Anda di halaman 1dari 3

MANAJEMEN OPERASI

PT. Sandang Prima adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri garmen yang telah berdiri sejak tahun 1978. Perusahaan ini dimiliki oleh keluarga Kapoor, yang memang terkenal sebagai pengusaha di bidang garmen dan textile yang terkemuka di Indonesia. Di tengah gejolak industri garmen yang semakin runcing, PT. Sandang Prima patut berbangga hati karena merupakan salah satu perusahaan garmen nasional yang mampu bertahan di tengah badai krisis yang melanda dunia. Salah satu jenis produk PT. Sandang Prima adalah t-shirt dan celana santai dengan merek “Classic” untuk pelajar dan mahasiswa. Desain, warna dan bahan selalu dipilih yang paling sesuai dengan segmen yang dituju dan selalu mengikuti perkembangan mode. Selain produk baju santai, PT. Sandang Prima juga memproduksi pakaian resmi untuk pekerja kantoran, baik pria maupun wanita dengan tetap mengutamakan kenyaman bahan dan corak yang sesuai. Produksi yang ditujukan untuk beberapa kelompok pembeli/segmen pasar tersebut, menyebabkan PT. Sandang Prima memiliki jenis bahan baku yang berbeda-beda. Setidaknya terdapat tiga bahan baku utama , yaitu bahan baku A, bahan baku B, dan bahan baku C yang diperlukan PT. Sandang Prima untuk melakukan produksi. Agar dapat melakukan pekerjaan dengan lebih efektif, PT. Sandang Prima memutuskan untuk menggunakan sistem EOQ dalam pengadaan bahan bakunya. Sistem ini diharapkan mampu menghemat sebanyak 25% dari biaya persediaan yang selama ini dikeluarkan PT. Sandang Prima. Adapun data biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan kebutuhan bahan selama satu tahun untuk bahan baku yang digunakan adalah:

- Biaya pemesanan Rp. 500.000 / pesan

- Biaya penyimpanan Rp. 10.000 / roll

- Kebutuhan bahan baku A = 100.000 roll per tahun

- Kebutuhan bahan baku B = 80.000 roll per tahun

- Kebutuhan bahan baku C = 50.000 roll per tahun

Pada pertengahan tahun 2018, PT. Sandang Prima berencana untuk memperluas daerah pemasaran meliputi wilayah Indonesia bagian timur yang diharapkan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan. Pihak manajemen memiliki 3 alternatif kota yang dapat dijadikan pabrik baru, yaitu kota A, kota B, dan kota C. Gudang ini berfungsi untuk menerima barang dari pusat dan selanjutnya memasarkan barang-barang tersebut ke seluruh kota pemasaran di wilayah Indonesia timur. Apabila gudang ditempatkan di kota A, maka biaya tetap per bulan yang akan ditanggung perusahaan saat gudang telah beroperasi adalah sebesar Rp 20.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp1.200 per unit. Untuk kota B, biaya tetap per bulan adalah sebesar Rp30.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp. 1.000 per unit, dan untuk kota C biaya tetap per bulan adalah Rp26.000.000

dan biaya variabel sebesar Rp1.100 per unit. Perusahaan menetapkan unit yang akan diproduksi adalah sebanyak 1.000 unit per bulan.

PERTANYAAN:

1. Tentukan persediaan optimal masing-masing bahan baku dengan menggunakan metode EOQ!

2. Tentukan lokasi gudang mana yang sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan biaya tetap dan biaya variabel di tiap-tiap lokasi!

JAWABAN

1. Jumlah pembelian paling optimal dengan metode EOQ untuk masing-masing jenis bahan baku adalah :

Rumus EOQ :

Q =2

Q

= Jumlah Optimal untuk setiap kali pemesanan

P

= Biaya Pemesanan setiap kali pesan

R

= Kebutuhan Barang selama satu tahun

C

= Biaya Penyimpanan Per Unit

Bahan Baku A

- Biaya Pemesanan (P)

- Biaya Penyimpanan (C)

- Kebutuhan (R)

Bahan Baku B

- Biaya Pemesanan (P)

- Biaya Penyimpanan (C)

- Kebutuhan (R)

Bahan Baku C

- Biaya Pemesanan (P)

- Biaya Penyimpanan (C)

- Kebutuhan (R

: Rp. 500.000,- / Pemesanan

: Rp.

: 100.000 Roll per tahun

10.000,- / Unit

: Rp. 500.000,- / Pemesanan

: Rp.

: 80.000 Roll per tahun

10.000,- / Unit

: Rp. 500.000,- / Pemesanan

: Rp.

: 50.000 Roll per tahun

10.000,- / Unit

Bahan

 

R ( Roll ) Selama 1 Tahun

   

Baku

P (Rp)

C ( Rp)

Q

Q (Unit)

 

A 500,000

100.000

10.000

2 (500.0000)(100.000)

3.162,278

10.000

 

B 500,000

80.000

10.000

2 (500.000)(80.000)

2.828,727

10.000

     

10.000

 

C 500,000

50.000

 

2 (500.000)(50.000)

2.236,068

10.000

Jadi,

Untuk bahan baku A, pembelian optimal adalah 3.162,278 Roll

Untuk bahan baku B, pembelian optimal adalah 2.828,727 Roll

Untuk bahan baku C, pembelian optimal adalah 2.236,068 Roll

2. Pemilihan Lokasi Gudang dengan mempertimbangkan biaya tetap dan dan biaya variabel

Lokasi

Biaya Tetap / Bulan (Rp.)

Biaya Variabel / Unit (Rp.)

 

A 20.000.000

1.200

 

B 30.000.000

1.000

 

C 26.000.000

1.100

Tingkat produksi yang akan diproduksi adalah sebanyak 1.000 unit

Berdasarkan data diatas maka :

Biaya Total Per Lokasi = Biaya Tetap + ( biaya Variabel x Unit yang akan diproduksi)

Lokasi A = 20.000.000,- + ( 1.200 x 1.000 ) = 20.000.000 + 1.200.000 = Rp. 21.200.000,-

Lokasi B = 30.000.000,- + ( 1.000 x 1.000 ) = 30.000.000 + 1.000.000 = Rp. 31.000.000,-

Lokasi C = 26.000.000,- + ( 1.100 x 1.000 ) = 26.000.000 + 1.100.000 = Rp. 27.100.000,-

Berdasarkan perhitungan diatas maka yang dipilih adalah kota A karena Biaya Total lebih rendah disbanding dua lokasi lainnya.