Anda di halaman 1dari 7

1

PETUNJUK PRAKTIKUM
COMPOUNDING DAN DISPENSING

PERTEMUAN KE-3, PRAKTIKUM KEDUA

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


2

PENGELOAAN BARANG DATANG

PENDAHULUAN

Mengulang materi sebelumnya, pengelolaan sediaan farmasi meliputi perencanaan, pengadaan,


penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, pencatatan, dan pelaporan. Materi kali ini akan
membahas penerimaan, penyimpanan, dan pencatatan. Berikut adalah uraian dari masing-masing sub
pokok bahasan:

1. PENERIMAAN

Penerimaan merupakan kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu,
waktu penyerahan dan harga yang tertera dalam kontrak atau surat pesanan dengan kondisi fisik yang
diterima. Semua dokumen terkait penerimaan barang harus tersimpan dengan baik. Yang perlu
diperhatikan, barang datang hendaknya sesuai dengan surat pesanan (SP), begitu juga faktur harus
sesuai dengan barang datang.

Jika surat pesanan berasal dari apotek, maka faktur berasal dari Pedagang Besar Farmasi (PBF).
Pada dasarnya, apotek (pembeli) dikenai PPN (Pajak Penambahan Nilai) sebesar 10%, sehingga harga
yang harus dibayar adalah harga netto ditambah PPN. Tiap-tiap PBF memiliki format faktur yang
berbeda-beda. Adanya perbedaan format itu mengharuskan fihak apotek berhati-hati dalam
menghitung harga netto PBF.

Note: yang dimaksud dengan harga netto yang berasal dari PBF adalah harga
yang sudah ditambah PPN

Berikut adalah beberapa contoh format faktur:

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


3

a. Contoh 1, harga belum termasuk PPN

Harga setelah
discount

Harga belum termasuk PPN

Jumlah yang harus dibayar,


sdh dikurangi disc, kmd
ditambah PPN

Harga netto apotek (HNA) dan harga jual apotek (HJA)

Bagaimanakah apotek menghitung harga jual?

Apotek menentukan besarnya margin keuntungan, misal 15%, maka HJA adalah harga pembelian
(sebagai HNA) x 1,15. Penetapan besaran margin bisa berbeda antara satu apotek dengan apotek lain,
sedangkan penetapan netto apotek, kebanyakan apotek menetapkan netto PBF + PPN (tanpa discount).
Sebagai ilustrasi adalah menghitung harga microlax 5 ml sebgaimana pada faktur 1, sbb:

Harga netto apotek (HNA) I tube microlax 5 ml = 16.000 + PPN 10% (1600) = 17.600

Harga jual apotek (HJA) 1 tube mirolax 5 ml dengan margin keuntungan 15% = 17.600 x 1,15 = 20.240

Barangkali akan timbul pertanyaan, kenapa HNA microlax tidak (16.000 x 97%) + PPN (10%)
= 15.520 + PPN (1552) = 17.072 ?

Untuk diketahui, discount ini merupakan tambahan keuntungan bagi apotek. Discount (potongan harga) bisa
berubah-ubah, bahkan terkadang tidak ada atau tergantung banyaknya pembelian ke PBF.

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


4

Misal, harga satuan suatu obat 20.000, margin keuntungan yang diinginkan 25%, maka harga jual dapat
dilihat cara perhitungannya sebagaimana pada tabel berikut:

Harga PBF Perhitungan Apotek


Harga satuan PPN (10%) HNA Margin keuntungan (15%) HJA
20.000 2.000 20.000 + 2.000 = 22.000 15% x 22.000 = 3.300 22.000+3.300 = 25.300
Atau
22.000 x 1,15= 25.300

b. Contoh 2.1, harga termasuk PPN (incl PPN)

Harga setelah
discount

Harga termasuk PPN

Jml yg
harus
dibayar
sdh termsk
PPN

DPP 10/11 X HARGA JUAL TOTAL PPN 10%

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


5

b. Contoh 2.2, harga termasuk PPN (incl PPN)

(ditulis ulang berdasar contoh dari PBF LJS)

Bandingkan contoh faktur 2.1 dan 2.2, mempunyai persamaan harga satuan adalah harga
termasuk PPN. Perbedaannya, pada contoh 2.1 pada kolom harga sudah tertulis harga incl PPN (harga
sudah termasuk PPN), sedangkan pada contoh 2.2 kolom harga (kolom 4) sudah termasuk PPN tetapi
tidak tertulis incl PPN. Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa harga pada kolom 4 sudah
termasuk PPN?, maka kita lihat berapa total harga yang harus dibayar. Total yang harus dibayar adalah
224.267, total harga ini setelah dipotong discount, bukan 224.267 + PPN 10% (22.426,7) = 246.694

Dari contoh-contoh faktur 1, faktur 2.1, dan faktur 2.2 dibawah ini disimulasikan cara
menghitung HJA jika ketentuan sbb: Apotek Enggal Senggang menetapkan margin keuntungan 15%
untuk semua golongan obat, discount menjadi hak apotek sehingga penetapan HNA adalah harga pokok
PBF (termasuk PPN) tanpa potongan. Pada buku daftar harga pembulatan dalam 1 rupiah.

No Nama Obat Satuan HNA HJA Keterangan


lht faktur 1, HNA =
1 Microlax 5 ML Tube 17600 20240
16000 x 1,1
lht faktur 1, HNA =
2 Dexamethasone tab 0,5 mg tabl 203 233 (36850 : 200) x 1,1 . Ibox berisi 200
tab

3 Vegeta herbal Sachet 2622 3015 lht faktur 2.1, HNA = 13110 : 5.
Harga dlm faktur sdh termasuk PPN

4 Simvastatin tab 10 mg tabl 513 590 lht faktur 2.2, HNA = 25650 : 50.
Harga dlm faktur sdh termasuk PPN

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


6

2. PENYIMPANAN

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan
obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang
dapat merusak mutu obat. Tujuan penyimpanan obat-obatan adalah untuk  memelihara mutu obat, 
menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab,  menjaga kelangsungan persediaan, dan 
memudahkan pencarian dan pengawasan. Adapun kegiatan penyimpanan meliputi  pengaturan tata
ruang,  penyusunan stock obat,  pencatatan stock obat,  pengamatan mutu obat

Metode penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, dan jenis
sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai disusun secara alfabetis dengan
menerapkan prinsip Fisrt Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO). Peyimpnan sediaan
farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang penampilan dan penamaan yang mirip (LASA,
Look Alike Sound Alike) tidak ditempatkan berdekatan dan harus diberi penandaan khusus untuk
mencegah terjadinya kesalahan pengambilan obat.

Dalam buku standar pelayanan kefarmasian di apotek disebutkan, rumah sakit perlu
mengembangkan kebijakan pengelolaan obat untuk meningkatkan keamanan, khususnya obat yang
perlu diwaspadai (high alert medication). High alert medication sering menyebabkan terjadi kesalahan
dan berisiko tinggi menyebabkan reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD). Kelompok obat high-alert
diantaranya:

1. Obat yang terlihat mirip dan kedengarannya mirip (nama obat rupa dan ucapan mirip/NORUM, atau
Look Alike Sound Alike / LASA). Obat High alert disimpan dalam lemari HAM, diberi stiker HIGH ALERT,
dan obat NORUM/LASA diberi stiker NORUM/LASA.

2. Elektrolit konsentrasi tinggi (misalnya kalium klorida 2 meq/ml atau yang lebih pekat, kalium fosfat,
natrium klorida lebih pekat dari 0,9% dan magnesium sulfat 50% atau lebih pekat.

3. Obat-obat sitostatika. Obat sitostatika disimpan terpisah dan diletakkan di wadah berwarna ungu dan
diberi stiker cytotoxic dan stiker high alert.

Berikut adalah simbol penyimpanan farmasi:

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………


7

Tabel dibawah ini diantara nama-nama obat yang terdengar sama (Sound A Like):

No Nama obat
AmoXIL vs AmoXICILLIN
ADOna vs ALUDOna
AmitripTYLIN vs AminoPHYLLIN
AsPAR vs AsPAR K
AtroVENT vs AluPent vs AtroPIN
AvaSTIN vs AvaXIM
ChlorPHENON vs ChlorPROMAZINE
CholesPAR vs CholesTAT
CombiFLEX vs CombiVENT
COBAzym vs CLOBAzam vs COTAzym
CPG CPZ
DiPRIvan DiFLUcan
DOPA min DOBUtamin
DramaMINE DramaSINE
DUSPAtalin DUPHASton DUVAdilan
EPHEDrin EPHINEPHrine
FolaMIL FolaVIT
HidraALAzine HidrOXYzine
GlipiZIDE GlYBURIde
VinBLAStine VinCRIStine

Kondisi penyimpanan khusus

1. Vaksin memerlukan Cold Chain khusus dan harus dilindungi dari kemungkinan putusnya aliran listrik.
Diperlukan tenaga khusus untuk memantau suhu

2. Narkotika dan bahan berbahaya harus disimpan dalam lemari khusus atau selalu terkunci

3. Bahan-bahan mudah terbakar seperti alcohol dan eter harus disimpan dalam ruangan khusus,
sebaiknya disimpan di bangunan khusus terpisah dari gudang induk.

3. PENCATATAN

Kegiatan administrasi pada pelayanan kefarmasian meliputi beberapa hal yaitu kartu stock obat, buku
pembelian, buku barang habis, buku penjualan, buku keuangan, buku pencatatan obat ED, dan lainnya
sesuai kebutuhan.

Tujuan praktikum:

1. Mahasiswa mampu melakukan pekerjaan secara teliti


2. Mahasiswa mampu melakukan penyimpanan obat sesuai dengan ketentuan yang berlaku
3. Mahasiswa mampu menentukan harga jual obat
4. Mahasiswa mampu melakukan dokumentasi/pencatatan barang datang, dan stock obat

………………………. Pengampu: Sri Haryanti …………………………………………………………………………………………………