Anda di halaman 1dari 6

No.

Kata Kunci Penanggungjawab


Kardiomegali

Pertanyaan
1. Apa itu kardiomegali?
2. Apa yang menyebabkan kardiomegali?
3. Bagaimana proses sampai terjadi
kardiomegali?

Jawaban
1. Kardiomegali adalah sebuah keadaan
anatomis (struktur organ) di mana
besarnya jantung lebih besar dari ukuran
jantung normal, yakni lebih besar dari
55% besar rongga dada. pada
Kardiomegali salah satu atau lebih dari 4
ruangan jantung membesar. Namun
umumnya kardiomegali diakibatkan oleh
pembesaran bilik jantung kiri (ventrikel
kardia sinistra)
Pada kardiomegali dapat oto-ototnya
yang membesar atau rongganya yang
membesar, manapun itu semua adalah
adaptasi jantung utnuk menghaapi
perubahan dalam tuntutan kerjanya
1.
2. Beberapa kondisi medis dapat Serlin Mohamad Umar
menyebabkan kardiomegali, antara lain:
a. Penyakit katup jantung
Aliran darah bisa berjalan ke
jalur yang benar karena empat
katup jantung kita, jadi saat
katup jantung mengalami
kerusakan karena kondisi cacat
jantung, rematik, gangguan
jaringan ikat, perawatan radiasi
untuk kanker, penggunaan obat
tertentu hingga infeksi, maka
otomatis jantung bisa membesar.
b. Zat besi berlebihan di dalam
tubuh
Hal ini juga disebut dengan
istilah hemokromatosis di mana
kelainan ini menyebabkan tubuh
tak dapat melakukan
metabolisme zat besi secara
benar dan akhirnya menjadikan
pembentukannya ada pada
berbagai organ. Karena
pembentukan bisa terjadi di
organ jantung, inilah yang
menjadi faktor terjadinya
pembesaran ventrikel kiri
diakibatkan oleh otot jantung
yang melemah.

c. Gangguan tiroid
Hipotiroidisme atau kurang
aktifnya kelenjar tiroid maupun
hipertiroidisme atau terlalu
aktifnya kelenjar tiroid mampu
menjadi salah satu alasan jantung
bermasalah dan bisa membesar.
d. Tekanan darah tinggi
Ventrikel kiri dapat mengalami
pembesaran karena tekanan
darah yang tinggi, hal ini pun
menjadi penyebab otot jantung
melemah. Bagian atria atau ruang
atas jantung juga dapat
membesar karena tekanan darah
yang terlalu tinggi. Hal ini
kemudian akan menjadikan
jantung bekerja lebih keras
dalam memompa mengalirkan
darah ke seluruh tubuh.
e. Anemia
Sel darah merah sehat yang tak
mampu membawa cukup oksigen
ke jaringan tubuh disebut dengan
kondisi anemia. Saat anemia
telah berada pada tahap kronis,
detak jantung pun menjadi jauh
lebih cepat atau tak teratur
sehingga jantung perlu
memompa lebih banyak darah
supaya kekurangan oksigen pada
darah dapat tertebus.
f. Cairan di sekitar jantung
Kondisi ini dikenal dengan
istilah efusi perikardial di mana
cairan terakumulasi atau
menunpuk di perikardium
sehingga menjadi penyebab
jantung kelihatan besar ketika
dada telah dirontgen.
g. Kardiomiopati
Keadaan ini kita kenal juga
dengan penyakit otot jantung di
mana otot jantung mengeras dan
menebal yang pada akhirnya
menyebabkan jantung membesar
karena harus memompa lebih
banyak darah.

3. Kardiomegali terjadi saat jantung


bekerja memompa darah dengan sangat
keras, sehingga merusak otot jantung
yang berakibat terjadinya pembesaran
jantung.Hampir semua keadaan yang
memaksa jantung untuk bekerja lebih
keras dapat menimbulkan perubahan-
perubahan pada otot jantung sehingga
jantung akdan membesar.
2 Nyeri Dada

Pertanyaan
1. apa yang dimaksud dengan nyeri?
2. apa saja organ yang berada di bagian
dada?
3. perbedaan nyeri dada berhubungan
dengan paru dan nyeri dada
berhubungan dengan jantung
4. penyebab nyeri dada

Jawaban
1. nyeri adalah rasa sakit atau tidak
nyaman atau seperti rasa tertekan
2. jantung, paru-paru, rusuk dan
kerongkongan Novia Fernanda Moniaga
3. nyeri pada paru biasanya berhubungan
dengan gangguan saat pertukaran gas
terjadi di alveoli atau bahkan di dalam
bronkus sedangkan nyeri pada jantung
biasanya berhubungan dengan pompa
jantung yang tidak normal, atau suplai
oksigen yang kurang.
4. Jika dikaitkan dengan kasus yang ada
maka nyeri dada pada klien yang
dimaksud adalah nyeri yang
berhubungan dengan jantung karena
ventrikel kiri klien mengalami hipertrofi
sehingga kerja jantung lebih berat untuk
menyumplai oksigen baik ke organ
tubuh lain maupun ke jantung itu sendiri.
3 Hasil EKG

Pertanyaan
Sitti Rosdiyana Napu
1. Apa definisi EKG?
2. Apa saja indikasi EKG?
3. Apa yang dilakukan untuk melakukan
pemeriksaan EKG?
4. Bagaimana sistem kelistrikan jantung?
5. Apa definisi dari gelombang PQRST?
6. Mengapa bisa terjadi ST elevasi dan Q
patologis?

Jawaban
1. EKG adalah alat yang digunakan untuk
melihat grafik yang menggambarkan
rekaman listrik jantung
2. EKG digunakan untuk mendeteksi
kondisi- kondisi seperti: serangan
jantung, penyakit jantung koroner,
gangguan elektrolit, keracunan dan efek
samping obat, evaluasi efektifitas dari
alat pacu jantung
3. Pasien berbaring, melepaskan semua
aksesoris yang digunakan, menarik
napas dan menahan napas sesuai anjuran
dengan tujuan untuk merilekskan pasien,
dan aktivitas dihentikan 10-15 menit
sebelum pemeriksaan dilakukan
4. Nodus SA atau pacemeker terletak pada
pertemuan vena kava ssuperior dengan
atrium kanan. Dalam kondisi normal,
nodusSA menginsiasi impuls listrik
(denyut jantung) 60-100 x/menit, tetapi
denyut ini dapat berubah. Tiga
internodus dan satu traktus interatrium
meembawa Depolarisai menjalar dari
atrium kanan ke nodus AV dan ke
attrium kiri, secara berurutan. Sistem
saraf simpatis dan parasimpatis
mengatur nodu SA. Jariingan
miokardium yang menghasilkan impuls
pada laju yang yang lebih tinggi
daripada nodus SA dapat menyebbabkan
pacemeker yang abnormal atau ektopik.
Nodus AV terletak di bawah septum
atrium. Nodus AV dapat menjadi
pacemeker kedua, akan tetapi secara
normal bertugas menerima impuls dari
nodus SA dan menjalarkan impuls
tersebut dari atrium ke ventrikel. Di
dalam nodus AV, impuuls tersebut dari
atrium ke ventrikel. Di dalam nodus AV,
impuls terlambat 0.07 detik saat atrium
berkontraksi. Keterlambatan ini
memungkinkan atrium berkontraki
sempurna sebelum veentrikel
berkontrkssi. Berkas His terletak di
dalam septum interventrrikel dan reatif
pendek, yang bercabang menjadi segmen
kanan dan kiri. Cabang berkas kanan
(riht bundle branch [RBB]) berada di
sisi kanan septum interventrikel. Cabang
berkas kiri (left bundle branch [LBB])
bercabang dua menuju berkas anterior
dan posterior, keduanya membentang
hingga ventrikell kiri. Cabang berkas
kanan dan kiri ini berakhir di serabut
purkinje. Serabut purkinje merupakan
jaringan konduksi yang berdifusi dan
membentang di bawah endokardium
ventrikel; seraabut ini dengan cepat
menyebarkan gelombang depolarisasi ke
sseluruh ventrikel. Aktivitasi ventrikel
dimulai pada septum dan selanjutnya
bergerak dari apeks atas jantung. Di
dalam dinding ventrikel, depolarisasi
terjadi dari endokardium ke epikardium.
Repolarisasi terjadi pada tiap sel dan
tidak meelibatkan sistem konduksi.
Repolarisasi terjadi dengan urutan
terbalik, sehingga sel terakhir yang
meengalami depolarisasi merupakan sel
pertama yang mengalami depolarisasi
merupakan sel pertama yang mengalami
repolarisasi. Potensial aksi serabut
purkinje memiliki durasi terpanjang dan
repolarisasinya terlihat sebagai
gelombang U dalam EKG.
5. P : timbul karena depolarisasi atrium
dari nodus SA ke nodus AV
Q : defleksi negatif pertama sesudah
gelombang P dan yang mendahului
defleksi R dibangkitkan oleh
depolarisasi permukaan ventrikel
R : defleksi positif pertama sesudah
gelombang P dan yang ditimbulkan oleh
depolarisasi utama ventrikel
S : defleksi negatif sesudah defleksi R.
Keseluruhan depolarisasi ventrikel ini
membangkitkan gelombang QRS
kompleks
T : gelombang yang timbul oleh
repolarisasi ventrikel
6. elevasi segmen ST menunjukkan
nekrosis pada dinding ventrikel miokard.
Hal ini turut memicu munculnya Q
patologis