Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENCEGAHAN CACINGAN PADA ANAK

Pokok Pembahasan : Pengertian penyakit cacingan , jenis-jenis cacing, gejala dan

Penyebab dari penyakit cacingan, cara pencegahan penyakit

cacingan.

Sasaran : Penyuluhan ini mengikut sertakan semua siswa kelas 2 dan 3 SDN

1 Tosaren

waktu : 60 menit (pukul 09.00 S.d 10.00 WIB )

Tempat : SDN 1 Tosaren

Pelaksana : Mahasiswa STIKes Surya Mitra Husada Kediri

1. Tujuan Intruksional Umum (TIU)

Setelah diberikan penyuluhan selama 60 menit, diharapkan siswa kelas 2 dan 3 SDN 1
Tosaren mampu memahami dan mengerti tentang penyakit cacingan.

2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah mengikuti penyuluhan ini siswa SD dapat :

a. menjelaskan definisi dari penyakit cacingan

b.menyebutkan jenis-jenis cacing

c. menjelaskan gejala dari penyakit cacingan

d.menjelaskan penyebab dari penyakit cacingan

e.menjelaskan bagaimana cara mencegah penyakit cacingan

f.mendemonstrasikan 6 langkah cuci tangan yang benar

3. Materi.

Terlampirkan.

4. Kegiatan Penyuluhan
KEGIATAN
No. TAHAPAN WAKTU
PENYULUH SASARAN
1. Pembukaan a. Menyampaikan , Salam - Menjawab salam (5 Menit)
pembukaan ,
- Memperhatikan
b. Perkenalan
c. menyampaikan tema - Memperhatikan
d. mengomunikasikan
- Memperhatikan
tujuan .
2. Pelaksanaan Menjelaskan serta mengurai - Memperhatikan ( 30
menit )
secara jelas dan padat tentang
materi tentang :
a. Pengertian cacing
b. Jenis-jenis cacing
c.Gejala dari penyakit cacingan
d.Penyebab dari penyakit
cacingan
e. cara pencegahan penyakit
cacingan

3 Evaluasi Menjawab pertanyaan dari Bertanya kepada penyuluh (20


Peserta Menit)
4 Penutup - Menyimpulkan materi Memjawab salam (5 Menit)
yang disimpulkan
- Salam

5. Metode

a. Ceramah
b. Tanya jawab

6. Media

a. LCD
b. Laptop

7. Pengorganisasian

c. Moderator : ( ………….)
Tugas :
 Membuka dan menutup acara
 Memperkenalkan diri
 Menetapkan tata tertib acara
 Menjaga kelancaran acara
 Memimpin diskusi

d. Penyaji : (…………………………….)
 Menyajikan materi penyuluhan
 Bersama fasilitator menjalin kerja sama dalam acara penyuluhan

e. Fasilitator : (……………………)
 Bersama moderator menjalin kerja sama dalam menyajikan materi
penyuluhan
 Memotivasi peserta dalam bertanya

f. Obsrvasi : (……………….)
 Mengamati jalannya kegiatan
 Mengevaluasi kegiatan
 Mencatat perilaku verbal atau non verbal peserta kegiatan

g. Dokumentasi dan Perlengkapan : (…………………………..)


 Membagikan kenang-kenangan kepada peserta
 Mengabadikan setiap momen pada sat penyuluhan berlangsung

8. Setting tempat
9. Evaluasi

a. Evaluasi struktur

1.Persiapan penyuluhan dan media 15 menit


2.Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan yaitu : Sound, LCD (power
point),Kamera
3.Pengorganisasian sistem

b. Evaluasi proses

1. 100% peserta antusias


2. 100% peserta mengikuti dari awal sampai akhir
3. Proses penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan peserta dapat
memahami materi penyuluhan
4. 80% peserta memperhatikan penyuluhan
5. Selama proses penyuluhan diharapkan 80% pesrta berpartisipasi
mengajukan pertanyaan

c. Evaluasi hasil

Peserta penyuluhan mengerti 75% dari apa yang telah disampaikan


dengan kreteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk lisan yang di
berikan oleh penyuluh

Berikut beberapa pertanyaan yang akan di berikan

1. Pengertian penyakit cacingan ?


2. Sebutkan Jenis-jenis cacing ?
3. Sebutkan gejala-gejala apa saja jika terkena penyakit cacingan ?
4. Sebutkan apa saja yang menjadi penyebab dari penyakit cacingan ?
5. Bagaimana cara mencegah penyakit cacingan ?
10. Referensi
Lampiran.

Materi
1.1 Pengertian Penyakit cacingan

Penyakit cacingan merupakan infeksi yang di sebabkan oleh parasit berupa


cacing. Cacimg umumnya tidak menyebabkan penyakit berat sehingga sering
kali diabaikan walaupun sesungguhnya memberikan gangguan kesehatan.
Tetapi dalam keadaan infeksi berat atau keadaan yang luar biasa, kecacingan
cenderung memberikan analisa kliru ke arah penyakit lain tidak jara dapat
berakibat fatal.

Definisi penyakit cacinfan menurut WHO (2011) adalah sebagai


infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri drai glongannematoda
usu. Diantaranya nematoda usus ada sejumlah spesies yang penularannya
melalui tanah atau bisa disebut, Necator americonus. Cacingan ini biasanya
bisa ditemukan di daerah tropis dan subtropis dan beriklim basah dimana
hygiene dan sanistasannya buruk. Penyakit ini merupakan penyakit paling
umum menyeraang kelompok masyarakat ekonomi lemah dan di temukan
pada berbagai golongan usia.

Nematoda adalah cacig yang bersegmen, bilateral simentris,


mempunyai saluran cerna yang berfungsi penuh, biasannya berbentuk
silindris serta panjangnya bervariasi dari beberapa milimeter hingga dari satu
meter. Nematoda usus biasanya matng dalam usu halus, dimana sebagaian
besar cacing dewasaa melekat denga kait oral atau lempeng pemotong. Cacing
ini menyebabkan penyakit karena dapat menyebabkan kehilangan darah, iritasi
dan alaergi

1.2 Jenis-jenis Cacing


1. Cacing cambuk
Cacing yang berama latin Trichuri trichiura ini memiliki
panjang 5 cm pada betina dan 4 cm pada jantan. Cacing ini hidup di
usus besar lalu saat jadi cacing dewasa akan menempel di dinding usus
halus dan menghisap darah. biasannya akan menimbulkan sakit perut,
nafsu makan berkurang , dan anemia. Setiap harinya cacing ini bertelur
3.000-10.000 telur.

2. Cacing gelang

Cacing gelang satu ini bisa dikatakan panjang, yang betina


sekitar 22-35 cm, sementara yang jantan 10-30 cm. Cacing bernama
latin Ascaris lumbricoides ini hidupnya di usus halus kemudian
menyerap sari-sari makanan yang ada di dalamnnya , lalu cacing ini
bisa jalan –jalan ke paru- paru sehingga menyebabkan anak batuk-
batuk., setiap harinnya cacing ini bertelur sekitar 200.00 ekor per hari.

3. Cacing tambang

Cacing ini terdiri dari dua jenis , yakni Necator americanus


danAncylostoma doudenale panjangnya sekitar 0,8-1 cm. Larva cacing ini
mampu masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit lalu masuk
ke aliran darah. Kemudian hidup di usus halus . cacing yang satu ini
mampu menggigit usus sehingga bisa menghisap darah yang jumlahnnya
lebih banyak dibanding cacing cambuk. Dalam satu hari bisa bertelur
sekitar 9.000- 10.000 butur per ekor.

4. Cacing kremi

Cacing yang bernama latin Enterobious vermicularis ini ukurannya


kecil sekali , yang jantan 2-5 mm pada jantan dan betina sekitar 8-13mm.
Mereka biasannya hidup di usus besar dan membuat dubur gatal.
Dibandingkan cacing jenis lain, cacing kremi sangat mudah menular. Jika
ad satu keluarga terinfeksi, anggotakeluarga lain akan tertular misalnya
saat anak-anak terkena cacing kremi lalu karena gatal anak tersebut akan
garuk-garuk, telur cacing tersebut akan jatuh ke sprei sehingga akan
mudah tertular terlebih jika sprei jarang di bersihkan. Cacing ini bertelur
sekitar 11.000-15.00 butir telur per ekor setiap enam jam sekali.

Adapun efek saat seseorang terinfeksi cacingan

1. Efek lagsung

Pergerakan cacing akan mengganggu konsentrasi individu yang


terinfeksi. Pada beberapa penelitian bahwa anak yang terkena
cacingan akan mengalami nyeri perut, gangguan tidur, dan mudah
lelah yang kemudian menyebabkan penurunan prestasi di sekolah.
Pengobatan terhadap penyakit cacaingan tersebut akan
menyebabkan perbaikan nafsu makan, hilangnya nyeri perut dan
sakit kepala.

2. Efek tidak langsung ( nutrisi)


Cacing mempengaruhi nutrisi dengan cara konsumssi zat nutrisi,
darah, menyebabkan malabsorbsi , mensekresi protease inhibitor
Dan merangsang respon imun terhadap infeksi yang akan
menyebabkan anoreksia. Kurangnya nutrisi akan mengurangi
kemampuan kerja mental dalam memusatkan dan mempertahankan
konsentrasi. Infeksi Ascaris Lubricoides menyebabkan penurunan
kecepatan pertumbuhan, konsumsi makanan yang berkurang,
gangguan penyerapan lemak dan protein dan menurunkan aktiitas
laktase.

2.3 Gejala Penyakit Cacingan

Berikut gejala-gejala jika sesorang terkena penyakit cacingan diantaranya :


1. Lesu dan lemas : lesu dan lemas di akibatkan kurang darah ( anemia),
dimana ini terjadi karena cacing ( dalam hal ini lebih di tgekankan pada
cacing tambang ) darah yang berkembangbiak memerlukan nutrisi, dimana
mereka mengambilnya dengan menthisap darah.
2. Nyeri perut : cacingan juga dapat menimbulkan sakit perut , pada banyak
kasus nyeri ini berkembang hingga dapat menyebabkan diare.
3. Berat badan menurun karena kekurangan gizi : singkatnnya nutrisi yang
seharusnnya diserap oleh tubuh menjadi makanan cacing.
4. Batuk : biasanya lama proses penyembuhannya, bahakan tidak sedikit
penderita tida kunjung sembuh.

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukan cacing sudah berpindah
tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ dan
jaringan, dapat timbul gejala

 Demam
 Adannya benjolan di organ/ jaringan
 Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
 Infeksi bakteri
 Kejanng atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena.

.
2.4 Penyebab cacingan
1. Makannan yang berkontiminasi
Salah satu makanan yang berkontiminasi yaitu salah satunya daging.
2. Jari yang kotor
Anak-anak sering kali bermain di tanah. Biasannya anak-anak muah
terinfeksi cacing setelah bermain kotor-kotoran di tanah basah dan
lembab yang di dalamnya terdapat telur atau cacing . oleh karena itu,
anda harus selalu mengawasi si kecil terutama ketika mereka sedang
bermain , karena salah satu penyebab cacingan pada anak adalah jari
yang kotor.
3. Tidak menjaga kebersihan anus
Jika anak terkena cacingan, khususnya cacing kremi, umumnya gejala
yang di timbulkan adalah gatal di daerah anus yag snagat mengganggu.
4. Proses memasak yang kurang baik
Jika memasak, maka masaklah makanan hingga matang. Karena, dengan
makanan yang masih relatif mentah atau setengah matang, kemungkinan
cacing belum mati dan masih bisa berkembang biak dengan bebas

2.5 Cara mencegah penyakit cacingan

Salah satu efektif mencegah penyakit cacingan yaitu dengana cara


menjaga kebersihan diri dan lingkungan . selain itu, adea beber5apa langkah
lain yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit cacingan , yaitu :
1. Jika masak daging mentah rebus daging tersebut hingga matang
2. Mencuci sayur-sayuran
3. Jika terkena infeksi cacing, basuh bagian anus anda pada pagi hari untuk
mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing biasannya bertelur pada
malam hari.
4. Gantai pakaian dalam dan seprei setiap hari selama terinfeksi.
5. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah atau pasir tanpa
sarung tangan
6. Mencuci tangan dengan baik dan benar.
7. Larangan menggigit kuku, sebaiknya tidak memperpanjang kuku
terutama pada anak-anak.