuatan
(b) Tempat pengapalan
(c) Lapangan

Penyedia Jasa supaya menyerahkan penjelasan yang menyangkut perlengkapan dan bahan
kepada Pengguna Jasa sesuai yang dimintanya untuk tujuan pemeriksaan, tetapi bagaimanapun
juga tidak meringankan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk menyediakan
perlengkapan dan bahan sesuai dengan Spesifikasi.

1.9. Survey Pengukuran Pekerjaan

1.9.1 Bench Mark

Tanda dasar untuk proyek adalah Bench Mark yang terletak berdekatan dengan Saluran Induk
seperti terlihat pada gambar. Ketinggian dari Bench Mark ini didasarkan pada titik tetap utama.

Bench Mark yang lain sebagai titik referensi yang terlihat pada gambar yang diberikan kepada
Penyedia Jasa sebagai referensi. Sebelum menggunakan suatu Bench Mark dan titik referensi
Bench Mark dasar untuk setting out pekerjaan, Penyedia Jasa perlu melakukan pengukuran
pemeriksaan untuk ketelitiannya. Pengguna Jasa tidak akan bertanggung jawab atas ketelitian
Bench Mark yang lain begitu juga dengan titik referensinya.

Penyedia Jasa perlu mendirikan patok bantu sebagai titik referensi tambahan untuk kemudahan
pelaksanaan pekerjaan dan tempat mendirikan patok bantu tersebut mendapat persetujuan
Direksi.

1.9.2 Permukaan tanah asli untuk tujuan pengukuran

Muka tanah yang terlihat pada gambar akan dianggap betul sesuai dengan Kontrak. Apabila
terjadi keraguan dari Penyedia Jasa kebenaran dari muka tanah, sekurang-kurangnya 30 (tiga
puluh) hari sebelum mulai kerja Penyedia Jasa memberitahukan kepada Direksi secara tertulis
untuk menyesuaikan dan melaksanakan pengukuran kembali ketinggian muka tanah tersebut.

Dalam segala hal sebelum memenuhi melaksanakan pekerjaan tanah. Penyedia Jasa akan
mengukur dan mengambil ketinggian terhadap daerah yang diduduki pekerjaan, dengan
menggunakan Bench Mark atau titik referensi yang disetujui Direksi secara tertulis untuk
menyesuaikan dan melaksanakan pengukuran kembali ketinggian muka tanah tersebut.

Dalam segala hal sebelum memenuhi melaksanakan pekerjaan tanah. Penyedia Jasa akan
mengukur dan mengambil ketinggian terhadap daerah yang diduduki pekerjaan, dengan
menggunakan Bench Mark atau titik referensi yang disetujui Direksi pada saat wakil Direksi
berada ketinggian muka tanah yang ditentukan perlu mendapat persetujuan Direksi. Pengukuran
volume yang dikerjakan dibuat berdasarkan ketinggian yang disetujui.

1.9.3 Bantuan pengukuran staf Direksi

Penyedia Jasa bekerjasama Direksi dalam pemeriksaan setting out dan dalam melaksanakan
pengukuran untuk mengetahui secara pasti kemajuan pekerjaan yang diperlukan dalam proses
pembayaran.
diatas merupakan beban Penyedia Jasa. Dan biaya tersebut sudah termasuk dalam harga
satuan didalam pekerjaan lain-lain pada daftar volume pekerjaan.

1.10 Pekerjaan Sementara

1.10.1 Umum

Penyedia Jasa akan bertanggung jawab terhadap perencanaan, spesifikasi, pelaksanaan dan
berikut pemindahan semua pekerjaan sementara untuk pelaksanaan pekerjaan sebaik-baiknya.
Detail dari pekerjaan sementara dimana Penyedia Jasa bermaksud untuk melaksanakan di
lapangan, pertama-tama diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sesuai dengan
prosedur dalam spesifikasi umum. Apabila Penyedia Jasa bermaksud mengajukan alternatif
untuk pekerjaan sementara di luar daerah lapangan seperti terlihat pada gambar, semua biaya
yang dibutuhkan untuk melaksanakan termasuk pembebasan tanah, sewa tanah dan sebagainya
ditanggung oleh Penyedia Jasa dan biayanya sudah termasuk pada uraian pekerjaan pada daftar
volume pekerjaan. Keterlambatan tidak akan meringankan Penyedia Jasa terhadap tanggung
jawab untuk memenuhi ketentuan dalam kontrak. Dalam hal tersebut tidak diberikan
perpanjangan waktu bila terjadi keterlambatan.

1.10.2 Lapangan kerja

Lapangan kerja seperti yang terlihat pada gambar yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan,
dijamin oleh Pengguna Jasa dan bebas dari biaya pembebasan tanah. Penyedia Jasa sedapat
mungkin melaksanakan pekerjaan sementara pada tanah tadi seperti pada gambar atau sperti
petunjuk Direksi. Penyedia Jasa hendaknya membatasi kegiatan peralatan dan anak buahnya
pada tanah yang sudah dibebaskan, termasuk arah jalan masuk yang disetujui Direksi sehingga
mengurangi kerusakan tanaman/pemilikan dan kerusakan tanah, bekasnya yang dilalui
kendaraan supaya diperbaiki. Sebelum diterimanya pekerjaan oleh Pengguna Jasa, tanah harus
dikembalikan ke keadaan semula.

Penyedia Jasa bertanggung jawab langsung kepada Pengguna Jasa untuk semua kerusakan,
misalnya kerusakan tanaman atau tanah asli galian baik milik Pengguna Jasa atau orang lain,
Penyedia Jasa mengganti terhadap semua kehilangan dan tuntutan karena kerusakan tersebut
sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak.

1.10.3 Kantor Penyedia Jasa, Perkampungan, Gudang, Bengkel, Pemondokan Buruh dsb.

Penyedia Jasa harus menyediakan, memelihara, mengerjakan dan memindahkan bangunan


sementara seperti Kantor Penyedia Jasa, perkampungan stafnya, gudang, bengkel, pemondokan
buruh dan bangunan sementara lainnya setelah selesai pekerjaan supaya diserahkan kepada
Pengguna Jasa.

Penyedia Jasa supaya menyerahkan rancangan tempat kerja dan sementara secara umum
kepada Direksi untuk mendapat persetujuan pada waktu yang ditetapkan. Pelaksanaan
pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum mendapat persetujuan Direksi.

Perkampungan staf Penyedia Jasa dan pemondokan buruh harus dilengkapi dengan semua
pelayanan yang perlu seperti, saluran pembuang, penerangan, jalan, gang, tempat parkir,
pemagaran, kesehatan, ruang masak, pencegahan kebakaran dan peralatan pencegahan api
sesuai dengan batas yang ditentukan dalam Kontrak.
Penyedia Jasa supaya juga melengkapi keperluan air bersih dan penerangan yang cukup untuk
kantor Penyedia Jasa, perkampungan stafnya, pemondokan buruh bengkel dan tempat lainnya di
daerah kerja.

1.10.4 Perlengkapan kantor Direksi.

Penyedia Jasa harus menyediakan sebuah bangunan sekurang-kurangnya 36 m2 dilengkapi satu


toilet dan kamar mandi.

Kantor Direksi tersebut harus dibangun dengan baik, tahan dan dilengkapi dengan jendela untuk
Kantor Direksi harus dilengkapi dengan barang-barang sebagai berikut :
(a) 3 meja dengan 6 kursi dan 1 set meja tamu
(b) 2 almari/rak
(c) Penerangan lampu secukupnya
(d) 3 lampu sudut
(e) Papan untuk menentukan gambar pelaksanaan
(f) Toilet dan kamar mandi dilengkapi dengan :
1) 1 WC jongkok
2) 1 bak mandi
3) 1 lampu

1.10.5 Pekerjaan Pengeringan selama pelaksanaan.

Pembuangan air dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan seperti cofferdam, saluran, drainase
dan genangan atau bangunan sementara yang lain pada saat pembuangan air dilaksanakan,
Penyedia Jasa harus memasang, mengerjakan dan memelihara semua pipa dan peralatan lain
yang diperlukan untuk pembuangan air dari bermacam-macam pekerjaan dan untuk
pemeliharaan pondasi serta bagian pekerjaan yang lain agar bebas dari air dan pekerjaan
konstruksi sesuai dengan syarat-syarat. Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk memperbaiki
kerusakan akibat banjir atau kegagalan pembuangan air atau pekerjaan pengaman atas biaya
Penyedia Jasa.

Setelah cofferdam, semua tanggul atau pembuangan air sementara sudah berfungsi segera
dibongkar, atau diratakan sehingga kelihatan baik dan tidak mengganggu kelancaran saluran
bangunan-bangunan yang berhubungan dengan pembuangan atau aliran parit alam.

Cara pembuangan air yang dilakukan oleh Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan Direksi
kecuali lebih jauh sebagaimana disetujui atau diijinkan oleh Direksi untuk pekerjaan pembuangan
air. Penyedia Jasa tidak akan menggangu jalannya air yang dibutuhkan untuk pengaliran pada
jaringan pengairan yang ada.

Apabila pelaksanaan pekerjaan berada dibawa muka air tanah tersebut supaya dipompa dahulu
sebelum melakukan penggalian.

Pembuangan air dilakukan sedemikian rupa, sehingga dapat dipelihara kestabilan dari dasar dan
sisi miring yang digali sehingga semua pelaksanaan Konstruksi dikerjakan pada keadaan kering.

1.10.6 Penggalian sementara dari saluran pengairan yang ada.

Penyedia Jasa tidak diperbolehkan mengganggu system pengairan yang ada selama
pelaksanaan. Direksi akan meminta Penyedia Jasa untuk mengerjakan pekerjaan penggalian
sementara pada saluran irigasi yang ada sebelum melaksanakan pekerjaan saluran serta
bangunan yang berhubungan Penyedia Jasa supaya menyerahkan pengalihan sementara untuk
mendapatkan persetujuan Direksi. Setelah semua rencana itu disetujui/dirubah atas petunjuk
Direksi, melaksanakan pekerjaan pengalihan sementara harus sesuai dengan yang telah
disetujui.
Biaya untuk pembuatan rencana pengalihan saluran perairan yang ada supaya dicantumkan
dalam volume pekerjaan, sesuai dengan pekerjaan dan perintah Direksi.

1.11 Keamanan dan Pemeriksaan Kesehatan

1.11.1 Umum

Semua keamanan dan pemeriksaan kesehatan yang perlu selama peleksanaan pekerjaan,
antara lain pengaturan kesehatan, pembersihan lapangan, bahan peledak dan bensin,
pemagaran sementara, keamanan dan pencegahan kebakaran, dibuat dan dipelihara oleh
Penyedia Jasa atas biaya Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap
semua keamanan dan pemeriksaan kesehatan, dan menyerahkan peraturan dan organisasi
untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Tidak ada pembayaran tambahan dan dalam hal ini
Penyedia Jasa supaya mengatur system pengawasan kamanan dan organisasinya dan
diserahkan untuk mendapat persetujuan kepada Direksi. Sistim Pengawasan Keamanan dengan
kapasitas peralatan dan tenaga yang cukup untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan
terhadap manusia dan barang milik yang bersangkutan. Sistim pengawasan keamanan harus
dilaksanakan sesuai dengan program yang disetujui dan berpegang pada hukum/peraturan yang
berlaku di Indonesia.

1.11.3 Peraturan kesehatan

Penyedia Jasa harus mengusahakan lapangan kerja dalam keadaan bersih dan keadaan sehat
serta memperlengkapi/memelihara kemudaan untuk penggunaan tenaga yang dikerjakan pada
suatu tempat yang telah disetujui oleh Direksi dan penguasa setempat. Penyedia Jasa
hendaknya juga membuat pengumuman dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang
perlu untuk menjaga agar lapangan tetap bersih.

1.11.4 Pencegahan kebakaran

Penyedia Jasa harus melakukan setiap pencegahan dan melindungi api yang terjadi pada atau
sekitar lapangan kerja dan harus menyediakan segala yang diperlukan/peralatan pencegahan
kebakaran yang cukup, untuk siap digunakan pada semua bangunan air dan bangunan gedung
atau pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan, termasuk perkampungan tempat tinggal
pemondokan buruh dan bangunan gedung lainnya. Penyedia Jasa akan memelihara peralatan
dan perlengkapan pemadam kebakaran yang dibutuhkan dalam keadaan baik sampai perkerjaan
diterima oleh Pengguna Jasa. Penyedia Jasa akan berusaha keras untuk memadamkan
kebakaran yang terjadi di lapangan kerja.

Dalam hal ini Penyedia Jasa menyediakan perlengkapan yang mutlak diperlukan dan tenaga
buruh yang dikerjakan dilapangan, termasuk peralatan dan tenaga sub Penyedia Jasa.
SPESIFIKASI TEKNIS

PASAL 1
PEKERJAAN TANAH

1. UMUM

1.1 Pembersihan Lapangan

Pemborong harus membersihkan lapangan kerja untuk saluran dan bangunan yang ada semua
tumbuhan dan bamboo, termasuk pohon-pohon.

Pemborong harus membongkar akar-akar, mengisi lubang-lubangnya dengan tanah dan dipadatkan
kemudian membuang dari tempat pekerjaan semua bahan-bahan hasil pembersihan lapangan.

1.2 Pekerjaan Tanah

Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut ukuran dan ketinggian
yang ditunjukkan dalam gambar atau menurut ukuran dan ketinggian lain, yang mungkin akan
diperintahkan oleh Direksi. Ukuran yang berdasarkan/berhubungan dengan ketinggian tanah, atau
jarak terusan harus ditunjukkan kepada Direksi terlebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah
pada setiap tempat. Yang dimaksud dengan “ketinggian tanah” dalam spesifikasi adalah tinggi
“permukaan tanah” sesudah pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan tanah dimulai.

1.3 Jalan Masuk

Pemborong harus memanfaatkan dan memelihara jaringan jalan masuk yang sudah ada beserta
bangunan pelengkapnya yang dilalui selama pekerjaan fisik berlangsung guna pengangkutan
material, pengukuran dan pengawasan pekerjaan.

1.4 Luasnya Penggalian


Luasnya penggalian harus sekecil mungkin menurut petunjuk Direksi untuk pekerjaan bangunan.
Penggalian dimulai dari muka tanah dengan harus mengambil lebar yang cukup sesuai gambar atau
ditentukan lain oleh Direksi.

Perbaikan/pembangunan saluran terbuka dan saluran tertutup (pipa) harus dibatasi panjangnya dan
harus mendapat persetujuan Direksi terlebih dahulu secara tertulis, kecuali persetujuan secara
tertulis dari Direksi, pekerjaan pada setiap panjang yang disetujui harus diselesaikan sampai
memuaskan Direksi, sebelum pekerjaan selanjutnya dimulai.

1.5 Tanah Pinjaman (Borrow Area)

Dimana disebutkan atau diperintahkan oleh Direksi, bahan timbunan yang diperlukan untuk
pekerjaan harus diambilkan dari daerah pinjaman (Borrow Area) yang disetujui setelah diuji untuk
menetahui kecocokan bahan.
Sebelum penggalian pada tanah tersebut, permukaannya harus dikupas dari tanaman-tanaman
termasuk akar-akarnya. Apabila diperintahkan Direksi, tanah harus dikupas sampai kedalaman 0,25
m. untuk sementara ditimbun dan ditempatkan disekitarnya.

Setelah selesai penggalian pemborong harus meninggalkan daerah kerja dalam keadaan rapi
sampai memuaskan Direksi termasuk semua pekerjaan tanah yang diperlukan untuk mencegah
penggenangan air di daerah tersebut.

Pemborong harus menggali, memuat, mengangkut, membuang, membentuk dan memadatkan


bahan-bahan timbunan tersebut seperti yang dijelaskan pada pasal 1.07 atau 2.02 sesuai dengan
ukuran yang tercantum dalam gambar.

1.6 Percobaan Pendahuluan untuk Bahan Bangunan

Bila diperintahkan oleh Direksi, bahan-bahan yang diusulkan sebagai bahan timbunan harus diuji
ditempat menurut ketentuan dalam BS 1377 guna mendapatkan karakteristik dan sifat-sifatnya.

1.7 Pemadatan Khusus Pada Timbunan

Pemadatan timbunan khusus harus terdiri dari bahan-bahan yang telah disetujui dihampar dalam
tiap-tiap lapisan yang datar dengan ketebalan merata dan kemiringan keluar, dan kemudian
dipadatkan sehingga tebal setelah padat tidak lebih dari 0,15 m, kandungan air dari tanah timbunan
harus dijaga sedemikian baik secara pengeringan alami atau dengan pembasahan memakai alat
semprot. Pemadatan harus menggunakan mesin giling, alat pemadat, penggetar atau peralatan
lainnya yang disetujui sehingga menghasilkan kepadatan tidak kurang dari 95 % dari pemadatan
kering yang dilaksanakan menurut BS 1377 11.

Apabila menurut pendapat Direksi, hasil pemadatan kering yang dilaksanakan sesuai dengan
keadaan lapangan lebih kecil dari 95% dari pemadatan kering yang dilaksanakan menurut BS 1377.
Sekalipun pemborong telah mengikuti semua lengkap yang tercantum dalam spesifikasi, maka
Direksi atas pendapatnya dapat menerima tidak kurang dari 90% dari pemadatan kering maksimum
dan pemadatan khusus pada timbunan ini. Pengujian kepadatan menurut BS 1377 akan sering
dilaksanakan oleh Direksi selama pemadatan berlangsung.

1.8 Penggalian Tanah Jelek

Jika sesuatu bahan yang jelek terdapat di tempat pondasi, pemborong harus memindahkan dan
membuangnya ke tempat yang disetujui oleh Direksi. Jika tidak ada ketentuan atau perintah lain dari
Direksi, pemborong harus mengisi lubang dalam pondasi tersebut dengan pasangan batu untuk
bangunan, dengan bahan timbunan tanggul untuk tanggul dan dengan bahan berbutir yang
dibenarkan untuk jalan, saluran, pipa, pasangan tegak dan lapis lindung dinding.

Jika pemborong menjumpai sesuatu barang yang menurut pendapatnya mungkin tidak baik, dia
harus segera memberitahukan secara tertulis kepada Direksi, yang akan memberi petunjuk kepada
pemborong apakah bahan tersebut akan ditentukan sebagai bahan jelek atau baik. Biaya yang
berhubungan dengan bahan jelek itu harus dipikul oleh pemborong, jika menurut pendapat Direksi
Persetujuan Direksi untuk hal-hal tersebut diatas tidak dapat dipakai untuk menghilangkan tanggung
jawab pemborong apabila terdapat kegagalan didalam melaksanakan bangunan pada tanah jelek.

1.9 Penyiapan Tanah

Sebelum menyiapkan timbunan, permukaan dari tanah yang akan ditimbun harus disiapkan.
Permukaan tanah tersebut diatas harus dibersihkan dari segala tumbuh-tumbuhan termasuk akar-
akarnya.

Sebelum dimulai menimbun, permukaan tanahnya harus digeruk sampai kedalaman yang lebih
besar dari retak-retak tanah yang ada, dan kadar air dari tanah yang digeruk harus dijaga baik
secara pengeringan alami atau pembasahan dengan alat semprot.

Kalau pelaksanaan pemadatan terhenti, permukaan dari timbunan harus digeruk kembali dan kadar
airnya diperiksa terlebih dahulu sebelum pekerjaan timbunan atau pemadatan dilanjutkan.

Sebelum pekerjaan penimbunan dilakukan, semua lubang-lubang dan bekas-bekas yang terjadi
pada permukaan tanah, harus diratakan termasuk pematang sawah sampai memuaskan Direksi.

1.10 Tambahan untuk Penurunan Tanah pada Tanggul

Pemborong harus memperhitungkan tambahan pengisian untuk pemadatan sendiri, dan penurunan
dari tanggul, baik disebutkan atau tidak, maka tinggi, lebar dan ukuran permukaan yang telah
selesai, pada akhir masa pemeliharaan harus sesuai dengan tinggi dan ukuran yang ditunjukkan
dalam gambar-gambar.

2. SALURAN

Semua pasal yang termasuk di dalam pekerjaan tanah secara umum yaitu dari pasal 1-10 berlaku
untuk bagian saluran-saluran kecuali apabila kedua pasal bertentangan, maka bagian dari pasal di
bawah ini yang berlaku.

2.1 Penggalian dan Pembuangan

Tanah galian dari saluran-saluran pengairan atau pembuangan harus dibuang di luar tanggul atau di
suatu tempat yang ditentukan oleh Direksi.

Tanah dari galian tersebut dapat digunakan kalau menurut pertimbangan Direksi dapat
dipertanggung jawabkan secara teknis. Pemborong harus menyiapkan rencana pelaksanaan
pekerjaan tanah untuk setiap bagian dari pekerjaan pada suatu saat, dengan detil lokasi dan
program penggalian dari saluran dan pembuangan tanahnya sebagai timbunan.

Pemborong harus mengajukan usul karena pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 14 hari


sebelum tanggal dimaksudkan untuk dimulai pekerjaan tanah dari tiap-tiap bagian pekerjaan,
sebagai pemberitahuan kepada Direksi. Rencana itu harus berisi keterangan-keterangan tentang
penilaian pemborong terhadap tanah kelebihan yang harus ditempatkan di tanggul pembuangan
terpisah.

2.2 Ketelitian dalam Pekerjaan Tanah

Ketelitian mengenai tinggi dan ukuran dapat diijinkan sebagai diterangkan dibawah ini, apabila luas
rata-rata penampang basah saluran untuk panjang 500 m, seperti yang tertera pada gambar yang
diperintah oleh Direksi.
Dasar kemiringan : + 0,05 m mendatar
Puncak kemiringan timbunan : + 0,10 m mendatar

Garis sumbu dari saluran, tanggul dan jalan harus diletakkan dengan teliti dan tidak boleh
dipengaruhi oleh toleransi tersebut diatas. Semua permukaan harus diselesaikan dengan rapih dan
halus.

2.3 Peralihan

Pada setiap, perubahan tampang lintang, peralihan harus dibuat pada dasar dan talud saluran harus
dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan pada arah tegak atau mendatar tidak boleh dari 1:10.

2.4 Celah-celah pada Tanggul

Dimana perlu pada tempat bangunan atau pada tempat yang diperintahkan pemborong harus
meninggalkan atau membuat celah-celah pada tanggul, kemudian membangun kembali seperti
semula setelah selesai bangunan tersebut.

2.5 Longsoran di Talud

Pemborong harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mencegah terjadinya
longsoran dari talud galian dan tanggul. Dalam hal terjadinya longsoran, dan pemborong harus
memperbaiki semua pekerjaan dan kerusakan yang bersangkutan dan melaksanakan setiap
perubahan yang diperlukan sampai memuaskan Direksi.

2.6 Kelebihan Penggalian dan Tanah-tanah Longsoran

Jika saluran digali atau tanggul dibuat tidak sesuai dari yang disebutkan, pemborong harus
membangunnya kembali seperti ditentukan menurut petunjuk Direksi.

3. BANGUNAN

3.1 Pekerjaan Pengeringan

Pemborong harus menjaga agar galian bebas dari air selama masa pembangunan. Cara menjaga
galian bebas dari air pengeringan dan pembuangan air harus dilaksanakan dengan cara yang
disetujui oleh Direksi.

Pemborong harus menjamin setiap waktu adanya peralatan yang baik dan cukup di lapangan guna
menghindari terputusnya pekerjaan pengeringan.

3.2 Cara Penggalian

Pemborong harus menyampaikan usulnya mengenai cara-cara penggalian, termasu detail dari
konstruksi penahan yang mungkin diperlukan, guna mendapat persetujuan Direksi secara tertulis,
sekurang-kurangnya 14 hari sebelum dimulainya pekerjaan, sehingga keamanan penggaliannya
terjamin.

3.3 Penggalian pada Bangunan

Penggalian harus dilaksanakan sehingga masih memungkinkan dikerjakan pengeringan cukup,


dapat membuat penyokong bagi tebing galian, dan masih cukup ruangan untuk pembuatan
pemadatannya dan lain-lain kegiatan pekerjaan lainnya.

3.4 Penggalian Untuk Pipa

Dasar galian untuk pipa/bis beton akhirnya harus dirapikan dengan tangan atau metode lain yang
disetujui/diperintahkan Direksi, secepatnya sebelum pipa diletakkan.
Penggalian yang melebihi batas yang ditentukan pada gambar atau yang diperintahkan menurut
pasal 3.3 harus diisi kembali oleh pemborong dengan tanah yang dipadatkan sebagaimana yang
dikehendaki Direksi.

3.6 Perapian Permukaan Galian dengan Tangan

Dasar galian yang akan menerima beton pasangan batu atau isian yang dipadatkan 0,15 m yang
terakhir dari galian harus dirapihkan dengan tangan atau dengan cara lain yang mungkin
dibenarkan/diperintahkan oleh Direksi. Hal ini dilakukan setelah pembersihan semua lumpur pada
waktu akan menempatkan beton, pasangan batu atau isian.

3.7 Pemilihan dan Pemadatan Tanah Isian

Dimana pengisian kembali dibawah muka tanah dan dekat dengan bangunan diperlukan bahan yang
akan dipakai harus disetujui oleh Direksi dan dipadatkan sesuai pasal 1.7.

PASAL 2
PASANGAN BATU

1. BAHAN-BAHAN

1.1 Batu

Batu dipakai pada pekerjaan yang ditunjukkan dalam gambar-gambar seperti pasangan batu atau
lapisan lindung batu, haruslah batu yang bersih dan keras, tahan lama dan sejenis menurut
persetujuan Direksi dan bersih dari campuran besi, noda-noda, lubang-lubang, pasir, cacat atau
ketidak-sempurnaan lainnya. Batu tersebut harus diambil dari sumber yang disetujui Direksi.

1.2 Adukan

Jika tidak ditentukan lain, adukan untuk pekerjaan pasangan harus dibuat dari semen Portland dan
pasir dengan perbandingan isi 1 : 4 atau seperti ditentukan dalam gambar untuk tiap jenis pekerjaan.

Jika tidak ditentukan lain, adukan dipakai untuk pekerjaan pasangan dibuat perbandingan 1 PC : 4
Psr untuk pasangan kedap air. (selanjutnya dipakai singkatan PC untuk semen Portland, Psr untuk
pasir, Kr untuk kerikil, dalam perbandingan suatu adukan).

Pasir harus sama dengan yang diisyaratkan untuk pekerjaan beton pasal 3.1.2. Pasir haruslah
mempunyai gradasi yang baik dan kasaran yang memungkinkan untuk menghasilkan adukan yang
baik semen harus lah Portland Cement seperti yang dimaksudkan pasal 3.1.1. Air yang dipakai untuk
membuat adukan haruslah memenuhi pasal 3.1.3. dari spesifikasi ini. Air harus diberikan dalam
jumlah yang cukup/sesuai untuk menghasilkan adukan yang baik.

Cara alat yang dipakai untuk mencampur haruslah sedemikian rupa sehingga jumlah dari setiap
bahan adukan bisa dikontrol dan ditentukan secara tepat sesuai persetujuan Direksi. Apabila mesin
adukan berwarna semua dan merata. Adukan harus dicampur sebanyak yang diperlukan untuk
dipakai, dan adukan yang tidak terpakai selama 30 menit harus dibuang. Pemakaian kembali adukan
tersebut tidak diperkenankan. Kotak untuk mengaduk harus dibersihkan setiap akhir dari hari kerja.

1.3 Penyimpanan dan Bahan-bahan

Semen dari pasir untuk adukan harus disimpan seperti yang diisyaratkan pada pasal 3.1.6. dan juga
harus dilindungi dengan atap atau penutup lain yang tahan air.

2. PASANGAN BATU

2.1 Ukuran Batu

Pasangan batu harus terdiri dari batu yang dipecahkan dengan palu secara kasar dan berukuran
sembarangan, sehingga kalau dipasang bisa saling menutup. Setiap batu harus mempunyai berat
antara 6 kg sampai 25 kg, akan tetapi batu yang lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi.
Ukuran maksimim harus memperhatikan tebal dinding, tetapi harus memperhatikan batasan berat
seperti diatas. Sebagai contoh: sebuah batuberukuran 0,20 x 0,20 x 0,25 m3 akan mempunyai berat
kira-kira 25 kg.

2.2 Alas dan Sambungan

Tiap batu untuk pasangan harus seluruhnya dibasahi lebih dahulu sebelum dipasang dan harus
diletakkan dengan alasnya tegak lurus kepada arah tegangan patok. Setiap batu harus diberi alas
adukan, semua adukan diisi padat dengan adukan pada waktu pekerjaan berlangsung.

Tebal adukan tidak lebih dari 50 mm lebarnya, serta tidak boleh ada batu yang berimpit satu sama
lainnya. Batu pasak tidak boleh disisipkan sesudah semua batu selesai dipasang.

2.3 Pasangan Batu Muka

Pada pasangan batu yang terlihat dibuat pasangan batu muka. Batu muka harus mempunyai bentuk
seragam dan bersudut dengan ukuran minimal 15 cm, kecuali ada permintaan lain dari Direksi.
Permukaan batu muka harus rata setelah dipasang. Pasangan batu muka harus bersatu dengan
batu-batu belah yang dipasang di dalamnya dan paling sedikit ada batu pengikat (pengunci) untuk
tiap-tiap meter persegi. Pemasangan batu muka harus dikerjakan secara bersama-sama dengan
pasangan batu inti agar supaya pengikat dapat dipasang dengan sebaik-baiknya.

Batu harus dipilih dan diletakkan dengan hati-hati sehingga tebal adukan tidak kurang daripada rata-
rata 1 cm. Semua pekerjaan batu muka yang kelihatan harus disiar, adukan untuk siaran harus
campuran 1 PC : 2 Psr, kecuali ditentukan lain oleh Direksi. Sebelum pekerjaan siaran dimulai
semua bidang sambungan antara batu muka harus dikorek sebelum adukan mengeras (atau dibetel
untuk pasangan lama).

Pekerjaan siar dapat dibagi atas :

a. Siar tenggelam (masuk ke dalam + 1 cm dari permukaan batu)


b. Siar rata (rata dengan permukaan batu)
c. Siar timbul (timbul 1 cm lebar tidak kurang 2 cm).

Kecuali ditentukan lain semua pekerjaan siar harus siar tenggelam.

2.4 Pipa Peresapan ( suling-suling )

Tembok-tembok penahan, pasangan miring dan tembok-tembok kepala harus dilengkapi dengan
suling-suling. Suling-suling harus dibuat dari pipa bambu dengan diameter 50 mm dan paling tidak
satu buah untuk setiap 2 m2 luas permukaan. Setiap ujung pemasukan suling-suling harus dilengkapi
dengan saringan. Suling-suling dipasang bersamaan dengan pasangan batu dan disisakan 0,20 m
Saringan terdiri atas lapisan ijuk yang dipasang pada ujung pipa menonjol keluar pasangan,
dibungkus dengan kerikil atau batu pecah sekeliling pipa setebal 15 cm. Saringan kerikil tersebut
dibungkus lagi dengan ijuk untuk membatasi saringan dari tanah asli atau tanah urug.

2.5 Sambungan Gerak Sederhana

Apabila diperintahkan atau tertera dalam gambar, perlu diadakan sambungan gerak sederhana pada
bagian pasangan batu yang tidak direncanakan untuk menahan air. Umumnya sambungan gerak
sederhana dibutuhkan bilamana terdapat suatu penyambungan dengan bangunan lama dan
bangunan baru serta bangunan lama akan mempunyai nilai penurunan (settlement) yang berbeda.

Sambungan gerak sederhana dapat dibentuk dengan memasang susunan batuan yang terdiri dari
batuan bergradasi (saringan kerikil atau filter) di belakang pasangan batu pada bagian sambungan
setinggi sambungan tadi.

Saringan ini harus terdiri dari batu dan kerikil terpilih dan baik. Untuk menahan longsornya saringan
ini harus diberi lapisan penutup ijuk setebal 3 cm atau geotextile membrane

2.6 Perlindungan dan Perawatan

Dalam membangun pekerjaan batu dalam cuaca yang tidak menguntungkan dan dalam melindungi
dan merawat pekerjaan yang telah selesai, pemborong harus memenuhi persyaratan yang sama
seperti yang ditentukan untuk beton.

Pekerjaan pasangan tidak boleh dilaksanakan pada hujan deras atau pada hujan yang cukup lama
yang dapat mengakibatkan adukan larut. Adukan yang telah dipasang dan larut hujan harus dibuang
dan diganti sebelum pekerjaan pasangan selanjutnya diteruskan. Pekerjaan tidak boleh berdiri diatas
pasangan batu atau pasangan batu kosong yang belum mantap.

2.7 Urugan Kembali

Sebelum melaksanakan “ Urugan Kembali” pada muka pasangan batu yang tidak kelihatan
pasangan batunya harus diplester kasar dengan adukan 1 PC : 4 Psr setebal 2 cm (Berapen).
Urugan tidak boleh dilaksanakan sebelum mendapat persetujuan Direksi dan bahan urugan harus
pasir yang kasar dan mudah dilalui air. Kerikil yang teratur ukurannya sehingga dapat mencegah
kehilangan pasir harus dipasang Pada akhir lubang pembuang air.

2.8 Lantai Kerja Batu Kosong

Dimana ditunjukkan dalam gambar-gambar, pemborong harus menyediakan dan meletakkan lantai
kerja batu kosong, terdiri dari batu pecah kasar sedemikian sehingga semuanya cocok satu sama
lain. Tiap batu mempunyai panjang dan lebar yang tidak kurang dari 20 cm dan tebal yang tidak
kurang dari yang tertera dalam gambar. Batu harus diberi landasan pasir dan diletakkan pada dasar
alamiah sedemikian, sehingga permukaan yang telah selesai merupakan bidang yang benar-benar
rata.

2.9 Lantai Kerja Pasangan Batu

Dimana ditunjukkan dalam gambar-gambar, pemborong harus menyediakan dan meletakkan lantai
kerja pasangan batu di atas dasar yang ditetapkan. Batu-batu harus seperti yang ditentukan untuk
lantai kerja batu kosong, tetapi semuanya harus didasari dan disambung dengan adukan semen dan
pasir seperti yang ditentukan dalam pasal 4.3.2 dan 4.3.3 tentang alas, sambungan dan pasangan
batu muka.

2.10 Drain dari Batu

Dimana ditunjukkan dalam gambar-gambar, pemborong harus membuat drain dari batu yang
dibungkus dengan ijuk menurut ukuran yang ditentukan. Drain harus terdiri dari parit-parit yang digali
2.11 Bronjong dan Matras

Dimana ditunjukkan dalam gambar-gambar, pemborong harus membuat bronjong kawat dan
menempatkannya dalam keadaan seperti yang diuraikan di bawah ini, termasuk penyiapan
permukaan tanahnya, seperti ditentukan dalam pasal 4.4.1.

Batu-batu untuk bronjong harus seperti ditentukan dalam pasal 1.1 dengan ukuran tidak kurang dari
15 cm dan tidak lebih dari 25 cm. Batu yang dipakai dipilih berbentuk bulat.

Bronjong kotak dan bersusun harus mempunyai batas pemisah bagian dalam dengan bahan kawat
dan bentuk anyaman sama. Batas pemisah ditempatkan sedemikian sehingga membentuk matras
berukuran 2m x 0,60 m. Hubungan antara bronjong atau matras harus terikat erat dengan kawat
pada ujung-ujungnya sehingga menjadi satu kesatuan. Bronjong untuk penahan tanah harus
ditempatkan bagian yang bersinggungan dengan tanah diberi lapisan filter kerikil geotekstil atau
lapisan ijuk. Pengerjaan bronjong harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia PBUI 1982.
Apabila bronjong ditempatkan pada saringan maka harus dikerjakan dengan hati-hati untuk
mencegah kerusakan saringan. Batu harus diletakkan dalam bronjong dengan hati-hati untuk
mencegah kerusakan kawatnya. Bronjong harus diikat dengan erat-erat pada bronjong yang
berdampingan sepanjang tepinya. Ukuran bronjong seperti ditunjukkan dalam gambar atau
diperintahkan oleh Direksi dengan anyaman bentuk segi enam beraturan yang jarak sisinya 13-15
cm, serta sisi anyaman yang dililit harus terdiri dari tiga lilitan. Kecuali ditentukan lain oleh Direksi,
maka ukuran kawat yang digunakan adalah berdiameter 4 mm.

2.12 Batu Kosong (Rip – Rap)

Batu untuk rip-rap harus keras, padat dan tahan lama dengan berat jenis tidak kurang dari 2,4. Tiap-
tiap batu harus mempunyai ukuran bentuk kira-kira sama dengan ukuran 20-30 cm untuk sloope
protection dan minimal 40 cm. Untuk penahan gerusan pada bendung dan pengerjaan sungai
lainnya. Pekerjaan lindungan dengan rip-rap termasuk pula penyediaan lapisan filter kerikil pasir
seperti ditunjukkan dalam gambar.

2.13 Pekerjaan Plesteran

Apabila di permukaan dinding dan lantai dari pasangan batu kali yang ada maupun yang baru harus
diplester dengan adukan 1 PC:3 Ps. Adukan untuk pekerjaan plesteran harus memenuhi persyaratan
pasal 4.1.3 untuk bahan dan campuran.

Pekerjaan plesteran dikerjakan secara dua lapis sampai ketebalan 2 cm. Apabila tidak diperintahkan
lain pasangan harus diplester pada bagian atas dari dinding, ujung-ujung saluran pasangan, dan
untuk 0,10 m dibawah tepi atas dinding atau sesuai dengan yang tertera pada gambar.
Tempat kedudukan pintu romjin, temboknya harus di plester licin penuh dari batas lengkung depan
sampai hilir pada jembatan pelayanan (looplank).
Pertemuan pasangan (plesteran sudut) selebar 8-10 cm untuk bangunan kecil dan 15 cm untuk
bangunan besar, sedang pada samping kusen pintu-pintu sorong, diplester tegak selebar 20 cm
plesteran juga dilakukan pada alur skot balok. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan maka bidang
dasar harus dibuat kasar dan bersih. Pekerjaan plesteran harus rata, lurus, rapih dan halus. Setelah
pekerjaan plesteran cukup kering kemudian harus dipelihara dengan siraman air secara rutin.

PASAL 3
PEKERJAAN LOGAM

1. PENGECATAN

1.1 Bidang-bidang yang tidak dicat

Roda gigi kuningan, bidang-bidang baja yang dikerjakan halus dan bidang-bidang baja yang setelah
Setelah pembersihan selesai, maka bidang-bidang demikian harus dilapisi dengan lembaran plastik
untuk menjaga terhadap kerusakan kecil dan korosi selama pengangkutan dan penyimpanan di
lokasi, selimut plastic harus dilepas, sebelum peralatan itu dipasang.

1.2 Bahan Cat

Jika tidak ditentukan lain bahan cat harus memenuhi Standar Nasional Indonesia PUBI 1982. Semua
bahan harus diperoleh dari pabrik yang disetujui oleh Direksi dan contoh dari tiap-tiap cat dan bahan
campurannya yang diusulkan untuk dipakai, harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapat
persetujuan. Bahan yang harus dikirim ke tempat pekerjaan dalam kaleng atau drum dengan segel
yang masih utuh. Cat yang telah kadaluwarsa seperti yang dituliskan pada kalengnya tidak boleh
dipakai, bahan cat seperti itu harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan. Cat harus seluruhnya
diaduk dibawah pengawasan seorang mandor yang berwenang dengan cara yang dibenarkan oleh
Direksi dan tak boleh diberikan kepada tukang cat sebelum dicat dan bidang yang akan dicat selesai
dan dipersiapkan betul-betul. Seluruh pekerjaan harus diselesaikan dalam warna dan corak seperti
diperintahkan oleh Direksi dan jika diperlukan, pemborong harus membuat variasi warna dari tiap-
tiap lapisan cat.

1.3 Membersihkan dan Mempersiapkan Pekerjaan Baja

Kecuali ditentukan lain permukaan baja yang akan dicat harus dibersihkan dengan sikat kawat.

1.4 Mencat Pekerjaan Baja

A. Sebelum pasangan di pabrik, semua permukaan dari pekerjaan baja yang akan selalu
bersentuhan atau tidak kelihatan setelah pemasangan di pabrik harus dibersihkan dan dicat
dengan satu lapis cat dasar.
B. Sebelum pengiriman dari pabrik, permukaan harus dibersihkan dan dikerjakan atau cat sebagai
berikut :

a) Yang dikerjakan dengan mesin, satu lapisan cat campuran timah putih dan lilin atau dengan
vernis tahan karat atau cat plastic yang disetujui.
b) Yang bersentuhan dengan pekerjaan baja lainnya ketika pemasangan di lapangan, dua lapis
cat dasar, kecuali ditentukan lain.
c) Yang akan bersentuhan dengan beton, aspal, termakadam, dan bitumen penahan air tidak
perlu pengerjaan apa-apa atau pengecatan.
d) Yang akan bersentuhan dengan pekerjaan bata, satu lapis cat dasar.
e) Semua permukaan lainnya jika tidak ditentukan lain, satu lapisan cat dasar sesudah diadakan
pemeriksaan di pabrik oleh Direksi.

C. Sebelum pemasangan permukaan yang diterangkan dalam B (b) diatas, harus dibersihkan dan
dilapisi dengan satu lapis cat dasar, segera sebelum dilksanakan penyambungannya.

D. Sesudah pemasangan di lapangan, permukaan harus dibersihkan sampai mendapat


persetujuan Direksi kemudian dikerjakan sebagai berikut :
a) Bila untuk bagian-bagian mekanik, dibersihkan dengan larutan dan kemudian dibersihkan dan
digosok mengkilat.
b) Bila kontak dengan beton, dibersihkan dengan cara dikerok dan disikat dengan sikat baja,
sesaat sebelum diselubungi beton
c) Bila kontak dengan aspal, termakadam atau pengendap air dari bitumen; dibersihkan dan
dilapisi dengan bitumen panas.
d) Bila kontak dengan pasangan bata, pasangan batu atau bila tertutup oleh beton setebal
kurang 4 cm; dicat satu kali dengan cat bitumen.
e) Bila kontak dengan kayu, dibersihkan dan dicat dengan dua lapis cat dasar dan dua lapis
campuran bitumen; lapisan terakhir harus dicat segera sebelum kayu dipasang.
f) Bagi permukaan-permukaan tersebut dalam B (c) diatas yang sebelumnya sudah diberi cat
dasar dan menjadi rusak karena pemasangan, maka harus diperbaiki dengan cara
membersihkan bagian-bagian yang rusak sampai disetujui Direksi. Bila perlu sampai
mencapai logamnya. Kemudian tepi dari cat yang masih utuh digosok dengan amplas dan
Tiap lapis penambal harus melampaui cat yang semula dan tidak rusak selebar minimum 5 cm.
Kecuali ditentuan lain, maka semua permukaan yang sudah duberi cat dasar akan dilapisi cat dasar
lagi dan kemudian dengan kedua lapis cat penutup.

1.5 Tata Cara Pengecatan Pekerjaan Baja

Kecuali diisyaratkan dalam pasal 2.2 maka pekerjaan baja konstruksi dan alat-alat pengatur air dan
lain sebagainya harus disiapkan dan diberi cat dasar menurut ketentuan dalam pasal 2.4 dan 2.5
dengan tata cara sebagai berikut :

1. Terbuka terhadap pengaruh itu baik terlindung atau tidak.


a. Dibersihkan dengan sikat kawat baja kecuali ditentukan oleh Direksi.
b. Dua lapis cat dasar timah meni.
c. Dua lapis cat oksida besi atau dua lapis cat aluminium.

2. Terbuka terhadap pengembunan berat bila terendam dalam air, termasuk semua pintu :
a. Dibersihkan dengan sikat kawat baja.
b. Dicat dasar dua lapis.
c. Dua lapis cat bitumen kental atau dua lapis cat karet, berchlor atau dua lapis cat oksida batu
bara.

Pintu geser tegak katup-katup dan lain-lain yang dibuat dari besi tuang harus dilapisi dengan dua
lapis cat bitumen atau yang sepertinya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Direksi.

PASAL 4
PERLENGKAPAN DIREKSI

1. Kantor Sementara di Lapangan

Penyedia Jasa harus membuat barak kerja diperuntukkan Direksi beserta staf pemborong beserta
staf dan para pekerja.
Barak kerja dibuat beberapa petak untuk menjaga ketenangan dan tidak saling mengganggu diantara
pekerja dan staf kantor termasuk Direksi beserta staf.
Satu petak barak kerja digunakan sebagai antor lapangan yang harus dilengkapi dengan pintu-pintu
dan jendela-jendela. Juga peralatan kantor seperti almari, meja, kursi dan lain-lain.
Barak kerja dan area parkir kendaraan harus dipagar kawat berduri dengan pintu keluar berkunci
ganda, serta kunci keluar untuk orang dengan kunci tunggal.
Bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan barak kerja haruslah bahan-bahan yang baik. Pada
dasarnya Penyedia Jasa harus menyesuaikan dengan standar umum dari konstruksi.
Tiang penyangga dinding harus berdiri diatas pondasi batu kali, dinding keliling dari papan kayu
kelas II, batas ruangan dari triplex, atap yang digunakan harus atap seng.
Lantai dari plat beton dengan ketebalan minimum 10 cm dan kemidian diplester halus. Semua bagian
dalam dan luar dari bangunan harus dicat, warna dari cat harus atas persetujuan Direksi.
Kantor sementara harus dilengkapi dengan instalasi air bersih termasuk kloset dan septictank.
Perlengkapan lain seperti penerangan lengkap dengan generatornya, harus disediakan.

2. Barak Kerja bisa Dipindahkan

Jika diperintahkan ole Direksi, Penyedia Jasa harus menyelenggarakan barak kerja yang dapat
dipindahan, dilengkapi sebagaimana diterangkan diatas untuk dipakai sendiri oleh Direksi Pelaksana
dan stafnya pada tempat yang ditunjukkan oleh Direksi dan harus memindahkannya dari lapangan
pada waktu pekerjaan telah selesai.
Dalam waktu pelaksanaan pemborongan Penyedia Jasa apabila diperintahkan harus membongkar
barak kerja itu, mengangkatnya dan membangun kembali pada tempat baru yang ditunjukkan oleh
Direksi.

3. Bantuan untuk Direksi

Penyedia Jasa harus memberikan bantuan kepada Direksi dengan menyediakan tenaga kerja dan
peralatan yang dibutuhkan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan setiap saat atau dari waktu
ke waktu.

4. Peralatan Pengukuran dan Perlengkapannya

Penyedia Jasa harus menyediakan dan memelihara peralatan, pengukuran dan perlengkapannya
untuk dipakai oleh Direksi seperti terdaftar dalam Spesifikasi Khusus. Alat dan perlengkapan harus
baru atau apabila tidak baru harus menurut persetujuan Direksi.
Semua bagian dalam dan diluar dari bangunan harus dicat. Bagian luar bawah dari pasangan batu
harus dicat bitumen dua lapis dan dinding bagian dalam dicat tembok. Semua pekerjaan kayu harus
dicat dasar dan dua kali cat kayu. Semua warna-warna dari cat harus atas persetujuan Direksi. Bila
perlu atau diperintahkan oleh Direksi, bangunan itu harus dicat kembali apabila kelihatan sudah jelek.

Kantor Direksi harus dilengkapi dengan instalasi air termasuk kloset jongkok, septictank dengan
peresapannya, lengkap dengan penyediaan air untuk air minum dan cuci. Perlengkapan lain seperti
untuk penerangan lengkap dengan generatornya harus juga disediakan.

Halaman kantor sementara itu harus diratakan dan diberi kemiringan serta dilengkapi dengan lapisan
perkerasan cukup untuk dua kendaraan. Kantor, alat-alat perlengkapan dan pelayanan ahrus
disiapkan dalam waktu 30 hari mulai tanggal Direksi memberi perintah.

Untuk menyiapkannya, pemborong harus menjaga supaya kantor tetap dalam keadaan baik,
termasuk semua peralatan perabot, perlengkapan dan alat-alat dan halaman sebagaimana
ditentukan diatas. Penjagaan demikian harus termasuk penyediaan air, kerosin, perawatan,
pembersihan setiap hari, penjaga, pesuruh dan semua hal-hal dan barang-barang lainnya yang
diperlukan umtuk memperlancar dan efisiensi pekerjaan pembangunan, dalam rangka memenuhi
tujuan dari perjanjian.

5. Transportasi

Pemborong harus menyediakan untuk dipakai oleh Direksi dan stafnya pada setiap waktu yang
dikehendaki, kendaraan bermotor seperti terdaftar dalam spesifikasi khusus, untuk tugas dinas yang
berhubungan dengan kontrak. Kendaraan itu harus terpelihara sehingga setiap waktu berada dalam
keadaan baik.

Andaikata suatu kendaraan menurut pandangan Direksi tidak dapat dipakai, pemborong harus
menggantinya tanpa penundaan.

Pemborong harus menyediakan pengemudi yang cakap serta semua keperluan lain seperti bahan
bakar, pelumas dan sebagainya dan harus menanggung semua biaya yang berhubungan dengan
pemakaian, pemeliharaan perijinan dan asuransi. Setelah selesai kontrak, kendaraan dikembalikan
kepad pemborong.

Kendaraan itu tidak boleh ditukar dalam waktu pelaksanaan kontrak, kecuali dengan ijin atau atas
perintah Direksi.

6. Foto-foto

Pemborong harus menyediakan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang foto yang
berpengalaman. Foto-foto harus berwarna.

Pada setiap tahap pengambilan gambar setiap lokasi, pengambilan harus dari titik dan arah yang
sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya. Bilamana mungkin maka pada latar belakang supaya
Sebelum pengambilan gambar-gambar, maka harus dibuat rencana/denah yang menunjukkan lokasi,
posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada Direksi untuk disetujui.
Berita acara pembayaran dan laporan bulanan harus dilengkapi dengan satu set pilihan foto-foto
yang bersangkutan denganperiode tersebut juga pada akhir pelaksanaan kontrk, maka foto-foto
harus diserahkan kepada Direksi dalam album-album. Foto-foto ditempelkan dalam album secara
berurutan menurut lokasinya masing-masing. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0%, 50%
dan 100% dan ditempelkan pada satu halaman.
Penyerahan dilakukan sebanyak 2 (dua) ganda bersama 1 (satu) ganda dalam album negatifnya.
Tiap album dan juga berisi negatif harus diberi keterangan atau tanda yang sama untuk
memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.
Semua album menjadi milik Pengguna Jasa dan tanpa ijinnya tidak boleh/dipinjamkan kepada
siapapun.

7. Gambar Kerja (Working Drawing)

Direksi mungkin memerlukan gambar kerja untuk memberikan penjelasan bagian dari pekerjaan
pokok, termasuk semua pekerjaan sementara yang perlu.

Pemborong harus menyediakan gambar kerja berdasar gambar desain, gambar standar, permukaan
tanah asli, ketinggian akhir yang diperintahkan dan lain-lain persyaratan dari Direksi. Ukuran dan
susunan gambar harus sama dengan gambar standar dari kontrak.

8. Gambar-gambar Pelaksanaan

Pemborong harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakannya.
Cetakan dari gambar-gambar harus diserahkan kepada Direksi untuk disetujui.

Gambar-gambar yang telah disetujui kemudian disalin diatas kertas film setebal 0,063 mm dengan
memakai tinta dan diserahkan kepada Direksi setelah bagian pekerjaan tersebut selesai. Semua
gambar-gambar harus berukuran standar seperti gambar-gambar pemborongan. Gambar-gambar
harus menunjukkan semua penjelasan dari pekerjaan yang dilaksanakan.

PASAL 5
PEKERJAAN REHABILITASI

1. Umum

Pekerjaan pemugaran termasuk memugar, memperbaiki atau meningkatkan bangunan lama harus
dikerjakan sesuai dengan spesifikasi.

2. Penutupan Saluran

Pekerjaan yang membutuhkan penutupan saluran harus dilaksanakan dalam periode waktu
penutupan saluran. Pemborong harus memanfaatkan sebaik-baiknya masa penutupan saluran untuk
menyelesaikan dengan cepat pekerjaan yang memperkecil perlunya pekerjaan sementara.

3. Pekerjaan siar ulang pasangan batu lama

Bila diperintahkan, permukaan pasangan lama harus disiar kembali, bidang sambungan antara
batu harus digaruk dengan kedalaman paling tidak 2 cm dan disiar kembali rata dengan adukan 1
Pc:2 Ps.

4. Pekerjaan Bongkaran
Bila bagian dari bangunan pasangan batu atau beton yang telah ada dan akan dibongkar,
pemborong harus melaksanakan pekerjaan itu dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak merusak
bagian bangunan yang masih tertinggal. Tiap kerusakan pada bagian bangunan yang masih
tertinggal sebagai akibat dari pekerjaan bongkaran harus dikembalikan pada keadaan semula sesuai
5. Ikatan Sambungan
Jika pasangan batu baru akan disambungkan pada pasangan batu lama, permukaan pasangan batu
lama harus seluruhnya dibersihkan, dan sambungan dilaksanakan dengan ikatan seperti yang
ditunjukkan Direksi.

6. Perbaikan Pintu Air


Istilah pintu air harus dianggap meliputi semua bagian kayu dan logam yang tertanam, daun pintu,
bagian dan alur balok sekat (sponing).
Bila diperintahkan, pemborong harus mengadakan pengeringan dan membuang endapan pada
semua pintu, memasang pintu sementara dan harus memindahkan semua daun pintu yang ada
termasuk pembongkaran rangka bila perlu, cukup untuk pemeriksaan dan pengukuran yang teliti oleh
Direksi Pelaksana dan stafnya. Bila sesudah pemeriksaan Direksi menganggap pintu tersebut masih
memenuhi syarat operasional, maka pemborong harus memasang kembali pintu tersebut. Sesudah
pemasangan kembali pengecatan dan pelumasan dan sebelum pembongkaran kistdam atau balok
penahan, setiap pintu harus diuji kembali sampai mendapat persetujuan Direksi.

7. Mempertinggi Tanggul Lama


Bila tanggul saluran lama perlu dipertinggi dengan timbunan, bagian atas dan samping dari tanggul
itu harus disiapkan sesuai dengan yang dimaksud pada pasal 1 dari spesifikasi ini.

8. Pemeriksaan Bangunan Lama


Setiap bangunan lama yang akan dipugar atau diperbaiki harus dibersihkan guna pemeriksaan
Direksi. Endapan harus dibuang sampai lantai yang ada atau ketinggian dasar asli atau sampai
ketinggian menurut perintah Direksi. Semua tumbuhan, segala lumut yang tumbuh pada permukaan
pasangan dan plesteran yang lepas Harus dibuang. Semua pasir, tanaman dan kotoran harus
dibuang dari tempat sekitar lokasi pekerjaan.

9. Pembersihan Saluran
Semua saluran yang ada harus dibersihkan dari batu-batu lepas, tanaman yang tumbuh di bawah
permukaan air. Lepas dari pekerjaan tanah pokok, maka tebing tanggul dan dasar saluran juga harus
dirapihkan dan ditimbun bagian yang berlubang agar setiap saluran menjadi rapih.

PASAL 6
PENANAMAN POHON PENGHIJAUAN

1. Umum

Penanaman pohon penghijauan dikerjakan pada kawasan sekitar bangunan prasarana pengairan
yang ada, antara lain disekitar bendung, disepanjang saluran primer dan prasarana pengairan
lainnya atau sesuai perintah Direksi. Dalam kegiatan penghijauan tersebut harus tetap
memperhatikan ketentuan teknis tentang pemeliharaan dan perlindungan prasana pengairan.
Pemeliharaan pohon penghijauan dilakukan selama masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi.
Penanaman pohon dan pemilihan bibit dikonsultasikan dan dikoordinasikan Asosiasi Benih yang ada
di masing-masing daerah.

2. Penanaman Pohon

Dalam melakukan kegiatan penanaman pohon penghijauan harus diperhatikan hal-hal berikut :

a. Cara penanaman :
1) Tinggi tanaman/pohon min 0,75 m;
2) Ukuran lubang = 0,40 x 0,40 x 0,50 m;
3) Lubang dibiarkan selama paling kurang 1 (satu) minggu untuk mendapat sinar matahari, baru
dilanjutkan dengan penanaman;
4) Sebelum dilakukan penanaman pohon/tanaman, lubang terlebih dahulu disiram dengan air;
5) Dasar lubang diisi dengan pupuk kandang setinggi 0,50 m;
6) Tanah permukaan bekas galian sedalam 0,25 m dicampur dengan pupuk kandang (1,5:1)
Sketsa Gambar

tanah bekas galian


+ pupuk kandang
( 1,5 : 1)

b. Jenis Pohon

1. Ketapang 11. Akasia 21. Lontar


2. Palem Raja 12. Pangkas Kuning 22. Kayu Cina
3. Palem Kuning 13. Krokol 23. Mahoni
4. Kelapa 14. Tanjung 24. Klara Payung
5. Nangka 15. Mangga 25. Rambut Peking
6. Soka Bangkok 16. Sukun 26. Lamfarm Rambat
7. Kembang Sepatu 17. Jambu biji 27. Tombak Raja
8. Bougenville 18. Jambu Mente 28. Puring
9. Cana 19. Angsana 29. Hereconta
10. Teh-tehan 20. Kol Banda

Selanjutnya penentuan pohon yang akan ditanam dan lokasi penanamannya akan ditentukan
kemudian oleh Direksi.

SYARAT-SYARAT KHUSUS
Sebelum pasangan baru dilaksanakan maka permukaan pasangan batu lama harus dibuat kasar
terlebih dahulu, dibersihkan dari noda, kotoran dan debu, disikat dan disiram/dibasahi dengan air
bersih sampai jernih.

2. Siaran dan plesteran pada pasangan batu lama


a. Pekerjaan siaran pada pasangan batu lama dilaksanakan setelah pasangan batu lama bersih
dari debu, lumpur dan kotoran lainnya dan sesudah itu cukup disiram/dibasahi dengan air
bersih.
b. Voeg lama harus dibongkar (dibetel) sampai batas spesi pasangan batu lama, kemudian
pekerjaan siar dilaksanakan.
c. Plesteran yang baru setebal 1 cm dilaksanakan setelah permukaan pasangan batu lama
bersih dari noda, kotoran dan permukaan cukup kasar (dibetel), kemudian dibasahi dengan
air bersih.

3. Pengecatan pintu-pintu air


a. Pintu air yang lama harus dibersihkan dari noda, kotoran, debu, lumpur dan pelumas serta
kotoran lainnya.
b. Seluruh bidang permuaan pengecatan harus diamplas dan bersih dari cat lama serta bebas
dari noda-noda lainnya.
c. Apabila bidang permukaan yang ada dicat ulang, masih terhalang dari noda-noda seperti oli,
karet, maka hal ini harus disikat terlebih dahulu dengan minyak pelarut khusus.
d. Pengecatan dilakukan dua kali, seperti seperti yang tercantum dalam spesifikasi teknik bab
pengecatan pekerjaan baja.

4. Pembongkaran dan pemasangan kembali pintu-pintu air


a. Pembongkaran pintu yang akan dipasang kembali harus dilaksanakan secara hati-hati
dengan membetel pasangan batu lama.
b. Pembongkaran, pengangkutan, penyimpanan dan pemasangan kembali harus dilaksanakan
secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan, perubahan bentuk/ukuran dari pintu yang
dibongkar.
c. Kerusakan yang timbul akibat pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa
yang bersangkutan.

Rantepao, Mei 2018

Diperiksa Oleh : Dibuat Oleh :


Kepala Bidang SDA Konsultan Perencana
Dinas PUPR CV. MAHAMELONA KONSULTAN
Kab. Toraja Utara

ttd
ALIAS PAREANG
DIREKTUR
FERI DAUD BIANG, ST
NIP. 19750224 200312 1 006