Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu kemampuan yang harus


dikembangkan dan dibina selama proses pendewasaan anak guna terciptanya
kesiapan anak untuk menghadapi pendidikan lanjut. Tanpa adanya pembinaan
yang baik, dapat memungkinkan bagi individu tersebut untuk berperilaku
dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Kurangnya
kecerdasan interpersonal merupakan salah satu akar penyebab tingkah laku
yang tidak diterima secara sosial. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal
rendah cenderung tidak peka, tidak peduli, egois dan menyinggung perasaan
orang lain. Hal tersebut apabila dibiarkan terus menerus tanpa adanya kendali
tidak menutup kemungkinan mengakibatkan adanya masalah yang akan terus
berlanjut dan bahkan bertambah buruk. Hartati (2009: 40)

Kecerdasan interpersonal terkait dengan kemampuan untuk melihat


sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kemampuan ini menuntut seseorang
untuk memahami, bekerjasama, dan berkomunikasi, serta memelihara
hubungan baik dengan orang lain. Anak-anak yang memiliki kemampuan ini
biasanya pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Ditempat bermain,
mereka dikenal sebagai anak-anak yang menyenangkan dan cinta damai.

Kecerdasan interpersonal memiliki peranan yang penting bagi


kehidupan. Seperti halnya dengan kecerdasan lainnya, kecerdasan interpersonal
perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk dapat
berkembang. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan dalam memahami
kebutuhan atau kesulitan orang lain, dan empati menjadi salah satu ciri bagi
anak yang memiliki kecerdasan interpersonal yang tinggi. Kecerdasan
interpersonal, dikenal juga dengan kecerdasan sosial, seperti kecerdasan –

1
kecerdasan lainnya harus dikembangkan melalui pembinaan dan pengajaran.
May Lwiinetal dalam Nursyania (2011:2).

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Kecerdasan Interpersonal?

2. Seperti apakah karakteristik Kecerdasan Interpersonal?

3. Apa saja dimensi Kecerdasan Interpersonal?

4. Bagaimana teknik mengembangkan Kecerdasan Interpersonal?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Kecrdasan Interpersonal

2. Untek mengetahui karakteristik Kecerdasan Interpersonal

3. Untuk mengetahui Dimensi Kecerdasan Interpersonal

4. Untuk mengetahui teknik mengembangkan Kecerdasan Interpersonal

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kecerdasan Interpersonal

Gardner (Agus Efendi, 2005: 81), kecerdasan adalah suatu kemampuan


untuk memecahkan dan kemampuan untuk menghasilkan produk yang
memiliki nilai budaya. Berdasarkan konsep ini Gardner menemukan bahwa
kecerdasan manusia tidak tunggal tapi ganda bahkan tak terbatas. Gardner
menemukan 8 kecerdasan yang dimiliki manusia, yang disebutnya dengan
kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Kedelapan kecerdasan tersebut
adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan spasial,
kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan naturalis, kecerdasan
intrapersonal, dan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah
kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain (Amstrong,
2002: 4). Kecerdasan ini menuntut kemampuan untuk menyerap dan tanggap
terhadap suasana hati, perangai, niat, dan hasrat orang lain.
Pada intinya, Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk
mengamati dan mengerti maksud motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada
ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan
respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk
masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan,
sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok.
Kecerdasan interpersonal juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu
yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul
sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan
interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap
perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi

3
dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di
sekelilingnya.
Kecerdasan interpersonal ini juga sering disebut sebagai kecerdasan
sosial, selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman,
juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani
perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan
sebagainya.Kecerdasan interpersonal akan menunjukkan kemampuan anak
dalam berhubungan dengan orang lain.
Berikut ini beberapa pengertian kecerdasan interpersonal menutur
beberapa ahli:
1. Menurut Lwin (2008)
Menurut Lwin, kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan dalam
memahami serta memperkirakan perasaan, suasana hati, serta keinginan orang
lain di sekitar dan dapat merespon nya dengan layak.
2. Menurut Prasetyo dan Andriani (2009)
Kecerdasan interpersonal merupakan kapasitas seseorang untuk
memahami maksud, keinginan serta motivasi dari orang lain.
3. Menurut Safaria (2005)
Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan serta ketrampilan
seseorang untuk menciptakan hubungan sosial sehingga kedua belah pihak
yang berada didalam situasi benar-benar saling menguntungkan satu sama
lainnya.

Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk memahami dan


bekerjasama dengan orang lain, kemampuan untuk mengamati dan mengerti
maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan
gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif
dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri
orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan

4
umumnya dapat memimpin kelompok. Contoh orang yang mempunyai
kecerdasan interpersonal adalah direktur dan pimpinan sebuah perusahaan.
Dari beberapa pengertian di atas, maka kecerdasan interpersonal adalah
kemampuan untuk memahami maksud dan perasaan orang lain sehingga
tercipta hubungan yang harmonis dengan orang lain. Kecerdasan interpersonal
penting dalam kehidupan manusia karena pada dasarnya manusia tidak bisa
menyendiri. Banyak kegiatan dalam hidup manusia terkait dengan orang lain,
begitu juga seorang anak yang membutuhkan dukungan orang-orang
disekitarnya. Keterampilan sosial anak terjalin melalui hubungan dengan teman
sebayanya.

B. Karakteristik Kecerdasan Interpersonal

Karakteristik orang yang memiliki kecerdasan interpersonal menurut


Muhammad Yaumi (2012: 147) adalah:

1) Belajar dengan sangat baik ketika berada dalam situasi yang membangun
interaksi antara satu dengan yang lainnya.

2) Semakin banyak berhubungan dengan orang lain, semakin merasa bahagia.

3) Sangat produktif dan berkembang dengan pesat ketika belajar secara


kooperatif dan kolaboratif.

4) Ketika menggunakan interaksi jejaring sosial, sangat senang dilakukan


dengan chatting atau teleconference.

5) Merasa senang berpartisipasi dalam organisasi-organisasi sosial


keagamaan dan politik.

6) Sangat senang mengikuti acara talk show di tv dan radio.

7) Ketika bermain atau berolahraga, sangat pandai bermain secara tim


(double atau kelompok) daripada bermain sendirian (single).

5
8) Selalu merasa bosan dan tidak bergairah ketika bekerja sendiri.

9) Selalu melibatkan diri dalam club-club dan berbagai aktivitas


ekstrakurikuler.

10) Sangat peduli dan penuh perhatian pada masalah-masalah dan isu-isu
sosial.

Secara umum, kecerdasan interpersonal dapat diamati dari perilaku


seseorang. Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang kuat cenderung
mampu berdaptasi dengan lingkungan, senang bersamasama dengan orang lain,
dan mampu menghargai orang lain serta memiliki banyak teman.

Safaria (2005: 25), juga menyebutkan karakteristik anak yang memiliki


kecerdasan interpersonal tinggi, yaitu :

1) Mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara efektif.

2) Mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara
total.

3) Mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak


musnah diamakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intim/
mendalam/ penuh makna.

4) Mampu menyadari komunikasi verbal maupun nonverbal yang


dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitif terhadap perubahan
situasi sosial dan tuntutan-tuntutannya.

5) Mampu memecahkan masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan


pendekatan win-win solution, serta yang paling penting adalah mencegah
munculnya masalah dalam relasi sosialnya.

6
6) Memiliki kemampuan komunikasi yang mencakup
keterampilanmendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara
efektif.

Dari beberapa pendapat diatas dapat diuraikan bahwa anak yang memiliki
kecerdasan interpersonal tinggi mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1) Dapat membangun dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan


orang lain. Anak dapat menempatkan dirinya dalam situasi apapun dengan
baik dalam hubungannya dengan orang lain sehingga membuat orang lain
merasa nyaman berada didekatnya.

2) Mampu menjaga dan mempertahankan persahabatan dengan rekan/teman,


dan menjauhi permusuhan. Anak dengan kecerdasan interpersonal tinggi
akan memiliki banyak teman, karena ia dapat menjaga hubungan
pertemanannya dengan baik.

3) Mampu berempati dengan orang lain, maksudnya adalah anak mampu


memahami dan mengerti perasaan orang lain. Anak akan ikut merasakan
ketika orang lain merasa sedih ataupun senang.

4) Memahami norma-norma sosial yang berlaku sehingga anak mampu


beradaptasi dan berperilaku santun dengan lingkungannya, baik
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

5) Mampu mencari solusi yang baik atas permasalahan yang terjadi.

6) Memiliki kemauan tinggi untuk berbagi dan membantu orang lain.

7) Menyukai kegiatan-kegiatan yang melibatkan aktivitas kelompok.

8) Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan orang lain.

7
C. Dimensi Kecerdasan Interpersonal

Anderson dalam Safaria (2005: 24) menyatakan bahwa kecerdasan


interpersonal mempunyai tiga dimensi utama yaitu social sensitivity, social
insight, dan social communication. Ketiga dimensi ini merupakan satu kesatuan
utuh dan ketiganya saling mengisi satu sama lain.

1) Social Sensitivity atau sensivitas sosial, adalah kemampuan anak untuk


mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain
yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun non verbal. Sosial
sensitivity ini meliputi sikap empati dan sikap prososial. Empati merupakan
kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain. Sedangkan
sikap prososial adalah sebuah tindakan moral yang harus dilakukan secara
kultural seperti berbagi, membantu seseorang yang membutuhkan,
bekerjasama dengan orang lain, dan mengungkapkan simpati.

2) Social Insight, merupakan kemampuan dalam memahami dan mencari


pemecahan masalah yang efektif dalam suatu interaksi sosial. Social insight
meliputi pemahaman situasi dan etika sosial, keterampilan pemecahan
masalah dan kesadaran diri yang merupakan pondasi dasar dari social
insight.

3) Social Communication atau penguasaan keterampilan komunikasi sosial


merupakan kemampuan individu untuk menggunakan proses komunikasi
dalam menjalin dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Inti
dari social communication adalah komunikasi yang efektif dan
mendengarkan secara efektif.

8
Terkait dengan ketiga dimensi kecerdasan interpersonal di atas, berikut ini
keterampilan-keterampilan dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal:

1) Mengembangkan sikap empati

2) Mengembangkan sikap prososial

3) Mengembangkan kesadaran diri anak

4) Mengajarkan pemahaman situasi sosial dan etika sosial

5) Mengajarkan pemecahan masalah efektif pada anak

6) Mengajarkan berkomunikasi dengan santun pada anak

7) Mengajarkan cara mendengarkan efektif

D. Teknik Pengembangan Bakat Interpersonal


Adapun teknik dan cara-cara yang dapat digunakan dalam
mengembangkan bakat interpersonal pada peserta didik yaitu :
1. Mengembangkan kesadaran diri.
Kesadaran diri merupakan proses mengenali motivasi, pilihan, dan
kepribadian kita lalu menyadari pengaruh faktor-faktor tersebut atas
penilaian, keputusan dan interaksi kita dengan oranglain. Anak yang
memiliki kecerdasan yang tinggi akan lebih mampu mengenali perubahan
emosi-emosinya, sehingga anak akan lebih mampu mengendalikan emosi
tersebut dengan terlebih dahulu mampu menyadarinya. Anak yang
memiliki kesadaran diri tinggi maka akan lebih mudah memahami diri
dalam relasi atau hubungan dengan orang lain, sehingga ia akan dapat
menyusun tujuan hidup dan karier, membangun relasi dengan orang lain,
memahami nilai-nilai keberagaman, dan dapat bergaul dengan orang lain
secara efektif.

9
2. Melatih anak untuk dapat berkomunikasi di depan umum secara efektif.
Anak diberi kesempatan untuk belajar maupun berlatih berbicara dengan
orang lain secara rutin dan spontan. Berlatih berbicara dapat di lakukan
dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan yang mudah namun
memerlukan jawaban yang panjang dan kompleks, berlatih bernyanyi, dan
membiasakan membaca untuk menambah kosakata. Melatih anak berbicara
dapat dimulai dengan berlatih di depan orang tua, keluarga, atau orang
terdekat.

3. Menumbuhkan serta mengembangkan karakter-karakter positif dalam


menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Anak selalu diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.
Penanaman nilai karakter berguna bagi pengembangan kepribadian positif
pada anak. Nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui motivasi dan
nasihat-nasihat. Pengembangan nilai-nilai karakter ditanamkan di manapun
anak berada baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Adapun nilai-nilai
karakter yang dapat ditanamkan pada anak yaitu membiasakan anak
memberi salam ketika hendak berpergian dan berkunjung ke suatu tempat,
berdo’a ketika akan memulai suatu pekerjaan atau aktivitas, bersikap sopan
dan santun, ramah kepada orang lain, menghormati orang yang lebih tua,
menghargai orang lain, menjaga kebersihan, membiasakan sikap jujur,
toleransi, menolong orang yang membutuhkan pertolongan, menanamkan
sikap simpat dan empati terhadap orang lain.

4. Belajar untuk dapat bekerja sama dengan orang lain.


Anak diajak untuk belajar maupun bekerjasama dengan orang lain. Dengan
begitu, anak akan belajar memposisikan dirinya di berbagai kalangan,
belajar memahami setiap watak dan karakter berbagai orang, tentunya akan
membantu anak dalam mendapatkan banyak pengalaman.

10
5. Mengikutsertakan anak dalam berbagai kegiatan sosial.
Latihlah interaksi anak melaui kegiatan-kegiatan yang akan meningkatkan
rasa percaya diri seperti perlombaan, ....... Saat mengikuti kegiatan-kegiatan
tersebut usahakan datang lebih awal agar anak mampu mengenal dan
beradaptasi dengan lingkungan, serta bersosialisasi dengan teman barunya.
Jika anak dibiarkan datang terlambat atau terburu-buru maka anak akan
gugup ketika berhadapan dengan lingkungannya yang akan berdampak
anak akan takut untuk tampil.

6. Mengambil peran kepemimpinan dalam kelompok.


Melatih anak dalam memposisikan dirinya sebagai pemimpin/ketua dalam
suatu kelompok. Dengan begitu anak akan belajar melatih mental,
mempimpin dan bertanggung jawab penuh dalam kelompoknya. Jika anak
sudah mampu dalam mengelola atau mengkoordinir suatu kelompok, maka
ia akan terbiasa dan lebih mudah dalam mengkoordinir dirinya sendiri.

7. Menghargai segala kemampuan yang dimiliki anak dan tidak memberikan


penilaian buruk pada kekurangan yang dimiliki anak.
Hal yang paling penting dalam mendidik anak adalah hargai usaha yang
dilakukannya. Dengan begitu anak akan terus bersemangat dalam
melakukan rutinitasnya. Sedikit pujian begitu berarti untuk anak sehingga
akan menjadi motivasi untuk terus berusaha dan menjadi lebih baik. Hindari
segala sesuatu yang akan membuatnya menjadi putus asa, jangan
mengucapkan kalimat-kalimat yang buruk kepada dirinya, jangan
mengumpat atau mengjudge keburukan pada diri anak. Sekalipun dengan
tidak sengaja mengucapkannya, maka hal tersebut akan melekat pada benak
anak tentang penilaian buruk pada dirinya. Hargai setiap usaha yang
dilakukan anak dengan memberi penghargaan berupa verbal maupun non-

11
verbal seperti memberinya perilaku menyenangkan, hadiah, dan pujian-
pujian yang mendidik.

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati


dan mengerti maksud motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi
wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon
secara efektif dalam berkomunikasi. Menurut Safaria (2005: 25), juga
menyebutkan karakteristik anak yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi,
yaitu, mampu mengembangkan dan menciptakan relasi sosial baru secara
efektif, mampu berempati dengan orang lain atau memahami orang lain secara
total, mampu mempertahankan relasi sosialnya secara efektif sehingga tidak
musnah diamakan waktu dan senantiasa berkembang semakin intim/
mendalam/ penuh makna, mampu menyadari komunikasi verbal maupun
nonverbal yang dimunculkan orang lain, atau dengan kata lain sensitif terhadap
perubahan situasi sosial dan tuntutan-tuntutannya. mampu memecahkan
masalah yang terjadi dalam relasi sosialnya dengan pendekatan win-win
solution, serta yang paling penting adalah mencegah munculnya masalah dalam
relasi sosialnya, serta memiliki kemampuan komunikasi yang mencakup
keterampilanmendengarkan efektif, berbicara efektif dan menulis secara
efektif.

Anderson dalam Safaria (2005: 24) menyatakan bahwa kecerdasan


interpersonal mempunyai tiga dimensi utama yaitu social sensitivity, social
insight, dan social communication. Dengan 7 teknik pengembangan kecerdasan
interpersonal sebagai berikut.

1. Mengembangkan kesadaran diri.


2. Melatih anak untuk dapat berkomunikasi di depan umum secara
efektif.

13
3. Menumbuhkan serta mengembangkan karakter-karakter positif dalam
menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

4. Belajar untuk dapat bekerja sama dengan orang lain.


5. Mengikutsertakan anak dalam berbagai kegiatan sosial.

6. Mengambil peran kepemimpinan dalam kelompok.


7. Menghargai segala kemampuan yang dimiliki anak dan tidak
memberikan penilaian buruk pada kekurangan yang dimiliki anak.

B. SARAN
Dalam rangka mengembangkan kecerdasan interpersonal, guru
diharapkan mampu memberikan stimulus dan membantu siswanya
mengembangkan kecerdasan interpersonal. Baik dari memberikan contoh pada
kegiatan sehari-hari di sekolah. Ataupun memberi pelajaran secara moril.

14