Anda di halaman 1dari 18

GERAK TANAH

(Laporan Praktikum Geologi Dasar)

Oleh
Herlian Eka Putra
1815051043

LABORATORIUM TEKNIK GEOFISIKA


JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
Judul Praktikum : Gerak Tanah

Tanggal Praktikum : 20 Oktober 2018

Tempat Praktikum : Laboratorium Teknik Geofisika

Nama : Chandra Almer Putra

NPM : 1815051012

Fakultas : Teknik

Jurusan : Teknik Geofisika

Kelompok : 2 (Dua)

Bandar Lampung, 30 Oktober 2018

Mengetahui,
Asisten

Suci Ariska
NPM 1615051003

i
GERAK TANAH

Oleh
Chandra Almer Putra

ABSTRAK

Praktikum Gerak Tanah yang dilakukan di Laboratorium Teknik Geofisika pada


tanggal 20 Oktober 2018 membahas tentang proses terjadinya gerak tanah. Dalam
praktikum ini dijelaskan pula jenis-jenis gerak tanah serta faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya gerak tanah. Praktikum ini dilakukan dengan bantuan alat
uji pergerakan tanah. Dimana dalam setiap uji coba dilakukan perbedaan dari
volume air maupun kemiringan yang diterapkan pada alat uji pergerakan tanah
tersebut. Dari beberapa uji coba tersebut, didapatkan hasil bahwa semakin besar
volume air yang mengalir, dan kemiringan suatu bidang maka akan semakin besar
juga kemungkinan untuk terjadinya gerak tanah di tempat tersebut. Terdapat
beberapa macam gerakan pada tanah diantaranya yaitu Jatuhan atau falls, Robohan
atau topples, Longsoran atau slides, Sebaran atau spreads dan Aliran atau flows.
Jatuhan merupakan jenis gerak tanah lempung yang terjadi bila air hujan mengisi
retakan di puncak sebuah lereng yang terjal, Robohan merupakan gerakan material
jatuh dan biasanya terjadi pada lereng batuan yang sangat terjal sampai tegak yang
mempunyai bidang-bidang yang relatif vertikal. Mempelajari gerak tanah sangat
dibutuhkan agar kita tahu apakah suatu tempat aman dari gerak tanah atau tidak
serta berguna untuk pemetaan daerah rawan longsor atau tidak. Dari praktikum
didapatkan bahwa semakin besar kemiringan lereng serta volume air yang
mengaliri maka akan semakin cepat longsoran terjadi.

ii
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................. i
ABSTRAK ......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iv
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Tujuan Praktikum ............................................................................. 1
II. TEORI DASAR
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan ................................................................................. 4
B. Diagram Alir .................................................................................... 5
IV. DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Data Pengamatan .............................................................................. 6
B. Pembahasan ...................................................................................... 6
V. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1 Alat uji pergerakan tanah ................................................................... 4
Gambar 2 Tanah dan pasir ................................................................................... 4
Gambar 3 Alat tulis dan kertas ............................................................................ 4
Gambar 4 Ember .................................................................................................. 4
Gambar 5 Kamera ................................................................................................ 5
Gambar 6 Busur ................................................................................................... 5

iv
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Gerak tanah atau mass wasting adalah peristiwa bergeraknya tanah karena
kelebihan beban yang bekerja pada tanah tersebut. Gerak tanah oleh orang awam
sering disebut sebagai longsor. Terdapat berbagai faktor yang memperngaruhi
terjadinya gerak tanah yaitu secara garis besar adalah air dan gravitasi. Semakin
besar volume air akan memudahkan terjadinya gerak tanah. Serta lereng yang
terjal juga akan memudahkan untuk terjadinya proses gerak tanah tersebut.
Gerak tanah atau longsor sudah menjadi momok bagi masyarakat Indonesia
terutama yang hidup di perbukitan dan lereng lereng.

Gerakan tanah merupakan perpindahan material pembentuk lereng berupa


batuan, bahan timbunan, tanah atau material campuran, yang bergerak ke arah
bawah dan keluar lereng. Gerakan tanah merupakan suatu massa tanah yang
bergerak dari atas ke bawah di sepanjang lereng. Gerakkan tanah terjadi apabila
gaya yang menahan atau resisting forces massa tanah di lereng tersebut lebih
kecil dari pada gaya yang mendorong atau meluncurkan tanah di sepanjang
lereng.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mahasiswa dapat mengetahui penyebab gerak tanah
2. Mahasiswa dapat menentukan faktor kestabilan tanah
3. Mahasiswa dapat mencari solusi dari masalah gerak tanah
II. TEORI DASAR

Gerak tanah atau mess wasting adalah peristiwa bergeraknya tanah akibat kelebihan
beban yang bekerja pada tanah. Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya dengan
peristiwa longsor.

Tanah longsor termasuk kedalam bentuk erosi dimana pengangkutan atau gerakan
masa tanah terjadi pada volume yang relatif besar. Peristiwa tanah longsor juga
dikenal sebagai gerakan massa tanah, batuan atau kombinasi dari tanag longsor
biasanya, sering terjadi pada lereng-lereng alam atau buatan dan merupakan
fenomena alam yaitu alam mencari keseimbangan baru karena adanya gangguan
atau faktor yang mempengaruh dan menyebabkan terjadinya pengurangan kuat
geser tanah serta peningkatan tegangan geser tanah. (Suripin 2002)

Beberapa faktor yang mempengaruhi pergarakan tanah antara lain air dan gravitasi.
Pengaruh air adalah air dapat mempengaruhi tanah karena adanya daya tarik kapiler
yang memperkecil gaya kohesi yang menyebabkan tanah lebih mudah meluncur.
Air juga mengurangi gaya gesek antar lapisan tanah shingga gaya lunur tanah (sheer
stress) akan meningkat. Sedangkan gravitasi akan mempengaruhi grerak tanah
karena gaya gravitasi akan menarik benda miring kebawah. (Suharno, 2008)

Longsor merupakan bentuk dari erosi dimana pemindahan tanahnya melibatkan


volume tanah yang besar dan suatu saat terjadi longsor. Longsor disebabkan oleh
terjatuhnya beberapa volume tanah di atas lapisan kedap air yang jenuh air Tanah
longsor merupakan contoh dari proses geologi yang disebut dengan mass wasting
yang juga sering disebut gerakkan masa ( mass movement ), merupakan
perpindahan masa batuan, regolith, dan tanah dari tempat yang lebih tinggi ke
tempat yang lebih dibawahnya atau rendah karena adanya gaya gravitasi. Setelah
batuan melapuk, gaya gravitasi dapat menarik material hasil pelapukan tersebut ke
tempat yang lebih rendah dari posisi sebelumnya. (Sitorus, 2006).

Terdapat beberapa jenis gerak tanah. Yang pertama adalah slump dimana batuan
bergerak turun dan maju disertai dengan gerak rotasi yang berlawanan arah dengan
arah massa yang bergerak, melalui bidang lengkung dan cekung keatas seperti
sendok. Yang kedua adalah falls. Fall adalah gerak pecahan batuan besar atau kecil
yang lepas dari batuan dasar dan jatuh bebas. Fall biasanya tejadi apda tebing yang
curam sehingga batuan akan mudah jatuh bebas. Sedangkan bila
3

benda bergerak sedikit koheren di suatu bidang adalah contoh tipe ketiga yang
sering disebut rock slides. Rock slides sepintas mirip dengan slump namun tidak
bedanya pada rock slides tidak terjadi gerak rotasi serta meluncur pada bidang yang
relatif datar. Tipe longsoran yang keempat adalah flow. Tipe ini terjadi apabila
material bergerak menuruni lereng sebagai cairan kental dengan cepat. Biasanya
materialnya jenuh air dan yang sering terjadi adalah aliran lumpur (mud flow). Tipe
longsoran flow ini umumnya sering terjadi di Indonesia karena memiliki curah
hujan yang tinggi. Tipe yang kelima adalah rayapan atau creep. Tipe ini sulit
diamati karena sangat lambat. Namun, tipe ini dapat terlihat dari dampaknya berupa
dinding rumah yang retak akibat fondasi yang bergeser perlahan serta tiang dan
pepohonan yang melengkung. Tipe terakhir adalah solifluction. Tipe ini terjadi di
daerah tinggi dengan suhu yang sangat dingin. Dimana pada musim semi serta
panas hanya es bagian atas yang mencair sedangkan bagian bawah tetap dalam
keadaan beku. Air dari es yang mencair (Abdullah, dkk, 2008).

Tanah longsor merupakan contoh dari proses geologi yang disebut mass wasting
yang memiliki arti gerakkan masa (mass movement), yang merupakan proses
perpindahan masa batuan, regolith, dan tanah dari tempat yang lebih tinggi ke
tempat yang rendah karena adanya gaya gravitasi. Setelah batuan lapuk, maka gaya
gravitasi akan menarik material hasil pelapukan ke tempat yang lebih rendah.
Meskipun gravitasi merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya
gerakkan masa, terdapat beberapa faktor lain yang juga berpengaruh terhadap
proses yaitu kemiringan lereng dan air. Apabila pori – pori sedimen terisi oleh air,
gaya kohesi antar mineral akan semakin melemah, sehingga memungkinkan
partikel – partikel terebut dengan mudah untuk bergeser. Selain itu air juga akan
menambah beban masa material, sehingga memungkinkan cukup untuk
menyebabakan material meluncur ke bawah. (Darsoatmodjo dan Soedrajat 2002).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:

Gambar 1 Alat uji gerak tanah

Gambar 2 Tanah dan pasir

Gambar 3 Alat tulis dan kertas

Gambar 4

Gambar 4 Ember dan Air


5

Gambar 5 Kamera

Gambar 6 Busur
B. Diagram Alir
Adapun diagram alir praktikum ini adalah sebagai berikut :

Mulai

Menyiapkan alat uji pergerakan tanah

Meletakkan tanah dan pasir pada alat

Mengatur kemiringan, dan volume air


yang bekerja pada alat uji pergerakan
tanah

Membuka kran ait pada alat

Mencatat hasil pengamatan

Selesai

Gambar 6 Diagram Alir


IV. DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan
Adapun data pengamatan praktikum kali ini terdapat pada lampiran

B. Pembahasan
Pada praktikum geologi dasar yang telah dilaksanakan pada 20 Oktober 2018
di Laboratorium Teknik Geofisika yang membahas tentang gerak tanah. Di
praktikum ini, kita mempelajari proses terjadinya gerak tanah serta hal-hal apa
saja yang menjadi faktor yang mepengaruhi proses terjadinya gerak tanah.
Praktikum dimulai dengan penjelasan dari para asisten dosen yang dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab mengenai gerak tanah. Kemudian secara bersama,
kelompok 2 dan 4 menyiapkan alat uji pergerakan tanah. Setelah alat sudah
siap digunakan, praktikum dimulai. Praktikum diakhiri dengan penjelasan dari
para asisten dosen. Sebelum meninggalkan ruang praktikum, para praktikan
membersihkan ruangan sesuai seperti semula.

Praktikum dimulai dengan menaruh pasir setebal 2 cm lalu ditimpa atau


ditutupi dengan tanah yang tebalnya juga 2 cm. Hal itu dilakukan agar kita
mengetahui lapisan tanah yang mana yang akan bergerak terlebih dahulu ketika
terjadi gerak tanah. Setelah meletakkan pasir dan tanah, selanjutnya
kemiringan dari alat juga diatur dengan besar 30o dan 40o. Perbedaan pada
kemiringan tanah tersebut dimaksudkan untuk melihat pengaruh dari
perbedaan kemiringan terhadap gerak tanah. Terakhir, volume air yang akan
dialirkan dari alat terhadap tanah juga diatur agar kita dapat melihat pengaruh
dari air terhadap gerak tanah.

Uji coba pertama dilakukan dengan alat yang diatur dengan kemiringan 30o.
Lapisan pasir dan tanah tersebut lalu dialiri dengan air yang jumlahnya ±500
mL. Setelah dialiri air cukup lama, longsor pun tidak terjadi.
7

Kemudian kemiringan alat kembali dinaikkan menjadi lebih curam dengan


sudut sebesar 40o. Volume air yang mengaliri dibuat sebesar 500 mL. Pada uji
coba ini, longsoran juga terjadi. Namun, waktu sampai terjadi longsoran
sangatlah singkat dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya. Pada uji
coba ini, hanya dibutuhkan waktu 22 detik sampai terjadinya longsoran.

Selanjutnya praktik percobaan terakhir yaitu menaruh tanah dengan ketebalan


2 cm di kemiringan 30o dengan volume air 500 mL. Pada percobaan ini tidak
terjadi longsor. Kemudian di kemiringan 40o dengan ketebalan 1 cm dengan
voleme airnya 500 mL juga tidak terjadi longsor.

Praktikum kali ini berjalan bukan tanpa hambatan. Hambatan yang utama
adalah kondisi alat yang sudah tidak terlalu baik. Hal itu menyebabkan
berbagai kendala lain seperti sulitnya mengatur kemiringan alat. Butuh waktu
lama untuk para praktikan dan asisten dosen untuk dapat mengatur kemiringan
dari alat hingga sesuai dengan yang dibutuhkan. Kendala lain adalah pengaliran
air yang sulit karena selang yang mengalirkan air sudah tertutup debu dan
kotoran lain. Hal tersebut menyebabkan debit atau besarnya air yang mengalir
juga tak terlalu besar. Kendala yang terakhir terdapat pada paralon yang
seharusnya mengaliri tanah secara rata di semua bagian. Tetapi, karena
kondisinya yang sudah tidak terlalu baik, air hanya mengalir dari sisi kiri atau
kanan paralon tersebut, sehingga longsoran yang terjadi pun hanya terjadi pada
sisi kiri dan kanan (bagian yang dialiri air). Alat uji pergerakan tanah juga
bocor pada beberapa bagian yang menyebabkan air menetes melalui bagian
yang bocor tersebut. Hal itu menyebabkan lab menjadi kotor.

Ada banyak hal yang mempengaruhi gerak tanah (longsor). Faktor-faktor


tersebut dibagi menjadi dua yatu faktor internal berupa litologi dan struktur
geologi serta farktor eksternal berupa kelerengan serta tata guna lahan dan
vegetasi.

Faktor internal yang pertama adalah litologi. Litologi yang resistansinya tinggi
tentu akan sulit untuk terjadi gerak tanah. Sedangkan, pada litologi dengan
tingkat resistansi rendah seperti soil, potensi gerak tanah akan semakin besar.
Faktor internal selanjutnya adalah struktur geologi. Jika terdapat rekahan, maka
daya ikat dari batuan akan melemah dan mengurangi nilai resistansi batuan
tersebut. Rekahan juga membuat proses pelapukan dan erosi lebih intensif
karena memberikan jalan untuk air masuk. Batuan yang mengalami proses
cukup intensif tersebut memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terjadinya
gerak tanah.
8

Faktor eksternal yang pertama adalah kemiringan lereng (kelerengan). Dimana


semakin besar kemiringan lereng, makin besar pula kemingkinan terjadinya
gerak tanah. Hal tersebut berhubungan dengan gravitasi yang menarik batuan
untuk bergerak ke bawah. Sehingga semakin curam lerengnya, akan semakin
mudah untuk menarik batuan turun ke bawah. Faktor eksternal yang lain adalah
tata guna lahan dan vegetasi. Beberapa lahan diubah fungsikan oleh manusia
menjadi pemukiman, jalan dan sebagainya. Hal itu akan membuat beban yang
ditanggung oleh litologi meningkat. Jika sudah melebihi batas nya maka akan
terjadi pergerakan tanah. Sedangkan untuk vegetasi, tanaman-tanaman yang
ada di lereng gunung akan memperkuat atau memadatkan struktur dari tanah
itu sendiri, selain itu dengan adanya vegetasi, air tidak akan langsung mengalir
dan membawa material ke bawah melainkan akan terserap dan masuk ke tanah.
V. KESIMPULAN

Setelah melakukan praktikum, mengolah serta menganalisis data hasil praktikum.


Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Gerak tanah atau mass wasting adalah peristiwa bergeraknya tanah akibat
kelebihan beban yang bekerja pada tanah tersebut.
2. Jenis-jenis longsor antara lain skump, fall, slides, flow, creep, dan
solifucation.
3. Faktor internal yang mepengaruhi gerak tanah adalah litologi dan struktur
geologi.
4. Faktor eksternal yang mempengaruhi gerak tanah adalah kelerengan dan
tata guna lahan dan vegetasi.
5. Gravitas akan sebagai gaya shear stress meluas
6. Faktor yang menyebabkan terjadinya longsor yaitu air dan gravitasi
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah C. I., Brahmantyo B., Magetsari N.A., 2008. Geologi Fisik. Institut
Teknologi Bandung. Bandung

Sitorus, Santun R. P., 2006. Pengembangan Lahan Berpenutupan Tetap Sebagai


Kontrol Terhadap Faktor Resiko Erosi dan Bencana Longsor. Direktorat
Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Suharno, 2008. Panduan Praktikum Geologi Dasar. Universitas Lampung.


Lampung

Darsoatmojo, A. Dan Soedrajat, G. M. 2002. Bencana Tanah Longsor Tahun


2001.Year Book Mitigasi Bencana Tahun 2001.

Suripin. 2002. Pelestarian Sumberdaya Tanah dan Air. Yoyakarta : Andi


LAMPIRAN
Volume Ketebalan Longsor
Lapisan Tanah Kemiringan Air Lapisan Ya Tidak

Pasir + Tanah 30o 500 mL 2 cm 

Pasir + Tanah 40o 500 mL 2 cm 



Tanah + Pasir 30o 500 mL 2 cm

o
Tanah + Pasir 40 500 mL 1 cm