Anda di halaman 1dari 59

ht

tp
s:
//b
an
te
n.
bp
s.
go
.id
ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id
Ringkasan Eksekutif
PERKEMBANGAN EKONOMI PROVINSI BANTEN
TRIWULAN I 2018

.id
ISSN : 2442-7403

o
.g
No. Publikasi : 36550.1802
Katalog BPS : 9199007.36
b ps
Ukuran Buku : 17,6 X 25 cm
n.

Jumlah Halaman : viii + 49 Halaman


e
a nt

Naskah : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik


//b

Penyunting : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik


s:
tp

Gambar Kover : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik


ht

Diterbitkan oleh : © Badan Pusat Statistik Provinsi Banten

Dicetak oleh : CV. Dharmaputra

"Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau


menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin
tertulis dari Badan Pusat Statistik"
Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terbitnya publikasi Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekonomi
Provinsi Banten Triwulan I 2018. Publikasi ini menyajikan analisis
ringkas mengenai perekonomian Banten berdasarkan data triwulan
terakhir yang dikumpulkan oleh BPS Banten dan dilengkapi oleh berbagai
data sekunder dari institusi/lembaga lainnya.

.id
Publikasi ini berisi data dan informasi tentang pertumbuhan

o
.g
ekonomi dan berbagai hal yang berkaitan dengannya, seperti inflasi,
ps
investasi, ekspor-impor, produksi tanaman padi, nilai tukar petani,
b
perilaku konsumen dan prospek dunia usaha.
e n.

Diharapkan publikasi ringkasan eksekutif ini dapat dijadikan bahan


a nt

yang memperkaya evaluasi perkembangan ekonomi Banten pada


//b

triwulan kini dan mendatang. Akhirnya kami menghaturkan banyak


s:

terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terbitnya


tp
ht

publikasi ini. Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk perbaikan
publikasi di masa mendatang.

Serang, Juni 2018

Kepala Badan Pusat Statistik


Provinsi Banten

Ir. Agoes Soebeno, M.Si


ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id
Ringkasan Eksekutif

Daftar Isi

Halaman

Kata Pengantar ........................................................................ iii

Daftar Isi ................................................................................. v

Daftar Tabel ............................................................................ vi

.id
Daftar Gambar ......................................................................... vii

o
.g
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2018 ...........................
ps 1
b
Permintaan Rumahtangga Domestik .......................................... 3
n.

Ekspor Luar Negeri .................................................................... 10


e
nt

Produksi Komoditi Pertanian ..................................................... 13


a
//b

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha ....................... 15


s:

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Pengeluaran ............................. 26


tp
ht

Prospek Ekonomi Tahun 2018 ................................................... 30

Lampiran ................................................................................. 39

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 v


Ringkasan Eksekutif

Daftar Tabel

Halaman

Tabel 1. Laju dan Andil Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran


Triwulan IV-2017 dan Triwulan I-2018 (Persen) .......... 6
Tabel 2. Angka Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018
Untuk Dunia dan Negara-Negara Mitra Dagang Utama

.id
(Persen) .................................................................. 11

o
Tabel 3. Nilai Ekspor dan Impor Luar Negeri

.g
Triwulan I-2017 s.d. Triwulan I-2018 .......................... 12
ps
Tabel 4. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
b
n.

Triwulan IV-2017 dan Triwulan I-2018,


(Q to Q, Persen) ....................................................... 18
e
nt

Tabel 5. Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha


a
//b

Triwulan I-2017 dan Triwulan I-2018,


(Y on Y, Persen) ....................................................... 22
s:

Tabel 6. Share dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi


tp

Menurut Lapangan Usaha, Triwulan I-2018 (Persen) .... 24


ht

Tabel 7. Pertumbuhan Ekonomi Menurut


Komponen Pengeluaran, Triwulan IV-2017 dan
Triwulan I-2018, (Q to Q, Persen) .............................. 26
Tabel 8. Pertumbuhan Ekonomi Menurut
Komponen Pengeluaran Triwulan I-2017 dan
Triwulan I-2018, (Y on Y, Persen) ............................... 28
Tabel 9. Share dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Komponen Pengeluaran,
Triwulan I-2018 (Persen) .......................................... 30

vi Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Daftar Gambar

Halaman

Gambar 1. PDRB Nominal dan Pertumbuhan Ekonomi


Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018 ..................... 1
Gambar 2. Rata-Rata Triwulanan Nilai Tukar Petani (NTP)
Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018 ...................... 4
Gambar 3. Perkembangan Indeks Pendapatan
Hasil Survei Tendensi Konsumen (STK)

.id
Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018 ...................... 4

o
Gambar 4. Perkembangan Indeks Pengaruh Inflasi Terhadap

.g
Tingkat Konsumsi Hasil Survei Tendensi Konsumen
b ps
(STK), Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018 ............ 7
Gambar 5. Perkembangan Indeks Tingkat Konsumsi
n.

Hasil Survei Tendensi Konsumen (STK)


e
nt

Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018 ...................... 9


a

Gambar 6. Produksi Padi dan Pertumbuhan Lapangan Usaha


//b

Pertanian, Triwulan I-2015 s.d Triwulan I-2018 .... 14


s:

Gambar 7. Perkiraan ITK Banten Menurut


tp

Variabel Pembentuk Triwulan II-2018 .................... 36


ht

Gambar 8. Perkiraan ITB Nasional Menurut


Variabel Pembentuk Triwulan II-2018 .................... 37

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 vii


ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id
Ringkasan Eksekutif

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Tahun 2018

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ekonomi Banten pada triwulan pertama


tahun 2018 ini memasuki fase terendah sesuai dengan pola siklus
bisnisnya. Kondisi yang demikian ditandai oleh rendahnya capaian kinerja
ekonomi q to q, dimana PDRB nominalnya hanya bertambah 0,8 triliun
rupiah. Dengan demikian, masih di bawah angka pertambahan pada
Triwulan IV-2017 yang mencapai 2,9 triliun rupiah.

.id
Gambar 1

o
.g
PDRB Nominal dan Pertumbuhan Ekonomi
ps
Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018
b
n.

Persen Triliun Rupiah


e
nt

9 160
143,8 146,7 147,5
139,3
a

133,7 134,5
128,1 132,0
//b

124,6
6 120
5,92 5,63 5,75 5,95
s:

5,14 5,16 5,59 5,53


5,22
tp

3 80
ht

2,67 2,31 0,78 2,41 0,89


-0,25 0,07 2,29 0,26
0 40
Tri-I Tri-II Tri-III Tri IV- Tri I- Tri II- Tri-III Tri IV- Tri-I
2016 2016 2016 2016 2017 2017 2017 2017 2018

-3 0

PDRB ADHB (triliun rupiah) LPE q to q (persen) LPE y on y (persen)

Secara riil pun, ekonomi Banten hanya tumbuh 0,26 persen. Lebih rendah
atau mengalami perlambatan dibandingkan Triwulan IV-2017 yang
tumbuh 0,89 persen. Namun demikian, melambatnya pertumbuhan
ekonomi q to q ini, ternyata tetap mampu membuat ekonomi Banten

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 1


Ringkasan Eksekutif

secara y on y tumbuh 5,95 persen. Lebih cepat atau mengalami


percepatan dari Triwulan I-2017 yang tumbuh sebesar 5,92 persen.

Faktor penyebab rendahnya capaian kinerja ekonomi q to q Banten pada


Triwulan I-2018, dari sisi demand adalah melemahnya beberapa
komponen permintaan domestik. Dalam hal ini, yaitu turunnya
pengeluaran konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto.

Disamping itu, komponen permintaan luar negeri ternyata juga mengalami

.id
penurunan. Beruntung, impor luar negeri pada saat bersamaan justru

o
menurun, dengan besaran yang melebihi penurunan ekspor. Lebih-lebih,

.g
permintaan nasional tetap tumbuh dibandingkan triwulan sebelumnya.
ps
Imbasnya, neraca perdagangan Banten mengalami peningkatan.
b
e n.

Selain neraca perdagangan, pengeluaran konsumsi rumahtangga juga


nt

meningkat. Bahkan, persentase peningkatannya lebih tinggi dibandingkan


a
//b

triwulan sebelumnya. Akibatnya, ekonomi Banten pada Triwulan I-2018 ini


s:

masih tumbuh positif.


tp
ht

Sementara itu meningkatnya pengeluaran konsumsi rumahtangga dan


permintaan nasional, dari sisi supply direspon oleh berbagai perusahaan
atau unit usaha yang ada di Banten. Dimana, respon diberikan dengan
cara menaikkan jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkannya.

Respon terbesar diberikan oleh perusahaan atau unit usaha dalam


lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-motor
serta lapangan usaha industri pengolahan. Terlebih lagi, jumlah produksi
komoditi pertanian pada saat bersamaan juga meningkat drastis.

2 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Permintaan Rumahtangga Domestik

Permintaan atau konsumsi rumahtangga domestik memegang peranan


penting dalam perekonomian suatu wilayah. Sesuai dengan sifatnya,
peningkatan konsumsi rumahtangga ini dipengaruhi oleh daya beli
masyarakat. Selain itu, juga didorong oleh sedikit-banyak serta besar-
kecilnya momen atau peristiwa penting yang menjadi trigger atau
pemicunya. Adapun daya beli masyarakat, ditopang oleh kenaikan
pendapatan dan rendahnya laju inflasi.

o .id
Pendapatan masyarakat di Banten pada Triwulan I-2018, secara agregat

.g
ps
mengalami peningkatan. Peningkatan pendapatan ini, pada umumnya
b
disebabkan oleh naiknya pendapatan pekerja, akibat diterimanya standar
n.

upah baru oleh para pekerja pada akhir Januari 2018. Dengan upah baru
e
nt

bagi para pekerja Banten, setidaknya dapat didekati dengan Upah


a
//b

Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang naik sebesar 8,75 persen. Selain


s:

itu, kenaikannya ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang
tp

hanya 8,25 persen (SK Gubernur Banten No. 561/Kep. 422-Huk/2017).


ht

Bila dicermati menurut daerah tempat tinggal, peningkatan pendapatan


masyarakat ternyata terjadi pada semua daerah tempat tinggal penduduk
Banten. Di daerah perdesaan, peningkatannya terutama disebabkan oleh
naiknya pendapatan petani, yang ditandai oleh lebih tingginya rata-rata
nilai tukar petani (NTP) pada Triwulan I-2018, dibandingkan Triwulan IV-
2017 (Gambar 2). Lebih-lebih, rata-rata upah harian buruh tani pada
periode yang sama juga meningkat 18,9 persen (BPS Provinsi Banten, BRS
Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah, Desember
2017 dan Maret 2018).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 3


Ringkasan Eksekutif

Gambar 2

Rata-rata Triwulanan Nilai Tukar Petani (NTP)


Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018

105,97

102,33
101,28 101,38
100,68
100,45
100,04
99,33

.id
98,36

o
.g
bps
Tri I- Tri II- Tri III- Tri IV- Tri I- Tri II- Tri III- Tri IV- Tri I-
n.

2016 2016 2016 2016 2017 2017 2017 2017 2018


e
a nt
//b

Gambar 3
s:

Perkembangan Indeks Pendapatan


tp

Hasil Survei Tendensi Konsumen (STK)


ht

Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018

112,81
111,18
110,52 110,19
109,80
108,87
107,00 106,90

104,52

Tri-I Tri-II Tri-III Tri IV- Tri-I Tri-II Tri-III Tri IV- Tri-I
2016 2016 2016 2016 2017 2017 2017 2017 2018

4 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Adapun di daerah perkotaan, peningkatan pendapatan masyarakat


setidaknya tercermin pada Indeks Tendensi Konsumen (ITK) yang
dihasilkan dari Survei Tendensi Konsumen (STK). Dimana salah satu
komponennya (Indeks Pendapatan), pada Triwulan I-2018 ini nilainya
bukan saja di atas 100, bahkan lebih besar dibandingkan Triwulan IV-2017
(Gambar 3). Dengan angka Indeks Pendapatan sebesar itu, berarti
pendapatan masyarakat di daerah perkotaan memang meningkat, dengan
besaran yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya.

.id
Kenaikan pendapatan masyarakat Banten pada Triwulan I-2018 ini secara

o
.g
agregat memang benar terjadi. Peningkatan pendapatan tersebut
setidaknya dapat dikonfirmasi ps
dengan
b
bertambahnya simpanan
masyarakat dalam rupiah dan valuta asing pada bank umum dan BPR
e n.

yang ada di Banten. Dimana, jumlah simpanannya bertambah dari 177,6


nt

triliun rupiah pada Desember 2017, menjadi 177,8 triliun rupiah pada
a
//b

Maret 2018 (Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah-Maret 2018,


s:

www.bi.go.id).
tp
ht

Sementara itu laju inflasi Banten selama Triwulan I-2018 mencapai 0,86
persen, turun 0,17 persen poin dari laju inflasi di Triwulan IV-2017.
Penyebabnya adalah relatif lebih stabilnya harga berbagai komoditas pada
kelompok bahan makanan dan kelompok makanan jadi. Kondisi yang
demikian terlihat dari turunnya laju inflasi pada kedua kelompok
pengeluaran tersebut (Tabel 1).

Adapun laju inflasi pada Triwulan I-2018 ini, terutama terjadi karena
naiknya harga beras (Januari-Februari 2018), daging ayam ras (Januari
2018), bawang merah (Maret 2018), cabe merah dan bawang putih
(Februari-Maret 2018), serta biaya keamanan (Maret 2018). Selain itu,
harga rokok kretek dan berbagai komoditas makanan jadi, juga mengalami

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 5


Ringkasan Eksekutif

kenaikan selama Januari-Maret (BPS Provinsi Banten, BRS Perkembangan


Indeks Harga Konsumen/Inflasi, Januari-Maret 2018).

Tabel 1

Laju dan Andil Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran


Triwulan IV-2017 dan Triwulan I-2018
(Persen)

Inflasi Triwulan I-2018

.id
Laju Inflasi
Kelompok Pengeluaran Triwulan

o
IV-2017 Laju Andil

.g
(1) (2) ps (3) (4)

1. Bahan Makanan 2,21 1,92 0,42


b
n.

2. Makanan Jadi, Minuman,


0,88 0,54 0,11
e

Rokok, dan Tembakau


nt

3. Perumahan, Air, Listrik,


a

0,37 0,74 0,16


//b

Gas, dan Bahan Bakar


s:

4. Sandang 0,08 0,67 0,03


tp

5. Kesehatan 0,36 1,22 0,07


ht

6. Pendidikan, Rekreasi dan


0,41 0,26 0,02
Olahraga
7. Transportasi, Komunikasi
1,38 0,23 0,05
dan Jasa Keuangan

Umum 1,03 0,86 0,86

Dampak dari kenaikan harga beragam komoditas di atas, secara langsung


tercermin pada kondisi harga komoditas dalam kelompok pengeluaran
yang diwakilinya. Tercatat, kelompok bahan makanan, kelompok
perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok makanan

6 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

jadi/minuman, rokok dan tembakau, masing-masing mengalami inflasi


1,92 persen, 0,74 persen dan 0,54 persen (Tabel 1).

Laju inflasi di Banten sendiri selama Triwulan I-2018 ini, memang terlihat
lebih banyak dipengaruhi oleh adanya gangguan terhadap suplai bahan
makanan (cost-push inflation). Kondisi yang demikian ditandai oleh
tingginya laju inflasi kelompok bahan makanan.

Namun, tingginya permintaan terhadap berbagai barang dan jasa yang

.id
diperdagangkan, juga turut mempengaruhi naiknya laju inflasi. Hal ini

o
setidaknya terlihat dari tingginya laju inflasi kelompok sandang dan

.g
kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Lebih-lebih,
ps
kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga serta kelompok transportasi,
b
n.

komunikasi dan jasa keuangan masih mengalami inflasi.


e
a nt

Gambar 4
//b

Perkembangan Indeks Pengaruh Inflasi Terhadap Tingkat Konsumsi


s:
tp

Hasil Survei Tendensi Konsumen (STK)


ht

Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018

111,73
110,43
108,72 109,27

105,48 104,85 104,84


104,87 104,38

Tri-I Tri-II Tri-III Tri IV- Tri I- Tri II- Tri-III Tri IV- Tri I-
2016 2016 2016 2016 2017 2017 2017 2017 2018

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 7


Ringkasan Eksekutif

Oleh karena juga dipengaruhi tarikan permintaan, maka kenaikan harga


atau laju inflasi, pada umumnya kurang dijadikan pertimbangan oleh
rumahtangga atau konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa.
Kondisi ini terlihat pula pada hasil STK (Gambar 4), yang menyatakan
bahwa laju inflasi memang kurang berpengaruh terhadap tingkat
konsumsi penduduk Banten (Indeks Pengaruh Inflasi terhadap Tingkat
Konsumsi bernilai di atas 100).

Dengan kondisi pendapatan yang meningkat dan laju inflasi yang ternyata

.id
kurang berpengaruh terhadap tingkat konsumsi, dapat dikatakan bahwa

o
.g
selama Triwulan I-2018 telah terjadi peningkatan daya beli masyarakat.
ps
Peningkatan daya beli ini, bersama faktor lain yang menjadi pemicu bagi
b
meningkatnya belanja konsumen, mendorong tumbuhnya konsumsi
en.

rumahtangga domestik.
a nt

Selama Triwulan I-2018, setidaknya terdapat tiga momen atau peristiwa


//b

penting yang dapat menjadi pemicu meningkatnya konsumsi rumahtangga


s:
tp

domestik, yang sekaligus menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi Banten.


ht

Ketiga momen tersebut adalah perayaan Imlek (Februari 2018) dan Cap
Go Meh (Maret 2018), serta libur panjang (3 hari) yang bertepatan dengan
perayaan Imlek dan Paskah (Maret).

Ketiga momen di atas, menjadi salah satu penyebab meningkatnya


konsumsi rumahtangga domestik pada Triwulan I-2018. Dengan
peningkatan konsumsi rumahtangganya, pasti menimbulkan dampak
positif terhadap kinerja perusahaan atau unit usaha yang ada di Banten.

Peningkatan kinerja perusahaan atau unit usaha ini, terutama terjadi pada
sub lapangan usaha industri makanan dan minuman, sub lapangan usaha
perdagangan besar-eceran bukan mobil dan sepeda motor, lapangan

8 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

usaha transportasi dan pergudangan, lapangan usaha penyediaan


akomodasi dan makan- minum, lapangan usaha informasi dan komunikasi,
lapangan usaha jasa perusahaan, dan lapangan usaha jasa lainnya.

Bila diperbandingkan, terlihat bahwa skala dari peristiwa yang menjadi


pemicu meningkatnya konsumsi rumahtangga pada Triwulan I-2018, lebih
kecil dibandingkan Triwulan IV-2017 yang memiliki trigger berupa Maulud
Nabi Muhammad SAW, Liburan Sekolah, serta Hari Natal dan Tahun Baru.
Namun, tingginya kenaikan pendapatan membuat kebanyakan

.id
rumahtangga di Banten cenderung untuk meningkatkan konsumsinya.

o
.g
Dengan demikian, konsumsi rumahtangga domestik secara keseluruhan
mengalami penguatan atau percepatan pertumbuhan.
b ps
e n.

Gambar 5
nt

Perkembangan Indeks Tingkat Konsumsi


a
//b

Hasil Survei Tendensi Konsumen (STK)


s:

Triwulan I-2016 s.d Triwulan I-2018


tp
ht

123,11

114,70

112,15
110,35 110,22
108,51 107,79

104,66

100,79

Tri-I Tri-II Tri-III Tri IV- Tri I- Tri II- Tri-III Tri IV- Tri I-
2016 2016 2016 2016 2017 2017 2017 2017 2018

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 9


Ringkasan Eksekutif

Percepatan pertumbuhan konsumsi rumahtangga domestik pada Triwulan


I-2018, memang benar terjadi. Kondisi yang demikian setidaknya
tergambar dalam ITK, khususnya pada komponen Indeks Tingkat
Konsumsi bahan makanan, makanan jadi di restoran/rumah makan dan
non makanan (Indeks Tingkat Konsumsi).

Nilai Indeks Tingkat Konsumsi sendiri pada Triwulan I-2018 ini berada di
atas 100 dan lebih besar dari triwulan sebelumnya (Gambar 5). Berarti,
tingkat konsumsi penduduk Banten memang meningkat, dengan besaran

.id
peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan Triwulan IV-2017.

o
.g
b ps
Ekspor Luar Negeri
e n.
nt

Kondisi ekonomi global pada Triwulan I-2018, sepertinya terus berada


a

dalam jalur perbaikan. Hal ini setidaknya terlihat dalam World Economic
//b

Outlook April 2018, dimana ekonomi global tahun 2018 oleh IMF diestimasi
s:
tp

akan tumbuh mencapai 3,9 persen. Dengan demikian, masih sama dengan
ht

angka proyeksi pada Januari 2018 yang sebesar 3,9 persen (Tabel 2).

Disamping itu, estimasi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara maju


yang dikeluarkan pada April 2018, ternyata juga lebih tinggi dari angka
proyeksi periode sebelumnya yang hanya mencapai 2,3 persen. Namun
untuk negara-negara berkembang, estimasinya masih sama dengan angka
proyeksi Januari yang sebesar 4,9 persen.

Sementara itu kondisi ekonomi negara-negara mitra dagang utama Banten


pada Triwulan I-2018, juga terus mengalami perbaikan. Hal ini terlihat dari
angka estimasi pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh IMF pada April
2018, yang sebagian mengalami koreksi ke atas.

10 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Amerika Serikat dan Zona Eropa, menjadi negara mitra yang angka
proyeksinya dinaikkan, yaitu dari 2,7 persen dan 2,2 persen menjadi 2,9
persen dan 2,4 persen. Adapun China, Jepang dan ASEAN-5, angka
proyeksinya masih sama dengan angka proyeksi Januari 2018, yang
masing-masing sebesar 1,2 persen, 6,6 persen dan 5,3 persen (Tabel 2).

Tabel 2

Angka Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2018

.id
Untuk Dunia dan Negara-Negara Mitra Dagang Utama
(Persen)

o
.g
Diproyeksi
b ps Diproykesi
Negara Pada Tahun 2017 Pada Tahun 2018
n.

April Juli Oktober Januari April


e
nt

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


a

1. Amerika Serikat 2,5 2,1 2,3 2,7 2,9


//b
s:

2. Zona Eropa 1,6 1,7 1,9 2,2 2,4


tp
ht

3. Jepang 0,6 0,6 0,7 1,2 1,2

4. China 6,2 6,4 6,5 6,6 6,6

5. ASEAN-5 5,2 5,2 5,2 5,3 5,3

Dunia 3,6 3,6 3,7 3,9 3,9

Negara-negara
2,0 1,9 2,0 2,3 2,5
Maju

Negara-negara
4,8 4,8 4,9 4,9 4,9
Berkembang

Sumber : IMF-World Economic Outlook April 2017, October 2017, April 2018
IMF-Word Economic Outlook Update July 2017, January 2018

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 11


Ringkasan Eksekutif

Sayangnya, di tengah perbaikan kondisi ekonomi global dan negara mitra


dagang utama, permintaan luar negeri terhadap produk barang dan jasa
yang dihasilkan Banten justru mengalami penurunan. Tercatat, ekspor
Banten selama Triwulan I-2018 turun 0,8 persen hingga menjadi 2,87
miliar US$.

Tabel 3

Nilai Ekspor dan Impor Luar Negeri


Triwulan I-2017 s.d Triwulan I-2018

o .id
.g
2017
Triwulan I
Uraian
Triwulan Triwulan
ps
Triwulan
b
Triwulan 2018
I II III IV
n.

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


e
nt

1. Ekspor
a
//b

a. Nilai
2.812 2.679 2.866 2.897 2.874
s:

(Juta US$)
tp

b. Pertumbuhan
ht

5,5 -4,7 7,0 1,1 -0,8


(%)

2. Impor

a. Nilai
2.733 2.722 2.529 3.040 2.861
(Juta US$)

b. Pertumbuhan
16,1 -0,4 -7,1 20,2 -5,9
(%)

Adapun penurunannya, terutama disebabkan oleh menurunnya ekspor ke


negara-negara mitra dagang utama, seperti ASEAN, Uni Eropa dan China.
Dengan penurunannya itu, dapat diketahui dari ekspor non migas ke
negara-negara mitra tersebut, yang masing-masing turun sebesar

12 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

1,5 persen, 11,5 persen dan 14,8 persen. Sementara ekspor non migas ke
Amerika Serikat dan China, meningkat 9,1 persen dan 2,1 persen hingga
menjadi 0,51 miliar US$ dan 0,24 miliar US$ (BPS Provinsi Banten, BRS
Perkembangan Ekspor dan Impor Banten, Oktober 2017-Maret 2018)

Seiring dengan turunnya ekspor, impor luar negeri juga menurun, dengan
besaran penurunan yang justru lebih tinggi. Tercatat, impor luar negeri
pada Triwulan I-2018 menurun 5,9 persen ke posisi 2,86 miliar US$
(Tabel 3). Sementara komposisi penurunannya, terjadi hanya pada barang

.id
impor untuk keperluan bahan baku, yang turun 7,4 persen (BPS Provinsi

o
.g
Banten, BRS Perkembangan Ekspor dan Impor Banten, Oktober 2017-
Maret 2018).
b ps
e n.
nt

Produksi Komoditi Pertanian


a
//b

Pertanian merupakan lapangan usaha yang sangat strategis, karena


s:
tp

berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dan


ht

ketahanan pangan penduduk di suatu wilayah. Hanya saja, tata kelola


usaha pertanian di Indonesia pada umumnya dan Banten pada khususnya,
kebanyakan masih bersifat subsistence.

Lebih-lebih, usaha pertanian tanaman pangan terutama tanaman padi,


yang pengelolaannya bukan hanya bersifat subsistence, bahkan cenderung
tradisional karena cenderung masih mengandalkan air hujan sebagai
sumber utama pengairannya.

Berdasarkan data historis, tingkat produksi tertinggi tanaman padi Banten,


setiap tahunnya selalu jatuh pada Triwulan I dan III. Namun sejak tahun

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 13


Ringkasan Eksekutif

2015 bergeser ke Triwulan II dan III, akibat adanya pergeseran musim


hujan serta musim tanam dan panen.

Pada tahun 2017, pola panen padi kembali mengikuti pola sebelum tahun
2015, dengan tingkat produksi tertinggi tanaman padi terjadi pada
Triwulan I dan III. Hanya saja, tingkat produksi tertingginya kali ini tidak
lagi pada Triwulan III, melainkan bergeser ke Triwulan I.

Mulai tahun 2018, pola panen padi sepertinya akan kembali mengikuti pola

.id
tahun 2015-2016, dimana puncak panen terjadi bukan pada Triwulan I.

o
Kondisi ini setidaknya terlihat dari tingkat produksi tanaman padi Triwulan

.g
I-2018, yang lebih rendah dibandingkan Triwulan I-2017 (Gambar 5). b ps
n.

Gambar 6
e
nt

Produksi Padi dan Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian


a

Triwulan I-2015 s.d Triwulan I-2018


//b
s:
tp

30 1000
ht

20 800

10 600

0 400
I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 IV-16 I-17 II-17 III-17 IV-17 I-18

-10 200

-20 0

Produksi Padi (GKG, Ribu Ton) Pertumbuhan Lap. Usaha Pertanian (Q to Q, Persen)

Penyebab bergesernya puncak panen adalah rendahnya curah hujan pada


akhir tahun 2017, sehingga musim tanam padi banyak yang bergerak ke

14 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

awal tahun 2018. Akibatnya, luas panen padi selama Triwulan I-2018
hanya 128 Ha ribu, lebih sedikit dari Triwulan I-2017 yang mencapai 149
Ha. Selain itu, produktivitas tanamannya juga menurun dari 55,21 Kw/Ha
menjadi 55,18 Kw/Ha (Angka Prognosis untuk Ramalan I-2018).

Betapapun juga, tingkat produksi tanaman padi pada setiap Triwulan I


selalu di atas tingkat produksi Triwulan IV. Imbasnya, lapangan usaha
pertanian, kehutanan, dan perikanan pada Triwulan I-2018 ini mengalami
akselerasi, karena dominannya peran dari usaha pertanian tanaman padi

.id
dalam struktur lapangan usaha pertanian Banten (Gambar 6).

o
.g
b ps
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
e n.
nt

Rendahnya capaian kinerja ekonomi q to q Banten pada Triwulan I-2018,


a

dari sisi supply disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan pada sebagian


//b

besar lapangan usaha yang ada. Khususnya, kontraksi yang terjadi pada
s:
tp

lapangan usaha kontruksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan,


ht

serta lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan


sosial wajib.

Beruntung, ada beberapa lapangan usaha, terutama lapangan usaha


pertanian, kehutanan dan perikanan serta lapangan usaha perdagangan
besar-eceran dan reparasi mobil-motor, yang mengalami percepatan
pertumbuhan. Selain itu, ada pula lapangan usaha industri pengolahan
yang meskipun tumbuh melambat, namun dengan besaran pertumbuhan
di atas rata-rata pertumbuhan sektoral. Akibatnya, pelemahan ekonomi
Banten menjadi tertahan dan secara q to q masih mampu tumbuh 0,26
persen (Tabel 4).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 15


Ringkasan Eksekutif

Lapangan usaha konstruksi pada Triwulan I-2018 mengalami kontraksi


9,64 persen, padahal pada triwulan sebelumnya tumbuh 6,04 persen
(Tabel 4). Kontraksi ini terjadi karena belum banyaknya pembangunan dan
perbaikan besar rumah tinggal dan bangunan konstruksi lainnya, oleh
kalangan swasta dan masyarakat umum. Selain itu, anggaran belanja
pemerintah tahun 2018 terkait belanja infrastruktur, juga belum terealisir
dengan baik. Adapun kontraksinya sendiri, dapat dikonfirmasi oleh
turunnya volume penjualan semen di Banten sebesar 18,4 persen hingga

.id
menjadi 0,76 juta ton (Asosiasi Semen Indonesia).

o
.g
Sementara itu kurangnya momen berupa libur panjang (lebih dari 3 hari),
ps
sepertinya menjadi penyebab utama mengapa masyarakat enggan untuk
b
bepergian atau berwisata ke daerah yang lebih jauh. Akibatnya, jumlah
e n.

penumpang yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta selama Triwulan


nt

I-2018 baik untuk tujuan nasional maupun internasional, masing-masing


a
//b

menurun 7,3 persen dan 4,5 persen. Kondisi inilah yang menyebabkan
s:

lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi


tp

sebesar 1,90 persen.


ht

Lapangan usaha industri pengolahan pada Triwulan I-2018 ini memang


tumbuh melambat. Namun, tetap memiliki kinerja yang tinggi karena
mampu tumbuh 0,95 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan
sektoral yang sebesar 0,26 persen. Penyebabnya adalah meningkatnya
kinerja pada sebagian sub lapangan usaha yang ada di bawahnya.
Khususnya, yang dialami oleh sub lapangan usaha industri logam dasar,
sub lapangan usaha industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan
reproduksi media rekaman, serta sub lapangan usaha industri tekstil dan
pakaian jadi.

16 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Perbaikan kinerja sub lapangan usaha industri logam dasar pada Triwulan
I-2018 ini, ditandai oleh tumbuhnya volume produksi industri logam dasar
berskala besar dan sedang sebesar 5,23 persen (BPS Provinsi Banten, BRS
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Banten Triwulan I-2018).
Penyebabnya, terutama adalah naiknya permintaan luar negeri untuk
produk industri tersebut. Dalam hal ini adalah ekspor besi dan baja yang
meningkat 31,1 persen hingga menjadi 159,4 juta US$ pada Triwulan
I-2018 (Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah-Maret 2018,

.id
www.bi.go.id).

o
.g
Sementara peningkatan kinerja sub lapangan usaha industri kertas dan
ps
barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, terjadi baik
b
pada industri kertas dan barang dari kertas maupun untuk industri
e n.

percetakan dan reproduksi media rekaman.


ant

Untuk industri kertas dan barang dari kertas, peningkatan kinerjanya lebih
//b

disebabkan oleh meningkatnya permintaan luar negeri. Kondisi ini terlihat


s:
tp

dari naiknya ekspor kertas, kertas karton dan olahannya, dari 83,7 juta
ht

US$ pada Triwulan IV-2017 menjadi 94,6 juta US$ pada Triwulan I-2018
(Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah-Maret 2018, www.bi.go.id).

Adapun peningkatan kinerja industri percetakan dan reproduksi media


rekaman, sepertinya dipengaruhi oleh momen Pilkada serentak yang akan
berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 nanti. Peningkatan kinerjanya
sendiri, setidaknya ditandai oleh tumbuhnya tingkat produksi industri
percetakan dan reproduksi media rekaman nasional berskala besar dan
sedang serta berskala mikro dan kecil, masing-masing sebesar 13,54
persen dan 3,50 persen (BPS RI, BRS Pertumbuhan Produksi Industri
Manufaktur Triwulan I-2018).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 17


Ringkasan Eksekutif

Tabel 4

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha


Triwulan IV-2017 dan Triwulan I-2018
(Q to Q, Persen)

Triwulan Triwulan
Lapangan Usaha
IV-2017 I-2018
(1) (2) (3)

1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -18,16 14,74

.id
2. Pertambangan dan Penggalian -1,21 1,99

o
3. Industri Pengolahan 1,96 0,95

.g
4. Pengadaan Listrik dan Gas 2,50 1,44
ps
5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
b
0,66 0,53
n.

Limbah dan Daur Ulang


e

6. Konstruksi 6,04 -9,64


nt

7. Perdagangan Besar dan Eceran, dan


a

0,83 1,81
//b

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor


s:

8. Transportasi dan Pergudangan 2,62 -1,90


tp

9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,24 0,57


ht

10. Informasi dan Komunikasi 0,23 0,40


11. Jasa Keuangan dan Asuransi 2,97 0,15
12. Real Estate 1,03 0,17
13. Jasa Perusahaan 0,87 0,38
14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
0,66 -0,32
dan Jaminan Sosial Wajib
15. Jasa Pendidikan 2,07 0,14
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2,46 0,15
17. Jasa lainnya 2,48 0,28

PDRB 0,89 0,26

18 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Selanjutnya, perbaikan kinerja sub lapangan usaha industri tekstil dan


pakaian jadi, terjadi pada seluruh jenis dan skala usaha industrinya.
Kondisi ini ditandai oleh tumbuhnya volume produksi industri tekstil dan
industri pakaian jadi berskala besar dan sedang, masing-masing sebesar
5,58 persen dan 1,70 persen. Sementara industri berskala mikro dan
kecilnya, untuk pakaian jadi tumbuh 1,93 persen dan -1,22 persen bagi
industri tekstil.

Perbaikan kinerja sub lapangan usaha industri tekstil dan pakaian jadi ini,

.id
dipengaruhi oleh tingginya permintaan domestik dan nasional, guna

o
.g
keperluan persiapan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, permintaan luar
ps
negerinya juga mengalami peningkatan, yang ditandai oleh naiknya
b
ekspor tekstil dan barang dari tekstil sebesar 0,95 persen hingga menjadi
e n.

277,7 juta US$ pada Triwulan I-2018 (Statistik Ekonomi dan Keuangan
nt

Daerah-Maret 2018, www.bi.go.id).


a
//b

Betapapun juga, tidak semua sub lapangan usaha dalam lapangan usaha
s:
tp

industri pengolahan memiliki kinerja yang tinggi. Namun karena share


ht

yang dimilikinya kalah besar dibandingkan total share dari sub lapangan
usaha yang mengalami peningkatan, maka kinerjanya yang rendah itu
kurang mempengaruhi kinerja lapangan usaha industri pengolahan secara
keseluruhan.

Salah satu sub lapangan usaha yang kinerjanya rendah adalah sub
lapangan usaha industri kimia, farmasi dan obat tradisional. Penyebabnya,
terutama adalah turunnya permintaan luar negeri, yang ditandai oleh
berkurangnya ekspor produk industri kimia dan industri sejenis sebesar
55,0 juta US$ hingga menjadi 321,2 juta US$ pada Triwulan I-2018
(Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah-Maret 2018, www.bi.go.id).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 19


Ringkasan Eksekutif

Sementara itu percepatan pertumbuhan yang terjadi pada lapangan usaha


pertanian, kehutanan dan perikanan, yaitu dari kontraksi 18,16 persen
pada Triwulan IV-2017 menjadi tumbuh 14,74 persen pada Triwulan I-
2018 (Tabel 4), disebabkan oleh naiknya jumlah produksi komoditi
pertanian. Dalam hal ini, terutama adalah produksi tanaman padi yang
meningkat dari 0,34 juta Ton GKG menjadi 0,71 Juta Ton (Angka Prognosis
untuk Ramalan I-2018).

Lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-motor

.id
pada Triwulan I-2018 tumbuh sebesar 1,81 persen, lebih cepat dari

o
.g
triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 0,83 persen (Tabel 4).
ps
Percepatan pertumbuhan ini disebabkan oleh membaiknya kinerja sub
b
lapangan usaha yang berada dibawahnya, yaitu sub lapangan usaha
e n.

perdagangan besar-eceran bukan mobil dan motor serta sub lapangan


nt

usaha perdagangan mobil, motor dan reparasinya.


a
//b

Perbaikan kinerja pada sub lapangan usaha perdagangan besar-eceran


s:
tp

bukan mobil dan motor, terutama disebabkan oleh meningkatnya suplai


ht

barang yang diperdagangkan, baik yang berasal dari penyediaan domestik


maupun impor.

Meningkatnya penyediaan domestik ini terlihat dari bertambahnya jumlah


produksi komoditas pertanian dan produk hasil industri pengolahan.
Dimana, peningkatannya itu ditandai oleh percepatan pertumbuhan pada
lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta tingginya
pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan.

20 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Adapun meningkatnya penyediaan impor, setidaknya dapat diketahui dari


impor barang konsumsi yang mengalami kenaikan sebesar 9,9 persen
selama Triwulan I-2018 (BPS Provinsi Banten, BRS Perkembangan Ekspor
dan Impor Banten, Oktober 2017-Maret 2018).

Sementara itu tingginya capaian kinerja ekonomi y on y Banten pada


Triwulan I-2018 ini, disebabkan oleh percepatan pertumbuhan dari hampir
seluruh lapangan usaha yang ada. Terutama, pada lapangan usaha
industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan

.id
reparasi mobil-motor, lapangan usaha konstruksi, lapangan usaha real

o
.g
estate, lapangan usaha transportasi dan pergudangan, serta lapangan
ps
usaha informasi dan komunikasi. Sebaliknya, kontraksi yang terjadi pada
b
lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan serta lapangan usaha
e n.

pertambangan dan penggalian, menjadi penahan bagi semakin cepatnya


nt

pertumbuhan y on y Banten (Tabel 5).


a
//b

Lapangan usaha real estate pada Triwulan I-2018 mengalami percepatan


s:
tp

pertumbuhan, dari 6,19 persen pada Triwulan I-2017 menjadi 8,45


ht

persen. Percepatan pertumbuhan ini, disebabkan oleh meningkatnya


permintaan produk real estate, yang direspon oleh berbagai usaha/
perusahaan real estate yang ada di Banten dengan menaikkan suplainya.
Kondisi yang demikian itu setidaknya ditandai oleh tumbuhnya Indeks
Supply Properti Komersial (Total, y on y) dan Indeks Demand Properti
Komersial (Total, y on y), masing-masing sebesar 1,31 persen dan 1,14
persen untuk wilayah Tangerang Raya. Adapun untuk wilayah Banten
lainnya, tumbuh mencapai 6,89 persen dan 3,76 persen (Survei Properti
Komersial-Triwulan I-2018, www.bi.go.id).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 21


Ringkasan Eksekutif

Tabel 5

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha


Triwulan I-2017 dan Triwulan I-2018
(Y on Y, Persen)

Triwulan Triwulan
Lapangan Usaha
I-2017 I-2018
(1) (2) (3)

1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 14,13 -3,24

.id
2. Pertambangan dan Penggalian 2,39 -0,75

o
3. Industri Pengolahan 4,60 4,61

.g
4. Pengadaan Listrik dan Gas
b ps -4,85 8,75
5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
6,09 6,90
n.

Limbah dan Daur Ulang


e

6. Konstruksi 7,15 8,19


nt
a

7. Perdagangan Besar dan Eceran, dan


5,90 7,71
//b

Reparasi Mobil dan Sepeda Motor


s:

8. Transportasi dan Pergudangan 6,52 7,91


tp

9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 7,25 7,42


ht

10. Informasi dan Komunikasi 7,34 8,80


11. Jasa Keuangan dan Asuransi 3,92 6,12
12. Real Estate 6,19 8,45
13. Jasa Perusahaan 6,35 6,38
14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
3,23 4,69
dan Jaminan Sosial Wajib
15. Jasa Pendidikan 5,07 7,56
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 6,38 7,77
17. Jasa lainnya 7,00 8,16

PDRB 5,92 5,95

22 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Adanya perbedaan pola pertumbuhan antar lapangan usaha, akan


menyebabkan terjadinya pergeseran struktur ekonomi. Namun, kondisi
yang demikian itu tidak akan terjadi dalam jangka pendek, melainkan
hanya terjadi dalam jangka panjang.

Struktur ekonomi Banten pada Triwulan I-2018 ini masih tetap didominasi
oleh lapangan usaha industri pengolahan, dengan share mencapai 31,98
persen. Diikuti oleh lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan
reparasi mobil-sepeda motor, lapangan usaha transportasi dan

.id
pergudangan, dan lapangan usaha konstruksi yang masing-masing

o
.g
memiliki share 12,57 persen, 10,85 persen, dan 10,09 persen (Tabel 6).
ps
Adapun Lapangan usaha real estate, lapangan usaha pertanian,
b
n.

kehutanan dan perikanan, serta lapangan usaha informasi dan


e
nt

komunikasi, berada pada urutan kelima, keenam, dan ketujuh, dengan


a

share sebesar 7,42 persen, 5,82 persen, dan 3,56 persen


//b
s:

Kapanpun terjadi perbedaan besaran pertumbuhan antar lapangan usaha,


tp

pasti akan menimbulkan pergeseran pada lapangan usaha yang menjadi


ht

sumber utama pertumbuhan ekonomi.

Secara q to q, terdapat tiga lapangan usaha yang sumbangannya sangat


dominan, sehingga menjadi sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi
Banten. Ketiga lapangan usaha ini adalah lapangan usaha pertanian,
kehutanan dan perikanan, lapangan usaha industri pengolahan, serta
lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda
motor, yang masing-masing menyumbang 0,71 persen poin, 0,33 persen
poin dan 0,24 persen poin dari total pertumbuhan ekonomi q to q Banten
Triwulan I-2018 yang mencapai 0,26 persen (Tabel 6).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 23


Ringkasan Eksekutif

Tabel 6

Share dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha


Triwulan I-2018 (Persen)

Sumber
Pertumbuhan
Lapangan Usaha Share
Q to Q Y on Y

(1) (2) (3) (4)

.id
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,82 0,71 -0,19

o
2. Pertambangan dan Penggalian 0,73 0,01 -0,01

.g
3. Industri Pengolahan 31,98 0,33 1,65
4. Pengadaan Listrik dan Gas
b ps 2,16 0,01 0,09
n.

5. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,


0,08 0,00 0,01
e

Limbah dan Daur Ulang


nt

6. Konstruksi 10,09 -0,99 0,74


a
//b

7. Perdagangan Besar dan Eceran, dan


12,57 0,24 1,03
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
s:
tp

8. Transportasi dan Pergudangan 10,85 -0,13 0,52


ht

9. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,41 0,01 0,18


10. Informasi dan Komunikasi 3,56 0,02 0,49
11. Jasa Keuangan dan Asuransi 3,06 0,00 0,18
12. Real Estate 7,42 0,01 0,70
13. Jasa Perusahaan 1,09 0,00 0,06
14. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
2,00 -0,01 0,08
dan Jaminan Sosial Wajib
15. Jasa Pendidikan 3,39 0,00 0,22
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,20 0,00 0,09
17. Jasa lainnya 1,61 0,00 0,12

PDRB 100,00 0,26 5,95

24 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Sementara lapangan usaha konstruksi, lapangan usaha transportasi dan


pergudangan, serta lapangan usaha adiministrasi pemerintahan,
pertahanan dan jaminan sosial wajib, menjadi lapangan usaha yang
memberikan koreksi terhadap angka pertumbuhan ekonomi Banten.
Koreksi yang diberikan oleh ketiga lapangan usaha ini masing-masing
sebesar 0,99 persen poin, 0,13 persen poin dan 0,01 persen poin.

Adapun secara y on y, ada dua lapangan usaha yang sumbangannya


dominan, sehingga menjadi sumber utama bagi pertumbuhan ekonomi

.id
Banten. Kedua lapangan usaha ini adalah lapangan usaha industri

o
.g
pengolahan serta lapangan usaha perdagangan besar-eceran dan reparasi
mobil-sepeda motor, dengan ps
besaran
b
sumbangan masing-masing
mencapai 1,65 persen poin dan 1,03 persen poin, dari total pertumbuhan
en.

ekonomi y on y Banten yang mencapai 5,95 persen.


a nt

Selain kedua lapangan usaha di atas, ada juga lapangan usaha yang
//b

memberikan sumbangan cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi y on y


s:
tp

Banten. Lapangan usaha tersebut antara lain adalah lapangan usaha


ht

konstruksi, lapangan usaha real estate, lapangan usaha transportasi dan


pergudangan, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi. Keempat
lapangan usaha ini masing-masing menyumbang 0,74 persen poin, 0,70
persen poin, 0,52 persen poin, dan 0,49 persen poin (Tabel 6).

Sebaliknya, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan serta


lapangan pertambangan dan penggalian, menjadi lapangan usaha yang
memberikan koreksi terhadap angka pertumbuhan ekonomi Banten.
Koreksi yang diberikan oleh keduanya masing-masing sebesar 0,19 persen
poin dan 0,01 persen poin.

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 25


Ringkasan Eksekutif

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Pengeluaran

Rendahnya capaian kinerja ekonomi q to q Banten pada Triwulan I-2018,


dari sisi demand disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada komponen
pembentukan modal tetap bruto dan komponen pengeluaran pemerintah.

Di sisi lain, percepatan pertumbuhan yang terjadi pada komponen


pengeluaran konsumsi rumahtangga dan komponen ekspor neto,
membuat pelemahan ekonomi Banten bukan saja menjadi tertahan,

.id
bahkan masih mampu tumbuh 0,26 persen.

o
.g
Tabel 7 b ps
Pertumbuhan Ekonomi Menurut Komponen Pengeluaran
n.

Triwulan IV-2017 dan Triwulan I-2018


e
nt

(Q to Q, Persen)
a
//b

Triwulan Triwulan
s:

Komponen Pengeluaran
IV-2017 I-2018
tp

(1) (2) (3)


ht

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 0,43 0,84

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,45 0,10

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 45,25 -42,76

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 4,57 -2,03

5. Perubahan Inventori -138,98 6,72

6. Ekspor Neto -33,15 49,16

6.1. Ekspor 1,98 -1,61

6.2. Impor 6,29 -5,53

PDRB 0,89 0,26

26 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Pengeluaran konsumsi pemerintah pada Triwulan I-2018 mengalami


kontraksi 42,76 persen, padahal pada triwulan sebelumnya mampu
tumbuh 45,25 persen (Tabel 7). Kontraksi sebesar itu, secara umum
disebabkan oleh rendahnya serapan belanja daerah, yang termasuk dalam
komponen pengeluaran pemerintah.

Komponen pengeluaran pemerintah di atas, antara lain berupa belanja


rutin pegawai (belanja tidak langsung) serta belanja barang/jasa dan
belanja pegawai yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan proyek

.id
(belanja langsung).

o
.g
Adapun rendahnya serapan ketiga jenis belanja pemerintah ini, setidaknya
ps
terlihat pada nilai belanja Pemerintah Daerah (Pemerintah Provinsi Banten
b
n.

dan Pemerintah 76,25 persen dari triwulan sebelumnya.


e
nt

Kontraksi sebesar 2,03 persen yang terjadi pada komponen pembentukan


a
//b

modal tetap bruto, sepertinya lebih disebabkan oleh masih sedikitnya


s:

pembangunan dan perbaikan berbagai fasilitas infrastruktur dasar, seperti


tp

jalan dan jembatan. Selain itu, pembangunan dan perbaikan besar rumah
ht

tinggal dan bangunan konstruksi lainnya, juga belum banyak dilakukan


oleh pihak swasta dan masyarakat umum.

Sementara penambahan barang modal lainnya, seperti alat angkut, mesin


dan peralatannya, justru mengalami peningkatan dibandingkan triwulan
sebelumnya. Peningkatan ini setidaknya dapat diketahui dari nilai impor
luar negeri untuk kategori barang modal, yang pada Triwulan I-2018
meningkat 22,0 persen (BPS Provinsi Banten, BRS Perkembangan Ekspor
dan Impor Banten, Oktober 2017-Maret 2018).

Adapun pembangunan pabrik baru sepertinya mengalami peningkatan


pula. Kondisi ini setidaknya terlihat pada realisasi penanaman modal asing

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 27


Ringkasan Eksekutif

(PMA), yang naik dari 0,74 miliar US$ hingga menjadi 0,87 miliar US$.
Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), turun 0,13
triliun rupiah hingga menjadi 3,83 triliun rupiah (Realisasi Investasi
Triwulan I-2018, www.bkpm.go.id).

Tabel 8

Pertumbuhan Ekonomi Menurut Komponen Pengeluaran


Triwulan I-2017 dan Triwulan I-2018
(Y on Y, Persen)

o .id
.g
Triwulan Triwulan
Komponen Pengeluaran b ps
I-2017 I-2018
(1) (2) (3)
n.

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 5,35 4,33


e
nt

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,84 6,80


a
//b

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1,60 3,67


s:

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 10,81 6,53


tp

5. Perubahan Inventori -43,53 -32,84


ht

6. Ekspor Neto -3,59 17,67

6.1. Ekspor 13,32 -1,63

6.2. Impor 15,35 -3,56

PDRB 5,92 5,95

Sementara itu tingginya capaian kinerja ekonomi y on y Banten, terutama


disebabkan oleh adanya percepatan pertumbuhan yang terjadi pada
komponen ekspor neto dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah.
Adapun pertumbuhan yang cukup tinggi pada komponen pengeluaran
konsumsi rumahtangga dan komponen pembentukan modal tetap bruto,

28 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

turut memperkuat percepatan pertumbuhan ekonomi Banten di Triwulan


I-2017. Sebaliknya, kontraksi yang dialami oleh komponen perubahan
inventori, justru menjadi penahan dari semakin cepatnya pertumbuhan
ekonomi Banten (Tabel 8).

Struktur ekonomi Banten pada Triwulan I-2018 ini, masih tetap ditopang
oleh komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga dan komponen
pembentukan modal tetap bruto, dengan share masing-masing mencapai
51,92 persen dan 30,82 persen. Adapun komponen ekspor neto dan

.id
komponen pengeluaran konsumsi pemerintah berada diurutan ketiga dan

o
.g
keempat, dengan share sebesar 13,42 persen dan 3,32 persen (Tabel 9).
ps
Kapanpun terjadi perbedaan besaran pertumbuhan antar komponen
b
n.

permintaan akhir, pasti akan menimbulkan pergeseran pada komponen


e
nt

yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.


a
//b

Secara q to q, komponen ekspor neto dan komponen pengeluaran


s:

konsumsi rumahtangga, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi


tp

Banten. Kedua komponen ini masing-masing menyumbang 2,80 persen


ht

poin dan 0,48 persen poin. Sebaliknya, komponen pengeluaran konsumsi


pemerintah dan komponen pembentukan modal tetap bruto, justru
memberikan koreksi sebesar 2,38 persen poin dan 0,64 persen poin,
sehingga pertumbuhan ekonomi Banten tertahan pada level 0,26 persen.

Adapun secara y on y, komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga,


komponen pembentukan modal tetap bruto dan komponen ekspor neto,
menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Banten. Sumbangan
yang diberikan oleh ketiga komponen ini sangat besar, yaitu masing-
masing sebesar 2,51 persen poin, 2,00 persen poin dan 1,35 persen poin,
dari total pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,95 persen.

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 29


Ringkasan Eksekutif

Tabel 9

Share dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Banten


Menurut Komponen Pengeluaran Triwulan I-2018
(Persen)

Sumber Pertumbuhan
Komponen Pengeluaran Share
q to q y on y
(1) (2) (3) (4)

.id
1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 51,92 0,48 2,51

o
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,45 0,00 0,03

.g
3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
b ps
3,32 -2,38 0,12

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 30,82 -0,64 2,00


n.
e

5. Perubahan Inventori 0,07 0,01 -0,05


a nt

6. Ekspor Neto 13,42 2,80 1,35


//b

6.1. Ekspor 72,73 -1,28 -1,37


s:
tp

6.2. Impor 59,32 -4,08 -2,71


ht

PDRB 100,00 0,26 5,95

Prospek Ekonomi Tahun 2018

Kondisi ekonomi Banten sampai akhir tahun 2018 nanti, diperkirakan akan
semakin membaik dan tumbuh lebih cepat dari tahun sebelumnya.
Percepatan pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi, antara lain oleh
naiknya permintaan luar negeri terhadap produk barang dan jasa yang
dihasilkan oleh Banten.

30 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Ada beberapa alasan mengapa permintaan luar negeri diperkirakan akan


meningkat. Pertama, kondisi ekonomi global semakin membaik, yang
ditandai oleh percepatan pertumbuhan volume perdagangan dan ekonomi
global. Kondisi ini setidaknya terlihat dari pertumbuhan volume
perdagangan global yang oleh IMF diproyeksikan akan meningkat dari 4,9
persen di tahun 2017 menjadi 5,1 persen pada tahun 2018. Sementara
pertumbuhan ekonominya, pada periode yang sama naik dari 3,8 persen
menjadi 3,9 persen. Dengan demikian, terbuka peluang bagi Banten untuk

.id
meningkatkan kinerja ekspornya.

o
.g
Kedua, kondisi ekonomi negara-negara mitra dagang utama Banten,
ps
sepertinya tidak seoptimis tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan
b
ekonomi Amerika Serikat dan Uni Eropa diproyeksikan akan mengalami
e n.

akselerasi, sedangkan ASEAN-5 tumbuh stagnan pada kisaran 5,3 persen.


nt

Sebaliknya, China dan Jepang tumbuh melambat, yaitu masing-masing


a
//b

dari tumbuh 6,9 persen dan 1,7 persen menjadi 6,6 persen dan 1,2 persen
s:

(IMF – World Economic Outlook April 2018).


tp
ht

Adapun ekspor Banten selama tahun 2018 ini, diperkirakan akan semakin
meningkat. Kondisi ini setidaknya terlihat pada periode Januari-April 2018,
dimana total ekspor Banten dan ekspor non migas ke negara-negara mitra
dagang utama Banten, masing-masing meningkat sebesar 4,41 persen
dan 5,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
(BPS Provinsi Banten, BRS Perkembangan Ekspor dan Impor Banten,
Maret 2018).

Dari sisi domestik, perbaikan kondisi ekonomi didorong oleh meningkatnya


daya beli masyarakat. Hal ini dapat terjadi karena pendapatan masyarakat
akan meningkat, terutama akibat diterimanya standar upah baru oleh para
pekerja. Upah baru bagi para pekerja Banten sendiri, setidaknya dapat

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 31


Ringkasan Eksekutif

didekati dengan upah minimum kabupaten/kota yang meningkat 8,71


persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar
8,25 persen (SK Gubernur Banten No. 561/Kep. 442-Huk/2017).

Ada pula pembayaran tunjangan hari raya (THR) untuk PNS, TNI/Polri dan
Pensiunannya pada awal Juni 2018, yang turut mendorong naiknya
pendapatan masyarakat. Dapat dipastikan bahwa THR yang diterima kali
ini akan lebih besar, karena Pensiunan PNS/TNI/Polri pada tahun 2017
tidak menerima THR. Selain itu, THR untuk PNS/TNI/Polri juga lebih tinggi

.id
dari tahun sebelumnya, karena terdiri dari gaji pokok dan komponen gaji

o
.g
lainnya, plus tunjangan kinerja.
ps
Disamping itu, meningkatnya daya beli masyarakat juga didukung oleh
b
n.

laju inflasi yang meskipun lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun lebih
e
nt

rendah dari besaran kenaikan pendapatan. Kondisi yang demikian terlihat


a

dari berbagai perkiraan yang dirilis oleh Bank Indonesia serta ekonom dari
//b

lembaga ekonomi dan keuangan resmi.


s:
tp

Kepala Ekonom Standard Chartered Bank-Indonesia, memperkirakan laju


ht

inflasi tahun 2018 akan mencapai 4 persen, sedikit lebih tinggi dari tahun
sebelumnya yang sebesar 3,61 persen. Perkiraan ini didasarkan kepada
peningkatan inflasi bahan pangan dan adanya resiko kenaikan inflasi dari
naiknya harga bahan bakar minyak non subsidi (ekonomi.kompas.com, 22
Januari 2018).

Sementara Bank Indonesia (BI), optimis target inflasi 2018 (3,5 plus minus
1 persen) tetap tercapai, meskipun di awal tahun tekanan gejolak harga
pangan meningkat. Optimisme ini didasari akan stabilnya harga pangan,
seiring kebijakan normalisasi harga beras yang dilakukan oleh pemerintah.
Selain itu, koordinasi kebijakan antara pemerintah, baik pusat maupun

32 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat dalam hal pengendalian
inflasi (www.inews.id, 2 Februari 2018)

Setelah dirilisnya angka inflasi Februari 2018, Institusi keuangan asal


Amerika Serikat (AS) Goldman Sachs, menyebut laju inflasi Indonesia
sejauh ini masih terkelola dengan baik. Goldman Sachs juga merevisi ke
bawah prediksi inflasi Triwulan I-2018 dari 4 persen menjadi sebesar 3,3
persen dan dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen untuk tahun 2018
(www.cnbcindonesia.com, 1 Maret 2018).

o .id
Faktanya, laju inflasi tahun kalender pada Mei 2018 mencapai 1,26 persen

.g
(y to d), lebih rendah dibandingkan Mei 2017 yang hanya 1,87 persen
ps
(y to d). Berarti, terbuka peluang bagi Banten untuk tercapainya target
b
n.

inflasi menurut Bank Indonesia, yaitu 3,5 plus minus 1 persen. Bahkan,
e
nt

bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.


a
//b

Goldman Sachs juga memperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku


s:

bunga acuan (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 4,25 persen sampai paruh
tp

pertama tahun 2018. Namun, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang


ht

akan menguat, ditambah suku bunga AS yang naik pada setiap kuartal
tahun ini, nampaknya BI akan menaikkan suku bunga acuan pada
Semester II-2018 (www.cnbcindonesia.com, 1 Maret 2018).

Dengan bertahannya BI 7-Days Repo Rate ini, kredit perbankan sampai


akhir tahun 2018 nanti diperkirakan masih akan meningkat. Akibatnya,
investasi swasta juga meningkat, sehingga sektor rill dapat tumbuh dan
berkembang lebih jauh lagi.

Faktanya, sebelum Semester I-2018 berakhir saja, BI telah menaikkan BI


7-Days Repo Rate sebanyak dua kali. Pada periode 14 Desember 2017 –
18 April 2018, BI 7-Days Repo Rate memang masih bertahan pada level

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 33


Ringkasan Eksekutif

4,25 persen. Namun, selama Mei 2018 naik dua kali dengan besaran
kenaikan masing-masing sebesar 0,25 persen poin, hingga menjadi 4,75
persen pada 30 Mei 2018 (BI 7-Days Repo Rate-30 Mei 2018,
www.bi.go.id).

Adapun posisi pinjaman rupiah dan valas yang diberikan oleh Bank Umum
dan BPR kepada pengusaha untuk lokasi proyek di Banten, tetap
meningkat dari 291,6 triliun rupiah pada Desember 2017 menjadi 294,7
triliun rupiah pada Maret 2018 (Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah-

.id
Maret 2018, www.bi.go.id).

o
.g
Sementara itu realisasi investasi swasta selama tahun 2018, menurut
ps
Standard Chartered Bank akan semakin meningkat. Kondisi ini didorong
b
n.

oleh adanya perbaikan iklim investasi, yang ditandai dengan meningkatnya


e
nt

peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business Bank Dunia, dari 91


a

menjadi 72 pada tahun 2017 (bisnis.tempo.co, 23 Januari 2018).


//b
s:

Terlebih lagi, pada juni 2018, pemerintah mulai menerapkan integrasi


tp

perizinan investasi antara pusat dan daerah, dalam bentuk online single
ht

submission (OSS). Pelaksanaan OSS ini akan dapat mempersingkat waktu


pengurusan berbagai izin yang dibutuhkan oleh investor, bahkan hingga
menjadi hanya satu jam saja (ekonomi.kompas.com, 25 Mei 2018).

Dengan demikian, total realisasi investasi yang masuk ke Banten selama


tahun 2018 ini kemungkinan besar akan mengalami peningkatan. Kondisi
ini setidaknya terlihat dari realisasi penanaman modal dalam negeri
(PMDN) yang pada Triwulan I-2018 sudah mencapai 3,8 triliun rupiah,
atau sekitar 25,3 persen dari total realisasi PMDN tahun lalu yang sebesar
15,1 triliun rupiah. Sementara realisasi penanaman modal asing (PMA)
pada periode yang sama mencapai 874,4 juta US$, yang setara dengan

34 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

28,7 persen dari total realisasi PMA tahun sebelumnya yang sebesar 3,0
miliar US$ Realisasi Investasi Triwulan I-2018 (www.bkpm.go.id).

Peluang perbaikan ekonomi juga dapat diperoleh dari optimalisasi


pemanfaatan dana desa. Dimana untuk 2018 ini, sebagian besar alokasi
dana desa diperuntukan untuk proyek infrastruktur padat karya, dengan
keharusan menyerap tenaga kerja dari desa setempat. Berarti, selain
diperoleh fasilitas infrastruktur yang bermanfaat secara ekonomi, daya beli
masyarakat dapat juga terjaga (finance.detik.com, 12 Desember 2017).

.id
Sementara alokasi dana desa yang diperoleh Banten untuk tahun 2018

o
.g
mencapai 0,97 triliun rupiah (djpk.kemenkeu.go.id).
ps
Selain dana desa, Pilkada Serentak 2018 yang akan dilaksanakan tanggal
b
n.

27 Juni 2018 sangat berpotensi untuk mendongkrak pertumbuhan


e
nt

ekonomi (finansial.bisnis.com, 18 Januari 2018). Untuk Banten sendiri,


a

pelaksanaannya dilakukan di Kabupaten Lebak dan Tangerang serta Kota


//b

Serang dan Kota Tangerang.


s:
tp

Selain kondisi ekonomi global dan domestik, percepatan pertumbuhan


ht

ekonomi Banten pada tahun 2018 nanti, juga dipengaruhi oleh


meningkatnya kondisi ekonomi Nasional. Dimana ekonomi Indonesia
menurut proyeksi Bank Dunia akan tumbuh 5,3 persen, lebih tinggi dari
tahun sebelumnya. Namun demikian, ada beberapa risiko terhadap angka
proyeksi tersebut, termasuk perdagangan global yang lebih lambat.
Sementara di tingkat domestik (nasional), adalah semakin melambatnya
pertumbuhan konsumsi sektor swasta (rumahtangga) yang menjadi
sumber lebih dari separuh PDB Indonesia (Siaran Pers Bank Dunia
“Laporan Triwulanan Ekonomi Indonesia Edisi Maret 2018” - 27 Maret
2018, wordbank.org).

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 35


Ringkasan Eksekutif

Selain peluang, ada pula tantangan yang harus dihadapi perekonomian


Banten, akibat pelemahan (terdeprisiasi) nilai tukar Rupiah terhadap Dolar
AS. Hal ini karena Banten memiliki pengalaman kurang menyenangkan,
yaitu tutupnya beberapa pabrik di wilayah Tangerang Raya saat terjadi
pelemahan rupiah tahun 2015 (www.tribunnews.com, 27 Agustus 2015).

Khusus Triwulan II-2018, kondisi ekonomi Banten menurut beberapa


survei yang dilaksanakan pada Triwulan I-2018, diperkirakan akan
mengalami perbaikan. Dari sisi demand, perbaikan kondisi ekonomi ini

.id
setidaknya tercermin pada hasil STK. Dimana Indeks Tendensi Konsumen

o
.g
(ITK) pada Triwulan II-2018 diperkirakan bernilai 118,27, lebih tinggi dari
ps
triwulan sebelumnya yang mencapai 109,70 (Gambar 7).
b
e n.

Gambar 7
nt

Perkiraan ITK Banten Menurut Variabel Pembentuk


a
//b

Triwulan II-2018
s:
tp
ht

122,90

118,27

110,15

ITK IPR IPB

36 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Dengan nilai ITK sebesar itu berarti kondisi ekonomi konsumen di daerah
perkotaan Banten selama Triwulan II-2018 nanti, diperkirakan akan lebih
baik dari triwulan sebelumnya. Selain itu, tingkat optimismenya juga lebih
tinggi dibandingkan Triwulan I-2018.

Adapun perbaikan kondisi ekonomi konsumennya, terjadi karena didorong


oleh naiknya pendapatan rumahtangga mendatang (IPR = 122,90) dan
meningkatnya rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan
pesta/hajatan (IPB=110,15).

o .id
Dari sisi supply, perbaikan kondisi ekonomi pada Triwulan II-2018

.g
setidaknya terlihat pada hasil Survei Tendensi Bisnis (STB). Dimana Indeks
ps
Tendensi Bisnis (ITB) Nasional pada Triwulan II-2018 diperkirakan bernilai
b
n.

109,33, lebih besar dari triwulan sebelumnya yang mencapai 106,28


e
nt

(Gambar 8).
a
//b

Gambar 8
s:
tp

Perkiraan ITB Nasional Menurut Variabel Pembentuk


ht

Triwulan II-2018

116,31
114,01

109,33
105,74

101,26

ITB IODN IOLN IHJP IOBI

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 37


Ringkasan Eksekutif

Dengan nilai ITB sebesar itu berarti kondisi bisnis pada Triwulan II-2018,
diperkirakan bukan saja lebih baik dibandingkan Triwulan I-2018, bahkan
dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi.

Adapun perbaikan kondisi bisnis pada Triwulan II-2018 nanti, didorong


oleh naiknya order dari dalam negeri (IODN = 114,01) dan order dari luar
negeri (IOLN = 101,26), serta harga jual produk (IHJP = 116,31) dan
order barang input (IOBI = 105,74).

.id
STB sendiri dilakukan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di

o
Indonesia. Jumlah sampel STB Triwulan I-2018 sebanyak 2.299 perusahan

.g
besar dan sedang, dengan 95 perusahaan (4,28 persen) diantaranya
ps
merupakan sampel di Banten.
b
e n.
a nt
//b
s:
tp
ht

38 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id

LAMPIRAN
ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id
Ringkasan Eksekutif

Lampiran 1.
PDRB adhb dan adhk Menurut Lapangan Usaha
Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Miliar Rupiah)

Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga


Berlaku Konstan 2010
Lapangan Usaha (adhb) (adhk)

Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-


2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Kehutanan, dan
7.315,5 8.583,3 5.028,7 5.770,1

.id
Perikanan

o
2. Pertambangan dan Penggalian 1.041,9 1.079,3 708,8 722,9

.g
3. Industri Pengolahan 46.363,2 47.178,6 36.800,4 37.150,9
4. Pengadaan Listrik, Gas 3.082,4
b ps 3.179,7 1.079,5 1.095,1
5. Pengadaan Air 117,0 118,0 101,6 102,1
n.

6. Konstruksi 16.309,6 14.889,4 10.736,5 9.701,9


e
nt

7. Perdagangan Besar dan


Eceran, dan Reparasi Mobil dan 17.983,4 18.548,8 13.996,4 14.249,7
a
//b

Sepeda Motor
8. Transportasi dan Pergudangan 16.670,4 16.003,3 7.116,7 6.981,5
s:

9. Penyediaan Akomodasi dan


tp

3.511,7 3.551,8 2.558,0 2.572,6


Makan Minum
ht

10. Informasi dan Komunikasi 5.299,6 5.246,2 5.959,8 5.983,7


11. Jasa Keuangan 4.455,4 4.511,0 3.101,4 3.106,2
12. Real Estate 10.910,3 10.948,3 8.919,4 8.934,7
13. Jasa Perusahaan 1.581,6 1.605,0 1.071,8 1.075,8
14. Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial 2.967,4 2.950,1 1.811,3 1.805,4
Wajib
15. Jasa Pendidikan 4.988,3 5.007,3 3.141,2 3.145,5
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
1.755,3 1.766,5 1.270,1 1.272,0
Sosial
17. Jasa lainnya 2.364,8 2.379,2 1.570,8 1.575,3

PDRB 146.717,7 147.545,9 104.972,3 105.245,4

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 41


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 2.
Distribusi Persentase PDRB adhb dan adhk Menurut Lapangan Usaha
Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX)

Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga


Berlaku Konstan 2010
Lapangan Usaha (adhb) (adhk)

Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-


2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Kehutanan, dan
4,99 5,82 4,79 5,48

.id
Perikanan

o
2. Pertambangan dan Penggalian 0,71 0,73 0,68 0,69

.g
3. Industri Pengolahan 31,60 31,98 35,06 35,30
4. Pengadaan Listrik, Gas 2,10 ps
b
2,16 1,03 1,04
5. Pengadaan Air 0,08 0,08 0,10 0,10
n.

6. Konstruksi 11,12 10,09 10,23 9,22


e
nt

7. Perdagangan Besar dan


Eceran, dan Reparasi Mobil dan 12,26 12,57 13,33 13,54
a
//b

Sepeda Motor
8. Transportasi dan Pergudangan 11,36 10,85 6,78 6,63
s:

9. Penyediaan Akomodasi dan


tp

2,39 2,41 2,44 2,44


Makan Minum
ht

10. Informasi dan Komunikasi 3,61 3,56 5,68 5,69


11. Jasa Keuangan 3,04 3,06 2,95 2,95
12. Real Estate 7,44 7,42 8,50 8,49
13. Jasa Perusahaan 1,08 1,09 1,02 1,02
14. Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial 2,02 2,00 1,73 1,72
Wajib
15. Jasa Pendidikan 3,40 3,39 2,99 2,99
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
1,20 1,20 1,21 1,21
Sosial
17. Jasa lainnya 1,61 1,61 1,50 1,50

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

42 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 3.
Laju dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Q to Q, Persen)

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan
Lapangan Usaha
Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-
2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Kehutanan, dan
-18,16 14,74 -1,07 0,71

.id
Perikanan

o
2. Pertambangan dan Penggalian -1,21 1,99 -0,01 0,01

.g
3. Industri Pengolahan 1,96 0,95 0,68 0,33
4. Pengadaan Listrik, Gas 2,50
b ps 1,44 0,03 0,01
5. Pengadaan Air 0,66 0,53 0,00 0,00
n.

6. Konstruksi 6,04 -9,64 0,59 -0,99


e
nt

7. Perdagangan Besar dan


Eceran, dan Reparasi Mobil dan 0,83 1,81 0,11 0,24
a
//b

Sepeda Motor
8. Transportasi dan Pergudangan 2,62 -1,90 0,17 -0,13
s:

9. Penyediaan Akomodasi dan


tp

2,24 0,57 0,05 0,01


Makan Minum
ht

10. Informasi dan Komunikasi 0,23 0,40 0,01 0,02


11. Jasa Keuangan 2,97 0,15 0,09 0,00
12. Real Estate 1,03 0,17 0,09 0,01
13. Jasa Perusahaan 0,87 0,38 0,01 0,00
14. Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial 0,66 -0,32 0,01 -0,01
Wajib
15. Jasa Pendidikan 2,07 0,14 0,06 0,00
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
2,46 0,15 0,03 0,00
Sosial
17. Jasa lainnya 2,48 0,28 0,04 0,00

PDRB 0,89 0,26 0,89 0,26

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 43


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 4.
Laju dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha
Triwulan I-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Y on Y, Persen)

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan
Lapangan Usaha
Tri I- Tri I- Tri I- Tri I-
2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian, Kehutanan, dan
14,13 -3,24 0,79 -0,19

.id
Perikanan

o
2. Pertambangan dan Penggalian 2,39 -0,75 0,02 -0,01

.g
3. Industri Pengolahan 4,60 4,61 1,67 1,65
4. Pengadaan Listrik, Gas -4,85 ps
b
8,75 -0,05 0,09
5. Pengadaan Air 6,09 6,90 0,01 0,01
n.

6. Konstruksi 7,15 8,19 0,64 0,74


e
nt

7. Perdagangan Besar dan


Eceran, dan Reparasi Mobil dan 5,90 7,71 0,79 1,03
a
//b

Sepeda Motor
8. Transportasi dan Pergudangan 6,52 7,91 0,42 0,52
s:

9. Penyediaan Akomodasi dan


tp

7,25 7,42 0,17 0,18


Makan Minum
ht

10. Informasi dan Komunikasi 7,34 8,80 0,40 0,49


11. Jasa Keuangan 3,92 6,12 0,12 0,18
12. Real Estate 6,19 8,45 0,51 0,70
13. Jasa Perusahaan 6,35 6,38 0,06 0,06
14. Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial 3,23 4,69 0,06 0,08
Wajib
15. Jasa Pendidikan 5,07 7,56 0,15 0,22
16. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
6,38 7,77 0,08 0,09
Sosial
17. Jasa lainnya 7,00 8,16 0,10 0,12

PDRB 5,92 5,95 5,92 5,95

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

44 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 5.
PDRB adhb dan adhk Menurut Pengeluaran
Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Miliar Rupiah)

Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga


Berlaku Konstan 2010
Lapangan Usaha (adhb) (adhk)

Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-


2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi

.id
75.034,5 76.606,3 59.466,2 59.965,9
Rumahtangga

o
.g
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 663,0 670,9 520,7 521,2

3. Pengeluaran Konsumsi
8.464,3
ps 4.902,6 5.846,9 3.346,5
Pemerintah
b
n.

4. Pembentukan Modal Tetap


e

45.976,5 45.471,3 33.066,8 32.396,9


Bruto
a nt

5. Perubahan Inventori 93,6 100,0 97,5 104,1


//b

6. Ekspor Neto 16.485,9 19.794,8 5.974,1 8.910,8


s:
tp

6.1. Ekspor 108.417,3 107.313,7 83.331,5 81.988,1


ht

6.2. Impor 91.931,4 87.518,9 77.357,4 73.077,4

PDRB 146.717,7 147.545,9 104.972,3 105.245,4

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 45


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 6.

Distribusi Persentase PDRB adhb dan adhk Menurut Pengeluaran


Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX)

Atas Dasar Harga Atas Dasar Harga


Berlaku Konstan 2010
Lapangan Usaha (adhb) (adhk)

Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-


2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)

.id
1. Pengeluaran Konsumsi
51,14 51,92 56,65 56,98
Rumahtangga

o
.g
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 0,45 0,45 0,50 0,50

3. Pengeluaran Konsumsi
ps
5,77 3,32 5,57 3,18
b
Pemerintah
e n.

4. Pembentukan Modal Tetap


31,34 30,82 31,50 30,78
nt

Bruto
a
//b

5. Perubahan Inventori 0,06 0,07 0,09 0,10


s:

6. Ekspor Neto 11,24 13,42 5,69 8,47


tp

6.1. Ekspor 73,90 72,73 79,38 77,90


ht

6.2. Impor 62,66 59,32 73,69 69,44

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

46 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 7.

Laju dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Pengeluaran


Triwulan IV-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Q to Q, Persen)

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan
Lapangan Usaha
Tri IV- Tri I- Tri IV- Tri I-
2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)

.id
1. Pengeluaran Konsumsi
0,43 0,84 0,24 0,48
Rumahtangga

o
.g
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,45 0,10 0,02 0,00

3. Pengeluaran Konsumsi
ps
45,25 -42,76 1,75 -2,38
b
Pemerintah
n.
e

4. Pembentukan Modal Tetap


4,57 -2,03 1,39 -0,64
nt

Bruto
a
//b

5. Perubahan Inventori -138,98 6,72 0,33 0,01


s:

6. Ekspor Neto -33,15 49,16 -2,85 2,80


tp

6.1. Ekspor 1,98 -1,61 1,55 -1,28


ht

6.2. Impor 6,29 -5,53 4,40 -4,08

PDRB 0,89 0,26 0,89 0,26

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 47


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 8.

Laju dan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Menurut Pengeluaran


Triwulan I-2017XX) dan Triwulan I-2018XX) (Y on Y, Persen)

Laju Sumber
Pertumbuhan Pertumbuhan
Lapangan Usaha
Tri I- Tri I- Tri I- Tri I-
2017 2018 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5)

.id
1. Pengeluaran Konsumsi
5,35 4,33 3,11 2,51
Rumahtangga

o
.g
2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 3,84 6,80 0,02 0,03

3. Pengeluaran Konsumsi
ps
1,60 3,67 0,05 0,12
b
Pemerintah
e n.

4. Pembentukan Modal Tetap


10,81 6,53 3,16 2,00
nt

Bruto
a
//b

5. Perubahan Inventori -43,53 -32,84 -0,13 -0,05


s:

6. Ekspor Neto -3,59 17,67 -0,30 1,35


tp

6.1. Ekspor 13,32 -1,63 10,45 -1,37


ht

6.2. Impor 15,35 -3,56 10,75 -2,71

PDRB 5,92 5,95 5,92 5,95

XX)
Catatan : Angka sangat sementara

48 Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018


Ringkasan Eksekutif

Lampiran 9.

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Menurut Variabel Pembentuk


Triwulan I-2017 s.d Triwulan I-2018

2017
Tri I-
Lapangan Usaha
2018
Tri IV
Tri I Tri II Tri III

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Pendapatan Rumahtangga Kini 110,53 112,81 111,18 106,90 110,19

o .id
2. Pengaruh Inflasi Terhadap

.g
104,38 104,85 109,27 110,43 104,84
Tingkat Konsumsi

3. Tingkat Konsumsi Bahan


b ps
Makanan, Makanan Jadi
n.

di Restoran/Rumah Makan
dan Bukan Makanan
e

108,51 123,11 107,79 110,22 114,70


nt

(Pakaian, Perumahan,
Pendidikan,Transportasi,
a

Komunikasi, Kesehatan
//b

dan Rekreasi)
s:
tp

ITK 108,42 112,85 109,93 108,57 109,70


ht

Perkembangan Ekonomi Provinsi Banten Triwulan I 2018 49


ht
tp
s:
//b
a nt
e n.
bps
.g
o .id