Anda di halaman 1dari 18

Nama : Fairuza Cahyacaqti R

Nim : 13521151

Jawaban Remedy UTS Perancangan Pabrik Kimia 1

1. Jenis jenis reactor


a) Reaktor Batch dan Semi batch
Batch reactor adalah tempat terjadinya suatu reaksi kimia tunggal, yaitu
reaksi yang berlangsung dengan hanya satu persamaan laju reaksi yang
berpasangan dengan persamaan kesetimbangan dan stoikiometri.
Reactor batch dan semi batch umumnya dijalankan pada suatu tangki
dengan pengaduk dan memiliki fleksibilitas jika dibandingkan dengan proses
kontinyu dalam hal :
 Penambhan umpan ataupun penghilangan product (semi batch)
dapat dijadwalkan
 Pengendalian suhu lebih mudah dibandingkan reactor kontinyu
 Waktu kontak dapat lebih mudah divariasikan jika dibandingkan
dengan reactor tubular kontinyu.
Fleksibilitas tersebut membuat jenis reactor ini dapat digunakan jika
diinginkan variasi dalam hal kualitas produk, atau berbagai jenis produk pada
reactor yang sama. Jenis reactor ini juga sesuai untuk kapasitas kecil.

b) Reaktor Alir tangki berpengaduk


Reactor ini termasuk system reactor kontinyu untuk reaksi-reaksi
sederhana. Berbeda degan system operasi batch dimana selama reaksi
berlangsung tidak ada aliran yang masuk atau meninggalkan system secara
berkesinambungan, maka didalam reactor alir (kontnyu), baik umpan maupun
produk akan mengalir secara terus menerus. System seperti ini memungkinkan
kita untuk bekerja pada suatu keadaan dimana operasi bejalan secara
keseluruhan daripada system berada dalam kondisi stasioner.
Reactor tipe ini bias terdiri dari satu tangki atau lebih. Biasanya tangki-
tangki ini dipasang vertical dengan pengadukan sempurna. Pengadukan pada
masing-masing tangki dilakukan secara kontinyu sehingga diperoleh suatu
keadaan dimana komposisi campuran didalam reactor benar-benar seragam.
Reactor tangki ini biasanya digunakan untuk reaksi-reaksi dalam fase cair,
untuk reaksi heterogen cair-padat atau reaksi homogeny cair-cair dan
sebagainya.

c) Reactor Alir Pipa


Reactor alir pipa merupakan reactor dimana cairan bereaksi dan
mengalir dengan cara melewati tube dengan kecepatan tinggi, tanpa terjadi
pembentukan arus putar pada aliran cepat. Pada umumnya reactor alir pipa
dilengkapi dengan katalisator.
RAP umumnya digunakan untuk reaksi-reaksi yang menghendaki
aliran yang bersifat plug-flow dan untuk reaksi homogeny yang membutuhkan
luas transfer panas yang besar dengan penggunaan pipa berukuran kecil (tube).

d) fluidized-bed reactor
Fluidized bed reactor adalah jenis reactor kimia yang dapat digunakan
untuk mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa. Reactor jenis ini
menggunakan fluida (cairan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan
(biasanya berbentuk butiran-butiran kecil) dengan kecepatan yang cukup
sehingga katalis akan bertolak sedemikian ripa dan akhirnya katalis tersebut
dapat dianalogikan sebagai fluida juga. Biasanya digunakan untuk fase
Heterogen gas-padat atau gas-cair-padat.
e) fixed bed reactor
fixed bed reactor dapat didefinsikan sebagai suatu tube silindrikal yang
dapat diisi dengan partikel-partikel katalis. Selama operasi, gas atau liquid atau
keduanya akan melewati tube dan partikel-partikel katalis, sehingga akan
terjadi reaksi. Fixed bed reactor adalah reactor yang dalam proses nya
mempunyai prinsip kerja pengontakan langsung antara pereaktan dengan
partikel-partikel katalis. Fixed bed reactor biasanya digunakan untuk umpan
yang mempunyai viskositas kecil. Reactor ini digunakan untuk fase heterogen
gas-padat atau cair-padat.
f) Reactor gelembung.
Reactor gelembung umumnya digunakan untuk reaksi yang melibatkan
fasa gas dan cair. Performa reactor ini mendekati tangki berpengaduk dalam
hal kecepatan transfer panas walaupun secara umum lebih rendah. Jenis reactor
ini akan lebih ekonomis jika dibandingkan dengan reactor berpengaduk jika
reaksi dijalankan pada tekanan tinggi. Sesuai untuk reaksi-reaksi lambat.
Untuk fase heterogen gas-cair.
g) Tricle-bed reactor
Merupakan jenis reactor dimana padatan (katalis atau bahan isian)
ditumpuk dalam reactor,gas dan cairan mengalir searah dari atas ke bawah.
Jenis reactor ini digunakan ketika reaksi searah. Sesuai untuk reaksi heterogen
gas-cair-padat.

h) Slurry reactor
Reactor ini berisi partikel padat. Untuk fase gas tidak dapat terus-
menerus masuk kedalam reactor. Suatu model umum untuk reactor gas-padat-
cair akan mempunyai reaksi homogen.
2. Alat pemisah campuran homogen

a) Menara Destilasi
Destilasi merupakan pemisahan cairan dari suatu larutan dengan cara
penguapan dan diikuti dengan proses kondensasi. Pemisahan ini berdasarkan
perbedaan titik didih komponen zat cair dalam larutan. Contoh dalam
penyulingan minyak bumi.

b) Kromatografi
Merupakan suatu cara pemisahan, dimana komponen-komponen yang
akan dipisahkan terdistribusi kedalam dua fasa yaitu fase staisioner (tetap) dan
fase bergerak. Kromatografi terbagi 4 jenis yaitu :
 Kromatografi cair padat
 Kromatografi gas padat
 Kromatografi cair cair
 Kromatografi gas cair

c) Evaporator
Merupakan alat pemisahan padatan dari suatu larutan dengan cara
menguapkan pelarutnya. Pemisahan ini didasarkan pada keadaan bahwa titik
didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat padat terlarutnya.

d) Kritalizer
Merupakan kelanjutan dari proses evaporator. Larutan pekat dari hasil
evaporator secara perlahan-lahan didinginkan, sehingga padatan
memisah dari larutan pekat membentuk Kristal. Pemisahan ini
didasarkan pada fakta bahwa jika suhu diturunkan, kelarutan zat pelarut
berkurang sehingga memisah membentuk Kristal.

e) Ekstraktor
Merupakan alat pemisah antara padatan dari suatu campuran berbentuk
padatan (pemisahan cairan dari suatu campuran berbentuk cairan),
dengan cara menambahkan pelarut tertentu. Pemisahan ini didasarkan
pada keadaan bahwa salah satu komponen campuran tersebut dapat
larut kedalam pelarut yang ditambahkan tersebut.
f) Dryer
Dryer adalah alat pengering yang dalam prinsipnya memisahkan cairan
dari suatu campuran berbentuk padatan dengan cara melewatkan gas kering
dan panas.

3. Alat pemisah campuran heterogen


a) Clarifier
Adalah alat untuk menjernihkan air baku yang keruh dengan cara
melakukan pengendapan, untuk mempercepat pengendapan lazimnya
ditambahkan chemical koagulan atau flokulan agar terjadi proses koagulasi dan
flokulasi pada air.

b) Thickener
Sering disebut sebagai alat pengental diterapkan untuk zat-zat yang
meningkatkan visksitas larutan atau campuran cair/padat tanpa secara
substansial memodifikasi sifat-sifat lainnya. Bentuk dari thickene dari luar
hamper sama dengan kolam sedimentasi. Namun ketinggian biasanya lebih
tinggi. Karena thickener ini biasanya menampung sludge sedimentasi dan
sludge dari kolam lain.
Prinsip kerjanya ialah mengurangi kadar air dalam lumpur sehingga
konsentrasi solid meningkat.
c) Press filter
Press filter terdiri dari elemen elemen filter yang berdiri tegak atau
terletak mendatar, disusun secara berdampingan atau satu diatas yang lain.
Elemen-elemen ini terbuat dari pelat yang beralur yang dilapisi kain filter dan
disusun pada balok-balok luncur sehingga dapat digeser-geser dengan suatu
sumbu giling atau perlengkapan hidraulik, pelat ini dipress menjadi satu
diantara bagian alat yang diam dan bagian yang bergerak.

d) Filter putar

Filter putar terdiri atas sebuah


tromol ayak yang berputar lambat dan
terbagi dalam sel-sel. Kain filter direntangkan pada permukaan tromol dan
bagian bawah tromol tercelup di dalam bak berisi suspensi yang harus
dipisahkan. Putaran dikontrol oleh bagian pengendali yang tidak bergerak di
pusat. Dalam satu kali putaran, pada setiap sel berlangsung berturut-turut:-
penghisapan suspensi dan pembentukan kue filter
 pencucian kue filter

 penghilangan kelembaban dari kue filter

 pelepasan dan penyapuan bersih kue filter

 pembilasan kue filter

4. Alat penukar panas

a) Fluidized bed heat heat exchanger


Heat exchanger tipe ini menggunakan sebuah komponen solid yang
berfungsi sebagai penyimpan panas yang berasal dari fluida panas yang
melewatinya. Fluida panas yang melewati bagian ini akan sedikit terhalang
alirannya sehingga kecepatan aliran fluida panas ini akan menurun, dan panas
yang terkandung di dalamnya dapat lebih efisien diserap oleh padatan tersebut.
Selanjutnya fluida dingin mengalir melalui saluran pipa-pipa yang dialirkan
melewati padatan penyimpan panas tersebut, dan secara bertahap panas yang
terkandung di dalamnya ditransfer ke fluida dingin.
b) Immiscible Fluid Exchanger
Heat exchanger tipe ini melibatkan dua fluida dari jenis berbeda untuk
dicampurkan sehingga terjadi perpindahan panas yang diinginkan. Proses yang
terjadi kadang tidak akan mempengaruhi fase dari fluida, namun bisa juga
diikuti dengan proses kondensasi maupun evaporasi. Salah satu penggunaan
heat exchanger ini adalah pada sebuah alat pembangkit listrik tenaga surya
berikut.
c) Gas-Liquid Exchanger
Pada tipe ini, ada dua fluida kerja dengan fase yang berbeda yakni cair
dan gas. Namun umumnya kedua fluida kerja tersebut adalah air dan udara.
Salah satu aplikasi yang paling umum dari heat exchanger tipe ini adalah pada
cooling tower tipe basah. Cooling tower biasa dipergunakan pada pembangkit-
pembangkit listrik tenaga uap yang terletak jauh dari sumber air. Udara bekerja
sebagai media pendingin, sedangkan air bekerja sebagai media yang
didinginkan. Air disemprotkan ke dalam cooling tower sehingga terjadi
percampuran antara keduanya diikuti dengan perpindahan panas. Sebagian air
akan terkondensasi lagi sehingga terkumpul pada sisi bawah cooling tower,
sedangkan sebagian yang lain akan menguap dan ikut terbawa udara ke
atmosfer.

d) Liquid-Vapour exchanger
Perpindahan panas yang terjadi antara dua fluida berbeda fase yakni uap air
dengan air, yang juga diikuti dengan pencampuran sejumlah massa antara
keduanya, termasuk ke dalam heat exchanger tipe kontak langsung. Heat
exchanger tipe ini dapat berfungsi untuk menurunkan temperatur uap air dengan
jalan menyemprotkan sejumlah air ke dalam aliran uap air tersebut (pada boiler
proses ini biasa disebut dengan desuperheater spray), atau juga berfungsi untuk
meningkatkan temperatur air dengan mencampurkan uap air ke sebuah aliran air
(proses ini terjadi pada bagian deaerator pada siklus pembangkit listrik tenaga
uap).

5. Alat-alat transportasi Fluida maupun bahan padatan


a) Slat Konveyor
Fungsinya ialah untuk mengangkut material padatan dalambentuk
kemasan (punya volume). Membawa bahan material diatas saluran yang
bergerak secara horizontal dalam jarak tertentu. Prinsip kerja alat yakni
mengangkut material yang ada diatas suatu plat baja yang tersusun dan
dirangkai berseri sehingga akan bergerak secara hotizontal.

b) Apron Conveyor
Fungsi dari alat ini ialah memindahkan berbagai jenis beban bulk dan
bahan baku dalam arah horizontal maupun dengan posisi miring atau bersudut.
Prinsipkerja dari alat ini sebagai berikut :
 Material padat dibawa diatas saluran yang bergerak.
 Apron conveyor sederhana terdiri dari dua rantai yang diikatkan
pada batang kayu atau plat baja.
 Untuk membawa material halus susunan plat baja saling over
lap.
 Biasanya digunakan untuk pengangkutan yang berat dan
jaraknya pendek.

c) Belt Conveyor
Memiliki fungsi umum ialah mengangkut benda padat dengan jarak
jauh dan cenderung ringan. Dengan fungsi khusus ialah mengangkut berupa
muatan satuan (unit load) atau muatan curah (bulk load) dengan kapasitas yang
cukup besar. Prinsip kerja dari belt konveyor ialah memindahkan material baik
satuan atau bulk curah, dengan putaran dari motor sebagai penggerak utama
yang terhubung dengan drum atau yang disebut pulley.
d) Pompa Rotari
Pompa menggerakkan fluida dengan menggunakan prinsip rotary.
Vakum terbentuk oleh rotasi dari pompa dan selanjurnya menghisap fluida
masuk.