Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Bermain merupakan kebutuhan yang penting dalam proses perkembangan
motorik dan psikomotorik anak. Dewasa ini, bermain tidak lagi menjadi momok
yang buruk bagi orang tua terhadap anaknya sebab bermain sudah menjadi
kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan anak-anak. Bermain dapat memberikan
kesempatan anak untuk melatih keterampilan dan kreatifitas.
Untuk memenuhi kebutuhan anak untuk bermain, area ruang terbuka hijau
sebagai fasilitas tempat bermain anak sangatlah diperlukan. Taman bermain anak
sebagai salah satu sarana publik sangat penting adanya dan menjadi kebutuhan
masyarakat sebab fungsinya sebagai tempat pembentuk karakter anak terutama
terhadap kemampuan kognitif dan fisik anak (Medha, 2011 (dalam Mahdi, 2016)).
Ditengah pentingnya fungsi tempat bermain bagi anak-anak dalam proses
tumbuh kembannya, terdapat permasalahan yang membuat area bermain yang
tersedia jarang digunakan. Area bermain yang tersedia tidak jarang hanya menjadi
pajangan dan pemanis kawasan serta tidak digunakan sebagaimana mestinya. Hal
ini karena area bermain yang kurang aman dan nyaman bagi anak-anak. Menurut
Nina, et al, 2012 (dalam Mahdi, 2016) yang meneliti tentang pengadaan ruang
bermain anak di lingkungan rumah susun menyatakan bahwa pengadaan ruang
bermain masih kurang memenuhi standar kebutuhan bermain. Beberapa permainan
juga dibuat dengan tidak memperhatikan aspek keamanan serta jumlah jenis
permainannya pun terbatas.
Hal ini membuat anak-anak lebih cenderung bermain ditempat yang tidak
semestinya seperti di jalan. Anak-anak yang bermain di jalan dapat menggganggu
aksesibilitas pengguna jalan sekaligus membahayakan anak itu sendiri. Menurut
Senda (1992:1) (dalam Mahdi, 2016), semua orang menyadari bahwa bermain
dibutuhkan oleh anak, akan tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa dibutuhkan
suatu tempat untuk aktivitas bermain tersebut. Kenyataannya anak-anak bermain di

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 1
jalan-jalan, atau menonton televisi, atau bermain permainan televisi atau bermain
game. Hal ini timbul akibat ketersediaan ruang untuk anak bermain semakin
berkurang atau hampir tidak ada, karena ketidaksadaran orang dewasa akan
pentingnya sebuah tempat bermain bagi anak.
Berkaitan dengan paparan di atas, kondisi inilah yang terjadi di Kawasan
Green Lake City khususnya Cluster Asia. Green Lake City adalah salah satu
kawasan kota mandiri yang terletak di Kota Tangerang dan Jakarta Barat.
Cluster Asia merupakan salah satu cluster yang tingkat huniannya tinggi.
Berdasarkan data Pengelola Green Lake City, Jumlah Rumah di Cluster Asia adalah
537 unit dan telah dihuni sebanyak 458 unit atau sekitar 85% dari jumlah hunian.
Sebenarnya di Cluster Asia sudah tersedia area bermain anak, tetapi jika dilihat
sangat jarang digunakan. Justru sering kali area bermain anak disalahgunakan
sebagai tempat untuk hewan-hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, dan tidak
jarang hewan-hewan tersebut membuang kotoran sembarangan. Selain menjadi
tempat untuk hewan, area bermain tersebut juga terletak di pinggir jalan cluster
yang sangat tidak aman bagi anak-anak. Hal ini juga menjadi suatu kekhawatiran
orang tua terhadap anaknya jika bermain di area yang kurang aman dan nyaman
tersebut.
Berdasarkan pemaparan diatas, perlu dilakukan peninjauan untuk
mengetahui sejauh mana pemanfaatan area bermain anak untuk dijadikan sebagai
fasilitas anak sehingga anak-anak dapat bermain di tempat yang semestinya yang
lebih aman dan nyaman.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 2
Gambar 1. Menunjukkan kondisi di lokasi penelitian, kondisi Playground yang sepi.
Sumber : Dokumen Pribadi

1.2. RUMUSAN MASALAH


Melihat pemaparan latar belakang diatas, penulis menyimpulkan bahwa
rumusan masalah dari penelitian ini adalah sejauh mana pemanfaatan area bermain
anak sebagai fasilitas yang memang diperuntukkan untuk anak-anak.

1.3. TUJUAN PENELITIAN


1.3.1. Tujuan Umum : Untuk mengetahui pemanfaatan pemanfaatan area
bermain anak di Cluster Asia Green Lake City.
1.3.2. Tujuan Khusus : Untuk menganalisis konsep penataan tempat
bermain anak yang sesuai dengan standar-standar
keamanan dan kenyamanan serta sesuai dengan
fungsi yang semestinya.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 3
1.4. LINGKUP PENELITIAN
1. Mengingat banyaknya jumlah Cluster yang ada di Green Lake City, maka
penulis dalam penelitian ini hanya akan menggunakan Cluster Asia sebagai
lokasi penelitian.
2. Lingkup faktor yang mempengaruhi adalah faktor internal dan faktor eksternal
dari anak-anak Cluster Asia Green Lake City jarang bermain di area bermain
anak yang disediakan.
3. Faktor Internal merupakan faktor yang terkait dengan keinginan diri anak
pribadi, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang terkait dengan
penyediaan fasilitas yang kurang memadai.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. PENGERTIAN TAMAN BERMAIN ANAK


Taman bermain anak (Children Playground) adalah tempat yang dirancang
bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas bermain dengan bebas untuk
memperoleh keriangan, kesenangan dan kegembiraan serta sebagai sarana
mengembangkan kemampuan kognitif. (Medha, 2011).
Tuan (1997:31-32) (dalam Mahdi, 2016) menyatakan tentang ruang, tempat,
dan anak-anak bahwa di lingkungan manapun terjadi keterikatan emosional anak-
anak terhadap ruang bermain. Anak-anak dapat segera merasakan keterikatan
terhadap lingkungan dimanapun mereka berada dan melakukan kegiatan. Perasaan
keterikatan yang kuat tersebut memungkinkan anak-anak untuk melakukan gerakan
bebas, perpindahan aktif dan interaksi tinggi dalam ruang fisiknya.
Bererapa fakta tentang taman bermain diruang publik Menurut US CPS,
2010 (dalam Medha, 2011) adalah :
1. Taman bermain dibangun oleh pemerintah, perusahaan swasta, maupun
komunitas masyarakat untuk segera memberikan manfaat yang sebesar-
besarnya bagi lingkungannya.
2. Taman bermain publik merupakan fasilitas umum, untuk memasukinya tidak
dipungut biaya (taman bermian di taman kota).
3. Tama bermain yang bersifat bisnis (fasilitas sosial), untuk memasukinya
dipungut biaya
4. Taman bermain yang merupakan bagian dari bisnis yang diperuntukkan bagi
pelanggan perusahaan (misal milik restauran)
5. Mampu diakses dan digunakan oleh semua anak-anak termasuk yang
mempunyai keterbatasan fisik dan mental.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 5
Menurut Woolfson, 2001 (dalam Mahdi, 2016) menyatakan bahwa anak-
anak dapat dikategorikan dalam beberapa lapisan usia, yaitu :
1. Usia 0-1 tahun, disebut masa bayi
2. Usia 1-3 tahun, disebut masa balita
3. Usia 3-5 tahun disebut masa balita
4. Usia 5-12 tahun usia pendidikan dasar atau usia sekolah
5. Usia 12-14 tahun disebut sebagai usia pra remaja

Perkembangan anak-anak melalui tahapan-tahapan berbeda yang ditandai


dengan cara bermain yang berkembang saat mereka tumbuh. Saat kita butuh untuk
mengerti setiap tahapan untuk menciptakan ruang bermain yang nyaman untuk
setiap kelompok umur, juga penting untuk mengingat bahwa semua anak-anak itu
berbeda dan pilihan-pilihan dibuat sesuai kebutuhan yang beragam terutama setiap
kelompok umur (Medha, 2011).
Berdasarkan lapisan usia dan cara bermain sesuai dengan fase
perkembangan anak, jenis mainan yang diakomodasi dalam taman bermain anak
dapat dikategorikan sebagai berikut (Alamo, 2002 dalam Medha, 2011).
1. Permainan Fisik (Physical Games)
2. Permainan Kreatif (Creative Games)
3. Permainan Sosial (Social Games)
4. Permainan Indra (Sensorial Games)
5. Permainan dan keterangan

2.2. FASILITAS BERMAIN ANAK


Senda (1992, h.1) (dalam Mahdi, 2106) mengatakan bahwa bagi seorang
anak, bermain pastilah menjadi seluruh kehidupannya, atau minimal ini harus
menjadi pusat kehidupan mereka. Anak-anak belajar, memperoleh teman, dan
mengasah kreativitas mereka melalui bermain. Lebih lanjut Senda mengatakan
bahwa bermain merupakan permulaan dari rutinitas dan kebiasaan. Karena itulah

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 6
kita harus menyediakan sebuah lingkungan yang baik yang dapat memperlihatkan
kecerdasan mereka.
Menurutnya, pengalaman keruangan anak-anak dalam lingkungan memicu
tiga emosi, yaitu perasaan: (i) Suatu kebutuhan akan ruang yang dicerap sesuai
dengan skalanya, ditandai oleh timbulnya rasa nyaman bla berada dalam ruang
berskala anak-anak; (ii) Suatu keberadaan dalam ruang yang dipengaruhi oleh
pengetahuan tentang ciri-ciri khas suatu tempat, misal apakah tempat tersebut
natural ataukah artifisial, besar ataukah kecil, lapang ataukah sempit; dan, (iii) Suatu
perasaan keterikatan kuat terhadap ruang tertentu sebagai satu tempat personal yang
dipengaruhi oleh persepsi tentang kesesuaian atau kompatibilitas ruang tersebut
terhadap diri serta kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan di dalamnya.
Ruang yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas tempat
bermain anak diharapkan dapat menarik perhatian anak untuk main di tempat
tersebut sehingga anak dapat memiliki tempat bermain yang baik dan anak-anak
yang lebih menyukai permainan modern seperti bermain gadget juga ikut bermain.
Anak harus melakukan aktifitas fisik dalam proses pertumbuhannya agar terjadi
respon terhadap kedua bagian otak. Saat ini dunia globalisasi serta kurangnya
pemenuhan ruang bermain telah menggeser pentingnya kegiatan bermain dan
aktivitas fisik pada anak.
Adapun faktor penting dalam perancangan taman bermain anak yang aman
dan nyaman adalah:
1. Aspek keamanan, bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi anak yang
bermain dengan mudahnya orang tua atau pendamping yang mengawasi
(Alamo, 2002) (dalam Mahdi, 2016).
Komponen aspek keamanan, yaitu:
a. Lokasi, terlindungi dengan pagar.
b. Tata letak, mudah dalam pengawasan; pemisahan zonasi aktivitas;
kelompok umur dan jenis permainan.
c. Peralatan permainan, material permukaan yang aman.
d. Konstruksi, sambungan peralatan bermain dipasang dengan aman.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 7
e. Material/ bahan, bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit anak
bertekstur halus.

2. Aspek kenyamanan, bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi anak-anak


untuk melakukan aktivitas bermain (Alamo, 2002) (dalam Mahdi, 2016).
Komponen aspek kenyamanan, yaitu:
a. Lokasi, mempunyai iklim mikro yang nyaman dengan memanfaatkan area
ternaungi oleh vegetasi/struktur bangunan.
b. Tata letak, anak bebas memilih jenis permainan; bebas bergerak; pembagian
permainan yang ternaungi dan terbuka; tersedianya fasilitas rest area.
c. Peralatan permainan, mampu digunakan dengan nyaman oleh semua anak
termasuk dengan keterbatasan fisik.
d. Konstruksi, tercipta kesatuan estetika dengan fasilitas bermain lainnya.
e. Material/ bahan, mempunyai daya tahan tinggi; higienis dan mudah secara
pemeliharaan.

Gambar 2. menunjukkan contoh fasilitas bermain anak yang nyaman dan aman sehingga
menarik perhatian anak untuk datang bermain di tempat tersebut.
Sumber : https://www.kompasiana.com

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 8
Menurut Hutapea, Christofer et al., 2014 (dalam Mahdi, 2016), ada beberapa
penempatan permain dan zona bermain karena kebiasaan bermain pada anak-anak
berbeda-beda. beberapa anak suka bermain sendiri, ada juga yang bermain dalam
kelompok kecil, ataupun kelompok besar. Oleh karena itu, area bermain dipisah
menjadi empat bagian yaitu active play area, quiet play area, creative play area dan
natural area.
1. Active play area (playground, kolam renang anak). Berguna untuk
mengembangkan kekuatan fisik, keseimbangan, koordinasi, dan rasa percaya
diri anak.
2. Quiet play area (taman bacaan anak, tamiya dan video game). Berguna untuk
membantu anak mengembangkan fantasi dan imajinasi anak. Selain itu jenis
permainan ini juga menuntut ketekunan anak.
3. Creative play area (seni lukis dan kerajinan tangan). Berguna untuk
mengembangkan kreativitas anak di bidang seni lukis dan kerajinan tangan,
sehingga dari situ akan meningkatkan jiwa mereka menjadi aktif.
4. Natural area (kolam pasir). Berguna untuk membantu anak mengeksplorasi
lingkungan sekitarnya dengan adanya unsur alam yang membuat area bermain
menjadi lebih teduh dan nyaman.

2.3. TINJAUAN LOKASI


Lokasi penelitian adalah Cluster Asia Kawasan Green Lake City, Kelurahan
Gondong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
Green Lake City adalah suatu kawasan kota mandiri dengan luas lahan 150
Ha, yang terletak di dua wilayah administrasi yaitu Kota Tangerang dan Jakarta
Barat. Untuk Pembagian Wilayah adalah sebagai berikut :
1. Jakarta Barat, Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng, terdiri dari :
a. Rukan Sentra Niaga
b. Rukan Food City (extend)

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 9
c. Water Treatment Plant (WTP)
d. Kantor pemasaran

2. Kota Tangerang, terdiri dari :


a. Rukan Food City
b. Rukan Newcastle
c. Rukan Wallstreet
d. Rukan Colloseum
e. Rukan Collumbus
f. Rukan Cordoba
g. Rukan Crown
h. Rukan CBD
i. Rukan Fresh Market & Fresh Market (Pasar bersih)
j. Cluster Eropa
k. Cluster West Europe
l. Cluster Amerika
m. Cluster Amerika latin
n. Cluster Australia
o. Cluster Kavling Australia Ebony
p. Cluster Asia
q. Cluster East Asia

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 10
Gambar 3. Site Plan Green Lake City.
Sumber : Dokumen Pribadi

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 11
Gambar 4. Site Plan Cluster Asia.
Sumber : Dokumen Pribadi

Untuk penelitian ini, penulis menentukan Cluster Asia sebagai lokasi


penelitian. Berdasarkan data Occupancy Pengelola Green Lake City, cluster Asia
dengan jumlah total hunian 537 unit. 85% unit atau 458 unit rumah telah ditinggali
dengan rata-rata penghuni 4 orang/rumah. Jadi jumlah penghuni ada 1832 penduduk
dan jumlah anak-anak (0-14 tahun) berjumlah 20% atau kurang lebih 366 anak.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 12
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. PARADIGMA PENELITIAN


Penelitian termasuk dalam penelitian kualitatif dan menggunakan paradigma
rasionalistik yaitu menganalisis fenomena di lapangan dan dibandingkan dengan
kerangka teoritik yang dibangun dari pemaknaan hasil penelitian terdahulu, teori
yang dikenal, buah pikiran para pakar dan dikonstruksikan menjadi sesuatu yang
problematik yang kemudian diteliti.

3.2. METODE PENELITIAN


Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analitik
dengan pendekatan terhadap kebiasaan anak-anak ketika bermain di cluster Asia
Green Lake City. Pada metode ini dilakukan pencarian data-data mengenai
karakteristik perkembangan anak, kegiatan bermain dan perilaku anak, kriteria
taman bermain anak yang aman dan nyaman. Serta studi komparasi yang didapat
langsung dari pengamatan fakta yang ada di lapangan, maupun data-data sekunder
yang didapat melalui studi yang mendukung. Setelah itu, dilakukan analisis aspek-
aspek yang harus dipertimbangkan dalam membuat konsep desain tempat bermain
anak.
Diambil beberapa orang anak yang dijadikan sampel secara acak dengan
varian jenis kelamin, karakter fisik dan non fisik, sedangkan jenjang usia anak
berkisar antara 3-14 tahun yang mana umur 3 tahun merupakan fase balita dan umur
14 tahun merupakan jenjang umur pra remaja. Selanjutnya dilakukan survei
lapangan dan wawancara terhadap beberapa anak secara langsung selama 5 hari.
Fokus utama dari pengamatan ini adalah kebiasaan anak-anak ketika bermain di
sekitar lokasi dan melihat kondisi lapangan secara langsung, serta mencari beberapa
informasi dari masyarakat atau orang tua anak tersebut.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 13
3.3. POPULASI DAN SAMPEL
Populasi penelitian ini adalah anak-anak di cluster Asia Green lake City
dengan rentang umur 0-14 tahun. Sedangkan untuk sampel penelitian terdiri atas 2%
dari jumlah anak di cluster Asia Green Lake City. Pengumpulan data primer
dilaksanakan melalui survei lapangan dengan perpanjangan pengamatan dan
wawancara menggunakan beberapa pertanyaan yang telah disediakan.

3.4. LOKASI PENELITIAN


Penelitian kualitatif ini didasarkan pada data kualitatif dan kuantitatif
(berupa jumlah penduduk) yang diperoleh melalui studi literatur dan survei
lapangan di cluster Asia, sebagai salah satu cluster di Green Lake City yang jumlah
populasinya sebanyak 1832 Jiwa terdiri dari 537 rumah.

3.5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data melalui survei
lapangan dan melakukan observasi lalu dianalisis. Obrservasi merupakan salah satu
teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden
(wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai
fenomena yang terjadi (situasi, kondisi).
Untuk sumber data yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu data primer
dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung
dari lapangan melalui kuesioner dan wawancara terhadap warga cluster Asia Green
Lake City, sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber
yang sudah ada melalui jurnal dan karya ilmiah lainnya terkait penelitian ini.

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 14
DAFTAR PUSTAKA

Nur Zhafira Mahdi. 2016. Proposal Penelitian : Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak Di
Kompleks Pabrik Kertas Gowa (PKG). Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur,
Universitas Hasanuddin

Medha Baskara. 2011. Jurnal : Prinsip Pengendalian Perancangan Taman Bermain Anak
Di Ruang Publik. Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Thomas Jan Bernadus. 2018. Sarana Bermain Anak di RPTRA Kampung Indah Lestari
yang Berbeda. di
https://www.kompasiana.com/tommybernadus/5a51b77c16835f6ee638b9b3/sarana-
bermain-anak-di-rptra-kampung-indah-lestari-yang-berbeda (diakses 12 April 2019)

Analisis Fasilitas Tempat Bermain Anak di Cluster Asia Green Lake City| 15