Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Infus adalah pemasukan suatu cairan atau obat ke dalam tubuh melalui rute
intravena dengan laju konstan selama periode waktu tertentu. Infus dilakukan
untuk seorang pasien yang membutuhkan obat sangat cepat atau membutuhkan
pemberian obat secara pelan tetapi terus menerus. Dalam memberikan infus
kepada pasien harus dalam keadaan steril baik alat-alat maupun perawat. Selain
itu, juga harus memperhatikan berapa kebutuhan cairan yang diperlukan oleh
pasien.
Menghitung tetesan infuse adalah Pemberian cairan intravena yaitu
memasukkan cairan atau obat langsung kedalam pembuluh darah vena dalam
jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set. Tindakan ini dilakukan
pada klien dengan dehidrasi, sebelum transfusi darah, pra dan pasca bedah sesuai
pengobatan, serta klien yang tidak bisa makan dan minum melalui mulut.
Menghitung kecepatan infus untuk mencegah ketidak tepatan pemberian
cairan infus.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan perhitungan tetesan infus?
2. Apa tujuan dari menghitung tetesan infus ?
3. Bagaimana cara menghitung tetesan infus ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari perhitungan tetesan infuse
2. Untukmengetahuitujuandarimenghitungtetesaninfus
3. Untukmengetahuicaramenghitungtetesaninfus
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi

Menghitung tetesan infuse adalah Pemberian cairan intravena yaitu


memasukkan cairan atau obat langsung kedalam pembuluh darah vena dalam
jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set. Tindakan ini dilakukan
pada klien dengan dehidrasi, sebelum transfusi darah, pra dan pasca bedah sesuai
pengobatan, serta klien yang tidak bisa makan dan minum melaui mulut.
Menghitung kecepatan infus untuk mencegah ketidaktepatan pemberian
cairaninfus.
Tujuan pemasangan infus
1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung
air, elektrolit,vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat
dipertahankan secara adekuatmelalui oral
2. Memperbaiki keseimbangan asam basa
3. Memperbaiki volume komponen-komponen darah
4. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam
tubuh
5. Memonitor tekan Vena Central (CVP)
6. Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan
B. Tujuan
1. Mencegah terjadinya kolaps cardiovaskuler dan sirkulasi pada klien
dehidrasi dan syok.
2. Mencegah kelebihan cairan pada klien.
C. Indikasi: untuk pasien yang terpasang infuse.
D. Cara Menghitung Tetesan Infus.
1. Rumus dasar dalam satuan menit
Jumlah Tetesan Per Menit = Jumlah kebutuhan cairan × Faktor tetes

Waktu (Menit)
2. Rumus dasar dalam satuan jam

Jumlah Tetesan Per Menit = Jumlah Kebutuhan Cairan × Faktor tetes

waktu (jam) × 60 menit

a. Rumus Tetes Infus Untuk Dewasa (macro drip)

Infuse set macro drip memiliki banyak jenis berdasarkan factor


tetesnya. Infuse set yang paling sering digunakan di instansi kesehatan
Indonesia hanya 2 jenis saja. Berdasarkan merek dan factor tetesnya:

 Merek otsuka
Factor tetes = 15 tetes/ml
 Merek terumo
Factor tetes = 20 tetes/ml

Infuse blood set untuk tranfusi memiliki factor tetes yang sama
dengan merek otsuka, 15 tetes/menit.

Infus set macro drip dengan factor tetes 10 tetes/menit jarang


ditemui diindonesia. Biasanya hanya terdapat di rumah sakit rujukan
pusat, rumah sakit pendidikan, atau rumah sakit internasional.

 Penurunan Rumus Dewasa.

Berikut ini adalah rumus tetesan infuse makro dengan hasil


penurunan dari rumus dasar (dalam satuan jam), untuk pasien dewasa:

1. Merek otsuka

Jumlah tetesan per menit (otsuka) = jumlah kebutuhan cairan × 15 tetes

Waktu (jam) × 60 menit

Jumlah tetesan per menit (otsuka) = jumlah kebutuhan cairan × 15¹

Waktu (jam) × 604


Jumlah tetesan per menit = jumlah kebutuhan cairan

Waktu (jam) × 4

2. Merek terumo

Jumlah tetesan per menit (terumo) = jumlah kebutuhan cairan × 20 tetes


Waktu (jam) × 60 menit

Jumlah tetesan per menit (terumo) = jumlah kebutuhan cairan × 201

Waktu (jam) × 604

Jumlah tetesan per menit (terumo) = jumlah kebutuhan cairan

Waktu (jam) × 3

Contoh soal menghitung tetesan infuse macro

1. Seorang pasien dengan berat 65 kg datang ke klinik dan membutuhkan


2.400 ml cairan RL. Berapa tetesan infuse yang dibutuhkan jika
kebutuhhan cairan pasien mesti dicapai dalam waktu 12 jam? Diklinik
tersedia infuse set merek otsuka.
Diketahui:
Cairan = 2.400 ml(cc)
Waktu = 12 jam
Factor tetes otsuka = 15 tetes/ml
Jawab:
Jumlah tetesan per menit(otsuka) = 2.400ml x 15 tetes
12 jam x 60 menit

Jumlah tetesan per menit(otsuka) = 2.400 ml x 151

12 x 604
Jumlah tetesan per menit (otsuka) = 2.400200

121 x 4

Jumlah tetesan per menit (otsuka) = 200

Jumlah tetesan per menit (otsuka) = 50

Jadi, pasien tersebut membutuhkan 50 tetesan infuse untuk menghabiskan cairan


2400 ml dalam waktu 12 jam dengan menggunakan infus set otsuka.

2. Seorang pasien datang ke RSUD dan membutuhkan 500 ml cairan RL.


Berapa tetes cairan infuse uang dibutuhkan jika kebutuhan cairan apsien
mesti dicapai dalam waktu 100 menit? Di RSUD tersebut infuse set merek
terumo.
Diketahui:
Cairan = 500 ml
Waktu = 100 menit
Factor tetes terumo = 20 tetes/ml
Jawab:
Jumlah tetesan per menit (terumo) = 500 ml x 20 tetes
100 menit
Jumlah tetesan per menit (terumo) = 5005 x 20
1001
Jumlah tetesan per menit (terumo) = 5 x 20
Jumlah tetesan per menit (terumo) = 100 tetes

Jadi, pasien tersebut membutuhkan 100 tetes infusuntuk menghabiskan


cairan 500 ml dalam waktu 100 menit dengan menggunakan infuse
terumo.

3. Rumus menghitung tetesan infuse untuk anak (mocro drip)


Lain halnya dengan dewasa, anank dengan berat badan dibawah 7 kg
membutuhkan rumus infuse micro drip dengan factor tetesan yang
berbeda.

 Rumus tetesan infuse micro drip


Factor tetes = 60 tetes/ml
 Penurunan rumus tetesan infuse micro untuk anak.

Berikut ini adalah rumus cepat hasil penurunan dari rumus dasar (dalam
satuan jam) untuk pasien anak:

Jumlah tetesan permenit(micro drip)=jumlah kebutuhan cairan x 60 tetesan

Waktu (jam) x 60 menit

Jumlah tetesan per menit (micro drip) =jumlah kebutuhan cairan x 601

Waktu (jam) x 601

Jumlah tetesan per menit (micro drip) =jumlah kebutuhan cairan

Waktu (jam)

Contoh soal menghitung tetesan infuse anak (micro drip).

1. Seorang ibu datang membawa bayinya ke IGD dengan keluhan diare lebih
dari 5 kali. Anak bayi tersebutn membutuhkan cairan RL sebanyak 100
ml. Berapa tetes infuse yang dibutuhkan jika kebutuhan cairan pasien
mesti dicapai dalam waktu jam?
Jawab:
Jumlah tetesan per menit (micro drip) =100 ml x 60 tetes
1 jam x 60 menit
Jumlah tetesan per menit (micro drip) = 100 x 601
1 x 601
Jumlah tetesan per menit (micro drip) = 100
Jadi, pasien tersebut membutuhkan 100 tetes infuse untuk menghabiskan cairan
100 ml dalam waktu 1 jam dengan menggunakan infuse set micro drip.

Adapun istilah yang sering di pakai untuk tetesan infuse oleh tenaga
kesehatan adalah sebagai berikut:

 Gtt (gutta) ialah istilah yang dipakai sebagainama tetesan


infuse permenit untuk infuse set macro.
 Mgtt (micro gutta) ialah sebuah istilah yang dipakai sebagai
nama tetesan infuse permenituntuk set micro.
 TPM ialah sebuah istilah menurut purhito yang dipakai sebagai
nama tetesan infuse permenit,bisa dipakai untuk micro dan
macro.
E. Cara menghitung tetesan infuse makro dan mikro.
1. Cara menghitung tetesan infuse macro(Gtt)
Infuse set makro sering dipakai untuk pasien dewasa karena pada
infuse set ini debit cairan yang dikeluarkan lebih besar, sehingga
diharapkan pemenuhan cairan tertentu ada kalanya infuse set makro
juga dipakai untuk anak-anak.
Rumus menghitung tetesna infuse untuk set makro.
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡(𝑔𝑡𝑡)
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑐𝑎𝑖𝑟𝑎𝑛(𝑚𝑙)𝑥 𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑐𝑟𝑜
=
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
Keterangan factor tetes makro = 20

Contoh soal menghitung tetesan infuse makro:

Apabila seoramh pasien datang kerumah sakit dan setelah diperiksa, dokter
mengintruksikan agar diberikan cairan RL sebanyak 500ml dalam waktu 1 jam
menggunakan infuse set makro.

Jawaban penyelesaian:

500 𝑚𝑙 × 20
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡(𝑔𝑡𝑡) =
60
10,000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡(𝑔𝑡𝑡) =
60

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡(𝑔𝑡𝑡) = 166,7

Jadi berdasarkan perhitungan diatas, untuk memasukkan cairan RL sejumlah 500


ml dalam waktu 1 jam kita harus mengatur tetesan infuse dalam satu menit 166,7
gtt. Catatan : ubahlah waktu yang di berikan kedalam bentuk menit.

2. Cara menghitung tetesan infuse micro (mgtt)


Infuse set micro sering dipakai untuk anak-anak karena dbit cairan
tang dikeluarkan 3 kali lebih sedikit dibandingkan infuse set makro,
namun pada kasus tertentu infuse set mikro juga bisa dipakai untuk
pasien dewasa. Berikut rumus menghitung tetesan infuse untuk infuse
set mikro.
Sebenarnya rumus yang digunakan sama saja dengan rumus yang
digunakan menghitung tetesan infuse untuk infuse set makro. Namun
yang berbeda hanyalah factor tetesannya
Disini menggunakan ketetapan factor tetes infuse set makro = 60
Jadi untuk menghitung tetesan infuse untuk infuse set mikro tetap
digunakan rumus diatashanya ganti angka-angka factor tetesanmikro
yaitu 60

Contoh soal menghitung tetesan infuse mikro:

1. Seorang pasien anak-anak datang kerumah sakit dan setelah diperiksa,


dokter menginstruksikan untuk memasukkan cairan NaCl sebanyak 500 ml
dalam waktu 2 jam dengan menggunakan infuse set mikro.
Jawaban dan penyelesaian:
500 𝑚𝑙 × 60
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 (𝑚𝑔𝑡𝑡) =
120

30,000
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 (𝑚𝑔𝑡𝑡) =
120
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 (𝑚𝑔𝑡𝑡) = 250

Jadi berdasarkan perhitungan diatas, untuk memasukkan cairan NaCl


sebanyak 500ml dalam waktu 2 jam menggunakan infuse set mikro maka kita
harus mengatur tetesan infuse dalam satu menit 250 mgtt.

F. Pelengkapan dan berhubungan dengan infuse.

Meliputi tiang infuse, label untuk botol infuse dan selang IV, plester,
penyangga lengan, set infuse, penyaring dan alat pengatur aliran. Label yang
membuat informasi seperti berikut : nama pasien dan nomer identitas jumlah
larutan utama dan jumlah total : kecepatan aliran, tanggal persiapan dan
kadaluarsa,syarat penyimpanan ( jika dapat disimpan),nama orang yang
menyiapkan dan mengganti infuse. Setiap selang juga harusdiberi label dengan
informasi megenai tanggal dan waktu penggantungan dan nama inisial orang yang
menggatung selang.

a. Memilih set pemberian


Pemilihan set IV tergantung pada kebutuhan pada situasi tertentu.
b. Ukuran tetesan T
Tabung tetesan pemberian tetesan mikro (60tts/ml)atau tetesan makro
(10-15tts/ml) system tetesan makro harus dipilih bila diperlukan
jumlah larutan yang banyak atau tetesan yang cepat.
c. Vent
Vent memungkinkan udara untuk masuk kedalam botol yang vakum
dan untuk menggantikan larutan mengalir keluar. Tidak seperti botol
kaca yang kaku, wadah IV yang fleksibel tidak memerlukan Vent
selang yang tepat harus dipilih untuk botol IV yang fleksibel atau
kaku.
d. Port IV
Port diperlukan untuk memberikan infuse dan obat-obat sekunder. Set
aliran continue didesign dengan katup pemeriksaan balik (black chek
valve) yang memungkinkan piggyback belajar dan mulai diinfuskan
kembali setelah piggyback lengkap.
e. Tabung Volumetrik
Tabung volumetrik set IV digunakan untuk memberikan obat atau
cairan dalam dosis yang kecil selama priode waktu yang ditentukan.
Tabung volumetrik sering digunakan pada anak-anak dan diruang
perawatan intensif ICU untuk mengurangi resiko sejumlah besar
cairan di infuskan terlalu cepat.
f. Pertimbangan penyaring IV
Flebitis yang berhubungan dengan infus umm terjadi dan dapat akibat
dari partikel- partikel dan mikroba-mikroba dalam sistem IV atau
iritasi yang disebabkan oleh kateter IV.Penyaring IV didesign untuk
menyaring partikel-partikel yang sangan kecil dan mimroba-mikroba
dari infus IV.
G. Alat-alat pengontrol aliran
a. Klem
Setiap set pemberian IV mempunyai satu klem atau lebih untuk
mengatur aliran. Klem putar menyesuaikan diameter selang dan
memperlambar atau meningkatkan kecepatan aliran. Klem geser juga
dapat menghentikan atau memulai aliran IV dan harus tidak digunakan
bersama dengan klem putar.
b. Alat-alat bantu
Alat bantu yang mengatur aliran dapat ditambahkan pada set
pemberian untuk mengontrol kecepatan tetesan yang lebih tepat
daripada klem putar.
c. Pompa dan alat pengontrol IV
Alat-alat elekrolit mengalirkan cairan dengan tingkat akurasi yang
lebih tinggi kemampua untuk menyembunyikan alarm jika terjadi
sumbatan dapat membantu identifikasi masalah-masalah aliran sedini
mungkin. Pompa mempunyai kemampuan untuk menambahkan
tekanan pada infus pada kondisi aliran yang terbatas. Alah pengontrol
tidak dapat menambahkan tekanan pada jalur sampai timbul tahanan.
Mengatur kecepatan aliran infus. cairan yang terlalu cepat atau terlalu
lambat. Setelah infus IV difiksasi dan selang IV paten, perawat harus
mengatur kecepatan infuse sesuai dengan program dokter. Kecepatan
infus yang terlalu lambat dapat menyebabkan kolaps kardiovaskular
dan sirkulasi yang lebih lanjut pada klien yang mengalami dehidrasi,
syok ,atau menderita penyakit kritis. Kecepatan infus yang terlalu
cepat dapat menyebabkan beban cairan berlebihan, yang sangat
berbahaya pada beberapa gangguan ginjal, kardiovaskular, dan
neurologis. Perawat menghitung kecepatan infuse untuk mencegah
pemberian Pompa infuse mengatur aliran cairan IV. Pompa ini
dirancang untuk mengalirkan jumlah cairan tertentu selama periode
waktu tertentu atau untuk mengalirkan cairan berdasarkan kecepatan
aliran atau tetesan per menit. Kepatenan jarum IV atau kateter
memiliki makna bahwa jarum dan kateter terbuka, sehingga larutan
dapat mengalir. Perawat dapat mengkaji kepatenan IV dengan
menurunkan kantung larutan IV dibawah ketinggian tempat insersi dan
mengobservasi adanya aliran balik darah keselang infus. Apabila tidak
ada aliran balik kedarah dan cairan infuse tidak mengalir dengan
mudah pada saat klien penggeseran dibuka maka mungkin terdapat
bekuan di ujung kateter.
H. Prosedur pelaksanaan.
1) Membaca program dokter dan ikuti enam benar untuk memastikan larutan
yang benar.
1. Bener pasien.
Dengan cara memeriksa identitas pasien. Jika pasien tidak sanggup
berespon secara verbal, dapat menggunakan respon non verbal
seperti menggeleng atau mengangguk. Jika pasien tidak sanggup
mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus
dicari cara identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung
kepada keluarga, sedangkan bayi harus selalu diidentifikasi dari
gelang identitasnya.
2. Benar obat
Obat memiliki nama dagang dan nama generic. Setiap obat yang
nama dagangnya asing harus diperiksa nama generiknya, bila perlu
hubungi apoteker. Sebelum member obat kepada pasien, label pada
botol atau kemasannya harus diperiksa tiga kali.Pertama saat
membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari rak obat.
Kedua label botol dibandingkan dengan obat yang diminta. Ketiga
saat obat dikembalikan kerak obat.Jika labelnya tidak terbaca,
isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian
farmasi.Jika pasien meragukan obatnya, perawat harus
memeriksanya kembali.Saat memberikan obat perawat harus ingat
fungsi obat yang diberikan.
3. Benar dosis
Sebelum member obat, perawat harus memeriksa dosisnya, jika
ragu, perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis
resep atau apoteker sebelum dilanjutkan kepada pasien.
4. Benar rute
Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Factor
yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan
umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan
fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan
peroral, sublingual, parenteral, topical, rectal, dan inhalasi.
5. Benar waktu
Waktu pemberian obat sangat penting pada saat pelaksanaan
pemberian obat, khususnya bagi obat yang efektivitasnya
tergantung untuk mencapai atau mempertahankan kadar darah yang
memadai.
6. Bener dokumentasi
Setelah obat diberikan, harus didokumentasikan, dosis, rute, waktu
dan oleh siapa obat itu diberikan.Bila pasien menolak meminum
obat atau obat tidak dapat diminum harus dicatat alasannya dan
dilaporkan.
2) Mencari tahu kalibrasi dalam tetesan per milliliter dari set infuse (sesuai
petunjuk pada bungkus)
a. Tetesan mikro (mikrodrip): 1𝑐𝑐 = 60 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠
b. Tetesan makro (makrodrip)
- 1 𝑐𝑐 = 15 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠
- 1 𝑐𝑐 = 20 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠
Memilih salah satu rumus berikut.
Rumus untuk mengetahui beberapa tetes per menit
N = (Jumlah cairan yang diperlukan × Faktor tetesan)
Waktu dalam menit
N = Jumlah tetesan menit
Rumusan untuk mencari beberapa ml/24 jam
ml/24 jam = (tetesan × 24 × 60)
factor tetesan
3) Mencuci tangan
CHECKLIST MENGHITUNG TETESAN INFUS

Nama:…………………………………. NIM:…………………………………...

Nilai
Aspek yang dinilai
0 1 2
Definisi : Menghitung dan mengatur tetesan infuse
Tujuan : Tetesan infuse sesuai dengan dosis yang telah
ditentukan sehingga pasien mengalami ketidak seimbangan
cairan dengan elektrolit.
Indikasi:
- Pasien yang terpasang infuse
Persiapan alat:
1. Kertas dan pensil
2. Jam dengan jarum detik
Tahap pre interaksi
1. Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
1. Member salam, panggil klien dengan panggilan yang
disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur atau tujuan tindakan kepada klien
atau keluarga
4. Menjelaskan tentang kerahasiaan
Tahap kerja
1. Observasi kepatenan selang dan jarum
- Buka pengatur tetesan dan observasi kecepatan aliran
cairan dari larutan IV kedalam bilik tetesan dan
kemudian tutup pengatur tetesan apabila kecepatan
tetesan sesuai dengan kecepatanyang di programkan
- Apabila cairan tidak mengalir, rendahkan botol atau
kantung caira IV sampai lebih rendah dari tempat
masuknya infuse dan observasi adanya aliran balik
darah.
- Agar cairan dapat diinfuskan dengan kecepatan yang
benar, selang dan jarum IV harus bebas dari pelintiran,
lekukan, dan bekuan darah.
- Aliran darah yang cepat kedalam bilik tetesan
mencerminkan kepatenan selang IV, mengatur tetesan
sesuai kecepatan yang diprogramkan akan mencegah
beban cairan berlebihan.
- Dapat mengindikasikan kapatenan jarum yang berada
dalam vena. Tekanan vena lebih besar daripada
tekanan didalam selang IV.
- Periksa catatan medis untuk pemberian larutan dan zat
aditif yang tepat. Program yang bisa di resepkan ialah
pemberian larutan selama 24 jam. Biasanya dibagi 2
sampai 3 L
2. Kenali factor tetesan dalam bentuk banyaknya
tetesan/ml (tts/ml) dari sebuah set infuse mis:
Makrodip(tetesan, mikro):60tts/ml

 Abbot lab 15 tts/ml


 Travenol lab 10 tts/ml
 Baxter 10 tts/ml
3. Mengatur tetesan infuse sesuai dengan jumlah tetesan
salam 1 menit.
4. Mengamati tetesan tetap lancer
5. Memastikan t
5. Dak ada udara didalam selang infuse
Tahap orientasi
1. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan kegiatan
2. Menyimpilkan hasil prosedur yang dilakukan
3. Melakukan kontrak utuk tindakan selanjutnya
4. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan
klien
Tahap Dokumentasi
Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan

Keterangan :

0 = Tidak Dikerjakan

1 = Dikerjakan Dengan Lengkap / Tidak Sempurna

2 = Dikerjakan Dengan Benar / Sempurna