Anda di halaman 1dari 42

Materi SMP

Kelas IX

Penyusun : Nia
Pembimbing : Dr. Lukman Nulhakim,M.Pd

Jurusan Pendidikan IPA


2019
KATA PENGANTAR

Kurikulum 2013 (K-13) adalah kurikulum yang berlaku dalam Sistem Pendidikan
Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk
menggantikan Kurikulum-2006 (yang sering disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan) yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun.

Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek
keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi
pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang
dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi
yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar
Internasional (seperti PISA dan TIMSS) sehingga pemerintah berharap dapat
menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Buku ini memberikan pendekatan belajar agar siswa mudah memahami materi yang
terkandung, juga membangun motivasi siswa untuk dapat mengaitkan suatu materi pada
kehidupan sehari-hari. Penyajian materi diarahkan pada pendekatan untuk “How to know”
(Bagaimana untuk mencaritahu) dan “How to do” (Bagaimana untuk berbuat/melakukan),
sehingga memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk membangun sendiri suatu
konsep yang akan memberikan makna pada pengetahuan yang diperolehnya. Dalam buku ini
disajikan beberapa hal, antara lain Memuat standar kompetensi, kompetensi dasar serta
indikator yang harus dikuasai oleh peserta didik. Di balik peristiwa, berisi suatu penerapan
materi pelajaran dalam kehidupan sehari–hari. Contoh soal beserta pembahasan soal yang
bertujuan untuk memotivasi peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Tagihan yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang bertujuan untuk menggali informasi
tentang penerapan dan pemahaman konsep serta kinerja ilmiah yang telah dikuasai untuk tiap
kompetensi dasar yang ditetapkan. Uji Kompetensi Komprehensif yang bertujuan
mengevaluasi penerapan dan pemahaman konsep serta kinerja ilmiah yang dikuasai oleh
peserta didik untuk beberapa standar kompetensi yang ditetapkan.

Buku IPA SMP/MTS kelas IX dengan judul TATA SURYA ini disusun dengan
pemikiran diatas bidang ilmu Fisika dan IPBA sebagai landasan bidang ilu yang lain..
Mengenal system tata surya di alam semesta, mengetahui karakteristik planet dan benda

i
Tata Surya Materi Kelas IX
langit. Mempelajari fenomena-fenomena yang terjadi dialam semesta dan dikaitkan dengan
teori yang ada.

Sesuai dengan konsep kurikulum 2013, penulisan buku ini mengacu pada
pembelajaran IPA secara terpadu dan utuh. Sehingga setiap pengetahuan yang
diajarkan,pembelajarannya harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan buku ini jauh dari kesempurnaan, sesuai
dengan peribahasa yang menyatakan bahwa “ Tak ada gading yang tak retak“, maka penulis
menerima kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan buku ini. Akhirnya penulis
berharap semoga buku ini dapat memenuhi harapan kita semua.

Serang, April 2019

Penyusun

ii
Tata Surya Materi Kelas IX
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii


DAFTAR ISI .............................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. iv
PETA KONSEP ......................................................................................... v
ISI ............................................................................................................... 1
A. System Tata Surya .......................................................................... 1
B. Teori Pembentukan Tata Surya ....................................................... 2
C. Komponen Tata Surya .................................................................... 4
1. Matahari…………………………………………………… 4
2. Planet……………………………………………………… 5
3. Benda-benda Langit……………………………………….. 9
D. Rotasi dan Revolusi Bumi .............................................................. 14
1. Rotasi Bumi……………………………………………… 14
2. Revolusi Bumi…………………………………………… 18
E. Gerak Bumi dan Bulan.................................................................... 22
1. Gerhana Bulan……………………………………………. 23
2. Gerhana Matahari………………………………………… 24
RINGKASAN MATERI ............................................................................ 25
LATIHAN .................................................................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 34
RIWAYAT HIDUP .................................................................................... 35

iii
Tata Surya Materi Kelas IX
DAFTAR GAMBAR

No Gambar Keterangan Halaman


1.1 Komponen Tata Surya 1
1.2 Matahari 4
1.3 Planet Kerdil 9
1.4 Asteroid 10
1.5 Komet 11
1.6 Bulan Sebagai Satelit Bumi 12
1.7 Meteor 12
1.8 Arah Rotasi Bumi 13
1.9 Pergantian Siang dan Malam 14
1.10 Perbedaan Waktu Akibat 15
RotasiBumi
1.11 Percepatan Gravitasi 15
1.12 Pembelokan Arah Angin 16
1.13 Pergantian Musim 17
1.14 Gerakan Semu Matahari 18
1.15 Rasi Bintang 19
1.16 Fase bulan 20
1.17 Gerhana Bulan 21
1.18 Gerhana Matahari 21

iv
Tata Surya Materi Kelas IX
PETA KONSEP

Teori Pembentukan
Matahari
Tata Surya

Komponen Tata
Planet
Surya

Benda-benda
Langit

Sistem Tata Surya


Rotasi Bumi
Rotasi Dan Revolusi
Bumi
Revolusi Bumi

Gerhana bulan
Gerak Bumi dan
Bulan
Gerhana matahari

Kata Kunci :

Planet
Matahari
Bumi
Rotasi
Revolusi
Gerhana

v
Tata Surya Materi Kelas IX
Sistem Tata Surya

Sistem tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas
sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya.
Tata surya terletak di dalam galaksi Bima Sakti. Galaksi merupakan kumpulan
dari bintang, di mana bintang adalah benda langit yang memancarkan cahaya
sendiri. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi pada Galaksi
Bima Sakti. Pada 1543, Copernicus mengemukakan model tata surya yang disebut
dengan model heliosentris yang menjelaskan bahwa matahari berada pada pusat
alam semesta dan planet-planet, termasuk bumi, berputar mengelilingi matahari
dalam orbitnya masing-masing. Model ini mengganti model geosentris yang lebih
dulu dikemukakan, yang menjelaskan bahwa Bumi merupakan pusat dari tata
surya.

Gambar 1.1 Komponen tata surya

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Matahari

INFO

Pandangan heliosentris memandang bahwa matahari adalah pusat peredaran


benda langit. Teori ini dipopulerkan oleh Nicolas Copernicus, seorang
astronom asal Polandia. Pengakuan pandangan ini diperkuat dengan
penelitian yang dilakukan oleh Galileo tentang mekanika gerak planet dan
yang terakhir Johanes Kepler menghasilkan 3 hukum yang berkaitan dengan
peredaran planet di tata surya.

1
Tata Surya Materi kelas IX
TEORI PEMBENTUKAN TATA SURYA

Banyak hipotesa yang disusun oleh para ahli untuk menjelaskan


bagaimana asal mula terjadinya Sistem Tata Surya. Cabang ilmu astronomi yang
khusus mempelajari asal-muasal terbentuknya Tata Surya adalah kosmogoni
(cosmogony). Sejak abad ke-18 sudah diusulkan teori-teori mengenai asal-muasal
Tata Surya ini. Tidak ada yang benar dalam sebuah teori. Namun, pengujian teori-
teori tersebut dilakukan dengan membandingkannya dengan fakta-fakta di
lapangan dan temuan-temuan baru akibat perkembangan teknologi. Di antara
fakta-fakta tersebut adalah:
• Orbit-orbit planet yang paralel terhadap ekuator matahari;
• Orbit-orbit anggota Tata Surya yang sirkular;
• Semua planet bergerak dalam arah berlawanan arah jarum jam sesuai dengan
gerakan rotasi Matahari;
• Planet yang juga berotasi dalam arah berlawanan arah jarum jam (kecuali Venus
dan Uranus);
• Planet terestrial dan planet jovian yang memiliki karakteristik fisik dan kimia
yang berbeda;
• Struktur satelit-satelit yang mengorbit planet mirip miniatur sistem Tata Surya.
Para ahli komogoni selalu memperhatikan hal-hal tersebut di atas untuk menguji
dan menyempurnakan teori asal-muasal pembentukkan Tata Surya.

1. Teori Hipotesa Nebula Kant dan Laplace


Salah satu teori asal-muasal Tata Surya adalah hipotesa nebula (nebular
hypothesys) yang diusulkan oleh Immanuel Kant yang pada tahun 1755
(Kartunnen, 2006). Menurut teori ini Tata Surya terbentuk dari nebula yang
berotasi. Pada tahun 1796, Simon de Laplace mengusulkan bahwa planet-planet
terbentuk dari cincin gas yang disemburkan dari ekuator Matahari.

2
Tata Surya Materi kelas IX
2. Teori Pasang Surut
Teori ini dipelopori oleh Jeans dan Jefreey. Teori ini mengatakan bahwa pada
saat sebelum terbentuk Sistem Tata Surya, kedekat suatu protobintang (bakal
Matahari) melintas bintang lain yang lebih besar (masif). Akibatnya ada sebagian
materi dari protobintang tersebut yang tertarik karena pengaruh gaya tarik bintang
yang besar tersebut. Materi protobintang yang tertarik tersebut kemudian menjadi
planet-planet, sedangkan protobintang menjadi Matahari.

3. Teori Penangkapan
Teori ini menjelaskan terbentuknya Tata Surya berawal dari adanya interaksi
antara Matahari dengan protobintang (calon bintang). Proses tersebut dimana
suatu massa protobintang melintasi Matahari dan sebagian materi dari
protobintang tersebut tertarik oleh gravitasi Matahari kemudian membentuk
planet.

INFO
Mekanika Sistem Tata Surya
Hukum Kepler

Karena massa total planet dan satelit jauh lebih kecil dari massaMatahari,
maka pengaruh antar planet dapat diabaikan untuk kalkulasi orbit yang tidak
terlalu teliti. Aproksimasi yang dilakukan mengacu pada “two-body problem”,
dengan mengambil batasanmassa salah satu objek itu dapat diabaikan terhadap
masa Matahari. Kepler memberikan 3 hukum yang ia pakai dalam perhitungan
Yakni Orbit planet itu berbentuk elip.

3
Tata Surya Materi kelas IX
A. Komponen Tata Surya

Tata surya terdiri dari matahari, planet-planet, dan berbagai benda-benda


langit seperti satelit, komet, dan asteroid. Tata surya terletak di galaksi Bimasakti
atau yan biasa juga disebut juga Milky Way. Bumi tempat kamu berpijak adalah
salah satu dari delapan planet yang ada di dalam tata surya.

Matahari

Matahari merupakan pusat dari tata surya. Matahari memiliki gravitasi


yang besar hingga menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi
matahari. Matahari adalah bulatan gas dengan diameter 1,4 x 106 km dengan
temperatur permukaan sekitar 6.000 K. Semakin mendekati inti matahari
maka temperatur matahari akan semakin meningkat. Matahari memiliki
ukuran sebesar 332.830 massa bumi. Dengan memiliki ukuran massa yang
besar ini,menimbulkan kepadatan inti yang besar agar bisa mendukung
kesinambungan fusi nuklir dan menimbulkan sejumlah energi yang
dahsyat.Lapisan-lapisan Matahari terdiri dari bagian inti yang merupakan
lapisan paling dalam matahari, fotosfer,
kromosfer, dan korona yang menjadi
lapisan terluar Matahari.

Gambar 1.2 Matahari

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Matahari

4
Tata Surya Materi kelas IX
Planet

Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan
beredar mengelilingi matahari.

Nama Planet Keterangan

Merkurius Merkurius merupakan planet yang paling dekat


dengan matahari dengan jarak merkurius ke
matahari sekitar 58,5 juta kilometer. Planet
Merkurius tidak mempunyai satelit dengan
suhu permukaan pada siang hari adalah 450℃
dan pada malam hari mencapai -180℃. Planet
Sumber Merkurius merupakan planet terkecil dalam
https://perpustakaan.id/nama-
tata surya dengan diameter 4.878 km. Periode
nama-planet/
revolusi Merkurius 88 hari dan periode
rotasinya 59 hari.

Venus Planet Venus adalah benda langit yang terang


setelah matahari dan bulan. Permukaan planet
Venus terdiri awan tebal karbondioksida
sehingga memiliki efek rumah kaca yang
menjadikan Venus sebagai planet paling panas
pada sistem tata surya dengan suhu konstan
Sumber
460℃. Periode revolusinya 225 hari dan
https://perpustakaan.id/nama-
periode rotasinya 241 hari. Diameter planet
nama-planet/
Venus yaitu 12.104 km. Jarak antara Venus –
Matahari 108 juta kilometer.

5
Tata Surya Materi kelas IX
Bumi Jarak Bumi ke Matahari sekitar 150 juta
kilometer dengan periode revolusi 365,3 hari
dan periode rotasi 23 jam 56 menit. Bumi
memiliki satu satelit yaitu Bulan. Diameter
Bumi sebesar 12.760 km. Pada bumi ini ada
atmosfer yang terdiri dari Nitrogen (N) dan
Oksigen (O) sehingga tepat untuk melindungi
Bumi dari bahaya radiasi Matahari. Hal ini
menjadikan planet Bumi merupakan satu-
Sumber satunya planet dalam anggota tata surya yang
https://perpustakaan.id/nama- dapat mendukung adanya kehidupan. Dua
nama-planet/
pertiga planet Bumi mencakup lautan.

Mars Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah


228 juta kilometer. Periode revolusi Mars 687
hari dan periode rotasi 24 jam 37 menit.
Diameter planet Maras 6.787 km dengan dua
satelit yaitu Phobos dan Deimos. Atmosfer
terdiri atas 95% karbondioksida (CO₂), dan
selebihnya nitrogen (N₂) dan argon (Ar). Mars
banyak mengandung besi oksida (FeO)
membuat mars tampak sebagai lanet merah.
Sumber Mars memiliki atmosfer yang tipis sehingga
https://perpustakaan.id/nama- tidak bisa menyimpan banyak panas. Oleh
nama-planet/
karena itu suhu di Mars berkisar dari sekitar -
87 ℃ di musim dingin sampai maksimal -5 ℃
di musim panas.

6
Tata Surya Materi kelas IX
Jupiter Jupiter berjarak 780 juta kilometer dari
Matahari dengan periode revolusi 11,86 tahun
dan periode rotasi 9,8 jam. Planet Jupiter
merupakan planet terbesar dalam sistem tata
surya dengan diameter 139.822 km dan massa
1,9 𝑥 1027 𝑘𝑔. Yupiter memiliki 4 satelit besar
dan 63 satelit kecil. Empat satelit terbesar
Jupiter adalah Io, Europa, Ganymede, dan
Sumber
Callisto. Jupiter memiliki gas yang berwarna
https://perpustakaan.id/nama-
merah yang akan berputar mengelilingi tengah-
nama-planet/
tengah planet Jupiter yang akan membentuk
ikat pinggang merah raksasa yang kemudian
menghasilkan badai besar dipermukaan
Jupiter.

Saturnus Jarak rata-rata Saturnus dengan Matahari


adalah 1.425 juta kilometer dengan periode
rotasi 10 jam 2 menit dan periode revolusi 29,5
tahun. Planet Saturnus merupakan planet kedua
terbesar setelah Jupiter dengan diameter
120.500 km dengan massa 2,68 𝑥 1026𝑘𝑔.
Planet Saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin
yang tersusun atas es dan bantuan yang sangat
Sumber besar. Planet saturnus berisi banyak gas helium
https://perpustakaan.id/nama- dan hidrogen sehingga menyebabkan
nama-planet/ kepadatan planet sehingga planet ini bisa
mengapung di atas air. Saturnus memiliki 9
satelit yaitu Mimas, Enceladus, Tethys, Dione,
Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan Phoebe.

7
Tata Surya Materi kelas IX
Uranus Uranus berjarak 2880 juta kilometer dari
Matahari denganperiode rotasi 10 jam 8 menit
dan periode revolusi 84 tahun. Uranus
merupakan planet gas yang berwarna biru
kehijauan dengan awan tebal yang
menutupinya. Planet ini memiliki atmosfer
yang mengandung hidrogen (H), helium (He),
dan metana (CH₄). Diameter planet Uranus
51.120 km dengan massa 8,68 𝑥 1025𝑘𝑔.
Sumber
Uranus merupakan planet terdingin di sistem
https://perpustakaan.id/nama-
nama-planet/ tata surya dengan suhu atmosfer -224℃ dengan
komposisi atmosfer yaitu helium, hydrogen
dan metana. Uranus memiliki lima satelit yaitu
Miranda, Arie, Umbriel, Titania, dan Oberon.

Neptunus Neptunus merupakan planet terjauh dari


Matahari. Jarak Neptunus – Matahari adalah
4.510 juta kilometer dengan periode revolusi
164,8 tahun dan periode rotasi 19 jam. Massa
neptunus 1,02 𝑥 1026𝑘𝑔 dengan diameter
50.000 km. Neptunus adalah planet yang
memiliki angin yang badai sehingga disebut
dengan planet yang paling berangin dalam tata
surya. Planet neptunus ini memiliki kesamaan
Sumber dengan uranus memiliki atmosfer yang terdiri
https://perpustakaan.id/nama- dari helium dan hidrogen serta memiliki gas
nama-planet/
metana yang sama dengan planet neptunus.
Neptunus memiliki dua satelit yaitu Triton dan
Nereid.

8
Tata Surya Materi kelas IX
Benda-benda Langit

1. Planet Kerdil (Dwarf Planets)


Pada sistem tata surya, memiliki planet-planet kecil yang dipandang berbeda
dengan planet-planet lain karena orbitnya tidak jelas. Berikut ini adalah
planet-planet kecil yang dimiliki tata surya antara lain Pluto, Ceres dan Eris.
Sejak ditemukan pada tahun 1930 hingga 2006, pluto dianggap sebagai
sebagian dari planet yang ada didalam tata surya. Namun pada 13 Desember
2006 Pluto dimasukkan ke dalam kategori Planet Kerdil karena tidak
memenuhi salah satu syarat sebagai planet yaitu tidak memiliki jalur orbit
yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain di orbit tersebut).

Gambar 1.3 Planet kerdil

Sumber https://blog.anashir.com/2012/11/planet-planet-katai-kerdil-di-tata-surya.html?

Lima planet kerdil yang diakui oleh IAU:

 Ceres seperti yang terlihat dari pesawat ruang angkasa Fajar . Ini adalah

9
Tata Surya Materi kelas IX
satu-satunya planet kerdil di sabuk asteroid .
 Pluto seperti yang dilihat oleh wahana antariksa New Horizons pada 13
Juli 2015.
 Eris dan bulannya Dysnomia dilihat oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.
 Makemake dan bulannya S / 2015 (136472) 1 dilihat oleh Teleskop Luar
Angkasa Hubble
 Kesan seniman NASA tentang Haumea .

Istilah planet kerdil diadopsi pada tahun 2006 sebagai bagian dari kategorisasi
tiga arah tubuh yang mengorbit Matahari, disebabkan oleh peningkatan penemuan
objek yang lebih jauh dari Matahari daripada Neptunus yang menyaingi Pluto
dalam ukuran, dan akhirnya diendapkan dalam ukurannya. oleh penemuan benda
yang bahkan lebih masif, Eris.

2. Asteroid

Asteroid adalah benda kecil berbatu yang


mengorbit matahari. Meskipun asteroid
mengorbit matahari seperti planet, mereka jauh
lebih kecil dari planet. Empat planet yang
terdekat dengan Matahari yaitu Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars disebut dengan planet
dalam sedangkan sisanya yaitu Jupiter, Saturnus.
Uranus dan Neptunus disebut planet luar.
Gambar 1.4 Asteroid

Antara planet dalam dan planet luar terdapat sabuk asteroid yaitu ribuan
planet kecil dan pecahan-pecahan yang masih diperdebatkan asalnya. Asteroid
juga disebut planetoid. Orbitalnya yang tidak jelas sering membuat asteroid jatuh
kebumi atau ke planet lainnya.

10
Tata Surya Materi kelas IX
3. Komet

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan


menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

3.1 Komet berekor panjang,

yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang
sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang
dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga
membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek
yang melintas dekat Matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap
76 tahun sekali.

3.2 Komet berekor pendek,

yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki
kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati
Matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya
membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor.
Contohnya komet Encke yang melintas mendekati Matahari setiap 3,3 tahun
sekali.
Komet sangat berbeda dengan asteroid, komet adalah benda angkasa yang kecil
dan padat yang hampir seluruh isinya terbentuk dari gas dan debu yang membeku.
Komet biasa juga disebut bintang berekor. Garis edar komet tidak seperti orbit
planet atau satelit. Ada yang memiliki orbit berbentuk elips tetapi kebanyakan
mempunyai orbit berbentuk parabola. Komet terdiri atas kepala dan ekor. Ekor
komet sebenarnya merupakan bagian dari kepala komet yang terlempar keluar
dari tempatnya karena gaya dorong matahari. Semakin mendekati matahari, ekor
komet akan semakin memanjang. Komet yang jaraknya dekat dengan bumi akan
secara periodik tampak saat melintas. Misalnya komet halley yang terlihat setiap
76 tahun sekali

11
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.5 Komet

Sumber https://imelsaheny.wordpress.com/3-materi/4-komet/

4) Bulan dan Satelit

Satelit adalah suatu benda yang ada di ruang angkasa yang mengitari benda lain
dan akan tetap pada gaya tarik benda lain yang ukurannya lebih besar. Planet yang
memiliki satelit adalah Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
Bulan merupakan satelit alami Bumi yang banyak mempengaruhi gejala alam di
Bumi misalnya pasang surut air laut. Jarak Bulan – Bumi adalah 384 x 103km
dengan diameter Bulan 0,27 kali diameter Bumi. Massa Bulan adalah 7,35 𝑥
1022kg dengan gravitasi sama dengan 0,17 kali gravitasi Bumi. Karena Bulan
tidak memiliki atmosfer sehingga meteor mudah jatuh dan menghancurkan
permukaan Bulan. Oleh karena itu, permukaan Bulan terdiri dari dataran tinggi
yang penuh dengan kepundan.

12
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.6 bulan sebagai satelit bumi

Sumber http://deebacalah.blogspot.com/2012/05/bulan-sebagai-satelit-bumi.html

5) Meteor
Meteor adalah serpihan-serpihan benda padat yang beterbangan tidak beraturan
yang berasal dari serpihan asteroid, ekor komet atau pecahan dari benda-benda
langit lainnya yang disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi bumi sehingga
membuat serpihan-serpihan benda langit tersebut melesat serta terbakar hingga
sampai ke arah bumi. Meteor juga disebut sebagai fenomena emisi cahaya dalam
atmoser Bumi. Kecepatan meteor memasuki atmosfer Bumi antara 11 sampai
dengan 72 km/detik kemudian terbakar pada ketinggian sekitar 100 km. Meteor
juga disebut bintang jatuh. Benda langit yang beterbangan secara tidak teratur
dengan orbit tidak tetap dan tidak bercahaya disebut meteoroid. Meteoroid yang
jatuh karena gaya tarik bumi akan berpijar akibat gaya gesekan atmosfer bumi.
Jika mencapai permukaan bumi tanpa terbakar habis disebut meteroit.

13
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.7 Meteor

Sumber https://m.northernstar.comau/news/air-force-silent-after-huge-meteor-hits-earth-
near-/3484718

B. Rotasi dan Revolusi Bumi

Kita senantiasa mengalami pergantian siang dan malam, mengagumi lukisan


bintangbintang di langit yang senantiasa berganti-ganti, mengalami pergantian
musim, Bulan berubah-ubah bentuknya, bahkan mungkin gerhana, dan lain-lain.
Namun seringkali kita tidak pernah menyadari bahwa semua itu merupakan akibat
dari sebuah fenomena gerak Bumi kita.

Rotasi Bumi

Gerak rotasi Bumi adalah gerak Bumi mengitari porosnya sendiri. Gerak ini
dengan arah negatif atau timur, yaitu dari barat ke timur.

Gambar 1.8 Arah Rotasi Bumi

Sumber www.frewaremini.com

Jika kita lihat dari pesawat antariksa tepat di atas kutub utara, maka bumi
berotasi berlawanan arah jarum jam (arah negatif). Gerak rotasi Bumi ini dapat
dibuktikan dengan percobaan bandul Foucoult. Ada enam peristiwa yang

14
Tata Surya Materi kelas IX
diakibatkan oleh gerak rotasi Bumi ini:

Peredaran semu harian benda langit

Setiap hari kita mengamati peredaran Matahari dan benda-benda langit


melintas dari timur ke barat. Pergerakan Matahari dan bendabenda langit dari
timur ke barat disebut sebagai peredaran semu harian benda langit. Ini karena
pergerakan yang kita amati bukan semata-mata disebabkan oleh pergerakan
Matahari dan bendabenda langit tersebut, melainkan disebabkan oleh rotasi Bumi
dari arah barat ke timur.

Pergantian siang dan malam

Belahan Bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang, sebaliknya yang
tidak terkena sinar matahari mengalami malam. Karena Bumi berotasi terus
menerus dari barat ke timur, maka setengah bagian Bumi yang terkena sinar
Matahari selalu bergiliran. Dengan kata lain, pada suatu tempat dalam sehari
selalu terjadi pergantian siang dan malam.

Gambar 1.9 Pergantian Siang Dan Malam

Sumber https://www.diedit.com/akibat-rotasi-bumi/amp/

15
Tata Surya Materi kelas IX
INFO

Sudah diketahui sebagian besar manusia bahwa hal ini terjadi karena Bumi
berputar pada porosnya. Bila dilihat dari kutub utara, Bumi berputar sesuai
dengan arah putaran jam;barat ke timur. Namun ketika dilihat dari kutub
selatan, Bumi berputar berlawanan dengan putaran arah jarum jam.Aktivitas
ini menyebabkan matahari terbit di timur dan terbenam di barat

Perbedaan waktu

Garis bujur adalah garis khayal yang sejajar dengan garis tengah kutub. Perbedaan
waktu bergantung pada derajat garis bujurnya. Tempat-tempat yang berbeda bujur
1o akan berbeda 4 menit (360o = 1440 menit) atau berbeda 1 jam dalam 15 o garis
bujur (360o = 24 jam).

Gambar 1.10 Perbedaan Waktu Akibat Rotasi Bumi

Sumber https://www.diedit.com/akibat-rotasi-bumi/amp/

16
Tata Surya Materi kelas IX
Pembagian waktu berdasarkan garis bujur ditetapkan pada acuan garis
bujur 0o yang berada di kota Greenwich. Setiap garis bujur yang jauhnya 15o, di
sebelah barat akan lebih lambat 1 jam sedangkan di sebelah timur akan lebih cepat
1 jam. Waktu pada bujur standar dinamakan waktu standar atau waktu lokal.
Waktu yang ditunjukkan oleh bujur standar yang lebih ke barat lebih kecil
daripada waktu yang ditunjukkan oleh bujur standar yang lebih ke timur. Batas
penanggalan internasional ialah tempat-tempat yang terletak pada bujur 180o, di
mana tempat di timur dan di barat bujur ini akan berbeda waktu satu hari.

Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan

Gambar 1.11 percepatan gravitasi

Sumber https://www.diedit.com/akibat-rotasi-bumi/amp/

Akibat rotasi Bumi, garis tengah khatulistiwa lebih besar daripada garis tengah
kutub. Ini menyebabkan percepatan gravitasi di permukaan Bumi berbeda-beda.
Karena percepatan gravitasi atau g berbanding terbalik dengan radius R2, maka
percepatan gravitasi di ekuator (khatulistiwa) akan lebih kecil daripada percepatan
gravitasi di kutub. Jadi, jika kita bergerak dari khatulistiwa menuju kutub, maka
percepatan gravitasi akan semakin besar.

17
Tata Surya Materi kelas IX
Pembelokan arah angin

Gambar 1.12 Pembelokan arah angin

Sumber https://www.diedit.com/akibat-rotasi-bumi/amp/

Arah angin tidak persis searah dengan arah gradien tekanan, yaitu dari daerah
isobar tekanan tinggi ke isobar tekanan rendah Ini disebabkan oleh adanya efek
gaya Coriolis pada angin. Gaya Coriolis bukanlah gaya sebenarnya melainkan
gaya semu yang timbul akibat efek dua gerakan, yaitu: 1) gerakan rotasi Bumi
dan; 2) gerakan benda relatif terhadap permukaan Bumi.

Pembelokan arus laut

Karena arus-arus permukaan laut disebabkan oleh angin, maka seperti halnya
angin, arus laut juga disimpangkan oleh rotasi Bumi. Arus laut dipaksa membelok
searah jarum jam (ke kanan) di laut-laut belahan Bumi utara dan berlawanan arah
jarum jam (ke kiri) di laut-laut belahan Bumi selatan.

Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah gerak Bumi pada orbitnya mengelilingi Matahari.

18
Tata Surya Materi kelas IX
Bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari disebut ekliptika. Selama mengitari
Matahari, poros Bumi selalu miring 23,5o terhadap garis yang tegak lurus
ekliptika. Orbit planet-planet lain tidak sebidang dengan ekliptika. Sudut antara
bidang orbit planet lain dengan ekliptika disebut inklinasi. Dilihat dari matahari
sebagai kerangka acuan, bumi melakukan suatu revolusi dlam 365,256 hari, dalam
sebuah orbit elips yang mendekati lingkaran. Bumi berevolusi dalam arah negatif
(berlawanan arah jarum jam), artinya jika kita berada dalam pesawat antariksa
tepat di atas kutub utara maka kita akan melihat Bumi mengitari Matahari dalam
arah yang berlawanan arah jarum jam. Gerak revolusi Bumi ini pun
mengakibatkan beberapa peristiwa yang dapat dirasakan oleh para penghuni
planet ini, diantaranya adalah:

Perubahan lamanya siang dan malam

Pada tanggal 21 Maret dan 23 September setiap tahunnya, semua tempat di Bumi
(kecuali kutub) mengalami siang dan malam hari sama panjang, yaitu 12 jam. Ini
karena semua tempat mendapat sinar Matahari selama 12 jam dan tidak
mendapatkannya 12 jam. Tanggal 21 Juni ketika Matahari ada pada kedudukan
paling utara, yakni 23,5oLU (GBU), belahan Bumi utara mengalami siang lebih
panjang daripada malam. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, lamanya siang akan
lebih pendek daripada malam. Daerah dalam lingkaran kutub utara mendapat sinar
Matahari selama 24 jam, sehingga siang akan terjadi secara terus menerus pada
waktu itu. Sebaliknya di daerah lingkaran kutub selatan tidak mendapat sinar
matahari selama 24 jam, sehingga malam terjadi secara terus menerus pada waktu
itu.

Pergantian Musim

19
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.13 Pergantian musim

Sumber http://justfika-fisika.blogspot.com/2012/03/pergantian-musim.html

Belahan bumi utara dan selatan mengalami 4 musim, yaitu musim semi
(spring), musim panas (summer), musim gugur (autumn), dan musim dingin
(winter). Setiap tanggal 21 Maret, belahan bumi utara dan selatan mendapatkan
penyinaran matahari dalam jumlah yang sebanding. Matahari tampak mulai
bergerak ke utara. Daerah di belahan bumi utara mulai mendapatkan penyinaran
matahari lebih banyak. Pada saat ini daerah di belahan bumi utara mulai
memasuki musi semi. Sebaliknya, daerah di belahan bumi selatan mulai menerima
penyinaran matahari yang makin sedikit. Saat ini daerah terebut memasuki musim
gugur.

Musim ini berlangsung hingga tanggal 21 Juni.Pada tanggal 21 Juli,


matahari mulai berada di kedudukan paling utara dan mulai bergerak ke bagian
selatan. Belahan bumi utara mulai memperoleh penyinaran matahari yang makin
berkurang. Pada saat ini bagian bumi utara mulai memasuki musim panas.
Sebaliknya, daerah di belahan bumi selatan mulai menerima penyinaran matahari
yangbertambah. Saat ini daerah tersebut mulai memasuki musim dingin. Musim
dingin ini berlangsung hingga tanggal 23 September.Pada tanggal 23 September
matahari kembali mencapai khatulistiwa dan mulai bergerak ke belahan selatan.

20
Tata Surya Materi kelas IX
Sinar matahari di bagian bumi utara terus berkurang dan di belahan bumi selatan
semakin bertambah. Saat tersebut bagian bumi utara memasuki musim gugur.
Sebaliknya, bagian bumi selatan mengalami musim semi. Musim ini berlangsung
hingga tanggal 22 Desember.Pada tanggal 22 Desember matahari berada pada
kedudukan paling selatan dan sekarang mulai bergerak ke utara. Daerah di bagian
bumi utara mulai memperoleh penyinaran matahari yang bertambah. Sebaliknya,
daerah di bagian bumi selatan mulai mendapatkan penyinaran matahari yang
berkurang. Saat ini bagian bumi utara memasuki musim dingin dan bagian bumi
selatan memasuki musim panas. Musim ini berlangsung hingga tanggal 21 Maret
tahun berikutnya.

Pergerakan Semu Tahunan Matahari

Gambar 1.14 gerakan semu matahari

Sumber http://alasan-kenapa.blogspot.com/2016/04/gerak-semu-matahari.html

Gerak semu ini berupa pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi
utara (22 Desember-21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi
utara ke belahan bumi selatan (21 Juni-21 Desember). Disebut gerak semu karena
sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu diakibatkan oleh terjadinya
revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.

Terlihatnya Rasi Bintang yang Berbeda

Ada bulan-bulan dimana saat itu di langit terlihat rasi bintang waluku,
pada bulan selanjutnya terlihat rasi bintang scorpio, dan begitu seterusnya terjadi

21
Tata Surya Materi kelas IX
perubahan. Perbedaan ini diakibatkan oleh posisi kita sebagai pengamat di bumi
berubah akibat adanya gerakan revolusi bumi ini.

Gambar 1.15 Rasi bintang

Sumber deebacalah.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-fungsi-rasi-bintang.html

Penetapan Kalender Masehi

Akibat revolusi bumilainnya adalah mempengaruhi penetapan kelender masehi.


Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan timur, maka batas
penanggalan internasional ialah bujur 180o, akibatnya apabila di belahan timur
bujur 180otanggal 14 maka di belahan barat bujur 180omasih tanggal 13, seolah-
olah melompat satu hari.

C. Gerak Bumi dan Bulan

Bulan juga mengalamai rotasi dan revolusi. Rotasi Bulan adalah gerak
Bulan yang berputar pada sumbunya. Revolusi Bulan adalah gerak Bulan
mengelilingi Bumi. Waktu revolusi bulan sama dengan waktu rotasi Bulan
sehingga menyebabkan wajah Bulan yang menghadap Bumi selalu sama. Waktu
yang diperlukan Bulan untuk berevolusi satu kali adalah sekitar 29 hari atau satu
bulan.

22
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.16 Fase Bulan

Sumber https://images.app.google/

Fase Bulan adalah bentuk Bulan yang berbeda-beda saat diamati dari
Bumi (sabit, kuartil, gibous, purnama). Bulan tampak bersinar karena
memantulkan cahaya Matahari. Setengah bagian Bulan yang menghadap Matahari
akan terang, dan sebaliknya setengah bagian yang membelakangi Matahari akan
gelap. Akan tetapi fase bulan yang terlihat dari Bumi bergantung pada kedudukan
relatif Matahari, Bulan, dan Bumi. Peredaran Bumi dan Bulan menyebabkan pula
peristiwa gerhana Bulan dan gerhana Matahari.

Gerhana Bulan

Gerhana Bulan terjadi apabila Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis
simpul, dengan posisi Bulan membelakangi Bumi (oposisi). Tentu saja gerhana
Bulan terjadi pada malam Bulan purnama. Gerhana Bulan terjadi karena Bulan
memasuki umbra Bumi. Karena pengaruh inklinasi Bulan terhadap ekliptika,
maka gerhana total tidak selalu terjadi pada saat Bulan purnama. Jika Bulan hanya
dekat simpul, maka hanya akan terjadi gerhana penumbra. Jika Bulan sangat jauh
dari simpul maka tidak terjadi gerhana Bulan pada saat Bulan purnama.

23
Tata Surya Materi kelas IX
Gambar 1.17 Gerhana Bulan

Sumber aceh.tribunnews.com/2018/07/27/saat-melihat-gerhana-bulan

Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi pada saat bulan berkonjungsi (Bulan baru) tepat pada
simpul atau setidak-tidaknya mendekati simpul, dan terjadi pada siang hari.
Gerhana Matahari terjadi karena umbra atau penumbra bulan menutupi Matahari.
Gerhana total terjadi ketika Bulan menutupi Matahari. Gerhana Matahari total
terjadi ketika umbra bulan menutupi Matahari.

Gambar 1.18 Gerhana Matahari

Sumber https://images.app.goo.gl/nYiWybMo26yFDX8m7

24
Tata Surya Materi kelas IX
RINGKASAN MATERI

 Salah satu teori asal-muasal Tata Surya adalah hipotesa nebula (nebular
hypothesys) yang diusulkan oleh Immanuel Kant yang pada tahun 1755
Menurut teori ini Tata Surya terbentuk dari nebula yang berotasi. Pada
tahun 1796, Simon de Laplace mengusulkan bahwa planet-planet
terbentuk dari cincin gas yang disemburkan dari ekuator Matahari.
 Sistem tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas
sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang
mengelilinginya.
 Tata surya terdiri dari matahari, planet-planet, dan berbagai benda-benda
langit seperti satelit, komet, dan asteroid.
 Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan
beredar mengelilingi matahari. Planet dalam tata surya terdiri dari
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Uranus
 Benda-benda langit terdiri dari Planet Kerdil (Dwarf Planets), Asteroid,
Komet, Bulan dan Satelit serta Meteor.
 Gerak rotasi Bumi adalah gerak Bumi mengitari porosnya
sendiri,sedangkan Revolusi Bumi adalah gerak Bumi pada orbitnya
mengelilingi Matahari. Bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari disebut
ekliptika.
 Dampak gerak rotasi Bumi bagi kehidupan ialah terdiri dari Peredaran
semu harian benda langit, Pergantian siang dan malam, Perbedaan waktu,
Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan Bumi, pembelokan arah
angin, pembelokan arus laut.
 Dampak gerak roevolusi Bumi bagi kehidupan ialah terdiri dari Perubahan
lamanya siang dan malam, Pergantian musim, Pergerakan semu tahunan
matahari, Terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan ,
Penetapan kalender masehi.
 Gerhana Bulan terjadi apabila Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam

25
Tata Surya Materi kelas IX
satu garis simpul, dengan posisi Bulan membelakangi Bumi (oposisi).
 Gerhana Bulan terjadi pada malam Bulan purnama. Gerhana Bulan terjadi
karena Bulan memasuki umbra Bumi.
 Gerhana matahari terjadi pada saat bulan berkonjungsi (Bulan baru) tepat
pada simpul atau setidak-tidaknya mendekati simpul, dan terjadi pada
siang hari.

Review

Untuk mengukur pemahamanmu mengenai Tata Surya, silahkan diskusikan


soal dibawah ini dengan teman sebangku !

1. Jelaskan pengertian tata surya!

2. Sebutkan planet dalam dalam tata surya kita!

3. Sebutkan planet luar dalam tata surya kita!

4. Jelaskan pengertian asteroid!

5. Jelaskan pengertian komet!

6. Mengapa pluto tidak lagi dianggap sebagai planet dalam tata surya kita?

7. Jelaskan pengertian satelit alami dan satelit buatan?

26
Tata Surya Materi kelas IX
LATIHAN

No Soal Jawaban
1 Pernyataan di bawah ini yang paling sempurna A
wacana tata surya ialah . . .
a. Bumi dan bulan ialah benda bermassa
sehingga timbul gaya tarik menarik antara
keduanya
b. Bumi dan bulan mempunyai percepatan
gravitasi yang sama
c. Matahari mempunyai gaya gravitasi hanya
pada siang hari
d. Bumi dan matahari merupakan benda
bermassa sehingga tidak mempunyai gaya
gravitasi
2 Peristiwa berikut ini yang merupakan imbas B
adanya gaya gravitasi bumi terhadap benda
langit lain yaitu ...
a. pasang surut air laut
b. bulan beredar mengitari bumi
c. gerak semu matahari
d. timbulnya gerhana matahari
3 Meteor yang jatuh hingga ke permukaan bumi D
disebut ...
a. Bintang jatuh
b. Meteor jatuh
c. Meteoroid
d. Meteorit

27
Tata Surya Materi kelas IX
4 Terjadinya siang dan malam disebabkan oleh C
suatu perubahan posisi bumi yang dinamakan
...
a. Rotasi bulan
b. Revolusi bumi
c. Rotasi bumi
d. Rotasi bulan
5 Berdasarkan resolusi IAU tahun 2006, Pluto C
dikategorikan sebagai ….
a. planet
b. asteroid
c. planet kerdil
d. komet
6 Yang tidak termasuk pernyataan Hukum Kepler D
yaitu ...
a. Kuadrat dari periode tiap planet yang
mengelilingi matahari sebanding dengan
pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari
b. Garis yang menghubungkan sebuah planet ke
matahari akan menunjukkan luas sapuan yang
sama dalam waktu yang sama
c. Semua planet bergerak di dalam lintasan
elips yang berpusat di satu titik sentra
(matahari)
d. Gaya gravitasi memengaruhi gerakan planet-
planet dan benda-benda angkasa lainnya

28
Tata Surya Materi kelas IX
7 Lapisan Bumi terdiri dari ... B
a. inti, fotosfer, korona, dan kromosfer
b. inti, selimut, dan kerak
c. inti, koma, ekor debu, dan ekor ion
d. tanah, air, api, dan batuan

8 Pada ketika tertentu air maritim akan meninggi B


dan pada ketika yang lain air maritim akan
surut . Naik turunya permukaan air maritim
disebabkan adanya ......
a. Gelombang air laut
b. Gaya tarik bulan
c. Gaya tarik bumi
d. Angin laut
9 Di beberaoa negara Eropa sedang terjadi animo A
hambar yang mengakibatkan suhu berada
dibawah 0 derajat celsius. Hal tersebut
merupakan salah satu imbas dari terjadinya…
a. Revolusi Bumi
b. Rotasi Bulan
c. Rotasi Bumi
d. Revolusi Matahari
10 Planet dalam tata surya yang mempunyai A
jumlah satelit terbanyak yaitu ...
a. yupiter
b. saturnus
c. neptunus
d. Uranus

29
Tata Surya Materi kelas IX
11 Permukaan Bulan yang selalu menghadap B
Bumi selalu sama. Hal tersebut disebabkan
karena….
a. jarak bulan yang bersahabat dengan bumi
b. periode rotasi dan revolusi bulan terhadap
bumi sama
c. bulan dan bumi sama-sama mengelilingi
matahari
d. bulan ialah satu-satunya satelit yang dimiliki
oleh bumi

12 Matahari meradiasikan aneka macam jenis D


sinar dengan panjang gelombang yang
bervariasi. Salah satu jenis sinar yang
dimanfaatkan flora untuk melaksanakan
fotosintesis adalah…
a. Sinar x
b. Infrared
c. Ultraviolet
d. Cahaya tampak
13 Lama periode revolusi Bulan terhadap Matahari D
yaitu ...
a. tidak sanggup ditentukan
b. 29.5 hari
c. 24 jam
d. 365.25 hari

30
Tata Surya Materi kelas IX
14 Asteroid merupakan benda langit yang letaknya B
berada diantara planet... dan …
a. Saturnus – Uranus
b. Mars – Yupiter
c. Bumi – Mars
d. Yupiter – Saturnus
15 Yang bukan merupakan tanggapan dari revolusi A
Bumi terhadap Matahari yaitu ...
a. terjadinya siang dan malam
b. perubahan rasi bintang
c. perbedaan lamanya waktu siang dan malam
d. perubahan musim
16 Yang menggambarkan imbas perubahan animo B
yang terjadi di kawasan tropis yaitu ...
a. tumbuhan teh hanya sanggup tumbuh di
dataran rendah
b. daun jati yang meranggas pada animo
kemarau
c. bunga tulip yang mekar pada animo kemarau
d. bawang putih tumbuh subur di pesisir pantai
Jawa
17 Dampak jelek yang terjadi jikalau seseorang B
melihat insiden gerhana Matahari secara
pribadi yaitu ...
a. terjangkit virus berbahaya
b. membutakan mata
c. kulit terbakar
d. tubuh menjadi demam

31
Tata Surya Materi kelas IX
18 Alasan matahari termasuk dalam golongan C
bintang yaitu ...
a. Bersinar sangat terang
b. Memantulkan cahaya
c. Memancarkan cahaya sendiri
d. Pusat tata surya
19 Penelitian wacana luar angkasa untuk C
mengungkap misteri asal ajakan alam semesta
serta dengan inovasi bintang dan galaksi gres
yang letaknya sangat jauh dan tidak sanggup
dilihat oleh mata secara pribadi terus dilakukan
oleh para hebat astronomi. Hal tersebut
sanggup diamati dengan menggunakan…
a. Lup
b. Mikroskop
c. Teleskop
d. Kamera foto
20 Gerhana bulan akan terjadi jikalau terjadi B
insiden ...
a. Posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada
satu garis lurus
b. Posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada
satu garis lurus
c. Posisi bumi, matahari, dan bulan berada pada
satu garis lurus
d. Posisi bulan, matahari, dan bumi berada pada
satu garis lurus

32
Tata Surya Materi kelas IX
21 Kumpulan dari matahari, planet dan benda B
langit lainnya disebut ....
a. Satelit
b. Tata surya
c. Galaksi
d. Bima sakti
22 Planet yang letaknya paling jauh dari matahari C
ialah ....
a. Merkurius
b. Uranus
c. Neptunus
d. Saturnus
23 Planet yang tidak mempunyai satelit ialah .... A
a. Venus
b. Mars
c. Merkurius
d. Bumi
24 Planet dalam ialah planet yang letaknya .... D
a. Di antara Matahari dan Asteroid
b. Di antara Matahari dan Mars
c. Di antara Matahari dan Bumi
d. Di antara Matahari dan Yupiter
25 Berikut ini yang bukan merupakan lapisan – A
lapisan dari matahari yaitu ...
a. Prominensa
b. Kromosfer
c. Fotosfer
d. Korona

33
Tata Surya Materi kelas IX
DAFTAR PUTAKA

Hartono. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. PT Grafindo Media Pratama.

Ikhlasu,A,Nugroho.(2007). Bumi dan Antariksa-jilid 1. Yogyakarta: Empat Pilar

Karttunen, H. ,Kroger, P., Oja, H., Poutanen, M., Donner, K.J. 2006.

Fundamental Astronomy 5th edition. 2007. Berlin: Springer-Verlag

Ramlawati,dkk.2017. Sistem Tata Surya. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017

Mata Pelajaran IPA. Diakses pada tanggal 10 Februari 2019

34
Tata Surya Materi kelas IX
RIWAYAT HIDUP PENULIS

NIA, Lahir di Lebak pada tanggal 8 Aril 1998. Anak ketiga dari empat bersaudara
dari pasangan Juned dan Masni. Menamatkan pendidikan di SD Negeri 1
Sanghiang (2004-2010), SMP Negeri 1 Malingping (2010-2013), SMA Negeri 1
Malingping (2013-2016). Sedang mengampu SI di Universitas sultan Ageng
Tirtayasa ( UNTIRTA ). Serang Banten pada jurusan pendidikan IPA . Cita-cita
ingin menjadi Dosen yang professional.

Pada tahun 2018 aktif bergabung di Himunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA
menjabat sebagai anggota kaderisasi. Tahun 2019 aktif melanjutkan organisasi di
Himpunan dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum HMJ Pendidikan IPA.
Selain itu ikut bergabung di organisasi eksternal “Kawan Mipa” sebagai anggota
Kawan Sosial.

35
Tata Surya Materi kelas IX
RIWAYAT HIDUP PEMBIMBING

LUKMAN NULHAKIM, lahir di Garut, 09 April 1979,anak pertama drngan dua


orang bersaudara dari pasangan endang cucu dan misnawati. Menamatkan
pendidikan sekolah dasar di SD pagelaran Tahun (1991),SMP Malingping tahun
(1994), dan SMA Malingping tahun (1997). Pendidikan SI di selesaikan di
Unipersitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung lulus tahun (2002) jurusan
pendidikan Biologi. S2 di selesaikan di Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI)
lulus tahun (2004) pada jurusan pendidikan IPA. Pendidikan S3 di selesaikan di
Universitas Negri Jakarta ( UNJ) pada jurusan Teknologi pendidikan.

36
Tata Surya Materi kelas IX