Anda di halaman 1dari 13

13/03/2014

INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN


SUMBERDAYA HUTAN

Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan


Sumberdaya Hutan
AFoCO 11 Maret 2014

UU No 41 Tahun 1999 Pasal 13:


Inventarisasi Hutan dilakukan dengan
survei mengenai:

Status dan keadaan fisik


hutan, flora dan fauna,
sumber daya hutan lainnya.

Kondisi sosial masyarakat


di dalam dan sekitar hutan

1
13/03/2014

INVENTARISASI HUTAN BERDASARKAN UU NO. 41 TAHUN 1999

Nasional *

Wilayah

Daerah Aliran Sungai

Unit Pengelolaan---kph*

2.735 CLUSTER PLOTS AROUND OF INDONESIA


IN GRID 20 Km x 20 Km

2
13/03/2014

INVENTARISASI HUTAN TINGKAT


WILAYAH

WIlAYAH PROVINSI WILAYAH KAB/KOTA

• Diselenggarakan oleh • Diselenggarakan oleh


gubernur Bupati/walikota
• Cakupan seluruh wilayah • Cakupan seluruh wilayah
propinsi kab/kota
• Mengacu pada hasil • Mengacu pada hasil
inventarisasi hutan inventarisasi hutan tk
nasional provinsi
• Dilaksanakan sekurang- • Dilaksanakan sekurang-
kurangnya 5 tahun sekali kurangnya 5 tahun sekali

National Forest Inventory


NFI COMPONENT :

1. FOREST RESOURCES
NFI PROJECT MONITORING (FRA)
(1989 – 1996) 2. FOREST RESOURCES
FAO - GOI MONITORING (FRM)
3. GEOGRAPHIC INFORMATION
SYSTEM (GIS)
4. USER SERVICES

GOAL :

1. TO PROVIDE THE INFORMATION


OF LOCATION AND FOREST TYPE
DISTRIBUTION AND LANDUSE TO PROVIDE THE
2. TO BUILT AND DEVELOP NFI INFORMATION FOR
SYSTEM FOR FOREST STAKEHOLDER TO SUPORT
RESOURCES MONITORING PLANNING AND POLICY
3. TO ESTIMATE TIMBER VOLUME, MAKING AND MONITORING
GROWTH AND YIELD AND IN FORESTRY SECTOR AT
FOREST DINAMIC DEPENDS ON NATIONAL LEVEL AND
FOREST TYPE, SPECIES OR REGION
GROUP OF SPECIES

3
13/03/2014

INPUT: PETA SPASIAL + DATA ATRIBUT OUTPUT:


- BATAS ADMINISTRASI - PETA TEMATIK
- LAND COVER - INFORMASI SUMBER DAYA HUTAN
- BATAS HPH - HASIL ANALISIS LAIN
- GRID TSP/PSP

GIS

AUXILIARY DATA PENUTUPAN LAHAN/ VOLUME TEGAKAN DAFTAR GRID KLASTER +


PENGGUNAAN & HUBUNGAN STRATA
LAHAN DENGAN
STRATIFIKASI

DATA UNTUK UJI COBA

DIAS FDS

Program Pengolahan OUTPUT :


OUTPUT : - STATISTIK SUMBER
- HARD COPY INDERAJA
Data TSP/PSP
DAYA HUTAN
- MOSAIK INDERAJA

INPUT : INPUT :
- DATA INDERAJA (DIGITAL) - MASTER FILE DATA
- DATA UNTUK UJI COBA LAPANGAN

1. FDS : To manage field inventory (Temporary


Sample Plots/Permanent Sample Plots and
Re-enumeration PSP) and field data
processing system integrated with GIS

2. FRM : Mapping, data updating, land cover change


monitoring use imagery data (different of
time)

3. DIAS : Digital image Interpretation as data input


for FRM

4. GIS : Built GIS basic data and change


monitoring and integrated with
other information

4
13/03/2014

Kebutuhan akan data dan informasi tentang


kondisi SOSBUD & potensi hutan di lokasi KPH
sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam tata
Informasi kelola hutan
Kondisi Jumlah
SOSBUD Desa
sekitar sekitar
KPH
KPH
TSP/PSP
sebanyak
Informasi XX klaster
potensi
=X%
hutan

HUTAN & SOSIAL


INVENTARISASI

BUDAYA
Informasi
penutupan
lahan

Peralatan Field Geographic Digital


& SDM Data Information Image
System System Analysis
System

Inventarisasi hutan

1. Jenis dan potensi flora


2. Status, penggunaan dan
penutupan lahan
3. Kondisi, jenis dan tekstur tanah
4. Hidrologi, tata air dan bentang
alam
5. Iklim setempat
6. Kelerengan lapangan dan
topografi

Memperoleh data dan informasi sosbud masyarakat di


dalam/sekitar kawasan meliputi :
• Biofisik (kondisi tanah, topografi, iklim)
• Demografi (jumlah penduduk, mata pencaharian, dll)
• Sarpras
• Sejarah Desa, pemukiman dan tata guna lahan
(sebelum dan sesudah penetapan status kawasan)
• Sistem dan struktur masyarakat
• Kalender musim
• Interaksi masyarakat terhadap kawasan hutan

5
13/03/2014

INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA


sekitar KPH
 Memperoleh data dan informasi sosbud masyarakat di
dalam/sekitar kawasan meliputi :
 Biofisik (kondisi tanah, topografi, iklim)
 Demografi (jumlah penduduk, mata pencaharian, dll)
 Sarpras
 Sejarah Desa, pemukiman dan tata guna lahan (sebelum dan
sesudah penetapan status kawasan)
 Sistem dan struktur masyarakat
 Kalender musim
 Interaksi masyarakat terhadap kawasan hutan

• NFI • Penafsiran
• Neraca Penutupan Lahan
Sumberdaya • Carbon
Hutan Sequestration
• Sosial Budaya • Emisi

Pemantauan
Inventarisasi
sumberda-
Hutan
ya hutan

Jaringan
Pemetaan
Data Spatial

• Jaringan data • Pemetaan


kawasan Hutan;
• PIPIB

6
13/03/2014

Informasi Penting Dalam Supervisi

Cek jumlah
Peta lokasi dan Cek pengukuran di
klaster/plot yang
Peta penutupan lapangan
diukur bandingkan
lahan (sesuai??)
dengan luasan

Cek pembagian
Peta kerja
Cek hasil petak (sesuai
(termasuk
inventarisasi hutan dengan methode
mencapai lokasi)
klaster?

Cek pengukuran
Cek lokasi klaster Cek Nilai potensi
kayu di bawah
di atas peta kayu Teknik
diameter 20 cm
invent
arisasi
hutan

Cek teknik
Cek Jenis dan Cek informasi
pengambilan
diameter kayu lainnya (tanah,
sample (sistematik,
yang diukur iklim, topografi dll)
jalur, stratifikasi)

JUMLAH KLASTER NFI YANG DIUKUR PER


TAHUN
450
400 382 379
350 316
Jumlah klaster

300 288

250 220 220


200 185
158
150 119
94
100
50
0
2010 2011 2012 2013 2014
enumerasi re-enumerasi

7
13/03/2014

CLUSTER PLOTS LAYOUT

1 cluster: 9 Tract or 72 Sub Plot


TSP : Temporary Sample Plots
PSP : Permanent Sample Plots

1 tract Temporary Sample Plot (TSP): 8 Sub Plot (± 1 Ha)


Included PSP (tract 5th)
Measurement with point sampling technique (BAF 4)

1 tract PSP = 1 Ha
Only at 5th tract, Square plot (100 m x 100 m)
with 16 Record Unit

Methode Pengukuran Point Sampling TSP dan PSP


100 m

15 phn / ha in
100 m

17 pohon in 12 phn/ ha in
BAF 4 m2/ ha BAF 4 m2/ ha
BAF 4 m2/ ha 500 m
500 m
500 m

11 phn/ha in 14 phn/ha in
BAF 4 m2/ ha BAF 4 m2/ ha
15
500 m

17 phn /ha in 15 phn /ha in 14 phn/ha in


BAF 4 m2/ ha BAF 4 m2/ ha BAF 4 m2/ ha

500 m 500 m

8
13/03/2014

Verifikasi dan validasi Hasil


Pengukuran TSP dan PSP
Pengukuran point sampling (TSP) dan record unit (PSP) yang dihasilkan tidak
memiliki perbedaan nyata- ≈ 10 % ( Nilai N dan V di TSP dan PSP memiliki
toleransi ≈ 10 %)

Pada Tract 5, Point sampling (sub plot 1


s/d 8) memiliki perbedaan nilai potensi
(N dan V) tidak boleh lebih dari 10 %
dengan N dan V di record unit (RU) 1
s/d 16

Untuk memudahkan kontrol, Harus


disertakan Peta pohon pada PSP tract 5
dan dokumentasi pada titik pusat
klaster

Koordinat T1 dan T2 dan hasil tracking


harus didokumentasikan langsung dari
alat GPS dan di verifikasi oleh Kepala
Seksi ISDH

Methode verifikasi dan validasi TSP dan PSP pada


kegiatan ENUMERASI

Tract 5
TSP PSP
Subplot 1 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 1
(Vise versa)
Subplot 2 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 5 dan 9
(Vise versa)
Subplot 3 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 13
(Vise versa)
Subplot 4 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 14 dan 15
(Vise versa)
Subplot 5 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 16
(Vise versa)
Subplot 6 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 8 dan 12
(Vise versa)
Subplot 7 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 4
(Vise versa)
Subplot 8 Memiliki nilai toleransi ≤ 10 % dengan RU 2 dan 3
(Vise versa)

9
13/03/2014

Methode Forest Resource Assesment

Ground Remote
Check Sensing

NFI Penutupan Lahan QC


(Quality
Control)
Neraca Degradasi & QA
sumberdaya Hutan Deforestasi (Quality
Assurance)
Social Economy Pemetaan
Budaya

HUTAN PRIMER

belum ditebang, vol tinggi belum ditebang, vol sedang belum ditebang, vol rendah

(≥ 7 pohon, BAF 4 m2/ha) (4-6 pohon, BAF 4 m2/ha) ( ≤ 4 pohon, BAF 4 m2/ha)
(vol ≥ 250 m3/ha) (vol 150- 250 m3/ha) (vol ≤ 150 m3/ha)

PENGGUNAAN DATA NFI UNTUK PENDUGAAN EMISI DAN


SERAPAN

Sample Plot National Forest Inventory


(NFI)
•1990-1996 ( 2.735 cluster plots)
Perubahan Penutup Lahan: •1996-2000 ( 1.145 cluster plots)
Landsat 5, Landsat 7 ETM+ , citra lain yg •2000-2006 ( 485 cluster plots)
tersedia
•2006-2014 (>3.000 cluster plots)
(1990, 1996, 2000, 2003, 2006, 2009, 2011)
20 Data Sample Plot di Provinsi selain
data NFI

10
13/03/2014

21

PERBANDINGAN STOK KARBON PER PENUTUPAN LAHAN TAHUN 2012 & 2013

22

11
13/03/2014

•Dilakukan pengukuran di seluruh kawasan hutan


Indonesia jarak 20 x 2o km; krn merupakan tupoksi
Direktorat Jenderal Planologi; yang akan diukur
Keunggulan kembali setiap lima tahun sekali.

NFI •Pengukuran dilakukan oleh STAF BPKH; setiap


tahun dilakukan penyegaran;
•Dilakukan secara sitematika sampling sehingga
lebih murah dibandingkan dengan methode lainnya;

•Data tidak cukup representative untuk digunakan


ke tingkat yang lebih kecil karena bersifat makro;
•Re-enumerasi setiap lima tahun tidak secara
konsisten pada plot yang sama mengingat
keterbatasan anggaran.
Keterbatasan •Hasil dari pengukuran tidak bisa menggambarkan
kondisi type ekosistem secara keseluruhan.
NFI •Quality control dan quality assurance belum
berjalan dengan baik.
•Perlu ada komponen yang diukur untuk bisa
mengukur karbon di 5 (lima pools);
•Belum di buat allometric equation, baik per pohon
di hutan alam, maupun secara general

FRA 2015

12
13/03/2014

Terima kasih

13