Anda di halaman 1dari 5

RESUME PAPER

Judul Paper : “Gravity modeling finds a large magma body in the deep crust below the Gulf
of Naples, Italy”

(Pemodelan Gravitasi Menemukan Sebuah Tubuh Magma pada Kerak Bagian


Dalam Dibawah Teluk Napoli, Italia)
Judul Jurnal : SCIENTIFIC REPORTS (Nature.com) – Open Source
Tahun : Diterima – 26 Juli 2017; Disetujui – 1 Mei 2018; Dipublikasikan – 29 Mei 2018
Penulis : M. Fedi1, F. Cella2, M. D’Antonio1,3, V. Paoletti1 & V. Morra1
1Department of Earth, Environment and Resources Science, University Federico
II, Complesso Universitario di Monte S. Angelo, Via Vicinale Cupa Cintia 21,
Edificio L, 80126, Naples, Italy.
2Department of Biology, Ecology and Earth Sciences, University of Calabria, Via

Pietro Bucci, 87036, Arcavacata di Rende, CS, Italy.


3Istituto Nazionale di Geofisica e Vulcanologia – Osservatorio Vesuviano, Via

Diocleziano, 328, 80124, Naples, Italy.

Reviewer : Kenneth Christian Nathanael1 (165090700111010); Amirul Abdul Aziz1


(16090707111034); Mohammad Nabil Atieq1 (165090700111006)
1Program Studi Teknik Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas
Brawijaya

Pemodelan Gravitasi Menemukan Sebuah Tubuh Magma pada Kerak Bagian


Dalam Dibawah Teluk Napoli, Italia.

Pada paper ini dibahas mengenai pemodelan gravitasi daerah vulkanik aktif di kawasan
Teluk Napoli, Italia. Secara umum, geologi regional dari Teluk Napoli, masuk ke daerah dataran
rendah Campania di bagian selatan Italia. Daerah penelitan terfokuskan ke Teluk Napoli dengan
umur batuan Plio-Kuarter, dengan tren barat daya – tenggara, dengan struktur grabben sebesar
2000 km2, yang dibatasi oleh pegunungan batukapur berusia Mesozoic. Aktifitas vulkanisme
terkini adalah pembentukan dari gunung api Somma-Vesuvius. Karena sifat erupsi dari gunung

1
api ini yang bersifat eksplosif, dan besarnya jumlah penduduk di sekitarnya, resiko erupsi dari
gunung Somma-Vesuvius merupakan salah satu yang paling besar di dunia.

Untuk menganalisa besarnya resiko dari hasil erupsi, dilakukan penelitian geofisika
dengan memanfaatkan metode gravitasi di kawasan teluk Napoli ini. Hasil dari penelitian metode
gravitasi berupa peta anomali Bouguer. Dari peta tersebut, dapat diidentifikasi sebaran anomali
rendah yang tersebar di tiga kawasan yaitu di Volturno, Acerra dan Pompei. Hal ini
diinterpretasikan sebagai adanya magma basaltik berdensitas rendah pada kedalaman dangkal
sekitar 8-12 km dibawah permukaan.

Gambar 1. (a) Lokasi Penelitian, (b) Peta Topografi dan Batimetri Lokasi Penelitian, (c) Peta
Anomali Bouguer, (d) Pemodelan Depth from Extreme Points (DEXP).

Pemodelan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan model yang lebih komprehensif


dengan menggunakan data vulkanologi, petrologi, dan geofisika tambahan sesuai penelitian
lainnya untuk menanggulangi ambiguitas pada proses interpretasi data. Pada penelitian ini
digunakan teknik pemodelan 3D berupa multiscale imaging, pemodelan maju dan pemodelan
fraktal. Dari Gambar 2. Dapat diketahui bahwa adanya suatu tubuh dengan densitas rendah yang
terletak di daerah onshore dan offsore dari teluk Napoli, dengan kedalaman 8-30 km.

2
Gambar 2. Anomali Gravitasi Frekuensi Rendah (a) Peta Anomali Skala Besar (b) Model DEXP
dari Sumber Anomali Skala Besar.

Analisa Anomali Gravitasi di Kawasan Vulkanik Aktif Campania


Dengan menggunakan data dari peta anomali Bouguer yang diterbitkan oleh CNR dengan
spasi 1 km. Densitas yang digunakan dalam koreksi data adalah 2.4 g/cm3. Pertama-tama
dilakukan penghapusan tren regional barat laut-tenggara akibat pendalaman batas Moho pada
kawasan penelitian. Hasil peta anomali Bouguer (Gambar 1 (c)) menunjukkan persebaran nilai
gravitasi rendah mulai dari kota Napoli dan memanjang ke arah laut. Selain itu daerah dengan
nilai rendah berada pada Pompei dan dataran Volturno. Sedangkan untuk nilai gravitasi rendah
berada pada kawasan barat laut, tenggara dan timur daerah penelitan. Hal ini berkorelasi dengan
adanya struktur batuan karbonat dan juga adanya struktur tinggian vulkano-tektonik.

Untuk mengetahui sumber utama dari nilai gravitasi rendah, digunakan metode Depth
from Extreme Points (DEXP). Metode ini menggunakan penggambaran 3D secara cepat dari distrubsi

3
sumber di kedalaman, dan memiliki karakter yang sangat stabil dan beresolusi tinggi. Pada model DEXP
didapatkan hasil sumber anomali gravitasi rendah yang dalam dan besar yang berlokasi di daerah
onshore dan offsore dari teluk Napoli. Selain itu, sumber dangkal yang berhubungan dengan
anomali rendah dan tinggi dalam skala yang lebih kecil juga terlihat. Nilai dari hasil pemodelan
ini didapat dari pencitraan langsung dari medan anomali tanpa adanya asumsi dan proses
filtering lebih dahulu.

Untuk mendapatkan sumber anomali yang lebih dalam, dilakukan analisa wavelet multi-
resolusi. Hasil petanya ditunjukkan pada Gambar 2 (a), yang menunjukkan pesebaran anomali
gravitasi rendah memanjang dari arah barat laut ke tenggara daerah penelitian. Citra DEXP dari
data yang telah di filter ditunjukkan pada Gambar 2 (b), dan hasilnya konsisten dengan model
yang belum di filter. Hal ini memastikan bahwa adanya sumber anomali rendah pada kedalaman
yang lebih dalam lagi. Kemudian hasil dari citra DEXP ini digunakan untuk pemodelan maju dan
balik dengan tambahan data vulkanologi, petrologi dan data geofisika lainnya yang telah ada
sebelumnya.

Batasan Vulkanologi, Petrologi dan Seismik.


Proses vulkanisme mulai dari 1,8 juta tahun yang lalu terjadi di dataran Campania akibat
adanya proses tektonik ekstensional dan subsidence. Pada awalnya proses erupsi bersifat efusif
dan ekplosif, dibuktikan dengan adanya timbunan aliran lava pada kedalaman 1-2 km. Namun
pada zaman sekarang, sifat erupsi lebih kepada eksplosif akibat sentralisasi proses vulkanisme ke
arah kawasan Neapolitan. Magma yang terdapat dikawasan penelitian terbentuk dari proses
kristalisasi fraksional (K-basalt  shoshonite  latite  trachyte) dari magma primer (bersifat
basaltik). Magma ini terbentuk dari pelelehan sebagian sebesar 2-6% akibat adanya subduksi,
dentan sumber dari mantel peridotit. Dengan analisa vulkanologi dan petrologi, maka dapat
diperkirakan magma potassic primer yang dihasilkan tidak kurang dari 5.400 km 3 dari kumulasi
ultramafik dan mafik.

Dari data yang dimiliki maka dapat pemodelan gravitasi dapat dibatasi sebagai berikut

1. Panas bumi regional


2. Volume kumulasi dihasilkan dari segregasi magma dari tubuh sumber magma.
3. Komposisi batuan sekitar dan profil densitas secara vertikal dari intrusi kerak
4. Konsentrasi fluida sekitar

Sebagai tambahan data seismik memberikan kedalaman dari ujung atas sumber tubuh anomali
gravitasi

4
Pemodelan Gravitasi Terbatas

Pemodelan 3D Fraktal