Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

DESAIN PEMBELAJARAN FISIKA

OLEH KELOMPOK V

NAMA KELOMPOK V :

Riswan A241 16 009


Susi Sulfiani A 241 16 005
Linda S Pagaja A 241 16 105
Andryaztika Lala A 241 16 042
Ali Kapiat A 241 16 072
Susi Safitri A 241 17 058
Diah Ramayanti A A 241 17 022
Heriadi A 241 17 112
Mustika A A 241 17 115
Zaitun A A 241 17 028

DOSEN : Dr. Marungkil Pasaribu, M.Sc

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIIDKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
makalah yang berjudul “Pengembangan Kompetensi Sebagai Tujuan
Pembelajaran” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Penulisan makalah ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari
berbagai pihak. Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Disadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, maka itu kritik dan
saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan guna proses penyempurnaan
makalah ini.. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Palu, 19 April 2019

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang .........................................................................................1
B.Rumusan Masalah ....................................................................................2
C.Tujuan Penulisan ......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Desain Pembelajaran ..............................................................3

B.Pengertian Kompetensi dan Karakteristiknya ..........................................3

C.Cara Mendesain Kompetensi ....................................................................4

D.Pengertian Tujuan Pembelajaran ..............................................................5

E.Taksonomi Tujuan Pembelajaran .............................................................6

F.Penyusunan Desain Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran ...................10

G.Hubungan Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran .................................10

H.Kompetensi Guru dan Siswa ..................................................................11

BAB III PENUTUP


A.Kesimpulan ............................................................................................14
B.Saran .......................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................16

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu
tugas atau sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan.
Sedangkan kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel
menyatakan kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan
dengan efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak,
berperilaku, dan berpikir.
Kompetensi yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan
sedemikian rupa agar dapat dinilai, sebagai wujud hasil belajar peserta
didik mengacu pada pengalaman langsung. Peserta didik perlu mengetahui tujuan
belajar, dan tingkat-tingkat penguasaan yang akan digunakan sebagai criteria
pencapaian secara eksplisit, dikembangkan berdasarkan tujuan-tujuan yang telah
di tetapkan, dan memiliki konstribusi terhadap kompetensi-kompetensi yang
sedang dipelajari. Penilaian terhadap pencapaian kompetensi perlu dilakukan
secara objektif, berdasarkan kinerja peserta didik, dengan bukti penguasaan
mereka terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sebagai hasil belajar.
Dengan demikian dalam pembelajaran yang di rancang berdasarkan kompetensi,
penilaian tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan yang bersifat subjektif.
Oleh karena itu, kompetensi merupakan factor penentu berhasil tidaknya
tujuan pembelajaran. Dengan kompetensi yang tinggi yang dimiliki oleh peserta
didik maka tentu hal ini dapat menentukan kualitas pembelajaran yang baik.
Sehingga pada akhirnya, hal ini dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas
tinggi dalam segala hal, baik kognitif, afektif, Maupun psikomotorik.

B. Perumusan Masalah
Dalam penulisan Makalah ini akan dirumuskan beberapa masalah antara
lain adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian Desain Pembelajaran ?

1
2. Apa pengertian kompetensi dan karakteristiknya ?
3. Bagaimana mendesain kompetensi ?
4. Apa pengertian tujuan pembelajaran ?
5. Bagaimana maksud dari taksonomi tujuan pembelajaran?
6. Bagaimana Penyusunan Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran ?
7. Bagaimana hubungan kompetensi dengan tujuan pembelajaran ?
8. Apa saja Kompetensi yang dimiliki Guru dan Siswa ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan pembuatan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui pengertian Desain Pembelajaran.
2. Dapat menjelaskan pengertian kompetensi dan karakteristiknya.
3. Mahasiswa dapat mendesain kompetensi.
4. Mengetahui defines tujuan pembelajaran.
5. Dapat mengetahui maksud dari taksonomi tujuan pembelajaran.
6. Menjelaskan tentang penyusunan Kompetensi dan Tujuan
Pembelajaran.
7. Mampu membedakan hubungan kompetensi dengan tujuan
pembelajaran.
8. Dapat menyebutkan Kompetensi yang dimiliki Guru dan Siswa.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Desain Pembelajaran


Desain Pembelajaran adalah praktek penyusunan media tekhnologi
komunikasi dari isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan
secara efektif antara guru dan peserta didik yang meliputi penentuan status awal
dari pemahaman peserta didik,perumusan tujuan pembelajaran dan merancangnya.
Menurut Reigeluth Desain Pembelajaran adalah proses untuk menentukan
metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan
pengetahuan dan keterampilan pada diri pengajar kearah yang dikehendaki.
Sedangkan menurut Briggs Desain Pembelajaran adalah Rencana tindakan
yang terintegrasi yang meliputi komponen tujuan,metode dan penilaian untuk
memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
B. Pengertian Kompetensi dan Karakteristiknya
Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu tugas
atau sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan. Sedangkan
kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel menyatakan
kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan dengan
efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak,
berperilaku, dan berpikir.
Jadi bias disimpulkan bahwa Kompetensi merupakan kemampuan siswa
atau mahasiswa untuk mengerjakan sesuatu dengan baik sebagai hasil dari proses
pembelajaran atau pendidikan yang diikutinya. Sehingga kompetensi merupakan
kemampuan yang harus dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugas-tugas
sesuai dengan uraian tugas yang dilakukannya.
Menurut Spencer and Spencer kompetensi terdiri dari 5 Karakteristik yaitu :
1. Motives, adalah sesuatu dimana sesorang secara konsisten berfikir
sehingga ia melakukan tindakan. Spencer menambahkan bahwa
motives adalah “drive, direct and select behavior toward certain
actions or goals and away from others “. Misalnya seseorang yang

3
memiliki motivasi berprestasi secara konsisten mengembangkan
tujuan – tujuan yang memberi suatu tantangan pada dirinya sendiri
dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut serta
mengharapkan semacam “ feedback “ untuk memperbaiki dirinya.
2. Traits, adalah watak yang membuat orang untuk berperilaku atau
bagaimana seseorang merespon sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai
contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau daya tahan.
3. Self Concept, adalah sikap dan nilai - nilai yang dimiliki seseorang.
Sikap dan nilai diukur melalui tes kepada responden untuk
mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik bagi
seseorang untuk melakukan sesuatu.
4. Knowledge, adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang
tertentu. Pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Tes
pengetahuan mengukur kemampuan peserta untuk memilih jawaban
yang paling benar tetapi tidak bisa melihat apakah sesorang dapat
melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
5. Skills, adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu
baik secara fisik maupun mental.

C. Cara Mendesain Kompetensi


Alternatif pertama mendesain kompetensi atau tujuan pembelajaran atau
hasil belajar mata kuliah atau mata pelajaran yang anda ampu berdasarkan KBK
(kurikulum berbsasi kompetensi), lazimnya ada tiga komponen yang harus
dirumuskan khususnya dalam KBK, yaitu:
1. Standar kompetensi
2. Kompetensi dasar
3. Indicator
Standar Kompetensi adalah kebulatan pengetahuan, keterampilan, sikap,
dan tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata
kuliah. Cakupan standar kompetensi yaitu standar isi (content standard) dan
standar penampilan (performance standar). Dengan kata lain Standar Kompetensi

4
adalah sebuah keutuhan prestasi terbesar dari mata kuliah yang diperoleh
mahasiswa atau sebuah keutuhan prestasi terbesar dari mata pelajaran setelah
mengalami proses pembelajaran dalam satu semester.
Sedangkan Kompetensi Dasar adalah jabaran dari standar kompetensi
yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai dan dapat
ditampilkan siswa atau mahasiswa. Dengan kata lain, Kompetensi Dasar adalah
kompetensi-kompetensi pendukung atau penentu keberhasilan tercapainya Standar
Kompetensi. Tanpa penguasaan Kompetensi Dasar mahasiswa atau siswa tidak
akan mungkin berhasil dengan utuh atau sempurna akan tercapainya Standar
Kompotensi sebagai hasil prestasi terbesar sebagai sebuah totalitas.
Indicator adalah rumusan kompotensi yang lebih spesifik yang
menunjukkan cirri-ciri penguasaan suatu kompetensi dasar atau sub-kompetensi.
Sebuah kompetensi dasar memiliki beberapa bukti atau tanda penguasaan.

D. Pengertian Tujuan Pembelajaran


Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno berikut ini dikemukakan beberapa
pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager mengemukakan
bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat
dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp dan
David E. Kapel menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang
spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam
bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry
Ellington bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat
dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, Oemar Hamalik menyebutkan bahwa
tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang
diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran .
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat
tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata
mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:

5
a. Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar
mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan
belajarnya secara lebih mandiri;
b. Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;
c. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media
pembelajaran;
d. Memudahkan guru mengadakan penilaian.
Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses
disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi
mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk
dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta
menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.
Meski para ahli memberikan rumusan tujuan pembelajaran yang beragam,
tetapi semuanya menunjuk pada esensi yang sama, bahwa :
a. Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau
kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
b. Tujuan dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang
spesifik. Yang menarik untuk digaris bawahi yaitu dari pemikiran
Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran
harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung
implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat
secara tertulis (written plan).

E. Taksonomi Tujuan Pembelajaran


Taksonomi tujuan pembelajaran merupakan suatu kategorisasi tujuan
pembelajaran, yang umumnya digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan
kurikulum dan tujuan pembelajaran.
Untuk dapat menentukan tujuan pembelajaran yang diharapkan,
pemahaman taksonomi tujuan atau hasil belajar menjadi sangat penting bagi
seoarang guru. Dengan pemahaman ini guru akan dapat menentukan dengan lebih
jelas dan tegas apakah tujuan intruksional pengajaran yang diasuhnya lebih

6
bersifat kognitif, dan mengacu kepada tingkat intelektual tertentu, atau lebih
bersifat afektif atau psikomotorik.
Taksonomi Bloom sangat terkenal di Indonesia, bahkan tampaknya yang
paling terkenal dibandingkan dengan taksonomi lainnya. Taksonomi Bloom
mengelompokkan tujuan kognitif kedalam enam kategori,yaitu sebagai berikut:
a. Pengetahuan ( Knowledge )
 Mengingat.
 Menghafal.
b.Pemahaman ( Conferehension )
 Menerjemahkan.
 Menginterpretasikan.
 Menyimpulkan.
c. Penerapan ( Aplication )
 Menggunakan konsep prinsip, dan prosedur untuk memecahkan
masalah.
d. Analisis ( Analysis )
 Memecahkan konsep menjadi bagian-bagian.
 Mencari hubungan antar bagian.
e. Sintesis ( Syintesis )
 Menggabungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan.
f. Evaluasi ( Evaluation )
 Membandingkan nilai-nilai, ide-ide, metode dsb. dengan standar.
Taksonomi Tujuan Psikomotor Menurut Harrow.Tujuan instruksional
kawasan psikomotor dikembangkan oleh Harrow.Taksonomi Harrow ini juga
menyusun tujuan psikomotor secara hierarkis dalam lima tingkat, meniru sebagai
yang paling sederhana dan naturalisasi sebagai yang paling kompleks.
a. Naturalisasi
- Melakukan gerak secara wajar dan efisien.
b. Perangkaian
- Merangkaikan berbagai gerakan secara berkesinmbungan.

7
c. Ketepatan
- Melakukan gerak dengan teliti dan benar.
d. Penggunaan
- Menggunakan konsep untuk melakukan gerak.
e. Peniruan
- Menirukan gerak yang telah diamati.
Taksonomi Tujuan Afektif Menurut Krathwohl, Bloom dan Masia.
Krathwohl, Bloom dan Masia mengembangkan taksonomi tujuan yang
berorientasikan kepada perasaan atau afektif. Taksonomi ini menggambarkan
proses seseorang di dalam mengenali dan mengadopsi suatu nilai dan sikap
tertentu yang menjadi pedoman baginya dalam bertingkahlaku. Krathwohl
mengelompokkan tujuan afektif ke dalam 5 kelompok.
a. Pengamalan
- Internalisasi nilai-nilai men-jadi pola hidup
b. Pengorganisasian
- Menghubung-kan nilai yang dipilih dengan sistem nilai yang ada
- Mengintegra- sikan nilai-nilai tersebut ke dalam hidupnya
c. Penghargaan Terhadap Nilai
- Menerima ni-lai-nilai, setia kepada nilai- nilai
- Memegang teguh nilai- nilai
d. Pemberian Respon
- Aktif hadir
- Berpartisipasi
e. Pengenalan
- Ingin menerima
- Ingin menghadiri
- Sadar akan suatu situa- si, objek, fenomena
Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satu kawasan dari
taksonomi. Benyamin S.Bloom dan D.Krathwohl memilah taksonomi
pembelajaran dalam tiga kawasan,yakni:

8
1. Kawasan Kognitif
Kawasan kognitif adalah kawasan yang membahas tujuan
pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat
pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi.Kawasan
kognitif ini terdiri atas 6 tingkatan yang secara hierarkis berurut dari yang
paling rendah (pengetahuan) sampai ke yang paling tinggi (evaluasi) dan
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Tingkat Pengetahuan (knowledge)
b. Tingkat Pemahaman (comprehension)
c. Tingkat Penerapan (application)
d. Tingkat Analisis (analysis)
e. Tingkat Sintesis (synthesis)
f. Tingkat Evaluasi (evaluation)
2. Kawasan Afektif (Sikap dan Perilaku)
Kawasan afektif adalah satu domain yang berkaitan dengan sikap,
nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan) dan penyesuaian perasaan
social. Tingkatan afeksi ini ada lima, dari yang paling sederhana ke yang
kompleks adalah sebagai berikut;
a. Kemauan Menerima
b. Kemauan Menanggapi
c. Berkeyakinan
d. Penerapan Karya
e. Ketekunan dan ketelitian
3. Kawasan Psikomotor
Domain psikomotor mencakup tujuan yang berkaitan dengan
keterampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik. Sebagaimana
kedua domain yang lain, domain ini juga mempunyai berbagai tingkatan.
Urutan tingkatan dari yang paling sederhana sampai ke yang paling
kompleks (tertinggi) adalah;
a. Persepsi
b. Kesiapan melakukan suatu kegiatan

9
c. Mekanisme
d. Respons terbimbing
e. Kemahiran
f. Adaptasi
g. Originasi

F. Penyusunan Desain Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran


Sebelum dilakukan penyusunan desain kompetensi dan tujuan
pembelajaran, terlebih dahulu harus dipertimbangkan beberapa aspek terkait
proses pembelajaran tersebut. Penyusunan ini harus disesuaikan dengan tabiat
ilmu yang akan dikembangkan. Selain itu, disesuaikan pula dengan desain
kurikulum yang ada dengan mempertimbangkan visi, misi dan tujuan lembaga
penyelenggara pembelajaran tersebut serta program studi atau jurusan yang ada.
Desain kompetensi yang berdasarkan visi sekolah dalam menghasilkan lulusan
yang sesuai dengan idealisme pendiri dan harapan stakholder.
Selain pertimbangan kurikulum, adanya profil lulusan program studi juga
membantu untuk mempermudah dalam mendesain kompetensi. Hal ini lantaran
materi pada profil akan terlihat tingkat harapan lulusan kompetensi utama dan
kompetensi pendukung program studi. Oleh karena itu, profil ini akan dapat
menuntun penyusunan desain kompetensi dengan lebih mudah dan terarah sesuai
dengan arah tujuan suatu program studi.

G. Hubungan Kompetensi Pembelajaran dengan Tujuan Pembelajaran


Dalam kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetensi, tujuan
yang harus dicapai oleh siswa dirumuskan dalam bentuk kompetensi. Dalam
pembangunan konteks pengembangan kurikulum, kompetensi adalah perpaduan
dari pengetahuan, ketrampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam
kebiasaan berfikir dan bertindak. Seseorang yang telah memiliki kompetensi
dalam bidang tertentu bukan hanya mengetahui, tetapi juga memahami dan
menghayati bidang tersebut yang tercermin dalam dalam pola prilaku sehari-hari.

10
Dalam kurikulum, kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dijadikan
sebagai standar dalam pencapaian tujuan kurikilum. Baik guru dan siswa perlu
memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pendidikan dan
pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan untuk memudahkan dalam merancang
strategi keberhasilan.
Dalam kompetensi sebagai tujuan, di dalamnya terdapat beberapa aspek,
yaitu:
a. Pengetahuan (knowledge)
b. Pemahaman (undestanding)
c. Kemahiran (skill)
d. Sikap (attitude)
e. Minat (interest)
Sesuai dengan aspek-aspek di atas, maka tampak bahwa kompetensi sebagai
tujuan dalam kurikulum itu bersifat kompleks. Artinya bertujuan untuk
mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kecakapan, nilai, sikap dan minat
siswa agar mereka dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran disertai rasa
tanggung jawab. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam kompetensi
ini adalah bagaimana memberikan pemahaman dan penguasaan materi agar dapat
mempengaruhi cara bertindak dan berpikir dalam kehidupan sehari-hari.

H. Kompetensi Guru dan Kompetensi Siswa


Kompetensi seorang guru yang baik itu adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogic atau akademik ini menunjukkan kepada


kemampuan guru untuk mengelola proses belajar mengajar, termasuk
di dalamnya perencanaan dan pelaksanaan, evaluasi hasil belajar
mengajar dan pengembangan siswa sebagai individu-individu.
Kompetensi pedagogik meliputi:
a. Menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, social,
cultural, emosional, dan intelektual.

11
b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang
mendidik.
c. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang
pengembangan yang diampu.
d. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.

2. Kompetensi Pribadi
Kompetensi ini mengkaji dedikasi dan loyalitas guru. Mereka
harus tegar, dewasa, bijak tegas, dapat menjadi contah bagi para siswa
dan memilki kepribadian mulia. Kompetensi pribadi meliputi:
a. Bertindak sesuai dengan norma agama, hokum, social, dan
kebudayaan nasional Indonesia.
b. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berahklak mulia,
dan teladan bagi siswa dan masyarakat.
c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantab, stabil dan dewasa,
arif dan berwibawa.
d. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri.
e. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

3. Kompetensi Professional
Kompetensi ini menunjukkan kemampuan guru untuk
menguasai materi pembelajaran. Guru harus memiliki pengetahuan
yang baik mengenai subyek yang di ajarkan, mampu mengikuti kode
etik professional dan menjaga serta mengembangkan kemampuan
profesionalnya. Kompetensi ini meliputi:
a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu.
b. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
c. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu seara kreatif.
d. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif.

12
e. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
berkomunikasi dan mengembangkan diri.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi ini menunjukkan kepada kemampuan guru untuk


menjadi bagain dari masyarakat, berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dengan para siswa, para guru lain, staf pendidikan
lainnya, orang tua dan wali siswa serta masyrakat. Kompetensi ini
meliputi:
a. Berkomunikasi secara efektif, empati, dan santun dengan sesame
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
b. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik
Indinesia yang memiliki keragaman social budaya.
c. Berkomunikasi dengan komunitas profesi dan profesi lain secara
lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Sedangkan Kompetensi yang dimiliki oleh Siswa adalah sebagai
berikut:
a. Kompetensi Akademik
b. Kompetensi Personal
c. Kompetensi Vokasional
d. Kompetensi Sosial

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Desain Pembelajaran adalah praktek penyusunan media tekhnologi
komunikasi dari isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan
secara efektif antara guru dan peserta didik yang meliputi penentuan status awal
dari pemahaman peserta didik,perumusan tujuan pembelajaran dan merancangnya.
Kompetensi adalah kemampuan siswa atau mahasiswa untuk
mengerjakan sesuatu dengan baik sebagai hasil dari proses pembelajaran atau
pendidikan yang diikutinya. Sehingga kompetensi merupakan kemampuan yang
harus dimiliki oleh individu dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan
uraian tugas yang dilakukannya.Sementara karakteristik kompetinsi meliputi
motives, traits, self concept, knowledge, skills.
Cara Mendesain Kompetensi Alternative pertama mendesain kompetensi
atau tujuan pembelajaran atau hasil belajar mata kuliah atau mata pelajaran yang
anda ampu berdasarkan KBK (kurikulum berbsasi kompetensi), lazimnya ada tiga
komponen yang harus dirumuskan khususnya dalam KBK, yaitu; Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indicator.
Tujuan Pembelajaran adalah suatu pernyataan yang spesifik yang
dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk
tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.
Taksonomi tujuan pembelajaran merupakan suatu kategorisasi tujuan
pembelajaran, yang umumnya digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan
kurikulum dan tujuan pembelajaran. Taksonomi ini meliputi
Pengetahuan,Pemahaman,Penerapan,Analisis,Sintesis dan Evaluasi.
Sebelum dilakukan penyusunan desain kompetensi dan tujuan
pembelajaran, terlebih dahulu harus dipertimbangkan beberapa aspek terkait
proses pembelajaran tersebut. Penyusunan ini harus disesuaikan dengan tabiat
ilmu yang akan dikembangkan.

14
Hubungan Kompetensi pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran Dalam
kurikulum misalnya, kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dijadikan sebagai
standar dalam pencapaian tujuan kurikilum. Baik guru dan siswa perlu memahami
kompetensi yang harus dicapai dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
Pemahaman ini diperlukan untuk memudahkan dalam merancang strategi
keberhasilan.

B. SARAN
Diharapakan materi yang ada pada makalah ini dapat dibandingkan dengan
sumber referensi lainnya agar memperkuat pengetahuan pembaca tentang desain
pembelajaran terkhusus untuk cara menyusun kompentensi dan tujuan
pembelajaran.

15
DAFTAR PUSTAKA

Budingsi, C. (2004). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Munthe, B. (2009). Kunci Praktis Desain Pembelajaran. Yogyakarta: CTSD.

Uno, H. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Yasin, Moh Fahri. (2009). Sistem Evaluasi Pembelajaran. Gorontalo: Sultan

Amai Press.

16