Anda di halaman 1dari 21

PEMANCAR TELEVISI

VHF DAN UHF

Drs.Bambang Eko Sumarsono.M.MT


Kualitas Penerimaan Siaran Televisi
 Besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat
dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar
yang meliputi antara lain :
 Daya pancar
 Gain dan sistem antena pemancar
 Jarak lokasi pemancar dengan lokasi penerimaan
 Frequency saluran yang digunakan
 Gain dan antena sistem dari pesawat penerima
 Profile chart antara antena pemancar dan penerima
 Ketinggian lokasi pemancar terhadap lokasi penerima
Parameter yang mempengaruhi penerimaan
signal siaran televisi :
Pfs dB
 Po dB
 G ant Tx dB
 A pl  G ant R x dB
dB

│Pfs│dB = Level Field Strength dalam dB


│Po│dB = Power Output pemancar dalam dB
│Gant Tx│dB = Gain antena pemancar dalam dB
│A pl│dB = Anttenuasi Path Loss dalam dB
│Gant Rx│dB = Gain antena penerima dalam dB
Daya Pancar
 Besarnya daya pancar, akan mempengaruhi
besarnya signal penerimaan siaran televisi
disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu
dari stasiun pemancar televisi. Semakin
tinggi daya pancar semakin besar level kuat
medan penerimaan siaran televisi. Namun
besarnya penerimaan siaran televisi tidak
hanya dipengaruhi oleh besarnya daya
pancar.
Gain Antena
 Besarnya Gain antena dipengaruhi oleh jumlah
dan susunan antena serta frequency yang
digunakan. Antena pemancar UHF tidak
mungkin digunakan untuk pemancar TV VHF
dan sebaliknya, karena akan menimbulkan
VSWR yang tinggi. Sedangkan antena penerima
VHF dapat saja untuk menerima signal UHF
dan sebaliknya, namun Gain antenanya akan
sangat mengecil dari yang seharusnya.
Path Loss (redaman Ruang)
 Path Loss adalah redaman propagasi, yaitu
besarnya daya yang hilang dalam menempuh
jarak tertentu. Besarnya redaman ditentukan
oleh kondisi alam seperti tidak adanya halangan
antara pemancar dengan penerima dan kondisi
altitude dari masing-
masing-masing lokasi maupun
antara kedua lokasi
 Redaman sangat dipengaruhi oleh jarak antara
pemancar dengan penerima dan frekwensi yang
digunakan.
 Dengan tanpa memperhitungkan kondisi
alam dan lokasi dimana pemancar dan
penerima berada, besarnya Path Loss dapat
dihitung dengan menggunakan rumus
“Free Space Loss” sebagai berikut :

│A pl │dB = 32,45 dB +20 log D (km) + 20 log f (MHz)


Kebutuhan Daya Pancar
 Besarnya daya pancar yang diperlukan untuk
menjangkau sasaran pada jarak tertentu
dipengaruhi antara lain oleh besarnya
frekwensi, ketinggian antena pemancar dan
antena penerima serta profile antara lokasi
pemancar dengan lokasi penerima, serta
besarnya level kuat medan yang diharapkan
dapat diterima oleh pesawat penerima
penerima..
Perbedaan daya pancar pemancar
VHF dengan UHF
 Dapat dihitung menggunakan rumus :

│Po│dB =│Pfs│dB -│Gant │dB +32,45 dB +20 log D (km)+20 log f (MHz)

Dengan data sebagaimana tersebut diatas, dapat dihitung


kebutuhan power output VHF atau UHF yang dapat
menjangkau sasaran
Sebagai Contoh jika ingin digapai :
Jarak pemancar dengan penerima = 20 Km
Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/
obstacle dan ketinggian antena pemancar dan penerima
tidak diperhitungkan
Frekuensi VHF = 200 MHz dan UHF = 500 MHz
Pfs = Field strength untuk VHF = 75 dBuV/m = -
32dBm/Z = 50 Ohm
Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -
27dBm/Z = 50Ohm
Gant = Gain antena = 10dB
Po = power output pemancar ?
Power output VHF

│Po│dB =│Pfs│dB -│Gant │dB +32,45 dB +20 log D (km)+20 log f (MHz)

Po = -32 dBm – 10 dB + 32,45 dB + 20log20 + 20log200

Po = -32 dBm – 10 dB + 32,45 dB + 26 dB + 46 dB

Po = 62,45 dBm = 2,45 dBk = 1,758 kW


Power output UHF

│Po│dB =│Pfs│dB -│Gant │dB +32,45 dB +20 log D (km)+20 log f (MHz)

Po = -27 dBm – 10 dB + 32,45 dB + 20log20 + 20log500

Po = -27 dBm – 10 dB + 32,45 dB + 26 dB + 54 dB

Po = 75,45 dBm = 15,45 dBk = 35,075 KW


Biaya Investasi
 Penggunaan pemancar UHF untuk menjangkau daerah
sasaran yang sama jauhnya, diperlukan biaya investasi
yang jauh lebih besar daripada menggunakan pemancar
VHF
 untuk menjangkau sasaran tertentu pemancar UHF
memerlukan daya yang 3 s/d 5 kali lebih besar daripada
daya pemancar VHF.
 Kualitas hasil pencaran dari pemancar VHF
dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari
pemancar UHF adalah sama asalkan keduanya
memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah
ditentukan.
Band Frekuensi Televisi

 VHF band I : saluran 2 dan 3


 VHF band III : saluran 4 s/d 11
 UHF band IV : saluran 21 s/d 37
 UHF band V : saluran 38 s/d 70
Terima Kasih
Dua stasiun TV jika ingin menggapai :
Jarak pemancar dengan penerima = 25 Km
Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/
obstacle dan ketinggian antena pemancar dan penerima
tidak diperhitungkan
Frekuensi VHF = 170 MHz dan UHF = 480 MHz
Pfs = Field strength untuk VHF = 80 dBuV/m ,
Impedansi antena Z = 50 Ohm
Pfs = Field strength untuk UHF = 85 dBuV/m ,
Impedansi antena Z = 50 Ohm
Gant = Gain antena = 12 dB
Tentukan Po = power output masing-masing pemancar
Penyelesaian
 Z = R = 50 Ohm (VHF = UHF)
Cara I : ~ R
Vrms dBm

Pfs = Field strength untuk VHF = 80 dBuV/m


80
 anti log  10.000 V  0,01V
20
3
V 2 0,012 2.10
   2.10 6Watt  2.10 3 mWatt  10. log  -26,9897 dBm
R 50 1
Pfs = Field strength untuk UHF = 85 dBuV/m
85
 anti log  17.782,8 V  0,0177828 V
20
V 2 0,01778282 6 3 6,3246.10 3
   6,3246.10 Watt  6,3246.10 mWatt  10. log  -21,9897 dBm
R 50 1
Cara II
80
PfsVHF  80 dBuV / m  anti log  10.000 V  0,01V
20
 1000 
dBm  10. log   20. log Vrms
 R 
 1000 
PfsVHF  10. log   20. log 0,01  26,9897 dBm
 50 

85
PfsUHF  85 dBuV / m  anti log  17.782,8 V  0,0177828 V
20
 1000 
dBm  10. log   20. log Vrms
 R 
 1000 
PfsUHF  10. log   20. log 0,0177828  21,9897 dBm
 50 
Cara III
 Pfs = Field strength untuk VHF = 80 dBuV/m
|Pfs|dBm = dBuV - 90 - [10.log (R)]
= 80 - 90 – (10.log 50)
= 80 - 90 – 16,9897 = -26,9897 dBm

 Pfs = Field strength untuk UHF = 85 dBuV/m


|Pfs|dBm = dBuV - 90 - [10.log (R)]
= 85 - 90 – (10.log 50)
= 85 - 90 – 16,9897 = -21,9897 dBm
Power output VHF

│Po│dB =│Pfs│dB -│Gant │dB +32,45 dB +20 log D (km)+20 log f (MHz)

Po = -26,9897 dBm – 12 dB + 32,45 dB + 20.log25 + 20.log170

Po = -26,9897 dBm – 12 dB + 32,45 dB + 27,9588 dB + 44,6090 dB

Po = 66,0281dBm = 6,0281 dBk = 4,006 kW


Power output UHF

│Po│dB =│Pfs│dB -│Gant │dB +32,45 dB +20 log D (km)+20 log f (MHz)

Po = -21,9897 dBm – 12 dB + 32,45 dB + 20.log25 + 20.log480

Po = -21,9897 dBm – 12 dB + 32,45 dB + 27,9588 dB + 53,6248 dB

Po = 80,0439 dBm = 20,0439 dBk = 101,015 kW