Anda di halaman 1dari 22

BAB 10

ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN

A. MENGHITUNG VARIANS

Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis

keseluruhan, yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban. Varians

pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit

bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit

tersebut. Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik

penjualan. Varians beban dapat dibagi menjadi beban produksi dan beban lainnya.

Beban produksi dapat dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen

dalam suatu pabrik. Oleh karena itu, perusahaan bisa mengidentifikasi setiap varians

dengan manajer individual yang bertanggung jawab untuk itu. Analisis ini adalah alat

yang sangat ampuh. Tanpanya, kemanjuran anggaran laba akan sangat terbatas.

Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide berikut :

o Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba

o Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor penyebab kunci tersebut

o Fokus pada dampak laba dari variasi dalam setiap faktor penyebab
o Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari

setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementara

faktor-faktor lainnya dianggap konstan

o Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat

“akal sehat” yang paling mendasar (“mengupas bawang”)

o Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat

yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-

faktor penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.

1. Varians pendapatan

Dalam bagian ini, djelaskan mengenai bagaimana menghitung varians harga,

volume dan bauran penjualan. Penghitungan tersebut dibuat untuk setiap lini

produk, dan hasil dari lini produk kemudian diagresikan untuk menghitung total

varians. Varians yang positif adalah menguntungkan, karena hal tersebut

mengindikasikan bahwa laba aktual melebihi laba yang dianggarkan, dan varians

yang negatif adalah tidak menguntungkan.

a) Varians Harga Penjualan

Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual

dan harga standar dengan volume aktual.


b) Varians Bauran dan Volume

Seringkali varians bauran dan varians volume tidak dapat dipisahkan. Persamaan

untuk gabungan dari varians bauran dan volume adalah:

Varians bauran varians volume = (volume aktual-volume

anggaran) x kontribusi per unit yang dianggarkan

Varians volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang

dianggarkan. Sedangkan varians bauran diakibatkan dari menjual proporsi produk

yang berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran. karena setiap produk

memperoleh kontribusi perunit yang berbeda, maka penjualan proporsi produk

yang berbeda dari yang dianggarkan akan menghasilkan suatu varians.

c) Varians Bauran

Varians bauran dari masing-masing produk diperoleh dari persamaan :

Varians bauran = [(total volume penjualan aktual x anggaran proporsi) -

(volume penjualan aktual)] x kontribusi perunit yang dianggarkan

d) Varians volume

Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari

gabungan antara varians bauran dan varians volume.

Varians volume = [(total volume penjualan aktual) x (persentase anggaran) -

[(anggaran penjualan) x kontribusi anggaran per unit)].


e) Analisis Pendapatan Lainnya

Varians pendapatan dapat dibagi-bagi lebih lanjut.

f) Penetrasi Pasar dan Volume Industri

Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran

dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume

industri. Prinsipnya adalah bahwa manajer unit bisnis bertanggung jawab atas

pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas volume industri Karena

hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Persamaan berikut ini

digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dan volume industri untuk

varians bauran dan volume :

Varians pangsa pasar = [(penjualan aktual) - (volume industri)] x penetrasi pasar

yang dianggarkan x kontribusi anggaran per unit

Varians pangsa pasar dihitung untuk setiap produk secara terpisah, dan varians

total adalah jumlah perhitungan secara aljabar. Varians volume industri bisa

dihitung dengan cara sebagai berikut :

Varians volume industri = (volume industri aktual) – (volume industri

dianggarkan) x penetrasi pasar dianggarkan x kontribusi per unit dianggarkan

2. Varians Beban

a) Biaya Tetap
Varians antara biaya tetap aktual dengan yang dianggarkan didapat dari

pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh volume

penjualan maupun volume produksi.

b) Biaya Variabel

Adalah biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume.

Biaya produksi yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi

aktual. Volume yang digunakan untuk menyesuaikan beban produksi variable

yang dianggarkan adalah volume produksi, bukan volume penjualan, yang

digunakan dalam menentukan varians pendapatan.

3. Rangkuman Varians

Ada beberapa cara dengan mana varians dapat dirangkum dalam suatu laporan bagi

manajemen. Ini digunakan karena jumlahnya dapat ditelusuri dengan mudah.

Bentuk penyajian lainnya adalah dengan menunjukkan jumlah aktual beserta dengan

variansnya. Hal ini memberikan indikasi mengenai relatif pentingnya setiap varians

sebagai bagian dari total pos pendapatan atau beban yang terkait.

B. VARIASI DALAM PRAKTIK

1. Periode Waktu dari Perbandingan

Perbandingan untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu tidak terlalu

dipengaruhi oleh penyimpangan temporer yang mungkin terlihat aneh untuk

bulan sekarang, dan oleh karena itu , tidak perlu terlalu diperhatikan oleh
manajemen. Di pihak lain, hal tersebut mungkin menyembunyikan timbulnya

faktor penting yang tidak bersifat temporer.

Perbandingan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja

aktual untuk satu tahun penuh menunjukkan seberapa dekat manajer unit bisnis

memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Bila kinerja untuk tahun

anggaran untuk tahun tersebut sampai tanggal itu, adalah mungkin bahwa deficit

yang terjadi akan dapat diatasi di bulan-bulan yang tersisa.

2. Fokus pada Margin Kotor

Di banyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya

diperkirakan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari

manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor yang dianggarkan

yaitu penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Kebijakan semacam

itu terutama penting dalam periode inflasi. Suatu analisis varians dalam sistem

semacam itu tidak akan memiliki varians harga jual.

Melainkan, akan ada varians margi kotor.

Margin kotor per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi.

Analisis varians dilakukan dengan mensubstitusi “margin kotor” untuk “harga

jual” dalam persamaan pendapatan. Margin kotor adalah selisih antara harga jual

aktual dengan biaya produksi standar.


3. Standar Evaluasi

Dalam sistem pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam evaluasi

laporan atas aktuvitas aktual dan terdiri atas tiga jenis: (1) standar atau anggaran

yang telah ditetapkan sebelumnya; (2) standar histories; atau (3) standar eksternal.

a) Standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya

Bila dipersiapkan dan dikoordinasikan secara hati-hati, maka merupakan

standar yang unggul. Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja

aktual diperbandingkan di banyak perusahaan. Seandainya angka-angka

anggaran didaptkan secara acak, maka tentu saja angka-angka tersebut tidak

akan menghasilkan dasar yang andal untuk perbandingan.

b) Standar historis

Ini merupakan catatan kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dari bulan

berjalan dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya. Standar jenis

ini memiliki dua kelemahan yang serius: (1) kondisi mungkin saja berubah

antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan

menjadi tidak valid lagi; dan (2) kinerja periode sebelumnya mungkin saja

tidak dapat diterima.

Standar jenis ini memiliki 2 kelemahan :

· Kondisi mungkin saja berubah antara kedua periode tersebut sedemikian

rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi

· Kinerja periode sebelumnya mugnkin saja tidak dapat diterima


c) Standar eksternal

Merupakan standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain

atau perusahaan-perusahaan lain dengan industri yang sama. Kinerja dari

satu kantor cabang penjualan dapat dibandingkan dengan kinerja dari kantor

cabang penjualan lainnya. Bila kondisi-kondisi dari kedua pusat tanggung

jawab tersebut adalah serupa, maka perbandingan semacam itu dapat

menghasilkan dasar yang bisa diterima untuk mengevaluasi kerja.

Keterbatasan standar Standar adalah ukuran yang andal mengenai bagaimana

kinerja yang seharusnya. Langkah pertama yang penting dalam analisi

varians adalah pengujian terhadap validitas dari standar tersebut

d) Keterbatasan Standar

Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya jika

diturunkan dari standar yang valid. Walaupun sangat mudah untuk mengacu

pada varians yang menguntungkan atau tidak menguntungkan, kata-kata ini

mengimplikasikan bahwa standar adakah ukuran yang andal mengenai

bagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar mungkin bukan

merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya

dalam situasi tersebut. Situasi ini dapat karena salah satu atau kedua alasan:

· standar tersebut tidak ditetapkan dengan selayaknya, atau

· walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang

ada pada waktu itu.


4. Sistem Biaya Penuh

Jika perusahaan memiliki sistem biaya penuh (full-cost system), baik biaya

overhead variabel maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya

standar per unit. Jika Persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan

persediaan awal, sebagian dari biaya Overhead tetap yang terjadi di periode

tersebut tetap akan tinggal di persediaan dan Bukannya mengalir ke harga pokok

penjualan. Sebaliknya, jika saldo persediaan turun Selama periode tersebut, lebih

banyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke harga Pokok penjualan

dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi dalam periode tersebut.

Hal yang penting adalah bahwa varians produksi seharusnya dikaitkan dengan

volume produksi, bukan dengan volume penjualan.

5. Jumlah Rincian

Varians pendapatan dianalisis pada beberapa tingkatan pertama, secara total;

kemudian berdasarkan volume, bauran, dan harga; lalu menganalisis varians

volume dan bauran berdasarkan volume industri dan pangsa pasar. Pada setiap

tingkatan ini, varians tersebut dianalisis berdasarkan produk individual. Proses

dari satu tingkat ke tingkat yang lainnya ini sering disebut dengan “mengupas

bawang” yaitu lapisan demi lapisan dikupas, dan proses tersebut akan terus

berlanjut selama rincian tambahan masih dianggap berharga.


6. Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner

Varians yang “menguntungkan” dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi

dari kinerja yang baik: yaitu semakin rendah biayanya maka semakin baik

kinerjanya. Hal ini tergantung pada kualifikasi bahwa kualitas pengantaran tepat

waktu dinilai memuaskan. Sebaliknya kinerja dari pusat beban kebijakan

biasanya dinilai memuaskan apabila beban aktual hamper setara dengan jumlah

yang dianggarkan, tidak lebih tinggi maupun lebih rendah. Hal ini disebabkan

karena varians yang menguntungkandapat mengindikasikan bahwa pusat

tanggung jawab tersebut tidak melaksanakan dengan mencukupi fungsi-fungsi

yang disetujui akan dilaksanakan olehnya. Karena beberapa elemen dalam pusat

beban kebijakan secara fakta merupakan beban teknik (misalnya; fungsi

pembukuan dalam organisasi kontroler), varians yang menguntungkan adalah

benar-benar menguntungkan elemen-elemen ini.

C. KETERBATASAN ANALISIS VARIANS

Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memiliki

beberapa keterbatasan. Keterbatasan yang paling penting adalah bahwa walaupun

analisis ini mengidentifikasikan di mana varians terjadi, tetapi tidak mengatakan

mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya. Misalnya,

laporan tersebut mungkin saja menunjukkan adanya varians signifikanyang tidak

menguntungkan dalam beban pemasaran, dan mungkin saja mengidentifikasikan


varians ini dengan beban promosi penjualan yang tinggi. Tetapi, laporan tersebut

tidak menjelaskan mengapa beban promosi penjualan tinggi dan apa, jika ada,

tindakan yang sedang dilakukan. Penjelasan naratif, yang melengkapi laporan

kinerja, seharusnya memberikan penjelasan semacam itu. Masalah kedua dalam

analisis varians adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalah signifikan.

Teknik statistik dapat digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang

signifikan anatara kinerja aktual dan standar untuk beberapa proses tertentu;

teknik-teknik ini umumnya disebut sebagai pengendalian mutu secara statistik.

Keterbatasan ketiga dari analisis varians adalah bahwa ketika laporan kinerja

menjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan

pembacanya. Demikian pula, ketika varians menjadi semakin teragregasi, para

manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediks

yang menyertainya. Akhirnya, laporan itu hanya menunjukkan apa yang telah

terjadi. Laporan tersebut tidak menunjukkan dampak masa depan dari tindakan-

tindakan yang telah diambil oleh manajer.

Tindakan M

Terdapat satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal: Laporan

laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal-hal yang tak terduga. Informasi yang

signiifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, faks, e-mail, atau

pertemuan pribadi segera setelah itu diketahui. Laporan formal menginformasikan


kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut.

Berdasarkan informasi ini, ia dapat bertindak sebelum menerima laporan formal.

Laporan formal tersebut adalah tetap penting. Salah satu manfaat utama dari laporan

formal adalah bahwa laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada

manajer di tingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas

inisiatif mereka sendiri. Laporan laba adalah tidak berguna kecuali laporan tersebut

mengarah pada tindakan. Tindakan tersebut mungkin terdiri dari pujian atas kerja

yang telah dilakukan dengan baik, saran-saran untuk melakukan hal secara berbeda,

“memproses” atau tindakan ketenagakerjaan yang lebih drastic lagi. Tetapi, tindakan

–tindakan ini tidak dilakukan untuk setiap unit bisnis setiap bulan. Selama bisnis

berjalan baik, pujian adalah paling diperlukan, dan kebanyakan orang tidak

mengharapkan untuk memperoleh pujian secara rutin.

KASUS SOLATRONICS, INC.

John Holden, presiden dan manajer umum dari Solartronics, Inc., sedang bingung.

Lisa Blocker, manajer keuangan dan kontroler perusahaan yang baru saja

dipekerjakan, telah menetapkan pembuatan dari ikhtisar laporan laba rugi yang baru.

Laporan ini akan diterbitkan secara bulanan. Holden baru saja menerima salinan

tersebut untuk bulan januari 1984.


Solartronics, Inc. (B)
Ikhtisar Laba Rugi
Januari 1984

Penjualan $ 165.000
Dikurangi: Harga Pokok Penjualan (harga standar) 108.900
Margin kotor $ 56.100
Dikurangi: beban penjualan
Overhead umum korporat $ 28.500
Varian operasi 18.000
Tenaga kerja langsung $ (3500)
Bahan baku langsung 500
Overhead pabrik variabel (1500)
Overhead pabrik tetap—pengeluaran 2000
Overhead pabrik tetap—volume (17500) 20.000 64.500
Laba sebelum pajak ($ 8.400)

Solartronics, Inc. Yang merupakan perusahaan kecil yang berbasis di texas penghasil

panel tenaga matahari, telah berdiri sejak pertengahan tahun 1977. Di akhir tahun

1983, perusahaan tersebut telah bertahan dari tahun-tahun yang buruk dan

memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang berukuran cukup baik dalam industri

itu. Sebagai bagian dari usaha secara sadar untuk “melakukan profesionalisasi”

terhadap perusahaan tersebut, Holden telah memasukkan Blocker dalam sfatnya pada

musim gugur tahun 1983. Sebelum waktu itu, Solartronics, Inc. Tersebut telah

memepekerjakan pegawai pembukuan penuh waktu.

Kebingungan Holden muncul dari fakta bahwa ia tidak memperkirakan prusahaan itu

akan melaporlan kerugian untuk bulan Januari. Meskipun ia tahu bahwa penjualan

rendah, terutama karena penurunan normal musiman, dan bahwa produksi telah
dikurangi untuk membantu menurunkan tingkat persediaan, ia tetap terkejut. Ia

bertanya-tanya apakah hasil bulan pertama ini merupakan pertanda buruk dalam hal

kemungkinan untuk memenuhi hasil yang dianggarkan untuk tahun tersebut.

Walaupun pada tahun 1984 anggaran hanya mencerminkan kenaikan 10 persen dalam

volume penjualan dibandingkan dengan tahun 1983, ia khawatir baha awal yang

buruk semacam itu di tahun berjalan akan menyulitkan perusahaan untuk “kembali ke

jalurnya”.

Solartronics, Inc. (B)


Anggaran Laporan Laba Rugi
Tahun Kalender 1984

Penjualan $ 8.000.000
Dikurangi: Harga Pokok Penjualan (standar) 1.980.000
Margin kotor $ 1.020.000
Dikurangi:
beban penjualan $ 28.500
Overhead umum korporat 18.000 46.500
Laba sebelum pajak $ 973.500

ANALISA LAPORAN BULAN JANUARI 1984

SECARA UMUM

Penurunan laba

Tampilan 1 memperlihatkan penurunan laba sebesar dibandingkan dengan laba yang

direncanakan semula. Penyebab penurunan laba adalah adanya varian yang merugi

yaitu : tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead
pabrik tetap – volume dimana tak dapat diimbangi dengan varian yang

menguntungkan seperti : bahan langsung dan biaya overhead pabrik tetap –

dibelanjakan. Penurunan laba akibat selisih varian tersebut juga tidak dapat diimbangi

dengan tingkat penjualan yang memuaskan. Penurunan tingkat penjualan disebabkan

penurunan normal musiman, walaupun telah dilakukan pengurangan produksi untuk

membantu menurunkan level inventaris.

Laporan pemasukan

Metode yang digunakan dalam laporan pemasukan adalah penentuan harga pokok

penuh yang memerinci biaya menjadi 2 (dua) yaitu :

· Biaya produksi
· Biaya non produksi

SECARA KHUSUS

Secara lebih khusus adanya varian-varian yang merugikan karena adanya perbedaan

dengan standar yang telah ditetapkan dengan biaya-biaya yang terjadi sesungguhnya.

Tenaga kerja langsung

Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi tenaga kerja langsung, yaitu :

· Standar tarif upah langsung

· Standar waktu (jam) kerja langsung.


1. Standar tarif upah langsung

Varian yang merugi karena perusahaan telah membayar upah langsung dengan

tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarip upah langsung standar.

Beberapa kemungkinan penyebab adanya perbedaan tersebut adalah :

· Telah digunakannya tarif upah yang berbeda dengan standar upah pekerjaan

tertentu

· Upah yang lebih besar dibandingkan tarif standar

· Karyawan baru yang diterima tidak dibayar sesuai tarif standar

· Kenaikan pangkat yang mengakibatkan perubahan tarif upah

2. Standar waktu (jam) kerja langsung

Varian yang merugi karena telah digunakannya waktu kerja yang lebih besar

dibanding waktu standar, yaitu :

· Departemen produksi telah bekerja secara tidak efisien karena pengawasan

terhadap tenaga kerja kurang baik.

· Telah digunakannya bahan dengan kualitas yang lebih jelek sehingga

memerlukan waktu pengerjaan yang lebih panjang

· Kurangnya koordinasi antar departemen produksi

Bahan baku langung

Ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi bahan baku langsung, yaitu :


· Selisih harga

· Selisih kuantitas

Bahan baku yang menguntungkan karena perusahaan telah membeli bahan baku lebih

rendah dibandingkan dengan standar yang disebabkan adanya selisih harga dan

selisihkuantitas

1. Selisih harga

Varian yang menguntungkan yang disebabkan oleh selisih harga, yaitu :

· Adanya fluktuasi harga pasar

· Kontrak jangka panjang yang menguntungkan

· Pembelian dari pemasok yang lokasinya menguntungkan

· Pembelian dalam jumlah yang ekonomis

· Dapat memanfaatkan kesempatan potongan pembelian

· Kurangnya faktor-faktor internal yang mengakibatkan pembelian bahan

baku yang mendadak (rush purchase) karena danya perencanaan yang baik.

2. Selisih kuantitas

Selisih kuantitas bahan baku yang menguntungkan karena kuantitas bahan baku

yang dipakai lebih kecil dibandingkan dengan kuantitas standar di dalam

pengolahan produk, yaitu:


· Perubahan dalam rancangan produk, mesin, peralatan atau metode pengolahan

produk yang lebih baik dan lebih kecil dari standar sehingga terjadi selisih

kuantitas bahan baku yang lebih kecil.

· Pemakaian bahan baku substitusi yang menguntungkan

· Pengawasan yang lebih baik terhadap karyawan

· Memadainya kondisi peralatan dan mesin

· Pengaturan mesin dan peralatan yang lebih baik

Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Yang menyebabkan adanya varian pada biaya overhead pabrik adalah elemen-

elemen biaya overhead pabrik baik tetap maupun variabel. Biaya ini dapat

dianalisa melalui:

· Selisih kapasitas

· Selisih anggaran

· Selisih efisensi

1. Selisih kapasitas

BOP variabel disebabkan adanya selisih kapasitas pabrik secara keseluruhan.


Varian ini merugi berarti sebagian kapasitas normal yang tersedia tidak dipakai
atau menganggur. Hal ini berhubungan dengan elemen BOP tetap. Penyebabnya
secara umum berasal dari luar perusahaan (eksternal) yang umumnya tidak dapat
dikendalikan oleh departemen dimana timbul selisih tersebut, sehingga selisih
kapasitas ini menjadi tanggng jawab manajemen puncak.
2. Selisih anggaran

Umumnya terjadi pada elemen-elemen BOP, yaitu perbedaan antara BOP yang

sesungguhnya dengan BOP yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya.

Selisih anggaran ini dapat dikendalikan oleh departemen dimana timbul selisih.

3. Selisih efisiensi

Yaitu perbedaan antara kapasitas standar dengan kapasitas sesungguhnya yang

dipakai untuk mengolah produk dikalikan tarip total overhead pabrik. Penyebab

selisih efisiensi adalah elemen BOP tetap dan elemen BOP variabel yang

menunjukkan kinerja perusahaan secara efisiensi atau tidak. Berdasarkan patokan

efisiensi ini, maka BOP akan menguntungkan bila kapasitas yang sesungguhnya

lebih kecil dengan kapasitas seharusnya (standar).

Analisa kinerja perusahaan pada satu bulan pertama dapat dibandingkan untuk

memperkirakan pelaksanaannya dalam satu tahun. Perbandingan tersebut tidak

terlalu dipengaruhi oleh penyimpangan yang terjadi dalam satu bulan, hal itu tidak

menjadi masalah bagi perusahaan.

Beberapa alasan yang nyata antara lain :

1. Kinerja aktual pada awal tahun tersebut dapat diperbaiki pada bulan-bulan

selanjutnya dengan melakukan standar evaluasi. Sebagaimana beberapa penyebab

pada masing-masing varian biaya yang disebutkan diatas, maka untuk memenuhi
target laba tahunan yang diharapkan dapat dilakukan dengan mengubah beberapa

kebijakan seperti : kebijakan dalam pembagian deviden, kebijakan pengeluaran,

kebijakan untuk mendapatkan tambahan kas, dan kebijakan pengeluaran atau

meningkatkan penjualan secara bertahap.

2. Secara manajerial, dengan menematkan beban nyata kepada para manajer unit

bisnis dan menunjukkan kecenderungan yang tidak berkesinambungan atau tidak

menentu dalam hal jumlah produksi, margin laba, dan biaya, maka para manager

bisnis akan berusaha membuat estimasi yang realistis, walaupun sulit untuk

dilakukan, sehingga manajer unit bisnis akan cenderung untuk optimis terhadap

kinerja bulan-bulan mendatang.

3. Dengan pelaporan kinerja aktual yangbaik, maka akan memudahkan dalam

membuat analisa keuangan.

Maka dalam menganalisa varian untuk menunjukkan kinerja keuangan tahunan

sebaiknya dilengkapi dengan :

· Penjelasan naratif bersamaan dengan laporan kinerja. Karena dalam laporan

kinerja tidak menjelaskan mengapa varian tersebut muncul dan tindakan apa

yang telah diambil untuk mengatasinya.

· Penggunaan teknik statistika jika proses produksi dilakukan berulang secara

teratur.
DATA ANALISA PERBANDINGAN KINERJA PERUSAHAAN

Beberapa data tambahan yang berguna untuk menganalisa kinerja perusahaan adalah :

1. Penjelasan varian, yang meliputi :

· Selisih biaya bahan baku, yang meliputi :

· Selisih harga bahan baku dibeli

· Selisih harga bahan baku dipakai

· Selisih kuantitas komposisi yang dipakai

· Selisih hasil bahan baku

2. Selisih biaya tenaga kerja langsung

· Selisih tarip upah langsung

· Selisih efisiensi upah langsung

· Selisih hasil upah langsung

3. Selisih BOP

· Selisih anggaran

· Selisih kapasitas

· Selisih efisiensi

Data biaya usaha umum yang meliputi biaya pemasaran dan biaya administrasi umum
Dari penjelasan varian diatas dapat dibuat suatu jurnal transaksi dan laporan

pemasukan. Data-data tersebut menjelaskan secara rinci penyebab terjadinya berbagai

varian dan bagian mana yang bertanggung jawab. Tanpa data-data tersebut

manajemen puncak tidak dapat mengetahui adanya operasi yang merugi sehingga

tidak dapat diambil tindakan untuk mengatasi di bulan-bulan mendatang.

Berbagai kekuatan eksternal juga dapat membantu perusahaan menganalisa kinerja

Januari. Beberapa faktor tersebut antara lain: perubahan dalam tingkat umum

kegiatan ekonomi dan dampak perubahan ini terhadap volume penjualan . Kedua ,

setiap perubahan dalam tingkat kerja dapat membantu perusahaan menganalisis

kinerja . Ketiga , perubahan kebijakan internal seperti biaya produksi oleh manajemen

juga bisa memberikan bantuan.

Menentukan varians dan perubahan persen dalam pengeluaran juga bisa menjadi

analisis yang berguna untuk kinerja bulan Januari. Perusahaan harus

mempertimbangkan menggunakan balanced scorecard sebagai cara untuk

menyelaraskan kinerja mereka dengan tujuan strategis mereka

Setelah mempelajari analisa laporan laporan keuangan, mahasiswa diharapkan dapat

memahami tujuan dari analisa laporan keuangan dengan melihat varians yang terjadi

pada biaya dan kemudian dapat dimplementasikan pada saat mahasiswa bekerja

sebagai akuntan dalam menganalisis laporan keuangan