Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Alam semesta merupakan karunia yang paling besar terhadap manusia, untuk
itu Allah SWT menyuruh manusia untuk memanfaatkannya dengan baik dan harus
terus bersyukur kepada-Nya. Akan tetapi pada kenyataannya lain, malahan terjadi
kerusakan dimana-mana akibat perbuatan tangan-tangan jahil manusia yang tidak
bertanggungg jawab.
Salah satu permasalahan yang terjadi yaitu kasus penebangan hutan secara
liar. Pohon-pohon ditebang tanpa diadakan penanaman kembali. Tindakan tersebut
mengakibatkan kerusakan hutan dan timbulnya bencana alam yang mengancam
kehidupan manusia.
Dalam islam, terdapat sebuah hadis yang mengatakan bahwa menanam pohon
merupakan amalan yang senilai dengan sedekah. Kita perlu mengetahui beberapa hal,
diantaranya otensitas dari hadis tersebut, siapa saja yang mengeluarkan hadis terebut,
dalam kitab-kitab hadis utamanya, serta kredibilitas dari perawinya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian Peduli Lingkungan?
2. Bagaimana Peduli Lingkungan Menurut Islam?
3. Bagaimana Manfaat Peduli Lingkungan?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk Mengetahui Pengertian Peduli Lingkungan.
2. Untuk Mengetahui Peduli Lingkungan Menurut Islam.
3. Untk Mengetahui Manfaat Peduli Lingkungan.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. PEDULI LINGKUNNGAN
1. Pengertian Peduli Lingkungan
Peduli berarti mengindahkan; memperhatikan dan kepedulian adalah perihal
sangat peduli, sikap mengindahkan,(memprihatinkan) sesuatu yang terjadi di
masyarakat.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dalam kamus
besar bahasa Indonesia, lingkungan hidup diartikan sebagai lingkungan diluar suatu
organisme yang terdiri atas organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotic. Komponen abiotik adalah
segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, dan
bunyi. Sedangkan biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seprti tumbuhan,
hewan, manusia, dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Jadi peduli lingkungan merupakan suatu sikap mengindahkan, memperhatikan
segala seuatu yang ada di ligkunngan baik itu dengan komponen biotik maupun
abiotik dengan selalu menjaga kelestariannya, keseimbangannya dan juga tidak
berbuat kerusakan pada lingkungan tersebut.

2. Peduli Lingkungan Menurut Islam


Dalam islam, manusia mempunyai peranan penting dalam menjaga kelestarian
alam (lingkungan hidup). Islam merupaka agama yang memandang lingkungan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan terhadap Tuhannya.
Dilihat dalam rentang sejarah pada hakikatnya islam telah lebih dahulu
menggagas perlunya perlindungan penjagaan terhadap lingkungan hidup sebelum
munculnya berbagai organisasi dunia yang menyerukan perlindungan dan pelestarian

2
lingkungan (suaka alam), baik hutan maupun lainnya sampai penetapan hari
lingkungan hidup. Islam juga mengajarkan kepada seluruh umat muslim untuk
menanam pohon atau reboisasi, meskipun itu hanya pekerjaan yang biasa saja namun
mendatangkan banyak manfaat untuk seluruh makhluk hidup, seperti manusia, hewan
dan tumuhan.

Berikut hadisnnya.

a. Teks Hadis

)٢٦٣‫ ص‬/١٠ ‫(ج‬-‫صحيح مسلم‬

‫ قل رسول ا هلل صلى هللا عليه و سلم ما من مسلم‬:‫حد ثنا ابن نمير حد ثنا عبد الملك عن عطاء عن جابر قال‬
‫يغرس غرسا اال كان مااكل منه له صد قة وماسرق منه له صدقة وما اكل السبع منه فهو له صدقة وما اكلت‬
. ‫الطيرفهو له صدقة وال يرزؤه احد اال كان له صدقة‬

Artinya: Ibnu Numair menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami,
Abdul malik menceritakan kepada kami dari ‘Atha dari Jabir berkata bahwa
rasulullah saw bersabda, tidak ada seorang muslim pun yang menanam
pohon kecuali apa yang dimakan dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut
baginya adalah pahala sedekah; apa yang dimakan oleh binatang, baginya
adalah pahala sedekah; dan apa yang dimakan oleh burung dari tanaman
tersebut baginya adalah pahala sedekah. Pahala tersebut tidak dapat
dikurangi oleh seorang pun dan baginya (penanam) pahala sedekah.

3
‫‪b. Skema Sanad Hadits‬‬

‫رسول هللا صلَّى هللا عل ْي ِه وسلَّم‬

‫ع ْن‬
‫جابر‬
‫ع ْن‬
‫عطاء‬

‫حدَّثنا‬
‫عبد الملك‬

‫حدَّثنا‬
‫ابن نمير‬
‫حدَّثنا‬
‫مسلم‬

‫‪4‬‬
c. Kosa kata ‫المفردات‬
‫اثبه في اآلرض‬: ‫ يغرس غرس‬- : (menanam)
‫اال‬ : (kecuali)
‫وما‬ : (dan apa)
‫من‬ : (dari)
‫ ياكل‬-‫اكل‬ : (memakan)
‫الطير‬ : (burung)
‫اوبهيمة‬ : (atau binatang)
‫يغرس قرسا‬ : (yang menanam pohon)
‫مسلم‬ : (orang muslim)
‫فهوله‬ : (dari tanaman tersebut)
‫وال‬ : (dan tidak)
‫احد‬ : (seorang, tunggal)
‫ ياخذ منه وينقصهرزء‬: ‫ يرزء‬- : (mengurangi)
‫ عطية يراد بها المثوبة ال المكومة‬: ‫صدقه‬ : (sekadah)

d. Takhrij al-Hadis
Hadis ini terdapat dalam Shahih Bukhari kitab adab 27, harts 1, Shahih
Muslim kitab masaqat 107, 12, Sunan at Tirmidzi kitab ahkam 40, Musnad Ahmad
bin Hanbal 2.

e. Asbabul Wurud
Asbabul Wurud dari hadis diatas berawal dari suatu kejadian dimana ada
seorang laki-laki berpapasan dengan Abu Darda’ ketika dia sedang menanam bibit
pohon di Damaskus, maka orang tersebut berkata kepadanya, “Wahai Abu Darda’,
Mengapa engkau tanam pohon ini? Padahal engkau sudah tua sedangkan pohon ini
tidak berbuah kecuali sekian tahun lamanya ?,” maka Abu Dardak menjawab “
janganlah terlalu terburu-buru member penilaian kepadaku, aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa menanam bibit tanaman (sekalipun) yang

5
tidak dimakan oleh manusia dan tidak pula oleh makhluk Allah melainkan Allah
menuliskan sadaqah baginya.”

f. Fiqh al-Hadis
Maksud dengan ma min muslim di luar oranng kafir, karena tertibnnya apa
yangn dimakan menjadi sedekah. Sedang yang dimaksud dengan sedekah adalah
mendapat pahala di akhirat khususnya untuk muslim. Apa-apa yang dimakan dari
tanamammn orang kafir akan mendapat balasannya di dunia sebagaimana tercantum
dalam hadis anas Shahih Muslim. Dalam tekstur Islam, kosep lingkungan
diperkenalkan oleh al-Quran dengan berbagai term, yaitu term seluruh spesies, al-
‘alamin, ruang waktu, al-asma, bumi, al-ardh, dan lingkungan, al-bi’ah.
Menghijaukan lingkungan dengan tamanan yang kita tanam merupakan
sedekah dan amal jariyah bagi kita- walau telah meninggal- selama tanaman itu masih
tumbuh dan berketurunan. Rasulullah SAW bersabda:
‫ما من مسلم يغرس غرسا اال كان مااكل منه له صد قة وماسرق منه له صدقة وما اكل السبع منه فهو له‬
‫صدقة وما اكلت الطيرفهو له صدقة وال يرزؤه احد اال كان له صدقة‬
Artinya: “Tidak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang
dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang di curi
akan menjadi sedekah. Apa sajja yang dimakan oleh binatang buas darinya,
maka sesuatu (yang dimakan) akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang
dimakan oleh burung darinya itu menjadi sedekah baginya. Tak ada
seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.”
[HR. Muslim dalam Al-Musoqah (3945)]

6
Al-Imam Ibnu Baththo- Rahimahullah- berkata “ini menunjukkah bahwa
sedekah untuk semua jenis hewan dan makhluk bernyawa di dalamnya terdapat
pahala.”
Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi di sisi Allah,
sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan, bahkan
bumi yang kita tempati. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja,
baik dengan jalann yang halal, maupun jalan yang haram, maka kita sebagai penanam
tetap mendapat pahala, sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi
sedekah bagi kita.
Al-Imam Abu Zakariyya Yahya ibnu Syarof An-Nawawiy berkata
menjelaskan faedah-faedah dari hadis yang mulia ini “ Di dalam hadis yang mulia ini
terdapat keutamaan menanam pohon dan tanaman, bahwa pahala pelakunya akan
terus terus berjalan (mengalir) selama tanaman daan pohon itu masih ada. Para ulama
silang pendapat tentang pekerjaan yang paling baik dan afdhal. Ada yang berpendapat
bahwa yang terbaik adalah perniagaan. Ada yang menyatakan bahwa yang terbaik
adalah kerajinan tangan. Ada juga yang menyatakan yang terbaik adalah bercocok
tanam. Inilah pendapat yang benar. Aku telah memaparkan penjelasannya di akhir
bab Al-Ath’imah dari kitab Syarh Al-Muahadzdzah. Di dalam hadis ini terdapat
keterangan bahwa pahala dan ganjaran di akhirat hanyalah khusus bagi kaum
muslimin, dan bahwa seorang manusia akan diberi pahala atas sesuatu yang dicuri
dari hartanya, atau dirusak oleh hewan, atau burung atau sejenisnya.”
Pahala sedekah yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam hadis ini akan
diraih oleh yang menanam, walaupun ia tidak meniatkan tanamannya yang diambil
(dicuri) atau dirusak orang atau burung sebagai sedekah.
Al-Hafizh Abdur Rahman Ibnu Rajab Al-Baghdadiy berkata, “lahiriah hadis
ini seluruhnya menunjukkan bahwa perkara-perkara ini merupakan sedekah yang
diberi ganjaran pahala bagi orang yang menanamnya, tanpa perlu maksud dan niat.”
Dari keterangan diatas setidaknya dapat digambarkan bahwa hadis Rasulullah
SAW ini bermaksud untuk menjelaskan bagi manusia tentang pelestarian alam sekitar

7
atau lingkungan. Walaupun tidak secara sharih dijelaskan dalam hadis ini bahwa
setiap orang harus melakukan pelestarian alam. Secara sederhana isi substansi dari
hadis ini adalah anjuran untuk menanam. Bahwa hendaknya bagi setiap muslim untuk
menanam tanaman. Karena, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dari hasil tanaman
tersebut akan diperoleh (pahala) shadaqah.

3. Manfaat Peduli Lingkungan


Agama islam menegaska bahwa manusia ditugaskan Tuhan menjadi khalifah
di bumi ini (QS. Al-Baqarah/2:30). Dalam pandangan Quraish Shihab, kekhalifan ini
mempunyai tiga unsure yang saling kait-berkait, kemudian ditambah unsur yang
keempat yang berada diluar, namun sangat menentukan arti kekhalifahan menurut al-
Quran. Ketiga unsure pertama ialah:
a. Manusia, yang dalam hal ini adalah khalifah
b. Alam raya atau bumi
c. Hubungan antar manusia dengan bumi dan segala isinya, termasuk dengan
manusia (tugas-tugas kekhalifahan).

Islam menekankan agar umatnya mencontoh Nabi Muhammad SAW yang


membawa rahmat untuk semesta alam (segala sesuatu selain alam). Adapun dalam
Islam, manusia juga dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang
tumbuh, dan terhadap apa saja yang ada. Etika agama terhadap alam mengantarkan
manusia untuk bertanggung jawab sehingga ia tidak melakukan perusakan atau
dengan kata lain “setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusak
pada diri manusia itu sendiri”. Bukankah Allah telah mengancam sikap perusakan di
bumi?.

Penghijauan merupakan amalan shaleh yang mengandung banyak manfaat


bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia.
Tanamamn dan pohon yang di tanam oleh seorang muslim memiliki banyak manfaat,

8
seperti pohon itu bias menjadi naungan bagi manusia dan hewan yang lewat, buah
dan daun terkadang bias dimakan, batangnya bias dibuat menjadi berbagai peralatan,
akarnya bisa bisa mencegah terjadinya erosi dan banjir, daunnya bisa menyejukkan
pandangan bagi orang yang melihatnya, dan pohonnya juga bisa menjadi pelindung
dari gangguan tiupan angin, membantu sanitasi lingkungan dalam mengurangi polusi
udara, dan sebagian darinya juga ada yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Peduli lingkungan merupakan suatu sikap mengindahkan, memperhatikan
segala seuatu yang ada di ligkunngan baik itu dengan komponen biotik maupun
abiotik dengan selalu menjaga kelestariannya, keseimbangannya dan juga tidak
berbuat kerusakan pada lingkungan tersebut.
Dilihat dalam rentang sejarah pada hakikatnya islam telah lebih dahulu
menggagas perlunya perlindungan penjagaan terhadap lingkungan hidup sebelum
munculnya berbagai organisasi dunia yang menyerukan perlindungan dan pelestarian
lingkungan (suaka alam), baik hutan maupun lainnya sampai penetapan hari
lingkungan hidup. Islam juga mengajarkan kepada seluruh umat muslim untuk
menanam pohon atau reboisasi, meskipun itu hanya pekerjaan yang biasa saja namun
mendatangkan banyak manfaat untuk seluruh makhluk hidup, seperti manusia, hewan
dan tumuhan.

Penghijauan merupakan amalan shaleh yang mengandung banyak manfaat


bagi manusia di dunia dan untuk membantu kemaslahatan akhirat manusia.
Tanamamn dan pohon yang di tanam oleh seorang muslim memiliki banyak manfaat,
seperti pohon itu bias menjadi naungan bagi manusia dan hewan yang lewat, buah
dan daun terkadang bias dimakan, batangnya bias dibuat menjadi berbagai peralatan,
akarnya bisa bisa mencegah terjadinya erosi dan banjir, daunnya bisa menyejukkan

9
pandangan bagi orang yang melihatnya, dan pohonnya juga bisa menjadi pelindung
dari gangguan tiupan angin, membantu sanitasi lingkungan dalam mengurangi polusi
udara, dan sebagian darinya juga ada yang bisa dijadikan sebagai obat-obatan.

DAFTAR PUSTAKA

Nashiruddin Al Albani, Muhammad. Tanpa Tahun. Rinngkasan Shahih Muslim.


Kampung Melayu:Pustaka Azzam.

Syafe’i, Rahmat. Al-Hadis, Aqidah,Akhlak, Sosial, dan Hukum. Bandung: Pustaka


Setia.

10