Anda di halaman 1dari 14

Prosedur Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit

Pemberian Cairan Melalui Infus.

Pengertian :
Pemasaangan infus merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan cairan dan
elektrolit yang dilakukan bagi klien yang memerlukan cairan melalui intravena
(infus).nutrisi bagi klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral atau
adanya gangguan fungsi menelan, Tindakan ini dilakukan dengan didahului
pemasangan pipa lambung.

Tujuan :
1. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit.
2. Infus pengobatan dan pemberian nutrisi.

Kebijakan :

Alat dan bahan:


1. Standar Infus.
2. Set infus.
3. Cairan sesuai program medik
4. Jarum infus dengan ukuran yang sesuai.
5. Pengalas.
6. Torniket.
7. Kapas alkohol.
8. Plester.
9. Gunting.
10. Kasa steril
11. Betadine
12. Sarung tangan.

Prosedur :

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.


2. Cuci tangan
3. Hubungkan cairan dan infus set dengan mnusukkan ke bagian karet atau akses selang ke
botol infus.
4. Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan
buka klem selang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar.
5. Letakkan pengalas di bawah tempat (vena) yang akan dilakukan penginfusan.
6. Lakukan pembendungan dengan torniket (karet pembendung) 10 – 12 cmdiatas tempat
penusukan dan anurkan pasien untuk menggemgam dengan gerakan sirkular (bila sadar).
7. Gunakan sarung tangan steril.
8. Desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.
9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari dibagian bawah vena dan
posisi jarum (abocath) mengarah ke atas.
1
10. Perhatikan keluarnya darah melalui jaru (abocath/surflo) maka tarik keluar bagian dalam
(jarum) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan/dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan
menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus
dihubungkan/disambungkan dengan selang infus.
12. Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan.
13. Lakukan fiksasi dengan kasa steril.
14. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum.
15. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.
16. Catat jenis cairan, letak infus, kecepatan aliran, ukuran dan tipe jarum infus.

Tranfusi Darah

Pengertian :
Tranfusi darah merupakan tindakan yang dilakukan bagi klien yang memerlukan
darah dan atau produk darah dengan memasukkan darah melalui vena dengan
menggunakan set tranfusi.cairan melalui intravena (infus).nutrisi bagi klien yang
tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral atau adanya gangguan fungsi
menelan, Tindakan ini dilakukan dengan didahului pemasangan pipa lambung.

Tujuan :
1. Meningkatkan volumen darah sirkulasi (setelah pembedahan, trauma, atau perdarahan).
2. Meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk mempertahankan kadar hemoglobin
pada klien anemia berat.
3. Memberikan komponen selular tertentu sebagai terapi sulih (misalnya, faktor pembekuan
untuk membantu mengontrol perdarahan pada pasien hemofilia).

Kebijakan :

Alat dan bahan:


1. Standar Infus.
2. Set tranfusi.
3. Botol berisi cairan NaCl 0,9 %.
4. Produk darah yang benar sesuai program medis.
5. Pengalas.
6. Torniket.
7. Kapas alkohol.
8. Plester.
9. Gunting.
10. Kasa steril
11. Betadine
12. Sarung tangan.

Prosedur :
2
 Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
 Cuci tangan
 Gantung larutan NaCl 0,9 % dalam botol untuk digunakan setelah tranfusi darah.
 Gunakan selang infus yang mempunya filter (selang Y atau tunggal).
 Lakukan pemberian infus NaCl 0,9 % (lihat prosedur pemasangan infus) terlebih dahulu
sebelum pemberian tranfusi darah.
 Sebelum dilakukan tranfusi darah terlebih dahulu memeriksa identifikasi kebenaran
produk darah: periksa kompatibilitas dalam kantong darah, periksa kesesuaian dengan
identifikasi pasien, periksa kadaluwarsa, dan periksa adanya bekuan.
 Buka set pemberian darah.
 Untuk selan Y, atur ketiga klem.
 Untuk selang tunggal, klem pengatur pada posisi off.
 Cara tranfusi darah dengan selang Y:
 Tusuk kantong NaCl 0,9 %
 Isi selang dengan NaCl 0,9 %
 Buka klem pengatur pada selang Y dan hubungkan ke kantong NaCl 0,9 %.
 Tutup/klem pada slang yang tidak digunakan.
 Tekan/klem sisi balik dengan ibu jari dan jari telunjuk (biarkan ruang filter terisi
sebagian).
 Buka klem pengatur bagian bawah dan biarkan selang terisi NaCl 0,9 %.
 Kantong darah perlahan-lahan dibalik-balik 1 – 2 kali agar sel-selnya tercampur.
Kemudian tusuk kantong darah dan buka klem pada selang dan filter terisi darah.
 Cara tranfusi darah dengan selang tunggal:
 Tusuk kantong darah
 Tekan sisi balik dengan ibu jari dan jari telunjuk (biarkan ruang filter terisi sebagian).
 Buka klem pengatur biarkan selang terisi darah.
 Hubungkan selang tranfusi ke kateter IV dengan membuka klem pengataur bawah.
 Setelah darah masuk, pantau tanda vital setiap 5 menit selama 15 menit pertama, dan
setiap 15 menit selama 1 jam berikutnya.
 Setelah darah diinfuskan, bersihkan selang infus dengan NaCl 0,9 %.
 Catat tipe, jumlah dan komponen darah yang diberikan.
 Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

3
ETIKA KEPERAWATAN
KELOMPOK 2 (1C) AI NURHASANAH, ALDO ZANTANNA CHRISMAN, CEP TRISCHA ANDRIYANA,
LISNA RACHMANIA, MIA SUNARTI, NOVI ROVIKA, NURA HASINA, SURYAMAN SYAMSUL BAHRI,
Senin, 18 April 2011

Etika Keperawatan
Hak dan Kewajiban Perawat
Hak- Hak Perawat Meliputi :
1. Mendapatkan perlindungan hukum.
2. Mengembangkan diri sesuai pendidikan spesialis sesuai latar belakang pendidikannya.
3. Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan undang-undang.
4. Mendapat informasi lengkap dari pasien.
5. Mendapat perlakuan yang sopan, adil, jujur dan baik.
6. Mendapat jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang menimbulkan bahaya fisik
dan stres emosional.
7. Berhak atas privasi dan menuntut jika nama baiknya dicemarkan.
8. Berhak menolak untuk dimutasikan atau dipindahkan ketempat tugas lain untuk
melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi keperawatan, undang-
undang dan kode etik keperawatan.
9. Berhak mendapat penghargaan dan imbalan.
10. Melakukan praktek profesi dalam batas hukum yang berlaku.
11. Berpartisipasi di dalam organisasi profesi.

Dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang merupakan salah satu dari praktik
keperawatan tentunya seorang perawat memiliki hak dan kewajiban. Dua hal dasar yang
harus dipenuhi, dimana ada keseimbangan antara tuntutan profesi dengan apa yang
semestinya didapatkan dari pengembanan tugas secara maksimal. Memperoleh
perlindungan hukum dan profesi sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi
dan Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan salah satu hak perawat yang
mempertahankan kredibilitasnya dibidang hukum serta menyangkut aspek legal atas dasar
peraturan perundang-undangan dari pusat maupun daerah. Hal ini seperti dipaparkan
pada materi sebelumnya sedang dipertimbangkan oleh berbagai pihak, baik dari PPNI,
Organisasi profesi kesehatan yang lain, lembaga legislatif serta elemen pemerintahan lain
yang berkepentingan.
Selain mendapatkan perlindungan hukum secara legal, perawat berhak untuk memperoleh
informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan atau keluarganya agar mencapai tujuan
keperawatan yang maksimal. Jadi kepada klien dan keluarga yang berada dalam lingkup
keperawatan tidak hanya memberikan informasi kesehatan klien kepada salah satu profesi
kesehatan lainnya saja, akan tetapi perawat berhak mengakses segala informasi mengenai
4
kesehatan klien, karena yang berhadapan langsung dengan klien tidak lain adalah perawat
itu sendiri.

Hak perawat yang lain yaitu melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan otonomi
profesi. Ini dimaksudkan agar perawat dapat melaksanakan tugasnya hanya yang sesuai
dengan ilmu pengetahuan yang didapat berdasarkan jenjang pendidikan dimana profesi
lain tidak dapat melakukan jenis kompetensi ini. Perawat berhak untuk dapat memperoleh
penghargaan sesuai dengan prestasi, dedikasi yang luar biasa dan atau bertugas di daerah
terpencil dan rawan.

Kewajiban Perawat Meliputi :


1. Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.
2. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan
batas-batas kegunaannya.
3. Perawat wajib menghormati hak pasien.
4. Wajib memberikan kesempatan beribadah kepada pasiennya.
5. Wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau petugas medis lainnya dalam
memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan.
6. Wajib memberi informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang diberikan
kepada pasien sesuai dengan kemampuannya.
7. Wajib meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai standar profesi keperawatan.
8. Wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan
berkesinambungan.
9. Wajib mengikuti perkembangan IPTEK.
10. Wajib melakukan pelayanan darurat sesuai dengan batas kewenangannya sebagai tugas
kemanusiaan.
11. Wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien kecuali diminta
keterangan oleh yang berwenang atau dokter yang ikut menangani pasien tersebut.
12. Wajib memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat
sebelumnya terhadap institusi tempatnya bekerja.

Dalam melaksanakan praktik keperawatan perawat berkewajiban untuk memberikan


pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi, standar praktek keperawatan, kode
etik, dan SOP serta kebutuhan klien atau pasien dimana standar profesi, standar praktek
dan kode etik tersebut ditetapkan oleh organisasi profesi dan merupakan pedoman yang
harus diikuti oleh setiap tenaga keperawatan. Perawat yang melaksanakan tugasnya
diwajibkan untuk merujuk klien dan atau pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang
mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan
suatu pemerikasaan atau tindakan. Hal ini juga tergantung situasi, jika lingkungan kita
juga tidak memungkinkan maka kita sebagai perawat dapat menerangkan alasan yang
tepat.
Perawat wajib untuk merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien dan
atau pasien, kecuali untuk kepentingan hukum. Hal ini menyangkut privasi klien yang

5
berada dalam asuhan keperawatan karena disis lain perawat juga wajib menghormati hak-
hak klien dan atau pasien dan profesi lain sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Perawat wajib untuk merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien dan
atau pasien, kecuali untuk kepentingan hukum. Hal ini menyangkut privasi klien yang
berada dalam asuhan keperawatan karena disis lain perawat juga wajib menghormati hak-
hak klien dan atau pasien dan profesi lain sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.

Perawat wajib melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia
yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya. Jika dalam konteks ini
memang agak membingungkan, saya hanya bisa menjelaskan seperti ini, pelaksanaan
gawat darurat yang sangat membutuhkan pertolongan segera dapat dilaksanakan dengan
baik yaitu di rumah sakit yang tercipta kerja sama antara perawat serta tenaga kesehatan
lain yang berhubungan langsung, sedangkan untuk daerah yang jauh dari pelayanan
kesehatan modern tentunya perawat kebanyakan menggunakan seluruh kemampuannya
untuk melakukan tindakan pertolongan, demi keselamatan jiwa klien.
Kewajiban lain yang jarang diperhatikan dengan serius yaitu menambah ilmu pengetahuan
dan mengikuti perkembangan ilmu keperawatan dalam meningkatkan profesionalsme.
Beberapa faktor-faktor yang membuat kita malas mengembangkan ilmu keperawata
banyak sekali.

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DI RS :


HAK PASIEN :
1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di rumah sakit.
2. Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
3. Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yang bermutu sesuai dengan
standar profesi kedokteran / kedokteran gigi dan tanpa diskriminasi .
4. Pasien berhak memperoleh asuhan keperawatan dengan standar profesi
keperawatan
5. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan
keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di rumah sakit.
6. Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat
klinis dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari pihak luar.
7. Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di rumah
sakit tersebut (second opinion) terhadap penyakit yang dideritanya,
sepengetahuan dokter yang merawat.
8. Pasien berhak atas “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk
data-data medisnya.
9. Pasien berhak mendapat informasi yang meliputi :
 penyakit yang diderita tindakan medik apa yang hendak dilakukan
6
 kemungkinan penyakit sebagai akibat tindakan tsb sebut dan tindakan untuk
mengatasinya
 alternatif terapi lainnya
 prognosanva.
 perkiraan biaya pengobatan
1. Pasien berhak menyetujui/memberikan izin atas tindakan yang akan
dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang dideritanya
2. Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan
mengakhiri pengobatan serta perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah
memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
3. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
4. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/ kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
5. Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit
6. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan perlakuan
rumah sakit terhadap dirinya.
7. Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril maupun spiritual.
KEWAJIBAN PASIEN
1. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk mentaati segala peraturan dan
tata tertib rumah skait
2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat
dalam pengobatannya.
3. Pasien berkewajiban memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya
tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat.
4. Pasien atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas
jasa pelayanan rumah sakit / dokter
5. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban memenuhi hal-hal yang telah
disepakati / perjanjian yang telah dibuatnya.

By : Cep Trischa Andriyana (05200ID10092)


Diposkan oleh KELOMPOK 2 (1C) AKPER PEMDA GARUT di 14.02 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Rabu, 30 Maret 2011

Kode Etik Keperawatan


KODE ETIK KEPERAWATAN PPNI
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
PPNI didirikan pada tanggal 17 Maret 1974). PPNI telah menjadi anggota ICN (International Council of
Nurses) yang ke 125 dengan visi sebagai corong suara yang kuat bagi komunitas keperawatan dan
berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan/asuhan keperawatan yang kompeten, aman dan bermutu
bagi masyarakat luas.
PEMBICARA IPRAKTIK KEPERAWATANSEBAGAI BENTUK PELAYANAN
KESEHATANKEPADA MASYARAKAT, SUATU TINJAUAN ETIK DAN HUKUM Oleh :H. Bambang
Tutuko, SH., S.Kep., Ns.Ketua PPNI Provinsi Jawa Timur PELAYANAN KEPERAWATAN Bentuk
7
Pelayanan :Fisiologis Psikologis Sosial dan Kultural Diberikan karena :Ketidak
mampuan,Ketidakmauan,Ketidaktahuan Dalam memenuhi kebutuhan dasar yang sedang terganggu
KEWENANGAN PERAWAT MENURUT PPNI:
1. Melaksanakan pengkajian keperawatan
2. Merumuskan diagnosis keperawatan
3. Menyusun rencana tindakan keperawatan
4. Melaksanakan tindakan keperawatan (termasuk tindakan medik yang dapat dilakukan perawat)
5. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan
6. Mendokumentasikan hasil keperawatan
7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien
8. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan kemampuannya
9. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa sesuai ketentuan
yang berlaku (Standing Order) di sarana kesehatan
10. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan
tindakan kesehatan diluar kewenangannya
TANGGUNG JAWAB UTAMA PERAWAT ADALAH :
1. Meningkatkan Kesehatan
2. Mencegah Penyakit
3. Memulihkan Kesehatan
4. Mengurangi Penderitaan
LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN
1. Memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam
menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks.
2. Memberikan tindakan keperawatan langsung, pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian
masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan system klien.
3. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya.
4. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas, pelayanan KB, imunisasi, pertolongan persalinan
normal dan menulis permintaan obat/resep.
- -CAKUPAN PERILAKU PERAWAT : Tindak pidana terhadap nyawa.Tindak terhadap tubuh, Tindak
pidana yang, berkenaan dengan Asuhan Keperawatan semata untuk tujuan komersial Tindak, pidana yang
berkenaan dengan pelaksanan Asuhan Keperawatan tanpa keahlian atau kewenangan Tindak pidana yang
berkenaan dengan tidak dipenuhinya yanx mengakibatkan orang mati atau luka karena salahnya maka
dituntut oleh KUHP Pasal 359 Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang, dihukum penjara
selama – lamanya lima tahun atau kurungan selama – lamanya satu tahun, KUHP Pasal 3601. Barang siapa
karena kesalahannya menyebabkan orang Luka Berat di hukum dengan hukuman penjara selama – lamanya
lima tahun atau hukuman kurungan selama – lamanya satu tahun.
Tindakan keperawatan yang beresiko terhadap kemungkinan terjadinya sangsi hukum antara lain :
• Perawatan luka
• Monitoring cairan infus
• Monitoring pemberian O2
• Pemberian injeksi
• Memasang sonde
• Fixasi / pengikatan
ASPEK ETIK :Kode Etik Keperawatan TANGGUNG JAWAB PERAWATTERHADAP TUGAS

8
Pasal 5 Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan
individu keluarga dan masyarakat.
Pasal 6 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.
Pasal 7 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
Pasal 8 Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran
agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran
politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
Pasal 9 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan
tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih
tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.
TANGGUNG JAWAB PERAWATTERHADAP PEMERINTAH
Pasal 17 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam
meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
PERAWAT DAN KLIEN• Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan
martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna
kulit, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.• Perawat dalam
memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-
nilai budaya. Sanksi Hukum Membuka RahasiaKUHP Pasal 322" Barang siapa dengan sengaja membuka
suatu rahasia, Yang menurut jabatannya ataupekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dahulu, ia
diwajibkan menyimpannya, Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan"
PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN
MASALAH HUKUM1. Membuka RahasiaRahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang
berkepentingan, sedangkan orang lain belum mengetahuinya.Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi
perawat• Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien, butir 4, perawat wajib
merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya.• Asas
Etik Kerahasiaan tenaga kesehatan harus menghormati kerahasiaan klien, meskipun telah meninggal• SK
Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf Ca. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlakub.
PERAWAT DAN PRAKTIK Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidangkeperawatan
melalui belajar terus menerus.Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi
disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan klien.Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan
mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi
dan memberikan delegasi kepada orang lain.Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi
keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. ASPEK HUKUM. Undang – Undang No. 23
tahun 1992
Tentang Kesehatan Pasal 321. Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan diselenggarakan untuk
mengembalikan status kesehatan akibat penyakit, mengembalikan fungsi badan akibat cacat atau
menghilangkan cacat.
Pasal 501. Tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melakukan kegiatan kesehatan sesuai dengan
bidang keahlian dan atau kewenangan tenaga kesehatan yang bersangkutan.

9
Pasal 531. Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai
dengan profesinya.
Pasal 541. Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau kelalaian dalam melaksanakan
profesinya dapat dikenakan tindakan disiplin.
Pasal 55Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga
kesehatan.II. PP No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaan tertulis dari dokter Pengecualian
pasal 15 adalah pasal 20;(1). Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa pasien/perorangan,
perawat berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 15.(2). Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) ditujukan untuk
penyelamatan jiwa.
Pasal 21(1).Perawat yang menjalankan praktek perorangan harus mencantumkan SIPP di ruang prakteknya.
(garis bawah saya).(2).Perawat yang menjalankan praktek perorangan tidak diperbolehkan memasang papan
praktek (garis bawah saya).
Pasal 31(1). Perawat yang telah mendapatkan SIK aatau SIPP dilarang :a. menjalankan praktek selain
ketentuan yang tercantum dalam izin tersebut.b. melakukan perbuatan bertentangan dengan standar profesi.
(2). Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas di daerah
terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan lain, dikecualikan dari larangan sebagaimana dimaksud pada Ayat
(1) butir a.Di dalam praktek apabila terjadi pelanggaraan praktek keperawatan, aparat penegak hukum lebih
cenderung mempergunakan Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan ketentuan-Sebagai
penutup, saya sangat berharap adanya pemahaman yang baik dan benar tentang beberapa piranti hukum
yang mengatur pelayanan kesehatan untuk menunjang pelaksanaan tugas di bidang keperawatan dengan baik
dan benar.
By: Mia Sunarti (05200ID10108)

KODE ETIK KEPERAWATAN MENURUT ICN

A.KLASIFIKASI
KODE ETIK KEPERAWATAN DI DUNIA
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang
menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi
sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu.
Profesionalitas keperawatan mengendapkan altruism dan nurturant, suatu kotmitmen pada
nilai sosial untuk kesejahteraan populasi. Komitmen ini menempatkan perawat sebagai profesi
penolong ,suatu totalitas ,penghargaan finansial yang diterima,Perawat sebagai kekuatan
pembaruan, mempunyai kans besar untuk memastikan kesehatan. Masyarakat dapat dicapai.
ORGANISASI KEPERAWATAN INTERNASIONAL
International Council of Nurses (ICN)
Merupakan organisasi profesional wanita pertama didunia yang didirikan tanggal 1 Juli 1899
yang dimotori oleh Mrs. Bedford fenwick. ICN merupakan federasi perhimpunan perawat
nasional diseluruh dunia.. Keperawatan menjunjung tinggi hak asasi manusia ICN mengadakan
kongres 4 tahun sekali di Geneva, Switzerland.
10
ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat di seluruh dunia yang didirikan pada tanggal
1 Juli 1899 oleh Mrs.Bedford Fenwich di Hanover Square, London dan direvisi pada tahun
1973.
Tujuan Pendirian ICN adalah :
• Memperkokoh silaturahmi perawat diseluruh dunia
• Memberi kesempatan bertemu bagi perawat diseluruh dunia untuk membicarakan berbagai
masalah tengtang keperawatan
• Menjunjung tinggi peraturan dalam ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan,
pendidikan keperawatan berdasarkan dan kode etik profesi keperawatan
Kode etik keperawatan menurut ICN (1973) menegaskan bahwa keperawatan bersifat
universal, Keperawatan menjunjung tinggi kehidupan, martabat dan hak asasi manusia.
Keperawatan tidak dibatasi oleh perbedaan bangsa, ras, warna kulit, usia, jenis kelamin, aliran
politik, agama dan status sosial.
ICN mengadakan kongres setiap 4 tahun sekali. Kongres pertama diadakan dilondon 1900. Dan
kongres terakhir, pada akhir tahun 1996 diadakan di Bandar Sri Begawan, Brunai Darussalam
Adapun kode etiknya adalah sebagai berikut :
1. Tanggung jawab utama perawat :
Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah timbulnya
penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi penderitaan. Untuk melaksanakan tanggung
jawab utama tersebut, perawat harus meyakini bahwa :
a. kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah
sama.
b. pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehidupan
yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi
manusia.
c. dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan /atau keperawatan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat, perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi terkait.
2. Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat.
Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan masyuarakat. Oleh karena itu , dalam menjalankan tugas, perawat perlu
meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada di
masyarakat, menghargai adat kebiasaan serta kepercayaan individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat yang menjadi pasien atau kliennya. Perawat dapat memegang teguh rahasia pribadi
(privasi) dan hanya dapat memberikan keterangan bila diperlukaan oleh pihak yang
berkepentingan atau pengadilan.
3.Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan
Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik
keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan keperawatan.

11
Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya secara aktif untuk menopang
perannya dalam situasi tertentu. Perawat sebagai anggota profesi, setiap saat dapat
mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan.
4. Perawat dan lingkungan masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif, dan dapat berperan
serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di
masyarakat.
5. Perawat dan sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja, baik tenaga keperawatan
maupun tenaga profesi lain di keperawatan. Perawat dapat melindungi dan menjamin
seseorang, bila dalam masa perawatannya merasa terancam.
6. Perawat dan profesi keperawatan
Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktik
keperawatan dan pendidikan keperawatan . Perawat diharapkan ikut aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan perawatan secara profesional.
Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi dalam memelihara kestabilan sosial dan
ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan.

Untuk melaksanakanya perawat harus meyakini bahwa:


1. kebutuhan pelayanan keperawatan diberbagai tempat adalah sama;
2. pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehidupan
yang bermartabat dan menjungjung tinggi hak azazi manusia
3. dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan/atau keperawatan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat, perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi terkait
Perawat , Individu, dan Anggota Kelompok Masyarakat
Perawat dan Pelaksana Praktik Keperawatan
Perawat dan Lingkungan Masyarakat
Perawat dan sejawat Perawat dan Profesi Keperawatan
By: Lisna Rachmania (05200ID10107)

12
KODE ETIK KEPERAWATAN MENURUT ANA

A. American Nurses Association (ANA)


o ANA merupakan organisasi profesi perawat di Amerika Serikat. Didirikan pada akhir tahun
1800 yang anggotanya terdiri dari organisasi perawat dari negara2 bagian.
o ANA berperan dalam menetapkan standar praktek keperawatan, melakukan penelitian untuk
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, serta menampilkan profil keperawatan profesional
dengan pemberlakuan legislasi keperawatan
B. Kode Etik Keperawatan
Kode Etik Keperawatan merupakan bagian dari etika kesehatan yang menerapkan nilai etik
terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat.
Kode etik merupakan salah satu ciri/persyaratan profesi, yang memberikan arti penting dalam
penentuan, pemertahanan dan peningkatan standar profesi. Kode etik menunjukan bahwa
tanggung jawab dan kepercayaan dari masyarakat telah diterima oleh profesi. (Kelly, 1987)
Tujuan kode etik keperawatan menurut Kozier, Erb, 1990 adalah
a. Sebagai aturan dasar terhadap hubungan antara perawat, pasien tenaga kesehatan,
masyarakat dan profesi
b. Sebagai standar dasar untuk mengeluarkan perawat yang tidak mentaati peraturan dan
untuk melindungi perawat yang menjadi pihak tertuduh secara tidak adil
c. Sebagai dasar pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan dan untuk
mengorientasikan lulusan baru pendidikan keperawatan dalam memasuki jajaran praktik
keperawatan praktik professional
d. Membantu masyarakat dalam memahami perilaku keperawatan professional
C. Kode Etik Keperawatan Menurut ANA
Kode Etik Keperawatan Menurut ANA (American Nurses Association) adalah
a. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan dan
keunikan pasien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan status sosial atau
ekonomi, atribut personal, atau corak masalah kesehatannya
b. Perawat melindungi hak pasien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang
bersifat rahasia
c. Perawat melindungi pasien dan publik bila kesehatan dan keselamatanya terancam oleh
praktik seseorang yang tidak berkompeten, tidak etis atau ilegal
d. Perawat memikul tanggungjawab atas pertimbangan dan tindakan perawat yang dijalankan
masing-masing individu
e. Perawat memelihara kompetensi keperawatan
f. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunkaan kompetensi dan
kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan konsultasi, menerima tanggungjawab,
dan melimpahkan kegiatan keperawatan kepada orang lain

13
g. Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangn pengetahuan perofesi
h. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina kondisi
kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas
i. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap informasi
dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat
j. Perawat bekerjasama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat lainya
dalam meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk memenuhi kebutuhan
kesehatan publik
BY: NURA HASINA (05200ID10112)
http://perawatramah.blogspot.co.id/

14

Beri Nilai