Anda di halaman 1dari 14

Kerjaan-kerajaan Islam yang Pernah Ada di Indonesia

Perlak

Perlak (Peureula) adalah kerajaan Islam pertama yang berdiri di Sumatra. Kerajaan ini berdiri
pada pertengahan abad IX yang di bawa oleh raja pertama Alauddin Syah. Perlak sendiri,
pada masa itu merupakan kota paling terkenal dengan penyedia ladang paling berkembang
dengan baik. Terakhir kemundurannya adalah, saat memasuik abad ke IX.

Samudra Pasai

Samudra pasai meruapakan kerajaan Islam pertama yang berdiri pada abad ke XIII tepatnya
terletak di daerah pantai timur aceh.

Keberadaan kerajaan ini terbukti karena penemuan batu nisan yang bertuliskan Sultan Malik
as-Saleh pada tahun 1297 yang merupakan raja pertama di kerajaan Samudra pasai ini. Dalam
sejarahnya Sultan Malik di utus langsung oleh seorang Sultan Delhi dari India yang bernama
Ibnu Batutah.
Malaka

Malaka adalah kerajaan Islam kedua setelah kerajaan Samudra Pasai. Kegiatan pada masa itu
adalah bentuk pelayaran dan perdagangan yang sangat banyak di dukung oleh pedangan-
pedangan dari Arab dan India. Sehingga pengaruh Islam berkembang itu lewat ke dua negara
tersebut.

Pada masa periode kekuasaan Raja Iskandar Syah (1396-1414), Kerajaan Malaka terus
berkembang sebagai salah satu sentral kerajaan Islam terbesar yang disegani oleh kerajaan
lain.

Aceh Darussalam

Kejayaan kerajaan Samudra Pasai sebagai pusat penyebaran agama Islam pertama ini,
memberi ilham kepada Sultan Ibrahim atau Ali Mugayat Syah sebagai pendiri Kerajaan Aceh
Darussalam pada abad 1511 M.

Setelah Sultan Ali Mughayat wafat, tahta Kerajaan Aceh beralih pada putranya yang
kemudian mendapat bergelar Sultan Salahuddin. Sayangnya, selama masa pemerintahannya
keadaan pemerintahan dan rakyat kurang mendapat perhatian dari sang raja sehingga Aceh
Darussalam mengalami kemunduran drastis.
Demak

Nah sedangkan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa adalah Kerajaan Demak. Kerajaan
yang didirikan oleh Raden Patah pada abad 1478. Pada masa kejayaannya itu, ulama
memegang peranan penting dalam pemerintahan.

Contoh dengan diangkatnya Sunan Kalijaga dan Ki Wanalapa sebagai penasihat kerajaan.
Sehingga pada masa pemerintahan Sultan Trenggono kerajaan ini sempat mengalami masa
keemasan. Sampai ketika tahun 1527 armada Portugis ingin merebut tepatnya di Sunda
Kelapa.

Namun dengan gagah perkasa kerajaan Demak berhasil memukul mundur para armada
musuh. Sehingga pada saat itu juga pusat pemerintahannya dipindah dari Demak menuju
Pajang.

Pajang

Kerajaan Pajang dipimpin langsung oleh Jaka Tingkir yang merupakan menantu Sultan
Trenggono, Raja Demak. Jaka Tingkir mendapat gelar Sultan Adiwijaya. Setelah Sultan
Adiwijaya wafat, pemerintahan dilanjutkan raja Arya Pangiri. Dan dilanjut oleh Pangeran
Benowo.
Banten

Kerajaan Banten berdiri sebagai pusat perdagangan sekaligus tempat penyiaran agama Islam.
Kerajaan Banten juga berhasil merdeka dan melepaskan diri dari Kerajaan Demak. Sehingga
sampai mengalami kemajuan pesat pada masa kekuasaan Ki Ageng Tirtayasa.

Cirebon

Cirebon adalah sebuah kerajaan Kesultanan islam yang ternama di Jawa Barat. Kerajaan ini
sangat berkuasa pada abad ke 15 hingga abad ke 16 M. Letaknya tidak jauh di utara pulau
jawa. Perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat membuat kerajaan Cirebon menjadi
“jembatan” antara kebudayaan jawa dan Sunda.
Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam didirikan oleh Sutawijaya, masa pemerintahannya berdiri dari tahun
1575-1601 yang terus menaklukkan daerah-daerah pantai di sekitarnya. Namun sayangnya,
kesultanan Cirebon ini gugur dalam usahanya ketika ingin menyatukan kerajaan Mataram
Islam.

Gowa dan Tallo

Gowa dan Tallo adalah dua kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan. Hubungan dari ke dua
kerajaan ini sangat baik. dan saling berhubungan baik. Banyak dari orang-orang lebih
mengetahuinya sebagai Kerajaan Makassar, dan Makassar sendiri sebenarnya Ibu kota Gowa
yang juga disebut sebagai Ujungpandang.
Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia yang Pernah Ada

1.Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur di tepi Sungai Mahakam.Sumber sejarah


Kerajaan Kutai yaitu ditemukannya tujuh buah prasasti yang ditulis dengan huruf Pallawa
dan bahasa sansekerta.Yupa adalah tugu batu peringatan yang digunakan untuk menambatkan
hewan kurban.Sebenarnya yupa merupakan peninggalan budaya megalitikum bangsa
Indonesia yaitu menhir.
Dari isi prasasti, dapat diketahui bahwa raja pertama yang memerintah Kutai adalah Raja
Kudungga.Setelah Raja Kudungga wafat, tahta kerajaan diberikan secara turun
temurun.Pemerintahan Kerajaan Kutai digantikan oleh putranya yaitu Asmawarman sebagai
vamsakarta yaitu pembentuk keluarga (dinasti).
Kutai mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Mulawarman.Raja
Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana di Vparakeswara
(tempat untuk memuja Dewa Siwa), dan rakyatnya hidup tenteram dan sejahtera.Berdasarkan
hal tersebut, dapat diketahui bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang cukup
kaya.Kehidupan ekonomi rakyat Kutai berdasarkan pada pertanian dan peternakan.Di
samping itu juga perdagangan dengan memanfaatkan letaknya yang strategis berada di jalur
pelayaran Selat Makassar.

2.Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah Bogor, Jawa Barat.Mencapai kejayaan pada masa
pemerintahan Raja Purnawarman.Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara ada dua macam
yaitu berita dari Cina dan sumber prasasti.
1) Berita Cina dari Dinasti Tang menyebutkan adanya kerajaan yang bernama To-Lo-Mo yaitu
Tarumanegara yang beberapa kali mengirim utusan ke Cina.
2) Catatan Fa-Hien yang mengatakan ketika ia kembali dari India ke Cina melalui jalur laut
singgah di Bandar Tarumanegara.Pada bandar itu ia menemukan masyarakat yang telah
memeluk agama hindu.
3) Sumber prasasti yakni sebagai berikut.
a) Prasasti Ciaruteun yang bercap sepasang telapak kaki
b) Prasasti Kebon Kopi yang terdapat gambar dua telapak gajah.
c) Prasasti Tugu berisi tentang penggalian sebuah saluran sepanjang 6.112 tombak yang diberi
nama Gomati, yang dilakukan pada masa ke-22 pemerintahan Raja Purnawarman.Setelah
selesai diadakan selamatan diamana raja memberikan hadiah 1.000 ekor sapi kepada para
Brahmana.
d) Prasasti Lebak berisi memuji kebesaran Raja Purnawarman
e) Prasasti Jambu
f) Prasasti Pasir Awi
g) Prasasti Muara Cianten.

Kehidupan sosial masyarakat Tarumanegara sudah terjalin baik.Hal ini terbukti saat
penggalian saluran Gomati.Kehidupan ekonomi masyarakat meliputi
perdagangan,peternakan,pertanian, dan perdagangan.Penggalian sungai Gomati memiliki arti
penting bagi pertanian karena selain untuk mencegah banjir juga agar tidak merusak lahan
pertanian, serta untuk irigasi.

3.Kerajaan Holing (Kalingga)

Kerajaan Holing
Berita dari Cina menyebutkan letak holing yaitu berbatasan dengan laut di sebelah selatan,
Ta-Hen-La di sebelah utara, Po-Li di sebelah timur, dan To-Po-Teng di sebelah barat.Nama
lain Holing adalah Cho-Po (Jawa).Dapat disimpulkan bahwa letak Holing berada di Pantai
Utara Jawa Tengah.
Sumber sejarah Kerajaan Holing adalah berita Cina yaitu catatan I-Tsing yang mengatakan
bahwa seorang temannya bernama Hui-Ning dengan pembantunya yang bernama Yun-Ki
pergi ke Holing (664-665 M) untuk belajar agama Buddha.Ia juga menerjemahkan kitab
agama Buddha ke dalam bahasa Cina yang dibantu oleh pendeta dari Holing yang bernama
Janabadra.
Kerajaan Holing diperintah oleh seorang Ratu Sima yang keras tetapi adil dan
bijaksana.Menurut berita dari Cina, ia beberapa kali mengirim utusan ke Cina.Kerajaan
Holing merupakan kerajaan yang cukup makmur.
4.Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan

Sekitar tahun 760 M, di Jawa Timur berdiri Kerajaan Kanjuruhan.Rajanya bernama


Dewasingha yang berputra lima yang setelah menjadi raja bernama Gajahyana.Gajahyana
telah memerintahkan pembangunan candi untuk Sang Agastya yakni Candi Badut.
Kerajaan Kanjuruhan tidak mampu bertahan lama sebab ditaklukkan oleh Raka Watukura
dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.Setelah takluk, penguasanya dianggap sebagai
raja bawahan dengan gelar Rakai Kanjuruhan.

5.Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya
Pusat Kerajaan Sriwijaya terletak di Sungai Musi, Palembang.Sumber sejarah Kerajaan
Sriwijaya ada dua macam, yaitu sumber dari dalam negeri dan sumber dari luar
negeri.Berikut ini sumber prasasti dari dalam negeri.
1) Prasasti Kota Kapur tahun 686 M, berisi tentang usaha Kerajaan Sriwijaya untuk
menaklukkan Jawa yang tidak setia kepada Sriwijaya.
2) Prasasti Talang Tuo tahun 684 M menjelaskan tentang pembuatan taman Sri Ksetra atas
perintah Raja Dapunta Hyang.
3) Prasasti Kedukan Bukit tahun 683 M menyatakan bahwa Dapunta Hyang mengadakan
perjalanan suci dengan perahu.
4) Prasasti Telaga Batu menyatakan tentang kutukan bagi rakyat yang melakukan kejahatan
dan tidak taat pada perintah raja.
5) Prasasti Palas Pasemah menyatakan bahwa Sriwijaya menundukkan Lampung sejak akhir
abad VII.
6) Prasasti Karang Berahi tahun 686 M yang isinya menyatakan permintaan kepada dewa agar
menjaga Kerajaan Sriwijaya dan menghukum setiap orang yang bermaksud jahat.

Berikut ini merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri.
1) Prasasti Ligor tahun 775 M ditemukan di Semenanjung Malaya.
2) Prasasti Nalanda ditemukan di India tentang pemberian sebidang tanah dari Raja
Dewapaladewa kepada Sriwijaya yang datang ke Nalanda untuk mendalami agama Buddha
3) Berita Cina, yaitu catatan I-Tsing yang menyebutkan pada tahun 671 M ia singgah di
Sriwijaya dalam perjalanannya ke India dan berhasil menerjemahkan kitab-kitab agama
Buddha.

Sriwijaya mencapai kejayaan di bawah pemerintahan Balaputradewa.Pada masa


pemerintahan Balaputradewa, Sriwijaya memainkan beberapa peranan penting yakni sebagai
berikut.

1) Sebagai negara maritim


Sriwijaya merupakan negara yang mengutamakan pelayaran dan perdagangan.Letak Kerajaan
Sriwijaya sangat strategis dan dekat dengan selat Malaka yang merupakan penghubung
antara pedagang dari Cina dan pedagang dari India maupun Romawi.

2) Sebagai pusat agama Buddha


Berkembangnya agama Buddha di Sriwijaya disebabkan oleh hubungan baik Kerajaan
Sriwijaya dengan kerajaan di India.Pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa agama
Buddha dijadikan sebagai agama negara.
Wilayah Sriwijaya sangat luas yaitu sebagian besar Sumatra dan Bangka, Jawa Barat,
sebagian Tanjungpura (Kalimantan Barat Daya) dan Semenanjung Malaya.Sejak abad ke-11
pamor Sriwijaya mulai pudar.

6.Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah, muncul beberapa saat setelah Kerajaan
Holing.Ibu kota Kerajaan Mataram Kuno bernama Medang Kamulan (sekitar daerah
Kradenan Grobogan).Daerah Kerajaan ini dikenal dengan nama Bhumi Mataram.Dinasti
yang pernah berkuasa di Mataram Kuno adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti
Syailendra.Sumber sejarah Kerajaan Mataram Kuno antara lain yakni sebagai berikut.
1) Prasasti Canggal tahun 732 M, dibuat pada masa pemerintahan Raja Sanjaya berkaitan
dengan pendirian lingga, yaitu berarti mendirikan kerajaan.
2) Prasasti Balitung atau prasasti Mantyasih tahun 907 M dikeluarkan oleh Raja Balitung.Isinya
terdapat raja-raja Mataram Kuno dari Dinasti Sanjaya dan menyebutkan bahwa Sanjaya
adalah raja pertama yang memerintah Mataram Kuno.
3) Prasasti Kalasan tahun 776 M yang berisi Raja Panangkaran mendirikan bangunan suci umat
Buddha untuk Dewi Tara dan pendeta yang sekarang dikenal dengan nama Candi Kemalasan.
4) Prasasti Kelurak tahun 782 M berisi Dewa Indra mendirikan bangunan suci dan arca
manjusri yang sekarang dikenal dengan Candi Sewu.
5) Prasasti Karang Tengah tahun 824 M berisi Raja Samaratungga mendirikan bangunan suci di
Wenuawana (Candi Ngawen).Selain itu Pramodawardani membebaskan pajak tanah sekitar
bangunan suci untuk pemeliharaan Kamulan di Bumi Sambhara (Borobudur).

Pemerintah Mataram Kuno dipegang oleh dua dinasti yaitu Dinasti Sanjaya yang menganut
agama Hindu dan Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha.Kehidupan sosial
masyarakat Mataram Kuno dilandasi oleh kehidupan religius dan semangat gotong
royong.Alasannya dengan jumlah penduduk sedikit dapat membangun candi cukup
banyak.Kehidupan ekonomi Mataram Kuno bersumber pada pertanian.

7.Kerajaan Medang Kamulan

Kerajaan Medang Kamulan


Kerajaan Medang Kamulan terletak di daerah Jawa Timur (di Muara Sungai Brantas) dan
beribukota di Watan Mas.Didirikan oleh Mpu Sendok setelah memindahkan Kerajaan
Mataram Kuno ke Jawa Timur dan mendirikan Dinasti Isyana selama satu abad sejak tahun
929 M.
Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan antara lain Prasasti Kalkuta yang menyatakan
tentang silsilah keturunan raja Mpu Sendok sampai raja Airlangga.Selain itu ada berita dari
India yang menyatakan bahwa Sriwijaya menjalin hubungan dengan kerajaan – kerajaan di
India untuk membendung serangan dari Medang Kamulan pada masa pemerintahan raja
Darmawangsa.
Medang Kamulan mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Dharmawangsa.Ia
bercita-cita menguasai jalur perdagangan dan pelayaran nusantara yang waktu itu dikuasai
oleh Sriwijaya.Upaya itu diwujudkan dalam penyerbuan ke Sriwijaya dan Malaka tahun 991
M, namun mengalami kegagalan.Sebagai balasannya, pada tahun 1016 M Kerajaan Wora-
Wari (bawahan Sriwijaya) menyerang Medang Kamulan.Akibatnya Medang Kamulan
mengalami pralaya (kehancuran).
Kehidupan ekonomi Kerajaan Medang Kamulan mengarah pada perdagangan dan
pelayaran.Sungai Brantas dan Bengawan Solo menjadi jalur perdagangan.Corak
perekonomian berubah dari pertanian ke perdagangan Nusantara.Untuk menghindari perang
saudara.Kerajaan Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu Kerajaan Jenggala dengan
ibukota Kahuripan dan Kerajaan Panjalu (Kediri) dengan ibukota Daha.Pembagian dilakukan
oleh Mpu Barada dan sebagai batasnya adalah Sungai Brantas.
8.Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri
Sumber sejarah Kerajaan Kediri antara lain yaitu Prasasti Ngantang yang berisi Raja
Jayabaya memberikan hadiah sebidang tanah yang terbebas dari pajak kepada rakyat Desa
Ngantang.Adapun raja-raja yang memerintah Kerajaan Kediri yakni sebagai berikut.
1) Samarawijaya
2) Sri Bameswara
3) Jayabaya, pada masa ini Kerajaan Kediri mencapai kejayaan terutama dalam bidang sastra,
yaitu ditulisnya Kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya.Ia juga dikenal sebagai ahli nujum
dengan karangannya yang terkenal yaitu Jangka Jayabaya yaitu tentang ramalan keadaan
Pulau Jawa di masa depan.
4) Kameswara, pada masa ini ditulis kitab Wretasancaya, Smaradahana, dan Lubdaka.
5) Sarweswara.
6) Aryeswara
7) Kertajaya, merupakan raja terakhir Kediri akibat serangan Ken Arok pada pertempuran di
Desa Ganter pada tahun 1222 M.

9.Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari berdiri pada tahun 1222 M di sekitar Mojokerto, Jawa Timur.Kerajaan
Singasari berdiri diawali keberhasilan Ken Arok membunuh Akuwu Tunggul Ametung di
Tumapel.Ken Arok makin kuat setelah ia mampu mengalahkan Kertajaya di Desa
Ganter.Kemudian ia mendirikan dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindrawangsa dan
mendirikan Kerajaan Singasari.Berikut ini sumber sejarah Kerajaan Singasari
1) Kitab Pararaton, menguraikan tentang sejarah kehidupan Ken Arok.
2) Kitab Negarakertagama, yang memuat silsilah raja-raja Majapahit yang berhubungan erat
dengan raja-raja Singasari.
3) Bangunan candi yang menjadi makam-makam raja Singasari seperti Candi Kidal, Candi
Jago, Candi Singasari, dan Candi Jawi.
4) Berita Cina, yang menyatakan bahwa Kaisar Kubilai Khan mengirim pasukan untuk
menaklukkan Singasari.
5) Arca seperti patung Amogapasa dan Joko Dolok yang merupakan perwujudan dari
Kertanegara.

Berikut ini merupakan raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Singasari


1) Ken Arok (1222-1227 M), ia merupakan pendiri Singasari yang juga dinasti
Girindrawangsa.Pemerintahannya, Ken Arok mengembangkan wilayah Singasari hingga
seluruh Jawa Timur.
2) Anusapati (1227 – 1248 M), kekuasaannya diperoleh setelah membunuh ayah tirinya, Ken
Arok.Kekuasaannya tidak lama karena dibunuh oleh Tohjaya.Ia didarmakan di Candi Kidal.
3) Tohjaya ( 1248 M), pada masa pemerintahan Tohjaya terjadi pemberontakan yang dilakukan
oleh Ranggawuni dan Mahesa Cempaka.
4) Wisnuwardhana (1268 – 1292 M), setelah berhasil menggulingkan Tohjaya, Ranggawuni
berhasil naik tahta dengan gelar Wisnuwardana.Ia mengangkat Mahesa Cempaka menjadi
ratu Angabhaya dan bergelar Narasinghamurti.Pada masa pemerintahannya terjadi
pemberontakan mahibit yang dilakukan oleh Linggapati karena tidak puas dengan adanya
penyatuan Kerajaan Sriwijaya dan Kediri.Hal itu terjadi karena adanya perkawinan antara
Wisnuwardana (Singasari) dengan Waning Hyun (Kediri).Setelah wafat, Wisnuwardana
didarmakan di Candi Jago.
5) Kertanegara (1250 M)
Pada masa pemerintahannya, Singasari mengalami masa kejayaan.Kubilai Khan mengirim
utusan kepada Kertanegara agar tunduk kepada Mongol yaitu tahun 1280, 1281, dan 1289,
namun Kertanegara tidak mau tunduk, bahkan mengirim kembali utusan Kubilai Khan
(Meng-Chi) setelah dipotong telinganya.Tindakan itu membuat Kubilai Khan marah dan
menyiapkan pasukan untuk menyerang Singasari.Namun ketika Kubilai Khan datang ke
Jawa, Kertanegara sudah gugur karena serangan Jayakatwang pada tahun 1292 M.Setelah
wafat Kertanegara dimakamkan di dua tempat yaitu Candi Singasari dan Candi
Jawi.Wafatnya Kertanegara mengakhiri Singasari.

10.Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293 M.Berdirinya Majapahit tidak terlepas dari
peristiwa runtuhnya Singasari.Tokoh yang merintis berdirinya Majapahit adalah Raden
Wijaya.Saat Singasari mengalami keruntuhan karena diserang Jayakatwang, Raden Wijaya
berhasil meloloskan diri.Atas anjuran Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada
Jayakatwang.Setelah menyerahkan diri Raden Wijaya diperbolehkan membuka hutan tarik
yang akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya Kerajaan Majapahit.Sumber sejarah Kerajaan
Majapahit antara lain yaitu sebagai berikut.
1) Prasasti Butak yang mengisahkan peristiwa runtuhnya Singasari dan perjuangan Raden
Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit.
2) Kitab Pararaton yang menceritakan keadaan Majapahit terutama masa pemerintahannya
Hayam Wuruk.
3) Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular.

Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Majapahit.


1) Raden Wijaya (1293 – 1309)
Raden Wijaya naik tahta pada tahun 1292 M dengan gelar Kertarajasa Jayawardana.Untuk
memperkuat kedudukannya, Raden Wijaya memperistri keempat putri Kertanegara dan
menegaskan bahwa tahta Kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan Kerajaan Singasari.
Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan Ronggolawe pada tahun 1295 dan
pemerontakan Sora pada tahun 1300 M.Kedua pemberontakan tersebut dapat
dipadamkan.Raden Wijaya wafat dan dimakamkan di Antahpura dan Candi Simping.
2) Kala Gemet bergelar Sri Jayanegara (1309 – 1328).
Pada masa pemerintahannya terjadi beberapa pemberontakan yaitu pemberontakan Juru
Demung (1313), Gajah Biru (1314), Nambi (1316), dan Kuti (1319).Kuti merupakan
pemberontakan yang paling berbahaya karena berhasil menduduki ibukota dan istana
Majapahit.
Dalam kemelut tersebut tampil Gajah Mada (seorang bekel Bayangkari) untuk memadamkan
pemberontakan Kuti.Tahun 1329 Jayanegara dibunuh oleh tabibnya sendiri yaitu Tanca, dan
kemudian dimakamkan di Candi Sanggapura, Kapopongan.
3) Tribuanatunggadewi (1328 – 1350)
Terjadi pemberontakan sadeng dan kerta, namun berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.Atas
jasanya, Patih Amangkubumi Arya Tadah mengusulkan kepada ratu agar Gajah Mada
diangkat menjadi patuh menggantikan dirinya.Pada saat dilantik, Gajah Mada mengucap
sumpah Palapa.
4) Hayam Wuruk (1350 – 1389)
Hayam Wuruk dan Gajah Mada merupakan dwitunggal yang membawa Kerajaan Majapahit
menuju puncak keemasan Kerajaan.Persatuan Nusantara hampir dapat diwujudkan, namun
sempat ternodai dengan adanya Peristiwa Bubat pada tahun 1357.Menurut Negarakertagama,
kekuasaan Kerajaan Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa,
Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan beberapa daratan di Asia Tenggara.Hayam Wuruk
menerapkan politik yang berwawasan cakrawala mandala yang artinya perluasan wilayah
Kerajaan Majapahit.Kerajaan Majapahit mempunyai sistem ketatanegaraan yang teratur.
Kemunduran Kerajaan Majapahit ditandai dengan wafatnya Gajah Mada pada tahun
1364.Majapahit makin suram dan kerajaan kembali diisi kemelut politik berupa perang
saudara dan pemberontakan.
5) Wikramawardhana (1389 – 1429)
Wikramawardhana adalah suami dari Kusumawardhani (putri Hayam Wuruk).Kekuasaannya
mendapat perlawanan dari Bhre Wirabumi karena ia hanya seorang menantu, maka terjadi
perang Paregreg pada tahun (1401 – 1406)
Kehidupan di Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan agraris maritim.Agraris karena
terletak di dekat aliran sungai dan pertanian yang sangat pesat, sedang maritim tampak dari
angkatan lautnya.
TUGAS IPS
Semester Genap
Kerajaan Yang Bercorak Hindu Dan Islam Di Indonesia

Nama kelompok :
1. Mutia fadhillah herman
2. Desi indah anggraini
3. Alfian nur annafi
4. Fariza al zaky

Kelas : VII D

SMP Negeri 3 Tebo


Tahun Ajaran 2018/2019