Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PENGELOLAAN LABORATORIUM

“KEAMANAN LABORATORIUM”

DISUSUN OLEH:

DOSEN PENGAMPU:

Dr. Drs. HARIZON, M.Si.

REGULER B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah berjudul “Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Dalam Laboratorium” ini. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Di dalam penulisan laporan ini, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan oleh
karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun. Dan tidak lupa kami mohon
maaf bila terjadi kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Harapan kami semoga
makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga
kami dapat memperbaiki bentuk maupaun isi makalah ini sehingga ke depannya dapat menjadi
lebih baik.

Jambi , April 2019

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti
melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan
terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun
yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat
mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan
praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan .
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran terhadap keselamatan dan bahaya
kerja dilaboratorium.Telah banyak terjadi kecelakaan ataupun menderita luka baik yang bersifat
luka permanen, luka ringan, maupun gangguan kesehatan dalam yang dapat menyebabkan
penyakit kronis maupun akut, serta kerusakan terhadap fasilitas – fasilitas dan peralatan
penunjang Praktikum yang sangat mahal harganya. Semua kejadian ataupun kecelakaan kerja di
laboratorium sebenarnya dapat dihindari dan diantisipasi jika para Praktikan mengetahui dan
selalu mengikuti prosedur kerja yang aman di laboratorium.
Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya
dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan
sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan
penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk
menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat
mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya
dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Keamanan laboratorium merupakan hal yang penting, sebagai upaya keselamatan dalam
melaksanakan pemeriksaan/praktikum di laboratorium, dengan tujuan melindungi
pekerja/praktikan dan orang disekitarnya dari resiko terkena gangguan kesehatan yang
ditimbulkan laboratorium.

B. Rumusan masalah
1. Pengertian dan tujuan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja dalam Laboratorium
cuci tangan yang baik dan benar
3. Penanganan kerja di laboratorium
4. Prosedur bekerja yang aman di laboratorium

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan tujuan dari Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
dalam laboratorium
2. Untuk mengetahui bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar
3. Untuk mengetahui penanganan keselamatan dalam laboratorium
4. Untuk mengetahui bagaimana prosedur bekerja yang aman di laboratorium

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)


1. Pengertian dari Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
Menurut keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 463/MEN/1993
Adalah “upaya perlindungan untuk tenaga kerja dan orang lainnya di tempat kerja agar selalu
dalam keadaan selamat dan sehat, serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara
aman dan efisien.”
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perlindungan tenaga kerja dari segala
aspek yang berpotensi membahayakan dan sumber yang berpotensi menimbulkan penyakit
akibat dari jenis pekerjaan tersebut, pencegahan kecelakaan dan penserasian peralatan kerja, dan
karakteristik pekerja serta orang yang berada di sekelilingnya.
Tujuannya agar tenaga kerja mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan
yang tinggi sehingga menciptakan kesenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Tidak
ada sesuatu di tempat kerja yang terjadi secara kebetulan tetapi karena ada alasan-alasan yang
jelas dan dapat diperkirakan sebelumnya. Pengawasan terhadap alat maupun terhadap pekerja
harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.

2. Tujuan dari Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)


Tujuan K3 ”Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 463/MEN/1993
:mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, sehingga akan
tercapai suasana lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman dengan keadaan tenaga kerja
yang sehat fisik, mental, sosial, dan bebas kecelakaan.”
Tujuan kesehatan kerja adalah:
a. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja di semua lapangan
pekerjaan ketingkat yang setinggi-tingginya, baik fisik, mental maupun kesehatan sosial.
b. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan masyarakat pekerja yang diakibatkan oleh
tindakan/kondisi lingkungan kerjanya.
c. Memberikan perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaanya dari kemungkinan bahaya yang
disebabkan olek faktor-faktor yang membahayakan kesehatan.
d. Menempatkan dan memelihara pekerja di suatu lingkungan pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan fisik dan psikis pekerjanya

Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Beberapa pendapat para ahli tentang tujuan dari
keselamatan dan kesehatan kerja antara lain :
”Menurut Gary J. Dessler (1993), untuk sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi
kerja yang aman dan sehat kepada setiap pekerja dan untuk melindungi sumber daya manusia.”
”Menurut Suma’mur (1992), tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah :
a. Melindungi tenaga kerja atas hak dan keselamatannya dalam melakukan pekerjaannya
untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan kinerja.
b. Menjamin keselamatan orang lain yang berada di tempat kerja.
c. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.”
”Menurut pendapat Suma’mur (1992), menyebutkan bahwa dalam aneka pendekatan
keselamatan dan kesehatan kerja antara lain akan diuraikan pentingnya perencanaan yang tepat,
pakaian kerja yang tepat, penggunaan alatalat perlindungan diri, pengaturan warna, tanda-tanda
petunjuk, label-label, pengaturan pertukaran udara dan suhu serta usaha-usaha terhadap
kebisingan.”
”Menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 463/MEN/1993, tujuan dari
keselamatan dan kesehatan kerja adalah mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang
aman, sehat dan sejahtera, sehingga akan tercapai ; suasana lingkungan kerja yang aman, sehat,
dan nyaman dengan keadaan tenaga kerja yang sehat fisik, mental, sosial, dan bebas
kecelakaan.”

B. Peralatan yang Harus Ada di Laboratorium


1. Ventilasi
2. Wastafel
3. Meja kerja
4. Emergency Alarm
5. Alat pemadam kebakaran
6. 2 pintu ( masuk/keluar dan darurat )
7. Terdapat toilet yang memadai
8. Dinding dan lantai mudah dibersihkan
Bentuk lab umumnya persegi panjang tanpa sudut,hal ini untuk mencegah terjadinya
penumpukan debu atau partikel pengganggu lainnya yg dapat mengurangi tingkat kebersihan.

C. Peralatan kerja keamanan laboratorium


1. Jas laboratorium
2. Masker
3. Autoclave
4. Sarung tangan (safety glove disposible)
5. Inkubator
6. Sepatu laboratorium
Ketentuan jas laboratorium:
1. Nyaman dipakai
2. Bahan kain yang cukup tebal
3. Berwarna Terang/putih
4. Berkancing(Non Resleting)
5. Panjang jas sampai Lutut dan dengan Lengan sampai pergelangan tangan
6. Ukurannya Tidak terlalu Kecil ataupun terlalu besar

D. Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar


Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari
jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk
menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Perilaku
mencuci tangan berbeda dengan perilaku cuci tangan yang merujuk pada kata kiasan.
Dalam keseharian, kita tidak terlepas dari kegiatan cuci tangan, tapi seberapa yakinkah
bahwa tangan anda bebas dan nantinya tidak akan terinfeksi oleh kuman? karena memang,
terkadang kita jatuh sakit sementara sang dokter mengatakan infeksi bisa dari mana saja
termasuk dari kebiasaan cuci tangan yang kurang tepat.
Ribuan bahkan jutaan kuman yang tidak kasat mata ada disekitar kita. Sadar atau tidak
sadar, mau atau tidak mau, kita akan melakukan kontak atau bahkan impossible untuk terhindar
sama sekali (steril).
Karena itulah, kapan saja di saat kondisi badan lemah terutama anak-anak, sistem
pertahan tubuh (immunitas) tidak mampu melawan keganasan (patogenitas) kuman-kuman yang
masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari, baik melalui makanan dan minuman, setelah bekerja,
bermain ataupun keluar dari kamar kecil. Yang pada akhirnya kita akan jatuh sakit.
Berikut adalah standar cuci tangan :
1. Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir
2. Gunakan sabun di bagian telapak tangan yang telah basah
3. Digosok telapak tangan ke telapak tangan, sehingga menghasikan busa secukupnya
selama 15-20 detik
4. Bilas kembali dengan air bersih
5. Tutup kran dengan siku atau tissu
6. Keringkan tangan dengan tissu / handuk kertas
7. Hindarkan menyentuh benda disekitarnya setelah mencuci tangan.

E. Hal – hal yang perlu di perhatikan saat berada di Laboratorium


1) Bahan kimia
Setiap bahan kimia itu berbahaya, namun tidak perlu merasa takut bekerja dengan bahan
kimia bila tahu cara yang tepat untuk menanggulanginya. Yang dimaksud berbahaya ialah dapat
menyebabkan terjadinya kebakaran, mengganggu kesehatan, menyebabkan sakit atau luka,
merusak, menyebabkan korosi dansebagainya. Jenis bahan kimia berbahaya dapat diketahui dari
label yang tertera pada kemasannya.
Dari data tersebut, tingkat bahaya bahan kimia dapat diketahui dan upaya
penanggulangannya harus dilakukan bagi mereka yang menggunakan bahan-bahan tersebut.
Kadang-kadang terdapat dua atau tiga tanda bahaya pada satu jenis bahan kimia, itu berarti
kewaspadaan orang yang bekerja dengan bahan tersebut harus lebih ditingkatkan. Contoh bahan
kimia yang mudah meledak adalah kelompok bahan oksidator seperti Perklorat, Permanganat,
Nitrat dsb. Bahan-bahan ini bila bereaksi dengan bahan organik dapat menghasilkan ledakan.
Logam alkali seperti Natrium, mudah bereaksi dengan air menghasilkan reaksi yang disertai
dengan api dan ledakan. Gas metana, pelarut organik seperti eter, dan padatan anorganik seperti
belerang dan fosfor mudah terbakar, maka ketika menggunakan bahan-bahan tersebut,
hendaknya dijauhkan dari api.
Bahan kimia seperti senyawa sianida, mercuri dan arsen merupakan racun kuat, harap
bahan-bahan tersebut tidak terisap atau tertelan ke dalam tubuh. Asam-asam anorganik bersifat
oksidator dan menyebabkan peristiwa korosi, maka hindarilah jangan sampai asam tersebut
tumpah ke permukaan dari besi atau kayu. Memang penggunaan bahan-bahan tersebut di
laboratorium pendidikan Kimia tidak berjumlah banyak, namun kewaspadaan menggunakan
bahan tersebut perlu tetap dijaga peralatan dan cara kerja. Selain bahan kimia, peralatan
laboratorium juga dapat mendatangkan bahaya bila cara menggunakannya tidak tepat. Contoh
sederhana yaitu cara memegang botol reagen, label pada botol tersebut harus dilindungi dengan
tangan, karena label bahan tersebut mudah rusak kena cairan yang keluar dari botol ketika
memindahkan isi botol tersebut.
a. Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia.
Semua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau kaleng yang sesuai dan tahan lama.
Sebaiknya di simpan di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian sehari-hari.
Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahan kimia
yang khusus/gudang dalam tanah misalnya.
Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk menentukan apakah bahan-
bahan tersebut masih dapat digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya rusak.
Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/dimusnahkan secara kimia. Semua
bahan harus diberi tanda-tanda khusus, diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan
misalnya :
1.Nama bahan.
2. Tanggal pembuatan.
3. Jumlah (isi).
4. Asal bahan (merek pabrik dan lain-lain).
5.Tinhgkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopis dll).
6. keterangan-keterangan yang perlu (presentase, simbol kimianya dan lain-lain).
b. Simbol – simbol yang sering digunakan untuk menandai jenis jenis bahan kimia secara
internasional :
1. Toxic : Sedikit saja masuk ke tubuh dapat menyebabkan kematian atau sakit keras.
2.Flammable : Bahan yang mudah terbakar.
3. Corrosive : Bahan yang dapat merusak kayu, besi, dsb.
4. Irritant : Sedikt saja masuk ke tubuh dapat membakar kulit, selaput lendir atau sistem
pernapasan.
5. Oxidising Agent : Bahan yang dapat menghasilkan panas bila bersentuhan dengan bahan lain
terutama bah terbakaran-bahan yang muda.
6. Explosive : Bahan yang mudah meledak bila kena panas, api atau sensitive terhadap gesekan
atau goncangan.
7. Radioactive : Bahan-bahan yang bersifat radioaktif.
8 POISON : Bahan-bahan yang bersifat racun.
Selain Bahan Kimia, dalam Laboratorium juga terdapat peralatan yang terbuat dari gelas,
bahan gelas tersebut mudah pecah dan pecahannya dapat melukai tubuh. Khususnya bila
memasukkan pipa gelas kedalam propkaret, harus digunakan sarung tangan untuk melindungi
tangan dari pecahan kaca. Pada proses pemanasan suatu larutan, harus digunakan batu didih
untuk mencegah terjadinya proses lewat didih yang menyebabkan larutan panas itu muncrat
kemana-mana. Juga ketika menggunakan pembakar spiritus atau pembakar bunsen, hati-hati
karena spiritus mudah terbakar, jadi jangan sampai tumpah ke atas meja dan selang penyambung
aliran gas pada bunsen harus terikat kuat, jangan sampai lepas.
2) Langkah-langkah praktis
Sebagai asisten di laboratorium, yang bertugas membimbing mahasiswa untuk bekerja
dengan baik dan aman, maka perlu persiapan sebelum bekerja. Asisten perlu datang lebih awal
untuk memeriksa lokasi dan cara pakai alat bantu keselamatan kerja. Selanjutnya asisten harus
mengetahui jenis bahan kimia dan peralatan yang akan digunakan pada percobaan hari tersebut
dan cara menanggulangi bila terjadi kecelakaan karena bahan atau peralatan tersebut. Disini
kehadiran asisten mendampingi mahasiswa yang sedang bekerja merupakan tugas mulia dalam
menjaga keselamatan kerja. Pada akhir praktikum, biasakanlah menutup kran air dan gas,
mematikan listrik dan api serta mencuci tangan dan meninggalkan laboratorium dalam keadaan
bersih. Ini dilakukan oleh asisten agar menjadi panutan bagi mahasiswa.

3) Larangan – larangan saat berada di Laboratorium :


a. Dilarang bekerja sendirian di laboratorium, minimal ada asisten yang mengawasi.
b. Dilarang bermain-main dengan peralatan laboratorium dan bahan Kimia.
c. Persiapkanlah hal yang perlu sebelum masuk laboratorium seperti buku kerja, jenis
percobaan,
d. jenis bahan, jenis perlatan, dan cara membuang limbah sisa percobaan.
e. Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.
f. Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan
dengan lap basah.
g. Jangan membuat keteledoran antar sesama teman.
h. Pencatatan data dalam setiap percobaan selengkap-lengkapnya. Jawablah pertanyaan pada
penuntun praktikum untuk menilai kesiapan anda dalam memahami percobaan.
i. Berdiskusi adalaha hal yang baik dilakukan untuk memahami lebih lanjut percobaan yang
dilakukan.
j. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas
laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
k. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.
l. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
m. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
n. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama setelah melakukan
praktikum.
o. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
Bila terjadi kecelakaan yang berkaitan dengan bahan Kimia, laporkan segera pada asisten
atau pemimpin praktikum. Segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan secepatnya.

F.Teknik Kerja Di Laboratorium


1) Hal pertama yang perlu dilakukan :
a. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata,
jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kak
b. Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan Kimia.
c. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
d. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
2) Bekerja aman dengan bahan kimia :
a. Hindari kontak langsung dengan bahan Kimia.
b. Hindari mengisap langsung uap bahan Kimia.
c. Dilarang mencicipi atau mencium bahan Kimia kecuali ada perintah khusus.
d. Bahan Kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit menimbulkan iritasi (pedih atau gatal).
3) Memindahkan bahan Kimia :
a. Baca label bahan Kimia sekurang-kurangnya dua kali untuk menghindari kesalahan.
b. Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan.
c. Jangan menggunakan bahan Kimia secara berlebihan.
d. Jangan mengembalikan bahan Kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi.
4) Memindahkan bahan Kimia cair :
a. Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan seklaigus telapak tangan memegang
botol tersebut.
b. Tutup botol jangan ditaruhdi atas meja karena isi botol dapat terkotori.
c. Pindahkan cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak memercik.
5) Memindahkan bahan Kimia padat :
a. Gunakan tutup botol untuk mengatur pengeluaran bahan Kimia.
b. Jangan mengeluarkan bahan Kimia secara berlebihan.
c. Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan
tersebut.
6) Cara memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi :
a. Isi tabung reaksi maksimal sepertiganya.
b. Api pemanas hendaknya terletak pada bagiuan atas larutan.
c. Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata.
d. Arahkan mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang
lian maupun diri sendiri.
7) Cara memanaskan larutan menggunakan gelas Kimia :
a. Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas Kimia tersebut.
b. Letakkan Batang gelas atau batu didih dalam gelas Kimia untuk mencegah pemanasan
mendadak.
c. Jika gelas Kimia digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air. Maksimum
seperampatnya.
8) Keamanan kerja di laboratorium :
a. Rencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum.
b. Gunakan perlatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas
laboratorium untuk melindungi pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki.
c. Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
d. Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat.
e. Dilarang makan, minum dan merokok di laboratorium.
f. Jagalah kebersihan meja praktikum, apabila meja praktiukm basah segera keringkan
dengan lap basah.
g. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia.
h. Hindari mengisap langsung uap bahan kimia.
i. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
j. Pastikan kran gas tidak bocor apabila hendak mengunakan bunsen.
Pastikan kran air dan gas selalu dalam keadaan tertutup pada sebelum dan sesudah
praktikum selesai.

G. Penanggulangan Keadaan Darurat


1) Terkena bahan kimia :
a. Jangan panik.
b. Mintalah bantuan rekan anda yang berada didekat anda.
c. Lihat data MSDS.
d. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung tersebut (cuci bagian yang mengalami
kontak langsung tersebut dengan air apabila memungkinkan).
e. Bila kulit terkena bahan Kimia, janganlah digaruk agar tidak tersebar.
f. Bawa ketempat yang cukup oksigen.
g. Hubungi paramedik secepatnya(dokter, rumah sakit).
2) Kebakaran :
a. Jangan panik.
b. Ambil tabung gas CO2 apabila api masih mungkin dipadamkan.
c. Beritahu teman anda.
d. Hindari mengunakan lift.
e. Hindari mengirup asap secara langsung.
f. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci).
g. Pada gedung tinggi gunakan tangga darurat.
h. Hubungi pemadam kebakaran.
Bahan kimia yang mudah terbakar yaitu bahan – bahan yang dapat memicu terjadinya
kebakaran. Terjadinya kebakaran biasanya disebabkan oleh 3 unsur utama yang sering disebut
sebagai segitiga API :
Keterangan :
A : Adanya bahan yang mudah terbakar
P : Adanya panas yang cukup
I : Adanya ikatan Oksigen di sekitar bahan.

H. Upaya Penjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dilaboratorium


Beberapa upaya untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja di Laboratorium:
a. Informasi dan Komunikasi K3
Adanya dokumentasi terkait dengan data keamanan bahan kimia (Material Safety Data
Sheet) atau dalam bentuk lain yang praktis (poster/label dari produsen bahan kimia). Hal ini
merupakan informasi acuan untuk penanganan dan pengelolaan bahan kimia berbahaya di
laboratorium.
Adapun karakteristik bahan kimia, sbb :
1. Bahan mudah meledak (explosive substances)
2. Bahan mudah teroksidasi (oxidizing substances)
3. Bahan mudah menyebabkan korosif
4. Bahan mudah terbakar (flammable substances)
5. Bahan yang tidak boleh dibuang ke lingkungan
6. Bahan berbahaya (harmful substances)
7. Bahan bersifat infeksi (infectious substances)
8. Bahan bersifat korosif (corrosive substances)

b. Tata Aturan Umum bekerja di dalam Laboratorium


Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekerja di Laboratorium adalah :
1. Tidak boleh makan dan minum
2. Tidak boleh tidur
3. Tidak boleh merokok
4. Tidak boleh memasak, apalagi menggunakan peralatan laboratorium
Fasilitas mutlak yang harus ada di Laboratorium diantaranya adalah :
1) Safety Shower, berfungsi sebagai sarana pengaliran air bagi kondisi kritis tertentu.
2) Bak Cuci, berfungsi sebagai sarana pencucian peralatan dan pekerja.
3) Lemari Asam, berfungsi sebagai tempat bekerja khususnya saat proses pencampuran bahan
kimia berbahaya. Adanya sirkulasi udara keluar ruangan mutlak dibutuhkan untuk menjamin
lingkungan kerja pekerja laboratorium.
4) Eye washer, merupakan paket khusus pengaliran air pada mata pekerja yang terkena bahan
kimia. Air yang dialirkan harus memenuhi standar air bersih.
5) Perlengkapan kerja, terdiri dari baju bekerja (jas lab), kacamata pengaman, sepatu tertutup,
sarung tangan dan masker. Hal ini mutlak terutama pada saat pengujian sampel.
6) Exhaust fan, diperlukan pada ruangan tertentu seperti ruang preparasi atau pada ruang
penyimpanan bahan kimia
7) Pemadam kebakaran, Selain Alat pemadam kebakaran ringan (APAR) yang merupakan
paket media pemadam kebakaran dalam tabung bertekanan, juga perlu disediakan alat bantu
pemadam kebakaran lainnya yaitu karung goni basah, pasir dan baju tahan api.
8) Alarm, berfungsi sebagai komunikasi bahaya
9) Petunjuk arah keluar ruangan laboratorium, merupakan tanda yang dapat memberikan
informasi bagi pekerja laboratorium untuk keluar dari ruang dengan aman dan selamat apabila
terjadi bahaya di laboratorium.
10) P3K, beberapa obat-obatan standar yang harus ada yaitu obat luka bakar, plester luka, kapas,
antiseptic, kain kassa dll.
Untuk menjamin keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium, dibuatlah peraturan
yang bertujuan untuk menjamin (Sunarto, 2008) :
1. Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan orang yang bekerja di laboratorium.
2. Mencegah orang lain terkena resiko terganggu kesehatannya akibat kegiatan di
laboratorium.
3. Mengontrol penyimpanan dan penggunaan bahan yang mudah terbakar dan beracun .
4. Mengontrol pelepasan bahan berbahaya (gas) dan zat berbau ke udara, sehingga tidak
berdampak negatif terhadap lingkungan.

Limbah bahan kimia secara umum meracuni lingkungan, oleh karena itu perlu
penanganan khusus :
a. Limbah bahan kimia tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan .
b. Buang pada tempat yang disediakan
c. Limbah organik dibuang pada tempat terpisah agar bisa didaur ulang.
d. Limbah padat (kertas saring, korek api, endapan) dibuang ditempat khusus.
e. Limbah yang tidak berbahaya (misal : detergen) boleh langsung dibuang ,dengn
pengenceran air yang cukup banyak.
f. Buang segera limbah bahan kimia setelah pengamatan selesai.
g. Limbah cair yang tidak larut dalam air dan beracun dikumpulkan pada botol dan diberi
label yang jelas.
Kecelakaan kerja bisa saja terjadi meskipun telah bekerja dengan hati- hati. Bila hal itu
terjadi maka perhatikan hal hal sebagai berikut :
a. Jangan panik .
b. Mintalah bantuan rekan anda yang ada didekat anda, oleh karenanya dilarang bekerja
sendirian di laboratorium.
c. Bersihkan bagian yang mengalami kontak langsung dengan bahan tersegut, bila
memungkinkan bilas sampai bersih
d. Bila kena kulit, jangan digaruk , supaya tidak merata.
e. Bawa keluar ruangan korban supaya banyak menghirup oksigen.
f. Bila mengkawatirkan kesehatannya segera hubungi paramedik secepatnya.
Kebakaran bisa saja terjadi di laboratorium, karena di dalamnya banyak tersimpan bahan
yang mudah terbakar. Bila terjadi kebakaran maka :
a. Jangan panik
b. Segera bunyikan alarm tanda bahaya.
c. Identifikasi bahan yang terbakar (kelas A, B atau C), padamkan dengan kelas pemadam
yang sesuai ( Contoh kebakaran kelas B bensin, minyak tanah tidak boleh disiram dengan air)
d. Hindari menghirup asap secara langsung, gunakan masker atau tutup hidung dengan sapu
tangan.
e. Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat.
f. Cari Bantuan Pemadam Kebakaran

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perlindungan tenaga kerja dari segala
aspek yang berpotensi membahayakan dan sumber yang berpotensi menimbulkan penyakit
akibat dari jenis pekerjaan tersebut, pencegahan kecelakaan dan penserasian peralatan kerja, dan
karakteristik pekerja serta orang yang berada di sekelilingnya. Tujuannya agar tenaga kerja
mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi sehingga menciptakan
kesenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi.
Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari
jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk
menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya.

Kebijakan,Keselamatan dan Keamanan di Laboratoium sangatlah penting karena apabila hal-hal


tersebut tidak dimiliki akan terciptanya suatu kondisi yang sangat fatal seperti
kebakaran,keledakan kerusakan dan bahaya-bahaya lainnya yang dapat mengancam nyawa

. DAFTAR PUSTAKA
Barker, Kathy, (1998). At the Bench, A aboratory Navigator, New York: Cold Spring
Harbor Laboratory Press
Behringer, P., Marjorie. (1973). Techniques and Materials in Biology, New York:
McGraw-Hill Inc.
Kartono Mohamad, (1983). Pertolongan Pertama, Jakarta: Gramedia.
McGrath, Dennis, M. (Ed), (1978). Laboratory Management and Techniques for Schools
and College, Penang: Recsam Anthonian.
Morholt, Brandwein, J. (1966). A Sourcebook for the Biological Sciences. New York:
Harcourt Brace & World Inc.
Mariati; 1998. Bahan Kimia Berbahaya. Penataran pengelolaan Laboratorium
(Laboratorium Manajemen) Fakultas Kedokteran USU Medan.
Anonim ; 1997. Peralatan Keselamatan Kerja. Penataran Tenaga Laboratorium
Dalam Lingkungan Fakultas Pertanian USU medan

Anda mungkin juga menyukai