Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) adalah suatu keadaan pecahnya
ketuban baik dalam kehamilan maupun dalam persalinan sebelum pembukaan 3
cm (sebelum fase aktif, masih dalam fase laten).1
Dalam keadaan normal, selaput ketuban pecah dalam proses persalinan.
Ketuban Pecah Dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum
persalinan. Bila Ketuban Pecah Dini terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu
disebut Ketuban Pecah Dini pada kehamilan prematur. Dalam keadaan normal 8-
10% perempuan hamil aterm akan mengalami Ketuban Pecah Dini.2
Preeklamsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema
akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan. Preklamsia didiagnosis dengan tekanan darah sekurang-kurangnya 140
mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik pada dua kali pemeriksaan berjarak 15
menit menggunakan lengan yang sama dan protein urin melebihi 300 mg dalam
24 jam atau tes urin dipstik > positif 1.3 Preeklamsia Ringan adalah jika tekanan
darah >140/90 mmHg, tapi < 160/110 mmHg dan Proteinuria +1.5
Menurut hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012
angka kematian ibu di Indonesia sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Tiga
penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%), hipertensi dalam
kehamilan (25%), dan infeksi (12%)3. Salah satu penyebab langsung kematian ibu
adalah karena infeksi sebesar 5,6% dalam 100.000 kelahiran hidup.4 Ketuban
pecah prematur terjadi pada 6-20 % kehamilan. Kurang lebih dua pertiga dari
pasien dengan ketuban pecah prematur sebelum kehamilan 37 minggu akan
bersalin dalam waktu 4 hari dan kurang lebih 90 % akan bersalin dalam waktu
satu minggu.5
Prevalensi Preeklampsia di Negara maju adalah 1,3% - 6%, sedangkan di
Negara berkembang adalah 1,8% - 18%. Insiden preeklampsia di Indonesia
sendiri adalah 128.273/tahun atau sekitar 5,3%. Kecenderungan yang ada dalam
dua dekade terakhir ini tidak terlihat adanya penurunan yang nyata terhadap

1
insiden preeklampsia, berbeda dengan insiden infeksi yang semakin menurun
sesuai dengan perkembangan temuan antibiotik.3
Masalah KPD memerlukan perhatian yang lebih besar, karena prevalensinya
yang cukup besar dan cenderung meningkat. Kejadian KPD aterm terjadi pada
sekitar 6,46-15,6% kehamilan aterm dan PPROM terjadi pada terjadi pada sekitar
2-3% dari semua kehamilan tunggal dan 7,4% dari kehamilan kembar. PPROM
merupakan komplikasi pada sekitar 1/3 dari semua kelahiran prematur, yang telah
meningkat sebanyak 38% sejak tahun 1981. Dapat diprediksi bahwa ahli obstetri
akan pernah menemukan dan melakukan penanganan kasus KPD dalam karir
kliniknya.6
Preeklampsia juga merupakan masalah kedokteran yang serius dan memiliki
tingkat kompleksitas yang tinggi. Besarnya masalah ini bukan hanya karena
preeklampsia berdampak pada ibu saat hamil dan melahirkan, namun juga
menimbulkan masalah pasca persalinan akibat disfungsi endotel di berbagai
organ, seperti risiko penyakit kardiometabolik dan komplikasi lainnya. Hasil
metaanalisis menunjukkan peningkatan bermakna risiko hipertensi, penyakit
jantung iskemik, stroke dan tromboemboli vena pada ibu dengan riwayat
preeklampsia. Dampak jangka panjang juga dapat terjadi pada bayi yang
dilahirkan dari ibu dengan preeklampsia, seperti berat badan lahir rendah akibat
persalinan prematur atau mengalami pertumbuhan janin terhambat, serta turut
menyumbangkan besarnya angka morbiditas dan mortalitas perinatal.3
Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang benar diperlukan untuk menegakkan
diagnosis ketuban pecah sebelum waktu dan Preeklamsia secara tepat dan
memberikan terapi secara akurat sehingga prognosis yang baik terhadap ibu dan
janin.

1.2. Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan laporan kasus ini adalah sebagai berikut:
1. Diharapkan dokter muda dapat memahami KPSW dan Preeklamsia Ringan
secara menyeluruh.
2. Diharapkan dokter muda dapat mengaplikasikan pemahaman yang didapat
mengenai KPSW dan Preeklamsia Ringan selama menjalani kepaniteraan
klinik dan seterusnya.

2
1.3 Manfaat
1.3.1 Manfaat Teoritis
Diharapkan laporan kasus ini dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan
dan sebagai tambahan referensi dalam bidang Ilmu Obstetri dan
Ginekologi terutama mengenai KPSW dan Preeklamsia Ringan.
1.3.2 Manfaat Praktis
Diharapkan agar dokter muda dapat mengaplikasikan ilmu yang
diperoleh dari laporan kasus ini dalam kegiatan kepaniteraan klinik
senior (KKS) dan diterapkan di kemudian hari dalam praktik klinik.