Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN SELF ASSESSMENT KESIAPAN MENGHADAPI

BENCANA DENGAN MENGGUNAKAN HOSPITAL SAFETY INDEX

DARI WHO RS TIARA SELLA BENGKULU

RUMAH SAKIT TIARA SELLA


2018
BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana baik alam maupun ulah

manusia. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bencana ini adalah kondisi geografis,

iklim, geologis dan faktor – faktor lain seperti keragaman sosial budaya dan politik. Wilayah

Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Secara geografis merupakan Negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat

lempeng tektonik lapis bumi.

2. Terdapat 130 gunung api aktif

3. Terdapat lebih dari 5.000 sungai besar dan kecil

Rumah Sakit Tiara Sella adalah Rumah Sakit yang dapat menjadi tempat rujukan bagi korban

bencana masal yang terjadi di Bengkulu khususnya Kota Bengkulu. Sebagai tempat rujukan

maka diperlukan sebuah Pedoman Penanganan Bencana yang mengatur kerja dan koordinasi

Rumah Sakit untuk mengoptimalkan pelayanan. Secara umum Rumah Sakit Tiara Sella telah

memiliki tim medis yang siap menangani bencana, tetapi tim medis tidak akan dapat bekerja

optimal tanpa dukungan semua unsur di Rumah Sakit. Untuk mengatur kinerja dan koordinasi

semua unsur di Ruma Sakit diperlukan sebuah pedoman yang dipahami bersama. Manajemen

penanganan bencana di Rumah Sakit Tiara Sella dituangkan dalam buku pedoman yang

menjelaskan tentang Struktur Organisasi untuk penanganan bencana baik internal maupun

eksternal, alur respon bencana internal dan eksternal.

Uraian tugas masing – masing unit dan personal petugas, serta prosedur standar, data

pendukung dan formulir yang digunakan untuk kelengkapan data dan dokumentasi.
Pedoman ini menyediakan framework penanganan bencana internal maupun eksternal yang

kemungkinan bisa terjadi baik di internal Rumah Sakit maupun eksternal Rumah Sakit.

Penanganannya tergantung dari situasi yang ada.

II. TUJUAN

a. Sebagai Pedoman dalam menanggulangi bencana yang terjadi, baik dari dalam maupun

dari luar rumah sakit yang mengenai pegawai rumah sakit, pasien, pengunjung dan

masyarakat sekitar

b. Menentukan tanggung jawab dari masing – masing personel dan unit kerja pada saat

terjadinya bencana

c. Sebagai acuan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur dalam penanggulangan

kegawatdaruratan

d. Memberikan pertolongan medis yang optimal dengan waktu yang sesingkat mungkin di

rumah sakit

e. Menyelamatkan jiwa dan mencegah cacat

f. Menurunkan jumlah kesakitan dan kematian korban akibat bencana

g. Mencegah penyakit yang mungkin timbul serta mencegah penyebabnya pasca bencana

h. Menciptakan dan meningkatkan mekanisme kerja sektoral dan lintas program dengan

mengikutsertakan peran masyarakat dalam penanggulangan bencana / musibah masal

kegawat daruratan sehari - hari


Self Assessment Hospital Safety Index Safe Hospitals Checklist

Geographic location (mark with an X where applicable).

Safety Level
1.1 Lokasi Rumah Sakit Note: ranking indicates the level of
SAFETY, NOT risk.
Minta tim rumah sakit untuk menyediakan peta (s) NO YES
menunjukkan bahaya di lokasi gedung HAZARD LOW AVERAGE HIGH
1.1.1 Geological phenomena
Gempa bumi (gempa bumi)
Beri peringkat tingkat keamanan rumah sakit dalam hal analisis
geologi dan tanah. 
Letusan gunung berapi (Gunung Merapi)
Lihat peta bahaya untuk menilai tingkat keamanan rumah sakit
dalam hal kedekatannya dengan gunung berapi dan aktivitas gunung
berapi, aliran lava dan piroklastik, dan hujan abu. 
Tanah longsor (Tanah Longsor)
Lihat peta bahaya untuk menilai tingkat keamanan rumah sakit
dalam hal tanah longsor yang disebabkan oleh tanah yang tidak
stabil (di antara penyebab lainnya).

Tsunami (Tsunami)
Lihat peta bahaya untuk menilai tingkat keselamatan rumah sakit
dalam hal kejadian tsunami sebelumnya yang disebabkan oleh 
aktivitas gunung berapi atau seismik bawah laut.
.
Structural safety of the building
Safety Level
2.1 Safety History
LOW AVERAGE HIGH
1. Apakah ada kerusakan struktural sebelumnya ke rumah sakit sebagai akibat dari
fenomena alam?
Tentukan apakah laporan struktural menunjukkan bahwa tingkat keselamatan telah

dikompromikan. Jika tidak ada fenomena alam yang terjadi dalam 30 tahun
terakhir, jangan mengisi kotak apa pun - biarkan kosong.
Rendah = Kerusakan besar; Rata-rata = Kerusakan rata-rata / sedang; Tinggi =
Kerusakan kecil.
2. Apakah rumah sakit diperbaiki atau dibangun menggunakan standar keamanan
saat ini?
Verifikasi apakah bangunan itu diperbaiki, tanggal perbaikan, dan apakah


perbaikan dilakukan menggunakan standar saat ini untuk bangunan yang aman.
Rendah = Standar tidak diterapkan; Rata-rata = Standar diterapkan sebagian;
Tinggi = Standar sepenuhnya diterapkan
3. Apakah rumah sakit telah diadaptasi atau dirombak atau dimodifikasi,
mempengaruhi perilaku struktural bangunan?

Verifikasi apakah modifikasi dilakukan menggunakan standar saat ini untuk


bangunan yang aman. 
Rendah = Renovasi atau modifikasi besar telah dilakukan; Rata-rata = Modifikasi
rata-rata / sedang;
Tinggi = Perubahan kecil atau tidak perlu renovasi atau modifikasi
Non-structural safety
3.1 Critical systems Safety Level

Electrical system LOW AVERAGE HIGH

Generator memiliki kapasitas untuk memenuhi 100% permintaan.


Verifikasi bahwa generator mulai beroperasi dalam beberapa detik setelah rumah
sakit kehilangan daya, yang meliputi tuntutan listrik di unit gawat darurat, unit


perawatan intensif, unit disinfeksi dan sterilisasi, pembedahan, dll.
Low =0–30%; Average = 31–70%; High = 71–100%

• Kinerja generator diuji secara teratur di daerah-daerah kritis


Low = > 3 months; Average = 1–3 months; High = < 1 month. 
• Generator dilindungi dari potensi kerusakan akibat fenomena alam
Low = No; Average = Partially; High = Yes. 
III. HASIL EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
1. Lokasi Geografi
Fenomena geografi yang mungkin terjadi di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu
adalah
a. Gempa Bumi dengan safety Level average dengan kerusakan sedang.
b. Tsunami untuk di RS Tiara Sella jauh dari lokasi laut atau pantai dengan jarak 2
km, dengan ketinggian lahan sekitar 10-20 meter, dengan resiko kerentanan
bahaya tsunami rentan.(Jurnal Pemukiman Vol.10 No: nov 2015:92-105).
2. Safety History
a. Gempa yang menyebabkan Tsunami adalah :
- Gempa Bumi yang berpusat di tengah laut atau dangkal (0-30 km)
- gempa bumi dengan kekutan dengan sekurang-kurang nya 6,5 skala
Richter.
- Gempa Bumi Dengan pola sesar naik atau sesar turun.
b. Sejarah terjadi nya bencana di Rumah Sakit Tiara Sella diakibatkan oleh gempa
bumi dengan kekuatan diatas 6,5 SR tidak pernah terjadi sehingga level
keselamatan masuk kedalam kondisi nrendah atau minnor kerusakan.
3. Keselamatan Non struktural
Pada sistem kelistrikan bila terjadi pemadaman listrik di rs tiara sella sudah di dukung
oleh Generator dengan kapasitas 250 Kva (Kapasitas yang dibutuhkan listrik RS tiara
sella 147 Kva) sehingga kapasitas generator masih memenuhi kebutuhan Rumah Sakit
Tiara Sella.

IV. KESIMPULAN

Rumah Sakit Tiara Sella Mempunyai Kategori B Dalam Hospital Safety Index dari WHO.
Maka di perlukan langkah-langkah di beberapa titik seperti area rawat inap dan rawat jalan
karena tingkat keselamatan fasilitas kesehatan saat ini dapat berpotensi membahayakan
pasien dan staff selama dan setelah peristiwa bencana.

Bengkulu, 31 Juli 2018


Dibuat Oleh

Henki Yulianto Amd.Kep


Ketua Kewaspadaan Bencana dan Kondisi Darurat