Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap masyarakat bahasa pmemiliki tentang cara yang digunakan


untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau
mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu,
kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri
umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan
dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep,
atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan
sendirinya juga diperlukan kata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan
yang sering dianggap lebih mudah adalah mengambil kata yang digunakan
oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal baru.
Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia adalah berupa
penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa-
bahasa asing pemberi pengaruh. Penyerapan kata-kata asing ke dalam
bahasa Indonesia ini melahirkan permasalahan-permasalahan kebahasaan
yang dapat disoroti dari perspektif analogi dan anomali bahasa.
Perdebatan mengenai analogi dan anomali bahasa telah berlangsung
sejak zaman Yunani kuno, dan sampai sekarang masih ada pendukung-
pendukungnya. Pendapat masing-masing pendukung didasarkan pada
kenyataan realita bahasa yang sama-sama akuratnya dan dengan argumen
yang sama kuatnya. Perdebatan ini nampaknya seperti rel kereta api yang
tidak memiliki ujung temu, masing-masing berpijak pada kutub yang
berbeda.
Kalaupun perdebatan analogi dan anomali ini sudah berkembang sejak
sekian waktu yang lama namun dalam kenyataan realita bahasa hal ini
masih saja merupakan issu yang relevan dan aktual dengan perkembangan
zaman. Issu analogi dan anomali memang merupakan issu yang
menyangkut tentang perkembangan bahasa. Selagi bahasa masih
berkembang, maka issu analogi and anomali masih selalu menyertainya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan istilah dan kata serapan?
2. Apa saja fungsi dari kata serapan itu sendiri ?

1
3. Bagaimana latar belakang munculnya kata serapan?
4. Apa saja dampak dari penggunaan kata – kata serapan?
5. Apa saja contoh istilah dan kata serapan dalam artikel kesehatan?

C. Tujuan Penelitian
1. Agar masyarakat mengetahui tentang istilah dan kata serapan dalam
artikel kesehatan
2. Agar masyarakat mengetahui tentang fungsi dari kata serapan
3. Untuk memberikan pengetahuan tentang dampak dari penggunaan
kata – kata serapan.
4. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang beberapa contoh
istilah dan kata serapan dalam artikel kesehatan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Kata serapan adalah kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa
daerah, lalu digunakan dalam bahasa Indonesia. Dilihat dari taraf
penyerapannya ada 3 macam kata serapan, yaitu :
1. Kata-kata yang sudah sepenuhnya diserap kedalam bahasa
Indonesia. Kata-kata ini sudah lazim dieja secara bahasa Indonesia,
sehingga sudah tidak dirasakan lagi kehadiran sebagai kata serapan.
Misalnya: kabar, iklan, perlu, hadir dan lain-lain
2. Kata-kata yang masih asing tapi digunakan dalam konteks bahasa
Indonesia. Ejaan dan ucapannya masih mengikuti cara asing.
Misalnya shuttle cock, knock out, time out, check in, door to door.
Dalam kelompok ini termasuk kata-kata yang dipertahankan
keasingannya karena sifat keinternasionalnya, seperti: music
andante, moderate, adagio dan sebagainya.
3. Kata-kata asing yang untuk kepentingan peristilahan, ucapan dan
ejaannya disesuaikan dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Dan
hal ini perubahan ejaan itu dibuat seperlunya saja sehingga bentuk
indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk bahasa
aslinya. Misalnya: aki (accu), komisi (comisson), psikologi
( psychology) dan fase (phase).

B. Latar Belakang Muncul Kata Serapan


Hal yang melatarbelakangi munculnya kata serapan adalah
kosakata bahasa Indonesia yang semakin bertambah, yang tentunya
pertambahan itu sejalan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan
hidup. Pesatnya kemajuan di segala bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi dapat memperkaya atau memperluas kosakata. Sumber

3
perluasan kosakata itu pada garis besarnya ada dua macam, yaitu sumber
dalam dan sumber luar.
1. Sumber Dalam
Sumber dalam adalah swadaya bahasa Indonesia sendiri. Swadaya itu
dapat berwujud:
a. Pengaktifan kata-kata lama
Contoh :
1) Bahari (wawasan bahari: wawasan laut)
2) Pakar (para pakar : para ahli)
3) Memantau (memonitor)

b. Pembentukan baru
Contoh :

Bentuk dasar kata asal Bentukan baru


1) Masuk masukan (input)
2) Keluar keluaran (output)
3) Unggul unggulan (seeded)
4) Kaji kajian (studi)

c. Penciptaan kata-kata baru


Contoh:
1) Pramuniaga (pelayan toko)
2) Pramubakti (pelayan hotel)
3) Pramuwisma (pembantu rumah tangga)

d. Pengakroniman
Contoh:
1) Raker (rapat kerja)
2) Rapim (rapat pimpinan)
3) Sikon (situasi kondisi)
4) Tilang (bukti pelanggaran)
5) Istora (istana olahraga)

4
2. Sumber Luar
Sumber luar perluasan kosakata Indonesia adalah kata-kata dari:
a. Bahasa serumpun (bahasa-bahasa daerah yang terdapat di
Indonesia/ rumpun bahasa Austronesia)

Contoh :

1) Bahasa Jawa
Amblas: hilang, lenyap, habis sama sekali
Ampuh : sakti
Langka: jarang
2) Bahasa Sunda
Kagok: canggung
Mending: lumayan
Meriang: sakit

b. Bahasa asing (Arab, Sansekerta, Portugis, Belanda, Inggris, dan


sebagainya).Kata-kata yang diambil dari sumber luar ini disebut
kata pungutan, atau lebih akrab disebut sebagai kata serapan.

Contoh :

1) Bahasa sansekerta : Agama, cita, wanita


2) Bahasa Arab : akal, nasihat, rukun
3) Bahasa persi : nahkoda, istana
4) Bahasa tamil : mahligai
5) Bahasa portugis : almari, meja

C. Fungsi Kata Serapan


Memperkaya ragam bahasa Indonesia itu sendiri dan memberikan
pengetahuan tentang bahasa asing kepada pemakai bahasa Indonesia.

5
D. Cara kata Serapan Masuk Ke Dalam Bahasa Indonesia
Kata serapan masuk ke Bahasa Indonesia dengan 4 cara yaitu:
1. Cara Adopsi
Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata
asing itu secara keseluruhan.
Contoh : supermarket, plaza, mall

2. Cara Adaptasi
Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing
itu, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan
bahasa Indonesia
Contoh :
Pluralization : pluralisasi
Acceptability : akseptabilitas

3. Penerjemahan
Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung
dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut dicari kesamaannya
dalam Bahasa Indonesia.
Contohnya :
Overlap: tumpang tindih
Try out: uji coba

4. Kreasi
Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang
ada dalam bahasa Indonesia. Cara ini mirip dengan cara
penerjemahan, akan tetapi memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak
menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemahan. Boleh saja
kata yang ada dalam bahasa aslinya ditulis dalam 2 atau 3 kata,
sedangkan bahasa Indonesianya hanya satu kata saja.

6
Contoh :
Effective: berhasil guna
Spare parts: suku cadang

E. Contoh Istilah dan Kata Serapan dalam Artikel Kesehatan

Kesehatan reproduksi Wanita Usia Subur (WUS)

Hormon adalah kunci untuk kesehatan reproduksi dalam semua


aspek kehidupan seksual seorang wanita. Hormon mengatur haid,
kesuburan, menopause, dan gairah seks ( libido). Hormon hormon utama
yang mempengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan diproduksi oleh
kelenjar di otak dan oleh ovarium.

Sebuah bagian dari otak yang disebut hipotalamus menghasilkan


GnRH (gonadotropin-releasing hormone). GnRH adalah hormon yang
memicu kelenjar pituitary-a seukuran kacang tepat di bawah
hipotalamus untuk melepaskan dua hormon lain: hormon perangsang
folikel ( FSH) dan luteinizing hormone ( LH). FSH dan LH pada
gilirannya memulai proses ovulasi (pelepasan sel telur) dalam ovarium.

Selama proses ini, ovarium juga memproduksi estrogen dan


progesteron, yang keduanya membantu mempersiapkan rahim untuk
kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi, maka akan terjadi menstruasi.
Menstruasi adalah meluruhnya lapisan rahim. Jika salah satu hormon yang
terlibat dalam siklus menstruasi tidak seimbang, hasilnya bisa menstruasi
yang tidak teratur atau tidak terjawab. Diagnosis masalah kesehatan
reproduksi wanita dimulai dengan sejarah wanita medis, pemeriksaan fisik
dan panggul, dan tes darah untuk mengukur kadar hormon. Tergantung
pada temuan awal, tes lain mungkin diperlukan untuk melengkapi
diagnosis. Pendekatan ini berlaku untuk berbagai masalah kesehatan

7
reproduksi wanita amenore (kurangnya periode), infertilitas, menopause,
dan disfungsi seksual perempuan terkait dengan hormon.

F. Contoh istilah dan kata serapan dalam artikel kesehatan


Dalam contoh artikel diatas yang merupakan kata serapan yaitu:
1. Hormon
Hormon termasuk istilah dalam bidang kesehatan yang artinya
pengantar kimiawi yang dilepaskan dari sel-sel khusus ke dalam aliran
darah dan selanjutnya dibawa ke sel-sel tanggap tempat terjadinya
khasiat itu.
2. Reproduksi
Reproduksi merupakan istilah dalam bidang kesehatan yang berarti
hasil keturunan oleh badan yang terorganisasi.
3. Aspek
Aspek merupakan bentuk adaptasi dari bahasa inggris aspect, yang
segi/ pandangan/ sudut pandang.
4. Seksual
Seksual merupakan bentuk adaptasi dari terjemahan bahasa inggris
sexsual,yang artinya berkenaan dengan jenis kelamin.
5. Haid
Haid merupakan istilah dalam bidang biologi/ kesehatan yang berarti
pendarahan yang berasal dari uterus sebagai tanda bahwa alat
kandungan menjalankan fungsinya dan terjadi setiap bulan pada
wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil.
6. Menopause
Menopause merupakan istilah dibidang kesehatan yang berarti haid
yang terakhir kali dan satu tahun berikutnya tidak pernah haid lagi
serta hormon-hormon kelamin menghilang dengan hormon cepat.
7. Libido
Libido merupakan istilah kesehatan yang artinya hasrat seksual.

8
8. Produksi
Produksi merupakan hasil serapan dari bahasa inggris production yang
artinya proses mengeluarkan hasil.
9. Ovarium
Ovarium merupakan istilah biologi yang berati indung telur yang
terletak di kanan kiri uterus.
10. Hipotalamus
Hipotalamus merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya bagian
dasar otak yang terletak di bawah talamus.
11. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH)
GnRH merupakan istilah dalam bidang kesehatan yang artinya
hormon yang dikeluarkan hipotalamus dalam waktu singkat, rata-rata
sekali sampai 3 jam.
12. Pituitary
Pituitary merupakan kata serapan dari bentuk penerjemahan yang
berarti kelenjar di bawah otak.
13. Folikel (FSH)
Folikel (FSH) merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya
hormon yang dihasilkan oleh hipofisis untuk merangsang
pertumbuhan folikel di ovarium.
14. Luteinizing hormone (LH)
LH merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya hormone
15. Proses
Proses merupakan dari kata serapan adaptasi yang artinya
menyiapkan, mengolah, menyelesaikan.
16. Ovulasi
Ovulasi merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya terlepasnya
sel telur masak dari folikel.

9
17. Estrogen
Estrogen merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya hormon
menstruasi yang menyebabkan sifat karakteristik seks sekunder pada
wanita.
18. Progesteron
Progesteron merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya hormon
yang dihasilkan oleh ovarim dan plasenta.
19. Rahim
Rahim merupakan kata serapan dari terjemahan uterus yang berarti
tempat pertumbuhan janin.
20. Hamil
Hamil merupakan kata serapan dari terjemahan bahasa inggris
pregnant yang artinya mengandung.
21. Diagnosis
Diagnosis merupakan kata serapan adopsi yang artinya diagnosa atau
ilmu pengenalan penyakit.
22. Medis
Medis mrupakan kata serapan adaptasi dari kata medical yang berarti
berhubungan dengan pengobatan.
23. Fisik
Fisik merupakan kata serapan adaptasi dari bahasa inggris physic yang
artinya pemeriksaan badan atau jasmani.
24. Tes
Merupakan kata serapan adaptasi dari bahasa inggris test yang artinya
ujian, menguji, mencoba.
25. Darah
Darah merupakan kata serapan dari terjemahan bahasa inggris blood
yang artinya cairan dalam tubuh yang terdiri dari plasma, sel-sel
merah dan putih yang mengalir dalam pembuluh darah manusia atau
binatang.

10
26. Infertilitas
Infertilitas merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya kurang
subur atau belum dapat hamil.
27. Amenore
Amenore merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya tidak
munculnya haid setelah waktu normal tiba.
28. Disfungsi
Disfungsi merupakan istilah dalam kesehatan yang artinya tidak
berfungsi secara normal atau terganggu fungsinya.

G. Dampak dari penggunaan kata – kata serapan.


Seringnya masyarakat menggunakan kata-kata serapan, dapat
menimbulkan dampak positif dan juga dampak negatif sebagai berikut.

1. Dampak positif penggunaan kata – kata serapan


a. Masyarakat lebih bangga menggunakan kata-kata serapan karena
dinilai lebih modern. Para remaja juga senang memakai kata-kata
atau istilah-istilah asing agar dikatakan lebih gaul, dan sebagainya.
b. Selain itu, dampak positif lain adalah pengucapan kata-kata serapan
terkenal lebih singkat dari pada pengucapan kata-kata Bahasa
Indonesia.Seperti, kata “discon” yang dalam Bahasa Indonesianya
berarti “potongan harga”.

2. Dampak negatif penggunaan kata – kata serapan


a. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang rendah dimata
masyarakat.
b. Kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia, bahkan bangsa
Indonesia berkurang.

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah
diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara
umum. Penggunaan istilah dan kata serapan dalam bidang kesehatan
banyak mengandung istilah yang kurang dipahami oleh masyarakat awam,
oleh sebab itu banyak diantara kita yang tidak tahu apa maksud isi dari
artikel yang mengandung istilah dan kata serapan tersebut.

B. Saran
Sebagai warga Indonesia kita harus belajar tentang tata bahasa, agar kita
dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2015. “ Makalah Kata Serapan”,


http://leenalinut.blogspot.com/2015/03/makalah-kata-serapan.html,
diakses pada tanggal 8 September 2018, pukul 17.00 WIB.

Anonym. 2015. https://www.coursehero.com/file/p3nqjmu/B-Latar-Belakang-


Munculnya-Kata-Serapan-Yang-melatarbelakangi-munculnya-kata/,
diakses pada tanggal 8 September 2018, pukul 19.30 WIB.

Hasmirah. 2014. “ Makalah Bahasa Indonesia Unsur Serapan”,


https://indomaterikuliah.blogspot.com/2014/10/makalah-penulisan-
unsur-serapan.html, diakses pada tanggal 8 September 2018, pukul
17.15 WIB.

Rosa, Diana. 2017. “Kosa Kata Bahasa Indonesia”


http://dianarosawildan.blogspot.com/2017/05/kosa-kata-bahasa-
indonesia.html, diakses pada tanggal 8 September 2018, pukul 19.35
WIB.

13