Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TAPAK SUCI

Disusun oleh :
Dea Ayu Inta Vinatika G1C018156
Tia Nur Fadhila G1C018113
Ida Rahma G1C018106
Unzila Dwi Mahfiro G1C018115
Arin Indah Widyasari G1C018110
Azizah Shania Putri G1C018109
Maulida Millati Azka G1C018105
Nur Azizah G1C018123
Bagoes Panuntun Kusuma Hati G1C018142
Yuliani Angel Citra Si Rikop G1C018112
Kelas C

PROGRAM STUDI DIV ANALIS KESEHATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH SEMARANG
2018

Kata pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Tapak Suci. Makalah ini disusun untuk melengkapi
salah satu tugas pendidikan pancasila, sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan oleh dosen
pengajar. Dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat menjadi warga negara yang
bertanggung jawab dalam kehidupan bernegara, serta memahami mengenai ilmu bela diri
berbasis Tapak Suci.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi saya dan para pembaca, mohon maaf apabila
terdapat kekurangan penyusunan makalah ini, sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Semarang, Desember 2018

Hormat Saya
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu beladiri telah lama dikenal oleh bangsa Indonesia, bahkan berpuluh - puluh tahun
sebelum Indonesia merdeka, nenek moyang kita telah mampu meletakkan dasar - dasar
keilmuan beladiri. Sebagai warisan budaya bangsa ilmu beladiri akhirnya berkembang pesat.

Pada dasarnya, ilmu beladiri terdiri dari dua macam aliran, yaitu :

1. Ilmu beladiri bardasarkan akal sehat (rasional)

2. Ilmu beladiri berdasarkan rasa (emosi)

Akal berfungsi sebagai wadah penghimpun ilmu Allah yang tidak terbatas, bahkan
semakin lama semakin dapat dikembangkan. Ilmu adalah penemuan yang tidak diragukan
lagi kebenarannya, dan ditemukan melalui proses uji coba. Ilmu beladiri adalah ilmu untuk
kesejahteraan dunia dan akhirat yang berdasarkan prinsip -prinsip beladiri, yaitu membela
diri sendiri, dan bila mampu juga dapat membela orang lain. Sedangkan rasa (emosi) jika
tidak dikendalikan dapat mematikan akal, sehingga kegiatan yang hanya berdasarkan rasa
belaka, semata - mata hanya akan mengumbar nafsu dan emosi manusia.

Tradisi Pencak Silat sudah berurat-berakar dikalangan masyarakat Indonesia sejak lama.
Sebagaimana seni beladiri di negara-negara lain, pencak sitat yang merupakan seni beladiri
khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang dikembangkan untuk mewujudkan
identitas. Demikian pula bahwa seni beladiri pencak silat di Indonesia juga beragam dan
memiliki ciri khas masing-masing.

Tapak Suci sebagai salah satu varian seni beladiri pencak silat juga memiliki ciri khas
yang bias menunjukkan identitas yang kuat. Ciri khas tersebut dikembangkan metalui proses
panjang dalam akar sejarah yang dilatuinya.
Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau disingkat
Tapak Suci, adalah sebuah aliran, perguruan, dan organisasi pencak silat yang merupakan
anggota IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Tapak Suci termasuk dalam 10 Perguruan
Historis IPSI, yaitu perguruan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya IPSI sebagai
organisasi. Tapak Suci berasas Islam, bersumber pada Al Qur'an, berjiwa persaudaraan,
berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang
ke-11. Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan
tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Tapak Suci memiliki
motto "Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi
lemah". Organisasi Tapak Suci berkiprah sebagai organisasi pencak silat, berinduk
kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia, dan dalam bidang dakwah pergerakan Tapak Suci
merupakan pencetak kader dari Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera
Muhammadiyah berkedudukan di Kauman, Yogyakarta, dan memiliki kantor perwakilan di
ibukota negara.

B. Tujuan

1. Mendidik serta membina ketangkasan dan ketrampilan pencak silat sebagai bela diri,
seni olahraga, dan budaya bangsa Indonesia.

2. Memelihara dan mengembangkan kemurnian pencak silat aliran TAPAK SUCI


sebagai budaya bangsayang luhur dan bermoral, sesuai dan tidak menyimpang dari
ajaran islam serta bersih dari syirik dan menyesatkan.

3. Mendidik dan membinaanggota untuk menjadi manusia yang dapat mengamalkan


dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dalam usaha mempertinggi ketahanan nasional.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Tapak Suci

Sejarah tapak suci sebagai sebuah aliran dan perguruan pencak silat telah di mulai
jauh sebelum tahun 1963. Berawal dari aliran pencak silat Banjaran yang dikuasai oleh
KH.Busyroh syuhada (lahir tahun 1827), yang bermukim di pesantren Binorong,
Banjarnegara, Jawa tengah. KH.Busyro syuhada mempunyai murid diantaranya yaitu:
Achyat (H. Burhan), dan M.Yasin (H. Abu Amar Syuhada).murid lainnya yang pernah
belajar pada KH.Busyro Syuhada adalah soedirman, yang kelak berkiprah dalam dunia
militer dan di kenal sebagai Panglima Besar Jendral Soedirman. KH.busyro syuhada
sendiri adalah murid sekaligus teman seperjangan KH.Ahmad Dahlan, pendiri
muhammadiyah.

Tahun 1921, dua kakak beradik asal kauman, yogakarta, A.Dimyati (kakak) dan
M.Wahib (adik), belajar pada KH.Busyroh syuhada, di Banjar Negara. Aliran yang
semula berkembang di Banjarnegara, kemudian pindah ke Kauman Yogyakarta, seiring
perpindahan K.H Busyro dan H.Burhan ke kampung itu. perpindahan itu juga
merupakan akibat dari gerakan perlawanan bersenjata yang dilakukan H.Buayroh
sehingga karenanya beliau kerap menjadi sasaran penangkapan yang dilakukan rezim
kolonial Belanda.

A.Dimyati dan M.Wahib ditinjuk oleh KH. Busroh untuk berkelana atau
mengembara, masing-masing ke arah barat dan ke arah timur pulau jawa untuk adu
kaweruh(adu ilmu) dalam rangka memperdalam ilmu bela diri dan berdakwa. Setelah
bertahun-tahun berkelana, keduanya kembali ke kauman Yogyakarta.

Pada tahun 1925, atas restu KH.Busyroh Syuhada, kedua kakak beradik
A.Dimyati dan M.wahib mendirikan paguron(perguruan) yang diberi nama “paguron
cikauman” (aliran banjaran-kauman). Pada waktu didirikan, telah di gariskan dengan
tegas dasar yang harus dipatuhi dan dilaksanakan olehsemua murid-murid aliran kauman-
banjaran, yaitu:

1. Paguron cikauman berlandaskan al-islam dan berjiwa ajaran KH.Ahmad Dahlan,


membina pencak silat yang berwatak dan berkepribadian Indonesia, bersih dari sesat
dan syirik.

2. Mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama serta bangsa dan Negara

3. Sikap mental dsan gerak langkah anak murid harus merupakan tindak tanduk
kesucian
4. Paguron ini memilikai landasan agama dan kebangsaan yang kuat, dan menegaskan
seluruh pengikutnya untuk bebas dari syirik (menyekutukan Allah) serta
mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama dan bangsa.

Perguruan Cikauman banyak melahirkan pendekar-pendekar yang tangguh,


seperti M.Djuraini pada generasi pertama. Dari perguruan cikauman ini pula kemudian
lahir paguron Seranoman (Kauman sebelah utara), yang didirikan oleh M.Syamsuddin
pada generasi ke dua. Pada generasi ke tiga tampil M.Zahid pendekar yang dikenal
cemerlang akalnya. Generasi berikutnya tercatat Moh.Djamiat Dalhar yang tidak asing
lagi di dunia olahraga Indonesia sebagai macan bola yang belum ada tandingannya. Pada
generasi ini juga tampil Wasthon Sudjak dan M.Bakir Odrus. Pada generasi ke lima ibu
pertiwi mencatat dua puluh nama murid, di bawah pimpinan KH.Burhan yang semuanya
adalah anggota laskar angkatan perang sabil (APS), yang gugur sebagai kusuma bangsa
ketika perlawanan senjata melawan Belanda di belahan barat Yogyakarta. Kelak untuk
mewarisi jiwa patriotik itu, tapak suci membentuk kelompok inti yang terdiri dari dua
puluh orang anggota yang diberi nama KOSEGU (Korps Serba Guna). Untuk pertama
kali KOSEGU secara aktif membantu penumpasan gerakan komunis sekitar tahun enam
puluhan di Yogyakarta.

Paguron Cikauman yang dilanjutkan dengan paguron Seranoman kemudian


melahirkan paguron KOSEGU yang dididrikan oleh M.Barie Irsjad pada generasi ke
enam. Sekalipun melahirkan paguron-paguron yang namanya berbeda, namun kesemua
paguron berakar pada aliran pencak silat yang sama yaitu, aliran kauman-banjaran, di
samping kenyataan bahwa M.Barie Irsjad (Paguron Kosegu) memang berasal dari murid
seranoman dan juga memang sebagai murid Cikauman.

Pada era paguron Kosegu inilah atau tepatnya pada bulan Januari 1963 muncul
gagasan untuk merealisasikan rencana mendirikan suatu perguruan yang melebur serta
melanjutkan serta melanjutkan paguron-paguron yang sealiran itu, yaitu satu paguron
yang berorientasi lebih luas, diorganisir dengan AD & ART, dengan materi latihan
tersusun, teratur dan memakai seragam. Gagasan ini disampaikan kepada pendekar
M.Wahib yang kemudian menyatakan bersedia untuk menilai ilmu yang akan diajarkan.
Dari dasar kemudian mincul suatu wadah yang menyatukan sehingga tidak selalu
melahirkan paguron yang baru, pendekar besar A.Dimyati dan M.Wahib merestui bahwa
perguruan TAPAK SUCI adalah sebagai kelangsungan dari paguron kauman yang
didirikan pada tahun 1925dan berpusat di kauman, Yogyakarta.

Pada tahun 1963, murid-mirid dari masing-masing dari paguron inilah yang bahu
membahu mempersiapkan kelahiran TAPAK SUCI. Paguron TAPAK SUCI merupakan
amanat dari pendekar-pendekar Cikauman(kauman-banjaran) kepada generasi penerus
bangasa untuk dipelihara, dibina, dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya pada jalan
kebenaran.Untuk merealisasikan rencana pendirian perguruan ini pendekar M.Wahib
mengutus tiga orang muridnya, yaitu: Ahmad Djakfar, Slamet, dan M.Dalhar Suardi.
Kemudian M.Syamsuddin mengirim dua orang muridnya yaitu M.Zundar Wiesman dan
Anis Susanto. Sedang murid yang berasal dari KOSEGU antara lain, Drs.Irfan Hadjam,
M.Djakfar kusuma, Sobri Ahmad, dan M.Rustam. Keseluruhannya ini merupakan murid-
murid pada generasi ke tujuh yang berperan ketika TAPAK SUCI didirikan dan mulai
berlatih pada tahun 1957. Berdasarkan pernyataan tersebut menghasilkan gagasan untuk
merealisasikan perguruan yang menyatukan murid-murid dari ketiga perguruan tersebut
menjadi organisasi yang lebih besar, perguruan yang lebih kuat dan terorganisir, serta
menjadi gerakan yang mendunia.

B. Lahirnya Tapak Suci

Atas izin Allah SWT Tapak Suci di deklarasikan pada malam jumat 10
Robiulawwal 1383 hijriah atau pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman Yogyakarta, dengan
isi deklarsi :

1. Tapak Suci berjiwa ajaran KH.Ahmad Dahlan

2. Kailmuan Tapak Suci metodis dan dinamis

3. Keilmuan Tapak Suci bersih dari syirik

Nama perguruan dirumuskan dengan mengambil dari ajaran perguruan Kauman,


sehingga ditetapkanlah nama TAPAK SUCI .

Tapak Suci tampil di hadapan masyarakat pada usia enam bulan dengan
mengadakan pagelaran “Pencak Silat Dalam Taaruf” dalam pembukaan Kongres Islam
Asia-Afrika di Kepatian Yogyakarta, pada tahun selanjutnya(1964) Tapak suci sudah
mendapatkan pengakuan secara DeFacto sebagai Gerakan Muhammadiyah.

Setelah meletusnya pemberontakan G-30S/PKI, tapak suci kembali ke sarang dan


berkonsentrasi kembali pada organisasi. Beberapa daerah mengajukan permintaan untuk
dibuka latihan tapak suci sehingga TAPAK SUCI cepat tersebar di daerah-daerah.
Beberapa praktisi bela diri yang berada di lingkungan Muhammadiyah pun dengan tapak
suci sehingga semakin menyemarakkan gegap gempita TAPAK SUCI baik dari sisi
organisasi maupun keilmuan. Perguran tapak suci yang awalnya hanya di Yogyakarta
akhhirnya berkembang keluar Yogyakarta dan masuk ke daerah-daerah lainya.

C. Arti Lambang Tapak Suci

I. Lambang tapak suci sarat akan simbol dan makna, yaitu:


1. Bentuk bulat memiliki makna tekad bulat.
2. Warna dasar biru memiliki arti keagungan.
3. Warna tepi hitam memiliki arti kekal dan abadi melambangkan sifat Allah
SWT.
4. Gambar bunga mawar memiliki makna keharuman.
5. Warna merah memiliki arti keberanian.
6. Daun kelopak hijau memiliki makna kesempurnaan.
7. Bunga melati putih memiliki arti kesucian.
8. Jumlah sebelas menyimbolkan rukun Islam dan rukun Iman.
9. Tangan kanan putih memiliki makna keutamaan.
10. Terbuka memiliki makna kejujuran.
11. Berjari rapat menyimbolkan keeratan.
12. Ibu jari tertekuk menyimbolkan kerendahan Hati.
13. Sinar matahari kuning memiliki makna Putera Muhammadiyah.
II. Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama Tapak Suci, yang mengandung arti:
1. Bertekad bulat mengagungkan asma Allah Subhanahuwata’ala, kekal dan
abadi.
2. Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna.
3. Dengan Kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman.
4. Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.
D. Kategori Tingkatan
Pada perguruan Tapak Suci terdapat tingkatan-tingkatan yang harus dilalui untuk
mencapai jenjang pendidikan paling tinggi. Setiap tingkatan mempunyai lama waktu
pendidikan yang berbeda-beda. Perbedaab tingkat ditunjukkan melalui atribut sabuk yang
diknakan ketika memakai seragam tapak suci. Adapun secara umum tingkatan Tapak Suci
dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Siswa
2. Kader
3. Pendekar
Siswa merupakan tingkatan paling bawah di dalam jenjang pendidikan Tapak
Suci. Untuk naik ke tingkat selanjutnya, siswa diharuskan menjalani masa pelatihan
selama kurang lebih 6 bulan. Di akhir masa pelatihan akan diadakan ujian kenaikan
tingkat atau biasa disebut UKT. Setiap kenaikan tingkat ditandai dengan penambahan
jumlah bunga melati pada sabuk.
I. Pada tingkat siswa, atribut sabuk yang digunakan memiliki bentuk sebagai
berikut:
1. Warna dasar adalah kuning medium

2. Warna dasar tanda tingkat adalah kuning

3. Warna melati adalah coklat

4. Warna putik (bagian tenga melati) adalah kuning

II. Adapun tingkatan-tingkatan pada jenjang siswa dibagi menjadi 5, yaitu:

1. Siswa dasar memakai sabuk kuning

2. Siswa satu memakai sabuk kuning dan melati satu

3. Siswa dua memakai sabuk kuning dan melati dua

4. Siswa tiga memakai sabuk kuning dan melati tiga

5. Siswa empat memakai sabuk kuning dan melati empat

Kader, merupakan jenjang pendidikan yang berada di tingkat kedua setelah


jenjang dasar atau siswa. Pada jenjang ini kenaikan tingkat akan bisa diraih jika telah
menempuh masa pelatihan minimal 1 tahun untuk setiap tingkatnya. Dimana terdapat 5
tingkat yang harus ditempuh untuk dapat lulus dari jenjang kader.
I. Bentuk dan ciri-ciri sabuk kader adalah sebagai berikut:

1. Warna dasar sabuk adalah biru

2. Warna dasar tanda tingkat adalah biru

3. Warna melati adalah merah (biasa juga disebut mawar)

4. Warna putik adalah kuning

II. Adapun tingkatan pada jenjang kader diabagi menajdi 5, yaitu:

1. Kader dasar (K.Dsr) memakai sabuk biru


2. Kader muda (K.Ma) memakai sabuk biru dan melatimerah satu
3. Kader madya (K.Mdy) memakai sabuk biru dan melati maerah dua
4. Kader kepala (K.Ka) memakai sabuk biru dan melati merah tiga
5. Kader utama (K.Ua) memakai sabuk biru dan melati merah empat

Pendekar, merupakan jenjang pendidikan paling tinggi di perguruan Tapak Suci.


Pembinaan dan pengembangan pendekar diadakan oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci
Muhammadiyah yang diadakan setiap 2 tahun sekali. Di akhir kegiatan akan
dilaksanakan evaluasi yang berbentuk Ujian Kenaikan Tingkat.

Berikut penjelasan tentang sabuk yang digunakan pendekar:

1. Warna dasar sabuk adalah hitam

2. Warna dasar tanda tingkat adalah merah

3. Warna melati adalah hitam

4. Warna putik adalah kuning

I. Adapun tingkatan-tingakatan pada jenjang pendekar adalah sebagai berikut:

1. Pendekar muda (P.Ma) memakai sabuk hitam dan melati hitam satu
2. Pendekar madya (P.Mdy) memakai sabuk hitam dan melati hitam dua
3. Pendekar kepala (P.Ka) memakai sabuk hitam dan melati hitam tiga
4. Pendekar utama (P.Ua) memakai sabuk hitam dan melati hitam empat
5. Pendekar besar (P.Br) memakai sabuk hitam dan melati hitam lima

Selain dari ketiga jenjang diatas, ada juga gelar Pendekar Kehormatan yang
diberikan Perguruan Tapak Suci kepada orang-orang yang dipilih oleh Pimpinan Pusat
Tapak Suci.
Adapun sabuk yang digunakan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Warna dasar sabuk adalah hitam

2. Warna dasar tanda tingkat adalah merah

3. Warna melati adalah hijau

4. Warna putik adalah kuning

E. Jurus
Sebelum resmi berdiri, jurus-jurus khas Tapak Suci pada awalnya diberi nama
dengan nomor, seperti Jurus 1, 2, dst. Setelah TAPAK SUCI dideklarasikan pada tahun
1963, jurus-jurus itu diberi nama dengan nama-nama flora dan fauna. Dasar penamaan ini
agar senantiasa mengingat kebesaran Allah yang berkuasa menciptakan segala mahluk.
Selain itu hal ini mengandung arti bahwa jurus TAPAK SUCI yang kosong akan sama
halnya dengan tumbuhan dan hewan, yang hanya memiliki naluri dan hawa nafsu, tanpa
memiliki akal dan budi pekerti, tanpa memiliki Iman dan Akhlak.
Terdapat 8 (delapan) jurus khas di dalam Tapak Suci, yaitu:
1. Jurus Mawar
2. Jurus Katak
3. Jurus Naga
4. Jurus Ikan
5. Jurus Lembu
6. Jurus Rajawali
7. Jurus Merpati
8. Jurus Harimau
Kedelapan Jurus ini diaplikasikan untuk Permainan Tangan Kosong maupun
Bersenjata, baik untuk kegunaan olahraga, seni, maupun beladiri. Setiap Jurus ini
memiliki Sikap Awal, yaitu sikap awal pesilat yang mendahului setiap permainan jurus.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Dasar keilmuan Tapak Suci sudah jelas adanya, yaitu tidak akan lepas dari sifat
manusia sebagai kalifatullah di bumi, serta yang tidak pernah lepas dari Al-Qur'an dan
Sunah Rasul. Dengan kenyataan tersebut sumber keilmuan Tapak Suci lebih dititik
beratkan kepada pengertian manusia sebagaimana pengertian yang dikandung Al-Qur'an
serta tanggung jawabnya sebagai hamba Nya untuk selalu beramar ma'ruf dan bernahi
mungkar, serta menjauhkan dirinya dari perbuatan syirik yang tercela. Dan pada
hakekatnya beladiri Tapak Suci adalah beladiri yang didasari pada penggunaan kecepatan,
ketangkasan, Rasio, Iman serta Ketakwaan.