Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.1 Parameter Fisik
Tabel 4.1 Parameter Fisik

No. Parameter Satuan Baku Mutu

FISIKA
1 Suhu ºC
2 Kecerahan M
3 Kekeruhan (Turbidity) NTU
4 pH 6-9
5. Total Padatan (TDS) mg/L 1000

4.1.2 Parameter Kimia


Tabel 4.2 Parameter Kimia

No. Parameter Satuan Baku Mutu

1. Kebutuhan Oksigen (DO) mg/L 3


2. COD mg/L 50
3. BOD5 mg/L 6
4. Nitrat (NO3-N) mg/L
5. Phospat mg/L 1
4.1.3 Grafik Keanekaragaman Fitoplankton

5.000
Keanekaragaman (H’)

3.750

2.500

1.250

0.000
1 2 3 4 5 6 7
H' H' Maks Titik Sampling
Gambar 4.7 Garfik Keanekaragaman Fitoplankton Sungai C

4.1.6 Grafik Keseragaman Fitoplankton

1.000
0.800
Keseragaman (E)

0.600
0.400
0.200
0.000
1 2 3 4 5 6 7
E
Titik Sampling
Gambar 4.8 Grafik Keseragaman Fitoplankton Sungai C
4.1.7 Grafik Dominansi Fitoplankton

0.700
0.583
Dominansi (D)

0.467
0.350
0.233
0.117
0.000
1 2 3 4 5 6 7
D Titik Sampling
Gambar 4.9 Grafik Dominansi Fitoplankton Sungai C

4.1.8 Grafik Saprobitas Fitoplankton

1.000

0.750
Saprobitas (X)

0.500

0.250

0.000

-0.250

-0.500
1 2 3 4 5 6 7
Titik Sampling
X

Gambar 4.10 Grafik Saprobitas Fitoplankton Sungai C

4.1.9 Diagram Jumlah Individu Fitoplankton

Jumlah Individu Fitoplankton

9% 10% 1
6%
2
8% 3

7% 4
5
47% 6
13%
7

Gambar 4.11 Diagram Jumlah Individu Fitoplankton Sungai C


4.1.10 Diagram Komposisi Jenis Fitoplankton

Jenis Fitoplankton

CYANOPHYTA 19%
CHRYSOPHYTA 22%
CHLOROPHYTA
EUGLENOPHYTA

15%

44%

Gambar 4.12 Diagram Komposisi Jenis Fitoplankton Sungai C

4.2 Analisis Data


4.2.1 Kelimpahan Fitoplankton
𝑋 1
𝑁 = × × 𝑍
𝑌 𝑉

Contoh perhitungan kelimpahan pada jenis fitoplankton anabaena sp


𝑁=

4.2.2 Keanekaragaman Fitoplankton\


H’ = ∑ 𝑃𝑖 × 𝑙𝑜𝑔 2 × 𝑃𝑖

Contoh perhitungan pada titik sampling 1


H’ =

4.2.3 Keseragaman Fitoplankton


𝐻
𝐸 =
𝐻 ′ 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Contoh perhitungan pada titik sampling 1
𝐸 =

4.2.4 Dominansi Fitoplankton


C = Σ [ni/N]2

Contoh perhitungan pada titik sampling 1


C=

4.2.7 Saptobitas Fitoplankton


C + 3D − B − 3A
X=
A+B+C+D

Contoh perhitungan pada titik sampling 1


C + 3D − B − 3A
X=
A+B+C+D

4.3 Pembahasan
4.3.1 Parameter Fisik
4.3.1.1 Suhu
Hasil pengukuran suhu air Sungai C pada lokasi titik sampling 1
sampai titik sampling 7 menunjukkan suhu air berkisar antara

4.3.1.2 Kecerahan
GATAU BAHAS KEK MANA?:(

4.3.1.3 pH
Hasil pengukuran keasaman air sungai C menunjukkan pH air pada
titik sampling 1 KAITKAN SAMA BAKU MUTU

4.3.1.4 Total Padatan (TDS)


Hasil pengukuran TDS air sungai C pada titik sampling 1 sebesar
KAITKAN SAMA BAKU MUTU Sehingga dapat diketahui bahwa
sungai C masih dibawah baku mutu dan masih dapat digunakan sebagai
kebutuhan makhluk hidup

4.3.2 Parameter Biologi


4.3.2.1 Kebutuhan Oksigen (DO)
Hasil pengukuran oksigen terlarut (DO) air sungai C di titik
sampling pengambilan sampel 1 KAITKAN SAMA BAKU MUTU

4.3.2.2 COD
Hasil pengukuran parameter COD air sungai C di titik sampling 1
KAITKAN SAMA BAKU MUTU Nilai COD pada perairan yang tidak
tercemar biasanya kurang dari 20 mg/liter.

4.3.2.3 BOD5
Hasil analisa konsentrasi BOD air sungai C padai titik sampling
KAITKAN SAMA BAKU MUTU lebih dari 10 mg/l dianggap telah
tercemar.

4.3.2.4 Nitrat (NO3-N)


Hasil analisa konsentrasi Nitrat (NO3-N) air sungai C pada titik
sampling KAITKAN SAMA BAKU MUTU

4.3.2.5 Phospat
Hasil analisa kandungan Phospat (PO4-P) dalam air sungai C
menunjukkan bahwa konsentrasi phospat pada KAITKAN SAMA
BAKU MUTU

4.3.3 Hubungan antara Parameter Fisik, Biologi, dan Indeks Perhitungan


Pada sungai C terdapat beberapa fitoplankton seperti Cyanophyta,
Chrystophyta, Chlorophyta dan Euglenophyta. Pada tiap 7 titik jumlah
fitoplankton tersebut berbeda-beda. Contohnya jumlah Cyanophyta pada titik 2
sebanyak 2 bakteri dan titik 3 sebanyak 5 bakteri. Berdasarkan grafik mengenai
jumlah individu fitoplakton dapat diketahui bahwa jumlah individu yang dapat
tumbuh terbanyak pada setiap titik adalah Chlorophyta dan Euglenophyta.
BAHAS BERDASARKAN EXCEL GITU jumlahnya berapa222
Kelimpahan fitoplankton dalam setiap titik berbeda-beda dalam sungai C
disebabkan oleh angin, aliran sungai yang masuk atau arus dan kedalaman
perairan. BAHAS BERDASARKAN EXCEL GITU jumlahnya berapa222

Keanekaragaman juga dapat ditentukan dari jumlah fitoplankton yang dapat


tumbuh pada suatu titik dan membaginya dengan jumlah seluruh jenis
fitoplankton. Keanekaragaman memiliki notasi H’. me yang menjadikannya
sebagai bahan makanan. BAHAS BERDASARKAN EXCEL GITU jumlahnya
berapa222

Keseragaman yang terjadi pada sungai C ditiap titiknya hampir merata karena
nilai indeks keseragamannya besar. BAHAS BERDASARKAN EXCEL GITU
jumlahnya berapa222

Indeks berikutnya yang digunakan adalah saprobitas.

Tabel 4.5 Saprobitas dan Fase Saprobitas

Titik Saprobitas Tingkat Pencemaran Fase Saprobik Koefisien Saprobik

1 -0,111 Sedang α/β−mesosaprobik (-0,5) – (0)


2 0,000 Sedang α/β−mesosaprobik (-0,5) – (0)
3 -0,167 Sedang α/β−mesosaprobik (-0,5) – (0)
4 0,500 Ringan β-mesosaprobik (0,5) – (1,0)
5 0,077 Ringan β-mesosaprobik (0,5) – (1,0)
6 0,714 Ringan β−mesosaprobik (0,5) – (1,0)
BAHAS BERDASARKAN EXCEL GITU jumlahnya berapa222