Anda di halaman 1dari 14

1. Contoh-contoh obat bebas terbatas P1-P6!

A. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di
apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam yakni obat-
obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di
apotek, tanpa resep dokter, dan dapat diperoleh di semua toko
obat berizin. Obat ini bebas, namun perlu ada perhatian
lebih dalam penggunaanya. Konsumen harus cermat dalam
membaca peringatannya agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan. Tingkat
peringatan Obat bebas terbatas terbagai kedalam enam golongan (P1-P6) yaitu :

a) P.No.1 Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Pemakaiannya


b) P.No.2 Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan
c) P.No.3 Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari badan
d) P.No.4 Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar
e) P.No.5 Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan
f) P.No.6 Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan

B. Contoh-contoh Obat Bebas Terbatas P1-P6


a) P.No.1 Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Pemakaiannya
 Antimo, Decolgen, Vicks Formula 44 DT, Ultraflu, Decolgen, Antimo,
Konvermex, Fatigon, Paramex, Procold, Komix, dan OBH.
b) P.No.2 Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan
 Enkasari, Listerine, Alphadine, Biosepton, Gargarisma Kan, Hexadol, Betadine
Kumur, dan Ttanflex
c) P.No.3 Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari badan
 Neo Ultrasiline, Betadine, Tintucra Jodii, Insto, dan Kalpanax.
d) P.No.4 Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar
 Sigaret Astma, Decoderm, dan Neoidoine

e) P.No.5 Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan


1
 Sulfanilamide steril, Bufacetin, Bravoderm, dan Bufacort.
f) P.No.6 Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan
 Laxarec, Anusol Suppositoria, Molexdine, dan Ambeven.

OBAT BEBAS TERBATAS


Nama Dagang dan
Nama Generic Indikasi
Golongan
Untuk sakit kepala, sakit
Parazon (P1) Propifenazon gigi, nyeri waktu haid, dan
menurunkan demam.
Untuk mencegah dan
mengiobati kekurangan
Zevit-C (P1) Vit. C
vitamin b complex, vitamin
C, vitamin E, dan Seng.
Xepavit (P1) Vit. E Vit. E
Untuk pencegahan devisiensi
Zevibex (P1) Vit. B1 vitamin B kompleks, vitamin
E, vitamin C, dang Seng.
Untuk infeksi cacing gelang
(ascarislumbricoides)
Upixon (P1) Piperasilin
diminum sesudah makan
malam.
Konvermex (P1) Pirantel pamuat Untuk antelmintik.
Untuk gingivitis, stomatitis,
Ttanflex (P2) Bensidamin hidroklorida glositis, sariawan, bedah
mulut.
Untuk mencegah dan
mengobati infeksi
Molexdine (P2) Povidon iodide tenggorokan, amandel,
sariawamn, dan gigi
berlubang, kebersihan rongga

2
mulut, menghilangkan bau
mulut, profilaksi pada
tindakan sebelum dan
sesudah iperasi rongga mulut
dan tenggorokan.
Untuk antiseptic dan
Alphadine (P3) Povidon iodida
disinvektan.
Untuk disinvektan sebelum
dan seseudah operasi,
mencegah infeksi pada luka,
Isodine mundipharma (P3) Povidon iodida
infeksi kulit, irigasi pada
pleuritis dan osteomielitis ,
kompres luka bernanah.
Untuk kompres luka terbuka
dari ringan sampai berat,
mencegah infeksi, dan
Biosepton (P3) Povidon iodida menyembuhkan luka khitan,
cairan pencuci pada inveksi
trichomonasiasi dan infeksi
lain pada vagina.
Untuk disinfeksi, hygiene,
dan pembedahan pada tangan
dan kulit sebelum operasi,
Spitaderm (P3) Klorheksidin diglukonat sebelum injeksi dan
faksinasi, sebelum
pengambilan darah, dan
ketika mengganti pembalut.
Untuk luka bakar, luka
bernanah, antiseptic pra dan
Neoidoine (P4) Povidon iodida
pasca bedah, infeksii kulit
karena jamur, kandidiasis,

3
moniliasis, dan vaginitis.
Unuk eksim, dermatitis,
alergi kontak gigitan
Decoderm (P4) Flupredniliden serangga, luka bakar karena
sinar matahari, psoriasis
vulgaris.
Untuk dermatitis yang
terinfeksi oleh kuman yang
Bravoderm (P5) Flusinolon asetonida
peka terhadap neomisin atau
tanpa ada infeksi sekunder.
Dermatitis yang terinfeksi
atau yang tampak ada infeksi
Hidrokortison / neomisin
Bufacort (P5) sekunder seperti pioderma,
sufat
infetigofurunkulosis, akne,
dan eksim.
Untuk mengatasi kesulitan
Laxarec (P6) Natrium lavril sulfuasetat
buang air besar.
Untuk pengobatan wasir
interna dan eksterna dengan
Ambeven (P6) Graphtophyllum pictum
gejala nyeri, bengkak, dan
pendarahan.

4
2. Jelaskan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional)!
A. Pengertian DOEN
Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI, bahwa dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan untuk menjamin ketersediaan obat yang
lebih merata dan terjangkau oleh masyarakat perlu disusun Daftar Obat Esensial
Nasional. Konsep Obat Esensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan
dikeluarkannya Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang pertama pada tahun 1980,
dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983.
Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar yang berisikan obat
terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan
sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk
pelayanan kesehatan.
B. Tujuan Penerapan DOEN
a) Meningkatkan ketepatan, keamanan, kerasionalan penggunaan obat.
b) Memperluas, memeratakan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
C. Kriteria Pemilihan Obat Esensial
a) Memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan
penderita.
b) Mutu terjamin.
c) Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita.
d) Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-costratio) yangtertinggi.
e) Bila terdapat satu pilihan yang memiliki efek terapi serupa dipilih obat yang sifatnya
paling banyak diketahui berdasarkan data ilmiah.

5
f) Untuk obat kombinasi tetap, harus menunjukkan khasiat dan keamanan yang lebih
tinggi.
D. Penerapan DOEN
Penerapan Konsep Obat Esensial dilakukan melalui :Daftar Obat Esensial Nasional,
Pedoman Pengobatan, Formularium Rumah Sakit, Daftar obat terbatas lain dan
Informatorium Obat Nasional Indonesia yang merupakan komponen saling terkait untuk
mencapai peningkatan ketersediaan dan suplai obat serta kerasionalan penggunaan obat.

E. Terminologi
a) Isi dan Format DOEN
 DOEN Rumah Sakit sama dengan DOEN untuk seluruh fasilitas pelayanan
kesehatan.
 Satu jenis obat dapat dipergunakan dalam beberapa bentuk sediaan dan satu
bentuk sediaan dapat terdiri dari beberapa jenis kekuatan.
 Dalam DOEN, obat dikelompokkan berdasarkan kelas, subkelas dan kadang-
kadang sub-subkelas terapi. Dalam setiap subkelas atau sub-subkelas terapi obat
disusun berdasarkan abjad nama obat.
b) Tata Nama
 Nama obat dituliskan sesuai dengan Farmakope Indonesia
e d i s i terakhir. Jika tidak ada dalam Farmakope Indonesia maka digunakan
International Nonproprietary Names (INN) (namagenerik) yang diterbitkan WHO.
 O b a t ya n g s u d a h l a z i m d i g u n a k a n d a n t i d a k m e m p u n ya i n a m a
I N N (generik) ditulis dengan nama lazim, misalnya : garam oralit.
 O b a t k o m b i n a s i y a n g t i d a k m e m p u n y a i n a m a INN (generik)
diberinama yang disepakati sebagai nama generik untuk kombinasi dan dituliskan
masing-masing komponen zat khasiatnya disertai kekuatan masing-masing
komponen. Untuk beberapa hal yang dianggap perlu nama sinonim, dituliskan di
antara tanda kurung.
F. Singkatan

6
 btl : botol
 FDC : Fixed Dose Combination
 ih : inhalasi
 inj : injeksi
 inj dlm minyak : injeksi dalam minyak
 inj i.a. : injeksi intraarteri
 inj infiltr : injeksi infiltrasi
 inj i.k. : injeksi intrakutan
 inj i.m. : injeksi intramuscular
 inj i.t : injeksi intratekal
 inj i.v. : injeksi intravena
 inj p.v. : injeksi paravertebral
 inj s.k. : injeksi subkutan
 kapl : kaplet
 kaps : kapsul
 kaps dalam minyak : kapsul dalamminyak
 kaps lunak : kapsul lunak
 KDT : Kombinasi Dosis Tetap
 lar : larutan
 lar rektal : larutan rectal
 lar infus : larutan infuse
 serb : serbuk
 serb inj : serbuk injeksi
 serb inj i.v. : serbuk injeksi intravena
 serb kering : serbuk kering
 sir : sirup
 sir kering : sirup kering
 sup : supositoria
 susp : suspensi
 tab : tablet

7
 tab salut enterik : tablet salut enteric
 tab scored : tablet dengan tanda belah
 ER : extended release
 RR : regular release
 SR : sustained release
 tab vagina : tablet vaginal
 TB : Tuberkulosis
 tts : tetes
 tts mata : tetes mata & tts telinga : tetes telinga

G. Berikut adalah beberapa daftar obat esensial yang ada di Indonesia


1. Analgesik
Merupakan istilah yang digunakan untuk kelompok obat penahan rasa sakit. Obat
analgesik termasuk obat antiradang non-steroid (NSAID / Non Steroidal Anti
Inflammatory Drugs) atau anti inflamasi non steroid (AINS) seperti salisilat, obat
narkotika seperti morfin, dan obat sintesis bersifat narkotik seperti tramadol, NSAID
aspirin, naproksen, dan ibuprofen, bukan saja meredakan rasa sakit tetapi obat ini juga
dapat meredakan deman. Analgesik terbagi 2, yaitu :
 Analgesik opioid/anlgesik narkotika merupakan kelompok obat yang memilki
sifat seperti opium atau morfin. Golongan obat ini terutama digunakan untuk
merdakan atau menghilangkan rasa nyeri.Tetapi, analgesik opioid dapat
menimbulkan adiksi atau ketergantungan, maka usaha nutuk mendapat sesuatu
analgesik masih tetap diteruskan dengan tujuan mendapatkan analgesik yang sama
kuat dengan morfin tanpa bahya adiksi. Ada tiga obat golongan ini, yaitu :
1. Obat yang berasal dari opium-morfin.
2. Senyawa semi sintetik morfin.
3. Senyawa sintetik yang berefek seperti morfin.

8
 Analgesik lainnya, seperi golongan salisilat seperti aspirin, golongan para amino
fenol seperti paracetamol, dan golongan lainnya seperti ibuprofen,asam
mefenamat,naproksen dan masih banyak lagi.
2. Antipiretik
Merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan suhu tubuh dalam keadaan
demam. Namun, tidak tidak mempengsruhi suhu tubuh normal jika tidak dalam
keadaan demam. Antipiretik bertindak pada hipotalamus untuk mengurangi kenaikan
suhu yang diprakarsai oleh interleukin. Setelah itu, suhu akan berfungsi pada suhu
yang lebih rendah sehingga terjadi pengurangan demam. Antipiretik yang sering
digunakan adalah aspirin, asetaminofen, dan lainnya
3. Anastetika
Obat-obatan yang dapat menimbulkan anesthesia atau narkosa yakni, suatu
keadaan depresi umum yang bersifat reversible dari berbagai pusat di SSP, dimana
seluruh perasaan dan keadaan ditiadakan. Jadi, anestetika digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur
lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.
4. Antidotum
Merupakan obat penawar racun. Antidotum lebih difokuskan terhadap over dosis
atau dosis toksik dari suatu obat. Kondisi suatu obat dapat menimbulkan keracunan
bila melebihi kondisi amannya. Selain itu metabolisme tubuh setiap orang terhadap
dosis obat juga mempengaruhi. Pada keracunan yang parah dibutuhkan antidotum
yang memang terbukti menolong terhadap efek keracunan obat tertentu, misal asam
folinat untuk keracunan metotrexat.
Agent Nalokson, atropin, chelating, natrium tiosulfat, metilen biru merupakan
antidotum spesifik yang sangat ampuh dan sering menimbulkan reaksi pengobatan
yang dramatis. Namun, sebagian terbesar kasus keracunan harus dipuaskan dengan
pengobatan gejalanya saja, dan inipun hanya untuk menjaga fungsi vital tubuh, yaitu
pernafasan dan sirkulasi darah.
5. Antihistamin
Antihistamin atau atagonis histamin adalah zat yang mampu mencegah
penglepasan atau kerja histamin. Istilah anti histamin dapat digunakan untuk

9
menjelaskan antagonis histamin yang manapun. Namun sering kali istilah ini
digunakan untuk merujuk kepada antihistamin klasik yang bekerja pada reseptor
histamin H1.
Antihistamin ini biasanya digunakankan untuk mengobati reaksi alergi, yang
disebabkan tangggapan berlebihan tubuh terhadap alergen atau penyebab alergi
tubuh, seperti serbuk sari tanaman. Reaksi alergi ini menunjukan penglepasan
histamindalam jumlah yang signifikan didalam tubuh. Terdapat beberapa jenis
antihistamin, yang dikelompokkan berdasarkan sasaran kerjanya terhadap reseptor
histamin. Antigonis reseptor histamin H1 secara klinis digunakan untuk menngobati
alergi. Contoh obatnya adalah:
 Difenhidramina
 Loratadina
 Desloratadina
 Meclinzine
 Quetiapine (khasiat antihistamin merupakan efek samping dari obat antipsikotik
ini).
 Prometazina
6. Antimigrain
Antimigraian adalah obat yang dimaksudkan untuk mengurangi efek atau intensitas
migrain (sakit kepala sebelah). Contohnya:
 Triptans
 Zolmitriptan
 Obat Antimigraine diklasifikasikan sebagai "N02C" dalam Sistem Klasifikasi
Kimia Anatomi Terapi.
7. Antiinflamasi
Inflamasi adalah respon normal terhadap cedera.Ketika terjadi cedera, zat seperti
histamine,brandikinin dan PG serta serotonin. anti inflamasi bekerja mengikat enzim
cyclooxigenase dan lipogenase sehingga menghambat sintesis PG dan leokotrin.
Hambatan tersebut antara lain menyebabkan stabilisasi sel meningkat, permeabilitas
membrane menurun (mengurangi odem), dan nyeri berkurang.

10
Berdasarkan cara kerja diatas ada 2 jenis anti inflamasi yang digunakan dalam
klinik, yaitu golongan kortikosteroid dan nonsteroid. Dari 2 golongan anti inflamasi
yang sering digunakan adalah AINS,karena golongan steroid dalam jangka panjang
dapat menimbulkan efek samping seperti :
 Iritasi lambung
 Moon face
 Menekan imunitas
 Tulang keropo
8. Diuretik
Adalah suatu obat yang dapat meningkatkan jumlah urin ( duiresis ) dengan jalan
menghambat reasorbsi air dan natrium serta mineral lain pada tubulus ginjal.
Penggunaan diuretic terbanyak adalah untuk anti hipertensi dan gagal jantung
Penggolongan dan mekanisme kerja diuretic adalah sebagai berikut:
 Golongan tiasid dan seperti tiasid
 Golongan diuretic kuat ( loop duiritik / high ceeling)
 Diuretic hemat kalium
 Penghambat anhidrase karbonik

9. Antikonvulsi
Antikonvulsi digunakan terutama untuk mencegah dan mengobati bangkit
aneppilepsi (epilepticseizure). Golongan obat ini kebih cepat dinamakan antiepilepsi,
sebab obat ini jarang digunakan untuk gejala konvulsi penyakit lain. Bromide, obat
pertama yang digunakan untuk terapi epilepsy telah ditinggalkan karena
ditemukannya berbagai antiepilepsi baru yang lebih efektif.
10. Antiepileptika
Antiepileptika adalah obat yang dapat menaggulangi serangan epilepsy berkat
khasiat antikonvulsinya, yakni merekadakan konvulsi (kejang klonus hemat).
Disamping itu, kebanyakan obat juga bersedatif (meredakan). Semua obat
antikonvulsi memiliki masa paruh panjang, dieliminasi dengan lambat, dan
berakumulasi dalam tutbuh pada penggunaan kronis.
11. Antineoplastik

11
Obat-obatan ini mencapai hasil terapeutik dengan berbagai macam cara, memiliki
lebih banyak spesifikasi obat. Manfaatnya efektif terhadapat leukemia limfatik,
penyakit hodgkins, limfosarkoma, neuroblastoma, tumor wilms dan kanker payudara.
Obat-obatan ini mempunyai banyak reaksi sampingan sehubungan dengcan cara
pemberiannya, biasakan dengan obat-obatan yang telah digunakan. Sebagian besar
diberikan pada lingkugan rumah sakit.
12. Psikofarma
Psikofarma adalah obat-obatan yang digunakan untuk klien dengan gangguan
mental. Psikofarma termasuk obat-obatan psikotropik yang bersifat neuroeleptika
(bekerja pada system saraf). Pengobatan pada gangguan mental bersifat komprehensif
yang meliputi :
 Teori biologis (somatic) mencakup pemberian obat psikofarmaka, lobektomi
elektro convulsi therapy (ECT)
 Psikoterapeutik
 Terapi modalitas
13. Antiseptik
Antiseptik dan desinfektan digunakan untuk mencegah infeksi. Keduanya berbeda
dengan antimikroba karena selain bentuk umumnya larutan, pemakaianya selalu
diaplikasikan ditempat yang kemungkinan terdapat mikroba (kontak langsung) dan
bekerja tidak selektif. Efeknya juga dapat menyebabkan denaturasi protein,
menginaktifasi enzim dan merusak membrane sel. Pada konsentrasi tertentu efek
diatas juga dapat terjadi pada sel manusia, jadi selektifitas karena factor konsentrasi.
Antiseptic digunakan pada jaringan hidup, sedangkan sedinfektan untuk benda
mati. Seperti diguanakan pada peralatan medium ruang operasi untuk sterilisasi.
Berikut ini dicantumkan sebagai antiseptic dan sedinfektan beserta kegunaannya.

12
13
Nama Konsentrasi Desinfektan An
Alcohol (etanol) 40-70% Peralatan Pe
Iri
Benzalkonium klorit 0,02-0,5% Peralatan dari kaca atau karet pe

- Pe
Klorheksidin glukonas 1-4% pe
se
- dik
Iodium 1,5-3% dii
-
2%
Povidon Iodin M
Peralatan
Natrium Hipoklorim 0,5-10%
Lantai dan dinding
Rivanol 4-6%

0,1%

14

Anda mungkin juga menyukai