Anda di halaman 1dari 11

M3 (METHODE)

1 MPKP bobot rating bobotXrating Skor


a. Internal Faktor
STRENGTH
1. RS sudah memiliki, visi, misi dan motto sebagai acuan 0,3 4 1,2 S–
melaksanakan kegiatan pelayanan. W=
2. Sudah ada model MPKP yang digunakan dan berjalan 0,2 2 0,4 2,5 –
optimal sesuai modelnya yaitu modifikasi tim dan 3=
fungsional. 0,2 3 0,6 -0,5
3. Terlaksananya komunikasi yang adekuat perawat dan tim
kesehatan lain. 0,2 1 0,2
4. Mempunyai standar asuhan keparawatan (SOP tindakan
invasive ataupun non-invasif) 0,1 1 0,1
5. 90 % Efektivitas dan efisien model MPKP di ruangan Unit
sudah sesuai.
1 2,5
TOTAL
WEAKNESS
1. kurang lengkapnya standart operasional prosedur (SOP) 1 3 3
dan metode asuhan keperawatan di Ruang Unit yakni
SOP Supervisi dan Ronde keperawatan

TOTAL 1 3
b. Eksternal Faktor

OPPORTUNITY O-T=
1. Metode modifikasi tim fungsional memberikan pengalaman lebih pada perawat 1 3 3 3-
selain dalam asuhan keperawatan dengan pasien lebih variatif juga pengalaman 1,5=
pembagian jobdis situasional namun lebih efisien 1,5
TOTAL 1 3
TREATMENT
1. Adanya tuntutan mutu pelayanan dari rumah sakit sehingga diharapkan perawat 0,5 2 1
ruangan melaksanakan MAKP sesuai prosedur yang ditentukan.
2. Beberapa klien yang memiliki pemikiran kritis namun belum memahami 0,5 1 0,5
MPKP beserta kelebihan /kelemahannya, dapat memiliki persepsi berbeda
(negatif) mengenai asuhan keperawatan yang diberikan dan membuat opini
yang disebarluaskan di masyarakat
TOTAL 1 1,5
2 Timbang Terima
a. Internal Faktor
STRENGHT
1. Tahap-tahap timbang terima sudah dijalankan secara lengkap berdasarkan 0,3 4 1,2
observasi 100 % sudah sesuai dengan SOP yaitu pelaksanaan operan hingga S-
validasi ke pasien. W=
2. Selalu ada interaksi dengan pasien selama timbang terima 0,2 2 0,4 2,7-
3. Di ruangan Unit Perawatan 2 sudah terdapat SOP timbang terima yang terarsip 0,2 1 0,2 1=1,7
dikumpulan SOP manajerial
4. Proses Timbang terima sudah dilakukan disetiap pergantian shift dengan tepat 0,3 3 0,9
waktu
TOTAL 1 2,7
WEAKNESS
1. Pengetahuan perawat terhadap konsep timbang terima melalui kuisioner 1 1 1
didapatkan hasil 60% (cukup)
TOTAL
b. Eksternal Faktor
OPPORTUNITY
1. Banyaknya masalah klien dengan penyakit kronis yang dapat membuka
wawansan perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan sehingga lebih 0,5 3 1,5 O-T=
baik 2,5-
2. Adanya standar akreditasi timbang terima dan safety patient 0,5 2 1 1=
1,5
TREATENED
1. Dengan berkembangnya persaingan IPTEK perawat dituntut lebih teliti 1 1 1
dan mengembangkan pengetahuannya
TOTAL 1 1 1

3. DISCHARGE PLANNING
a. Internal Faktor
STRENGHT S-
1. Discharge planning di ruang perawatan 2 dilakukan pada semua pasien yang 1 3 3 W=
akan pulang dengan format blangko, surat kontrol dan obat 3-
TOTAL 1 3 2,4=
0,6
WEAKNESS
1. Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan discharge planning didapatkan hasil 0,6 3 1,2
dalam kategori cukup.
2. Minimalnya Health Education kepada pasien oleh perawat selama proses 0,4 3 1,2
perawatan pasien.

TOTAL 1 2,4

b. Eksternal Faktor
OPPORTUNITY
1. Jumlah perawat lulusan S1 ners di RS X berpotensi menjadi penyuluh yang 1 3 3 O-T=
baik untuk meningkatkan mutu dan kepuasan klien. 3-
TOTAL 2,6=
1 3 0,4
THREATENED
1. Makin tingginya keingintahuan klien/ keluarga/ masyarakat tentang penyakit, 0,5 4 2,0
namun jarang bertanya
2. Adanya tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap peningkatan 0,5 3 0,6
pelayanan keperawatan yang lebih professional.

TOTAL 1 2,6

4. SUPERVISI TINDAKAN KEPERAWATAN


a. Faktor internal
STRENGTH
1. Saat dilakukan observasi dengan melakukan kuesioner terhadap 10 1 3 3 S-
perawat, didapatkan hasil 6 perawat yang masuk dalam kategori cukup W=
TOTAL 1 3 3-4=
-1
WEAKNESS
1. Pelaksanaan Supervisi yang tidak rutin 0,5 2 2
2. Tidak ada SOP supervisi 0,5 2 2

TOTAL 1 4

b. Faktor Eksternal
OPPORTUNITY
- Hasil supervisi dapat digunakan sebagai pedoman (daftar penilaian 1 3 3 O-T
pegawai) dan brmanfaat untuk meningkatkan kualitas kerja =
TOTAL 1 3 3-1=
2
THREATENED
1. Terdapat supervisi secara rutin di RS 1 1 1

TOTAL 1 1
5. RONDE KEPERAWATAN
a. Faktor internal
STRENGTH
1. Berdasarkan observasi dengan melakukan kuesioner terhadap 10 1 3 3 S-W=
perawat, didapatkan hasil 4 perawat yang masuk dalam kategori baik, 3-2,1=
dan 2 dalam kategori cukup 1 3 0,9
TOTAL
WEAKNESS
1. Tidak dilakukan ronde keperawatan diruang perawatan 2 0,4 1 0,4
2. Dalam wawancara kepada KARU, mengatakan tidak dilakukan ronde 0,3 2 0,6
keperawatan karena tenaga kerja yang kurang
3. Berdasarkan observasi diruangan tidak terdapat SPO ronde 0,2 4 0,8
keperawatan
4. Berdasarkan hasil kuesioner kepada 10 perawat didapatkan 4 perawat 0,1 3 0,3
yang masuk dalam kategori kurang baik.
TOTAL 1 2,1
b. Faktor Eksternal
OPPORTUNITY
1. Adanya kesempatan kepala ruangan untuk melakukan ronde 1 3 3 O-T =
keperawatan kepada perawat 3-4 =
TOTAL 1 3 -1
THREATENED
1. Adanya tuntutan dari pasien untuk mendapatkan perawatan yang 1 4 4
professional.
TOTAL 1 4
6. SENTRALISASI OBAT
a. Faktor Internal
STRENGTH
1. Sentralisasi obat di Ruang unit keperawatan 2dilaksanakan dengan 0,2 4 0,4 S-W
metode ODD (One Day Dose) =2,7-3= -
2. Kepala ruangan mendukung kegiatan sentralisasi obat. 0,2 3 0,6 0,3
3. Alur penerimaan obat sudah melalui sistem double cek oleh perawat 0,3 3 0,9
dan farmasi.
4. Sentralisasi obat untuk high alert disimpan di farmasi dan dioplos oleh 0,2 3 0,6
apoteker
5. Adanya buku jadwal injeksi dan obat oral. 0,1 2 0,2
TOTAL 1 2,7
WEAKNESS
1. Saat pemberian obat ke pasien tidak disertakan tanda tangan dari pihak 1 4 3
pasien.
TOTAL 1 3
b. Faktor Eksternal
OPPORTUNITY
1. Kesediaan pasien dan keluarga untuk dilakukan sentralisasi obat. 1 3 3 O-T =
Agar sentralisasi obat dapat tercapai 3-2 =
TOTAL 1 3 1
THREATENED
1. Adanya tuntutan dari pasien untuk mendapatkan perawatan yang 0,5 2 1
professional.
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat tentang hukum. 0,5 2 1
TOTAL 1 2

DOKUMENTASI
a. Faktor Internal
STRENGTH
1. Terdapat format dokumentasi yang dengan dengan sistem SOR 0,5 3 1,5 S-W =
(Sources Oriented Record). 3-2,6 =
2. Format asuhan keperawatan sudah ada. 0,5 3 1,5 0,4
TOTAL 1 3
WEAKNESS
1. Dari observasi status pasien pengisian dokumen pasien tidak lengkap 0,6 3 1,8
pengkajian, diagnosa, intervensi
2. SAK dan SOP belum di laksanakan secara optimal 0,4 2 0,8
TOTAL 1 2,6
b. Faktor Eksternal
OPPORTUNITY
1. Peluang perawat untuk meningkatkan pendidikan (pengenmbangan 1 3 3 O-T =
SDM) 3-2 =
TOTAL 1 3 1
TREATHENED
1. Adanya tuntutan dari pasien untuk mendapatkan perawatan yang 1 2 2
professional.
TOTAL 1 2
Diagram Layang
1. Ronde Keperawatan
IFAS= S – W = 3 – 2,1 = 0,9
EFAS= O – T = 3 – 4 = -1

W S

2. Strategi
Difersifikasi
T
Solusi: Strategi ST
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.
1) meskipun menghadapi berbagai ancaman, namum masih memilki kekuatan dalam
segi internal. strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi difersifikasi (produk
atau jasa)
2) melakukan pelatihan kepada perawat dalam metode ronde keperawatan agar lebih
memahami tentang Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) untuk
melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan kasus langka dan pasienyang
membutuhkan perawatan lama
3) membuat SPO untuk melakukan ronde keperawatan untuk penanganan pasien
secara bersama dengan berfikir kritis
4) meningkatkan kualitas pelayanan
2. MPKP
IFAS= S – W = 2,5 – 3 = -0,5
EFAS= O – T = 3 – 1,5 = +1,5

O
3. Strategi
Turn-around

W S

T
Solusi: Strategi WO
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang
1) dengan cara meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut
peluang yang lebih baik
2) memberikan pelatihan yang lebih baik kepada para anggota tim medis untuk
melakukan model praktek keperawatan profesional
3) membentuk bagian MPKP yang belum terbentuk
4) meningkatkan loyalitas konsumen, dan meningkatkan kualitas jasa medis yang
diberikan dengan profesional
5) memperbaiki prosedur pelayanan

3. Timbang Terima
IFAS= S – W = 2,7 – 1 = +1,7
EFAS= O – T = 2,5 – 1 = +1,5
O 1. Strategi
Agresif

W S

T
Solusi: Strategi SO
Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang:
1) melakukan strategi yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif
2) melakukan pendekatan kepada pasien secara langsung
3) memperkuat kerjasama
4. Supervisi Keperawatan
IFAS= S – W = 3 – 4 = -1
EFAS= O – T = 3 – 1 = +2
O
3. Strategi
Turn-around

W S

Solusi: Strategi WO
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang
1) dengan cara meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut
peluang yang lebih baik
2) meningkatkan loyalitas konsumen
3) meningkatkan kualitas pelayanan dan prosedur pelayanan

5. Sentralisasi Obat
IFAS= S – W = 2,7 – 3 = -0,3
EFAS= O – T = 3 – 2 = +1
O

3. Strategi
Turn-around

W S

T
Solusi: Strategi WO
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang
1) dengan cara meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat merebut
peluang yang lebih baik
2) memperbaiki prosedur pelayanan dengan SPO sentralisasi obat

6. Discharge Planning
IFAS= S – W = 3 – 2,4 = 0,6
EFAS= O – T = 3 – 2,6 = +0,4
O

1. Strategi
agresif

W S

Solusi: Strategi SO
Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang:
1) melakukan strategi yaitu mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif
2) melakukan pendekatan kepada pasien secara langsung
3) meningkatkan hubungan antara perawat dengan pasien atau keluarga pasien

7. Dokumentasi
IFAS= S – W = 3 – 2,6 = =0,4
EFAS= O – T = 3 – 2 = +1
O
1. Strategi
Agresif

W S

Solusi: Strategi SO
Menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang:
1) selalu mendokumentasikan setiap tindakan melalui format asuhan keperawatan

Anda mungkin juga menyukai