Anda di halaman 1dari 25

UGAS METODOLOGI PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN
JUDUL : KONTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN SUMBER DAYA ALAM
TERHADAP KEBERHASILAN PEREKONOMIAN DAERAH (KABUPATEN
KEBUMEN).
A. Latar Belakang Masalah
A-1. Berangkat dari logika teoritis
Definisi pembangunan ekonomi menurut Maier adalah suatu proses dimana pendapatan
perkapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang. Dengan catatan bahwa;
jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan absolut tidak meningkat dan distribusi
pendapatan tidak semaking timpang (Maier dalam Mudrajad Kuncoro, 1997:17).
Guna mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan beberapa,
upaya, diantaranya adalah dengan melakukan pengembangan sumber daya manusia. Schultz
mengemukakan beberapa upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, diantaranya
adalah terdapatnya pendidikan yang diorganisasikan secara formal pada tingkat dasar,
menengah dan pendidikan pada tingkat tinggi (Jhingan, 1996:521 522).
Dalam upaya memperbesar peran pemerintah daerah dalam pembangunan, pemerintah
daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam membiayai kegiatan operasionah rumah tangganya.
Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa pendapatan daerah tidak dapat dipisahkan dengan
belanja daerah, karena adanya saling terkait dan merupakan satu alokasi anggaran yang disusun
dan dibuat untuk melancarkan roda pemerintahan daerah. (Rozali Abdullah, 2002).
Dari teori-teori yang dipaparkan di atas maka kita dapat menganalisa bahwa pendapatan
daerah dapat dihasilkan oleh beberapa faktor diantaranya sumber daya manusia dan pendapatan
asli daerah atau yang dapat dihasilkan oleh kekayaan alam daerah tersebut atau keadaan
geografis suatu daerah.
Masalah-masalah atau faktor penentu keberhasilan perekonomian suatu daerah yang akan
kita bahas adalah sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Pertama, sumber daya manusia. Kabupaten Kebumen atau yang tepatnya daerah selatan
Jawa Tengan ini memiliki atau berpenduduk sebanyak 1,2 juta jiwa. Namun dengan
berpenduduk sebanyak itu sumber daya manusia yang dihasilkan belum begitu makasimal.
Banyak penduduk yang belum mengenyam pendidikan yang seharusnya. Masih ada anak-anak
yang harus berhenti sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membiayai sekolah mereka.
Namun, di samping itu banyak pula banyak pula yang dapat mengenyam pendidikan sampai
tingkat sarjana. Tetapi banyak dari mereka yang lebih memilih bekerja di luar daerah bukannya
membangun daerah sendiri.
Yang kedua, sumber daya alam yang berhungan dengan kekayaan alam yang dihasilkan.
Kabupaten Kebumen merupakan daerah yang dekat dengan pantai sehingga Kebumen juga
merupakan penghasil ikan dan banyak pula yang bekerja sebagai nelayan. Namun banyak pula
yang bekerja sebagai petani karena tanah di Kebumen juga subur. Dan juga terdapat daerah
penghasil batu kapur yang digunakan masyarakat untuk campuran pembuatan genteng yang
sekarang sudah besar pabriknya dan sudah dikenal diberbagai daerah khususnya di Jawa
Tengah.
Dari penjelasan di atas maka kita dapat mengetahui bahwa sumber daya manusi dan
keadaan geografis sangat mempengaruhi keberhasilan perekonomian suatu daerah seperti di
Kebumen. Dan masih banyak lagi faktor-faktor lainnya, namun yang akan saya bahas disini
adalah tentang sumber daya manusia dan sumber daya alam.
Penjelasan –penjelasan di atas telah memperlihatkan bagaimana pentingnya faktor
sumber daya manusia dan sumber daya alam terhadap keberhasilan perekonomian suatu daerah
yaitu de Kebumen. Baik secara teoritis maupun empiris menunjukkan bahwa adanya hubungan
yang erat antara sumber daya manusia dan sumber alam. Implikasinya, apabila kebijakan
sumber daya manusia dan sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan baik maka kan
mendorong keberhasilan perekonomian di Kebumen.
Alasan-alasan logis tersebut menjadi dasar yang kuat bagi peneliti utuk mengkaji
hubungan-hubungan yang terjadi di dalamnya.
A-2. Berangkat dari paparan kesenjangan antara fakta dan harapan
Definisi pembangunan ekonomi menurut Maier adalah suatu proses dimana
pendapatan perkapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang. Dengan
catatan bahwa; jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan absolut tidak
meningkat dan distribusi pendapatan tidak semaking timpang (Maier dalam Mudrajad
Kuncoro, 1997:17).
Guna mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan beberapa,
upaya, diantaranya adalah dengan melakukan pengembangan sumber daya manusia. Schultz
mengemukakan beberapa upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, diantaranya
adalah terdapatnya pendidikan yang diorganisasikan secara formal pada tingkat dasar,
menengah dan pendidikan pada tingkat tinggi (Jhingan, 1996:521 522).
Dalam upaya memperbesar peran pemerintah daerah dalam pembangunan, pemerintah
daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam membiayai kegiatan operasionah rumah tangganya.
Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa pendapatan daerah tidak dapat dipisahkan dengan
belanja daerah, karena adanya saling terkait dan merupakan satu alokasi anggaran yang disusun
dan dibuat untuk melancarkan roda pemerintahan daerah. (Rozali Abdullah, 2002).
Dengan dukungan adanya sumber daya manusia yang baik di Kebumen yang
ditunjukkan banyaknya anak-anak yang melanjutkan sekolah ke tingkat sarjana serta keadaan
geografis Kabupaten Kebumen yang alamnya menghasilkan banyak manfaat bagi
penduduknya mampu membawanya ke perekonomian yang lebih baik lagi.
Namun demikian, pada nyatanya di Kabupaten Kebumen masih ada anak-anak yang
harus putus sekolah karena keterbatasan biaya padahal mereka termasuk siswa yang cerdas dan
berprestasi, serta belum maksimalnya penduduk Kabupaten Kebumen memanfaatkan sumber
daya alam ayang mereka miliki.
Berdasarkan paparan di atas dapat dimaknai “ bahwa telah terjadi kesenjangan
keberhasilan perekonomian di Kabupaten Kebumen”. Hal ini tentunya tidak dapat dibiarkan
berlarut-larut sehingga akan merugikan kehidupan perekonomian di Kebumen, dan dapat
berdampak pada munculnya konflik berkepanjangan.
Sebagaimana halnya dengan negara, maka daerah dimana masing-rnasing pemerintah
daerah mempunyai fungsi dan tanggung jawab untuk meningkatkan kehidupan dan
kesejahteraan rakyat dengan jalan melaksanakan pembangunan disegala bidang sebagaimana
yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
bahwa “Pemerintah daerah berhak dan berwenang menjalankan otonomi, seluas-Iuasnya untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan asas otonomi dan tugas
pembantuan”. (Pasal 10).
B. Identifikasi Masalah
Relevan dengan latar belakang sebelumnya, maka masalah-masalah yang
teridentifikasi adalah sebagai berikut :
1. Kajian-kajian teoritis memperlihatkan bahwa keberhasilan perekonomian suatu
daerah dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sember daya alam yang dihasilkan daerah
tersebut.
2. Sember daya manusia dan sumber daya alam terpilih menjadi faktor keberhasilan
perekonomian karena memiliki identifikasi masalah sebagai berikut :
a. Sumber daya manusia di Indonesia masih sangatlah rendah. Banyak anak yang harus putus
sekolah sehingga mereka tidak mempunyai pengalaman dan pendidikan yang baik.
b. Sumber daya alam Kabupaten Kebumen yang bagus sehingga mempunyai tanah yang subur
dan sumber daya alam yang melimpah tetapi manusianya belum bisa memanfaatkan dan
mengelola sumber daya alam yang dimilikinya dengan baik dan bijak.
C. Batasan dan Rumusan Masalah
Seperti yang dipaparkan oleh identifikasi masalah di atas masalah dapat muncul apa saja namun
yang di bahas disini adalah faktor sumber daya alam dan sumber daya alam yang
mempengaruhi keberhasilan perekonomian suatu daerah, variabel-variabel dan hubungan-
hubungan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :
1. Pengaruh sumber daya manusia secara parsial terhadap keberhasilan perekonomian daerah
2. Pengaruh sumber daya alam secara parsial terhadap keberhasilan peekonomian daerah
3. Pengaruh sumber daya manusia dan sumber daya alam secara simultan terhadap keberhasilan
perekonomian daerah
Sesuai dengan hubungan yang telah dibatasi tersebut, maka rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut :
1. Apakah sumber daya manusia berpengaruh terhadap keberhasilan perekonomian daerah
2. Apakah sumber daya alam berpengaruh terhadap keberhasilan perekonomian daerah
3. Apakah sumber daya manusia dan sumber daya alam berpengaruh terhadap keberhasilan
perekonomian suatu daerah
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah :
1. Menguji pengaruh sumber daya manusia terhadap keberhasilan perekonomian suatu daerah
2. Menguji pengaruh sumber daya alam terhadap keberhasilan perekonomian suatu daerah
3. Menguji sumber daya manusia dan sumber daya alam terhadap keberhasilan perekonomian
suatu daerah
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat utuk hal-hal sebagai berikut :
1. Membuktikan wacana teoritis dalam ilmu perilaku organisasi dan manajemen sumber daya
manusia.
2. Kontribusi dan masukan dalam praktek pengelolaan sumber daya manusia bagi suatu daerah.
3. Referensi bagi peneliti berikunya dalam mengkaji masalah yang sama di masa mendatang.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Hakikat Berteori
Berteori pada hakikatnya menemukan dan mencari sifat hubungan antar variabel yang
muncul dari suatu fenomena ataupun gejala yang diteliti.
Untuk menemukan variabel apa saja yang terkait dengan fenomena ataupun gejala yang
sedang diteliti, berarti harus didiskripsikan tentang “Definisi Konsep variabel, teori yang
mendasari, dan indikatornya.
Sedangkan untuk menemukan sifat hubungan variabel yang diteliti, harus dicari dan
dideskripsikan malalui logika berfikir yang disebut “Kerangka Pikir”.
Substansi dalam “menemukan” dan “sifat hubungan antar variabel” tersebut dapat
diuraikan seperti di bawah ini.
1. Uraian Teoritis
(1) Keberhasilan Perekonomian
a. Pengertian
Pembangunan memiliki arti yang sangat luas. Tidak hanya mencakup proses peningkatan
dari GNP perkapita, namun juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi
didalam kehidupan masyarakat. Pembangunan ekonomi seringkali diartikan sebagai sebuah
proses yang terjadi dalam upaya menaikkan pendapatan rill perkapita jangka panjang dan
diiringi oleh perbaikandidalam sistem kelembagaan. Jadi kenaikan pendapatan tidaklah cukup
dijadikan patokan sebaga terjadinya pembangunan ekonomi,tetapi ada serangkaian kegiatan
yang lebh kompleks lagi yang dijadikan sebagai komponen penting dari pembangunan
ekonomi, seperti : sistem kelembagaan , perbaikan struktur sosial serta perubahan sikap dan
perilaku masyarakat. Pada artikel ini akan kami bahas indikator keberhasilan pembangunan
ekonomi.
b. Teori – teori
A. Teori Klasik
Dasar pemikiran dari teori klasik adalah pembangunan ekonomi dilandasi oleh system
liberal,yang mana pertumbuhan ekonomi dipacu oleh semangat untuk mendapatkan
keuntungan maksimal. Jika keuntungan meningkatkan , tabungan akan meningkat,dan
investasi juga akan bertambah. Hal ini akan meningkatkan stok modal modal yang ada. Skala
produksi meningkat dan meningkatkkan permintaan terhadap tenaga kerja sehingga tingkat
upah juga meningkat.
Menurut pemikiran klasik,pada kondisi seperti ini perekonomian mengalami tingkat
kejenuhan atau keadaan stasioner. Beberapa teori klasik tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Teori Pertumbuhan Adam Smith
Di dalam teori ini,ada tiga faktor penentu proses produksi /pertumbuhan yaitu SDA,SDM,dan
barang modal.
2. Teori Pertumbuhan David Ricardo
Menurut teori ini,pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh SDA (dalam arti tanah) yang
terbatas jumlahnya, dan jumlah penduduk yang menghasilkan jumlah tenga kerja yang
menyesuaikan diri dengan tingkat upah,di atas atau di bawah tingkat upah alamiah (atau
minimal).
Adanya perubahan teknologi yang selalu terjadi,yang membuat meningkatnya
produktivitas tenaga kerja dan memperlambat proses dimishing return kemerosotan tingkat
upah dan keuntungan kearah tingkat minimumnya. Dan juga melihat pertanian sebagai sektor
utama sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
3. Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus
Menurut teori ini ,ukuran keberhasilan pembangunan suatu perekonomian adalah
kesejahteraan Negara,yaitu jika PNB potensialnya meningkat. Memiliki sektor yang dominan
adalah pertanian dan industri dan juga memiiki dua kelompok faktor sangat menentukan
pertumbuhan,yaitu faktor-faktor ekonomi seperti tanah,tenaga kerja,modal,dan organisasi;dan
faktor-faktor non ekonomi seperti keamanan atas kekayaan,konstitusi dan hokum yang
pasti,etos kerja dan disiplin pekerja yang tinggi. Di antara faktor-faktor ekonomi tersebut,yang
paling berpengaruh adalah faktor akumulasi modal. Tanpa penambahan modal(peningkatan
investasi),proses produksi akan berhenti dan berarti PNB potensial akan berkurang atau hilang.
Sumber utama akumulasi modal adalah keuntungan dari pengusaha,bukan penghematan
konsumsi atau tabungan masyarakat.
4. Teori Marx
Marx membuat lima tahapan perkembangan sebuah perekonomian yaitu;
a. Perekonomian komunal primitive
b. Perkonomian perbudakan
c. Perekonomian feodal
d. Perkonomian kapitalis
e. Perkonomian sosialis
Jika dirangkum teori-teori klasik ini,maka ada dua hal penting yang membedakannya
dengan teori-teori lainnya yang muncul setelah itu,yaitu:
a.Faktor-faktor produksi utama adalah tenaga kerja,tanah,dan modal. b. Peran teknologi
dan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas dari tenga kerja dan dari input-input produksi
lainnya terhadap pertumbuhan output tidak mendapat perhatian secara ekplisit,atau dianggap
kontan.

B. Teori neo – Keynesian


Model pertumbuhan yang masuk di dalam kelompok teori neo-Keynesian adalah model
dari Harrod dan Domaryang mencoba memperluas teori Keynes,mengenai keseimbangan
pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang dengan melihat pengaruh dari investasi
,baik pada permintaan agregat maupun pada perluasan kapasitas produksi atau penawaran
agregat ,yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Model dari Domar
ebih memfokuskan pada laju pertumbuhan investasi (∆I/I). Di dalam modelnya investasi
(I)ditetapkan harus tumbuh dalam suatu persentase yang konstan sejak s (marginal propensity
to save), yaitu rasio dari pertumbuhan tabungan domestik (S) terhadap peningkatan PDB (Y)
,dan ICOR (incremental capital output ratio),yaitu rasio tambahan stok capital terhadap
tambahan output ((∆K/∆Y) = k),kedua-duanya konstanta.

C. Teori Neo-Klasik
Pemikiran dari teori neo–kasik didasarkan pada kritik atas kelemahan –kelemahan atau
penyempurnaan terhadap pandangan /asumsi dari teori klasik. Beberapa model neo-klasik
antara lain sebagai berikut:
1) Model Pertumbuhan A. Lewis
Model ini dikenal dengan sebutan suplai tenaga kerja yang tidak terbatas adalah satu
diantara model neo-kasik yang meneliti gejala di NB. Dalam model ini,pertumbuhan ekonomi
terajadi karena pertumbuhan industri dengan proses akumulasi modal yang pesat,sedangkan di
pertanian pertumbuhannya relatif rendah dengan akumulasi kapital yang rendah sekali.
Keunggulan komparatif di sektor industri adalah upah buruh yang murah dikarenakan suplai
tenaga kerja yang berlimpah dari pertanian. Akibat terlalu banyaknya tenaga kerja dipertanian
membuat rendah marginal produktivitas tenga kerja di sektor tersebut ,sehingga perpindahan
tenaga kerja dari pertanian ke industri tidak sampai mangakibatkan turunnya produksi di
pertanian.
2) Model Pertumbuhan Paul A. Baran
Model ini dikenal sebagai teori pertumbuhan dan stagnasi ekonomi. Pemikirannya sering
disebut sebagai tesis neo-Marxis,karena ia menolak pemikiran Marxis yang menyatakan bahwa
NB akan maju seperti di Eropa karena sentuhannya dengan negara-negar maju (NM) atau
negara-negara kapitas. Sedangkan Baran berpendapat bahwa akibat pengaruh dari
NM,ekonomi NB akan menjadi buruk. Menurut Baran, proses kapitaisme di NB berbeda
dengan yang terjadi di NM.
3) Model Ketergantungan Neo-Kolonial
Dasar dari pemikiran model ini adalah pembangunan ekonomi di NB sangat tergantung
pada NM,terutama dalam investasi langsung (PMA) dan impor barang-barang industri .
Pekerja-pekerja di negara berkembang dipekerjakan sebagai buruh di perusahaan-perusahaan
asing yang berlokasi di negara berkembang disektor pertanian dan pertambangan ,sementara
semua kebuthaan produk-produk manufaktur ,mulai dari barang-barang konsumsi hingga
peralatan dan mesin industri diimpor di negara maju. Ini membuat negara berkembang hanya
bisa berspesialisasi di produk-produk primer yang nilai tambahnya rendah, sedangkan negara
maju berspesialisasi dalam produksi industri yang menghasilkan nilai tambah besar.

4) Model Pertumbuhan W.W Rostow


Menurut Rostow,pembangunan ekonomi dimanapun juga merupakan proses yang bergerak
dalam sebuah garis lurus,yaitu dari masyarakat terbelaka ke masyarakat maju. Dalam
modelnya,proses pembangunan terdiri atas lima tahapan,yaitu:
a) Masyarakat tradisional
b) Prakondisi untuk lepas landas
c) Lepas landas
d) Menuju kedewasaan,dan
e) Era konsumsi massa tinggi
Kriteria yang digunakan untuk membedakan tahap satu dengan tahap-tahap berikutnya
adalah perubahan yang terjadi dalam kondisi ekonomi,sosial,politik,serta budaya dalam sebuah
perekonomian.
5) Model Pertumbuhan Solow
Model pertumbuhan Slow adalah penyempurnaan model pertumbuhan Harrod-Domar.
Dalam model Solow,proporsi faktor produksi diasumsikan dapat berubah (jumlah kapital dan
tenaga kerja atau rasio dari kedua faktor ini dalam sebuah proses produksi /produk tidak harus
konstan,atau bisa saling mensubsitusi ) dan tingkat upah tenaga kerja dan suku bunga juga bisa
berubah.

D. Teori Modern
Dalam teori modern ini,faktor-faktor produksi yang krusial tidak hanya banyaknya tenaga
kerja dan modal,tetapi juga kualitas SDM dan kemajuan teknologi (yang terkandung di dalam
barang modal atau mesin),energy,kewirausahaan,bahan baku,dan material. Bahkan,dalam era
globalisasi dan perdagangan bebas dunia saat ini,kualitas SDM dan teknologi merupakan dua
faktor dalam satu paket yang menjadi penentu utama keberhasilan suatu bangsa dan negara.
Selain itu, faktor-faktor lain yang oleh teori modern juga dianggap sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan ekonomi adalah ketersedian dan kondisi infrastruktur,hukum,serta peraturan
,stabilias poitik,kebijakan pemerintah,birokrasi,dan dasar tukar internasional.
Perbedaan yang mendasardengan kelompok teori klasik dan neo-klasik atau neo-Keynes
yang mencakup tenaga kerja,kapital,dan kewirausahaan. Dalam kelompok teori modern
,kualitas tenaga kerja lebih penting dari pada kuantitasnya. Kualitas tenaga kerja tidak hanya
dilihat dari tingkat pendidikan tetapi juga kondisi kesehatannya. Tingkat pendidikan biasanya
diukur dengan persentase tenaga kerja yagn berpendidikan tinggi terhadap jumlah tenaga
kerja,atau penduduk yang terdaftar dalam suatu tingkat pendidikan tertentu,misalnya
pendidikan dasar. Sedangkan, tingkatr kesehatan umumnya diukur dengan tingkat harapan
hidup. Demikian juga hanya dengan modal,kualitasnya lebih penting dari pada kuantitas.
Kewirausahaan juga termasuk kemampuan seseorang untuk melakukan inovasi ,yang
merupakan salah satu faktor krusial bagi pertumbuhan ekonomi.
Jadi,model-model pertumbuhan baru memasuki aspek-aspek endogenitas dan eksternalitas
di dalam proses pembangunan ekonomi. Salah satu ansumsi penting dari teori modern ini
adalah sifat keberadaan teknologi yang tidak lagi eksogen,tetapi merupakan salah satu faktor
produksi yang dinamis. Demikian juga faktor manusia tenaga kerja di dalam fungsi faktor
produksi tidak lagi merupakan suatu faktor yang eksogen,tetapi bisa ‘berkembang’mengikuti
perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan . Kemajuan iptek serta SDM menjadi sumber-
sumber penting prtumbuhan ,yang efeknya lewat peningkatan produktivitas dari input-input
yang digunakan dalam proses produk.
(2) Sumber Daya Manusia
a. Pengertian
Secara umum, pengertian sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yakni sumber
daya manusia secara makro dan mikro. Pengertian sumber daya manusia makro adalah jumlah
penduduk usia produktif yang ada di sebuah negara, sedangkan pengertian sumber daya
manusia mikro lebih mengerucut pada individu yang bekerja pada sebuah institusi.
Sementara itu, pengertian sumber daya manusia menurut para ahli memiliki arti yang lebih
beragam. Menurut Malayu Hasibuan, sumber daya manusia merupakan kemampuan terpadu
dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Kemampuan sumber daya manusia tidak
dapat dilihat dari satu sisi saja, namun harus mencangkup keseluruhan dari daya pikir dan juga
daya fisiknya.
Seorang karyawan misalnya, sebagai sumber daya manusia yang bekerja di kantor,
kemampuan pikir tentunya harus ia gunakan untuk memecahkan segala persoalan pada
pekerjaannya. Kegiatan ini harus juga didukung dengan kemampuan fisiknya untuk bisa
mengatasi rasa lelah ketika harus duduk selama lebih kurang 8 jam menghadap komputer.
Hampir sama dengan Malayu Hasibuan, Veithzal Rivai mendefinisikan sumber daya
manusia sebagai seorang yang siap, mau dan mampu memberi sumbangan usaha pencapaian
tujuan organisasi. Setiap organisasi atau perusahaan tentunya memiliki tujuan yang berbeda-
beda, maka dari itu kemampuan sumber daya manusia yang dibutuhkan pun akan berbeda pada
tiap-tiap perusahaan.
Meskipun kemampuan sumber daya manusia bersifat fleksibel, namun kata-kata ‘siap’ dan
‘mau’ dari definisi Rivai di atas harus menjadi poin yang digarisbawahi. Sebaik apapun
kemampuan sumber daya manusia tidak akan mampu menghasilkan output maksimal jika
kemampuannya tersebut tidak bersifat praktis atau dengan kata lain ‘tidak siap pakai’. Selain
itu, kemampuan juga tidak akan berarti apa-apa jika individu sebagai sumber daya manusia
dalam sebuah perusahaan tidak mau memberikan sumbangan usahanya di tempat tersebut.
Masih menurut Veithzal Rivai, sumber daya manusia ia sebut sebagai salah satu unsur
masukan (input) yang nantinya akan diubah menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa
untuk mencapai tujuan perusahaan. Sebagai input, sumber daya manusia tidak dapat menjadi
unsur tunggal, melainkan harus dikombinasikan pula bersama unsur lainnya seperti modal,
bahan, mesin, metode dan juga teknologi.
Selain menurut para ahli, terminologi sumber daya manusia juga telah didefinisikan dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengertian sumber daya manusia menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.
Potensi sumber daya manusia berbeda-beda pada tiap individu. Untuk bisa mengembangkan
potensi sumber daya manusia yang berbeda-beda tersebut, dibutuhkan suatu sistem manajemen
unik yang dinamakan manajemen sumber daya manusia.

b. Teori-teori
1. Teori-Teori dalam MSDM
Berikut merupakan teori-teori Manajemen Sumber Daya Manusia, yaitu sebagai
berikut:
KINERJA PEGAWAI
Kinerja merupakan penampilan hasil karya seseorang dalam bentuk kualitas ataupun
kuantitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun
kelompok kerja pegawai. Tiga hal penting dalam kinerja adalah tujuan, ukuran, dan penilaian.
Penentuan tujuan setiap unit organisasi merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja.
Tujuan ini akan memberikan arah dan mempengaruhi bagaimana seharusnya perilaku kerja
yang diharapkan organisasi dari setiap personel. Tetapi ternyata tujuan saja tidak cukup, sebab
itu diperlukan ukuran apakah seseorang personel telah mencapai kinerja yang diharapkan.
Untuk itu penilaian kuantitatif dan kualitatif standar kinerja untuk setiap tugas dan jabatan
personel memegang peranan yang penting. Akhir dari proses kinerja adalah penilaian kinerja
itu sendiri yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan.
Dimensi-dimensi yang dijadikan ukuran kinerja, menurut Nawawi (2000:97) adalah :
1. Tingkat kemampuan kerja (kompetensi) dalam melaksanakan pekerjaan baik
yang diperoleh dari hasil pendidikan dan pelatihan maupun yang bersumber dari
pengalaman kerja.
2. Tingkat kemampuan eksekutif dalam memberikan motivasi kerja, agar pekerja
sebagai individu bekerja dengan usaha maksimum, yang memungkinkan tercapainya
hasil sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
Untuk manajemen sumber daya manusia, proses penilaian kinerja dapat menunjukan
adanya kebutuhan akan adanya pengembangan tambahan sebagai suatu alat untuk
meningkatkan kinerja. Dengan adanya hasil penilaian kinerja yang mengindikasikan bahwa
seorang pegawai mempunyai potensi untuk bekerja dengan baik di suatu posisi yang
dipromosikan, maka pegawai tersebut mempunyai kesempatan untuk menduduki suatu posisi
yang lebih tinggi.
Penilaian kinerja yang bertujuan pengembangan juga mencakup pemberian pedoman
kinerja pegawai di kemudian hari. Umpan balik akan menyadarkan pegawai tentang kelemahan
dan kekuatan kinerja massa lalu dan menentukan arah yang harus dipilih pegawai untuk
memperbaikinya. Pegawai ingin mengetahui secara khusus, bagaimana mereka dapat
meningkatkan keterampilan mereka di massa mendatang. Karena penilaian kinerja dirancang
untuk menanggulangi masalah-masalah kinerja yang buruk, penilaian harus dirancang untuk
mengembangkan pegawai dengan lebih baik.
KOMPENSASI
Kompensasi merupakan salah satu faktor baik secara langsung atau tidak langsung
mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja pegawai. Karena itu semestinya pemberian
kompensasi kepada pegawai perlu mendapat perhatian khusus dari fihak manajemen instansi
agar motivasi para pegawai dapat dipertahankan dan kinerja pegawai diharapkan akan terus
meningkat. Kompensasi langsung terdiri dari gaji, uang transport, tunjangan hari raya, uang
lembur, dan tunjangan langsung lainnya. Sedangkan kompensasi tidak langsung terdiri dari
promosi jabatan, asuransi, tunjangan jabatan, dan mutasi.
Sistem kompensasi adalah kompensasi yang diberikan kepada pegawai atas dasar
prestasi kerjanya. Sistem kompensasi tersebut meliputi: (1) Upah potongan (piecework), (2)
Komisi, (3) Bonus, (4) Bagian laba, (5) Bagi produksi. Sistem kompensasi merupakan salah
satu alat untuk memotivasi para karyawan untuk mewujudkan tujuan organisasi yang telah
ditetapkan itu. Kompensasi umumnya diberikan sebagai imbalan atas perilaku kerja individual,
tetapi dapat pula diberikan kepada kelompok. Sistem kompensasi menghubungkan antara
kompensasi dan unjuk kerja bukan senioritas ataupun jumlah jam kerja. Program kompensasi
yang efektif harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Sederhana : aturan-aturan dalam sistem kompensasi harus ringkas, jelas dan
mudah difahami.
2. Spesifik : jangan hanya mengatakan “hasil lebih banyak” atau “hentikan
kecelakaan”. Para pegawai perlu mengetahui secara tepat tentang apa yang harus
mereka kerjakan.
3. Terjangkau : setiap pegawai harus mempunyai peluang yang wajar untuk
memperoleh kompensasi.
4. Terukur : sasaran-sasaran yang terukur adalah dasar untuk membangun
rencana-rencana atau program kompensasi. Program kompensasi akan menjadi tidak
ada manfaatnya bila hasil/prestasi kerja spesifik tidak dapat dikaitkan dengan rupiah
yang dikeluarkan.
KOMPETENSI
Kompetensi adalah karakteristik dasar yang dapat dihubungkan dengan peningkatan
kinerja individu atau tim. Pengelompokan kompetensi terdiri dari pengetahuan (knowledge),
keterampilan (skill), dan kemampuan (abilities). Kompetensi karyawan diperlukan untuk
mengidentifikasi pekerjaan yang sesuai dengan prestasi yang diharapkan. Kompetensi tingkat
karyawan meliputi :
1. Flexibility
Yaitu kemampuan untuk melihat perubahan sebagai suatu kesempatan yang
menggembirakan ketimbang sebagai ancaman.
2. Information seeking, motivation, and ability to learn
Yaitu kemampuan mencari kesempatan belajar tentang keahlian teknis dan
interpersonal.
3. Achievment motivation
Yaitu kemampuan berinovasi sebagai peningkatan kualitas, produktivitas.
4. Work motivation under time pressure
Yaitu kemampuan menahan stres dalam organisasi, dan komitmen dalam
menyelesaikan pekerjan.
5. Collaborativeness
Yaitu kemampuan pegawai untuk bekerja secara kooperatif di dalam kelompok.
6. Customer service orientation
Yaitu kemampuan melayani konsumen, mengambil inisiatif dalam mengatasi masalah
yang dihadapi konsumen.
KOMITMEN PEGAWAI
Komitmen didefinisikan sebagai kekuatan relatif dari identifikasi dan keterlibatan
individu kepada organisasi tertentu. Komitmen dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu:
1. visibilitas, merupakan perilaku yang dapat diamati oleh orang lain. Cara
sederhana untuk membuat individu mempunyai komitmen pada organisasi adalah
dengan melihat dukungannya kepada organisasi beserta tujuan-tujuannya. Visibilitas
harus dikombinasikan dengan ketegasan.
2. ketegasan, berarti individu tidak dapat menyangkal perilaku yang terjadi.
Ketegasan perilaku tergantung pada dua faktor, ialah dapat diamati dan jelas atau tidak
samar-samar. Kalau perilaku yang tidak dapat diamati kecuali dengan cara merujuk
maka hal ini kurang jelas.
3. keteguhan perilaku, yakni perilaku adalah permanen, tidak dapat ditarik
kembali atau dibatalkan.
4. kemauan pribadi yang mengikat karyawan pada tindakannya, yakni tanggung
jawab pribadi. Tingkat kemauan dari tindakan berhubungan dengan (1) pilihan, (2)
adanya tuntutan eksternal untuk bertindak, (3) adanya dasar ekstrinsik untuk bertindak,
dan (4) adanya kontributor lainnya untuk bertindak.
Karyawan yang berkomitmen menunjukkan perilaku bertanggung jawab secara sosial,
memberikan kontribusi kepada masyarakat, dan kepeduliannya pada nilai-nilai serta sesama
karyawan makin meningkat.
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memberikan semangat kepada orang dan
membujuk anggota organisasi agar bergerak menuju ke arah yang diinginkan. Sebagian
pemimpin ada yang efektif dan banyak juga yang tidak. Efektif atau tidak efektif seorang
pemimpin ditentukan oleh dua faktor: (1) karakteristik kepemimpinan seperti yang dijelaskan
dalam teori sifat kepemimpinan (trait theory) dan (2) karakteristik pribadi, seperti: kemampuan
mental yang superior, kematangan emosi, dorongan emosi, ketrampilan pemecahan masalah,
ketrampilan manajerial, dan ketrampilan kepemimpinan.
Esensi kepemimpinan ini pada dasarnya adalah untuk membantu orang lain agar
menampilkan segala potensi terbaiknya untuk kepentingan organisasi. Namun karakteristik
pengikut atau bawahan berbeda satu sama lain, dan karena itu dalam kepemimpinan mencakup
berbagai gaya yang dapat diterapkan.
2. Definisi dan Fungsi MSDM
Manajemen Sumber Daya Manusia didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan
adalah manusia, bukan mesin, dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Manajemen
Sumber Daya Manusia berkaitan dengan kebijakan dan praktek-praktek yang perlu
dilaksanakan oleh manajer, mengenai aspek-aspek Sumber Daya Manusia dari Manajemen
Kerja.
Tidak ada definisi yang sama tentang Manajemen Sumber Daya Manusia, 3 (tiga)
definisi sebagai perbandingan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Bagaimana orang-orang dapat dikelola dengan cara yang terbaik dalam
kepentingan organisasi, Amstrong (1994).
2. Suatu metode memaksimalkan hasil dari sumber daya tenaga kerja dengan
mengintergrasikan MSDM kedalam strategi bisnis, Kenooy (1990).
3. Pendekatan yang khas, terhadap manajemen tenaga kerja yang berusaha
mencapai keunggulan kompetitif, melalui pengembangan strategi dari tenaga kerja
yang mampu dan memiliki komitmen tinggi dengan menggunakan tatanan kultur yang
integrated, struktural dan teknik-teknik personel, Storey (1995).
Dari ke-3 definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, Manajemen Sumber Daya Manusia
berkaitan dengan cara pengelolaan sumber daya insani, dalam organisasi dan lingkungan yang
mempengaruhinya, agar mampu memberikan kontribusi secara optimal bagi pencapaian
organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri dari dua fungsi, yaitu fungsi manajemen dan
fungsi operasional .
Fungsi Manajemen, terdiri dari:
 Planning ( Perencanaan )
Perencanaan berarti menentukan terlebih dahulu program yang akan membantu
mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dan merupakan fungsi terpenting diantara
semua fungsi manajemen.
 Organizing ( Pengorganisasian )
Pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses penciptaan hubungan antara berbagai
fungsi, personalia, dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat
bermanfaat serta terarah pada satu tujuan. Mengorganisasikan berarti membagi pekerjaan
diantara para individu dan kelompok serta mengkoordinasikan aktifitas mereka, agar setiap
individu dapat mengetahui secara jelas apa yang menjadi tugas sehingga mereka dapat bekerja
benar.
 Actuating/Directing ( Pengarahan )
Dalam bekerja, setiap individu mempunyai perbedaan fisik dan mental, nilai-nilai
individual sesuai dengan keadaan sosial ekonomi mereka. Tugas manajer adalah
menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan individu agar tidak terjadi konflik dalam
perusahaan. Untuk itu diperlukan pengarahan, dalam bentuk tindakan yang mengusahakan agar
semua anggota organisasi melakukan kegiatan yang sudah ditentukan sehingga tujuan
perusahaan pun tercapai.
 Controling ( Pengendalian )
Fungsi terakhir dari manajemen adalah pengendalian. Pengendalian merupakan
aktivitas untuk mengkoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dan hasil yang telah
dicapai, dibandingkan dengan rencana kerja telah ditetapkan sebelumnya.
Fungsi Operasional, terdiri dari:
a. Pengadaan ( Procurement )
Penentuan jenis/mutu karyawan dan jumlah (menentukan keberhasilan rekruitmen
melalui prosedur yang tepat). Sewaktu menarik karyawan baru, manajemen haruslah
mempertimbangkan:
1. Keadaan pasar tenaga kerja/Jenis-jenis karyawan yang diinginkan dan
bagaimana yang tersedia.
2. Jumlah tenaga kerja yang akan ditarik.
Analisa jabatan merupakan suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan
berbagai informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi dan kewajiban suatu jabatan,
terdiri dari :
1. Deskripsi jabatan dan
2. Spesifikasi jabatan
Deskripsi jabatan merupakan suatu statement yang teratur, dari berbagai tugas dan kewajiban
suatu jabatan tertentu.
 Indentifikasi jabatan,
 Ringkasan jabatan,
 Tugas yang dilaksanakan,
 Pengawasan yang diberikan dan yang diterima,
 Hubungan dengan jabatan-jabatan lain,
 Bahan-bahan, alat-alat dan mesin-mesin yang dipergunakan,
 Kondisi kerja,
 Penjelasan istilah-istilah yang tidak lazim,
 Komentar tambahan untuk melengkapi penjelasan di atas.
Spesifikasi jabatan pada umumnya isi suatu spesifikasi jabatan terdiri dari:
 Identifikasi jabatan :
o Nama : o Kode : o Bagian :
 Persyaratan kerja :
o Pendidikan (SD, SLTP, SLTA ataukah PT?). o Status perkawinan,
o Tingkat kecerdasan minimal yang diperlukan, o Jenis kelamin,
o Pengalaman yang diperlukan, o Usia,
o Pengetahuan dan ketrampilan, o Kewarganegaraan (Penduduk).
o Persyaratan fisik,
b. Pengembangan ( Development )
Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis konseptual, dan
moral pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan
harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini ataupun masa yang akan datang.
Pengembangan pegawai dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan melalui program
pelatihan dan pengembangan yang tepat agar pegawai dapat melaksanakan pekerjaannya
dengan baik.
Metode Pelatihan Operasional
1. On-the job training . memberikan tugas kepada atasan langsung yang baru
dilatih, untuk melatih mereka.
2. Vestibule school . merupakan bentuk latihan dimana pelatihnya bukanlah atasan
langsung, tetapi pelatih-pelatih khusus ( Staff specialist ).
3. Apprenticeship (magang). Metode ini biasa dipergunakan untuk pekerjaan-
pekerjaan yang membutuhkan keterampilan yang relatif lebih tinggi.
4. Kursus Khusus. Merupakan bentuk pengembangan yang lebih mirip pendidikan
dari pada latihan. Kursus ini biasanya diadakan untuk memenuhi minat dari para
karyawan dalam bidang-bidang pengetahuan tertentu (diluar bidang pekerjaannya)
seperti kursus bahasa asing, komputer dan lain sebagainya.
c. Kompensasi ( Competasion )
Kompensasi adalah pemberian jasa langsung (Direct) dan tidak langsung (indirect),
uang atau barang kepada pegawai sebagai imbalan balas jasa yang diberikan kepada
perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil maksudnya sesuai dengan prestasi
kerj yang diberikan pegawai untuk perusahaan, sedangkan layak diartikan dapat memenuhi
primernya serta berpedoman pada batas upah minimum pemerintah dan berdasarkan internal
dan eksternal konsitensinya.
Perlu memperhatikan faktor-faktor berikut ini:
1. Memenuhi kebutuhan minimal
2. Dapat menimbulakan semangat dan kegairahan kerja
3. Adil
4. Dapat mengikat
5. Tidak boleh bersifat statis
d. Pengintregrasian ( Intergration )
Pengintregrasian adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan
kebutuhan pegawai, agar terciptanya kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.
Perusahaan memperoleh laba dan pegawai mendapatkan kebutuhan dari hasil kerjanya.
e. Pemeliharaan ( Maintenance )
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik,
mental, dan loyalitas pegawai, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun.
Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program keselamatan dan kesejahteraan yang
berdasrkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta berpedeoman kepada internal dan
eksternal. Setiap program keselamatan dapat terdiri dari salah satu atau lebih elemen-elemen
berikut ini:
1. Didukung oleh manajemen puncak (top management),
2. Menunjukkan seorang direktur keselamatan,
3. Pembuatan pabrik dan operasi yang bertindak secara aman,
4. Mendidik para karyawan untuk bertindak dengan aman,
5. Menganalisa kecelakaan,
6. Menyelenggarakan perlombaan atau keselamatan kerja,
7. Menjalankan peraturan-peraturan untuk keselamatan kerja.
f. Kedisiplinan ( Discipline )
Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting dan kunci terwujudnya tujuan
karena tanpa disiplin yang baik sulit terwujudnya tujuan perusahaan. Kedisiplinan adalah
keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial.
g. Pemberhentian ( Separation )
Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahaan.
Pemberhentian disebabkan oleh keinginan pegawai, keinginan perusahaan, kontrak kerja
berakhir, pensiun dan sebab-sebab lainnya.
Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut diarahkan
pada pemaksimalan dan pemanfaatan pegawai dalam merealisasikan pencapaian tujuan dengan
memperhatikan keinginan dari pegawai.
3. Dasar Hukum Implementasi MSDM
Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia perlu diperhatikan dasar-dasar hukum yang
menjadi pedoman dalam melakukan perekrutan dan pelaksanaan kerja pegawai. Pada observasi
yang telah kami lakukan di lembaga bimbingan belajar, ditemukan beberapa dasar hukum yang
terkait yaitu sebagai berikut:
 UU RI No.13 thn 2003 Bab I Pasal 1.2
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab I Pasal 1.2
Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya
yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab I Pasal 1.15
Hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan
perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab I Pasal 1.30
Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai
imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan
dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang- undangan,
termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa
yang telah atau akan dilakukan.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IV Pasal 32.1
Penempatan tenaga kerja dilaksanakan berdasarkan asas terbuka, bebas, obyektif, serta adil,
dan setara tanpa diskriminasi.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IV Pasal 32.2
Penempatan tenaga kerja diarahkan untuk menempatkan tenaga kerja pada jabatan yang tepat
sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan memperhatikan
harkat, martabat, hak asasi, dan perlindungan hukum.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IV Pasal 35.1
Pemberi kerja yang memerlukan tenaga kerja dapat merekrut sendiri tenaga kerja yang
dibutuhkan atau melalui pelaksana penempatan tenaga kerja.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IX Pasal 50
Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IX Pasal 55
Perjanjian kerja tidak dapat ditarik kembali dan/atau diubah, kecuali atas persetujuan para
pihak.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab IX Pasal 56
(1) Perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.
(2) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan
atas:
a. jangka waktu; atau
b. selesainya suatu pekerjaan tertentu.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab X Pasal 80
Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk
melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.
 UU RI No.13 thn 2003 Bab X Pasal 92
Pengusaha melakukan peninjauan upah secara berkala dengan memperhatikan kemampuan
perusahaan dan produktivitas.
 PP NO. 01 Thn 1985 Pasal 3
Pembuatan Kesepakatan Kerja Bersama harus dilaksanakan dengan itikad baik, jujur, tulus,
terbuka dan dilarang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat menekan atau merugikan
pihak lainnya.
(3). Sumber Daya Alam

a. Pengertian
Pengertian Sumber Daya Alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun
abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan
manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya
matahari, dan mikroba (jasad renik).
pada dasarnya Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh
karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan
keserasian dan keseimbangan tersebut.
Semua kekayaan yang ada di bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan
untuk kesejahteraan manusia merupakan sumber daya alam. Tumbuhan, hewan, manusia, dan
mikroba merupakan sumber daya alam hayati, sedangkan faktor abiotik lainnya merupakan
sumber daya alam nonhayati. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan
dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
b. Teori-teori
Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan
kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup
kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah,
udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar
matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.
Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang
berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (Abdullah,
2007:3). Pengertian sumber daya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi
manusia.
Jenis – Jenis Sumber Daya Alam
Di lingkungan kita terdapat beraneka macam sumber daya alam. Semuanya dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin lama semakin banyak dan
beragam. Para ahli mengelompokkan jenis-jenis sumber daya alam tersebut dengan sudut
pandang yang berbeda-beda. Misalnya mengelompokkan sumber daya alam berdasarkan
materinya terbagi 2 :
1. Sumber Daya Alam Organik (Hayati)
Sumber daya alam organik materi atau bahanya berupa jasad hidup, tumbuhan dan
hewan. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya organik terdiri atas kehutanan,
pertanian, peternakan dan perikanan.
2. Sumber Daya Alam Anorganik (Nonhayati)
Sumber daya alam anorganik materi atau bahannya berupa benda mati seperti benda padat, cair
dan gas. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam anorganik diantarannya
pertambangan mineral, tanah, batuan, minyak dan gas alam, energi dan lain-lain.
Manfaat Bahan – Bahan Alam Anorganik
Bahan alam atau sumber daya alam memiliki fungsi atau manfaat yang sangat besdar bagi
manusia. Tanpa sumber daya alam tentunya manusia tidak dapat memenuhi berbagai
kebutuhan atau aktifitasnya. Sumber daya alam tersebut memiliki fungsi masing-masing
dalam mendukung kehidupan manusia. Gambaran tentang fungsi dari masing-masing sumber
daya alam anorganik diantaranya :
1. Pemanfaatan Sumber Daya Tanah
Disekitar kita terdapat tanah dengan berbagai jenis dan karekteristiknya. Benda yang setiap
hari kita lihat dan kita injak tersebut memilki manfaat yang beragam yaitu :
 Sebagai tempat pemukiman, terutama tanah-tanah yang berada di daerah yang
datar/dataran rendah.
 Sebagai tempat untuk lahan pertanian dan kehutanan.
 Sebagai bahan mentah industri, misalnya bahan bangunan berupa genteng, keramik,
batubata dan lain-lain.
 Sebagai tempat untuk kegiatan industri dan sebagai sarana dan prasarana social seperti
sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
 Sebagai sumber energi alternatif, khususnya tanah gambut energi seperti yang
dikembangkan di Finlandia Belanda dan beberapa Negara-negara lain.
2. Pemanfaatan Bahan Tambang
Bahan tambang banyak sekali manfaat bagi manusia diantaranya :
 Minyak dan gas bumi digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor,
menggerakkan mesin pabrik, dan bahan bakar rumah tangga serta industri.
 Batu bara digunakan untuk bahan bakar, bahan mentah cat, bahan peledak, obat-obatan
dan wewangian atau parfum.
 Alumunium digunakan untuk industry kapal terbang, mobil, mesin-mesin dan alat-alat
rumah tangga.
 Timah sebagai bahan untuk membuat pipa ledeng, logam patri, kabel telepon.
 Nikel untuk campuran industri besi baja agar kuat dan tahan karat.
 Pasir kuarsa untuk membuat kaca.
 Koalin sebagai bahan pembuat porselin.
 Marmer untuk lantai dan hiasan dinding.
 Tanah liat untuk membuat gerabah dan bata.
 Pasir besi untuk bahan besi tuang.
 Tembaga untuk bahan kabel dan industri barang-barang perunggu serta kuningan.
Prinsip Pemanfaatan Bahan-Bahan Alam
Bahan atau sumber daya alam merupakan milik bersama seluruh rakyat Indonesia dan dikuasi
Negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Karena itu, pemanfaatan sumber daya
alam harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut :
1. Prinsip ekoefisiensi
Prinsip ekoefisiensi berarti melakukan proses produksi secara tepat atau hemat (efisien),
sehingga menguntungkan secara ekonomi maupun lingkungan. Proses produksi yang efisien
tentunya memerlukan energi yang efisien juga. Demikian pula materi dan limbah yang
terbuang harus lebih sedikit, sehingga kebutuhan akan bahan bakupun berkurang. Menurunya
biaya produksi, tentunya akan meningkatkan keuntungan industri tersebut. Keuntungan bukan
hanya diperoleh oleh suatu perusahaan tetapi juga mengurangi dampak dari akibat limbah yang
terbuang terhadap lingkungan. Dengan demikian, ekoefisiensi adalah menejemen bisnis atau
pengelolaan usaha yang memadukan efisinsi secara ekonomi dan efisiensi secara lingkungan.
2. Prinsip Pemanfaatan Berkelanjutan
Pemanfaatan berkelanjutan dimaksudkan agar pemanfaatan dan pengelolaan bahan alam
tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga menjamin kelestarian bahan alam yang
terkendali, lestari dan berkelanjutan. Dengan cara demikian, pemanfaatan bahan alam tidak
hanya untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini tetapi menjamin terpenuhinya kebutuhan
generasi yang akan datang.
3. Prinsip Kemakmuran, Keadilan dan Pemerataan
Pemanfaatan bahan alam organik dan bahan alam anorganik dititikberatkan untuk kemakmuran
rakyat berdasarkan atas keadilan dan pemerataan. Pemanfaatan bahan alam tidak hanya boleh
menguntungkan seseorang atau sekelompok orang saja tetapi secara adil juga dirasakan
manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.
4. Prinsip Rasionalisasi
Prinsip Rasionalisasi adalah suatu pemanfaatan bahan alam yang rasional sesuai daya dukung
bahan alam dan kemungkinan penggunaan bahan alam pengganti (subsitusi) pemanfaatan yang
berlebihan atau boros akan mengurangi kemungkinan generasi yang akan dating dapat
menikmati bahan alam yang sama. Karena itu dalam pemanfaatan bahan alam diperlukan
perencanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan secara wajar. Selain itu diupayakan untuk
mencari bahan alam pengganti (bahan alam alternatif), sehingga tidak hanya tergantung pada
bahan alam tertentu. Sebagai contoh bahan bakar minyak dapat dikurangi pemanfaatannya
dengan mengembangkan bahan alam energy dari radiasi matahari, tanama (bioenergi) dan lain-
lain.
5. Prinsip Penggunaan Tata Ruang Yang Benar.
Setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda, termasuk bahan alamnya. Tata ruang
yang benar adalah tata ruang yang memperhatikan kondisi bahan alam yang berbeda-beda
tersebut. Dengan cara demikian, maka bahan alam dapat dimanfaatkan secara optimal karena
didasarkan pada keadaaan bahan alamnya masing-masing. Sebagai contoh lahan-lahan yang
subur sebaiknya diutamakan pemanfaatannya untuk pertanian bukan pemukiman atau
industri. Pertimbangannya lahan yang subur tentu akan memberikan hasil yang lebih baik.
6. Prinsip Keseimbangan Daya Dukung Lingkungan
Bahan alam mempunyai keterbatasan, baik bahan alam yang dapat diperbaharui maupun bahan
alam yang tidak dapat diperbaharui, dalam mendukung aktifitas manusia untuk memenuhi
kebutuhannya. Karena itu, dalam pemanfaatan bahan alam tersebut harus memperhatikan
keserasian dan kelestarian daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan hidup adalah
kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan mahkluk hidup
lain.
Hambatan-hambatan dalam Proses Pemanfaatan Bahan Alam
Dikarenakan Indonesia masih merupakan Negara berkembang, Indonesia masih mengalami
berbagai macam hambatan-hambatan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan bahan alam
Indonesia yang masih kurang. Berikut ini hambatan-hambatan umum yang dihadapi Indonesia
dalam pengelolaan dan pemanfaatan bahan alam yaitu :
 Kurangnya tenaga ahli dalam bidang sumber daya alam.
 Mahalnya sarana dan prasarana untuk pengelolaan sumber daya alam.
 Kerjasama dengan perusahaan asing yang merugikan.
 Transportasi ke daerah sumber daya alam terbatas mengingat Indonesia merupakan
kepulauan.
 Sumber daya manusia yang belum memenuhi
klasifikasi

2. Kerangka Konseptual atau Kerangka Pikir


1. Hubungan Sumber Daya Manusia dengan Keberhasilan Perekonomian
Sumber daya manusia (SDM) merupakan seluruh kemampuan atau potensi penduduk
yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial
maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi
membahas sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau
kemampuannya yang terdiri atas aspek kualitas dan kuantitas.
Bicara tentang kuantitas (jumlah) berarti menunjukkan bagaimana karakteristik
demografis tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk, penyebaran dan komposisi
penduduk. Sedangkan untuk kualitas (mutu) menjelaskan bagaimana seorang manusia
berhubungan dengan karakteristik sosial dan ekonomi agar terciptanya suatu keberhasilan
dalam pembangunan suatu Negara. Tentunya sangat dibutuhkan sekali sumber daya manusia
yang tangguh, unggul dan baik secara fisik maupun mental.
Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam persaingan
global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta
berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Globalisasi yang
sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam
dunia usaha.
Sumber daya manusia atau penduduk menjadi asset tenaga kerja yang efektif untuk
menciptakan kesejahteraan. Kekayaan alam yang melimpah tidak akan mampu memberikan
manfaat yang besar bagi manusia apabila sumber daya manusia yang ada tidak mampu
mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia.

1. Penduduk sebagai Produsen


Masyarakat sebagai produsen mencakup berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang
dapat menghasilkan pendapatan, misalnya dapat berupa kegiatan usaha, berdagang, bercocok
tanam, beternak, dan sebagainya.
Sistem ekonomi Indonesia memiliki acuan yang jelas, yaitu Undang-Undang Dasar
1945. Maka dari itu sistem ekonomi bukanlah pasar bebas maupun perencanaan sentral,
melainkan sistem ekonomi Indonesia mendasarkan pada ekonomi kerakyatan. Dalam sistem
ekonomi kerakyatan masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi,
sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan
dunia usaha.
Sistem ekonomi kerakyatan dapat didefinisikan sebagai pengaturan kehidupan
ekonomi yang memungkinkan seluruh potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam
berbagai kegiatan ekonomi. Kesejahteraan rakyat yang meningkat, merata, dan berkeadilan
merupakan tujuan utama demokrasi ekonomi kerakyatan.
Salah satu pilar penyangga ekonomi kerakyatan adalah usaha informal yang
berkembang dalah kehidupan masyarakat.
Ciri-ciri sektor usaha informal adalah sebagai berikut :
 Sektor usaha informal tidak memiliki alat-alat produksi yang canggih.
 Pelaku ekonomi sektor usaha informal tidak memiliki pendidikan / keahlian khusus.
 Sektor usaha informal dapat membuka lapangan kerja yang tidak sedikit jumlahnya.
 Sektor usaha informal hanya memiliki ruang lingkup usaha ekonomi yang sempit dan kecil.
Beberapa contoh kegiatan ekonomi sektor usaha informal adalah :
 Pedagang asongan
 Pedagang sambilan
 Pedagang kaki lima
 Pedagang keliling
2. Penduduk sebagai Konsumen
Masyarakat sebagai konsumen memerlukan barang dan jasa bagi kelangsungan hidup
masyarakat. Masyarakat adalah pengguna (konsumen) "public goods" atau produk-produk
umum, seperti jalan raya, jembatan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain. Penggunaan public
goods yang pada umumnya disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran merupakan bentuk
kehidupan yang hanya melakukan kegiatan konsumsi saja, sehingga sering menimbulkan
masalah di masyarakat. Berbagai tindak kejahatan dilakukan semata-mata karena untuk
memenuhi kegiatan konsumsi. Di mana orang memiliki banyak kebutuhan, tetapi tidak
memiliki pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan
tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang sejak dini tertanam sikap untuk mampu
berproduksi dan bukan hanya melakukan konsumsi saja. Di samping itu berkaitan dengan
kegiatan konsumsi, perlu dilandasi sikap mental untuk bisa mengukur kemampuan diri,
sehingga tidak besar pasak daripada tiang.
3. Penduduk sebagai Distributor
Masyarakat sebagai distributor diwujudkan dalam bentuk terjadinya penyaluran
proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Lalu lintas perdagangan dan
transportasi yang membawa barang-barang pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan
masyarakat merupakan bentuk kegiatan distribusi yang berlangsung di masyarakat.
Kelancaran arus distribusi yang berlangsung di masyarakat dapat kita amati dari
lancar-tidaknya proses transportasi barang kebutuhan dari satu kota ke kota yang lain. Salah
satu faktor yang memicu terjadinya kelangkaan barang antara lain disebabkan
ketidaklancaran proses distribusi. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah yang sulit
transportasinya.

Pengaruh Tingkat Perkembangan Penduduk terhadap Pembangunan Ekonomi


Penduduk memiliki dua peranan dalam pembangunan ekonomi; satu dari segi
permintaan dan yang lain dari segi penawaran. Dari segi permintaan penduduk bertindak
sebagai konsumen dan dari segi penawaran bertindak sebagai produsen. Oleh karena itu
perkembangan penduduk yang cepat tidak selalu merupakan penghambat bagi jalannya
pembangunan ekonomi jika penduduk ini mempunyai kapasitas yang tinggi untuk
menghasilkan dan menyerap hasil produksi yang dihasilkan. Ini berarti tingkat pertambahan
penduduk yang tinggi disertai dengan tingkat penghasilan yang tinggi pula. Jadi pertambahan
penduduk dengan tingkat penghasilan yang redah tidak ada gunanya bagi pembagunan
ekonomi.
Kalau seandainya terjadi penurunan jumlah penduduk, maka akan terjadi pula
penurunan dalam rangsangan untuk mengadakan investasi dan permintaan agregatif juga
akan turun. Jika perkembangan penduduk tertunda maka akumulasi kapital juga akan menjadi
lesu karena beberapa alasan,yaitu: wiraswasta akan mengira bahwa pasar menjadi semakin
sempit. Sedangkan karena tingkat keuntungan merupakan fungsi dari luasnya pasar, maka
investasi yang tergantung pada tingkat keuntungan akan menurun. Disamping alasan itu
pertambahan penduduk juga mendorong adanya perluasan investasi karena adanya kebutuhan
perumahan yang semakin besar dan juga kebutuhan-kebutuhan yang bersifat umum seperti
jalan raya, fasilitas transportasi umum, persediaan air minum, kesehatan dan sebagainya.
Kebutuhan akan kapital dalam bidang ini relatif lebih besar daripada bidang-bidang lain
sehingga penurunan tingkat perkembangan penduduk akan mengakibatkan turunya akumulasi
kapital.
Produktivitas penduduk dinegara-negara berkembang adalah rendah sehingga
mengakibatkan rendahnya produksi pula. Karena sebagian besar penduduk tinggal di desa
dan hidupnya sebagian berasal dari sector pertanian. Maka hampir semua hampir semua
penghasilan yang didapatnya akan dikondumeir seluruhnya. Seandainya ada sisa, hanya
relatif kecil jumlahnya. Akibatnya tingkat investasi juga akan rendah. Jadi, di negara-negara
sedang berkembang, dimana sudah terdapat perbandingan yang tinggi antara jumlah manusia
dan jumlah faktor-faktor produksi yang lain, perkembangan penduduk yang cepat akan
menimbulkan diseconomies of scale. Di negara-negara yang sedang berkembang dimana
kepadatan penduduk yang cepat akan dapat pula mendorong perkembangan ekonomi, apabila
kapital dan kemampuan managerial termasuk organisasi dan administrasi dapat
mengimbangi tantangan penduduk tersebut.
Sumber daya manusia
Keberhasilan perekonomian

Gambar 1.1 Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Perekonomian Daerah

2. Hubungan Sumber Daya Alam dengan Keberhasilan Perekonomian


Berbicara tentang sumber daya alam suatu daerah pasti tidak lepas dari sumber daya
alam atau kekayaan alam daerah tersebut. Seperti yang sudah di paparka sebelumnya bahwa
Kabupaten Kebumen berada di daerah yang sangat strategis, selain sangat dekat dengan pantai
Kebumen juga memiliki area persawahan yang sangat luas yang menjadi mata pencaharian
penduduknya.
Peranan ilmu ekonomi dalam kaitannya dengan sumber daya alam dan lingkungan yaitu
mengenai pengambilan keputusan dalam penggunaan sumber daya alam yang langka.
Penggunaan sumber daya alam untuk masa mendatang merupakan imbangan
antarpenduduk dan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berada
di bawah maupun di atas bumi dan belum dilibatkan dalam proses produksi. Barang sumber
daya alam adalah sumber daya alam yang sudah diambil dari bumi dan digunakan sebagai
faktor produksi.
Pertumbuhan ekonomi yang cepat memerlukan barang sumber daya yang banyak
namun dapat mengurangi sumber daya alam di bumi. Teori ekonomi yang digunakan dalam
pertumbuhan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam adalah fungsi produksi. Ada
delapan isu penting yang berkaitan dengan sumber daya alam yaitu persediaan untuk kebutuhan
manusia, lokasi persediaan, pergeseran ketersediaan sumber daya alam, kebijakan penggunaan,
peranan sumber daya alam dan lingkungan, kualitas, kerusakan lingkungan dan mekanisme
pasar.
Dalam penggalian sumber-sumber alam untuk keperluan pembangunan ekonomi, harus
diusahakan agar supaya tidak merusak tata lingkungan manusia, dilaksanakan dengan
kebijaksanaan yang menyeluruh, dan memperhitungkan kebutuhan generasi yang akan datang.
Demikian besar peranan lingkungan dalam pembangunan ekonomi sehingga dikhawatirkan
pembangunan itu sendiri akan mengalami stagnasi, karena sumber daya alam sudah tidak ada
lagi yang dapat digali atau karena kondisi sumber daya alamnya sudah demikian buruk, karena
menggebunya pembangunan yang dilaksanakan atau karena pertumbuhan penduduk yang
cepat sehingga tidak terpikirkan pelestarian dari sumber daya alam itu sendiri.
Pembangunan yang berwawasan lingkungan merupakan suatu usaha untuk
mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat/affluent society dengan memperhatikan
dan memelihara sumber daya alam atau planet bumi agar di kemudian hari tidak terjadi
deteriorasi ekologis, soil depletion dan penyusunan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui. Masalahnya bagi negara yang sedang berkembang, seperti negara kita Indonesia
adalah bagaimana dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan bagi orang-orang miskin melalui
kegiatan pembangunan ekonomi dengan tetap memelihara kelestarian lingkungan.
Kebijaksanaan pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan dan pelestarian sumber daya
alam dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan menurut Hadi Prayitno dan Budi
Santosa (1996, ha1147-156), minimal haruslah memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:
menghormati dan memelihara komunitas kehidupan,memperbaiki kualitas hidup manusia,
melestarikan daya hidup dan keragaman bumi Menghindari pemborosan sumber-sumber daya
yang tidak dapat diperbaharui, berusaha tidak melampaui kapasitas daya dukung bumi,
mengubah sikap dan gaya hidup orang per orang dan mendukung kreativitas masyarakat untuk
memelihara lingkungan sendiri.
Sumber Daya Alam
Keberhasilan perekonomian

Gambar 1.2 Pengaruh Keadaan Geografis terhadap Keberhasilan Perekonomian Daerah

B. HIPOTESIS
Mengingat adanya tiga hubungan seperti pada kerangka konseptual di atas, maka
hipotesis dalam penelitian ini juga terdapat tiga buah, diantaranya:
 Hipotesis pertama : sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap keberhasilan
perekonomian daerah.
 Hipotesis kedua : keadaan geografis berpengaruh positif terhadap keberhasilan perekonomian
daerah.
 Hipotesis ketiga : sumber daya alam dan keadaan geografis berpengaruh positif terhadap
keberhasilan perekonomian daerah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Definisi Operasional
1. Variabel Independent (bebas)
a. Sumber daya manusia (X1): Menurut Gomes (1997), Sumber daya manusia merupakan salah
satu sumber daya yang terdapat dalam suatu organisasi, meliputi semua orang yang
melakukan aktivitas.
b. Sumber daya alam (X2): Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati
maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007:3).
2. Variabel Dependen (terikat)
Keberhasilan perekonomian (Y): Peningkatan perekonomian dalam mewujudkan
taraf hidup masyarakat yang sejahtera.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di Kec. Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Penelitian
direncanakan akan berlangsung dari bulan Juni 2016 samapai Agustus 2016 (Rencana
penelitian dapat dilihat pada lampiran). Pemilihan Kec. Pejagoan, Kab. Kebumen sebagai
objek penelitian didasarkan pada alasan bahawa di daerah ini banyak orang yang bermata
pencaharian di pabrik pembuatan genteng karena desa ini penghasil genteng sokka Kebumen
yang sudah terkenal di Jawa Tengah dan ada pula yang bermata pencaharian sebagai petani
dan ada pula yang menjadi pegawai. Dengan adanya hal tersebut maka akan mudah meneliti
dan menganalisisnsumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki.
C. Populasi dan Sampel
Popuasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga di Kec. Pejagoan, Kab. Kebumen
yang terdiri 57.544 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak
terstratifikasi (stratified random sampling), yakni mengambil sampel dengan teknik
Proporsional –random sampling dari masing-masing departemen yang ada di dalam intansi.
Sedangkan penentuan jumlah sampel menggunakan rumusan Slovin, sebagai berikut:

N 57544
n= = --------------------- = 397,238713 dibulatkan 396
1+Ne2 1+[57544x(0.05)2]

Keterangan:
n= Ukuran sampel
N= Ukuran populasi
e= Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih
dapat ditolerir atau diinginkan ( dalam penelitian ini digunakan 5 % atau 0,05).
(Umar,2000)

Daftar nama desa di Kec. Pejagoan :


No Desa Populasi Sampel
1 Logede 3.641
2 Kewayuhan 7.065
3 Kedawung 9.846
4 Pejagoan 6.563
5 Kebulusan 5.134
6 Aditirto 3.022
7 Karangpoh 3.353
8 Jemur 5.516
9 Perigi 2.422
10 Kebagoran 1.990
11 Pengaringan 681
12 Peniron 7.182
13 Watulawang 1.129
57 544

D. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket/kuisioner
untuk masing-masing variabel penelitian :
1. Sumber Daya Manusia
Instrumen sumber daya manusi dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Gibson
(1992). Jumlah butir instrumen sebanyak 4 buah yang disusun dalam skala rating (rating scale),
sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4).
2. Sumber Daya Alam
Instrumen sumber daya alam dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Robbins,
(1996). Jumlah butir instrumen sebanyak 5 buah yang disusun dalam skala rating (rating scale),
sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
3. Keberhasilan Perekonomian
Instrumen keberhasilan perekonomian dikembangkan dari indikator yang diadaptasi dari Jewel
dan Siegal (1998). Jumlah butir instrumen sebanyak 6 buah yang disusun dalam skala rating
(rating scale), sedangkan opsi jawaban sebanyak 4 pilihan (1,2,3,4)
Untuk menguji ketepatan instrumen (validitas) dan kelayakan instrumen(reliabilitas).
Pengujian validitas dan reliabilitas ini dilakukan sebelum penelitian sesungguhnya, yakni
dengan mengujicobakan instrumen yang telah disusun kepada responden uji coba sebanyak 20
orang.

Pengujian lengkap validitas dan reliabilitas menggunakan cara-cara berikut ini:


1.Validitas
Pengujian validitas menggunakan dua cara:
a. Validitas isi: pengujian isi angket dengan analisis rasional, kesesuaian dengan teori, dan
pertimbangan ahli (dalam hal ini ahli adalah pembimbing skripsi). Butir-butir instrumen
didiskusikan agar benar-benar mencerminkan variabel yang diukur. Pengujian validitas isi ini
tidak menggunakan teknik statistik.
b. Validitas konstruk: pengujian konstruk angket/instrumen dengan mengkore-lasikan nilai-nilai
setiap butir instrumen dengan nilai totalnya dengan menggunakan teknik statistik korelasi,
melalui bantuan program pengolah data SPSS.
2. Reabilitas
Pengujian reliabilitas menggunakan pendekatan konsistensi internal, yakni teknik belah
dua (split half) dengan memilah butir instrumen bernomor ganjil dan butir instrumen bernomor
genap, kemudian mengkorelasikannya yang dilanjutkan dengan analisis Spearman Brown.
Pengolahan datanya menggunakan bantuan program pengolah data SPSS.15
E. Teknik Analisis Data
Pilihan analisis statistik dalam penelitian didasarkan pada::
1. Tujuan penelitian, bersifat:
a. Uji Prediktif antar variabel, digunaan Regresi
b. Uji komparasi antar variabel, digunakan T-tes, - Z-tes, Anava
2. Jenis pengukuran variabel :
a. Variabel nominal, ordinal, interval atau rasional,
b. Banyaknya variabel yang dianalisis
Panduan analisis statistik:

Variabel Bebas Variabel Terikat


Teknik Statistik Tujuan
Skala Jumlah Skala Jumlah
- Anareg Sederhana Mencari
Interval 1 Interval 1 disertai korelasi Pengaruh dan
Product Moment memprediksi
Mencari
- Anareg Ganda disertai
>1 1 Pengaruh dan
Korelasi - ganda.
memprediksi
Mencari
- Anareg Kanonik
>1 >1 Pengaruh dan
disertai Korelasi Ganda
memprediksi
Mencari
Nominal - Anareg Sederhana
1 Interval 1 Pengaruh dan
dengan variabel Dummy
memprediksi
Membedakan
Y.
- Anava Faktorial
Mencari
>1 1 - Anareg Ganda dengan
Pengaruh
variabel Dummy
dan
memprediksi
Interval >1 Nominal > 1 - Anava Faktorial Membedakan Y
1 - Uji - t ; Membedakan Y
1 - Anava 1 jalan berdasarkan X
- Uji Diskriminan
1 > 1 - Anava faktorial Membedakan Y
> 1 1 - Uji Diskriminan Ganda berdasarkan X

Variabel Bebas Variabel Terikat


Teknik Statistik Tujuan
Skala Jumlah Skala Jumlah
- Chi Square
Nominal 1 Nominal 1 - Koefisien Phi
- Koefisien Kontingensi.
- Chi Square Membedakan Y
berdasarkan X
1 Ordinal 1 - Koefisien Phi ( Melalui uji
- Koefisien Kontingensi. beda frekuensi )

>1 >1 - Koefisien Kontingensi

Dengan bertumpu pada panduan analisis di atas, di mana:


1. penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada/tidaknya pengaruh dan Kontribusi.
2. banyaknya variabel bebas = 2 buah, dengan variabel tak bebas = 1 buah ).
maka teknik analisis data yang tepat adalah regresi linear berganda dengan persamaan
sebagai berikut: Y=a+ b1X1+b2X2 + ε
Adapun pengolahan data untuk menguji ketiga hipotesis di atas menggunakan bantuan
program pengolah data SPSS.15

DAFTAR PUSTAKA
Algifari, 2000. Analisis Regresi: teori, Kasus dan Solusi. BPFE. Yogyakarta.
Bastian, Indra. 2001. Manual Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah. BPFE. Yogyakarta.
Halim, Abdul. 2007. Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi 3 Erlangga. Jakarta.
Mardiaosmo. 2009. Perpajakan Edisi Revisi. Andi. Yogyakarta.
Mursyidi. 2009. Akuntansi Pemerintahan di Indonesia. Reflika Aditama. Bandung.
Resmi, Siti. 2005. Perpajakan Teori & Kasus. Salemba Empat. Jakarta.
Siahaan, Marihot P.2010. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Rajawali. Jakarta.
UU No. 34 tahun 2000 tentang perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah
UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah
UU No. 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

SUMBER :